Latest Post

IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Wakil Walikota Padang Hendri Septa menghadiri Indonesia Economic Sharia Festival (ISEF) 2019 di Merak Room 1, Jakarta Convention Center (JCC) , Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Hendri Septa selaku Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Padang berharap melalui ISEF 2019 terbuka jalan terang untuk sektor ekonomi keuangan syariah. Tidak hanya di level nasional, dimana Indonesia menjadi rujukan (center of excellence) ekonomi keuangan syariah dunia, tetapi juga akan berdampak terhadap menggeliatnya ekonomi syariah di Kota Padang.

“Kita berharap melalui ISEF 2019 akan turut menggeliatkan ekonomi keuangan syariah di Kota Padang,” kata Hendri Septa.

Menurut Hendri Septa, ISEF implementasi dari Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019 – 2024, untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul dalam pengembangan ekonomi syariah. Tantangan-tantangan itu tentunya juga ada di Kota Padang yang sedang menggiatkan lembaga keuangan berbasis syariah seoerti Koperasi Simpan Pinjam Pola Syariah (KSPPS) di setiap kelurahan.

“Di Kota Padang, kita punya tantangan terkait pengembangan ekonomi keuangan syariah yang memang harus dijawab,” sebutnya.

Di sela kegiatan ini, Hendri Septa bertemu ramah dengan delegasi dari Australia dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta beberapa delegasi lainnya. Wawako juga hadir di sesi Indonesia Halal Dialogue yang diikuti para delegasi tersebut.(ytd)

IMPIANNEWS.COM Padang).

Sumatera Barat yang dikenal dengan sebutan Ranah Minang yang memiliki adat budaya yang unik , suku yang menganut sistem "Matrilineal" garis keturunan ibu, satu-satunya di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Drs. H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai, saat membuka acara pemilihan "Duta Budaya 2019" di Rocky Hotel Padang, Minggu (10/11/2019) malam. 

Dalam sambutannya Wagub Nasrul Abit menjelaskan, sistem kekerabatan matrilineal menjadikan ciri khas tersendiri bagi masyarakar Minangkabau yang membedakannya dengan suku lain di Indonesia, ini yang membuat menariknya dalam budaya Minangkabau.

"Budaya kita tidak akan tergusur kalau diwariskan kepada perempuan, karena perempuan terus tumbuh berkembang,  makanya kenapa setiap keturunan harus menganut suku ibu," ucap Nasrul Abit

Selanjutnya Wagub Nasrul Abit mengatakan, Pemprov Sumbar sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan duta budaya, karena merupakan bentuk kepedulian dalam melestarian budaya Minangkabau melalui pemilihan duta budaya dari generasi ke genrasi berikutnya agar tidak terkikis oleh zaman.

"Saya ingin duta budaya ini bisa sebagai kader yang kuat dalam menggali dan menjaga kelestarian budaya Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari ," ajak Wagub Sumbar.

Dewasa ini budaya Minangkabau seperti telah kehilangan eksistensinya. Banyak generasi muda sudah mulai meninggalkan budaya Minangkabau. Hari ini kita prihatin melihat dan rasakan para generasi muda kita cenderung bangga dengan kebudayaan asing  dari pada budayanya sendiri.

Kemajuan teknologi informasi dengan media internet, amat berpengaruh besar dikalangan generasi muda kita,  Media Sosial dan gaya hidup modern menjadi faktor utama yang mempengaruhi moral, etika, gaya, pergaulan dan cara berperilaku mereka. 

" Kondisi inilah yang harus kita sikapi secara bijak dan semua itu perlu dukungan dari berbagai pihak, seperti pemangku adat, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Alim Ulama dan Cadiak Pandai menyiapkan bagaimana anak kemenakan kita itu betul-betul mampu menjaga budaya sendiri sebagai karakter diri anak minang yang berkerpibadian dan beretika," ungkapnya.

Nasrul berharap di dalam pemilihan duta budaya Sumatera Barat ini, peserta harus memahami sejarah adat dan budaya Minangkabau, menguasai Ilmu agama Islam, mengetahui tentang adat, proses adat, etika, sikap dan perilaku sesuatu aturan adat Minangkabau.

"Terakhir, yang paling penting para duta budaya bisa memperkenalkan budaya Minangkabau, dalam negeri maupun mancanegara," tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti menyampaikan, diadakannya pemilihan duta budaya bertujuan untuk para generasi muda bisa berpartisipasi dan berkontribusi aktif untuk daerah untuk menyampaikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat atas keberhasilan pembangunan kepariwisataan dan kebudayaan di Sumbar.

Selain itu, juga untuk memberikan ruang kepada para pemuda atau pemudi yang memiliki potensi, bakat, dan kompetensi, agar dapat secara bersama membangun dunia kepariwisataan di daerah atas dasar nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dimiliki.

"Ini bukan sekedar event biasa saja. Para peserta harus melalui tes dan pendidikan melalui mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau yang ada juga bakal kami lakukan, agar kegiatan ini tidak sekedar seremonial biasa saja," ujarnya

Meskipun ditengah kemajuan teknologi yang semakin pesat ini tidak membuat berbagai budaya daerah juga ikut tergilas keberadaannya. 

"Karena kita ingin generasi milenial harus menjadi agen penerus dan pewarisnya dikemudian hari. Sebab, sudah menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menjaga budaya kita," tambah Gemala Ranti.

Pada acara tersebut hadir juga, Ketua BKOW Wartawati Nasrul Abit, Artis Minang kawakan Uni Elly Kasim, kepala OPD se Sumbar dan para undangan duta Budaya mulai dari 2017-2018 se Sumbar.

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Sebanyak enam pimpinan dan staf  Baznas Kab. Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) belajar ke Baznas Padang, Selasa, 12 November 2019 M.

Rombongan Baznas Kab. Enkareng yang pimpin Wakil Ketua II, Abdul Kadir Lesang ingin tahu tentang  pengelolaan Zakat, sedekah dan Infaq di Baznas Padang.

"Melihat besar dan meganya gedung Baznas Padang, kami berfikir kapan Baznas Enrekang bisa memiliki Kantor Baznas seperti Kantor Baznas Padang," timpal Abdul Kadir Lesang sambil memperkenalkan satu persatu rombongan.

Abdul Kadir menjelaskan, dari segi pendapatan Baznas Enrekang baru berhasil menghimpun zakat dan sedekah sebesar Rp. 6,8 miliar.

Sedangkan Baznas Padang sudah pernah berhasil menghimpun Rp.25 Miliar zakat dan infak pada tahun 2017.

Nah, apa kiat kiat yang dilakukan Baznas Padang sehingga spekta kuler bisa menghimpun zakat dan sedekah sebesar Rp.25 Miliar.

"Belum lagi Baznas Padang memiliki mobil operasional untuk pimpinan dan staf yang turun ke lapangan. Disisi lain  gaji karyawan Baznas Padang standar Aparatur Sipil Negara, (ASN),"  ulas Abdul Kadir.

Salah seorang staf bidang pengumpulan Baznas Kab. Enrekang menayakan bagaimana membangun kerjasama dengan pihak Polisi, TNI dan instansi lain.

Terkait standar operasional (SOP)  juga ditanyakan pengurus Baznas Enrekang. Sebab regulasi  atau aturan itu penting agar aktifitas kegiatan Baznas berjalan dengan lancar.

Lebih jauh Abdul Kadir menuturkan, Baznas Enrekang sudah punya peraturan daerah (Perda) tentang zakat.  "Alhamdulillah. Anggota  DPRD Enrekang juga sudah bayar zakat ke Baznas Enrekang," kata Abdul Kadir.

BANGUN KERJASAMA DENGAN MITRA

Sedangkan Baznas Padang hadir menerima tamu dari Baznas Kab. Enrekang, Ketua Episantoso, Wakil Ketua I, H. Syafriadi Autida, Wakil Ketua III, Elni Sumiarti dan Wakil Ketua IV, Ustadz Siril Furdaus, M.A.

Selain pimpinan hadir pula para Kabid dan Kabag. Ada Kabid Pengumpulan, Sintaro Abe Batubara, Kabid Pendistribusian Otrizal, Kabid Pendayagunaan Industriyadi dan Kabid Umum Afriadi.

Menjawab keinginan tahu pengurus Baznas Enrekang, Pimpinan Baznas Padang bergantian menjelaskan.

Mulai dari cara menghimpun zakat, infaq dan sedekah diuraikan tuntas.

Demikian halnya bagaimana Baznas Padang mengelola keuangan terkait distribusi serta pendayagunaan.

Ketua Baznas Padang, H. Episantoso  runut dan gamlang menjelaskan perjalanan Baznas Padang sejak tahun 2015 M.

"Sebelumnya Baznas Padang berkantor disalah satu ruangan di Masjid Agung Nurul Iman Padang. Ditempat itu sempit dan kurang memadai bila ada tamu dengan jumlah banyak datang ke Baznas Padang," kata Episantoso.

Setelah dilantik jadi pengurus Baznas Padang, kata Episantoso, lima orang pimpinan Baznas Padang memperbaiki dari internal dulu.

"Semangat dan niat pengurus dan semua karyawan Baznas Padang disamakan. Kesamaan peresepsi dalam mengelola zakat menjadikan beban yang dipikul jadi ringan," sebut Episantoso.

Membangun kemitraan dengan Muzakki non ASN dilakukan dengan datangnya tim pengumpulan Baznas Padang ke rumah dan ke kantor calon pembayar zakat perseorangan.

Setelah mendengar pemaparan tim Baznas Enrakeng, maka kata Episantoso, para calon Muzakki langsung membayar zakat mereka. 

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Bidang Pengumpulan H. Syafriadi Autid. "Baznas Padang menjelaskan pada Muzakki keutamaan membayar zakat melalui amil zakat Baznas Padang," sebut Pak Haji Panggil akrab Syafriadi Autid.

Sedangkan Waka III Elni Sumiarti menyampaikan terkait pengelolaan keuangan Baznas.

Begitu pula Waka IV Ustadz Siril Firdaus menjawab keinginan tahu Baznas Enrekang tentang standar opersional (SOP) Baznas Padang. Awkar.

IMPIANNEWS.COM (Kab. Lingga). 

Pemerintah Kabupaten  Lingga, resmi menaikkan insentif bagi para anggota perlindungan masyarakat Linmas tersebut Rp 250.000, kini menjadi Rp 350.000 per bulan, dinaikkannya insentif tersebut, selain karena meningkatnya APBD Lingga, tapi juga sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kinerja Linmas.

Baik itu keamanan, maupun ketertibannya. Apalagi nanti ada Pilkada, Pilkades, pemilihan BPD, maka disini peran serta Linmas sangat dibutuhkan," kata Nizar saat menyerahkan insentif anggota Linmas, di Aula SMAN 1 Lingga, Selasa (12/11/2019).

Uang ini adalah bentuk penghargaan, jangan dipandang besar kecilnya, tapi keikhlasan bapak dan ibu anggota Linmas sangat kami hargai," ujarnya.

Nizar berharap, seluruh masyarakat Kabupaten Lingga, bersama aparat penegak hukum dan Linmas dapat sama-sama mengawal keamanan, agar terus aman hingga kedepannya.(pendy)

Penulis : 

Dr.BasoMadiong,SH.,MH
               
Dr.Zainuddin Mustafa     
Drs,s.Psi,M.Si,M.H
             
Andi gunawan Ratu chakti,S.E.M.Si

Penerbit :celebes media perkasa
Tebal : 360halaman
Terbit :pertama juli 2018
ISBN : 978-602-5853-02-9
Peresensi :zuhrotun nisa

Sinopsis pendidikan kewarganegaraan dalam konteks Indonesia

Buku memang dirancang untuk membantu mahasiswa agar mudah dalam memahami mata kulia pendidikan kewarganegaraan buku ini juga membantu seorang warga negara agar lebih memahami konsep-konsep kewarganegaraan serta masalah- masalah kewarganegaraan yang terjadi.

Warga negara yang baik adalah warga yang mempelajari ,memahami dan
Menerapkan hal-hal yang harus dilakukan .

Secara umum buku ini berisi dasar-dasar menjadi warga negara yang baik . Bagaimana sih menjadi warga negara yang baik sesuai konteks Indonesia? Buku ini mampu membantu warga negara untuk bersikap sesuai kewarganegaraannya .

Dengan membaca buku ini,kamu dapat merenungkan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak dilakukan. Didalam buku ini terdapat banyak pelajaran tentang bagaimana menjadi “warga negara yang baik”

Kelebihan buku ini.

Dapat menuntun mahasiswa zaman now untuk lebih memahami pendidikan kewarganegaraan dalam konteks Indonesia , bahasa buku mudah sekali untuk dipahami ,karena bahasanya jelas dan mudah dimengerti , cober buku ini juga saat menarik dengan gambar garuda dan warna yang menambah nuansa keistimewaan buku ini.

Kekurangan buku ini

Di dalam buku ini Tidak terdapat gambar ilustrasi sama sekali

IMPIANNEWS.COM
KABUPATEN 50 KOTA, --- Senin (11/11/2019) kemarin, merupakan hari istimewa bagi SMAN 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Kenapa tidak, dihari itu, SMAN 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari kedatangan tamu istimewa. Yaitu anggota DPRD Sumbar, Darman Sahladi.

Kedatangan Ketua DPRD Limapuluh Kota periode 2009-2014 tersebut, disambut hangat keluarga besar SMAN 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari, terutama kepala sekolah.

"Selamat datang di sekolah kami,"ucap Nasril Kepala SMAN 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari saat menyalami kedatangan Darman Sahladi pada Senin (11/11/2019) pagi.  Sebelum berbincang panjang lebar, putra Kapur IX sempat diminta pihak sekolah sebagai pembina Upacara Bendera. Permintaan tersebut, langsung dieksekusi Darman Sahladi.

Usai pelaksaan Upacara Bendera, anggota DPRD Sumbar 2 periode tersebut berkumpul dan berdiskusi dengan seluruh majelis guru. Bahkan, Darman Sahladi sempat jadi tempat curhat dan tempat mengadu bagi sekolah yang hampir memiliki 600 siswa tersebut.

Dari pertemuan itu, ada 2 poin penting yang disampaikan keluarga besar SMAN 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Pertama soal keterbatasan sarana dan prasarana sekolah dan kejelasan status serta kesejahteraan tenaga honorer. "Banyak yang disampaikan oleh guru-guru SMAN 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari,"ucap Darman Sahladi.

Menurut Darman Sahladi, sarana dan prasarana merupakan kebutuhan wajib bagi sekolah. Apabila sarana dan prasarana terbatas, katanya, akan mengganggu proses belajar-mengajar dalam transfer ilmu dari guru ke anak didik. "Ini jadi perhatian khusus kedepannya bagi saya sebagai anggota DPRD Sumbar. Karena, tingkat SMA ini adalah tanggung jawab kami di propinsi, bukan di daerah lagi,"ucap Darman Sahladi.

Kemudian, ucapnya, tenaga honorer berharap ada kepastian status yang mereka sandang. Apalagi, ucapnya, tenaga honorer bekerja tanpa lelah untuk mencerdaskan anak bangsa. "Terkadang, gaji yang mereka terima tidak sebanding dengan apa yang telah mereka kerjakan. Tenaga honorer harus jadi perhatian pemerintah,"kata Darman Sahladi.

Seluruh keluh kesah dan harapan yang disampaikan SMAN 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari tersebut menjadi cacatan tersendiri bagi Darman Sahladi untuk dibahas pada rapat di DPRD Sumbar. "Semuanya ini akan kita bahas di propinsi nanti,"katanya lagi. 

SMAN 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari merupakan sekolah yang sudah berakreditasi A. Sekolah itu, memiliki 55 guru dengan 22 rombongan belajar. (*)

IMPIANNEWS.COM
Sutan Riska Paparkan Batanghari dan Permasalahannya di Hadapan Pembesar Negara

Dharmasraya, --- Sungai Batanghari yang sejuk dan jernih seperti sepuluh tahun silam bukan tidak mungkin bakal kembali hadir di Dharmasraya dan delapan kabupaten dan kota yang dilintasinya. Pasalnya, pemerintahan pusat, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) merespon upaya Bupati Dharmasraya yang tengah giat mencari solusi kerusakan sungai terbesar di Kabupaten Dharmasraya dan melntasi delapan kabupaten dan kota di Sumatera.

Niat bupati termuda di Indonesia untuk memulihkan sungai Batanghari menjadi jernih, sejuk dan indah, lantaran sungai yang berhulu di Danau Diatas dan Danau Dibawah itu sejak abad 12 yang lalu, telah menjadi saksi sejarah emas Dharmasraya, yang kala itu menjadi ibukota Kerajaan Malayu Pura. Saat itu, sungai Batanghari menjadi sarana transportasi, menjadi sarana lalulintas perdagangan, menjadi sumber protein hewani ikan, menjadi sarana perhubungan antar daerah, menjadi sumber kehidupan rakyat dan lain sebagainya.

Kini, sejak dasawarsa belakangan, sungai Batanghari justeru menjadi ancaman kehidupan bagi rakyat Kabupaten Dharmasraya. Pasalnya, menurut hasil penelitian para ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan hasil pengamanatan petugas teknis lingkungan hidup, sungai Batanghari mengandung cemaran logam berbahaya, yaitu air raksa atawa mercury atawa hygragyrum (Hg). Akibatnya, sungai Batanghari menjadi sangat berbahaya bagi anak anak dan manusia, karena bisa menjadi sber malapetaka bagi kehidupannya.

Selain itu, sungai Batanghari tidak bisa lagi dijadikan sumber protein ikan, lantaran ikan yang ada di Sungai Batanghari mengandung air raksa. Jika ikan dikonsumsi manusia, maka residu  air raksa pada ikan akan berpindah ke manusia. "Ini bisa mengakibatkan stunting pada anak anak yang hidup di DAS Batanghari," kata Bupati pemegang satya lencana pembangunan dari prrsiden Jokowi ini.

Terkait kerusakan sungai Batanghari yang kian parah, Bupati Sutan Riska sudah mengundang dua jenderal Presiden Jokowi, yaitu Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (Kepala Staf Kepresdenan) dan Letjen TNI Doni Monardo (Kepala BNPB) untuk menyaksikan langsung kondisi terakhir DAS Batanghari. Selain itu juga untuk menyaksikan bagaimana Pemkab Dharmasraya berusaha membangun kembali lingkungan hidup yang rusak dengan berbagai cara.

Belakangan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo merespon baik upaya Bupati Sutan Riska untuk memperbaiki Batanghari. Ia secara khusus mengundang Bupati Sutan Riska untuk memaparkan kondisi Batanghari, dan program program untuk pemulihan sungai yang sudah rusak itu. Selain itu, Doni Monardo juga mengundang Gubernur (dihadiri Wagub), Kapolda, 7 Danrem, dan Bupati Solok Selatan.

Dan Selasa (12/11/2019) Bupati Sutan Riska melaksanakan pemaparan di hadapan para pembesar pemerintahan di kantor Doni Monardo di  Aula Sutopo Nugroho, Graha BNPB Lantai 15 Jakarta. Disana orang nomor wahid di Dharmasraya itu memaparkan secara ditail kondisi kerusakan Batanghari dan solusi yang bisa dilakukan.

Dalam pemaparsn tersebut, Bupati Sutan Riska menginginkan, sungai Batanghari bisa kembali jernih, sejuk dan indah. Dan juga bisa menghasilkan ikan yang aman dikonsunsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein. 

Batanghari juga diharapkan akan kembali menjadi zona penyangga lingkungan hidup, kawasan sekitar sungai bisa direboisasi dan dapat juga digunakan untuk sarana transportssi, pusat kebudayaan dan kearifan lokal serta untuk keperlan pariwisata.(014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Bertepatan dengan momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Wali Kota Payakumbuh dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten I Yoherman mengimbau warga untuk terus menerapkan pola hidup sehat.

"Sehat itu nomor satu. Pemerintah Kota Payakumbuh serius dalam menangani kesehatan dan tidak setengah-setengah. Harus dari ujung ke ujung, mulai dari pencegahan hingga pengobatan, mulai dari preventif hingga kuratif,” ujar Yoherman, Selasa (12/11/2019).

Yoherman mengatakan untuk mendukung program kesehatan di Kota Payakumbuh, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) akan terus digalakkan. Selain itu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat dan sekolah-sekolah di Kota Payakumbuh untuk tidak berhenti bergerak dan terus berolahraga.

Kemudian, untuk memfasilitasi hidup sehat, Pemko Payakumbuh  akan terus membangun dan memperbaiki fasilitas dan pelayanan kesehatan mulai dari Pustu, Puskesmas, hingga Rumah sakit secara terus menerus. 

"Selain itu, saat ini RSUD Adnan Wd  dalam proses pembangunan, puskesmas terus diperbaiki dan alat kesehatan terus ditambah. Kepada semua warga Kota Payakumbuh, terus sosialisasikan untuk mengonsumsi dan menerapkan pola hidup sehat,” kata Yoherman.

Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun ini mengusung tema Generasi Sehat Indonesia Unggul. Selain dimaknai sebagai puncak dari upaya bersama seluruh pemangku kepentingan pembangunan kesehatan, HKN juga dimaknai dengan kesiapan bidang kesehatan untuk terlibat aktif dalam pembangunan periode berikutnya yang menitikberatkan pada aspek sumber daya manusia.

Momentum HKN Ke-55 diharapkan sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta berperan serta dalam upaya kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Germas, tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif.(014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Hari ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55. Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh merayakan dan memperingati HKN dengan upacara dan melakukan beberapa kegiatan di lapangan kantor Dinas Kesehatan kota Payakumbuh, Selasa(12/11/2019)

Tema yang diangkat kali ini adalah Generasi Sehat Indonesia Unggul.

Tema tersebut merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dari amanat yang diberikan oleh Presiden tentang memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Walikota Payakumbuh dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten I Yoherman dalam sambutannya mengatakan ada dua isu kesehatan yang harus diselesaikan terkait membangun SDM itu, yaitu Stunting dan jaminan kesehatan nasional.

Meskipun dalam 5 tahun terakhir angka stunting telah berhasil diturunkan hingga 10 persen, tetapi stunting masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi masyarakat. Stunting adalah kondisi tubuh seseorang yang mengalami tubuh lebih pendek dibanding dengan orang seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi.

"Begitu juga dengan jaminan kesehatan yang masih banyak menuai permasalahan. Jaminan Kesehatan seperti BPJS misalnya masih belum sempurna. Tapi kita akan terus memperbaikinya dengan menghadirkan inovasi-inovasi kesehatan yang lebih baik," jelas Yoherman dalam sambutannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal mengatakan momentum HKN ke-55 ini merupakan pengingat publik, kesehatan masyarakat akan meningkat jika ada kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat itu sendiri.

''HKN ini mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan upaya promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Germas. Masyarakat semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya,'' ucapnya

Dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 ini Dinas Kesehatan melakukan berbagai kegiatan dengan 36 lomba dan 136 hadiah.  Dengan lomba diantaranya lomba toga dan akupresur tingkat kecamatan se-kota Payakumbuh, lomba tenaga sanitasi teladan,lomba pengelola aset,pengelola TPM terbaik,Lomba bidan pengelola KIA terbaik,pengelola surveilance terbaik, lomba manajemen puskesmas, lomba garnish buah, lomba Saka Bakti husada dan banyak lagi lomba lainnnya. 

Turut hadir dalam peringatan HKN ke-55  Asisten II Setdako Payakumbuh Elzadaswarman , Kepala RSUD Adnan WD Efriza Naldi, SPOG , Kepala BPJS Kesehatan cabang Payakumbuh Ryan Abdullah Putra , Kepala Dinas Sosial Idris, Kepala Dinas Catatan Dipil Yunida Fatwa, Camat Payakumbuh Utara Desfitriani, Lurah Koto Tangah Ade Vianora dan Camat Payakumbuh Barat L Kesfrinaldi.(014)

IMPIANNEWS.COM (Jakarta). 

Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa yang juga selaku Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Padang, diundang menjadi tamu istimewa dalam kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta.

ISEF 2019 sendiri berlangsung selama 12-16 November 2019 di Jakarta Convention Center. Kegiatan bertaraf internasional itu merupakan wujud Sinergi Implementasi Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 Bank Indonesia (BI), Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Kementerian Luar Negeri, dan otoritas/lembaga terkait Iainnya yang bersinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Adapun tema kegiatan yakni “Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth”.

"Seperti diketahui, ISEF 2019 menjadi babak baru untuk mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah nasional ke level global dalam mewujudkan Indonesia sebagai rujukan (center of excellence) ekonomi keuangan syariah dunia. Pelaksanaan ISEF menjadi salah satu implementasi dari Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, guna menjawab berbagai tantangan yang muncul dalam pengembangan ekonomi syariah, khususnya terkait industri halal di tanah air," sebut Hendri Septa sewaktu sewaktu ditemui wartawan di sela pembukaan kegiatan, Selasa (12/11/2019).

Dalam kesempatan itu Hendri Septa juga terlihat melakukan temu ramah sembari berdialoh dengan beberapa delegasi berbagai negara peserta ISEF 2019. Salah satunya bersama delegasi dari Australia dan juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang didapuk menjadi 'keynote speaker' di acara tersebut.

"Saya tentu mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana pelaksana ISEF 2019 yang telah mengundang kami mengikuti kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan ini dan apa saja yang saya dapatkan dan ketahui dalam kegiatan ini bisa menjadi masukan dan modal berharga untuk membangun perekonomian masyarakat Kota Padang lebih maju lagi ke depan," tukasnya bersemangat.

ISEF 2019 sendiri merupakan salah satu platform yang digunakan Pemerintah untuk mengintegrasikan kerja sama internasional, baik kerja sama antar-pemerintah, maupun antar pelaku usaha dan para pemangku kepentingan Iainnya dalam industri halal. Berbagai inisiatif kerja sama internasional dan kolaborasi antar Iembaga akan terus didorong, dimana Pemerintah juga tengah merencanakan 'Halal Summit 2020' dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global.

"Dalam kegiatan ini saya mendapati bahwa kemampuan Investasi dan posisi strategis bagi pengembangan ekonomi Syariah saat ini terbuka lebar dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dengan adanya sinergi beberapa otoritas/lembaga dalam kegiatan ISEF 2019 ini," tukuk Hendri lagi.

Sementara itu lanjutnya, dari sisi investasi keuangan syariah, kehadiran BPKH yang berinvestasi pada efek syariah diyakini dapat mendorong berkembangnya investasi syariah sekaligus akan menongkrak market size syariah.

Adapun rangkaian kegiatan ISEF 2019 terdiri dari kegiatan International Summit & High Level Forum, International Conference & Talk Show, Investment Forum, Business Matching, Business Coaching dan International Showcase & Exhibition.

Di tengah beragam agenda acara internasional, ISEF tahun ini tetap menyertakan pelaku UMKM syariah dan pesantren sebagai bentuk inklusivitas strategi pengembangan EKSyar di Indonesia dalam rangka mendukung pengembangan ekosistem Halal Value Chain (HVC).(Adc/dvd/*)

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Mensosialisakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, yang salah satu isinya menyebutkan bahwa seluruh daerah, kementerian, lembaga harus menggunakaan “Online Single Submission” (OSS), Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)  menggelar 'Temu Usaha/Kemitraan dalam rangka Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan/Non Perizinan,' di Hotel Mercure, Jlan. Purus V Nomor 8 Padang, Selasa (12/11/2019).

Wali Kota Padang diwakili Asisten Ekbang Kesra Hermen Peri saat membuka kegiatan menjelaskan, OSS merupakan aplikasi yang memberikan kemudahan berinvestasi melalui penerapan sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik. Aplikasi web OSS ini menyediakan informasi seperti data permohonan berusaha, data perizinan yang ada, data instansi daerah, data perizinan daerah, dan lainya. 

“Aplikasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyederhanakan perizinan dan menciptakan model pelayanan terintegritas. Hal ini sesuai pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang menegaskan bahwa begitu sistem OSS jadi, maka harus langsung dijalankan,” terang Hermen. 

Lebih jauh dijelaskannya, dalam mengaktualisasikan kemudahan berusaha, Pemko Padang telah melaksanakan beberapa hal diantaranya. Mulai dari penyediaan Mall Pelayanan Publik (MPP), proses perizinan berbasis online melalui aplikasi “SAPORANCAK,” dan pemberlakuan digital signature.

“Alhamdulilah, dengan penerapan kemudahan dalam berusaha, iklim investasi di Kota Padang semoga dapat berjalan dengan baik dan lancar,”  harapnya.

Hermen melanjutkan, sekaitan agenda temu usaha kemitraan ini setidaknya dapat memberikan pemahaman kepada semua terkait sistem perizinan dan kemudahan berusaha dalam wilayah Kota Padang.

“Diharapkan, DPMPTSP bisa membantu para pengusaha dalam menyiapkan LKPM secara online. Sehingga nanti diperoleh LKPM yang akuntabel, jelas dan informative,” paparnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Padang Rudy Rinaldi menyebutkan, kegiatan temu ramah ini betujuan supaya para pelaku usaha dapat memahami dan melaksanakan kewajibannya untuk membuat dan mengesahkan laporan kegiatan penanaman modal.

“Tujuan lainnya ialah, agar para pelaku usaha juga dapat  mengoperasikan OSS di manapun berada. Sehingga para pelaku usaha dapat  mendaftarkan kegiatan usahanya tanpa harus mendatangi Kantor DPMPTSP Kota Padang,” jelasnya.

Ia menambahkan lagi, peserta pelaku usaha diundang kali ini sebanyak 120 orang terdiri atas ketua PHRI beserta anggota. Selanjutnya Ketua Inkindo beserta anggota, pengurus IMA Chapter Padang, KADIN dan anggota serta para pelaku usaha lainnya.

“Sedangkan untuk narasumber kita menghadirkan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM-RI), Bidang Pelayanan Penanaman Modal dan Bidang Pengendalian Penanaman Modal,” pungkasnya. (Mul).

IMPIANNEWS.COM (Sijunjung).

Sebanyak 31 sekolah di Kabupaten Sijunjung mengikuti lomba sekolah sehat (LSS) tingkat Kabupaten Sijunjung Tahun 2019.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Sijunjung, Dody Katim mengatakan, 31 sekolah berada di delapan kecamatan di Kabupaten Sijunjung.

“Masing-masing kecamatan mengirim, empat sekolah, yakni TK, SD, SMP/Mts dan SMA/SMK, kecuali Kecamatan Kupitan hanya mengirim tiga sekolah,” kata Dody Katim.

Dody merinci, sekolah yang ikut dalam LSS, yakni Kecamatan Kamang Baru, ada TK Negeri 1 Sungai Lansek, SDN 11 Kunangan Parik Rantang, SMPN 21 Sijunjung dan SMAN 6 Sijunjung.

Kecamatan Koto VII, yakni TK Aisyah Koto Panjang, SDN 23 Limo Koto, SMPN 38 Sijunjung dan SMAN 7 Sijunjung.Kecamatan Lubuk Tarok mengirimkan TK Sinar Rembulan Batu Ajung, SDN 12 Rumbai, SMPN 12 Sijunjung dan SMAN 12 Sijunjung.

Kemudian Kecamatan Sumpur Kudus mengirimkan, TK Bunda Tanjung Labuah, SDN 06 Kumanis, SMPN 4 Sijunjung dan SMAN 5 Sijunjung. Kecamatan Kupitan, yakni SDN 2 Kampung Baru, SMPN 3 Sijunjung dan SMAN 4 Sijunjung.

Kecamatan IV Nagari mengirimkan, TK Pertiwi Palangki, SDN 7 Muaro Bodi, SMPN 6 Sijunjung dan SMKN 3 Sijunjung.Kecamatan Tanjung Gadang, TK Negeri 2 Taratak Baru, SDN 4 Sibakur, SMPN 20 Pulasan dan SMAN 3 Sijunjung.

Selanjutnya, Kecamatan Sijunjung mengirimkan, TK Negeri 3 Kandang Baru, SDN 1 Sijunjung, MTsN 3 Sijunjung dan SMAN 9 Sijunjung.

“Penilaian dimulai dari tanggal 11 hingga 21 November 2019, dan tim penilaia dibagi dua tim,” ucap Kabag Kesra Setdakab Sijunjung.

Tim I dipimpin Asisten I Setdakab Sijunjung, Yenuarita, dengan anggota Syukur, Miftahul Hurriah, Helmiati, Rita Apriyanti, Emma Kasman, Indra Yeni dan Hendra.Sementara tim II, diketuai Kabag Kesra Setdakab Sijunjung, Dody Katim dan anggota Yulius Maleni, Lidya Alfadli, Bakhtiar, Murni Z, Minda Kumala Sari dan Andika CH.

“Tim penilai, nantinya menilai sekolah yang akan terpilih mewakili Kabupaten Sijunjung dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat provinsi,” ujar Dody Katim.-zet

IMPIANNEWS.COM.(Padang). 

Mulai saat ini hingga ke depan, bagi siapa saja yang ingin menikmati fasilitas kolam renang Teratai yang dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang sudah bisa menggunakan pembayaran non tunai.

Hal itu ditandai setelah dilakukannya launching secara resmi pemakaian Kartu Tap Cash pada pintu masuk kolam renang Teratai oleh Wali Kota Padang Mahyeldi di halaman Kantor Dispora Kota Padang, Senin (11/11/2019). 

Dalam kesempatan itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Hendri Septa, Kepala Dispora Padang Mursalim, pimpinan OPD di linkup Pemko Padang serta unsur Forkopimda Kota Padang dan lainnya. Sementara dari Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Cabang Padang dihadiri Wakil Pimpinan Iwan Afandi.

Wali Kota Mahyeldi mengatakan, melalui upaya pembayaran masuk kolam renang Teratai dengan non tunai ini merupakan salah satu bahagian untuk menimalisir penggunaan uang tunai. Selain itu, upaya ini juga bagian dari program untuk menjadikan Kota Padang sebagai 'Smart City'.

"Trans Padang sudah menggunakan kartu. Tinggal nanti kapan-kapan perlu nanti dengan hanya 1 kartu itu bisa transaksi di mana saja," kata Mahyeldi.

Sementara itu, Kadispora Kota Padang Mursalim mengatakan masuk kolam renang Teratai harus menggunakan pembayaran non tunai.

"Pengunjung yang masuk harus menggunakan top cash yang dikeluarkan oleh BNI 69. Pembayaran ini mengunakan kartu top cash dengan harga yang sama," tambahnya.

Pengunjung bisa membeli kartu top cash ini didepan pintu masuk kolam renang teratai dan seluruh agen BNI kota Padang. Dengan harga Rp 20.000 sudah termasuk saldonya. Sehingg kartu yang telah berisi saldo digesek pada alat yang tersedia di pintu masuk.

"Saldo terendah pada kartu untuk pelajar sebesar Rp5.000 dan mahasiswa Rp10.000. Sedangkan masuk pada hari libur Rp12.000," ucapnya.

Mursalim menyebut, penggunaan kartu untuk masuk ke arena kolam renang guna memaksimalkan retribusi. Serta menghindari terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dispora Kota Padang. (*)

Oleh : Moh. Rofiq Risandi
Mahasiswa : Universitas Islam Malang
Fakultas         : Ilmu Administrasi
Prodi : Administrasi Publik

Sangatlah menarik analisis Marinus Waruwu menguraikan gagasan disceo ergo sum: saya belajar maka saya ada. Bagi Marinus, peserta didik merasa dirinya ada, dan ber-ada hanya ketika mereka belajar dan mengalami secara langsung proses belajar itu. Hanya melalui belajarlah mereka bisa meraih cita-cita setinggi langit .
Akan tetapi, apakah para teroris tidak sungguh-sungguh mempraktekkan slogan disceo ergo sum itu? Apakah penganut radikalisme tidak mempelajari sungguh-sungguh ilmu-ilmu yang radikal? Ada banyak teroris belajar secara tekun bagaimana merakit bom.

 Informasi merakit bom mereka cari di internet secara tekun untuk dipelajari sungguh-sungguh. Mereka membaca dan mempelajari berbagai buku yang membekali mereka merakit bom dan semakin radikal menjadi teroris. 

Jadi, teroris dan penganut radikalisme sungguh mempraktekkan disceo ergo sum itu. Bagi teroris, belajar merakit bom membuat mereka semakin eksis sebagai teroris yang handal. Dengan demikian, ilmu yang mereka pelajari bukan untuk kehidupan melainkan untuk kebencian dan kematian.

Sebenarnya, peserta didik tidak hanya kita dorong untuk mempraktekkan disceo ergo sum, tetapi kita juga mengajak mereka untuk menyadari kalimat bijak filsuf Lucius Annaeus Seneca (4 SM-65 SM): “Non scholae, sed vitae discimus”. 

Kalimat itu berarti kita belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup. Di balik kalimat bijak Seneca itu, peserta didik belajar bukan hanya mengejar nilai, melainkan belajar untuk hidup. Jadi Seneca hendak mengatakan  (bukan saya hidup untuk belajar, melainkan saya belajar untuk hidup). 

Dalam konteks ini sangat benar pendapat Marinus, “belajar bukan lagi soal mendapatkan nilai dengan angka-angka yang besar, sebaliknya belajar adalah bagaimana peserta didik dibentuk menjadi manusia seutuhnya, menjadi pribadi yang jujur, dan berkarakter serta beriman kepada Yang Maha Kuasa.”

REPORT THIS AD

Di dalam kalimat bijak Seneca itu termaktub makna terdalam dari pendidikan, yakni agar peserta didik tidak hanya mengetahui ilmu, tetapi mampu membangun dirinya menggapai kehidupan yang luhur. Dengan demikian, pengetahuan mereka gunakan untuk memelihara kehidupan, bukan kematian seperti aksi para teroris itu; tidak juga untuk semakin radikal dan membenci pihak-pihak yang berbeda dengan mereka.

Persoalannya, bagaimana agar peserta didik menghayati dan mempraktekkan “non scholae, sed vitae discimus” itu dalam hidup mereka? Ada beberapa tawaran pemikiran.

Pertama, para guru mendidik siswa-siswinya sesuai makna pendidikan. Pendidik berusaha mengontrol dirinya agar yang dia ajarkan bukan ambisi dirinya sendiri melainkan ilmu-ilmu yang membuat peserta didik menghayati makna pendidikan itu sendiri. Seperti kita ketahui, istilah pendidikan berasal dari bahasa Latin, yakni educare.  Istilah tersebut terdiri dari dua kata, e(x) berarti keluar dan ducere adalah memimpin. 

Pendidikan adalah suatu proses belajar-mengajar agar seseorang mampu memimpin diri sendiri untuk semakin mencintai yang lain, keluar dari dirinya sendiri, tidak terpaku pada diri sendiri, tidak memelihara ego dan kesenangan dirinya sendiri. Dengan demikian, pendidikan bukan hanya mengejar nilai, melainkan demi kehidupan yang lebih luhur.

Berdasarkan makna educare itu, proses pendidikan semestinya menuntun seseorang untuk memandang lebih luas sekitarnya, itulah sikap demokratis dan toleransi. Orang terdidik berarti pribadi yang tidak hanya percaya pada pengetahuannya, tetapi melihat ada kebenaran dalam pemikiran orang lain. 

Orang terdidik semakin luas horizon pemikirannya, tidak terkurung dalam pemikiran fanatik. Orang terdidik mampu menggunakan akal budinya secara baik-benar, sekaligus memiliki kekuatan logika hati yang mudah memaafkan, melihat yang lain sebagai pribadi yang layak mencinta dan dicintai. 

Bagi orang terdidik, pengetahuan adalah kekuatan untuk melihat lebih luas dunia sekitar, bukan menjadi sarana membenci yang lain.

Kedua, guru membiasakan siswa-siswa tidak hanya mengetahui ilmu, tetapi mengalami dan merasakan kehidupan. Selain peserta didik dibekali dengan ilmu pasti dan matematis, pendidik perlu mendidik muridnya agar lebih positif melihat perbedaan. 

Guru perlu mengajak para muridnya hidup bergaul dengan komunitas yang berbeda dengan komunitas, kelompok dan agamanya. Program live in atau hidup beberapa hari atau beberapa minggu di suatu komunitas berbeda menjadi salah satu pilihan. Selain itu, program silaturahmi antarsekolah, belajar bersama lintas sekolah dan universitas menjadi sarana untuk saling mengenal dan membina relasi persaudaraan.

Ketiga, peserta didik sebaiknya mempelajari ilmu lain, selain yang diajarkan guru atau mentornya. Tujuannya, agar peserta didik semakin luas pengetahuannya sehingga mampu menyeleksi ilmu-ilmu yang mereka dapatkan dari sang guru di sekolah atau di bangku kuliah. Dalam konteks ini, kerjasa sama dari orangtua diperlukan. Orangtua mesti lebih tekun dan bijak mendampingin anak-anaknya, agar lebih selektif terhadap ilmu yang mereka dapatkan. Sebab sesungguhnya, pendidik yang pertama dan utama adalah orangtua.

Kita yakin, jika para pendidik dan peserta didik sungguh membatinkan slogan Sineca dan ketiga tawaran pemikiran ini, maka kecerungan fanatisme akan terkikis, tawuran dan kekerasan tidak menjadi pilihan menyelesaikan masalah. Proses pendidikan sudah berada di jalur yang baik dan benar, jika bertujuan memanusiakan peserta didik. Apabila terjadi hal ini, maka telah terwujud “non scholae, sed vitae discimus” itu.

IMPIANNEWS.COM  (Kepri).

Musibah yang terjadi di kawasan jalan desa pantai harapan,  pohon Tumbang di ruas jalan Dusun I desa pantai harapan kecamatan Selayar, kini sangat menggangu bagi kendaraan akan melintas di jalan tersebut, Rabu (30/10/2019).

Kejadian pohon Tumbang di ruas jalan dusun I desa pantai harapan ini tak menimbul korban, kejadian ini  di temukan salah seorang warga Desa selayar saat melintas menuju ke penuba tiba tiba pohon durian yg sudah tua akhirnya tumbang di ruas jalan sekitar berjarak 10 meter dari saye Kate seorang warga  yg enggan di sebut namanya. 

Alhamdulillah pohon ini tidak ada makan korban,cuma menutup pada ruas jalan.

Kejadian ini langsung di kasih tahu ke warga terdekat dan mereka langsung turun mengerjakan, tampak hadir ketua RW 02 dusun 02 saat melintas dan juga ikut serta membantu membersihkan kan pohon tumbang itu. ( pendy).

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang terus mengembangkan diri menuju perusahaan yang menyediakan air minum siap dikonsumsi. PDAM juga meningkatkan pelayanan dengan memperluas instalasi di setiap kecamatan.

Direktur Utama PDAM Padang, Hendra Pebrizal dengan jajaran direksi dan badan pengawas mengatakan, untuk perluasan jangkauan pelayanan dibutuhkan pembangunan instalasi baru. Sejalan dengan itu konsekwensi biaya operasional juga lebih tinggi.

“Tahun 2020 mendatang PDAM berencana melakukan penyesuaian tarif. Penyesuaian tarif ini dilakukan untuk menyiasati biaya operasional yang semakin tinggi,” kata Hendra Pebrizal disela pertemuan dengan camat dan lurah se-Kota Padang terkait sosialisasi penyesuaian tarif air PDAM di Hotel Pangeran Beach, Selasa (12/11/2019).

Dia menyebut, penyesuaian dengan kenaikan tarif baru dilakukan sekarang setelah enam tahun atau dari 2014. Kenaikan direncanakan sekitar Rp 400 per kubik.

Menurutnya, saat ini tarif air PDAM Padang masih relatif rendah dibanding daerah lain. Sementara, sesuai dengan Permendagri No 71 Tahun 2016, tarif dasar air seharusnya tarif rendah untuk pelanggan sosial senilai Rp3.200, tarif dasar untuk pelanggan biasa Rp4.100, dan tarif penuh untuk niaga Rp5.900. Sementara saat ini, tarif rendah di PDAM Padang adalah Rp1.100, tarif dasar Rp2.800 dan tarif penuh disesuaikan secara bertahap.

“Kalaupun nanti dinaikkan rata-rata Rp300 per kubik, maka ketentuan itu tetap masih rendah dari ketentuan Permendagri. Artinya penyesuaian yang dilakukan PDAM masih sesuai dengan ketentuan berlaku,” kata Hendra.

Ditambahkan, penyesuaian ini hanya berlaku untuk pelanggan biasa. Sementara untuk pelanggan sosial seperti masjid, mushala, panti asuhan dan lainnya tidak naik. “Untuk itu perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat. Diharapkan camat dan lurah turut membantu menyampaikannya, karena selalu berurusan dengan masyarakat,” tukasnya (ydt)

Judul : pendidikan pancasila untuk perguruan tinggi
Penulis : hayat & H.suratman
Penerbit : Baskara media
Tebal : 382
Terbit : juli 2018
ISBN : 978-602-50306-7-3
Peresensi : zuhrotun nisa

Buku ini memang dirancang untuk membantu mahasiswa agar mudah dalam memahami mata kulia pendidikan pancasila. Buku ini juga membantu seorang warga negara agar lebih memahami makna-makna pancasila serta masalah-masalah yang berhubungan dengan pancasila. Warga negara yang baik adalah warga yang mempelajari,memahami dan menerapkan hal- hal yang harus dilakukan.

Secara umum buku ini berisi pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Indonesia khususnya peran dari tokoh-tokoh ulama,kedudukan & fungsi pancasila. 

Pancasila sebagai ideologi negara ,pancasila sebagai system filsafat, pancasila sebagai etika politik, nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa & bernegara.

Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa & bernegara ,hubungan agama & pancasila. Buku ini mampu membantu warga negara  mempelajari, memahami dan menerapkan konteks pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kelebihan buku ini Buku ini dapat menuntun mahasiswa zaman now untuk lebih memahami pendidikan pancasila untuk perguruan tinggi . bahasa buku ini mudah sekali untuk dipahami karna bahasanya mudah,jelas dan mudah dimengerti. 

Cover buku ini juga sangat menarik dengan gambar garuda dan warna yang menambah nuansa keistimewaan buku ini. 

Kekurangan buku ini

Didalam buku ini tidak terdapat gambar ilustrasi sama sekali . buku ini sangat kecil penjualnya.

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya usia muda, Camat Padang Timur meluncurkan inovasi “HATI UDA”. Melalui inovasi yang berarti “Memperhatikan Usia Muda” ini diharapkan dapat mengatasi tiga masalah serius kesehatan.

“Upaya Camat Padang Timur untuk membudayakan hidup sehat di kalangan usia muda, patut diapresiasi. Kita melihat, kecenderungan para usia muda memang kurang memikirkan tentang kesehatan dalam menghadapi fase penuaan,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri “coffe morning” bersama stakeholder Kecamatan Padang Timur di Kyriad Hotel Bumi Minang, Senin (11/11/2019).

Menurut Mahyeldi, disamping memasyarakatkan hidup sehat untuk masyarakat, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Padang harus lebih dulu sehat. Sebab, tanpa kesehatan, tidak mungkin pelayanan dapat dimaksimalkan.

“Terlebih dulu kita sehatkan ASN agar maksimal melayani masyarakat,” katanya.

Inovasi HATI UDA, menurut Mahyeldi, bisa disejalankan dengan memperhatikan kesehatan ASN yang tengah digalakkannya. ASN yang muda-muda harus memiliki badan yang slim, dengan lingkar perut yang ideal.

“Salah satu olahraga yang dianjurkan ialah bersepeda. Terinspirasi dari pebalap Tour de Singkarak yang memiliki badan atletis,” ulasnya.

Sementara itu, Camat Padang Timur Ances Kurniawan menyebut HATI UDA merupakan turunan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kemudian pihaknya mengemas dalam inovasi HATI UDA karena lebih menyasar usia muda.

“Bentuk kegiatannya nanti sisinergikan dengan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dan Posyandu serta PIK Remaja,”jelas Ances.

Adapun inovasi HATI UDA tersebut diluncurkan secara resmi oleh Walikota Padang disaksikan stakeholder se-Kecamatan Padang Timur. Pada kesempatan ini juga dilakukan diskusi panel dengan narasumber stakeholder terkait kesehatan. (Zal)

IMPIANNEWS.COM  (Bandung).

Persatuan Olahraga Kempo Indonesia ( Porkemi) telah menggelar Kejuaraan Nasional perdana yang dilangsukan di Bandung pada tanggal 8-10 November 2019 lalu. Kejunas Prokemi perdana ini diikuti 18 Provinsi dan 43 kabupaten/kota di Indonesia. Kegiatan ini pun dihadiri oleh 338 Kesatria.

Pengurus Provinsi (Pengrov) Porkemi yang diketuai Klemens Man dan Sekretaris Kanis Nasak mengutus para atlet sebayak 9 orang yang diwakili oleh Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Para atlet Porkemk NTT yang meraih medali emas adalah Ando Basti Alen (Randori Kelas 45 kg), Yonatan Bagus (Randori Kelas 42 kg), remaja.

Medali emas juga diraih di Kelas Randori Beregu Remaja Yonatan bagus, Ando B Alen, Apri Jahang, Yoseph Monfrot dan Embu beregu putra dewasa atas nama Eki Jebaut, Paskalis Edwin, Leon Adiman, Charles Wanggur, Kata/ Tan En atas nama Paskalis Edwin.

Medali Perak diraih Apri Jahang pada Randori kelas 40 kg remaja.

Medali Perunggu pada Randori beregu dewasa atas nama Leon Adiman, Hasintus Hagul, Karolus A. Wanggur, Paskalis Edwin.

Sedangkan Kabupaten Manggarai Timur memperoleh: 1 medali emas, 2 perunggu, melalui atlet atas nama Karolus A Wanggur (medali emas, nomor Kata/Tan En), Medali Perunggu atas nama Yohana Gadensi randori putri kelas 45 kg dan Ferdinandus Kasman, randori dewasa 65 -70 kg putra.

Menanggapi hal ini, ketua umum Porkemi NTT,  Klemens Man menyampaikan apresiasi kepada para atlet NTT yang berhasil meraih medali emas, perunggu dan dan perak tersebut.

Ia menilai, prestasi atlet-atlit NTT ini merupakan suatu kebanggaan bagi pengurus Porkemi dan masayarakat di Nusa Tenggara Timur.

"Porkemi di NTT baru berusia 1 tahun namun berhasil mencetak atlit-atlit berprestasi. Hal ini merupakan mimpi besar Porkemi NTT untuk dijadikan gudang atletik" Ujar Klemens kepada media ini, Selasa 12 November 2019.

Sementara itu , Sekretaris Prokemi NTT yang juga ketua umum Porkemi Manggarai, Kanis Nasak mengatakan, prestasi  ini merupakan hasil dari keseriusan para atletik dalam mengikuti latihan selama ini.

Ia berkomitmen, Porkemi NTT akan selalu mempersiapkan para atlet untuk mengikuti even nasional maupun Internasional yang akan datang.

"Terimkasih kepada seluruh panitia penyelenggara kegiatan dan seluruh badan pengurus Porkemi NTT yang telah mempersiapkan atletik untuk mengikuti even Kejunas. NTT bisa, NTT berprestasi" tandas Kanis.

Untuk diketahui, Kontingen NTT dipimpin manager/ofisial Ibu Ursula Anur, ibu Linda Tempomoma dan Fian Roger. (kh)

IMPIANNEWS.COM
Sawahlunto,  --- Dukungan untuk mengatasi permasalahan dan pengembangan potensi Batang Lunto, sungai yang membelah jantung Kota Sawahlunto dan infrastruktur jalan menjadi salah satu poin yang diangkat Pemko Sawahlunto dalam pertemuan Rapat Koordinasi pengelolaan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) sebagai Warisan Dunia bersama Asisten Deputi Kementrian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan di Ruang Rapat PT. BA UPO.

Tingginya Sedimentasi, longsor pada dam tepi sungai dan meluapnya debit air ketika musim hujan adalah problematika yang sedang diperjuangkan solusinya oleh Pemko. 

Ir. Radam, MSc, Asisten Administrasi Pembangunan Kota menyebut Walikota bersama dinas terkait telah berusaha mengajukan proposal bahkan mendatangi Kementerian dan Balai terkait untuk mendapatkan dukungan dana mengatasi masalah ini.

"Kemampuan keuangan daerah terbatas, karena itu kita berusaha kesana kemari meminta dukungan Pusat" ujar Radam.

Ia berharap proposal perbaikan berbagai fasilitas umum termasuk normalisasi sungai, perbaikan infrastruktur jalan yang selalu rusak akibat pergerakan tanah, pembangunan jalan pintas Pondok Kapur - Muaro Kalaban yang semuanya sebesar 900 milyar yang telah diajukan Pemko kepada Kementerian akan mendapat dukungan dan bisa terlaksana dengan baik.

Batang Lunto adalah sungai yang berpengaruh terhadap kehidupan Kota. Ditepi sungai ini Kolonial Belanda membangun PLTU, namun masalah debit air yang menyusut di musim panas tapi meluap di musim hujan menjadi penyebab PLTU ini ditutup pada tahun 1934, kemudian dirubah fungsinya menjadi gudang penyimpanan mesiu dan akhirnya dimanfaatkan sebagai masjid yang kini bernama Masjid Agung Nurul Islam Kota Sawahlunto.

Jika dinormalisasi, Sungai yang membelah pusat kota ini berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi wahana wisata rakit sampan.

Normalisasi sungai ini juga penting segera direalisasikan agar longsor dam sungai di belakang Lapangan Ombilin dan dibawah SMPN 1 tidak semakin melebar dan mencegah meluapnya air ketika musim hujan. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh,  --- Setelah hampir 24 jam pasca bencana angin puting beliung melanda Kota Payakumbuh, khususnya Kecamatan Payakumbuh Timur, akhirnya pada Senin (11/11/2019) sekira pukul 14.09 WIB Pemko Payakumbuh melalui BPBD diwakili Camat Payakumbuh Timur selaku Wakil Koordinator Lapangan penanggulangan bencana lokal, mengeluarkan release data korban bencana di daerah tersebut melalui WAG TRC Kota Payakumbuh. 

Setelah sebelumnya para awak media sibuk mencari data kongkrit terkait data korban dan kerugian akibat bencana alam puting beliung yang lebih parah melanda kecamatan Payakumbuh Timur, ini.

Camat Payakumbuh Timur Ahmad Arifianto dalam realise laporan resminya bernomor 300/268/Trantib/CPT-XI/2019 10 November 2019 itu dijelaskan, bahwa di daerahnya terdapat lima kelurahan yang terdampak.

Dalam laporan itu dijelaskan DATA SEMENTARA rumah dan bangunan rusak berdasarkan laporan masyarakat.
  1. Kelurahan Padang Tiakar terdapat 11 bangunan yang terdampak.
  2. Kelurahan Sicincin terdapat 48 bangunan, 
  3. Kelurahan Padang Tangah Payobadar 32 bangunan 
  4. Kelurahan Balai Jariang 10 bangunan. 
Sedangkan untuk kelurahan Tiakar hingga siang,  baru terdata 2 rumah. Pendataan akan terus kita lanjutkan, "terang Camat Ahmad Arifianto.

Meski sebelumnya pada Senin (11/11/2019) data yang berhasil dihimpun dari Posko Kebencanaan Kota Payakumbuh yang terletak di Keluruhan Sicincin melalui Kabid Rehabilitasi Rekontruksi BPBD Payakumbuh, Denitral menyebutkan, akibat angin puting beliung disertai hujan itu menimbulkan sejumlah kerusakan di Kecamatan Payakumbuh Timur.

Dikatakannya, ada sekitar lima kelurahan yang terdampak di Kecamatan Payakumbuh Timur, belasan pohon berukuran besar tumbang.

"Atap rumah tempat usaha diterbangkan angin, ada sekitar 13 unit. Atap rumah ditimpa pohon ada 10 unit, kemudian ada bengkel yang ambruk dua unit, ada sekolah PAUD di Payakumbuh Timur ditimpa pohon, kemudian sekolah SDN 19 Kelurahan Sicincin parkiran motor," kata Denitral saat ditemui di Posko Kebencanaan, Senin (11/11/2019).

Ia menyebut, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana angin puting beliung disertai hujan deras itu.

"Kami lagi mendata, ini sifatnya masih sementara. Pemda dalam hal ini wali kota didampingi sekretaris daerah langsung turun ke lapangan bersama tim TRC, BPDB, PUPR, Pol PP, Dishub, PLN, dan Basarnas," jelasnya.(014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Jalan yang menghubungkan wilayah Payakumbuh - Lintau masih terganggu karena proses pembersihan pohon beringin besar yang tumbang di Simpang Bukit Sitabur masih berlangsung.

Pohon beringin yang diperkirakan sudah berusia ratusan itu diketahui tumbang pada Minggu (10/11/2019) sore sekitar pukul 16.30 WIB akibat diterpa angin puting beliung. Pohon yang berkuran besar itu menghambat Jalan Prof M Yamin, Kota Payakumbuh.

Sampai Senin (11/11/2019) pukul 15.15 WIB, pihak BPBD, PUPR, Satpol PP, Damkar, PLN dibantu pihak kepolisian dan TNI masih melakukan pembersihan terhadap meterial pohon kayu beringin di tengah jalan itu. Arus lalu lintas Payakumbuh - Lintau dan sebaliknya masih dialihkan menuju arah Padang Tangah Payobadar. 

Dari Pantauan di lokasi, pembersihan pohon beringin tersebut menggunakan beberapa buah sinso, dua eskafator, dan sejumlah mobil kebersihan yang mengangkut dahan-dahan pohon tersebut.

Salah seorang pedagang di sekitaran Simpang Bukit Sitabur, Doni (22) mengatakan, proses pembersihan pohon tersebut sudah mulai dilakukan semenjak Minggu (10/11/2019) sore.

"Semalam (Minggu, 10/11) proses pembersihan pohon dilaksanakan sampai pukul 22.00 WIB dan tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB pengerjaan kembali dilanjutkan," katanya.

Sampai saat ini, listrik di sekitar kawasan tersebut masih mati karena pohon beringin itu juga menimpa kabel listrik yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Rekontruksi BPBD Payakumbuh, An Denitral mengakui, bahwa pembersihan pohon beringin itu cukup vital karena mengganggu akses jalan.

"Sampai sekarang sudah lebih 20 jam, itu masih dalam tahap evakuasi," pungkasnya. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pertanian akan segera menerapkan program kartu tani. Program ini berjalan berdasarkan aturan Peraturan Menteri Pertanian Nomor  : 47/Permentan/SR.310/12/2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra mengatakan banyak keuntungan yang bisa di peroleh dengan memiliki kartu tani ini. Seperti bisa melakukan pembelian pupuk dengan lebih murah karena mendapatkan subsidi atau lebih gampang mendapatkan kredit usaha dari bank.

“Tetapi tak sembarang orang bisa memegang kartu ini. Ada rangkaian proses yang harus dijalani. Tujuannya agar bantuan subsidi pupuk benar-benar tepat sasaran," ujar Depi, Senin (11/11/2019).

Persyaratan utama mendapatkan Kartu Tani adalah petani harus tergabung dalam kelompok tani. Kemudian, petani mengumpulkan fotokopi e-KTP dan Tanda Kepemilikan Tanah bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, atau anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Verifikasi data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sekarang diarahkan ke e-RDKK. Kemudian Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pendataan dan verifikasi data ke lapangan (NIK, luas lahan, komoditas dan jenis pupuk) yang kemudian PPL mengunggah data petani ke dalam Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI)," paparnya.

Selanjutnya, dilakukan upload data RDKK atau upload alokasi pupuk bersubsidi. Petani pun harus hadir ke bank yang ditunjuk, yang dalam hal ini bank mandiri menjadi satu-satunya bank yang akan menjadi fasilitator dalam penyaluran kartu tani bagi para petani tersebut.

“Dalam proses ini petani menunjukkan KTP asli dan menyebutkan nama Ibu Kandung. Kemudian petugas melakukan pengecekan ke server bank dilanjutkan proses pembuatan buku tabungan," jelasnya.

Turut disampaikan, saat ini saya petani yang sudah mendaftar untuk mendapatkan kartu tani berjumlah 8000 orang dan ini akan dilakukan penambahan sebanyak 5000 kartu tani lagi nantinya”, ungkap Depi.

Sementara itu, kepala kantor cabang Bank Mandiri Kota Payakumbuh Femi Roza Fahri, S. Kom mengatakan para petani mendapat besaran kuota pupuk bersubsidi berdasarkan data lahan yang dimiliki oleh petani tersebut.

“Dan para petani yang berhak mendapatkan kartu tani ini mereka yang sudah mendaftar dan masuk dalam data di dinas pertanian Kota Payakumbuh”, papar Femi.

Femi menjelaskan tidak ada biaya sama sekali dalam mendapatkan kartu tani ini, karna ini merupakan program pemerintah dan kami ditunjuk oleh pemerintah Kota Payakumbuh dalam penyaluran Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) nya.

“Cuma kami akan meminta biaya administrasi 50 ribu sebagaimana persyaratan awal untuk mengaktifkan kartu debit elektronik ini, dan nominal tersebut akan dimasukkan ke dalam saldo awal bagi si pemilik kartu tani ini” terangnya.

Selain itu, Femi menyampaikan jika saat ini dari 15 toko pengecer pupuk bersubsidi yang ada di kota Payakumbuh, batu 8 toko yang menjadi mitra dari Bank Mandiri dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini.

“Memang belum seluruh toko penyalur pupuk bersubsidi di kota Payakumbuh menjadi mitra penyalur kami, tapi ke depannya akan diusahakan seluruh toko penyalur yang ada ini menjadi mitra bank Mandiri sehingga para petani dapat melakukan transaksi di semua toko penyalur yang ada”, harap Femi.

IMPIANNEWS.COM
David Bachri : Masyarakat Akan Bahagia Dilayani Dengan Baik

Payakumbuh, --- Bahagia, begitulah raut wajah siapa saja yang masuk ke Balaikota Payakumbuh, betapa tidak, baru saja masuk melalui pintu depan sudah ditunggu oleh petugas administrasi pelayanan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh dengan senyuman ramahnya.

Tidak hanya ditunggu oleh petugas yang ramah, MPP ada untuk memberikan akses 1 tempat dengan multi layanan bagi masyarakat di Kota Payakumbuh.

Tak hanya warga, termasuk pejabat Camat Lamposi Tigo Nagori (Latina) David Bachri yang pada hari itu menghadiri kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di Balaikota, dirinya menyempatkan diri melihat-lihat dan menikmati nyamannya berkeliling di lantai 1 kantor pusat pemerintahan Kota Randang itu, Senin (11/11/2019).

David Bachri juga mengabadikan momen itu dengan berfoto di salahsatu sudut palang petunjuk MPP yang tampak berwarna-warni menghias lantai 1 Balaikota itu.

"Salah satu sudut Mal Pelayanan Publik Kota Payakumbuh, insyaallah masyarakat makin terlayani dengan baik," kata Camat muda tersebut.

Dikatakan David, masyarakat Lamposi khususnya pasti akan sangat senang mendapatkan pelayanan di MPP Payakumbuh, selain dimanjakan dengan suasana nyaman, pelayanan disini akan super cepat dan tidak akan menyita banyak waktu warga yang mengurus surat-menyurat.

"Semoga masyarakat kita bahagia dengan adanya MPP di Payakumbuh, ini baru soft launching, kita tidak sabar menunggu grand launchingnya saat ulang tahun Kota Payakumbuh nanti, ini adalah bukti keseriusan Pemko Payakumbuh dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyaraksat," kata David Bachri. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ) membawa pulang piala bergilir gubernur Sumatera Barat, setelah memastikan menjadi juara umum Mathematic Competition se Sumatera di Universitas Negri Padang (UNP). 

Dari 3 Jenis lomba yang diselenggarakan, YPI RJ berhasil menjadi juara umum di 2 bidang, yang pertama tingkat SD sederajat dan kedua tingkat SMP sederajat. Ialah Afrian Rafi Qafka siswa SDI RJ yang berhasil menjadi juara 1 setelah berhasil menumbangkan ribuan lawan-lawannya dari penjuru Sumatera Barat. Dan Rafif Farras yang keluar sebagai juara 1 untuk tingkat SMP sederajat. 

Hardi Setiawan selaku pembina SMP sekaligus guru berprestasi tingkat Nasional menyampaikan merasa syukur dengan hasil yang luar biasa ini, dan dia menyampaikan semoga hasil ini sebagai momentum untuk selalu berproses untuk lebih maju dan lebih baik. 

"Terkhusus untuk SMP Raudhatul Jannah, ini adalah juara umum ke 3 dalam kurun 2 bulan kebelakang, alhamdulillah, karena sebelumnya menjadi juara umum di IAIN Batusangkar dan Bukittinggi," katanya.

Sementara itu Loly Altasya selaku pembina untuk tingkat SD mengatakan, ini adalah hadiah yang spesial setelah berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan berlatih secara intensif. Kami di YPI RJ mempunyai program khusus OSN supaya siswa-siswa siap secara Intelegensi dan Emosional, semoga amanah menjadi juara umum ini dapat menjadi pengingat dan meningkatkan motivasi para siswa untuk belajar. 

"Rafif Faras sebagai perwakilan siswa menyampaikan Raudhatul Jannah sangat perhatian kepada siswa, guru-guru disini begitu memperdulikan potensi dan bakat-bakat kami. Tentulah segala prestasi yang telah kami sumbangkan adalah berkat tangan dingin para guru-guru hebat, saya sangat beruntung menjadi satu diantara ribuan murid yang diberi kesempatan bersekolah disekolah berprestasi nan unggul ini," ujarnya. 

Mathematic Competition ini dihelat di Universitas Negeri Padang (UNP) 06-10 November dengan lingkup se Sumatera. Event ini memperebutkan piala bergilir dari gubernur Sumatera Barat, Trophy Jutaan rupiah beserta piagam. (rel/014)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.