Latest Post

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani menyampaikan, masyarakat masih sangat membutuhkan layanan kesehatan mata, dimana kebutaan yang terjadi di Indonesia paling banyak disebabkan oleh proses penuaan (katarak) yang terlambat ditangani.

Demikian disampaikan Kadiskes Kota Padang tersebut dalam sambutannya saat menghadiri acara pengabdian masyarakat Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Sumatera Barat dalam rangka "World Sight Day" di jl. Jati Gaung, Kecamatan Padang Timur, Minggu kemarin. Kegiatan ini juga diisi dengan peresmian gedung sekretariat baru Perdami Cabang Sumbar tersebut.

Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekarang, kata dia, gangguan pada mata ada yang harus diselesaikan di tingkat layanan primer atau puskesmas. Sementara kemampuan puskesmas dalam mendiagnosa kelainan mata,  khususnya gangguan refraksi masih terbatas. 

"Untuk itu, diharapkan para dokter spesialis mata bersedia melakukan pembimbingan untuk peningkatan kemampuan dokter umum dalam mendiagnosa gangguan refraksi," harapnya.

Ia pun juga mengharapkan dengan adanya regulasi yang baru sesuai Permenkes No.30 Tahun 2019 diharapkan rumah sakit khusus mata harus kelas B, 

"Kita berharap, rumah sakit khusus mata yang ada, agar segera berbenah diri untuk melengkapi sarana dan prasarana serta SDM-nya agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara baik dan profesional," tekannya.

Sementara itu, sekaitan kehadiran sekretariat Perdami Cabang Sumbar di Jati gaung yang kali ini diresmikan, Feri Mulayni pun berharap agar dapat bermanfaat terutama bagi masyarakat sekitar.

"Semoga masyarakat akan terbantu dengan kehadiran sekretariat Perdami yang baru ini. Terutama yang memiliki permasalahan dengan kesehatan mata," pungkasnya mengakhiri.(vid)

Ma'ruf Amin dan Wury Estu Handayani

IMPIANNEWS.COM  - Menyandang gelar baru sebagai istri dari Wakil Presiden 2019-2024, KH Ma'ruf Amin, membuat nama Wury Estu Handayani semakin menjadi sorotan.

Wanita yang hadir bersama Iriana Jokowi dan Mufidah Kalla dalam upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019 kemarin, Minggu (20/10/2019), nampak anggun dengan balutan kebaya berwarna putih dan jilbab hijau toska.

Ibu Negara Iriana bersama Mufidah dan Wury tiba sebelum acara pelantikan presiden dan wakil presiden.
Namun siapa sangka dibalik keanggunan Wury Estu Handayani, rupanya wanita yang terpaut usia 31 tahun lebih muda dari Ma'ruf Amin ini rupanya memiliki sederet prestasi di bidang kesehatan yang membanggakan.

Wury Estu Handayani merupakan istri kedua Ma'ruf Amin yang dinikahinya pada tahun 2014 lalu.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin sempat menikah dengan Siti Churiyah hingga dikaruniai 8 anak dan 13 cucu.
Namun maut menjemput Siti Churiyah terlebih dahulu pada Oktober 2013, istri pertama Ma'ruf Amin ini meninggal dunia akibat penyakit lever atau penyakit hati.

Ma'ruf Amin dan mendiang istri pertamanya, Siti Churiyah
Tujuh bulan setelah kepergian sang istri pertamanya inilah, Wury hadir di kehidupan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia 2015-2019.

Dari berbagai sumber yang dihimpun GridHealth.id, rupanya pertemuan pertama Ma'ruf Amin dan Wury Estu Handayani bermula dari proses ta'aruf.
Keduanya tak sengaja diperkenalkan oleh sahabat Ma'ruf Amin sekaligus atasan di mana Wury bekerja, yaitu Kiai Hidayat.

Perlu diketahui, wanita yang akrab disapa Nyai Wury ini ternyata pernah menjadi seorang perawat gigi.
Mengutip dari Tribunnews dari akun Facebook Wury, Wury Estu Handayani, ia pernah mengenyam pendidikan di Akademi Kesehatan Gigi Poltekkes.

Dari penelusuran Tribunnews, Nyai Wury pernah mengunggah foto dirinya mengenakan seragam PNS.
Sementara itu, dari informasi yang beredar, Wury Estu Handayani ternyata pernah bekerja di Puskesmas Pasar Minggu.

Dari sinilah, kisah percintaan keduanya bersemi.

Seperti Ma'ruf Amin, Wury yang telah memiliki 2 orang anak ini rupanya sama-sama ditinggal pasangannya meninggal dunia.

Resepsi pernikahan keduanya pun diselenggarakan di aula Masjid Sunda Kelapa, dimana saat itu, usia Ma'ruf telah menginjak 71 tahun, sedangkan Wury berusia 40 tahun.

Usut punya usut, dibalik rentang usia keduanya yang terlalu jauh, rupanya pernikahan beda usia yang cukup jauh dapat berisiko gangguan kesehatan pada pasangan yang lebih tua.

Melansir dari WebMD, tantangan besar adalah menangani masalah kesehatan yang mungkin dimiliki oleh pasangan yang lebih tua.

Setiap pasangan, tua atau muda, pada akhirnya mungkin menghadapi tantangan kesehatan.

Sayangnya, teori ini dipatahkan oleh sebuah data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dari tahun 2013, bahwa pria yang menikah dengan wanita yang lebih muda bermanfaat bagi rentang hidup pria.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Royal Society Publishing pun menjelaskan bahwa faktor reproduksi dan kebugaran wanita muda yang lebih prima dapat berdampak pada kebugaran sang pria.

Tak hanya itu, manfaat bagi sang wanita yang menikah dengan pria lebih tua, seperti terjaganya aspek psikologis.

Menikah dengan pria lebih tua, umumnya mereka lebih banyak memiliki pengalaman hidup yang berharga, bahkan emosi pria lebih tua ini sudah tidak meledak-ledak, sehingga sang pria dapat mengontrol emosi wanita muda ini.

Terlepas dari semua teori tersebut, kini Wury pun tampak bahagia dan kerap mendampingi suaminya berkeliling ke luar kota.

Nyai Wury kerap mendampingi Ma'ruf Amin berkeliling Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Papua.

Meski harus berkeliling, Wury mengaku tak merasa terbebani.
Ia justru senang dengan kegiatan tersebut karena bisa bertemu dengan masyarakat luas.

"Dinikmati saja. Senang saja. Semangat terus karena Pak Kiai juga semangat. Ibu juga harus semangat," katanya saat berkunjung ke Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/3/2019). (*)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Pemerintah Kota Padang sangat menyambut baik kegiatan Bakti Sosial dengan cara bersih-bersih Pantai Padang yang diselenggarakan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) bersama Kodim 0312 Padang dan Komunitas Sungai dan Pantai Sumbar. Sebelum bersih pantai, dilakukan penanaman pohon di tepi danau Cimpago.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Padang diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Periklanan Kota Padang Guswardi, usai mengikuti kegiatan tersebut, Minggu pagi (20/10/2019). Bakti sosial dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0312/Padang Kolonel Arh Nova Mahanes Yudha, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXVI Dim 0312 Koorcab Rem 032 PD I/Bukit Barisan Ny. Nova Mahanes Yudha , Kabid Pertanaman dan Pemeliharaan Lingkungan DLH Aprialdi Masbiran, Camat Padang Barat Eri Sanjaya, Perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Barat, Menwa Perguruan Tinggi se Sumbar dan stakeholder terkait.

Yosmeri menambahkan, untuk menjaga kebersihan, Pemerintah Kota Padang telah mengeluarkan Perda Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam Perda tersebut dijelaskan, Jika kedapatan masyarakat membuang sampah tidak sesuai aturan, maka di denda Rp. 5 juta dan  kurungan tiga bulan penjara. "Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang, agar tidak membuang sampah sembarang sehingga kebersihan di kota ini akan selalu terjaga," ujarnya. 

Lebih jauh dijelaskan, menjaga kebesihan pantai merupakan salah satu tugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang. Dengan menjaga kebersihan pantai akan menyelamatkan biota laut. " Selama ini kita dengar, jika nelayan menjaring ikan dilaut, kebanyakan menemukan sampah. Maka, melalui bakti sosial dapat mengurangi sampah  sehinga biota laut akan terjaga," jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0312/Padang Kolonel Arh Nova Mahanes Yudha memberikan apresiasi kegiatan positif yang dilakukan IARMI dan Komunitas  Peduli Sungai dan Pantai Sumbar tersebut. "Kami anggota TNI Kodim 0312 Padang sifatnya hanya memperkuat dan mendorong supaya komunitas-kumunitas ini memiliki peran yang aktif  didalam masyarakat terutama menjaga kebersihan pantai," ungkapnya.

Ia menambahkan, Kota Padang memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Hamparan pantai dan perbukitan menawarkan pemandangan yang sangat menakjubkan. Tak ayal kota yang terletak di pantai Barat Pulau Sumatera itu diminati oleh wisatawan, baik daerah maupun mancanegara. 

“Saya sudah keliling Indonesia. Baru Kali ini saya melihat, bahwa pantai yang paling menarik untuk dikunjungi adalah Kota Padang. Maka dari itu kita berharap kepada seluruh elemen dan lapisan masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan disepanjang pantai padang,” harapnya. (Mul)

IMPIANNEWS.COM (Bukittinggi).

Siswa/i MTsN 1 Bukittinggi berhasil meraih berbagai prestasi dalam berbagai ivent lomba yang di ikuti. Pada Iven SAKA BAYANGKARA yang diadakan Polres Kota Bukittinggi beberapa waktu yang lalu.

Siswa MTsn 1 Bukittinggi berhasil meraih Juara 1 tahfizh putra, Juara 3 tahfizh putri dan juara 1 yel yel pramuka yang di ikuti  15 tingkat SMP/MTS sederajat di Bukittinggi-Agam diantaranya MTsN 7 Agam,MTI Candung,SMPN 3 Ampek Angkek,MTsN 6 Agam, SMPN 2 Bukittinggi,SMP Islam Al – Azhar Bukittinggi,SMP Al – Islah,SMP 2 Tilatang Kamang,MTsN 1 Bukittinggi, MTsN 2 Bukittinggi, SMP 1 Banuhampu, SMP S Xaverius, SMPN 3 Bukittinggi, MTI Pasia dan MTsN 2 Agam.

Selanjutnya dalam perlombaan yang diadakan SMA Al-Islah Kota Bukittinggi siswa MTsN 1 berhasil meraih juara 2 putri dan juara 3  pada lomba Story telling, Juara 1 Tahfizh Putri dan juara 3 Tahfizh Putra pada Lomba Tahfizh.

Dalam lomba yang diadakan BERLIAN event tingkat Sumatera Barat di SMA 3 Bukittinggi siswa/i MTsN 1 berhasil meraih Juara 3 PBB Bertongkat Penggalang, Juara 2 Story Telling, Juara 1 olympiade bahasa inggris, Juara 3 Paduan Suara, Konduktor terbaik dan Juara 1 Olympiade Matematika. 

 Dalam lomba Bulu Tangkis Piala walikota solok siswa MTsN 1 atas nama M.Najib berhasil meraih juara 3 serta pada Lomba Permainan anak Nagarai Siswa MTsN 1 berhasil meraih juara 2 permainan kibar.

Kepala MTsN 1 Eva Angraini Senin, 21/10/2019 menyampaikan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang di peroleh siswanya di berbagai cabang lomba yang di ikuti. 

"Alhamdulillah selesailah perjuangan siswa MTsN 1, pembina dan pendamping minggu ini pada berbagai lomba. Terima kasih atas perjuangan para Siswa/i madrasah bersama guru pembimbing dan pelatih dalam berbagai bidang lomba yang di ikuti, sehingga berhasil meraih prestasi dan membawa nama harum madrasah khususnya MTsN 1 Bukittinggi.

 Kedepan dengan kebersamaan kita semua insya Allah prestasi demi prestasi bisa kita raih dengan terus  konsisten terus berlatih sesuai minat dan bakatnya masing-masing," tuturnya.

Sementara itu Ka. Kakemenag Kota Bukittinggi H. Abrar Munanda menyampaikan selamat dan sukses untuk keluarga besar MTsN 1 Bukittinggi yang telah berhasil meraih berbagai prestasi. " Alhamdulillah. Congratulation for MTsN 1.Barakallahu fiikum," tutur H. Abrar.

Selanjutnya H. Abrar mengajak semua siswa Madrasah untuk terus giat belajar serta berlatih sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing serta mengajak para guru agar terus mengali segala potensi para siswa sehingga menghasilkan prestasi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

 "DenganKerjasama Kolektivitas Komitmen kita bisa, Madrasah Hebat dan Bermatabat," tutupnya. (sy)

IMPIANNEWS.COM (Batam).

Jurnalis unit Kantor Gubernur Sumatera Utara melalui Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara berkunjung ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, Jumat (18/10) pagi. 

Kunjungan tersebut diterima dan dibuka langsung oleh Kepala Sub Direktorat Humas BP Batam Yudi Haripurdaja bersama Kepala Bidang Pengelolaan Waduk BP Batam, Hadjad Widagdo.

Kepala Bagian Pelayanan Media Biro Humas dan Keprotokolan Sekertariat Daerah Provinsi Sumatera Utara Harvina Zuhra, selaku pimpinan rombongan mengatakan, kedatangan ke BP Batam ini dalam rangka peningkatan wawasan dan pengkayaan informasi bagi penggiat jurnalistik di Sumatera Utara, dengan mengusung topik “Pengelolaan Air Bersih dan Limbah serta Pengembangan Kepariwisataan".

“Kami ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan air dan limbah di Batam. Karena kami merasa Batam sangat istimewa; tidak memiliki sumber air, namun distribusinya merata. Sedangkan di Sumatera Utara sebaliknya. Sumber airnya melimpah, tapi belum terdistribusi dengan baik,” ungkap Kepala Bagian Pelayanan Media Biro Humas dan Keprotokolan Sekertariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Harvina Zuhra.

Kepala Bidang Pengelolaan Waduk Hadjad Widagdo mengatakan, salah satu faktor utama meratanya distribusi air bersih di Batam adalah memiliki master plan yang matang, agar pembangunannya komprehensif dan berkelanjutan.

“Sumber air satu-satunya di Batam adalah dari curah hujan yang ditampung di waduk. Selain itu, BP Batam bekerjasama dengan salah satu pihak swasta yang sejak tahun 1995 sebagai operator penyediaan air di Batam, dengan tingkat coverage 95%,” jelas Hadjad.

Ia menambahkan, dibandingkan mencari laba, BP Batam lebih memfokuskan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut terwujud dari pembangunan Bendungan Sei Gong yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, serta pembebasan lahan oleh BP Batam untuk menyumbang pasokan air.

“Ke depannya, BP Batam akan melakukan desalinasi air laut sebagai sumber air selain waduk. Selain itu, kami juga berencana untuk bekerjasama dengan perusahaan Korea Selatan untuk mendaur ulang air rumah tangga (limbah) untuk menjadi air bersih dan dimanfaatkan pada kehidupan sehari-hari,” katanya. 

Kasubdit Humas BP Batam, Yudi Haripurdaja berharap kunjungan para jurnalis ke Batam membawa manfaat bagi kedua pihak. 

“Mudah-mudahan antar jurnalis bisa saling menginformasikan perkembangan pembangunan ekonomi Batam yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota, maupun BP Batam sendiri,” ujar Yudi. (ay/rud)

(Humas BP Batam)

IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Presiden Joko Widodo memaparkan lima hal yang akan menjadi fokus kerja di periode kedua pemerintahan pada 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato awal masa jabatan usai dilantik di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019.

Pertama, Presiden Jokowi akan menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Dalam hal ini, Presiden Jokowi hendak membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta akan mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama.

"Itu pun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu _endowment fund_ yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri," ujar Presiden Jokowi.

Kedua, pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur. Menurut Presiden, infrastruktur tersebut akan menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, serta mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, Kepala Negara ingin agar segala bentuk kendala regulasi disederhanakan, dan dipangkas. Dalam hal ini, Presiden mengatakan, pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang (UU) besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

"Masing-masing UU tersebut akan menjadi _Omnibus law_, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi sekaligus," jelasnya.

Keempat, Presiden Jokowi ingin penyederhanaan birokrasi terus dilakukan secara besar-besaran. Tak hanya itu, investasi untuk penciptaan lapangan kerja juga harus diprioritaskan di samping memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang.

Terkait penyederhanaan birokrasi, Kepala Negara berpandangan bahwa eselonisasi harus disederhanakan dan diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi.

"Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat, dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, sekali lagi, pasti akan saya copot," tegasnya.

Kelima adalah transformasi ekonomi. Menurut Presiden, Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di pengujung pidatonya, Presiden Jokowi mengucapkan apresiasi tinggi atas pengabdian Bapak Jusuf Kalla sebagai wakil presiden periode 2014-2019 yang telah bahu-membahu menjalankan pemerintahan bersamanya.

"Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh lembaga-lembaga negara, kepada jajaran aparat pemerintah, TNI dan Polri, serta seluruh komponen bangsa yang turut mengawal pemerintahan selama lima tahun ini sehingga dapat berjalan dengan baik," tandasnya.

Jakarta, 20 Oktober 2019
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Erlin Suastini

Gamawan Fauzi
IMPIANNEWS.COM.

"Hutan Paninggahan Penuh Mistik Tempat Renunggan antara Hidup dan Mati,"

Baru Terungkapnya Penyebab yang sebenarnya Tersesat Gamawan Fauzi beserta rombongan,

Teryata cobaan hidup Mendagri yang paling berat bukan menjalankan tugasnya sebagai pemerintahan tetapi iyalah ketika ia sempat “hilang”

Dihutan ini ia berjanji seandainya Tuhan meredhoi dia selamat maka dia akan menjalankan pemerintahan yang dia amanah kan oleh rakyat dengan sebenar-benarnya, tetapi kalau Tuhan berkehendak lain,maka dia hanya berserah diri,dan kelurga yang ditinggalkan agar rela melepaskannya!!!, dihutan ini lah ujian yang sesunggunya yang pernah ia rasakan,sebelum memulai karinya didunia politik hingga menjabat sebagai MENDAGRI.

Gamawan Fauzi, Tersesat di Hutan Si Bunian, Mantan GUBERNUR Sumatera Barat (Sumbar), Gamawan Fauzi dipercayakan membawakan lagu Si Bunian Bukik Sambuang ciptaan Agus Taher, komponis lokal Sumbar.

Dan saat melantunkan lagu itu (syair lagu ada paling bawah tulisan ini), Gamawan terlihat begitu menghayatinya. Mungkin ini lantaran pengalamannya di masa lalu, mulai Selasa 11 Agustus 1998 sampai Sabtu 15 Agustus 1998, yang sedemikian dalam menusuk alam bawah sadarnya.

Gamawan Fauzi.
Saat ditanya wartawan, adakah sesuatu cobaan hidup yang Anda rasakan selama jadi Mendagri?

Oh… ada, cobaan hidup yang paling berat adalah ketika saya sempat “hilang” selama lima hari di hutan belantara ketika napak tilas perjuangan dari Lubuak Minturun (Kota Padang) hingga ke Paninggahan (Kabupaten Solok) tahun 1999. Nyasar di hutan ini saya anggap sebagai cobaan hidup karena bersama saya ada 116-124 orang lainnya. Mereka ada yang pelajar, mahasiswa, polisi, dan juga pejabat kabupaten.

Gamawan Fauzi, SH MM, (lahir di Solok, Sumatera Barat, 9 November 1957; umur 54 tahun) adalah Menteri Dalam Negeri Indonesia (Mendagri) sejak 22 Oktober 2009. Menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat sejak 15 Agustus 2005 hingga 22 Oktober 2009. Ia juga penerima Bung Hatta Award atas keberhasilannya memerangi korupsi pada saat menjadi bupati di Kabupaten Solok.

Pengalaman itu, tak lain saat dia raib di suatu hutan pada pertengahan Agustus 1998 lalu. Gamawan saat itu tidak sendirian. Dia menghilang bersama seluruh rombongan ekspedisi, yang sedang menjelajahi daerah pedalaman sebagai bagian dari program “pembebasan masyarakat terasing.”

Cerita dimulai ketika datang usulan masyarakat dari Nagari Paninggahan. Nagari ini terletak di pinggir sebuah danau yang elok: Danau Singkarak.

Bupati menyambut rombongan tersebut di rumah dinasnya pada suatu malam. Terjadilah perbincangan antara bupati dan masyarakatnya. Dari diskusi dan perbincangan itu, bupati dilapori bahwa selama ini, warga Paninggahan yang ingin ke kota Padang, terlalu jauh jaraknya. Mereka harus melewati jalan yang sudah ada. Jalan memang sudah bagus, lebar dan beraspal, namun bagi masyarakat yang ada di sana, jalan itu arahnya memutar.

Karenanya, para pemuka masyarakat memberikan sebuah masukan pada bupati.
“Pak, kita sebenarnya bisa membuat sebuah jalan alternatif ke kota Padang.”
“Apa alternatifnya?”

“Kalau saja bapak bisa membangun jalan dari pinggiran danau Singkarak ini, lalu ke Padang, kita akan menghemat sekitar 30 kilometer.”

“Kalau begitu, itu dekat ya?”

Menurut warga, selain memperpendek jarak, ada hal lain yang bisa didapat. Kalau jalan terbuka, ada potensi bahan mentah semen di sana, dan jumlahnya lumayan besar. Selain itu, jika daerah tadi terbuka, terdapat beberapa potensi alam yang bisa dikembangkan.

Warga yang menanami kebunnya dengan kopi, tanaman palawija dan lainnya, bisa dengan mudah mengangkut produksinya. Tentu saja, hal itu juga akan membuat pendapatan masyarakat semakin meningkat. Multi-efek dari pembangunan jalan ini jelas banyak.

Hal yang tak kalah penting, adanya penelusuran jejak perjuangan. Para perintis kemerdekaan, melakukan perjuangan bersenjata di daerah ini.

Masukan ini menarik perhatian Gamawan. Dan dia ingin membuktikannya. Segera dia memberikan kesempatan pada stafnya untuk menganalisa. Bupati mengirim beberapa orang staf ke sana. Sepulang dari sana, mereka mengadakan rapat dengan bupati untuk membicarakan hasil penelusurannya.

Rapat pun digelar, dihadiri bupati, staf pemerintahan dan tim survei.
“Bagus Pak,” kata salah seorang tim survai.
Bupati merasa perlu untuk melihatnya langsung. “Pak, hari mau tanggal 17 Agustus. Kalau nanti terjadi apa-apa, kan bisa repot juga,” salah seorang staf mencemaskan niat Gamawan.
“Bagaimana kalau para staf dulu yang ke sana,” kata yang lain.

Yang lain justru setuju kalau Gamawan langsung ke lokasi. “Pak, kami sudah melakukan survai dan sudah kami beri tanda-tanda, dan tidak akan tersesat.”
Rapat menghasilkan keputusan untuk melakukan napak tilas massal. Waktu dan tempat pemberangkatan pun ditentukan, 11 Agustus 1998. Napak tilas dimulai dari Nagari Paninggahan dan berakhir di Lubuk Minturun, Padang Pariaman. Jarak dari Paninggahan ke Lubuk Minturun, sekitar 46 km. Dari jarak yang diketahui, diperkirakan perjalanan itu menempuh waktu sekitar dua hari.

Pagi itu, Selasa, 11 Agustus 1998, berangkatlah rombongan dari pelataran kabupaten Solok. Jumlah rombongan ada 136 orang. Banyak warga yang mendampingi. Pelepasan rombongan dilakukan di kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), cabang Solok.
Dalam rombongan, terdapat para pejabat pembuat dan penentu keputusan yang ada di Kabupaten Solok. Mulai pejabat eselon II, dan kepala dinas. Mereka antara lain kepala Dinas Perhubungan, kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan beberapa pejabat yang lain.

Para tetua adat melepas rombongan di Nagari Paninggahan, setelah sebelumnya diadakan upacara dan doa bersama untuk keselamatan seluruh rombongan.

Berunding di Tengah Hutan
Pada awal perjalanan, rombongan tidak menemui kendala. Mereka berjalan beriringan menapak lebat dan rimbunnya hutan. Tak terasa, waktu telah menjelang sore. Keadaan jalan dan hutan yang mereka lewati, mulai terasa gelap. Hutan semakin lebat. Cahaya matahari makin sulit menembus kegelapan hutan. Rombongan memutuskan untuk menginap pada salah satu punggung bukit.

Esoknya, Rabu, 12 Agustus 1998, rombongan melanjutkan lagi perjalanan. Hutan itu sungguh lebat dan rimbun, seolah belum terjamah tangan manusia. Mereka terus menyusuri jalanan. Seharian itu rombongan berjalan dan beriringan.
Persoalan mulai datang. Beberapa orang menginjak sarang tawon. Mereka kalang kabut dan terpencar. Beberapa orang tersengat. Insiden tak berlangsung lama. Mereka kembali menyatukan diri ke dalam kelompok-kelompoknya.

Persoalan yang lebih besar datang. Ternyata, tanda-tanda yang mereka buat sebelumnya sebagai penunjuk jalan, kini tidak nampak lagi. Pada sebuah punggung bukit , rombongan pun berhenti sejenak untuk mengatur siasat.

Hasil dari kemufakatan, rombongan memutuskan untuk mengirim dua belas orang sebagai tim pembuka. Rombongan ini bertugas mencari tanda-tanda yang telah dibuat. Begitu melihat tanda itu, rombongan ini harus balik lagi sehingga seluruh rombongan dapat melanjutkan perjalanan.

Detik berganti menit. Menit berganti jam. Tak terasa, satu jam telah berlalu. Kedua belas orang yang bertugas mencari jejak, tak ada kabarnya. Mereka seolah hilang ditelan bumi.

Akhirnya, rombongan yang masih berjumlah 116 orang, kembali berunding. Beberapa orang yang dianggap mengerti dan mampu membaca kompas dan peta diajak berunding. Mereka harus menentukan langkah, ke arah mana jalan yang harus dilalui.

“Saya kan tak ahli baca kompas, Pak. Siapa yang ahli baca kompas, baca peta, bukan kompas yang otomatis itu, tapi peta hutan,” kata Gamawan.

Lalu, peta hutan dijabarkan dan arah pun ditelisik dengan kompas. Dari perundingan para pembaca arah ini, mereka mencapai sebuah kesepakatan, bahwa untuk mencapai kota Padang Pariaman, harus ke arah barat. Mereka menyampaikan hasil itu ke bupati.

Akhirnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah barat, seperti yang telah disepakati.

Menjelang jam enam sore, jalan yang ada di hadapan mereka tidak nampak lagi. Tidak ada gambaran, mereka akan sampai di Padang Pariaman, seperti jadwal yang telah ditentukan.

Apa yang menghampar di hadapan mereka, sungguh menciutkan nyali, bagi yang tak terbiasa mengikuti kegiatan alam bebas. Bukit itu seolah tak ada putusnya. Sambung menyambung dan berbaris. Tak heran jika orang menyebutnya Bukit Barisan. Bukit itu memiliki jurang yang sangat dalam, dengan puncak menjulang seperti kerucut. Sanking dalamnya, sebuah batu yang dijatuhkan ke dasar jurang, tidak akan terdengar suaranya.

“Sudah jam enam, Pak,” kata Dusral, seorang anggota rombongan, pada Gamawan.

“Ah, cobalah kita tunggu seluruh anggota rombongan hadir dulu, dan tak boleh ada yang tertinggal,” jawab Gamawan.
Tepat pukul 19.00, semua rombongan sudah berkumpul. Mereka belum membuat rencana dan memberi kabar kepada masyarakat luas, tentang keadaan mereka.
“Jadi bagaimana rencananya, Pak?”
“Kita lanjutkan juga lah, tapi sekedar mencari tempat tidur.”

Gamawan sebenarnya cemas juga. Dia tak mau kecemasannya terlihat orang lain.
Kecewasan Gamawan lumrah. Bila dari 116 orang yang ikut rombongan ada yang kecelakaan satu orang saja, resikonya besar sekali untuk Gamawan. Di sinilah ketenangan dan pengendalian diri itu penting.

Gamawan tetap memberikan komando dengan baik. Dia menyapu seluruh kecemasan dari parasnya.
Bagi Gamawan, pada situasi sulit itu, kepemimpinan seseorang seolah diuji dalam mengambil keputusan. Misalnya saja, ketika ada sebuah lembah menghampar di depan mereka.

Lembah itu mereka lalui dengan cara berjalan memotong. Alasannya, kalau mereka memaksa untuk melintasinya, rombongan bisa berguguran ke lembah itu. Jalan alternatif adalah dengan melambung, meskipun untuk itu mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra.

Hal lain lagi, tatkala hari telah mulai sore, dan mereka sudah menumpuk di satu tempat, tentu saja mereka tak bisa menginap. Kondisi alamnya tidak memungkinkan. Gamawan memimpin mereka untuk turun ke bawah dan mencari air. Di tempat yang ada airnya itulah, mereka bisa menginap.

Mereka memperkirakan berada di ketinggian 2.200 meter. Udara dingin menusuk. Sementara, makanan yang mereka bawa telah mulai menipis. Hanya makanan sisa dan air yang tertinggal.
Malam itu rombongan berjalan lagi. Namun, yang mereka cari bukan lagi jalan yang benar, tapi sungai. Mereka berusaha mengikuti arus air untuk jalur pulang, sembari melepaskan dahaga dan tempat untuk bermalam.

Mereka teringat satu wejangan di awal sebelum berangkat. Kalau tersesat di rimba, yang mereka cari adalah sungai. Sungai pasti mengalirkan airnya ke bawah. Di sepanjang aliran sungai itulah, biasanya ada pemukiman penduduk.

Dari 116 orang, cuma ada enam senter untuk penerangan. Seolah tak hilang akal, mereka menggunakan botol bekas minuman energi, sebagai tambahan penerangan. Caranya? Botol dari beling ukuran segenggaman orang dewasa itu mereka beri minyak tanah di dalamnya. Untungnya, mereka bawa minyak tanah. Mereka memberi sumbu dari kain yang dirobek. Jadilah lampu damar, atau lampu jongkok.

Malam kian gelap. Seolah tak jelas, mereka berjalan di atas bukit atau di jurang. Yang pasti, mereka berjalan sambil berpegangan tangan dengan posisi miring. Tangan yang satu memegang tangan orang yang di depan, dan tangan yang satu lagi dipegang orang yang di belakang. Mereka mencengkram erat tangan orang yang ada di belakang atau di depannya. Kuatir terjatuh atau diterkam harimau.

Rombongan berjalan merayap. Dengan langkah pelan dan teratur, mereka menuruni jalan. Berjalan paling depan, ada empat orang dari dinas kehutanan. Mereka inilah yang bertugas membuka jalan dengan parang yang dimiliki. Dengan tetap saling berpegangan tangan mereka mencari celah, untuk jalan yang bakal dilalui. Gamawan berada di baris keenam dari rombongan.

Selain merentangkan tangan saling mencengkram, rombongan juga menggunakan alat bantu sebisanya. Misalnya, jika ada rotan, maka rotan itu akan mereka ikatkan pada kayu yang ada di atas. Dengan cara demikian, rotan itu dapat mereka gunakan sebagai alat bantu.

Perjalanan malam itu lambat sekali. Kondisi jalan yang gelap dan turunan curam, sangat menyulitkan perjalanan.
Akhirnya, mereka menemukan sungai. Saat itu, kondisi sudah larut malam. Ketika mencapai tepian sungai, jarum jam di tangan menunjuk pukul 23.30. Untuk sejenak mereka bisa bernapas lega. Walau kegalauan dan sesuatu tak menentu, memenuhi hati dan pikiran.

Hal pertama yang dilakukan di tepian sungai, tentu saja menghitung jumlah anggota rombongan. Setiap orang diminta untuk berhitung. Sesuai dengan barisannya. Terdengar teriakan. Satu, dua, tiga, empat……… seratus dua puluh empat. Nah, berarti jumlah anggota lengkap.

Meski sudah berada di tepian sungai, tempat itu bukanlah sebuah lahan datar atau tanah lapang. Daerah itu merupakan sebuah punggung bukit yang curam. Mereka menentukan keputusan. Menginap dan istirahat di sana. Spontan saja, tiap orang meraba tanah yang dipijak. Tangan mereka meraba-raba tanah, batu, pasir atau mencari batang pohon. Sekedar menyangkutkan badan di sana dan tidak tergelincir ke bawah. Yang pasti, seketemunya saja dan tidak di dalam air.

Lewat tengah malam, sekitar pukul 12.30, mereka mengirimkan pesan lewat Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI). Isinya, rombongan itu tersesat. Meski begitu, mereka berpesan, keluarga atau orang yang berada di luar, jangan panik dengan kondisi itu.

Malam itu mereka bermalam di bawah payung semesta. Yang ada hanya gelap. Sepi dan pekat. Rombongan tidak sepenuhnya tertidur. Mereka letih dan capai, sementara perut menahan lapar dan belum terisi. Hanya makanan kecil, seperti roti atau biskuit yang tersisa. Itu pun tidak cukup sebagai pengobat rasa lapar.

Keadaan psikologis mereka pun rapuh. Ini lantaran mereka tak punya gambaran keadaan apapun di sekitar mereka. Gelap hampir merata. Mereka tak tahu sedang berada di mana.

Sarapan Pagi.

Kamis, 13 Agustus 1998. Sekitar pukul 05.00, sinar matahari mulai menerobos gelapnya lembah yang mereka tempati. Kilauan cahaya mentari, membangunkan seluruh rombongan. Serentak mereka bangun dan mengadakan salat berjamaah. Usai salat subuh, semuanya berkumpul.
“Ada yang masih punya bekal?”
Kepala Dinas Kesehatan, dr.Yasril Rifa’i masih menyimpan sebungkus pop mie. Mereka memasaknya. Setelah matang, pop mie itu mereka bagi kepada semuanya. Satu pop mie untuk 116 orang.

Dan minuman buat sarapan? Masih ada serbuk kopi yang rupanya masih tersisa. Ini mereka seduh dengan air. Hasilnya, sebotol kopi panas, seukuran botol minuman mineral besar. Kopi itu pun dihidangkan ke seluruh rombongan. Takarannya? Tiap satu orang, satu tutup botol minuman mineral itu. Mungkin, kata Gamawan, itulah kopi ternikmat yang pernah mereka minum.
“Saya yang terakhir. Orang lain duluan, saya kemudian,” kata Gamawan ketika ditawari kopi untuk kali pertama.

Tuntas “sarapan” mereka melanjutkan perjalanan dengan menyusuri sungai. Seharian mereka berjalan menyusuri daerah sepanjang aliran sungai. Sungai berkelok dan beriam. Sesekali memutar, karena sungai yang menghadang di depan terlalu lebar dan dalam.

Menjelang malam, mereka pun beristirahat di sekitar aliran sungai. Mereka bermalam dengan badan letih dan perut kosong.
Jum’at, 14 Agustus 1998. Pukul 07.00, hari sudah mulai terang. Mereka melanjutkan perjalanan. Berjalanlah mereka di sepanjang aliran sungai. Dari satu sungai kecil ke sungai yang lebih besar atau sebaliknya. Tiap orang harus berjuang. Mendaki bukit terjal atau menuruninya. Begitu seterusnya.

Sejak itu, tak ada lagi bekal tersisa. Mereka mengisi seluruh botol air mineral yang ada. Untuk menahan lapar, air itulah yang digunakan sebagai penganjal perut. Meski terjadi kekuatiran pada beberapa orang, air yang diminum kurang bersih atau tidak sehat. Tapi, dalam kondisi seperti itu, mereka harus yakin dengan apa yang ada di hadapannya. Dan memang, hanya air itulah yang dapat menolong mereka.
Saat itu, dari sebuah radio ORARI yang terpegang terdengar suara.

“Pa, papa gimana keadaannya?”
Yang ditanya langsung menjawab.
“Tenang saja, papa tidak apa-apa.”

Nada suara di seberang diliputi kecemasan. Sebuah kekuatiran, bakal terjadi sesuatu pada orang dicintainya. Suara yang terdengar di seberang adalah suara Gita, anak Gamawan. Dia menanyakan keadaan ayahnya. Suaranya diliputi kekuatiran. Kecemasan seorang anak terhadap ayahnya. Benny Mukhtar yang ada di dekat Gamawan, sempat meneteskan air mata.
Hari itu mereka berjalan sepanjang hari. Beriringan menelusuri lebatnya hutan. Siang itu, hujan datang mengguyur tubuh mereka. Sepanjang jalan mereka melihat pepohonan yang besar-besar. Pepohonan ini berjajar di kanan dan kiri jalan. Seandainya dua tangan orang dewasa direntangkan, tak akan bisa menjangkau diameter pohon itu.

Salah seorang staf kehutanan menilai, pohon itu umurnya sudah ratusan tahun. Kalau dijual, bisa mencapai harga sekira Rp 4,5 juta/ per batang. Ada kayu Borneo, Meranti, dan sejenisnya. Hutan itu belum tersentuh sama sekali. Rotan dan berbagai jenis tanaman langka, yang diperdagangkan dan dijual dengan harga mahal, ada di sana.

Sepanjang aliran sungai, mereka bisa melihat berbagai jenis ikan. Air sungai itu sangat jernih sekali. Bila mereka melemparkan sesuatu ke atas sungai, ikan berdatangan dan mengerumun. Tapi, mereka hanya sanggup menatap ikan itu. Tak ada alat penangkap yang bisa digunakan.

Sore hari, mereka menemukan delta, kawasan tempat bertemunya beberapa sungai. Lebar sungai itu sekitar 20 sampai 25 meter. Kedalamannya berfariasi. Mulai satu meter, dua meter, tiga meter dan banyak juga lubuk-lubuknya.

Selama perjalanan, mereka menyeberangi puluhan, bahkan ratusan sungai. Bila ada lubuk dalam dan tidak bisa dilewati, mereka akan berjalan memutar untuk menyeberanginya. Naik dan turun bukit lagi untuk mencapainya. Selama perjalanan itu pula, mereka selalu berhubungan dan dipandu ORARI. Mereka terus berjalan mengarah ke daerah yang rendah.

Malam itu, kembali seluruh rombongan berhenti di pinggiran sungai. Melepas lelah dan beristirahat. Gamawan memanggil seluruh pimpinan rombongan, untuk mengadakan diskusi. Mungkin, mereka melakukan suatu kesalahan, seperti wejangan yang diberikan sebelum berangkat. Mereka melakukan koreksi dan meminta maaf pada sang pencipta alam bila ada suatu kesalahan yang diperbuat.

Seluruh orang sudah merasa was-was. Mampukah mereka keluar? Nyatanya, sudah dua hari perut tak ada yang terisi. Dari diskusi itulah, mereka bersepakat untuk terus mengikuti jalur sungai, supaya seluruh rombongan bisa keluar dari rimba.
Sepanjang hari itu, rombongan tetap berjalan. Meski dengan perlahan. Mereka juga menghemat baterei di pesawat ORARI, dan menggunakannya sesekali saja. Hari itu, seluruh rombongan melewatkan bermalam di hutan. Di pinggir sungai seperti hari sebelumnya. Anehnya, setiap siang hari turun hujan. Dan bila malam menjelang, hujan tak tercurah. Mereka memasrahkan diri pada yang kuasa. Tak lupa, selama dalam perjalanan dan isrtirahat, mereka melakukan salat berjamaah bersama.

Malam itu, nampak seseorang sedang termenung sendirian di antara kerumunan orang. Badannya subur dengan senyum selalu terkembang di wajahnya, ketika berbicara.

“Ambo ulang tahun ni Pak,” kata lelaki itu.
“Ya, kita nikmati saja di hutan ini,” jawab Gamawan, sambil mengucapkan selamat ulang tahun dan memeluk Benny Mukhtar.
Sabtu, 15 Agustus 1998.

Hari telah menjelang pagi. Mereka kembali berkumpul. Seluruh rombongan ditanya, apa ada bahan mentah yang masih tersisa. Ternyata ada. Mungkin, dia segan mengeluarkan dari awal, karena bekalnya sedikit. Ada beras setengah liter, ada juga pop me. Mereka memasak bahan itu dengan alat masak, dan mencampurnya jadi satu. Gamawan ikut mengaduk bahan itu. Hasilnya, jadilah nasi lembek hampir mirip bubur.

Nasi dibagikan kepada 116 orang. Sebagai piringnya, mereka menggunakan daun untuk alas makan. Pokoknya, asal masih dapat untuk bertahan hidup.
Selanjutnya, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Melihat perjalanan rombongan yang sangat lamban dan tertatih, muncul usul mengirim orang yang masih punya tenaga ekstra untuk berjalan terlebih dahulu dan meneruskan perjalanan. Dari perundingan yang dilakukan, ada enam orang yang masih mampu berjalan cepat. Mereka mengusulkan diri.

“Biarlah Pak, kami yang berjalan dulu menelusuri ini, agar bisa lebih cepat dapat bantuan.”

Hal itu dapat dimaklumi, kalau mereka terus berjalan bersama 116 orang, memang tidak bisa berjalan dengan cepat. Karena harus saling menunggu yang lain. Mereka memperkirakan, rata-rata dalam satu jam, hanya mampu menempuh jarak, setengah sampai satu kilo meter saja.

Mereka sudah memasrahkan diri pada Yang Maha Kuasa. Kalau memang yang kuasa masih memberikan hidup. Tapi kalau tidak, barang kali inilah hidup. Memang tidak ada pilihan lain.

Gubernur Pimpin Pencarian
Di tempat terpisah, Gubernur Dunidja mengkoordinasikan tim pencarian, di tempat yang diperkirakan bakal menjadi keluarnya rombongan. Melalui ORARI, Dunidja memberitahukan pada rombongan, bahwa masyarakat telah diliputi kecemasan. Dia berbicara langsung pada rombongan yang tersesat.
“Ini ada helikopter terbang, nampak ndak?” suara Gubernur terdengar dari pesawat ORARI.

Dari dalam hutan, mereka tak melihat helikopter itu. Bahkan suaranya pun tak terdengar. Lebatnya pepohon yang ada di hutan menghalangi pandangan mereka. Dedaunan pohon saling bertemu, satu dengan lainnya. Sebaliknya, mereka yang berada di dalam helikopter tak melihat orang-orang yang sedang tersesat itu. Tim SAR dari udara kebingungan.

Rombongan Gamawan kembali mengabarkan, posisi mereka berada di sungai, yang lebarnya antara 20-25 meter. Tim SAR lagi-lagi kebingungan untuk mencari lokasi sungai. Dari udara, mereka melihat ada banyak sungai.

Selain menggunakan helikopter, tim penolong juga menembakkan senjata ke udara, sebagai tembakan salvo. Melalui alat komunikasi, Vita Nova meminta Gamawan untuk mendengarkan bunyi tembakan.

“Bapak, coba dengar tembakan salvo ini, dengar atau tidak?”
“Tidak.”

Padahal, bunyi tembakan itu keras. Berarti, posisi mereka masih jauh, pikir Vita.
Sabtu, 15 Agustus 1998. Ada berita dari ORARI, dari rombongan enam orang yang berangkat duluan, salah seorang di antaranya sudah masuk perkampungan. Tim SAR akan segera mengirimkan bantuan.

Pada pukul 14.00, mereka terus melanjutkan perjalanan. Akhirnya, mereka ketemu dengan rombongan yang sebelumnya sudah berangkat duluan. Mereka mendapat bantuan makanan. Ternyata, dari enam orang itu, hanya satu yang masih bisa melanjutkan perjalanan. Yang lain tercecer dan berhenti di tengah jalan. Yang selamat sampai tujuan bernama Bakri. Bajunya sampai koyak-koyak. Dia terus berjalan dan menyeberangi sungai yang ada.

Orang yang berada di perkampungan kaget, ada orang berjalan dari hutan sendirian dengan baju terkoyak. Setelah dia menjelaskan, akhirnya penduduk tahu dan menjemput rombongan yang lain. Perkampungan itu merupakan sebuah bukit. Namanya bukit Gogoan. Di bukit itulah, banyak terdapat bahan mentah untuk produksi semen.

Lima orang yang semula berangkat lebih awal, akhirnya sampai juga di perkampungan terdekat. Begitu pun dengan dua belas orang yang tadinya, berusaha mencari jejak dan tanda-tanda awal. Mereka telah sampai juga di sana. Hampir bersamaan waktunya.

Setelah melakukan sujud syukur, Gamawan langsung salat. Cukup lama dia salat.
Perkampungan itu masih jauh dari tempat di mana semua orang sedang menunggu mereka. Malam itu, mereka melewatkan tidur di perkampungan terdekat ini. Setidaknya, secara fisik mereka telah ditemukan oleh tim SAR dan penolong.
Minggu, 16 Agustus 1998, pagi. Rombongan Gamawan menuju perkampungan. Akhirnya, seluruh rombongan sampai juga di Posko Pencarian. Mereka mendapat bantuan kesehatan dan makanan. Seluruh rombongan melakukan sujud syukur. Mereka telah terhindar dari sebuah bencana besar. Bencana yang hampir saja merengut nyawa mereka.

Seluruh rombongan tiba di posko. Waktu itu orang menamakan Posko Pencarian Bupati Solok. Tempat itu ada di Kampung Serabutan, Kabupaten Pariaman.
Dalam sekejap, tempat itu telah berubah seperti pasar dan kampung baru. Orang berdatangan dari segenap penjuru ingin mendengar kabar. Begitu pun seluruh anggota keluarga yang tersesat, berkumpul di sana. Segala perasaan seolah tertumpah. Peluk bahagia dan tangis mewarnai pertemuan.

Tim penolong sibuk menangani beberapa orang yang terluka. Ada orang yang kulitnya terkena kayu Jilatang, yang kalau tersentuh, akan mengakibatkan kulit terkelupas dan seperti terbakar. Ali Danar, seorang kepala cabang Bank Bukopin Solok, mengalami patah kaki dan harus ditandu.
Empat orang mengalami halusinasi. Mereka menggigau dan bicara sendiri, seakan-akan, masih berada di hutan.
Peristiwa menghebohkan itu disiarkan secara luas oleh media massa, baik lokal , nasional, maupun internasional.

Seminggu setelah itu, Gamawan membuat syukuran di tempat itu. Seekor kambing dipotong. Syukuran itu diisi dengan doa dan berbagai sambutan dari para tetua adat, masyarakat, organisasi masyarakat dan semua pihak.

“Secemas-cemasnya bapak yang tersesat di hutan, masih cemas kami yang di luar. Karena, bapak adalah pemimpin yang selama ini selalu bersama-sama, dan diidolakan semua orang,” kata tetua masyarakat.

Pada hari kesepuluh, Gamawan juga mengadakan acara yang sama di lingkungan pegawai Kabupaten Solok. Dalam acara itu, Gamawan mengundang warga Kampung Serabutan. Dia menyediakan kendaraan dan menjemput mereka. Bagi Gamawan, mereka itulah yang banyak membantu rombongan ketika tersesat. Gamawan menganggap kampung itu adalah kampung keduanya, setelah Alahan Panjang. ***

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

UIN Imam Bonjol padang, gelar acara wisuda Ke- 82. tahun 2019,  Acara wisuda ini di gelar  hari Sabtu 19 - 20 Oktober 2019 di Auditorium UIN IB Padang Sumatera Barat.

1204 lulus sarjana, dari fakultas Adab dan Humaniora 181, fakultas Dakwah dan ilmu komunikasi 148, fakultas syariah 152, fakultas Tarbiyah dan keguruan 234, fakultas Ushuluddin dan studi Agama 92, fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 317, program pascasarjana S.3 ( 13 ), dan program pascasarjana S.2 ( 67 ). 

Dalam acara wisuda ini, di hadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Ketua Senat Prof. Dr. Saifullah, MA dan para anggota, Direktur Pascasarjana, para Dekan, Bupati Tanah Datar Drs. H. Irdinansyah Tarmizi selaku Ketua Alumni UIN IB, Pimpinan Bank Syariah Mandiri Padang, Bank Mandiri, Bank Nagari, mewakili Pemko Padang, serta orang tua wisudawan/wati dan para undangan lainnya.

Rektor UIN Imam Bonjol padang, Dr. Eka Putra Wirman, MA berharap seluruh lulusan sarjana yang di wisuda hari ini, memiliki daya kompetitif, sehingga bisa beraktivitas diberbagai profesi yang relevan dengan background pendidikannya, dan mampu berkontribusi positif untuk masyarakat banyak.

Lebih lanjut Eka Putra Wirman mengatakan, agar para lulusan sarjana ini bisa memanfaakan dan mengamalkan ilmu yang didapatkannya selama di UIN ini, dan tetaplah menjaga kepribadian dan berakhlak mulia sebagai seorang muslim dan alumni universitas Islam. 

Ucap eka. Eka putra juga memaparkan, , ke depan akan membuka sekitar tiga program studi lagi. Dua diantaranya, Program Studi Sikologi dan Program Studi Ilmu Kesehatan. Pasalnya, dalam mengajukan Fakultas Sains dan Teknologi ini, pihaknya mengajukan lima program studi, dan baru dua yang diizinkan.

Selain itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan akreditasi Internasional Organization for Standardization (ISO) untuk institusi dan salah satu program studi di FEBI. Kemudian pihaknya, menargetkan tahun 2020 semua program studi sudah terakreditasi unggul.

Sekarang institusi UIN Imam Bonjol sudah terakreditasi B, empat program studi akreditasi A, selebihnya akreditasi B. Jadi sudah tidak ada lagi akreditasi C, dengan itu di tahun 2020 kita targetkan 50 % terakreditasi A, supaya akreditasi institusi kita juga bisa A," ungkap Eka putra wilman . (Ay)

IMPIANNEWS.COM
"Walikota : Silahkan Perbanyak Event, Pemko Payakumbuh Siap Bantu Anggaran"

Payakumbuh, --- Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi bersama Wakil Walikota Erwin Yunaz membuka secara resmi kegiatan Jelajah Alam Paliko (JAP) ke-9. Gelaran kali ini JAP mengangkat tema Wisata Kapalo Banda Adventure Trail yang mengambil garis star di Kawasan Bukik Bulek, Nagari Taram Kabupaten Lima Puluh Kota, Minggu (20/10/2019). 

Tak kurang dari 800 rider dari sejumlah provinsi ambil bagian dalam kegiatan ini. "Dari data yang ada, lebih dari 800 peserta.sudah mendaftar dari berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Riau, Jambi, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung dan Tuan Rumah Sumatera Barat," ujar Ketua Panitia, Melky.Guslow.

Sementara Walikota Payakumbuh dalam sambutan mengucapkan selamat datang kepada para peserta JAP 9 di Luak Limopuluah. Walikota menyambut baik terselenggaranya event tersebut karena memberi dampak positid bagi daerah.

"Kehadiran ratusan peserta dari luar daerah tentu membawa keuntungan tersendiri bagi Payakumbuh dan Lima Puluh Kota paling tidak sektor kuliner dan penginapan akan hidup," ujar Walikota Riza.

Walikota mendorong event serupa diperbanyak agar peluang promosi Kota Payakumbuh dan Luak Limo Puluah lebih banyak lagi.

"Kami sangat mendukung keberadaan event ini, tolong ini diperbanyak. Kami bahkan siap membantu dari sisi penganggaran," ujar Riza. 

Walikota berpesan agar para rider berhati-hati dalam menjalani lomba yang memacu adrenalin tersebut.

"Jaga keselamatan, savety diutamakan dan jangan sampai ada kecelakaan karena kelalaian kita," pesan Riza. 

JAP 9 sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang diangkatkan oleh Komunitas Trapay 50 (Trail Adventure Payakumbuh Limapuluh Kota). JAP ini ditujukan untuk memperkenalkan keindahan alam Luak Limo Puluah bagi rider pecandu motor trail. Sebelumnya, pelaksanaan JAP 8 pada Desember 2018, Trapay 50 memilih rute Panorama Ampangan Kota Payakumbuh menuju ke Panorama Kayu Kolek Kabupaten Lima Puluh Kota.

Menariknya, sebagaimana gelaran sebelumnya, Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz kembali ambil bagian sebagai peserta.(rel/ul)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang diwakili oleh Kabag Kesra Ulfakhri hadiri perayaan khatam Al-quran yang ke XII MDTA Al Hidayah Perumnas Kubang Gajah Kelurahan Limbukan, Minggu (20/10/2019)

Pada perayaan khatam Al-quran tahun ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 12 orang perempuan serta 3 orang untuk wisuda iqra'," kata Firdaus Sawir Ketua panitia khatam Al-quran.

Firdaus berpesan agar pendidikan Al-quran bagi anak-anak yang ikut khatam jangan sampai terputus pendidikan Al-qurannya supaya terus ditingkatkan ketingkat yg lebih tinggi, supaya bisa menjadi qori dan qoriah terbaik di Payakumbuh.

"Besar harapan untuk anak-anak kita menjadi anak yg baik dan meningkatkan kualitas iman dan taqwa serta untuk orang tua supaya bisa mengawasi anak-anak kita dari pengaruh buruk media sosial," ucapnya.

Sementara itu Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang diwakili Kabag Kesra Ul Fackhti menyebut setelah khatam Al-quran bukan berarti berhenti membaca Al-quran tetapi semakin akrab dengan Al-quran

"Orang yang mengerti kitabullah insyaallah adat bisa kita optimalkan di minangkabau," katanya.

Ul Fakhri mengatakan kembangkanlah potensi mereka, perkuatlah motivasi untuk meraih prestasi berilah spirit pada generasi muda agar menjadi yang terdepan.

"Mari kita perkuat iman dan taqwa generasi muda kita tingkatkanlah kecintaannya pada Al-quran jadilah generasi yang qurani untuk Payakumbuh menang," pungkasnya. (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM.


Payakumbuh, --- Sebagai Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz memiliki pandangan yang besar terhadap bagaimana majunya pola pikir masyarakat, generasi muda khususnya di era yang berkembang pesat saat sekarang ini.

Hal ini tentu menjadi sebuah PR bagi dirinya sebagai wakil kepala daerah dalam mendampingi Walikota Riza Falepi memimpin Payakumbuh. "Jiwa bisnis", Erwin yang merupakan seorang Sarjana Ekonomi dan Magister Managemen ini tentu memiliki segudang pengalaman dan teori bagaimana mengelola perbisnisan.

Saat menyerahkan hadiah lomba Aku Saudagar Muda yang merupakan Program dari Rumah Kreatif BUMN (RKBUMN) Kota Payakumbuh di SMAN 1 Payakumbuh, Kamis (17/10/2019) lalu. 

Erwin menyampaikan sebuah harapan besar kepada anak-anak muda Payakumbuh.

"Kebanyakan orang sekarang melakukan hal yang sama untuk berwirausaha, namun yang unggul tentunya adalah orang yang memiliki perhatian lebih, dan sekarangpun semua orang ingin maju, namun tidak semuanya mau menikmati prosesnya, lantas yang terjadi mereka hanya berjalan di tempat yang sama tanpa ada progres," kata Erwin Yunaz.

Erwin juga menyebutkan, "Future belongs to creative people", masadepan ada untuk orang-orang yang kreatif, dibutuhkan tidak hanya sekedar skill saja, juga memahami bagaimana tuntutan era revolusi industri 4.0, kreatif.

"Kreatif itu, orang-orang muda yang paham bahwa mereka ada di zamannya, banyak orang berfikir dengan kuliah, setelah mereka tamat maka mereka akan langsung bekerja, sesungguhnya mereka terlambat. Zaman sekarang, dunia kerja menanti orang-orang yang berskill dan juga menyukai tantangan, Kaum Millenial itu semakin ditantang, semakin bersinar, bukan ditantang ciut nyalinya," kata Erwin.

Erwin menghimbau generasi muda untuk dapat membangun jiwa wirausaha sejak mereka dibangku sekolah, karena ada banyak ilmu yang bisa digali dari para pelaku usaha yang telah sukses di sekelilingnya.

"Disanalah proses yang harus idilalui, tanyakan kepada mereka bagaimana mereka membangun usahanya, bagaimana mereka memasarkannya dan bersinergi bersama wirausaha lainnya sehingga mereka bisa sukses, anak-anak usia sekolah memiliki banyak waktu untuk melakukan proses itu," kata Erwin Yunaz.

"Berwirausaha tidak akan mengganggu proses masa depan para siswa sekolah, namun justru akan membuat mereka kuat untuk menyongsong masa depan, pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh adalah yang terbaik di Sumatera Barat, jadilah generasi unggul untuk Indonesia maju," ajak Erwin. (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Wakil Walikota Kedatangan tamu dari Universitas Negeri Padang di rumah dinasnya, Minggu (20/10/2019). Tamu yang terdiri dari 40 mahasiswa dan 8 dosen dari UNP ini disambut Erwin Yunaz sekaligus dijamu makan siang bersama.

Rombongan yang dipimpin Dr. Khairani, M.Pd dosen jurusan geografi didampingi Rengga Satri, MA.Pd Sekretaris Jurusan IAI UNP menemani mahasiswa ilmu agama islam untuk melaksanakan pelatihan guru dan bimbingan teknis penelitian tindakan kelas guru PAI se Kota Payakumbuh di kantor kemenag Kota Payakumbuh.

Dihadapan tamu istimewa itu, Erwin Yunaz memiliki harapan bagaimana kekuatan sebagai umat yang berpendidikan harus lebih dipahami lagi, ramai jangan sampai kosong, besar jangan sampai kalah. Dunia pendidikan adalah umat yang berilmu, disanalah tempat menggalang kekuatan kebersamaan.

"UNP termasuk salahsatu kampus dengan mahasiswa terbanyak di Sumatera. Dengan jumlah itu, membangun ekonomi adalah tantangan, karena orang lain besar karena kita membeli sesuatu dari mereka secara ekonomi," kata Erwin.

"Kekuatan dari ramainya massa adalah untuk membangun ekonomi umat, maka kita akan besar. Kebersamaan kita dengan kekuatan sedekah, saling membeli, saling berniaga bukan tidak mungkin umat islam kuat kedepannya. Ilmu sudah ada, ekonomi juga harus kita ambil," pesan Erwin kepada mahasiwa yang hadir.

Usai makan dan sesi foto bersama wawako, rombongan tamu melanjutkan perjalanan menikmati sejenak Wisata di Luak Limopuluah. (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM.

Balaikota, --- Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan penghijauan Kawasan Kantor Balaikota Payakumbuh, Eks. Lapangan Poliko melalui penanaman sejumlah pohon Trembesi di areal halaman kantor. Dipilihnya Pohon Trembesi karena dinilai memiliki banyak manfaat lingkungan.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Dafrul Pasi melalui Kabid Pertamanan Yunimar saat ditemui disela-sela penanaman, Sabtu (19/10/2019) pagi. 

Dikatakan, pemilihan pohon trembesi sudah melalui persetujuan Pimpinan daerah.

"Pohon trembesi ini punya banyak manfaat lingkungan. Dia dipercaya mampu mengurangi dampak pemanasan global yang mengancam bumi," ujar Yunimar.

Pohon Trembesi ini juga sering disebut pohon hujan. Bentangan kanopinya bisa mencapai 30 meter. Konon, tajuknya yang lebar tersebut dapat menurunkan suhu mikro 3-4 derajat Celcius.

Dari literatur yang ada, kelebihan lain dari pohon ini adalah kemampuannya menyerap karbondioksida (CO2) sebanyak 28,5 ton per tahun, sebagaimana hasil penelitian Dr. Endes N Dahlan, dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Hasil penelitian juga membuktikan bahwa Trembesi yang ditanam di atas lahan satu hektar dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen (O2) yang mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk 1.550 orang per hari.

Semoga wajah Kantor Balaikota Payakumbuh semakin Sejuk dan indah, sekaligus memenuhi harapan Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota Erwin Yunaz untuk menjadikan Balaikota sebagai tempat layanan yang nyaman, tertib, indah dan bikin betah. (rel/ul)

Usai goro mingguan, Wawako Erwin Yunaz dan istri makan bersama warga Kelurahan Sapaku
IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Hampir satu bulan sudah Warga Kelurahan Sawah Padang Aur Kuning (Sapaku)  kecamatan Payakumbuh Selatan melaksanakan gotong royong setiap Minggu sebagai wujud persiapan reboisasi dan penanaman pelindung produktif bagi masyarakat. Goro mingguan tersebut dikomandoi langsung Camat Payakumbuh Selatan, Juneidi dibantu Lurah Sapaku Novri bersama warga kelurahan yang belum beberapa tahun digabungkan. 

Walau demikian, tiadalah tampak pembeda yang akan merusak kebersamaan warga karena kelurahan tersebut adalah kawasan kenagarian Aur Kuning yang selama ini sudah kompak dalam kekerabatan adat. 

Bukan hanya itu, goro tersebut juga tampak dihadiri Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz yang kala itu hadir bersama istrinya, Magdalena dan ikut berbaur dengan warga setempat.

Adapun bentuk giat yang dilaksanakan setiap minggu, sebagaimana diterangkan Camat Juneidi saat dihubungi impiannews.com di lokasi goro, Minggu (20/10/2019) siang usai makan bersama.

"Insyaallah besok, Walikota Payakumbuh melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan akan menyerahkan bibit tanaman untuk warga kita. Bibit tanaman tersebut selanjutnya akan diserahkan secara resmi di kantor lurah. Adapun jenis bibit tanaman adalah bibit pepaya madu, jambu madu, sirsak madu dan jambu biji madu. Sesuai rembug dengan warga, bibit tersebut akan ditanam di pekarangan warga dan sebagian kita tanam sebagai pelindung dan reboisasi," terang Juneidi diamini Lurah Sapaku Novri.

Dikatakan Juneidi, bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan motivasi dari Wakil Walikota bersama Ibu yang selalu hadir dalam goro, bersama warga. 

"Goro mingguan warga Sapaku selalu dihadiri Pak Wawako bersama Ibu. Memberikan wejangan kepada warga akan pentingnya melestarikan semangat kebersamaan. Wawako langsung berbaur bersama warga dalam goro mingguan untuk membuat lobang guna penanaman bibit pohon sebagai reboisasi di pematang Batang Sukali. Untuk mendukung budidaya ikan larangan di Batang Sukali. Wawako tampak memotovasi warga untuk mengeluarkan Sedimen pasir yang mengendap di Batang Sukali. Bibit ikan sumbangan donatur sudah dilepas pengurus KPS yang sudah terbentuk, "imbuhnya.

Sementara, Wakil Walikota Erwin Yunaz saat meninjau goro persiapan penanaman bibit pohon pelindung produktif dan reboisasi mengharapkan warga intenskan persiapan. 

"Intens yang kami maksudkan adalah adanya semangat kebersamaan warga dalam rangka menyiapkan segala sesuatu sebelum giat digelar. Itu sudah dilaksanakan warga kelurahan Sapaku. Namun yang tak kalah penting adalah managemen perawatan, tentunya juga dengan kebersamaan. Sehingga hasil atau produksi mendatang sesuai dengan harapan bersama. Hindari hal kecil yang dapat membuat keretakan, terkhusus dalam budidaya ikan larangan. Ikan larangan yang dikelola KPS ini merupakan yang kedua di Payakumbuh Selatan, yabg dikelola langsung kelompok warga. Mari kita jaga dan manfaatkan lingkungan kita sehingga bisa mendatangkan income bagi keluarga dan masyarakat. Kami apresiasi kekompakan warga, hal ini harus kita jaga dan tingkatnya,"apresiasi Erwin Yunaz.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Edvidel Arda sat dihubungi juga membenarkan bahwa pada Senin - Selasa Dinas Ketapang akan mendistribusikan bibit tanaman pekarangan kepada warga Sapaku. Kelurahan Sapaku sudah harumkan nama Payakumbuh di tingkat provinsi tahun 2018 lalu. 

"Disamping ini sudah menjadi program kerja kita di Dinas Ketapang, Boleh juga bahasa media "reward" kita pakaikan dalam giat besok,"terang singkat Edvidel Arda, Sabtu (19/10/2019).(ul)


IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Dalam sebuah kunjungan silaturrahimnya dengan Walikota Payakumbuh, Minggu (20/10/2019) siang Seniman dan budayawan Sumbar Pinto Janir kepada media sampaikan rasa dan pengalamannya saat berbincang masalah budaya dan pertumbuhan Payakumbuh sebagai salah satu kota kecil di Indonesia yang kaya prestasi dan sibuk membangun di segala lini.

Pinto pun bercerita, pada Minggu siang dirinya berduskusi tentang seni dan budaya, tentang berkesenian dan kebudayaan dengan Walikota Payakumbuh. Pinto menyempatkan diri mengenal Ia (Riza Falepi) sebagai seorang sosok yang berdialektika asik dan santun. Sosok nan selalu masak (paham) di kato nan empat. 

"Kepada nan kecil ia sayangi, ke sesama gadang saling hormati, dan ia santun ke nan lebih tua. Kata kiasnya, cerdas dalam simbol kearifan. Ia disayang banyak orang. Bersahaja. Murah senyum. Dan ramah menyapa. Pikirannya berkanvas indah di atas Kota Payakumbuh yang terpancang diberbagai sudut ruang pembangunan yang gemilang,"tulis Pinto.

Dikatakan Pinto, Ia bawa kota ini ke tingkat hidup yang lebih baik di ruang kesejahteraan rakyat. 

"Itu terbukti dengan tinggi Pertumbuhan Ekonomi kota ini. Yakni, 6,8 %, di atas rata rata PE propinsi dan Nasional. Kota ini sedang membangun " kota terencana" di lahan seluas 30 hektar. Kota baru itu, ia rencanakan bernama " Kota Nan Empat". 

Diakui Pinto bahwa berdialog dengan Walikota Riza Falepi yang bergelar Datuk Rajo ka Ampek Suku, sungguhlah mencerahkan. 

"Ia sosok " smart" yang tampaknya-- dapat dibaca-- yang berkonsep pembangunan berkebudayaan. Atau, pembangunan berbasis budaya. Pembangunan yang berkesesuaian dengan kearifan lokal dalam filsafat adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Payakumbuh, kota bernarasi santun yang kaya literasi,"paparnya.

"Saya juga tak pernah menyangka, rupanya, Pak Walikota kita ini adalah 'penyair tersembunyi' di ruang sunyi dalam aksara beraroma sufi. Kepada saya, ia peragakan beberapa puisinya yang ia tulis dengan tangan. Saya mengumpulkan bahasa hati di atas lembaran kertas kertas itu. Saran saya, kumpulan puisi Pak Riza , bagusnya kita bukukan,"sebut Pinto, lagi.

"Riza di nan empat huruf itu , yakni R nan Ramah, I nan Integritas, Z nan (d)Zikir dan A nan Amiin ( jujur/terpercaya) .  Selalu ada saja literasi di kota yang santun ini,"pungkas Pinto.(rel)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Tim Visinema Picture bersama Komisi Film Daerah (KFD) Padang bertemu Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa di kediamannya di Jalan A. Yani Padang, Jumat (18/10/2019). 

Di kesempatan itu, Chyntia dari Visinema Picture mengundang langsung Wawako Hendri beserta istri Genny Putrinda untuk bisa menghadiri Gala Premiere Film Love For Sale 2 atau "Cinto Untuak Dijua 2" Di XXI Transmart Padang pada Minggu (20/10/2019) pukul 19.00 WIB.

Chyntia mengatakan, film berjudul Love For Sale 2 tersebut mengangkat cerita tentang sebuah keluarga Minang, untuk itu Visinema Picture juga mengeluarkan poster filmnya versi bahasa Minang.

Pada pertemuan itu, Wawako Hendri Septa mengucapkan terimakasih atas undangan Visinema Picture dan akan mengusahakan untuk menghadiri Gala Premiere Love For Sale bersama istri.

"In syaa allah saya dan istri akan datang. Karena kami memang suka sekali nonton film. Saya suka film action dan istri saya suka film Indonesia", imbuhnya. (th)

IMPIANNEWS.COM
LIMAPULUH KOTA, --- Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, diam-diam melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPC PKB Limapuluh Kota. Keputusan tersebut dikatakan, guna menjaga konsistensi dalam mengurus pencalonan dirinya untuk Bupati Limapuluh Kota periode 2021-2026 dari jalur perseorangan (independen). 

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Ferizal Ridwan ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/10) siang. 

"Keputusan saya ini sudah bulat, melalui perhitungan dan pertimbangan matang secara prinsip," kata Ferizal Ridwan, sembari meyakinkan dirinya konsisten maju dari jalur perseorangan berpasangan dengan Nurkhalis. 

Ferizal memaparkan, ia secara pribadi sudah mengurus proses pengunduran diri selaku ketua DPC PKB sejak 1 Oktober 2019 lalu. Hanya saja, Ferizal memilih momen 20 Oktober 2019 hari ini untuk mengirimkan surat pengunduran diri tersebut kepada Ketua DPP PKB di Jakarta. 

Ada sejumlah alasan mengapa Ferizal Ridwan mengajukan pengunduran diri dari partai besutan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid tersebut. Menurutnya, pertama, ia mau konsentrasi pada pencalonan kepala daerah melalui jalur indenpenden berasama Nurkhalis.

"Kedua, saya tidak ingin Partai yang sudah kami besarkan bersama-sama terhalang hak-haknya dalam mengikuti atau mengusung calon kepala daerah. Mengingat mekanisme dan tahapan pilkada 2020 tinggal hitungan bulan," tambah Ferizal Ridwan. 

Ketiga, Ferizal menginginkan seluruh proses politik dapat berjalan dengan baik, dan langkah tersebut diambil atas kesadaran sendiri. Ia menambahkan, keputusan meletakkan posisi ketua DPC PKB sebelumnya sudah dibicarakan pada internal partai. 

"Sebelum mengambil keputusan ini, saya sudah koordinasi dan konsultasi dengan internal partai, mulai dari sekretaris DPC serta pengurus lainnya. Mudah-mudahan keputusan ini, semakin meneguhkan niat kita bersama dalam membumikan politik yang Rahmatan Lil Alamin," harap Ferizal Ridwan. (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Wali Kota Padang Mahyeldi menegaskan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Provinsi Sumatera Barat terhadap salah seorang ASN Pemko Padang yang berdinas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) harus dijadikan pelajaran dan peringatan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemko Padang.

"OTT ini harus menjadi bahan evaluasi kita semua. Dan bagi ASN harus lebih berhati-hati lagi dalam bekerja dengan mentaati seluruh aturan yang ada", ungkap Mahyeldi saat menggelar jumpa pers, di kediaman resminya di Jalan A, Yani, Minggu (20/10/2019) siang. Di kesempatan itu, juga dihadiri Sekretaris Daerah Amasrul, Inspektur Corri Saidan, Kepala Bapenda Alfiadi, Kabag Humas Edi Dharma dan Sekretaris Bapenda Syukral Saukani.

Ia mengatakan, Pemko Padang sangat konsisten dan serius dalam pemberantasan tindakan korupsi dan pungutan liar. Hal itu telah dibuktikan dengan pembentukan Satgas Pungli di Kota Padang. 

Lebih lanjut dijelaskan, dalam mengatasi tindakan korupsi, Kota Padang juga telah diawasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat. Serta, merekemondasikan tiga OPD untuk mengikuti desk evaluasi Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Koruspi (WBK) dari Kemenpan-RB. 

"Dan juga saat ini, kita sedang menyiapkan sistem pembayaran secara online bagi semua jenis pelayanan untuk menutup celah terjadinya korupsi. Ini bentuk komitmen menghadirkan wilayah bebas korupsi di Kota Padang", ulasnya lagi.

Terkait dengan OTT tersebut, Mahyeldi mengatakan, dirinya masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan dari pihak kepolisian. "Kita Pemko Padang menghormati proses hukum yang terjadi, dan jika sudah terbukti melanggar maka kita lihat aturan yang berlaku untuk memberikan sanksi," tutur Mahyeldi.  

Ia juga mengingatkan, dalam mengurus administrasi atau apapun yang berkaitan dengan hal bayar membayar dengan aparatur Pemko Padang harus ada bukti kwitansi. 

"Jika aparatur tidak memberikan kwitansi, berarti ada indikasi pungli atau tindakan penyimpangan lainnya", tutup Mahyeldi. (th).

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Ikatan Alumni Mahasiswa Indonesia (IARMI) Kota Padang menggelar Apel Gabungan dengan mengikutsertakan Resimen Mahasiswa (Menwa) se Sumatera Barat (Sumbar) di kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (19/10/2019).

Bertindak sebagai pembina apel gabungan tersebut Dewan Pimpinan Penasehat IARMI Sumbar Rusdan. Apel gabungan tersebut juga dihadiri Komandan Menwa Maharuyung Sumbar Wahyu Iramana Putra, Pengurus Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Sumbar dan Menwa aktif di lingkungan Perguruan Tinggi se-Sumbar.

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pimpinan Penasehat IARMI Sumbar Rusdan usia memberikan amanat dalam apel gabungan itu menyampaikan, Menwa merupakan salah satu komponen masyarakat yang sangat istimewa, karena satu-satunya komponen yang diberikan ilmu kemiliteran dan strategi kemiliteran secara terbatas sejak dini adalah mahasiswa yang tergabung dalam Menwa. "Oleh karenanya, Menwa diharapakan menjadi salah satu satu bagian gardan terdepan apabila terjadi permasalahan, Menwa dapat membantu menyelesaikan bersama komponen bangsa lainnya," ujar Rusdan.

Selain itu, kata Rusdan, Menwa juga dapat manjadi salah satu komponen untuk menyampaikan berbagai informasi berkaitan dengan bangsa ini kepada masyarakat. Apalagi belakang ini banyak informasi yang beredar tidak benar (Hoax).

 "Maka dengan berkumpul bersama melalui Apel gabungan ini, pimpinan akan memberikan informasi kepada kita, mana informasi yang benar dan yang tidak benar. Sehingga informasi yang benar tersebut dapat kita sampaikan kepada masyarakat," tambahnya.

Ia berharap, melalui apel gabungan ini dapat memperkuat hubungan silaturahim antar sesama rekan Menwa perguruan tinggi se Sumbar dengan IARMI Sumbar, sehingga kedepan Menwa di Sumbar dapat menjadi lebih baik lagi. "Kita berharap, adek-adek Resimen Mahasiswa terus belajar dan tingkatkan pendidikan," pintanya mengakhiri.

Sementara itu, Komandan Menwa Maharuyung Sumbar Wahyu Iramana Putra mengatakan, Resimen Mahasiswa harus menjadi panca Indra didalam aktivitas kampus. Menjadi penyeimbang dan penggerak serta memberikan sumber pemikiran bagi kampus terutama dalam menegakkan kedisiplinan yang selama ini masih kurang di kampus.

"Resimen Mahasiswa dinilai efektif di dalam meningkatkan kedisiplinan bagi mahasiswa kampus, karena pendidikan kedisiplinan merupakan bahagian utama dalam Menwa," jelasnya.

Ia menambahkan, Menwa merupakan salah satu komponen yang selalu siap bersama pemerintah untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan kepemerintahan. Sebagaimana dengan keluar Undang-ndang terbaru, bahwa Menwa merupakan komponen nasional yang sewaktu-waktu apabila dibutuhkan, Menwa dapat membantu persoalan tersebut. 

"Apalagi Menwa sejauh ini telah banyak menjadi pemimpin dari bangsa. Dengan menjadi komponen nasional dari bangsa ini, maka akan memberikan pelajaran sehingga suatu saat mereka menjadi pemimpin, mereka sudah punya bekal keilmuan," tukuknya.

Dikesempatan yang sama, Ketua DPK IARMI Kota Padang Edi Rifa'i menjelaskan, tujuan dilakukan apel gabungan ini untuk menjalin silaturahim antar Resimen Mahasiswa Sumatera Barat serta ajang untuk berdiskusi dan shering terhadap program Menwa yang dilaksanakan dimasing-masing kampus.

"Selain itu, setelah Apel gabungan ini juga akan diadakan seminar tentang wawasan kebangsaan dan pada Minggu (20/10/2019) akan dilaksanakan bakti sosial di Danau Cimpago seperti bersih pantai dan dilanjutkan dengan penanaman pohon," imbuhnya.(th)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.