Latest Post

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Sebanyak 692 RT dan RW se-Kecamatan Koto Tangah menerima dana operasional triwulan IV tahun 2018 dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang sebesar Rp. 680.000.000 (Enam Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah). Dana tersebut diserahkan oleh Camat Koto Tangah Syahrul, di Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Kelurahan Balai Gadang, Sungai Bangek, Sabtu, (15/12/2018).

Dikesempatan itu, diserahkan juga dana operasional  bagi kader PAUD dan Posyandu se- Kecamatan Koto Tangah oleh Bunda PAUD Kota Padang, Harneli. Untuk kader PAUD sebanyak 68 orang, dengan jumlah insentif Rp. 6.900.000 (Enam Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah), sedangan untuk Posyandu sebesar Rp. 102.144.000 (Seratus Dua Juta Seratus Empat Puluh Empat Ribu Rupiah) untuk 672 orang.

Camat Syahrul mengatakan, penyerahan dana operasional untuk RT dan RW akan langsung dibagikan  hari ini.  "Tidak ada pemotongan dana operasional dan jika ada pemotongan, segera laporkan," tegasnya.

Semoga dengan diserahkan bantuan operasional tersebut, hubungan silaturahmi antara RT dan RW, masyarakat dan Pemko Padang dapat terjalin lebih baik lagi. “Mari kita sama-sama membangun Kota Padang menjadi Kota yang aman, tentram dan berkemajuan,” terang  Syahrul. 

Sejalan dengan itu, ditengah gencar-gencarnya Pemko Padang mengatasi pelaku-pelaku maksiat, Camat Syahrul juga  menghimbau kepada seluruh pengurus RT dan RW dan masyarakat agar ikut membantu mengatasi hal tersebut. “Jika ditemukan dilapangan pelaku maksiat, segera laporkan kepihak yang berwajib agar ditindak lanjuti,” tegas Syahrul.

Sebab sejauh ini pihaknya bersama alim ulama, niniak mamak dan tokoh-tokoh masyarakat juga sudah bersepakat bahwa pelaku maksiat tersebut tidak boleh ada di Kota Padang, khususnya Kecamatan Koto Tangah. 

 “Untuk itu mari bersama kita ciptakan lingkungan Kecamatan  Koto Tangah menjadi kecamatan yang bersih dari maksiat agar generasi mudah kita tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia,” tutup Syahrul. (th).


IMPIANNEWS.COM (Pariaman). 

Pramuka diminta netral dalam penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) dan tidak terlibat politik pratis. Pramuka jatidirinya mesti menjaga marwah persatuan dan kesatuan bangsa menjadi utama dalam kepribadian pramuka. 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat Pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Saka Widya Budaya Bakti (SWBB)  BP PAUD dan Dikmas Provinsi Sumatera Barat,  masa bakti 2018-2023, Pariaman, (15/12/2018).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Saka Widya Budaya, para Pimpinan Pramuka Sumbar. Pimpinan Saka Tingkat Sumbar. Kepala UPTD Kemendikbud di Sumbar. Kepala Sanggar Kegiatan Belajar(SKB) se Sumatera Barat. 

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, satuan karya Pramuka merupakan organisasi pendukung gerakan pramuka sebagao wadah pendidikan dan pembinaan guna menyalurkan minat dan mengembangkan bakat dan menambah pengalaman para pramuka Penegak dan Pandega dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan. 

Sebuah bangsa akan menjadi bangsa yang besar dan kuat,  apabila generasi muda dapat memainkan peranan sosial dengan tepat dan benar. Mereka mesti menjadi generasi yang bermoral,  sehat dan pintar serta mampu menghadapi persaingan hidup bagaimanapun beratnya. 

mereka harus memiliki daya juang yang tinggi memiliki mentalitas berprestasi,  memiliki integritas dan jatidiri serta di dada mereka tertanam jiwa kebangsaan yang utuh. Karena itu pramuka tidak terlibat politik praktis yang bisa menyesatkan gerakkan pramuka itu sendiri,  ungkap Nasrul Abit. 

Wagub Nasrul Abit juga mengatakan, pemimpin di Sumbar ditinggikan serantiang,  didahulukan selangkah. Masyarakat Sumbar itu bersifat kritis dan menyampaikan pendapat kepada pimpinan sesuatu yang biasa. 

Tidak akan ada terbiasa masyarakat Sumbar berjongkok dihadapan pimpinan,  masyarakat bersifat demokratis dan bicara apa adanya dalam berbagai hal dimanapun. Yang jelas untuk kebaikan organisasi siapapun pemimpin mesti diikuti dengan baik jangan muncul lagi suara-suara sumbang yang bisa membuat organisasi ini tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya. 

"Jaga stabilitas berorganisasi pramuka, siapapun pimpinan kita terima,  jalani dengan baik,  karena organisasi mesti jalan untuk berkotribusi memajukan bangsa, ujar tegas Nasrul Abit. 

Kakak Nasrul Abit juga menyampaikan,  mencetak kader pemimpi bangsa merupakan sebuah pekerjaan bersama seluruh komponen bangsa. 

Melahirkan generasi muda yang cerdas, trampil, bersiplin dan sportifitas. bertanggungjawab serta mampu mengemban amanah bangsa, menjadi harapan para pejuang bangsa untuk kejayaan Indonesia, ujarnya. (zs)

IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Payakumbuh City Of Randang (Payakumbuh Kota Randang-red) yang akan dideklarasikan bertepatan pada HUT Kota Payakumbuh ke 48, 17 Desember 2018 mendatang mendapat dukungan penuh dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Teknologi untuk mendukung menjaga kualitas Randang siap dihadirkan oleh BATAN agar seluruh pelosok dunia bisa menikmati kelezatan Randang. 

BATAN sendiri bersedia membantu Pemko Payakumbuh memberikan pengetahuan dan teknologi kepada pelaku usaha Randang di Payakumbuh. Baik itu pengusaha yang memproduksi Randang, pengemas, pegawai pemerintahan, pengumpul dan agen Randang. Termasuk mendidik petani agar hasil bumi yang dihasilkan memiliki kualitas internasional dan memiliki masa panen yang singkat. 

“Kami siap mensupport Pemko Payakumbuh untuk mengaplikasikan Payakumbuh City Of Randang. Teknologi maupun pengetahuan yang diperlukan siap didistribusikan ke sini,” kata Heru Santosa, Kepala Pusat Desiminasi dan Kemitraan BATAN di Kantor Bappeda Kota Payakumbuh, Jumat (14/12/2018). 

Keinginan BATAN untuk membantu Pemko Payakumbuh tidak lain karena sangat setuju dengan ide yang dibawa dalam Payakumbuh City Of Randang. Walaupun sudah menjadi makanan terlezat didunia, Randang masih susah didapatkan di negara-negara luar. 

“Saya pernah ke Thailand, Arab Saudi dan beberapa Negara lain. Itu Randang susah didapat alias makanan langka. Ide Payakumbuh City Of Randang ini sangat bagus. Bagaimana Randang bisa hadir di seluruh pelosok dunia. Karena itulah kami siap membantu Pemko Payakumbuh untuk merealisasikan ide ini,” kata Heru. 

Dikatakannya, ada teknologi nuklir yang positif bagi makanan dan hasil pertanian. Ini memakai system sinar X dan tidak ada unsur bahan kimia. Cukup dengan menidurkan senyawa N1 yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, Randang bisa awet tanpa bahan pengawet. 

“Jika N1 itu ditidurkan, bakteri yang bisa membuat makanan atau hasil pertanian itu busuk akan tertidur juga. Ini nantinya akan bermain dengan suhu agar N1 agar meminimalisir bakteri ini muncul kembali. Jadi Randang akan awet tanpa bahan pengawet. Termasuk soal rasa juga tidak akan berubah,” kata Heru. 

Bantuan yang diberikan oleh BATAN ini tidak hanya pada Randang yang telah jadi. Tetapi pada bahan baku yang dimulai dari pembibitan, pemupukan, meningkatan nutrisi tanaman, pengendalian hama tanaman, karantina hingga panen hasil bumi oleh petani. 

“Jadi tidak hanya pada Randang saja, tapi kami juga mengedukasi para petani untuk memperhatikan kualitas pangan ini,” sebutnya. 

Sementara itu Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz mengaku senang dengan bantuan yang diberikan oleh BATAN. Konsep Payakumbuh City Of Randang memang memasukkan Randang kedalam pasar dunia, termasuk membangun jaringan dan relasi pengusaha Randang di setiap Negara di dunia. Jadi, Randang mudah didapat di Negara-negara luar. 

“Terima kasih atas dukungan dan bantuannya. Kami sangat senang dan mengapresiasi niat BATAN ini. Kami memang memiliki mimpi agar Randang hadir di seluruh dunia dan begitu familiar di mata masyarakat Dunia,” kata Wakil Walikota. (ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang Panjang).

Ruang bermain untuk anak, banyak tempatnya di pedesaan. Di situ ada sawah, ada kolam, ada kebun, ada tumbuhan yang dahannya nenjulai tempat berayun. Ada tebing untuk meluncur. Ada tali bandar untuk mandi mandi. Hamparan luas juga tersedia untuk main apa saja. Semuanya asli. Alami.

Sedangkan di perkotaan lahan yang luas untuk fasilitas umum,  itu sangat sulit. Jika ada yang menjual, itu pun harganya sangat mahal. Karena itu pula, diminta benar kecerdikan pemerintah untuk merekayasa tempat sempit agar terasa lapang, hingga bisa menampung semua jenis tempat bermain yang dibutuhkan anak anak.

Pendapat itu disebutkan Ketua GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kota Padang Panjang Ny. Era Asrul, ketika mendampingi Tim RBRA (Ruang Bermain Ramah Anak) Padang Panjang yang dipimpin Sekretaris Dinas Sosial PPKB dan PPPA (Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk & Perlindungan Anak), Neti Herawati, SH  bersama Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Laswarni saat berkunjung ke beberapa tempat di Jakarta melihat  RPTRA ( Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) baru baru ini.

Salah satu tempat yang dikunjungi Tim RBRA Padang Panjang, adalah RPTRA Tanah Abang 3, di Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Terdapat dalam satu lapangan terbuka direkayasa bermacam tempat olah raga, yaitu: futsal, basket, volly, bulu tangkis dan takraw. Pada tembok yang terhampar itu, dibuat garis batas sesuai bentuknya. Anak anak dan orang dewasa pun bisa bermain bergantian, sesuai hobi di lapangan itu.

"Setelah melihat ke sini, kita mendorong  Dinas Sosial PPKB dan PPPA  Pemko Padang Panjang untuk maksimal memanfaatkan RBRA yang ada di Padang Panjang. Salah satunya RBRA Lembuti (Lembah Bukit Tui) yang ada di Kelurahan Koto Panjang," katanya.

RBRA Lembuti baru baru ini  diamati Tim Penilai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dari pusat. Tim ini diketuai Kepala Bidang Lingkungan Ramah Anak Kementerian Pemberdayaan Perempan dan Perlindungan Anak, Sri Martani, SE. M.Si. Hasilnya, Taman RBRA Lembuti, Kota Padang Panjang dinyatakan lolos sertifikasi.

Jika dilihat sore hari, banyak anak anak bermain di RBRA Lembuti. Para orang tua juga senang membawa anaknya bermain ke situ. "Saya suka bawa anak ke sini. Permainannya banyak. Anak anak juga bisa berteman di sini," aku Nesha yang datang dari Kelurahan Parik Malintang.  

Selain Nesha juga ada Nisel yang tinggal di Salaing membawah membawa anaknya bermain ke RBRA Lembuti. Banyak juga ibu ibu lainnya setia menemani anak mereka bermain sampai malam. Di sini selain air dan tempat wuduk, semua fasilitas untuk shalat juga disediakan. (as).

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Menangkal penurunan cara pandang terhadap nilai-nilai adat minangkabau menjadi sebuah dinamika di ranah Sumatera Barat. Selain disebabkan kemajuan zaman dan pengaruh lingkungan yang membawa dampak kurang baik dalam tatanan religi, sosial, ekonomi dan budaya. Kemajuan kota besar yang mengedepankan modernisasi pun ikut membawa pengaruh kepada warga minangkabau, baik dari segi dialeg kekhasan daerah dan kostum keseharian. Adat Basandi Syara Syara Basandi Kitabullah (ABS ABK) pun mulai terindikasi memudar dalam kehidupan bersosial.

Mungkin dari aspek itulah, MUI Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah daerah berkeinginan mengembalikan ABS ABK secara maksimal. Karena bertubi-tubinya serangan terhadap jati diri minangkabau berazas ABS ABK sarak mangato adat mamakai. Insyaalah Pemprov Sumatera Barat akan menggelar Bai'at Sumpah Sati Marapalam, ahad (16/12/2018) di Istano Bosa Pagaruyung. Sebagai komitmen mamaga nagori, Sabarih indak ka hilang satitiak indak ka bahapuih. 

Untuk menyiapkan kembali generasi Minangkabau yang kuat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumateta Barat sudah menyiapkan sebuah kurikulum bebasis budaya Minangkabau.

"Saat ini kita kembali menggodok kurikulum berbasis budaya Minangkabau, seperti mapel Budaya Alam Minangkabau (BAM) yqng telah dilaksanakan dulu. Jakaran dinas pendidikan di Sumatera Barat sudah membahas dan kini sedang persiapan penyempurnaan. Insyaallah tahun ajaran 2019/2020 kita aplikasikan di sekolah dan madrasah. Kurikulum ini termasuk muatan lokal (mulok) yang terintegrasi, layaknya mulok tahfidz. Atau opsi kedua kita terapkan spesifik budaya Minangkabau sebagai piloting. Insyaallah kita sudah siapkan harapan masyarakat Minangkabau. Mohon doa dan dukungan," beber Burhasman Bur kepada media, Sabtu (15/12/2018) pagi via seluler.

Sementara salah seorang tokoh budaya Minangkabau yang berasal dari Luak Limopuluah, Yulfian Azrial mananggapi positif rencana Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat untuk kembali menghidupkan kurikulum budaya Minangkabau di sekolah dan madrasah. Dirinya berharap pemerintah daerah Sumatera Barat menyiapkan segala sesuatunya untuk itu.

"Kurikulum budaya Minangkabau harus diajarkan oleh tenaga pendisik yang profesional, sehingga kredit poinnya diakui sesuai regulasinya. Tidak bisa diajarkan optomal oleh guru mapel lain. Rencana baik ini sangat kami dukung dan kami siap melibatkan diri jika dibutuhkan. Karena budaya adat Minangkabau ini menyangkut semua lini dan mengedepankan nilai syariah," terang Yulfian Azrial

Mapel BAM yang sudah efektif di tahun 1995, sangat berdampak baik bagi generasi penerus. Ini adalah basik atau pondasi, karena kekerabatan adat Minangkabau menuntut warganya paham adat, pusako, sako dan dan sosial budaya yang berdasar pada syariat islam. Mewujudkan kembali kurikulum budaya Minangkabau tentunya pemerintah daerah akan melahirkan berbagai kebijakan-kebijakan internal minangkabau Sumatera Barat,"pungkas Yulfian Azrial.(ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit secara simbolis serahkan bonus, bagi atlet, pelatih dan official yang telah berlaga di even Popwil 2016, Popnas 2017, Peparnas 2017, dan Kejuarnas PPLP 2015 - 2017 , di Auditorium Gubernuran Sumbar Jalan Sudirman Padang, Sabtu (15/12/2018). 

Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan, kaget karena bonus belum dibayarkan. Ini merupakan hutang pemprov Sumbar yang mesti dibayarkan. Karena pemberian bonus ini bahagian dari membangun kepercayaan publik dan motivasi dan apresiasi bagi kemajuan prestasi olah raga di Sumatera Barat 

Seharusnya pemberian bonus diberikan sesudah bertanding untuk segera dibayarkan bonusnya. Diharapkan kepada Dispora dan KONI agar hal ini tidak terjadi lagi dimasa mendatang.

“ Kedepan bonus jangan pernah ditunda tanda lagi, kapan perlu usai turnamen serahkan bonus mereka secepatnya,’’ tegas Wagub. 

Selain Dispora Wagub juga menghimbau KONI Sumbar, dalam hal bonus  atlet agar segera menuntaskannya. Mereka telah berjuang membela nama baik Sumbar. Maka jangan lalaikan prestasi yang telah mereka persembahkan untuk nama baik daerah. 

“ Atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini dan terima kasih kepada Dispora yang tidak melupakan tanggung jawab ini. Kami sebagai pemimpin tidak ingin meninggalkan utang. Hendaknya, jabatan habis persoalan-persoalan pemerintahan selesai. Juga di dalam agama menyatakan tidak boleh meninggalkan hutang. Karena utang dibayarkan piutang diterima. Kemudian diharapkan Dispora, hendaknya bayarkanlah bonus sebelum keringat mereka kering. Ini anjuran agama,” ujar Nasrul Abit.

Selain itu wagub Nasrul Abit menyatakan, pemberian bonus merupakan salah satu hasil pembinaan olahragawan dari kompetisi. Sedangkan pemberian bonus merupakan stimulus terhadap atlet agar lebih giat latihan membela panji-panji Sumbar di berbagai iven di tingkat regional dan nasional. 

‘’ Barusan sudah menyelesaikan agenda Porprov, maka sudah jelas siapa atlet yang akan digodok untuk membela iven-iven tertentu untuk memebala panji-panji Sumbar di tingkat regional dan nasional,’’ ungkap Wagub.

Panitia penyelenggara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora ) Sumbar Adib Alfikri menerangkan, penyerahan bonus Popwil 2016, Popnas 2017, Peparnas 2017, dan Kejuarnas PPLP 2015 - 2017 , dengan menganggarkan bonus sebesar Rp 3, 2 miliar. 

Prestasi Popwil 2016  peroleh 7 emas, 7perK dan 9 perunggu, Popnas 2017, mendapatkan 8 emas 6 perak 21 Perunggu, Peparnas 2017 peroleh 5 perak dan 2 perunggu. Lalu, Kejurnas PPLP 2015 , memperoleh 11 emas, 11 perak dan 27 perunggu dan Kejurnas PPLP tahun 2017 memperoleh 9 emas 24 perak 20 perunggu. 

Ditambahkan, nilai medali pada Popwil, Popnas dan Peparnas, emas Rp 15 juta, perak Rp 10 juta dan Perunggu Rp5 juta. Sedangkan Popwil , emas beregu di atas 10 orang Rp 60 juta, perak beregu 6 orang Rp Rp 41 juta, perak beregu 4 orang Rp26 juta perak beregu 3 orang Rp 21 juta. Lalu, nilai medali beregu Popnas, perunggu beregu 4 orang Rp 13 juta dan perunggu beregu 3 orang Rp 10,5 juta. 

“ Kejurnas PPLP 2015, 2016 dan 2017 nilai medalinya, emas perorangan Rp12 juta, perak perorangan Rp 7,5 juta, perunggu perorangan Rp 3,7 juta, emas beregu 12 orang Rp 12 juta, perak beregu 5 orang Rp 7, 5 juta dan perunggu 3 orang Rp 3, 7 juta,’’ terang Adib. (zs).

IMPIANNEWS.COM (Pesisir Selatan).

Siang itu, matahari baru saja melintasi ubun-ubun. Teriknya masih menggigit kulit. Angin nan semilir sedikit menawar rasa panas. Sari-sari oksigen yang dilepaskan pepohonan rimbun di sisi sungai Batang Tarusan terasa seperti ekstrak daun mint di saluran pernafasan.

Seorang pemuda tanggung berdiri di sisi sungai itu. Tatapannya lurus ke seberang. Di sana ada perladangan dan sawah, tepat di kaki Bukit Barisan bernama Bukit Damar. Tidak lama berselang, pemuda itu melepas pakaiannya lalu menarik sebatang pokok pisang yang telah ditebang. Sesaat kemudian dia telah berada di tengah sungai memakai pokok pisang itu sebagai 'codang'. 

Batang Tarusan cukup luas untuk direnangi. Mungkin lebih 100 meter luasnya. Agak ke tengah sungai itu cukup dalam . Arusnya terkadang deras dan susah ditebak sifatnya. Apalagi di musim penghujan, salah-salah air bah bisa mendadak datang. Rupanya, bagi sang pemuda hal itu sudah biasa. Menyeberangi sungai adalah aktifitas yang hampir setiap hari dilakukan semenjak masih di Sekolah Dasar. Sepulang sekolah, dia berlari ke sungai, sendiri atau adakalanya bersama teman sebaya. Itu dilakukan karena ingin  membantu orang tua membersihkan ladang dan bercocok tanam di sawah. 

Itu sekelumit masa kecil tentang sang pemuda bernama Arizal. Pria yang  disapa Ary dan lebih dikenal dengan Ary Tanjung melalui akun media sosial miliknya. Sedangkan rekan-rekannya menyebut dengan lebih simpel, AT. Kelak orang lebih mengenal Ary sebagai sosok teknokrat, pengusaha, pebisnis dan tokoh ormas yang disegani semua kalangan.

AT yang hanya anak petani biasa hidup dalam kesederhanaan. Dia mengerti perjuangan keras orang tuanya untuk menghidupi keluarga. Dia tidak banyak meminta dari orang tua justru selalu berkeinginan membantu meskipun mengorbankan  kesempatan bermain dengan teman sebaya. 

Di sekolah, Ary dikenal sebagai anak rajin dan pintar serta bersungguh-sungguh dalam belajar. Hasilnya, nilai-nilai Ary memuaskan dan selalu meraih peringkat teratas di kelas. Prestasi itu masih terus terlihat sampai menamatkan SMA Tarusan dan hingga menyelesaikan S2 di Universitas Tri Sakti. Selama dalam proses pendidikan pulalah bakat kepemimpinannya mulai terasah. Tidak jarang pemuda hitam manis itu didapuk sebagai ketua kelas, ketua kelompok atau koordinator bidang dalam organisasi intra sekolah hingga perannya di senat.

Kesungguhan dalam belajar dan talenta memimpin yang diasah sejak dini, telah mengantarkan sang pemuda pada takdirnya hari ini. Dia menjelma menjadi teknokrat brilian, pebisnis andal serta seorang organisator yang duduk dalam kepengurusan beberapa organisasi, baik organisasi profesi, maupun organisasi kemasyarakatan. Terbukti dia mampu mengurus perusahaan besar dengan posisi yang sangat penting. Itupun bukan perusahaan nasional, melainkan perusahaan yang memiliki link internasional beromset trilyunan. Empat belas tahun bekerja di perusahaan asing, diantara jabatan yang dipercayakan kepadanya yaitu, Teknikal Manager, Operasional Manager, Marketing Manager dan Country Manager.

Jabatan yang didapatkan bukan begitu saja melainkan karena apresiasi dan promosi setelah merangkak dari level bawah. Prestasi kerja yang ditunjukkannya membuat Ary diperhitungkan di jagat industri  manufaktur, khususnya alat mekanik berat untuk pertambangan lepas pantai. Sampai suatu hari dia ditawari  kedudukan puncak, namun saat itu pula AT membuat kejutan. Ia memilih hengkang dengan terhormat dari perusahaan asing, lalu memulai membangun perusahaannya sendiri di Tanah Air. 

Memang butuh perjuangan yang lebih hebat setelah lepas dari korporasi yang memberinya gaji. Sekarang justru dia yang harus mampu menggaji karyawan dan menanggung risiko laba rugi sendiri pula.

Ada pepatah mengatakan, untuk membuat telur dadar harus memecahkan telurnya. Itu pasti. Seperti itu juga dengan AT. Ia sudah pasti banyak pengorbanan sebelum sampai ke pencapaian hari ini. Beberapa tahun dia berjuang hebat untuk membangun bisnis. Ragam persoalan dalam percaturan bisnis praktis dilaluinya. 

Sekarang pria penyandang Magister Marketing dari Universitas Trisakti  itu telah melampaui ekspektasinya sendiri. Dia tidak mengira peluang maju dan berkembang terbentang luas melebihi batasan mimpinya di masa kecil. Seiring bertambah pengalaman, AT semakin jeli menangkap peluang. Dia 
 sukses membesut dua perusahaan dan satu lembaga pelatihan. Dia langsung terlibat dalam direksi sebagai Direktur Utama untuk kedua perusahaannya. 

Satu hal mungkin yang tidak banyak orangq tahu, sisi lain AT ternyata bukan melulu berbisnis.  Dari pengakuan orang-orang terdekatnya, ternyata pria kelahiran Tarusan Pesisir Selatan 46 tahun silam itu juga seorang yang religius. Dia tidak lalai dalam shalatnya, peduli syiar Islam, peduli fakir miskin dan anak yatim, menjadi donatur beberapa panti asuhan serta membangun pesantren dan rumah tahfiz.

Masih dari orang dalam lingkarannya, pria yang sering terbang antar pulau dan antar negara itu tidak ekslusif dalam pergaulan. Dia  disenangi teman-teman, rekan bisnis dan seluruh karyawannya serta intens berkomunikasi dengan teman alumni sekolahnya.

Besar di perantauan, bukan berarti melupakan kampung halaman. AT sering wira - wiri ke Pesisir Selatan. Disamping bersilaturahim, dia turut berkontribusi untuk membangun sektor sosial dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk kemajuan. Dia merangkul lintas generasi, mulai milenial hinggah tokoh sepuh. 

Dari diskusi dengan tokoh muda dan tokoh sepuh tersebut berkembang wacana-wacana baru untuk mengembangkan potensi nagari. Potensi yang selama ini masih tetidur sedapat mungkin diberdayakan. AT sepakat dengan pengembangan potensi Negeri Sejuta Pesona. Dia bertekad mewakafkan diri, mengabdi demi Pesisir Selatan yang lebih.(dr)

IMPIANNEWS.COM (Limapuluh Kota). 

Pemerintahan Kecamatan Payakumbuh dibawah Pimpinan Camat Syaiful bergerak cepat menindaklanjuti Perda Limapuluh Kota Nomor 3 tahun 2017 Tentang Ketertiban Umum dan Penyakit Masyarakat. Tindak lanjut tersebut diwujudkan Camat Syaiful dengan menggelar rakor bersama forkopinca, pada Rabu (12/12/2018) bertempat di aula pertemuan kantor Camat. 

"Rakor yang kita laksanakan bersama Forkopimca tersebut adalah untuk menindaklanjuti Perda Nomor 3 Tahun 2017. Tujuan utama dari rakor ini adalah untuk sosialisasi dan menyatukan persepsi dalam rangka mewujudkan ketertiban dan menekan angka penyakit masyarakat. Intinya adalah bagaimana abs abk dapat berjalan maksimal. Adanya pengaturan keramaian ini tiada lain untuk membentengi generaai kuda nagari kita dari perilaku maksiat," sebut Syaiful kepada media, Sabtu (15/12/2018)

"Intinya Perda dilahirkan adalah atas dasar kebutuhan masyarakat. Mari kita bentengi nagari, dimulai dari keluarga kita. Adapun terkait keramaian di Kecamatan Payakumbuh sengaja kita batasi hingga pukul 18.00 sore. Kebijakan ini guna mengantisipasi tawuran massal, penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual, mabuk-mabukan dan perbuatan lain yang merusak nilai agama, adat dan sosial. Untuk itu, mari kita patuhi, agar tidak tersandung hukum," imbau Camat Syaiful.

Usai mengikuti rakor dengan Camat Kecamatan Payakumbuh, Walinagari Taeh Baruh Safri pun segera bergerak cepat. Dirinya dan unsur tokoh masyarakat yang juga hadir saat rakor bersama Camat juga sudah sangat menyetujui hasil rakor. 

"Hasil rakor dengan Camat dan Forkopimca lahirkan sebuah komitmen bahwa setiap Walinagari mensosiaslisasikan hasil rakor baik lisan dan tulisan. Secara lisan kita telah umumkan melalui informasi di mesjid saat shalat Jumat secara serentak di Taeh Baruh. Sedangkan secara tulisan sudah kita tempelkan selebaran di fasilitas umum dan papan informasi kenagarian," sebut Safri didampingi Bhabinkantibmas Rismon

"Kita pastinya sama sama menginginkan ketertiban dalam segala hal lini kehidupan. Siapa lagi yang akan menjaga kampung kita kalau bukan kita. Kalau hal maksiat kita lakukan tentunya akan merugikan diri, keluarga dan masyarakat,"imbuh Bhabinkantibmas Rismon.(ul)

IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Hari Sabtu, tanggal 15 Desember 2018 merupakan hari yang cukup membahagiakan bagi MAN 2 Kota Payakumbuh dengan kedatangan tamu dari MAN 1 Merangin Propinsi Jambi. Tepat pukul 12.30 WIB dua buah bus pariwisata memasuki kawasan kampus MAN 2 Payakumbuh. Rombongan ini adalah Guru dan Siswa MAN 1 Merangin. Rombongan ini didominasi oleh siswa yang berjumlah 55 orang dan didampingi oleh Guru sejumlah 30 orang. Mayoritas dari siswa ini adalah pengurus OSIM dan perwakilan unit ekstra kegiatan siswa. 

Kehadiran MAN 1 Merangin ini adalah dalam rangka silaturrahim sekaligus studi banding tentang kegiatan ekstra dan akademik di MAN 2 Payakumbuh. Kepala MAN 2 Payakumbuh H. Alex Sandra, S.Ag., M.MPd menyampaikan sangat bahagia dengan kehadiran kawan-kawan dari MAN 1 Merangin, setelah tiga hari sebelumnya Tim PIK-R MTs.N Pasaman mengunjungi Sekretariat PIK-R MAN 2 Payakumbuh. Beliau menyampaikan bahwa dalam minggu ini MAN 2 Payakumbuh dikunjungi oleh dua madrasah. Satu dari dalam Sumbar dan yang hari ini Jumat (15/12/2018) kunjungan dari Propinsi Jambi.

Dalam sambutannya Kepala MAN 1 Merangin, Tri Sulistyo, S.Pd., MA menyampaikan bahwa sudah lama beliau mendengar nama baik MAN 2 Payakumbuh. Karena MAN 2 Payakumbuh adalah salah satu Madrasah yang namanya sering disebut-sebut oleh Instruktur WI Balai Diklat Keagamaan wilayah Sumbar Riau dan Jambi. Ditambah lagi kata beliau, kawan-kawan guru sering dapat informasi tentang MAN 2 Payakumbuh dari orang Payakumbuh yang mengabdi di Kementerian Agama Propinsi Jambi. Beliau juga mengatakan sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dari MAN 2 Payakumbuh. Kami akan banyak belajar dari sini tentang kegiatan ekstra dan perjalanan studi akademik yang akan kami terapkan nanti di Madrasah kami, kata pak Sulistyo.

Alex Sandra selaku Kepala MAN 2 Payakumbuh menyampaikan bahwa, kami sangat senang berbagi kepada teman. Begitupun sebaliknya, kami akan belajar kekurangan kami ke Madrasah lain. Alhamdulillah kata beliau, tahun 2017 kita dapat prestasi nasional sekolah sekolah ramah anak nasional 2017. Kemudian 2018 kita juga dapat meraih salah satu sekolah Pendidikan Islam terfavorit 2018 yang dibuktikan dengan angka statistik siswa yang mendaftar dan diterima sebagai siswa di sekolah atau madrasah bersangkutan. 

MAN 1 Merangin akan berada di MAN 2 Payakumbuh dua hari. Setelah esoknya, hari Ahad, 16 Desember 2018 akan melanjutkan perjalanan. Disamping menggali informasi tentang program kurikuler dan non kurikuler, tamu juga disambut dengan berbagai kegiatan kompetisi persahabatan. Di antaranya adalah pertandingan futsal dan vollyball. (ul)

IMPIANNEWS.COM (Pesisir Selatan).

Berdirinya Perguruan Seni Beladiri Dabua Pasisia,  merupakan upaya pelestarian budaya bangsa sebagai cerminan jatidiri Indonesia dimata negara-negara lain.  Pencaksilat Dabua Pesisia selain memelihara kebugaran dan kesehatan fisik,  juga sebagai prestasi serta menanamkan nilai-nilai moral,  akhlak, sportifitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa. 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit pada acara peresmian dan pengukuhan Pengurus Perguruan Seni Beladiri Dabua Pesisia (PSBDP),  di lapangan volly GOR H. Agus Salim Padang,  Sabtu (15/12/2018).

Wagub Nasrul Abit berharap kehadiran PSBDP tidak untuk gagahan,  akan tetapi mendahuluan etika sopan dan santun,  saling hormat-menghormati,  hargai-menghargai dalam menjaga harga diri dan martabat bangsa dan negara. 

Lawan tidak dicari,  akan tetapi jika bertemu pantang dielakan. Komitmen sportifitas setiap anggota PSBDP mesti jadi teladan. Jikapun ada pengembangan ilmunya bukan aliran ilmu hitam, akan tetap bersendikan Al Qur'an dan hadist nabi.  Karena filosofi ASB-SBK menempatkan keimanan Islam dalam kepribadian orang Minangkabau sejatinya.  

PSBDP bukan miliki orang pesisir selatan semata,  karena perguruan PSBDP secara nyata milliki masyarakat minangkabau secara keseluruhan.  

Walau PSBDP sudah ada sejak lama,  baru kali ini diresmikan sekaligus dikukuhkan dalam bentuk organisasi perguruan seni beladiri. Semoga PSBDP tetap lestari dan jaya dimasa datang memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,  provinsi dan daerah serta nusantara dimanapun ia berada. 

Ketua Umum PSBDP, Ayah Roli menyampaikan keberadaan perguruan Dabua Pesisia sudah ada sejak tahun 
1978. Baru tahun 2016 berkembangnya secara perlahan - lahan karena ada pak Indra yang mengurus keberadaan perguruan dalam bentuk organisasi. 

Yang jelas PSBDP merupakan perguruan silat yang mengedepankan karakter kepribadian yang saling harga-menghargai dan berguna bagi bangsa dan negara, tegasnya. (zs).

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Pemko Padang sedang menyiapkan Gelanggang Siliah Baganti (GSB) berstandar internasioanl sebagai tempat untuk menggerakkan, menumbuhkan dan membumikan silek (silat) di Kota Padang. 

“GSB merupakan jawaban dari banyaknya Sasaran Silek yang mulai tumbuh kembali di Kota Padang”, ujar Mahyeldi saat mengikuti acara pengangkatan (malewakan) Gala Pandeka kepada 43 orang pandeka silek di halaman Kantor KAN Kecamatan Koto Tangah, Sabtu malam (8/12/2018).

Dikesempatan itu, Mahyeldi juga mengatakan, dengan tumbuhnya sasaran silek yang baru atau berkembangnya sasaran silek yang telah ada, akan melahirkan pandeka-pandeka silek setiap tahunnya. Dengan demikian, silek sebagai tradisi dan budaya Minangkabau bisa dilestarikan dan dibumikan dari tempat yang semestinya ia berasal. Apalagi, pengaruh budaya global telah mengancam keberadaan silek itu sendiri.

“Atas nama Pemko Padang, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada KAN Koto Tangah, para tuo silek, dan para pendeka yang telah melestarikan silek. Sehingga tradisi dan budaya ini bisa kita wariskan kepada generasi muda. Generasi muda harus cinta budaya dan menjadikan olah raga sebagai gaya hidup. Apapun itu jenisnya”, tutur Mahyeldi.

Ditambahkannya, dengan berkembangnya silek di Kota Padang, juga akan melahirkan atlet-atlet silek yang berprestasi. Disamping, silek bisa menjadi salah satu kunjungan wisata budaya. “Pemko Padang telah berkomitmen untuk terus mendukung program dan kegiatan silek di Kota Padang”, ujar Mahyeldi.

“Semangat persatuan, kekompakkan, dan kebersamaan inilah yang sebetulnya kita perlukan untuk  pembangun Kota Padang yang lebih baik lagi. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih”, tambah Mahyeldi lagi. (th)

IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Sejak dipercayainya SMPN 2 Payakumbuh sebagai sekolah penyelenggara kelas olahraga oleh menteri pendisikan dan kebudayaan, Kepala SMPN 2 Payakumbuh selalu giat beripaya agar program tersebut berjalan maksimal dan berhasil guna. 

Sejak tahun ajaran 2018/2019, dua kali sudah sekolah yang terletak di Jalan Profesor Hamka No 22 Kaning Bukit Kelurahan Tigo Koto Dibaruah Kec. Payakumbuh Utara ini  menggelar Lomba Lari 5 Kilometer (5K)

Hal itu dijelaskan Kepala SMPN 2 Payakumbuh Desfiwati saat memberikan sambutan pelaksanaan Lomba Lari 5 K, Sabtu (15/12/2018) pagi. Lomba Lari 5 K yang diikuti ratusan siswa SMP / Mts se Kota Payakumbuh ini dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan bersama Ketua KONI Kota Payakumbuh, Kapolsek didampingi kepala sekolah / madrasah. 

"Alhamdulillah, sekolah kita telah giat melahirkan para atlit terbaik dari Kota Payakumbuh. Terbukti dengan banyaknya siswa kita terlibat di iven olahraga di tingkat Kota hingga Nasional. Hal ini Beban moral karena kita sudah diamanahi beban sebagai penyelenggara Kelas Olahraga dari Kemendikbud. Kita berharap dengan iven ini, kita bisa menjalin silaturahim sambil menginventaris bibit atletik. Selain itu, kita akan berupaya merubah mindset masyarakat bahwa olahraga merupakan hal biasa, tapi sebenarnya olahraga itu kunci sehat yang mampu mendongkrak daya kembang otak. Di dalam olahraga ada unsur strategi untuk bisa menjadi yang terbaik serta mengharumkan nama baik daerah dengan prestasi," Desfiwati akhiri sambutannya.


Terlaksananya iven SMPN 2 Payakumbuh 5K ini mendapatkan apresiasi positif dari Ketua KONI Kota Payakumbuh yang pagi itu diwakili Sekretarisnya, H. Ostimardi.

"Perdana SMPN 2 Payakumbuh gelar 5K menjelang PPDB, dan hari yang kedua kalinya. Tentunya selaku induk olahraga di Payakumbuh, Koni sangat Menyambut baik kegiatan ini dan kalau bisa lembaga pendisikan lain juga menirunya. Karena hari ini olahraga bukan lagi alternatif, tapi sudah menjadi kebutuhan yang menjanjikan. Olahraga menjadi gambaran pertumbuhan sebuah bangsa dan dapat kita lihat di Olimpiade 2020 di Jepang nanti, negara yang sudah maju bidang olahraganya pasti ikut. Menunjang semua itu, Indonesia sudah siapkan Politeknik Olahraga di Palembang sebagai wadah industrialisasi atlit. Kendati demikian, kita di daerah juga mesti mensukseskan. Mohon pemerintah memfaailitasi," ungkap Ostimardi.

Membuka resmi SMPN 2 Payakumbuh 5K, Kepala Dinas Pendidikan diwakili Kabid Dikdas Irwanto Dt. Parmato Dirajo pesankan bahwa olahraga akan melahirkan atlit yang akan mengisi pundi prestasi nasional dan internasional.

"Kalau ananda serius dan berusaha dalam sebuah cabang, pastinya akan berjasil maksimal, termaauk di bidang olahraga. Alhamdulillah SMPN 2 Payakumbuh sudah memulai proses melahirkan atlit dengan menggelar Iven 5K ini untuk kedua kalinya. SMPN 2 Payakumbuh sudah diamanahi kelas olahraga oleh Kemendikbud, untuk tahun 2019 akan menyusul SMPN 3 dan SMPN 9 payakumbuh. Mohon doanya,"terang irwanto.

"Yang terpenting adalah, dikala kita melakukan hal sunat jangan lupakan hal wajib. Maksudnya adalah, pbm merupakan hal wajib bagi ananda semua. Silahkan mengejar prestasi secara seimbang. Artinya,  Prestasi akademik adalah prioritas dan prestasi sebagai atlit juga utama. Selamat berlomba,"Irwanto pesankan sembari melepas lomba lari SMPN 2 Payakumbuh 5K dengan basmallah.

Usai dilepas resmi, para Pelari 5K tingkat SMP / Mts mulai memperlihatkan kebolehannya setelah dilepas di garis Start depan SMPN 2 Payakumbuh bertolak menuju simpang Kaniang Bukit menuju Simpang nan Kodok menuju Padang Kaduduak ke arah Simpang Tarok. Dari perempatan tarok peserra berlari menuju garis Finish di depan SMPN 2 Payakumbuh.

Dari nominasi lomba didapati pemenang lomba SMPN 2 Payakumbuh 5K. Juara I Putra diraih Rahmat Hidayat, siswa SMPN 9 Payakumbuh dengan nomor dada 136 setelah pecahkan waktu tempuh 18 Menit 27 detik disusul Muhammad Rahes dari SMPN 8 Payakumbuh bernomor dada 113. Peserta dari SMPN 2 Payakumbuh, Mohammad Risky bernomor dada 172 harus puas di Posisi 3. 

Sedangkan untuk 5K Putri, Juara I diraih Aulia Rahmi, Juara II Hana Fauziya. Kedua peraih juara berasal dari SMPN 2 Payakumbuh. Sedangkan Juara III diraih Sari Nadira dari SMPN 9 Payakumbuh. Sedangkan siswi MTsN 2 Payakumbuh, Kurnia Ilahi yang juga ikut di iven ini harus puas di Posisi 10 besar.

Sisela penyerahan hadiah, Kepala SMPN 2 Payakumbuh sampaikan terima kasih kepada Pemko Payakumbuh, Kadiknas, KONI, Polres Payakumbuh, para Kepala SMP / Mts yang telah berpartisipasi, dan keluarga besar SMPN 2 Payakumbuh serta pengurus osis.

"Terima kasih atas partisipasinya. Kesempatan ini kita baru bisa berikan hadiah untuk Juara Harapan. Hadiah berupa Tabanas dan Piagam. Insyaallah mendatang kita tingkatkan," pungkas Desfiwati yang akrab diaapa Ummi sambil menyerahkan hadiah.(ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

PSP Padang kembali meraih hasil positif dalam melakoni Piala Suratin U-15  Zona Sumbar 2008. Menghadapi Semen Padang FC  di Lapangan PSTS, Jumat, (14/12), PSP menang besar usai mencukur Semen Padang FC 7-0 (3-0).

Namun kemenagan besar ini belum bisa merubah posisi PSP di urutan kedua klasemen sementra.
Soalnya dalam laga sebelumnya, tim kuda hitam Taruna Mandiri juga pesta gol ke jala Batang Anai FC.

Dalam lqga yang ditabuh pukul 14.00 WIB, Taruna Mandiri mencukur Batang Anai FC 8-0. Kemenangan besar ini membuat Taruna Mandiri unggul selisih gol atas PSP, di mana mereka sukses melesatkan 14 gol tanpa kemasukan. 

Sedangkan PSP yang juga memasukan 14 gol, namun Pandeka Mudo kemasukan tiga gol. Untuk bisa mewakili Sumbar du Piala Suratin regional Sumatera, tidak ada pilihan lain bagi PSP kecuali meraih poin sempurna kala menghadapi Taruna Mandiri dalam laga terakhir yang akan dirabuh, Sabtu (15/12) pukul 08.00 WIB.

"Kita sukuri hasil ini. Memang selisih gol kita kalah dari Taruna Mandiri, tapi hasil laga dengan Semen Padang ini menjadi motivasi tersendir bagi kita untuk.manatap.laga terakhir," terang manajer PSP Padang, Yendrizal Oyong usai pertandingan.

Penampilan PSP dalam laga kedua ini jauh berbeda kala melakoni laga perdana. Mereka langsung memperagakan permainan menyerang. Hasilnya di babak pertama mereka sukses melesatkan 3 gol.

Belum puas dengan tiga gol ini, di babak kedua, para pemain PSP makin meningkatkan volume serangannya. Strategi itu cukup mumpuni dengan suksesnya mereka menambah 4 gol lagi.

"Kita berharap hasil dalam laga kedua ini bisa berlanjut di laga terakhir. Kami sangat menharapkan dukungan dari pencinta PSP agar perjuangan ini bisa menuai hasil," terang Yendrizal Oyong. (ca)


IMPIANNEWS.COM (Suliki, Kab. 50 Kota). 

Raut Bahagia terpancar di muka warga Gunuang Omeh, ungkapan syukur juga terucap dari lisan warga Nagari Koto Tinggi. Jalan perang gerilya semasa PDRI yang menembus hingga ke Kab. Agam yang sudah terbentuk akhirnya disentuh aspal di penghujung tahun 2018. Jalan yang biasa dipandang menguning dan berlobang kini sudah berubah menjadi hitam oleh aspal.

Ungkapan syukur sebagaimana disampaikan salah seorang tokoh peduli wisata Metrizal kepada media, Jumat (14/12/2018) siang.

"Alhamdulillah, jalan menuju ke pusat Pembangunan Monumen Nasional (Monas) PDRI (Pemerintahan Darurat Rapublik Indonesia) di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, secara bertahap terus dibenahi. Sebagian jalan sudah dilebarkan dan dan diaspal hot mix," ujar Metrizal yang juga Petani Jeruk Suliki Gunuang Omeh (Jesigo)

Dikatakan Metrizal, Pembenahan Jalan Tan Malaka oleh Pemerintah Pusat dan Pemprov Sumbar, dimulai dari batas Kota Payakumbuh sampai ke Sungai Rimbang Kecamatan Suliki. Juga ruas jalan lainnya yang sampai ke lokasi Monas PDRI. Pembenahan ini dilakukan dalam rangka memperlancar akses pengunjung maupun lalu lintas ekonomi nantinya ke daerah destinasi wisata sejarah itu.

"Saat ini sedang dilaksanakan perbaikan dan peningkatan status jalan dari Kantor Camat Gunuang Omeh menuju lokasi monumen, proyek menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang diselesaikan selama 2 (dua) tahun anggaran dimulai tahun 2018-2019,"imbuhnya.

Jalan kawasan Strategis Kototinggi (Kab.Limapuluh Kota) - Palupuah (Kab.Agam)

Selain itu, jalan sepanjang 20 km penghubung Kab. Limapuluh Kota dengan Kab. Agam, saat ini telah selesai juga dilakukan perbaikan sepanjang 13 Km, mudah-mudajan tahun anggaran 2018 ini bisa dilanjutkan perbaikan dan pelaksanaannya PAD tahun 2019 yang hanya tinggal 7 km lagi.

"Jalan ini juga adalah sebagai penunjang sarana menuju objek wisata Gua Aie Singkek, Gua Imam Bonjol dan penunjang pembangunan Monas PDRI di Kototinggi disamping penunjang petani Jeruk Suliki Gunuang Omeh, pastinya,"terang Metrizal.

Terpisah Camat Suliki Gunuang Omeh Hendrik saat dimintai keterangan melalui seluler, Jumat (14/12/2018) membenarkan bahwa infrastruktur jalan di sebagian daerah yang pimpinnya, telah diaspal.

"Akhirnya harapan warga kami terpenuhi. Warga kami di Kecamatan Suliki Gunuang Omeh dengan 3 Kenagarian dan 17 Jorong tentu sangat bahagia," sebut Camat.

"Bersyukur kita, jelang peringatan Hari Bela Negara tanggal 19 Desember 2018 mendatang, infrastruktur jalan kita yang licin dan terjal sekarang sudah indah. Semoga infrastruktur ini mampu memotivasi dan meningkatkan semangat warga untuk berusaha, khususnya para petani Jesigo yang sudah tersertifikasi serta kegiatan pertanian lainnya. Selain itu kita berharap kepada warga, mari kita syukuri dan jaga hasil pembangunan," imbuh Hendrik.

"Terkait peringatan hari bela negara berbagai persiapan telah kita lakukan, kita mulai tadi dengan rapat persiapan. Upacara Peringatan hari bela negara akan kita pisatkan di lapanhan hijau Pua Data,"pungkas Hendrik.(ul)

IMPIANNEWS.COM (Bukittinggi). 

Selama 2 hari (13 hingga 15 Desember 2018) digelar Focus Group disscusion (FGD) Kemendes PDTT RI bersama jurnalis Sumatera Barat akhirnya melahirkan Forum Wartawan Indonesia Peduli Desa. Forum ini lahir setelah 45 jurnalis yang mengikuti diskusi dengan tema "peran media dalam meningkatkan investasi di desa dan kawasan perdesaan", ini menyamakan persepsi untuk memajukan desa bersama program pemerintah melalui dana desa.

Forum Wartawan Indonesia Peduli Desa ini nantinya akan menyumbangkan pemikiran demi kemajuan desa di Negeri ini. Pemikiran yang dimaksud, dimana media sebagai kontrol sosial dapat memberikan ide kreatif dan inovatifnya kepada pihak Nagari. 

" Saya mengapresiasi perjuangan media dalam membentuk forum demi kemajuan desa di tanah air ini. Ini sebuah sejarah yang lahir di kota bukittinggi," ujar Febi Dt. banso, Staf khusus bidang strategis Kemendes PDTT RI.

Febi Dt. banso mengungkapkan jika selama ini pemerintah desa/ nagari fokus pada pembangunan infrastruktur, namun pada 2019 mendatang penyaluran dana desa akan lebih difokuskan pada peningkatan ekonomi kemasyarakatan. Munculnya badan usaha milik desa/ nagari, menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat nantinya.

" jika selama ini Kepala Desa atau Nagari tertuju pada infrastruktur, namum 2019 akan lebih tertuju pada peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk itu, media sangat berperan penting dalam memberikan ide ide inovatifnya kepada pemerintah desa atau nagari," ucap pria yang juha Ketua PKB Sumatera Barat ini.

Hadirnya Forum Wartawan Indonesia Peduli Desa ini diharapkan dapat bekerjasama dengan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  RI dalam mewujudkan cita cita pemerintah dalam menuntaskan persoalan kemiskinan dan desa tertinggal di negeri ini. Diharapkan forum ini juga terbentuk di provinsi lain di Indonesia melalui arahan DPP yang telah terbentuk. 

Berikut kepengurusan inti DPP Forum Wartawan Indonesia Peduli Desa  Yang diideklarasikan oleh Indonesia ’45 (45 peserta FGD Bersatu Bangun Bangsa)

Pelindung/Penasehat: 
      • Eko Putro Sandjojo
      • H Febby Datuk Bangso
Ketua Umum:
      • Pinto Janir
Ketua
      • Firdaus Abie
Wakil Ketua
      •Dodi Iwan Syahputra
Sekretaris:
      • Hijrah  Adi Syukrial
Bendahara:
    • Putri Siltya Caprita

Dikukuhkan Oleh: H. Febby Datuk Bangso, Ketua Forum Bumdes Indonesia/Staf Khusus Kemendes PDTT RI dan Disaksikan Oleh Sapta Kusuma Wijaya, Biro Perencana Sekretariat Jenderal Kemendes PDTT RI.(ul)


IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Perwakilan masyarakat Kelurahan Gunung Pangilun dan Kelurahan Alai Parak Kopi bersama petugas Puskesmas membahas masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri, Kamis (13/12/2018). Dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa/Kelirahan (MMD/K) yang merupakan program Kementerian Kesehatan ini juga direncanakan penanggulangan terhadap masalah tersebut.

Kepala Puskesmas Alai Gunung Pangilun Drg. Hj. Yenni menjelaskan, tujuan dilaksanakannya MMD agar masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya. Kemudian masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa Siaga dan Poskesdes.

"Selanjutnya masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, melaksanakan desa siaga dan poskesdes," kata Yenni.

Tindak lanjut MMD, diterangkan Yenni, kader/tokoh masyarakat membantu lurah menyebarkan hasil musyawarah berupa rencana kerja penanggulangan masalah kesehatan dan membantu menindaklanjuti untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya.

Agar dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik maka sebelum membahas di dalam MMD/K, puskesmas harus menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan dan rencana lima tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui Survey Mawas Diri (SMD).

Survei Mawas Diri adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi yang dimiliki antara lain ketersediaan sumber daya, serta peluang – peluang yang dapat dimobilisasi. 

"Hal ini penting untuk diidentifikasi oleh masyarakat sendiri, agar selanjutnya masyarakat dapat digerakkan untuk berperan serta aktif memperkuat upaya-upaya perbaikannya, sesuai batas kewenangannya, terang Yenni.

Kegiatan Survei Mawas Diri di wilayah kerja Puskesmas Alai Gunung Pangilun telah dilaksanakan pada tanggal sejak menjelang pertengahan 2018 lalu. Hasil SMD tersebut yang hari ini dibahas, bertempat di Aula LPM Gunung Pangilun.

"Yang kita bahas hari ini adalah peningkatan pola hidup bersih dan sehat guna mengatasi penyakit ssperti Demam Berdarah, Tuberkulosis termasuk peningkatan realisasi Imunisasi Dasar Lengkap (IDL)," ssbutnya.

Lurah Gunung Pangilun  Andi Amir dalam kesempatan ini  menyampaikan materi terkait tingkat kesadaran masyarakat yang harus terus distimulasi.

"Kita menghadirkan para kader dan tokoh masyarakat Gunung Pangilun agar dapat mencermati dan membahas hasil survei," ujar Andi Amir.

Lurah berharap dengan antusiasnya warga menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang baik. "Kita berharap kesemoatan ini akan mengasah kader-kader dalam.

"Itu gunanya kita hadirkan para kader supaya pemahaman tentang potensi ancaman penyakit di lingkungan.

Acara di hadiri juga oleh Camat Padang Utara di Wakili Kasi Kesos dan Lurah Alai Parak Kopi serta Ketua LPM, Perwakilan RT/RW dan PKK di 2 kelurahan yaitu alai parak kopi dan gunung pangilun. (aa)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Padang untuk mempertahankan gelar juara umum MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Salah satunya dengan melakukan seleksi dan Traning Centre (TC) bagi Qori dan Qoriah yang akan mewakili Kota Padang pada MTQ Ke-38 Tingkat Provinsi Sumbar yang akan dilaksanakan di Kota Solok Tahun 2019 yang akan datang.

Acara seleksi dan training Center tersebut di buka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Asnel di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Jum’at (14/12/18).

Dikesempatan itu Asnel mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang, kita menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang yang telah melaksanakan seleksi dan Training Centre (TC) kepada Qori dan Qoriah terbaik Kota Padang.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya Pemko Padang untuk mempersiapkan Qori dan Qoriah terbaiknya.”Kita menyadari bersama, hasil terbaik harus dimulai dengan usaha yang terbaik pula,”ujar Asnel.

Lebih jauh di jelaskan Asnel, setiap pelaksanaan MTQ tingkat Sumbar, predikat juara umum telah 23 kali diraih oleh Kota Padang. Pada MTQ yang ke-38 ini merupakan harga mati yang harus dipertahankan untuk yang ke-24 kalinya.

“Saya ingatkan kepada pelatih dan official supaya bertindak sesuai ketentuan yang berlaku, serta hindari perilaku yang mengarah kepada terciptanya KKN dalam menentukan para peserta yang benar-benar memenuhi persyaratan,”ungkap Asnel.

Selanjutnya kepada para peserta, Asnel berharap agar serius dalam mengikuti kegiatan ini dengan selalu memperhatikan petunjuk, bimbingan dan arahan pelatih sehingga nanti dapat mempraktekkan di arena MTQ dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap kepada Qori dan Qoriah apabila prestasi terbaik dapat diperoleh maka, hal tersebut dapat menjadi kebanggaan dan kemenangan bagi seluruh masyarakat Kota Padang dan Pemko Padang akan menyediakan bonus,”pungkas Asnel. 

Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Jamilus menyampaikan Tujuan dari pelaksanaan seleksi ini sebagai persiapan qori dan qoriah Kota Padang untuk mengikuti MTQ Ke-38 Tingkat Sumbar di Kota Solok.

Seleksi kita laksanakan selama 3 hari yaitu Jum’at s/d Minggu 14-16 Desember 2018. Peserta seleksi sebanyak 20 orang yang diambil dari pemenang MTQ Tingkat Kota Padang di Kecamatan Padang Timur pada Bulan Oktober 2018 yang lalu. Sedangkang pelatih untuk kegiatan ini sebanyak 30 orang sesuai dengan cabang masing-masing.

“Mudah-mudahan seleksi ini berjalan lancar dan Kota Padang dapat mempertahankan predikat juara umum MTQ Ke-38 tingkat Sumbar di Kota Solok nantinya,”tutur Jamilus.(VN)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Partisipasi masyarakat memberikan hak suara adalah kata kunci suksesnya Pemilihan Umum (Pemilu). Namun strategi pengawasan dengan membangun kesadaran masyarakat secara aktif  lebih menentukan berjalannya pemilu yang jujur dan adil.

Hal ini diungkapkan Ketua Panwascam Padang Utara, M. Isral dalam sambutannya pada sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu 2019 di Aula LPM Gunung Pangilun, Kamis (13/12/2018). Kegiatan ini diinisiasi Panwascam bersama Lurah Gunung Pangilun dihadiri Ketua RW dan RT sekelurahan tersebut.

Menurur M. Isral, pengawasan partisipatif yang dimaksud ialah melibatkan masyarakat aktif memantau sekaligus mengawasi setiap tahapan pemilu yang berlangsung di lingkungannya.

"Membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat tersebut merupakan kunci berhasil tidaknya strategi pengawasan," kata Isral.

Guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemiku diperlukan sosialisasi yang masif terhadap masyarakat dan stakeholder. Juga menggunakan  berbagai media dan alat peraga untuk memberitahu masyarakat tentang hak-hak politiknya.

"Dengan sosialisasi ini masyarakat lebih memahami aturan main pemilu, sehingga mengetahui pula hal yang  boleh dan tidak dilakukan selama pelaksanaan kampanye Pileg dan Pilpres 2019," sebutnya.

Sementara itu Lurah Gunung Pangilun, Andi Amir mengatakan mendukung tugas-tugas yang dilaksanakan panwascam. Pihaknya berserta jajaran selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) merasa berkewajiban turut menyukseskan pesta demokrasi akan tetapi harus tetap bersikap netral.

"Selaku ASN, diharuskan bersikap netral dan tidak ikut berkampanye untuk kontestan pemili baik di Pileg maupun Pilpres," ujarnya.

Lurah mengingatkan kepada peserta sosialisasi, agar lebih mengetahui apa yang boleh dan tidak dilakukan ASN. 

"Kita harus menghindari pelanggaran-pelanggaran pidana pemilu. Kita ingin pemilu nanti berjalan sesuai harapan, berintegritas, aman dan damai," tutu Lurah.(dr)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Layanan Pengadaan dan LPSE Kota Padang, terus berupaya meningkatkan kualitas pengadaan barang/jasa pemerintah, salah satunya melalui terbitnya Peraturan Walikota (Perwako) Padang tentang pengadaan langsung elektronik.

Dengan telah ditetapkannya Perwako No. 16 Tahun 2018 ini, tentunya diharapkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dilingkungan pemko setempat dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prinsip pengadaan, baik dari segi waktu pelaksanaan dan kualitas barang/jasa. Namun untuk lebih efektif dan efisiennya lagi, kali ini Perwako itu disosialisasikan kepada para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan di lingkup OPD dan BLUD di lingkungan Pemko Padang.

Wali kota diwakili Asisten Administrasi Didi Aryadi sewaktu membuka kegiatan mengatakan, dengan ditetapkannya Perpres No.16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah beserta aturan turunannya yang mulai efektif berlaku sejak 1 juli 2018, banyak perubahan mendasar yang perlu segera disikapi bersama. Terutama perkembangan sistem pengadaan barang dan jasa, baik yang dilaksanakan melalui proses tender maupun pengadaan langsung.

”Perubahan peraturan perundang-undangan yang diiringi dengan perubahan sistem ini, dimaksudkan untuk dapat mengatasi permasalahan-permasalahan pengadaan barang dan jasa yang terjadi selama ini. Karena pada prinsipnya peraturan perundang-undangan dimaksudkan untuk memberikan pedoman  pengaturan mengenai tata cara pengadaan barang/jasa yang sederhana, jelas dan komprehensif, sesuai dengan tata kelola yang baik,” jelas Didi dalam kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Abu Bakar Ja’ar Balaikota Padang, Jumat (14/12).

Sementara itu, Kepala Bagian Layanan Setdako Padang Yoga Natasha Amin menyebutkan, sosialisasi Perwako No. 57 Tahun 2018 ini dilakukan guna lebih meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, membuat standarisasi proses, membuat sentralisasi data, membentuk database referensi penyedia barang/jasa, serta memudahkan pengawasan dan monitoring internal serta pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa khususnya pengadaan barang/jasa melalui pengadaan di lingkungan Pemko Padang.

"Dasar hukum Perwako No. 57 Tahun 2018 ini yaitu seiring terbitnya Peraturan Presiden No. 16 Tahun 218 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta aturan turunannya. Selanjutnya juga Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) No. 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia," terangnya.

Yoga pun mengakui proses pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemko Padang saat ini masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan, terutama terkait belum seluruh proses pengadaan barang/jasa dilaksanakan secara elektronik, khususnya proses pengadaan barang/jasa dengan metode pengadaan langsung.

“Selama ini proses pengadaan barang/jasa yang melalui proses tender sudah sepenuhnya dilaksanakan secara elektronik melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang dilaksanakan oleh Pokja UKPBJ pada Bagian Layanan Pengadaan Setda Kota Padang. Namun, untuk proses pengadaan langsung masih dilakukan secara manual oleh pejabat pengadaan pada masing-masing OPD,” terang Yoga lagi didampingi Kasubag Layanan Pengadaan, Malvi Hendry.

Kondisi ini kata dia, dikuatirkan akan mengakibatkan sulit terwujudnya pengadaan barang/jasa yang efisiensi, efektivitas, transparansi, keterbukaan, dan akuntabilitas sesuai prinsip-prinsip dalam pengadaan barang/jasa. Selain itu, proses pengadaan yang masih manual juga menyebabkan pengawasan dan pelaporan pelaksanaan pengadaan langsung belum dapat dilakukan secara maksimal.

"Kita tentu berharap, masing-masing PPK dan Pejabat Pengadaan di setiap OPD di lingkungan Pemko Padang betul-betul paham akan Perwako No. 57 Tahun 2018. Sehingga, pengelolaan kegiatan dalam pengadaan barang/jasa dilakukan secara baik dan tepat sasaran," tukasnya mengakhiri.

Adapun untuk narasumber pada sosialisasi ini yaitu dari unsur Bagian Layanan Pengadaan Setdako Padang, dan UPT LPSE Dinas Kominfo Kota Padang. (dv)

IMPIANNEWS.COM (Jakarta). 

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari) dari bank konvensional ke bank syariah. “Setelah dilantik September lalu, yang pertama kita lakukan adalah mendorong percepatan konversi Bank Nagari ke bank syariah”, ujar Mahyeldi Ketua MES Sumatera Barat pada Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) MES 2018 di Menara Bank BTN Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Kabupaten/ Kota di Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumbar selaku pemilik saham Bank Nagari juga telah sepakat konversi Bank Nagari ke bank syariah. “Kita juga telah melakukan berbagai upaya agar realisasi konversi ini segera dilakukan. Apalagi seluruh pemilik saham sudah menyepakatinya”, tutur Wali Kota Padang tersebut.

Dikesempatan itu, Mahyeldi juga mengatakan, di tahun 2019 program kerja MES Sumbar menitikberatkan pada edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah dikalangan generasi muda, terutama pelajar tingkat SMA di seluruh Sumbar. 

“Pemahaman ekonomi syariah harus terus digaungkan. Baik melalui media massa, media sosial, maupun melalui pelatihan. Agar, masyarakat dan generasi muda kita memahami dan tidak salah kaprah dalam mempraktekkan sistem syariah ini”, ungkap Mahyeldi pada Silatnas tersebut sebagai perwakilan dari MES wilayah barat.

Disamping itu, Mahyeldi menambahkan, MES Sumbar juga mendorong berbagai program-program syariah Pemerintah Kota Padang, seperti  kegiatan Padang bersih dari Maksiat, LGBT dan Narkoba, sosialisasi dan evaluasi KJKS, serta kegiatan Dekopinda.

Silaknas MES 2018 dengan tema "“Meningkatkan Sinergitas dan Kontribusi MES Terhadap Pembinaan Umat dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Indonesia” dibuka Ketua Umum MES Pusat, Wimboh yang juga Ketua OJK RI. Diikuti seluruh MES wilayah se-Indonesia dan beberapa Pengurus MES Luar Negeri. Dan dari MES Sumbar diikuti Ketua III MES Sumbar Edi Dharma, Ketua IV Rais serta pengurus daerah MES Bukittinggi dan Padang Pariaman.

Dikesempatan itu juga digelar Seminar MES dengan pembicara dari OJK, Praktisi Bank Syariah Mandiri, KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) dan moderator Adiwarman A Karim. (LL)

Wali Kota Padang, Mahyeldi Kepala Dinas Kominfo Kota Padang, Suardi, Kabid Aplikasi dan Sistem Informasi Dinas Kominfo, Windra Deddy dan Kabag Humas, Imral Fauzi dalam acara Penghargaan Smart City dari Kominfo RI yang diraih Kota Padang dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City di ICE BSD Tangerang, Jumat (14/12/2018)
IMPIANNEWS.COM (Tangerang). 

Program Smart City Kota Padang yang sudah berjalan hampir satu tahun, sudah memberikan berbagai kemudahan, efisiensi serta pelayanan cepat kepada masyarakat. Bukan itu saja, koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun semakin baik, sehingga apa yang menjadi program Pemko Padang sudah mulai terlaksana secara baik. 

Lalu, kendati baru namun kesuksesan awal program Smart City Kota Padang juga telah dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City yang diraih Kota Padang dengan motor pengeraknya Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang.

Penghargaan itu diserahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara diterima langsung oleh Wali Kota Padang, Mahyeldi di gedung ICE BSD Tangerang, Jumat (14/12/2018) yang didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Padang, Suardi, Kabag Humas, Imral Fauzi, Kabid Aplikasi dan Sistem Informasi Dinas Kominfo, Windra Deddy. 

Penghargaan ini diterima melalui presentasi program Smart City terlebih dulu sehari sebelumnya oleh tim evaluator.

Dikesempatan itu, Rudiantara mengatakan, gerakan menuju 100 Smart City sudah dimulai sejak tahun 2017 yang kala itu diikuti oleh 25 kabupaten/kota. Tahun 2018 terpilih 50 kabupaten/kota dan akan disusul 25 kabupaten kota lainnya di tahun 2019. Pemilihan 100 kabupaten/kota berdasarkan berbagai faktor seperti kondisi keuangan daerah, peringkat dan status kinerja penyelenggaraann pemerintah daerah (Data Depdagri), serta indeks kota hijau (versi Kementerian PUPR). 

Bahan pertimbangan lain adalah kesiapan daerah yang diukur dari visi kepala daerah, kelengkapan infrastruktur, regulasi dan SDM yang mengacu pada konsep pemerataan dan nawa cita. 

Gerakan menuju 100 Smart City sendiri adalah gerakan yang diinisiasi Kementerian Kominfo dan didukung oleh Depdagri, Bappenas, Kementriuan PUPR, Kantor Staf Kepresidenan, Departemen Keuangan, Serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. Sedangkan tim ahli terdiri dari akademisi, praktisi dari UI, ITB, UGM, BPPT, INSW, KTII dan Citaasia.

"Dulu pemerintah menjadi regulator, namun kini berubah menjadi fasilitator dan akselerator terhadap masyarakat. Sehingga, pelayanan cepat, sederhana, efisien bisa terwujud. Pemerintah harus menanyakan kebutuhan masyarakatnya dan mampu memenuhinya,"ujar Rudiantara. 

Pada tempat yang sama, Wali Kota Tangerang Selatan yang juga Ketua Asosiasi Walikota dan Bupati  se-Indonesia Airin Rachmi Diany mengatakan, melalui program Smart City ini kota dan kabupaten di daerah tak lagi bersaing tetapi maju bersama. Reformasi birokrasi melalui inovasi bukan saja menjadi kebutuhan tetapi sudah menjadi keharusan yang dilakukan saat ini dan ke depannya. 

Wali Kota Padang, Mahyeldi mengatakan, penghargaan yang diraih ini adalah dukungan semua pihak terutama ASN dan masyarakat. Dijelaskannya, melalui Smart City ini maka pelayanan di Kota Padang akan semakin baik, cepat dan biaya murah. Dengan demikian, itu sebagai dasar untuk menuju Padang Kota Internasional. 

Program Smart City ini akan terus semakin dikembangkan dan diaplikasikan dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Di samping itu, semakin mendekatkan masyarakat dengan kemajuan teknologi. Sebab, negara yang maju adalah negara menguasai teknologi. Oleh sebab itu, kemajuan Informasi Teknologi yang mendasari Smart City ini membuat warga kota semakin melek dengan teknologi.

Kepala Dinas Kominfo, Suardi mengatakan, Kota Padang sudah selesai membuat master plan smart city yang didukung sepenuhnya oleh unsur eksekutif, legislatif dan perguruan tinggi atau praktisi serta masyarakat. 

Sehingga, program Smart City sudah berjalan dengan baik di Kota Padang. Bahkan kelebihan Kota Padang telah memiliki master plan pengembangan IT Kota pada 2017 . Lalu, sudah mempunyai Perwako tentang pengembangan IT tersebut. Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah terinterkoneksi dengan suatu jaringan sehingga memudahkan dalam pekerjaa, program, data hingga pelayanan publik. Tak hanya di OPD saja, namun jaringan tersebut hingga ke kantor camat. Setelah itu e-planning (perencanaan elektronik) sudah terintegrasi pula. (Sy)

Foto: Wali Kota Padang, Mahyeldi Kepala Dinas Kominfo Kota Padang, Suardi, Kabid Aplikasi dan Sistem Informasi Dinas Kominfo, Windra Deddy dan Kabag Humas, Imral Fauzi dalam acara Penghargaan Smart City dari Kominfo RI yang diraih Kota Padang dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City di ICE BSD Tangerang, Jumat (14/12/2018)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.