Agustus 2019

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Kerjasama akan terlaksana bila kedua belah pihak merasa nyaman. Saling menguntungkan dan menghargai.

Karena merasa nyaman serta percaya pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)Padang, maka Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Lantamal II rutin menyerahkan zakat  profesinya ke Baznas Padang.

"Alhamdulillah. Barusan saya terima zakat dari Latmal II Teluk Bayur  sebanyak Rp. 7.000.000 (tujuh juta rupiah)," Kata Kabag Pengumpulan Baznas Padang, Sintaro Abe Batubara, M.A., Senin, 19 Agustus 2019.

Disebutkan,  Baznas Padang  tidak berhenti  menyapa para Muzakki (pembayar zakat). 

Muzaki perseorangan atau lembaga didatangi ke alamat rumah dan kantor mereka. 

Tim penghimpunan atau pengumpulan  Baznas Padang   siap tempur siang maupun malam melakukan sosialisasi bayar zakat ke Baznas Padang.

Dibawah arahan Pimpinan Baznas Padang Bidang Pengumpulan H. Syafriadi Autid, tim pengumpulan terus bergerak menemui Muzakki.

Sementara itu pengurus  UPZ Lantamal II Teluk Bayur Padang, Mardan Nasution menuturkan, Lantamal II Teluk Bayur mengapresiasi kerja keras Baznas Kota Padang dalam memetakan dan mensosialisasikan zakat.

"Kami mengakui belum semua anggota TNI AL di Lantamal II Padang  menyalurkan zakat melui Baznas Kota Padang," kata Nasution.

Anggota TNI AL di Lantamal II Padang jauh sebelum UPZ terbentuk sudah  banyak diantara mereka yang menyalurkan
zakatnya secara langsung pada Mustahik (penerima zakat). 

Akan tetapi menurut Nasution, secara bertahap dia yakin zakat di lingkungan lantamal II teluk bayur bisa terkelola secara baik. Awkar.

IMPIANNEWS.COM Padang). 

Pemerintah Kota Padang melalui Inspektorat menggelar kegiatan penting yakni, Penguatan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2019-2024 dan Rencana Strategis (Renstra) untuk Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemko Padang. Kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Pangeran Beach, Senin (19/8) ini juga membahas persiapan pelaksanaan reviu RPJMD dan Renstra oleh aparat pengawasan internal pemerintah (APIP).

Kepala Inspektorat Kota Padang Corri Saidan selaku panitia pelaksana kegiatan mengatakan, tujuan kegiatan tersebut antara lain untuk lebh meningkatkan pemahaman tentang RPJMD serta Renstra dan sekaligus untuk penguatan penyusunan RPJMD 201924 yang telah disusun. Sehingga dapat diyakini RPJMD dan Renstra yang telah dibuat sesuai aturan dan dapat menjadi pedoman untuk perencanaan penganggaran ke depan," sebutnya.

"Selanjutnya, bagi APIP yang akan melakukan reviu RPJMD dan Renstra untuk meningkatkan pemahaman tentang pelaksanaan reviu tersebut. Sekaligus membantu kepala daerah untuk menghasilkan dokumen RPJMD dan Renstra SKPD yang berkualitas dalam rangka mewujudkan visi dan misi kepala daerah," sebut Inspektur Kota Padang.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Padang Hendri Septa dengan diikuti peserta yang terdiri dari pimpinan perangkat daerah dan unit kerja di lingkungan Pemko Padang serta seluruh pejabat struktural, pejabat fungsional inspektorat dan Bappeda. Untuk narasumber menghadirkan Hasiholan Pasaribu, SE,M.PKP dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wawako dalam sambutannya menyampaikan, atas nama Pemko Padang mengucapkan terima kasih kepada narasumber bapak Hasiholan Pasaribu, SE,M.PKP yang telah berkenan hadir memberikan penguatan terkait perencanaan pembangunan daerah tentang RPJMD dan Renstra bagi pimpinan OPD dan reviu RPJMD serta Reviu Renstra bagi APIP Kota Padang.

Ia menyebutkan, dengan telah ditetapkannya UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Permendagri nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, maka setelah pelantikan kepala daerah tanggal 13 Mei 2019 Pemerintah Kota Padang sudah menyusun Rancangan RPJMD 2019-2024 yang diawali dari RPJMD teknokrat. Selanjutnya pemerintah daerah harus dapat mensinergikan perencanaan pembangunan antara perencanaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sinergi dan konsistensi ini  diperlukan dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan pembangunan nasional.

"Pada 20 Agustus 2019 Bappeda akan melaksanakan Musyawarah Rencana Pembanguna (Musrenbang) RPJMD yang dilanjutkan dengan penyusunan rancangan akhir RPJMD. Sebelum RPJMD tersebut disampaikan ke DPRD, maka akan dilakukan reviu RPJMD oleh APIP dengan mempedomani Permendagri  Nomor 9 tahun 2018 tentang reviu dokumen perencanaan pembangunan. Reviu RPJMD dilaksanakan paralel dengan penyusunan rancangan akhir RPJMD," papar wawako.

'Alhamdulillah, hari ini kita dapat kesempatan untuk mendengar langsung dari pakar perencanaan daerah Bapak Hasiholan Pasaribu bagaimana dalam menyusun perencanaan daerah sesuai ketentuan. Beliau disamping salah seorang yang membidani lahirnya PP 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah juga sebagai tenaga ahli yang sudah banyak mendampingi kabupaten/kota dalam penyusunan RPJMD," ungkap Hendri Septa berterima kasih.

Lebih lanjut tambahnya lagi, melalui kegiatan ini tentunya diharapkan agar terdapat kesamaan pemahaman tentang perencanaan pembangunan daerah yang sudah dibuat dan adanya kesinambungan antar dokumen perencanaan mulai dari dokumen induk RPJMD, Renstra sampai pada perencanaan anggaran.

Untuk itu kepada masing-masing pimpinan OPD harus benar-benar paham akan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi)-nya dan dapat menyusun perencanaan makin baik lagi, untuk membawa organisasinya  mencapai visi dan  misi yang telah dituangkan dalam rancangan RPJMD 2019-2024 tersebut.

Peran APIP dalam proses reviu dokumen perencanaan adalah untuk mendorong setiap OPD agar meningkatkan kualitas dokumen perencanaan penganggaran untuk menjamin konsistensi dan keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran agar nantinya menghasilkan APBD yang berkualitas, efektif serta efisien.

"Maka itu, diharapkan dengan acara ini pimpinan OPD semakin memahami tentang Rancangan RPJMD dan Renstra yang dibuat dan juga dapat meningkatkan kualitas perencanaan di masing-masing OPD. Sementara bagi APIP melalui acara ini tentu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis APIP sebagai pedoman dalam melakukan reviu terhadap RPJMD dan Renstra OPD 2019-2024," pungkas wawako mengakhiri.(dv)

Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiah saat peringatan 14 tahun tsunami Aceh, di Masjid Tengku Mahraja Gurah, kecamatan Peukan Pada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 26 Desember 2018. Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh terjadi pada Ahad, 26 Desember 2018. ANTARA/Ampelsa
IMPIANNEWS.COM (Kupang). 

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indinesia (PMKRI) Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mempersoalkan pernyataan Abdul Somad dalam khotbahnya yang dinilai menghina simbol agama Krisiani.
"Bagi kami, konten ceramah Ustad Abdul Somad yang menyinggung simbol sakral agama Katolik adalah bentuk sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng. melalui siaran pers yang diterima Tempo hari ini, Senin, 19 Agustus 2019.
Mereka pun menyebut Abdul Somad sebagai momok terhadap kerukunan kehidupan antarumat beragama. Mereka mendesak negara mengambil sikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi.
"Kami meminta Ustad Abdul Somad menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik, khususnya umat Katolik yang terlukai perasaannya," ucap Adrianus.
PMKRI Kupang pun mendesak Mabes Polri segera memeriksa ustad tersebut. Penggalan video Abdul Somad viral di media sosial dan memancing kecaman banyak pihak. Bahkan, ormas Islam tertua, Muhammadiyah, menilai pernyataan Abdul Somad adalah penghinaan simbol agama.
Selanjutnya, PMKRI Kupang menghimbau seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk tetap tenang, bersikap arif, serta tidak terprovokasi dengan konten video tidak terpuji Abdul Somad.
Melalui video yang diunggah FSRMM TV di kanal Youtube pada Ahad, 18 Agustus 2019, Somad memyampaikan klarifikasi dalam ceramah di Desa Simpang Kelayang, Masjid At-Taqwa pada Sabtu, 17 Agustus 2019.
"Pengajian di dalam masjid tertutup. Bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di tv, tapi untuk intern umat Islam. Menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa AS untuk orang Islam dalam Quran dan sunnah Nabi SAW," ujar Abdul Somad.
YOHANES SEO

IMPIANNEWS.COM (AS)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan telah mempermalukan salah seorang pendukungnya ketika berkampanye di New Hampshire. Insiden tersebut terjadi ketika Trump berpidato namun disela oleh seorang pria yang berada di bagian tribun.

Trump yang mendengar ucapan pria yang di tribun itu kemudian AS)

melihat dan mengatakan, "Orang itu punya masalah berat badan yang serius. Pulanglah. Berolahraga lah.”

"Tolong keluarkan dia dari sini. Ada masalah yang lebih besar daripada aku,” lanjut Trump mengutip Sky News, Sabtu (17/8/2019).

Frank Dawson, pria yang dipermalukan Trump lantas keluar dari gedung SNHU Arena. Menurut Seorang staf senior mengonfirmasi bahwa Trump memanggil pria Dawson dari Air Force One serta meninggalkan pesan untuknya.

Usai bertemu Trump, Dawson yang dilkabarkan sangat ekspresif dalam kampanye itu mengatakan bahwa dirinya tidak masalah dengan ucapan Trump.

"Semuanya baik, saya suka pria itu (Trump). Dia yang terbaik yang dimiliki negara ini," ujarnya kepada Fox News.
Trump pernah juga mencela pengunjuk rasa selama kampanye.

Sebelumnya pada unjuk rasa tahun 2016, ia mengejek seorang pengunjuk rasa karena mengenakan sorban dan pada demonstrasi lain, ia mengatakan seorang pengunjuk rasa masih sangat muda sehingga Trump mengatakan seharusnya dia "masih mengenakan popok".





IMPIANNEWS.COM (Padang).

Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat gelar Fashion Show2019. Kegiatan tersebut merupakan peragaan busana pengantin adat minang kabau menuju go internasional.  dihadiri Ketua Dekranasda Sumbar, Nevi Irwan Prayitno serta desainer ternama di Sumbar.

MFF ini menampilkan hasil karya desainer di Sumbar, seperti aksesoris Minang modifikasi dan desain motif batik Minang. Ketua Dekranasda Sumbar, Nevi Irwan Prayitno mengatakan MFF ini bertujuan untuk mengapresiasikan dan mengenalkan hasil dan karya desainer-desainer muda di Sumbar.

“MFF telah dilaksanakan pada tahun lalu dan tahun sekarang kembali dilaksanakan. Rencananya tahun esok kembali digelar,” ujar Nevi.

Ia menambahkan, MFF ini juga bertujuan untuk melahirkan para perancang mode baru yang fresh dan mempunyai ciri khas masing-masing. Sebelumnya sederet nama desainer ternama pun telah dihasilkannya. Seperti Doni Rahman, Oyong Reza, Arzil Hamid dan Ilham Toid.

Nevi mengungkapkan, para desainer yang terlahir dari MMF juga disejajarkan dengan senior mereka. Seperti Raizal ‘Buyung’ Rais, Itang Yunaz, Ida Leman, En Shirikie, Fomalhaut Zamel, Novia Hertini, De’Irma hingga Yadirsyah.

Pada MFF ini menampilkan hasil karya dari tujuh orang desainer ternama di Sumbar. Yakni, Yadirsyah, Doni Rahman, Residona, Merona, Adith Tritama, Andri Tanzil dan Twinz Counture (Ricky dan Ricardho).
MFF pertama kali dihadirkan oleh Raizal ‘Buyung’ Rais, bertujuan untuk menghadirkan desainer baru muda, kreatif dan berbakat.

Ia mengusulkan kepada Pemprov Sumatera Barat, supaya membuat divisi khusus fashion pada bidang ekraf, yang diisi oleh orang-orang profesional dibidangnya.

Lebih lanjut, busana pengantin adat minang kabau ini betul memaknai dan mencirikan khas minang

Dalam hal fashion, pemerintah selalu mendorong kolaborasi para desainer dan pengrajin kain mengembangkan karya.

Yakni pemerintah memberikan ruang dalam menampilkan hasil karyanya. Di Ranah Minang ini, banyak sekali pengrajin kain songket dan batik (ay)

IMPIANNEWS.COM (Kota Pariaman)
                                                                              Dua puluh orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman terpilih Masa Jabatan Tahun 2019 – 2024 dilantik pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD Kota Pariaman. 

Pelantikan tersebut juga sekaligus dilakukan serah terima jabatan (sertijab) anggota DRPD yang lama dengan yang baru, Rabu (14/8/2019).             

Pelantikan dihadiri  oleh Walikota dan Wakil Walikota Pariaman, Forkopimda Kota Pariaman, serta tokoh masyarakat, kemudian penyelenggara pemilu.

Dua puluh anggota DPRD yang dilantik yaitu tiga orang dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai PPP, dua dari Partai PKS, Partai PAN dan Partai PBB, satu orang dari Partai Hanura dan Partai Demokrat. Sebanyak 12 orang incumbent dan 8 orang muka baru.             
                                                                                Sekretaris DPRD Kota Pariaman, Yusrizal mengatakan, pada acara pengucapan sumpah jabatan tersebut, Harpen Agus Bulyandi (Andy Cover), utusan Partai Gerindra, yang merupakan pemenang pertama pemilu legislatif 2019 tingkat Kota Pariaman, ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kota Pariaman sementara                                                                                  20 dua nama pimpinan sementara ini, ditetapkan berdasarkan keputusannya dari DPD atau DPC masing-masing partai," ucap Yusrizal                           
                                                                                                                   Yusrizal menyebutkan, yang memimpin sumpah jabatan pada pelantikan terhadap 20 orang anggota DPRD Kota Pariaman, masa jabatan 2019 - 2024 tersebut yaitu, Ketua Pengadilan Negeri Kelas I B Pariaman, Sapta Diharja.
Dikatakan Yusrizal, nama - nama anggota DPRD Kota Pariaman, yang dilantik yaitu, Partai Gerindra, Hamdani, Harpen Agus Bulyandi (Andi Cover) dan Fitri Nora. Sedangkan dari Partai Golkar, atas nama Life Iswar, Faisal dan Ali Bakri. Kemudian dari Partai Nasdem, atas nama Iskandar, Jonasri dan M Taufik.

Kemudian, dari Partai PPP, ada Ikwan Idham, Asman dan Mulyadi. Partai PKS, ada Aris Munandar dan Muhammad Yasin. Kalau dari Partai PAN, Gusrefi Akmal dan Ibnu Hajar. Partai PBB, Fadly, Romi Novialdi. Seterusnya dari Partai Hanura, Riko Saputra Zein dan Partai Demokrat, Syafrudin.                                    
                                                                            Dari 20 orang ini, sebanyak 12 orang incumbent dan 8 orang muka baru," sebut Yusrizal.

Usai Paripurna, Fitri Nora yang separtai dengan Ketua sementara DPRD Kota Pariaman terpilih Harpen Agus menjawab dia dari dapil III.

"Saya maju dari Partai Gerindra di daerah pemilihan Pariaman III dengan jumlah suara 1.187. Alhamdulillah terbanyak dari 19 calon anggota DPRD terpilih . lain. Periode sebelumnya saya juga terpilih sebagai anggota DPRD Kota Pariaman dan maju kembali, " ungkap dia.

Dia menyangi, semakin hari, semakin sedikit perempuan yang menjadi wakik rakyat di DPRD Kota Pariaman. 

"Saya lihat di KPU, pengusungan perempuan yang memenuhi syarat keterwakilan ada 30 persen, namun tetap saja DPRD Kota Pariaman didominasi oleh laki-laki. Ini tak menjadi masalah bagi saya, tetap maju melangkah, " tutup Nora.

Sementara itu, Walikota Pariaman, Genius Umar mengungkapkan, bahwa pengucapan sumpah jabatan anggota DPRD Kota Pariaman ini, merupakan titik balik pembuktian janji politik caleg pada musim kampanye silam.

Jadi tinggal menunaikan janji-janji tersebut, kemudian merealisasikan program bersama Pemko Pariaman. Khususnya dalam penyusunan APBD 2019, program yang dirancang saat kampanye dalam disinergiskan di tahun ini," ungkap Genius.

Genius berharap, semoga anggota DPRD Kota Pariaman, yang terpilih ini bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa lebih memajukan Kota Pariaman kedepannya lagi. (ay)

IMPIANNEWS.COM.
BANDA ACEH – Sembilan Keuchik (Kepala Desa) dalam wilayah Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh menerima satu unit Sepeda Motor Dinas baru dari Walikota, Aminullah Usman, Penyerahan Sepmor ini berlangsung di Kantor Camat setempat dan disaksikan Wakil Ketua DPRK, Heri Julius, Camat Syiah Kuala, Aulia R Dahlan dan para pegawai Kantor Camat, Senin (19/8/2019).
Sembilan Keuchik yang mendapatkan Sepmor Dinas baru adalah, Keuchik Tibang, Peurada, Kampung Pineung, Alue Naga, Kopelma Darussalam, Rukoh, Jeulingke, Deah Raya dan Ie Masen Kayee Adang. 
Aminullah mengatakan, pemberian Sepmor ini guna menunjang kinerja para Keuchik dalam menjalankan roda pemerintahan  di gampong.

Tujuan lain, lanjut Wali Kota, pemberian kenderaan roda dua juga untuk mendorong meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kata Aminullah, Pemerintah Gampong juga memiliki tugas untuk mengumpulkan PAD dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Kenderaan roda dua ini juga untuk meningkatkan PAD Kota karena pemerintah gampong memiliki tugas mengumpulkan PBB. Jadi sepmor ini akan mempelanjar tugas-tugas itu juga,” ungkap Aminullah.
Dengan penyerahan kenderaan dinas tersebut, Wali Kota berharap para Keuchik semakin termotivasi meningkatkan kinerja guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat Gampong Kota Banda Aceh, Dwi Putrasyah mengatakan pengadaan kenderaan roda dua dianggarakan dari dana ADG yang bersumber dari APBK Banda Aceh.
“Ini dari Alokasi Dana Gampong (ADG) yang bersumber dari APBK Banda Aceh. Secara aturan dibolehkan, yang tidak dibolehkan dari Dana Desa yang bersumber dari APBN,” ungkap Dwi Putrasyah. (nz)

IMPIANNEWS.COM.

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengimbau warga kota untuk menghentikan segala aktifitas muamalah minimal 10 menit jelang azan berkumandang untuk shalat fardhu.
“Iya benar, kita sudah keluarkan imbauan agar 10 menit jelang masuk waktu shalat aktifitas dihentikan,” ujar Aminullah, Senin (19/8/2019) usai menyerahkan kenderaan roda dua untuk para Keuchik di Wilayah Kecamatan Syiah Kuala di kantor camat setempat.
Kata Wali Kota, dirinya mengharapkan masyarakat dapat mengindahkan imbauan ini. 
“Imbauan ini untuk kita juga, kita melihat kesadaran masyarakat untuk ini masih kurang ya. Masih banyak yang jualan saat wakti shalat tiba. Ini kita harapkan ada kesadaran,” harap Aminullah.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota menyebutkan imbauan ini masih perlu terus disosialisasikan agar diketahui masyarakat luas.
Untuk diketahui, surat imbauan ini ditantangani Wali Kota pada 31 Juli lalu dan dikeluarkan dalam rangka menindaklanjuti ketentuan pasal 7, 8, 9 dan 11 Qanun Provinsi Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam bidang aqidah dan ibadah dan syiar Islam.
Dalam imbauan ini, seluruh masyarakat baik muslim maupun non muslim juga diminta untuk menghentikan seluruh aktifitas baik jual beli dan aktifitas lainnya baik dalam bentuk jasa maupun barang minimal 30 menit sebelum waktu shalat Jumat.
Seluruh masyarakat diminta tidak melayani pelanggan/nasabah/konsumen selama waktu pelaksanaan shalat jamaah baik fardhu maupun Jumat. Tempat usaha juga diminta menggunakan tanda penutup seperti layar kain dan sejenisnya atau memberi tanda khusus yang mudah dipahami.
Kepada seluruh masjid, menasah, badan usaha, kantor pemerintah/swasta dan lembaga pendidikan menjelang waktu azan wajib menginformasikan kepada seluruh masyarakat agar bersiap-siap melaksanakan shalat berjamaah.
Para Camat dalam lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh diminta memfasilitasi dan mengkoordinasikan Pemerintahan Mukim dan Gampong untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam surat imbauan tersebut.
Dinas Syariat Islam bersama Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh diminta melakukan pembinaan, pengawasan dan penertiban dalam rangka peningkatan pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam surat imbauan.(nz)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sebagai penanggung jawab kegiatan pawai sukses selenggarakan pawai peringatan HUT RI ke 74 tahun 2019 ini. 

Pawai alegoris yang digelar pada Senin (19/08/2019) melibatkan 125 kontingen terdiri dari barisan Paskibra 2019, barisan Bhinneka Tunggal Ika, barisan Alegoris babakan sejarah perjuangan Indonesia, perkembangan pembangunan nasional dan barisan Drumband dari pelajar SD / MI, SMP / MTs, SMA / SMK dan MA se Kota Payakumbuh. 

Start barisan pertama dilepas secara resmi oleh Walikota Payakumbuh di wakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Yoherman, SH di lapangan Pacuan Kubu Gadang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Drs. AH.vAgustion, Koordinator Pelaksana H. Dasril, S.Pd, M.Pd serta panitia star Tafril Syamri, S.Pd dan Irwanto, S.Pd, pada pukul 09.00 wib. 

Penampilan yang semarak dari kostum masing-masing kontingen disertai keceriaan para pesrta membuat pengunjung membludak sampai diakhir acara jam 15.00 wib barisan terakhir lewat di depan panggung kehormatan yang dihadiri oleh Asisten 2 Drs. Amriul, M.MPd Dt. Karaing mewakili Walikota Payakumbuh bersama Muspida dan Sekretaris Dinas Pendidikan H.Dasril, S.Pd, M.Pd. 

Sambutan yang  hangat terdengar dari MC  Pemko Payakumbuh menyemangati peserta ditengah terik matahari siang yang cerah.

" Jangan lupa tersenyum dan berbahagia" sapa MC sambil membacakan sunopsis masing-masing sekolah yang melewati panggung kehormatan di depan kantor Pos Kota Payalumbuh, Senin siang 19 Agustus 2019. (ul)

JAKARTA - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, SH, melaporkan pemukulan terhadap anggota DPRA, Azhari Cage ke Propam Mabes Polri, dalam pengaduan yang di tujukan ke Kapolri cq Kadiv Propam Mabes Polri, Safar menyampaikan bahwa aksi pemukulan terhadap anggota DPRA ini telah tersebar luas melalui madia social dan memicu kemarahan luas di masyarakat Aceh, dan kemarahan tersebut juga dapat berdampak pada institusi Polri di Aceh, oleh karena itu, Safar meminta agar Kadiv Propam Mabes Polri mengusut tuntas anggota polri yang terlibat dalam pemukulan terhadap Azhari yang terjadi pada 15/8 di komplek perkantoran DPRA. Jakarta (19/8/2019).


“Rekaman video pemukulan terhadap Azhari yang juga Ketua Komisi I DPRA ini telah tersebar luas di masyarakat Aceh, dan telah menimbulkan kemarahan atas pemukulan tersebut yang di duga di lakukan oleh oknum petugas yang berada di lokasi unjuk rasa mahasiswa di DPRA saat itu, dan ini bisa berdapak kepada rasa kepercayaan terhadap Institusi kepolisian di Aceh jika kasus pemukulan ini tidak di usut tuntas dan pelakunya tidak mendapatkan sanksi," terang Safar. 

YARA sekarang meminta agar Divisi Propam Polri segera mengusut kasus pemukulan ini agar kemarahan masyarakat Aceh dapat di padamkan dan juga mengembalikan kepercayaan kepada institusi kepolisian sebagai pengayom masyarkat. “kami berharap Divisi Propam Polri segera mengusut pemukulan ini untuk meredam kemarahan public di Aceh” Kata Safar.

Pada saat melakukan pengaduan ke Propam, Safar juga di dampingi oleh Fakrurrazi, Sekretaris YARA, Yudhistira Maulana, Direktur Hukum dan Advokasi dan Hamdani Kepala Perwakilam YARA Aceh Barat dan Aceh Jaya.

Laporan tersebut di terima oleh Bripka Budi Widodo, dengan Nomor SPSP2/2073/VIII/2019/BagYanduan. Dalam pemgaduan tersebut YARA juga melampirkan video pada saat pemukulan tersebut dan beberapa kliping media yang memuat berita tentang pemukulan tersebut. [Tim]

IMPIANNEWS.COM

Payakumbuh, --- Muhammad Ikhsan mencatatkan namanya sebagai 1 dari 12 orang se kota/kabupaten di Provinsi Sumatera Barat untuk mengikuti Jambore Pemuda Indonesia 2019 di Manado, Sulawesi Utara, bulan November mendatang. 

Warga Kelurahan Tiakar, Payakumbuh Timur itu merupakan lulusan SMAN 1 Payakumbuh yang sekarang sebagai mahasiswa aktif di Universitas Negeri Padang (UNP) jurusan Pendidikan Olahraga.

Lelaki yang lahir di Kota Payakumbuh 5 Agustus 1999 silam itu bercerita semenjak kecil dirinya telah menaruh ketertarikan terhadap olahraga, terutama sepak bola. Maka prestasinya dalam ajang Danone Nations Cup Indonesia pada 2011 lalu sudah tidak diragukan lagi.

Disamping itu, Ikhsan adalah pecinta alam yang mengisi waktu luang untuk berbagai kegiatan alam. Sifat dasar berupa rasa penasaran yang telah mendiami dirinya sejak 20 tahun silam nampaknya selalu mendorong atlet Porprov itu untuk melakukan hal-hal baru. 

"Pada tahun 2017 saya dinobatkan sebagai Uda wakil 2 Kota Payakumbuh, lalu saya mulai aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kepariwisataan dan kebudayaan, termasuk dalam bidang seni tradisional maupun modern. Untuk saat ini saya tengah mengasah kemampuan saya dalam bidang public speaking, terutama sebagai radio jockey dan MC formal maupun nonformal," terang Ikhsan.

Kasi Pemuda Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Rudi Arnel menyebut untuk mengirim peserta terlebih dahulu ke tingkat provinsi, Pemko Payakumbuh mengambil yang terbaik dari yang baik. Artinya Muhammad Ikhsan dinilai sudah memenuhi kriteria yang diinginkan sehingga akhirnya bisa mencapai ke tingkat Nasional.

"Persiapan ke tingkat lanjut, kita sudah menyiapkan pakaian daerah, bahan, dan bekal yang bisa ditampilkan oleh Muhammad Ikhsan dari daerah untuk ketingkat nasional, dari Pemko sendiri akan memfasilitasi Ikhsan agar hasil yang akan dicapai nanti sesuai dengan usaha yang kita lakukan," kata Arnel, Minggu (18/8/2019) malam.

Dikatakan Arnel, Muhammad Ikhsan akan berada di Kota Padang dan diberikan pembekalan oleh Disparpora Provinsi pada hari Sabtu dan Minggu, sebelum keberangkatannya ke Jakarta untuk di Karantina.

"Untuk tingkat nasional, ke 12 pemuda dan pemudi utusan Sumbar tersebut, bakal saling bersaing dengan seluruh provinsi, akan banyak hal yang akan dinilai dalam Jambore Pemuda Indonesia itu, seperti gagasan, pikiran, seni, budaya dan banyak hal lainnya," pungkas Arnel. (ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Pemerintah wajib menegakkan kedaulatan dan melindungi seluruh rakyatnya dari setiap ancaman dan gangguan keamanan serta ketertiban, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, sesuai amanat pembukaan UUD 1945. Salah satu ancaman yang sangat membahayakan keutuhan NKRI tersebut adalah radikalisme.

Hal itu dikatakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Zabendri mewakili Wali Kota Padang membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Penanganan Radikalisme di Kota Padang di Ruang Bagindo Aziz Chan Balaikota Padang, Aie Pacah, Senin (19/8/2019).

“Radikalisme adalah suatu ideologi dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara ekstrim. Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam waktu singkat dan secara drastis, serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku”, jelas Zabendri.

“Untuk mencegah penyebaran paham yang mengancam keutuhan NKRI ini diperlukan keterlibatan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam merumuskan langkah-langkah antisipatif, sekaligus membentengi anak bangsa agar tidak terpapar radikalisme”, lanjutnya.

Zabendri menegaskan, Komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menangkal bahaya radikalisme. Selepas kegiatan ini diharapkan peserta dapat melakukan deteksi dini di lingkungan masing-masing. Seandainya ada kejadian yang mencurigakan, baik orang maupun gerakan, segera laporkan kepada pemerintah atau pihak yang berwenang.

Sementara itu Kepala Kantor Kesbangpol Kota Padang Imral Fauzi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun pengetahuan peserta mengenai dampak dari paham radikalisme dan menguatkan kewaspadaan dini masyarakat terhadap penyebaran paham radikalisme.

“Peserta berjumlah 550 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh kepemudaan dan organisasi masyarakat se-Kota Padang, yang kehadirannya dibagi dalam 4 (empat) hari pelaksanaan, yaitu 19 s.d 22 Agustus 2019. Sedangkan narasumber kegiatan yaitu: Kapolresta Padang, Dandim 0312 Padang, Kepala Badan Intelijen Daerah (Binda) Kota Padang dan Ketua Forum Penanggulangan Terorisme Provinsi Sumatera Barat”, jelas Imral. (Adi)

Oleh : H Saiful Guci
IMPIANNEWS.COM
CATATAN, --- Agusman mantan mahasiswa saya di STIT Payakumbuh yang telah mendapat dua mata kuliah dari saya “Kewirausahaan” dan “Keminangkabauan” datang bertamu keruangan saya, setelah panjang lebar kami berbicara dia bertanya “ karena Pak Saiful menjabat sebagai Kabag di Sekretariat DPRD Limapuluh Kota ini, Siapa tokoh Limapuluh Kota yang dapat sebagai calon Kepala daerah ?” Tanya Agusman

“ Untuk calon Kepala Daerah masa Jabatan 2021-2026 dengan situasi politik sekarang ini sulit kita menentukan tokoh, karena untuk jadi kepala daerah harus punya 6 persyaratan yang disingkat dengan BUPATI : 
(1).Basis suara, (2).Uang untuk Kampanye, (3).Partai pengusung, (4).Andalan tokoh untuk tim sukses, (5).Tokoh dikenal masyarakat, (6). Ilmu memimpin dan berjiwa entrepreneur.

Dan Agusman masih ingat apa yang saya ajarkan pada mata kuliah Kewirausahaan. Disebutkan bahwa, perekonomian bangsa atau daerah ini tidak cepat maju oleh karena prosentase orang yang bekerja sebagai entrepreneur masih sangat rendah. Keadaan yang ada selama ini jika dibandingkan dengan jumlah wirausaha di beberapa negara maju, masih sangat kecil. Itulah sebabnya, gerakan membangun jiwa entrepreneurshif digalakkan di mana-mana. Melalui strategi itu diharapkan mampu mengatasi jumlah pengangguran yang semakin meningkat. 
“melihat dari jendela” mengenal potensi dan peluang-peluang itulah orang yang berhasil.

Dan bagi partai pengusung untuk calon kepala daerah sudah pasti di cari tokoh/orang yang punya uang sebab ongkos politik itu sangat mahal.” Ujar saya.

Kemudian ditimpali Agusman “ jadi menurut pendapat pak Saiful harus ditetapkan kreterianya dulu baru dicari orangnya ?” Tanya Agusman.

“ Benar sekali, kita tetapkan kreterianya dulu, baru kita cari orang atau tokoh yang cocok untuk itu, bukan dicari orang yang banyak uang tetapi tidak mempunyai jiwa pemimpin, manajemen tak punya jiwa entrepreneur sulit membuat daerah maju dan hanya mengandalkan APBD yang ada dan tidak punya strategi untuk berinovasi meningkatkan pendapatan daerah (PAD)

Menjadi pemimpin, manajer dan jiwa entrepreneur pada saat yang sama adalah kombinasi yang hebat dan luar biasa.  Pemimpin itu muncul dengan ide-ide baru dan memulai pergeseran atau transisi membawa daerah Limapuluh Kota ini ke fase berpikiran maju. Seorang pemimpin selalu memiliki pandangan jauh ke depan, mengembangkan teknik dan strategi baru untuk organisasi. Seorang pemimpin memiliki database potensi daerahnya, pengetahuan luas tentang semua tren, kemajuan, keterampilan masa kini, dan memiliki kejelasan tujuan dan visi.

Sebaliknya, seorang manajer adalah seseorang yang umumnya hanya mempertahankan apa yang sudah ditetapkan. Seorang manajer biasanya memberikan pengawasan sambil mengendalikan karyawan serta alur kerja dalam organisasi dan mencegah segala jenis kekacauan.

Kondisi sekarang kepala  organisa perangkat daerah (OPD) masih berpikiran birokratis. Akibatnya, penyerapan anggaran pemerintah dirasakan menjadi lambat. Diduga, penyebab keterlambatan itu adalah karena semua pejabat merasa takut dan harus berhati-hati dalam mencairkan anggaran. Sebab jika dianggap menyimpang atau menyalahi prosedur maka resikonya sedemikian berat, yaitu dianggap korupsi dan akhirnya dipenjara.

Pengertian korupsi ternyata juga sedemikian luas. Penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, maka dianggap melakukan kesalahan dan bisa dituntut di pengadilan. Sekalipun seorang pejabat tidak mengambil uang negara, akan tetapi jika apa yang dilakukan itu menyalahi prosedur dan ternyata menguntungkan orang lain atau lembaga, maka yang bersangkutan dianggap korupsi dan harus dipenjarakan.

Sudah menjadi rumus bahwa, kehati-hatian yang berlebihan sekedar memenuhi prosedur, pasti mengakibatkan gerak tidak cepat, tidak lincah, tidak efisen, dan bahkan biayanya menjadi sangat mahal karena sibuk untuk konsultasi dan koordinasi.

Sangat berbeda dengan tuntutan cara kerja birokrat berjiwa entrepreneur , maka kepala daerah dituntut untuk harus mempunyai jiwa entrepreneur yang kaya strategi, siasat, dan atau terobosan. Dengan menempuh kebiasaan seperti itu, maka kepala daerah yang punya jiwa entrepreneur menjadi lebih lincah dan cepat dalam mengambil tindakan.  Bermodalkan kelincahannya itu seorang kepala daerah berjiwa entrepreneur, manakala ada peluang potensi daerah yang menguntungkan, maka dengan tidak mengenal waktu dan keadaan, kepala daerah segera manfaatkan peluang itu dan mendorong OPD untuk bekerja mencari terobosan terobosan atau inovasi baru agar dapat meningkatkan PAD yang mempunyai dampak untuk mensejahterakan masyarakat, apabila masyarakat telah sejahtera , masyarakat sangat mudah untuk diajak pada pembangunan sosial.

Hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh para birokrat pemerintah. Sekalipun ada peluang yang sebenarnya sangat menguntungkan, sebagai birokrat yang baik, maka harus melihat-lihat terlebih dahulu, yaitu apakah aturannya memungkinkan, waktunya cukup, dan masih harus mengadakan rapat berkali-kali. Akibatnya, momentumnya sudah lewat, sementara itu keputusannya belum berhasil dibuat. Sebagai akibat lainnya lagi, anggarannya menjadi hangus. Itulah gambaran cara kerja birokrasi pemerintah sekarang.

Untuk itu kedepannya baik untuk Gubernur/ Bupati/ Walikota  harus kita cari tokoh yang mempunyai jiwa pemimpin, manajer dan punya jiwa entrepreneur untuk mengubah mental birokrasi agar bisa berjiwa entrepreneur birokrasi  supaya  pembangunan bisa berjalan cepat, maka peluang maju daerah ini terbuka luas. “ tutur saya.

“ Ohya, sekarang telah ada yang memberanikan diri sebagai calon kepala daerah dengan isu pengembangan tanaman Jagung, Gambir, dan Bandara Piobang. Apa pendapat Pak Saiful ?” Tanya  Agusman.

“ itu sah-sah saja, mereka mengemukan ide-ide yang mereka sebut cemerlang, itu baru dalam tataran potensi daerah belum mengemukankan peluang dan solusinya , karena mereka belum melihat data bahwa tanaman Jagung selama 20 tahun terahir belum ada yang luas panennya melebihi 5.000 ha, dan begitu juga tanaman Gambir tidak ada masalah terhadap luas tanam dan teknologi produksi hanya belum ada gagasan terhadap terkoneksi pasar selain yang ada sekarang ini. Terhadap lapangan terbang, ini isu telah empat kali Pilkada dan perlu kajian terhadap moda transportasi dan insfratruktur jalan untuk menuju lokasi dan kebutuhan listrik.

Daerah yang maju sekarang telah membicarakan konsep “Smart City” melalui pemanfaat teknologi informasi dan komunikasi, yakni dengan tiga sasaran, yakni: terkontrol, terkoneksi dan teramati setiap peristiwa kejadian. Selain itu, setiap daerah kedepannya harus ada program populis yang bertujuan untuk mendapatkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat seperti update harga pasar  atau pengawasan pembangunan yang sedang berjalan. Dari daerah terpencil di Limapuluh Kota masyarakat dapat memasrkan produknya. Bagaimanpun juga untuk kemajuan pembangunan kedepan konsep Smart City ini perlu kita jalankan.” Balas saya.(ul)

Saiful Guci- Sarilamak 19 Agustus 2019.

memblokade jalan, terlihat bendera Merah Putih dibakar. Bendera itu sebelumnya diletakkan di persimpangan jalan utama
IMPIANNEWS.COM (Papua).

Situasi Manokwari, Papua Barat, sejak Senin pagi (19/08) mencekam. Ribuan warga melakukan aksi secara spontan dengan membakar ban dan memblokade jalan utama Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi, Jalan Maniunggal Amban. Aksi ini sebagai bentuk protes atas tindakan rasisme yang dilakukan kepada mahasiswa Papua di Jogja dan Malang.

Selain memblokade jalan, terlihat bendera Merah Putih dibakar. Bendera itu sebelumnya diletakkan di persimpangan jalan utama. Ada juga beberapa bangunan yang dirusaki para aksi massa.

Sementara itu, Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol Moch Sagi ketika dikonfirmasi mengungkapkan situasi Manokwari secara umum masih kondusif dan terkendali.

Belum ditetapkan status siaga satu. Kita terus membangun komunikasi agar aksi tidak anarkis," tegasnya.

Pihak TNI dan Polri sudah mengantisiapsi akan terjadinya aksi seperti ini. Untuk itu, komunikasi sudah dilakukan antara Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Hery Rudolf Nahak; bersama Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

Pantauan wartawan, gedung Eks Perpera yang kini digunakan sebagai Kantor DPR Papua barat juga terkena dampak amukan aksi demo warga papua di Manokwari.


IMPIANNEWS.COM (Papua).

Kota Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, pada Senin (19/8/2019) suasanya mencekam lantaran adanya insiden demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkis. Hal ini membuat perekonomian kota Manokwari mati, semua orang tidak bisa beraktivitas.

Pada pukul 08.00 WIT menurut pantauan Antara, jalanan juga macet total karena adanya demonstrasi memprotes insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu.

Sejumlah ruas jalan di Manokwari, terutama jalan Yos Sudarso yang merupakan jalan utama kota Manokwari diblokade massa yang mengakibatkan aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas lumpuh.

Tidak hanya memblokade jalan saja, dalam aksi tersebut warga juga menebang pohon dan membakar ban di jalan raya.

Aparat kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Manokwari mulai turun ke jalan guna mengendalikan situasi aksi protes warga atas insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

N Alex Ramandey, Staf A - KOMISI V DPR DaPil Provinsi Papua dalam akun Twitternya, @ar_alexramandey, juga menunjukkan kondisi matinya perekonomian di kota Manokwari, sambil menunjukkan sebuah video amatir.

"Senin 19/08/2019, Sejak Pkl.07:46 WIT, Saya mndapat informasi bahwa Jalan-jalan utama di Kab Manokwari Prov Papua Barat dipalang dengan membakar ban dll. Hal ini dilakukan menyikapi Aksi Rasisme yang terjadi pada Mahasiswa Papua di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya," cuitnya, seperti dipantau Akurat.co.

Rakyat tanah Papua di Kab Manokwari Prov Papua Barat berkumpul di tugu lingkaran Komp Fanindi yang selanjutnya bergerak ke arah Kota," lanjutnya lagi.

Menurut Simon warga jalan Sanggeng Manokwari kepada Antara, bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat Papua terhadap insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

IMPIANNEWS.COM
Limapuluh Kota, --- Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi kembali meraih  predikat pembina terbaik pengelolaan Dana Desa tahun 2018. Selain itu Irfendi Arbi juga berhasil merebut indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik  (SPBE) terbaik di Provinsi Sumatera Barat. 

Predikat bupati pembina terbaik dalam penggunaan dana desa tersebut membuktikan Bupati Irfendi Arbi komit untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntable serta partisipatif.

Begitu juga terkait dengan evaluasi SPBE, Pemkab Limapuluh Kota juga terbukti telah menggunakannya sebagai pedoman dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan layanan yang berkualitas, terintegrasi dan berkesinambungan kepada masyarakat, pelaku usaha ataupun sesama instansi pemerintah

Kedua penghargaan itu diserahkan Gubernur Irwan Prayitno dalam rangkaian acara rapat koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Barat di Hotel Pangeran di Padang, Senin (19/8/2019).

Sejumlah pihak mengapresiasi kebolehan Irfendi Arbi. Mereka menilai Bupati itu patut mendapatkan acungan jempol. 

Menurutnya, penobatan pembina terbaik dalam penggunaan dana desa itu diraih jelas tidak terlepas dari komitmen dan keseriusan Irfendi Arbi selaku pembina dana desa/nagari.

“Ini membuktikan, Bupati Irfendi Arbi memiliki keseriusan dalam memperhatian penggunaan dana desa di Kabupaten Limapuluh Kota, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan hingga pertanggungjawaban,” ungkap Ketua Bamus Kenagarian Guguak Fakhri Dt. Sumu dan tokoh masyarakat Akmul DS, S. Pdi secara terpisah. 

Menurut Fakhri dan Akmul, masyarakat patut mengapresiasi Bupati Irfendi Arbi yang yang telah serius membina dan mengawasi langsung penggunaan dana ke nagari-nagari. 

Sementara Bupati Irfendi Arbi kepada wartawan usai menerima penghargaan itu mengaku sangat berterima kasih kepada pihak penilai dari Pemprov Sumatera Barat dan PWI Perwakilan Sumatera Barat. Ia berharap, penghargaan ini menjadi pelecut bagi pemerintahan nagari yang dipimpinnya untuk tampil lebih baik lagi kedepannya.

"Kita mengucapkan terima kasih atas diberikannya penghargaan pembina terbaik pengelolaan dana desa tahun 2018 ini dan  terbaik indeks SPBE. Kita berharap penghargaan ini  dapat memacu semangat kita memanfaatkan dana nagari/desa secara benar, transparan dan akuntabel,” tutur Irfendi.

Irfendi berharap status nagari terbaik itu tetap dipertahankan Limapuluh Kota hingga masa berikutnya. Jangan sampai dua tahun berturut-turur terbaik, tahun berikutnya turun lagi. 

"Kita ingin predikat juara ini berkesinambungan.  Jangan hanya sekali dan selanjutnya tertinggal dari nagari lain, " ingat Irfendi sembari kembali berharap penghargaan itu dapat menambah semangat seluruh aparatur di Pemerintah Nagari bekerja lebih baik lagi.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam arahannya usai penyerahan penghargaan itu meminta penggunaan dana desa  tetap dilakukan secara terbuka di tengah masyarakat . Sebab, transparansi dana desa itu merupakan amanah dan setiap warga berhak mengetahui pengunaannya. 

Sementara dalam materinya terkait dengan rapat koordinasi, Gubernur berharap agar ASN di Sumbar tidak ada lagi yang gaptek dengan teknologi informasi (IT). Jika pegawai itu tidak mampu menggunakan IT,  sebaiknya minggir saja dari jabatan, karena ini akan mengganggu kinerja dan berbagai dampak buruk. 

"Untuk SPPD misalnya, kedepan tidak ada lagi yang memakai tandatangan basah, melainkan sudah sudah secara elektronik dengan tanda tangan elenlktronik. Dengan SPBE ini kita berharap akan meringankan, mengefektifkan dan mengefisiensi kerja serta transparansi, " papar Gubernur. (rel/ul)


Teks Foto :

 Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi menerima penghargaan Bupati Pembina Terbaik Dalam Penggunaan Dana Desa Tahun 2018 yang diserahkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Hotel Pangeran di Padang, Kamis (8/2). 

IMPIANNESW.COM (Padang). 

Kehadiran Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dalam acara Limau Puruik Art Festival 2019 memberi energi tersendiri bagi peserta dan pengunjung. Mahyeldi yang disertai rombongan dari Malaysia disambut Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur diiringi gegap gempita gendang tasa dan tarian pasambahan.

Perhelatan seni khas lokal Minangkabau itu berlangsung di Pasar Limau Puruik, Kabupaten Padang Pariaman, Ahad (18/08/2019) malam.

Mahyeldi menyebut Limau Puruik Art Festival sebuah gagasan bernas terhadap memelihara kekayaan seni budaya yang dimiliki Sumatera Barat. Ajang ini juga menunjukkan banyak potensi seni budaya Sumatera Barat yang menarik dan unik.

“Banyak seni budaya yang kita miliki yang mestinya dapat kita pelihara melalui dan terus hidupkan melalui ajang seperti inj,” ujar Mahyeldi.

Lebih lanjut dikatakan, seni budaya khususnya musik yang ditampilkan dalam Limau Puruik Art Festival, nanti juga bisa diangkat melalui Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFes). Festival diikuti negara-negara anggota Indian Ocean Rim Assosiation (IORA) tersebut akan berlangsung Oktober 2019 di Padang.

“Oktober nanti di Padang juga akan berlangsung PIOMFes, musik di Limau Puruik Art Festival bisa ditampilkan untuk meramaikannya,” kata Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Arfian.

Sambutan Mahyeldi dalam acara itu banyak mendapatkan aplaus terutama ketika menyampaikan gagasan-gagasan pariwisata Sumatera Barat. Seperti mengadakan event-event serupa Limau Puruik art Festival yang berskala lebih besar.

Pada ajang itu, Kota Padang menampilkan permainan tradisi anak nagari yaitu Sipak Rago. Permainan sipak rago menggunakan bola dari rotan dimainkan tujuh sampai sembilan orang. Biasanya diiringi musik talempong.

Utusan Kota Padang, tim Sipak Rago Rotan Bajalin tampil prima dalam kesempatan ini. Meskipun mendapat giliran tampil menjelang tengah malam, namun tim binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang itu mendapat aplaus meriah dari penonton yang memadati selasar Pasar Limau Puruik.

Pembina Tim Sipak Rago Rotan Bajalin, Khalil Chaniago mengatakan, penampilan timnya kali ini lebih prima. Hal itu berkat latihan yang rutin dilakukan di samping memang mencintai permainan tradisi itu sendiri.

“Penampilan prima tim kami karena memang rutin memainkannya, selain itu dimainkan dari hati,” kata Khalil.

Selain sipak rago dari Kota Padang, ada kesenian khas dari Sawahlunto, dari Padang Panjang dan Padang Pariaman sendiri serta kesenian khas daerah lainnya yang turut meramaikan Limau Puruik Art Festival.

Sementara itu, Wabup Suhatri Bur merasa bangga dengan adanya kegiatan ini. Festival seni di Limau Puruik mengangkat pula nama nagari sekaligus menumbuhkan rasa cinta pada seni dan tradisi sendiri.

Menurutnya, ramainya warga yang menjubeli lokasi festival untuk menyaksikan pertunjukkan menandakan tingginya antusias warga. Hal itu berdampak pada pergerakan ekonomi dan pendapatan warga.

“Keramaian seperti ini memberi dampak terhadap ekonomi masyarakat,” kata dia.

Kegiatan ini diprakarsai budayawan dan akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang Susandra. Pakar seni budaya itu merupakan putra daerah asal Limau Puruik yang merasa bertanggungjawab menghidupkan kesenian lokal yang ada.

“Kami terpanggil dan bertanggungjawab untuk menghidupkan kesenian tradisi yang ada. Ini meruapakan kekayaan tak benda yang mesti dipelihara agar lestari sampai generasi penerus nanti,” ujar Susandra. (ydt).

IMPIANNEWS.COM.

Limapuluh Kota, --- Memasuki era modern saat ini para tenaga pendidik dituntut untuk meningkatkan potensinya dalam segala aspek. Workshop Peningkatakan Kompentensi Guru (PKG) Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah

Terkait hal itu, PPM Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak menggelar “Workshop PKG“ di IPHI Centre Tanjung Pati selama 2 hari yakni dari tanggal 13 - 14 Agustus 2019

Kegiatan yang diikuti 63 tenaga pendidik. Workahop PKH ini mengangkatkan tema peningkatan kompetensi guru dan menghadirkan dengan menghadirkan 5 pemateri, yakni Drs. H. Ramza Husmen, M.Pd., Hj. Nurasni Abbas, S.Ag,M.Pd., Dr. H. Ikhwan, SH, M.Ag., Suhardi,S.Ag,M.Pd. dan Drs. H. Nurman Agus.  

"Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali dalam menunjang peningkatan Proses Pendidikan Agama," sebut Ramza Husmen selaku Kepala Kankemenag Limapuluh Kota yang sekaligus membuka acara tersebut,  Selasa (13/08/2019)

Acara diisi dengan seminar oleh para pemateri yang membahas mulai dari tentang penyusunan pembelajaran, ideologi Muhammadiyah,dan cara mengahadapi serta mendidik santri dalam era modern sekarang ini.

Sementara Pimpinan PPM Al Kautsar Muhammadiyah Dafri Harweli sampaikan harapan dengan workshop PKG tersebut. 

"Dengan dilaksanakanya kegiatan ini, diharapkan guru-guru PPM Al Kautsar Muhammadiyah mempunyai potensi-potensi yang lebih dalam menjalankan peran sebagai tenaga pendidik,"sebutnya.

“Semoga kegiatan ini bisa membuat kemampuan  para guru-guru alkautsar muhammadiyah sarilamak menjadi lebih meningkat dan juga menjadikan para guru menjadi tenaga yang handal khusus nya di dalam hal didik mendidik,”ujar ust.Dafri Harweli selaku ketua pelaksana sekaligus mudir PPM Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak.(ul)

IMPIANNEWS.COM.
Payakumbuh, --- Walikota Payakumbuh, H. Falepi ST, MT melakukan presentasi di hadapan Tim Penilai Kementerian Lingkungan Hidup RI dalam rangka penilaian dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKP-LHD) tahun 2019 di Gedung Manggala Wana Bakhti Kementerian LH RI, Senin (19/8/2019).

Penyusunan Dokumen IKP-LHP sesuai dengan amanatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup khususnya pasal 62 ayat (2) yang mewajibkan pemerintah baik nasional maupun provinsi atau kabupaten/kota untuk menyebarluaskan informasi lingkungan hidup kepada masyarakat.

Pada ayat (3) nya menyebutkan bahwa sistem informasi lingkungan hidup paling sedikit memuat informasi mengenai status lingkungan hidup, peta rawan lingkungan hidup dan informasi lingkungan hidup lainnya.

Turut mendampingi Wakil Ketua DPRD Ridwan Sabirin, Sekda Rida Ananda, Asisten II Elzadaswarman, Kadis LH Dafrul.Pasi, Kepala Bappeda Ifon Satria, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Penyusunan Dokumen IKP-LHP merupakan amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Tadi ada 5 isu startegis yang kami.presentasikan, yakni pengelolaan sampah, tingginya instensitas alih fungsi lahan, kurangnya RTH, relatif meningkatnya laju pencemaran sungai dan degradasi keanekaragaman Hayati," terang Walikota Riza.

Dijelaskan, untuk isu pengelolaan sampah  ditekankan kepada kebijakan pengolahan sampah plastik menjadi bahan yang bernilai ekonomis. "Pemko konsen terhadap elemen pengolahan sampah seperti TPST dan kelompok bank sampah dan TPS 3R," urainya.

Ditambahkan, dirinya turut menjelaskan isu alih fungsi lahan di proteksi dengan kebijakan dengan Perda RTRW dan RDTR. Sementara isu intensitas pencemaran sungai di atasi dengan menggiatkan kelompok komunitas peduli sungai, pembangunan IPAL komunal untuk UMKM dan IPLT komunal serta program normalisasi Sungai Batang Agam.

"Mohon doa kita semua agar skor penilaian kita tinggi dan penghargaan Nirwasita Tantra tahun 2019 bisa kembali kita raih," pungkas Walikota Riza.

Dokumen IKP-LHD sendiri paling tidak memuat sistem informasi lingkungan hidup paling sedikit memuat informasi mengenai status lingkungan hidup, peta rawan lingkungan hidup dan informasi lingkungan hidup lainnya.

Sementara tujuan dari penulisan dokumen tersebut adalah untuk memberikan gambaran dan uraian secara jelas mengenai data dan informasi berdasarkan isu prioritas lingkungan melalui proses konsultasi publik penjaringan isu prioritas dan melakukan analisis berdasarkan data. 

"Mohon doanya, Kami bersama Pimpinan DPRD, Sekda, Asisten dan Jajaran Perangkat Daerah terkait sedang mempresentasikan dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKP-LHD). Semoga lancar dan mendapat hasil yang memuaskan, dan skor penilaian kita tinggi dan penghargaan Nirwasita Tantra tahun 2019 bisa kembali kita raih. Aamiin," tulis Riza Falepi di akun pribadinya, Senin pagi.(ul)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Setelah serangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga mengelar malam resepsi dan hiburan rakyat di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah, Minggu (18/08/2019) malam.

"Malam resepsi dan malam hiburan rakyat merupakan malam puncak peringatan HUT RI yang ke 74 di kota Payakumbuh," kata Wakil Walikota Payakumbub Erwin Yunaz dalam sambutannya.

Wawako Erwin Yunaz mengatakan memaknai kemerdekan Indonesia yang ke 74 Pemerintah Kota Payakumbuh berkomitmen mewujudkan pemerintah yang maju, sejahtera dan bermartabat.

"Kita buktikan dengan berbagai prestasi tang telah diraih oleh Pemko Payakumbuh diantaranya perenanaa pembangunan terbaik kategori kota, penghargaan kota layak anak tingkat madya, piala adipura, penghargaan kota sehat, penghargaan platinum (tertinggi) Indonesia's Atractivesnes Award (IAA) serta prestasi lainnya baik tingkat provinsi, regional dan nasional," ungkap Erwin.

Wawako menghimbau melalui momen peringatan HUT RI yang ke 74 mari bulatkan tekad, mari bergandengan tangan dan meningkatkan rasa memiliki agar pembangunan dan kesejahteraan dapat ditingkatkan.

"Mari kita wujudkan Payakumbuh Maju, Sejahtera dan Bermartabat dengan semangat kebersamaan menuju Payakumbuh menang," ucap Wawako mantap.

Sementara itu Asisten III Amriul Dt. Karayiang dalam laporan Panitia menyampaikan rangkaian kegiatan yang telah dilaksana untuk memperingati HUT RI yang ke 74.

"Pemko payakumbuh telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya pelaksanaan Gowes Nusantara, Pengukuhan Paskibraka, Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Upacara perungatan detik-detik proklamasi, Anjang sana, Upacara penyampaian remisi di lapas Payakumbuh, Pengibaran bendera raksasa, upacara penurunan bendera, dan malam ini acara malam hoburan rakyat dan besok (19/08/2019) pawai Alegoris yang start di Gor Kubu Gadang dan Finish di pusat Kota Payakumbuh," kata Asisten II Payakumbuh.

Acara yang dimeriahkan oleh Tari, Kintani, Ipank, Putri Amelika yang merupakan Artis Minang pendatang baru dan sederet Artis ternama lainnya itu sangat menghibur ribuan hati masyarakat Kota Payakumbuh dan sekitarnya. (ul)

BANDA ACEH - Tari massal Ratoh Jaroe yang dirangkai dengan penampilan Saman Gayo akan memeriahkan pembukaan Festival Saman di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh pada  Senin malam (19/8/2019).

Festival Saman sendiri merupakan salah satu even yang terdaftar sebagai 100 Top Event Indonesia dan menjadi Aceh’s 3 Top Even. Rencananya akan dibuka oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, dan Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin.

Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin mengajak seluruh masyarakat dunia pecinta budaya serta nuansa alam yang eksotis untuk hadir pada perhelatan Festival Saman di Dataran Tinggi Gayo Lues.

Menurut Jamaluddin, tari Saman bukanlah sekedar kesenian belaka, namun ia menyiratkan tentang kebudayaan yang filosofis. Sementara di Luar Gayo Lues, Saman cenderung dikenal sebagai jenis kesenian tari.
Untuk itu, kata Jamal, maka Pemerintah Aceh dalam hal ini Disbudpar menghadirkan group Saman di luar Gayo Lues sebagai peserta lomba yang nantinya akan merasakan dan menyaksikan bagaimana interaksi Saman secara sosio-kultural dengan masyarakat Gayo Lues, sehingga mampu menjadi bagian dalam struktur sosial masyarakatnya.

“Saman di Gayo Lues merupakan hal yang lumrah. Namun, bagaimana group Saman daerah lain bertandang ke kampung jawara untuk menjadi  juara. Inilah yang menariknya," kata Jamaluddin yang didampingi Plt Sekretaris, Suburhan.

Festival Saman yang akan digelar pada 18 hingga 21 Agustus mengangkat tema “Pancarkan Cahaya Aceh Melalui Seni Budaya”. Festival ini didukung Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues yang berlangsung di Lapangan Seribu Bukit kecamatan Bebesen, Kota Blangkejeren.
"Festival Saman akan dibuka oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada Senin malam,19 Agustus 2019," sebut Jamal.

Plt Sekretaris, Suburhan,  menambahkan,  pada pembukaan acara nanti, akan ditampilkan tari massal Ratoh Jaroe yang dirangkai dengan penampilan Saman, hal ini ditujukan selain untuk menambah dramatik even juga memiliki tujuan meluruskan paradigma yang keliru mengenai Ratoh Jaroe sebagai Saman. 

“Ratoh Jaroe adalah seni kreasi sementara Saman yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Milik Dunia oleh UNESCO, bukan hanya merupakan seni tradisi, namun bagi masyarakat Gayo Lues, Saman adalah Kebudayaan,” kata Suburhan.
Selain perlombaan tari Saman Acara Festival Saman  juga merupakan bagian dari rangkaian acara indosiana, yang juga diisi dengan kegiatan yang bersifat edukasi dalam implementasinya untuk lebih mengenal budaya Gayo Lues.

"Salah satunya adalah pegelaran seminar Saman yang diprakarsai BPNB (Badan Pelestarian Nilai dan Budaya) wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Selain itu beberapa artis daerah Gayo Lues yang menampilkan performanya," kata dia lagi. 

Festival The Light of Aceh
Sementara itu secara terpisah di Banda Aceh, Senin pagi (19/8/2019), Kabid Pemasaran, Rahmadhani mengatakan, Festival Saman di Gayo Lues juga menampilkan pentas musik yang dimeriahkan beberapa penyanyi lokal Aceh, serta ditutup dengan penampilan Rialdoni pada 21 Agustus 2019. 

"Penyanyi lokal Aceh akan ikut menghibur pengunjung Festival Saman 2019 dengan lagu berbahasa Aceh maupun Gayo yang lagi hits di masyarakat. Performa ini akan hadir di Festival Musik The Light of Aceh dalam rangka memeriahkan Festival Saman 2019," demikian pungkas Rahmadhani. 

Selain Festival Musik The Light of Aceh yang ikut meramaikan Festival Saman 2019, Museum Aceh ikut serta juga meramaikan festival yang masuk 100 Top Kalender Even Pariwisata Indonesia dan 3 Top Kalender Even Aceh dengan pameran sejarah Aceh. []

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.