Latest Post

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Melawan penyebaran covid-19 perlu dilakukan secara bersama-sama, semua pihak harus turut andil memberikan sumbangsihnya agar virus ini tidak terus berkembang. 

Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Tim Gugus Tugas-nya terus berupaya melakukan tindakan preventif dan mengajak siapa saja untuk bersama-sama pula melakukan upaya tersebut.

Sejumlah bantuan dari berbagai organisasi dan masyarakat terus berdatangan dan disambut Pemko Payakumbuh dengan tangan terbuka. Seperti halnya, sebuah perusahaan kosmetik, PT Kosmetikatama Super Indah (KSI) dengan merek dagang Inez Cosmetic turut peduli. Dimana kepedulian tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan berupa hand sanitizer kepada Pemerintah Kota Payakumbuh.

Pemko Payakumbuh melalui Wakil Wali Kota Erwin Yunaz yang hadir dan menerima langung bantuan tersebut sangat mengapresiasi Inez Cosmetic.

“Kami berterima kasih dan apresiasi kepada Inez Cosmetic yang turut  peduli disaat ini, dengan sejumlah paket bantuan berupa hand sanitizer,” kata Wakil Walikota Erwin Yunaz di halaman kantor Balaikota, Jumat (29/5).

Sementara itu perusahaan yang berkantor pusat di Jalan Industri No. 6 Randuagung, Singosari, Jawa timur ini melalui Supervisor Promosi Regional Sumatra Barat, Gusti Verawati, mengatakan bahwa hand sanitizer ini adalah produksi mereka sendiri dan pihak perusahaan memang mengkhususkan untuk bantuan kepada sejumlah daerah di Indonrsia dalam rangka melindungi masyarakat dari covid-19.

“Produk ini kami adalah produk sendiri, tidak hanya wilayah di Sumatra Barat, namun merata ke seluruh wilayah Indonesia. Dan Alhamdulilah, kita dari perusahaan sangat bahagia karena bisa turut langsung berkontribusi untuk membantu pemerintahan memerangi pandemi yang sedang terjadi ini”, pungkas Vera sapaan akrabnya.(rel/014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Wali Kota Riza Falepi melakukan peninjauan ke pasar ternak yang telah dibuka kembali, namun dibukanya pasar ternak ini ditekankan harus mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19.

Selain melakukan peninjauan, Wako Riza Falepi juga melaksanakan penanaman beberapa jenis pohon di lokasi pasar ternak agar lingkungan pasar menjadi asri dan tidak gersang bersama jajaran TNI, Polri, Satpol PP, dan OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh, Minggu (31/5).

Setelah ditutup 2 bulan lebih, terhitung Minggu (31/5), Pasar Ternak Kota Payakumbuh yang berada di Kelurahan Kotopanjang Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur ini telah dibuka kembali.

"Dibukanya pasar ternak tersebut, menyusul akan diberlakukannya New Normal di Payakumbuh, insyaallah berakhirnya penerapan PSBB Covid-19 tahap ketiga pada 7 Juni mendatang," ujar Riza.

Sementara itu, Kadis Pertanian Payakumbuh Depi Sastra menerangkan penutupan pasar ternak selama delapan kali pekan itu, sebuah kebijakan yang cukup merugikan bagi pemko dan pengusaha ternak sendiri.

"Bagi pemko ini adalah kehilangan sumber pendapatan asli daerah. Nantinya, tentu akan beresiko tidak tercapainya target penerimaan dari pasar ternak. Target PAD Tahun 2020, dirinci Rp. 411 juta. Tapi, karena pandemi Covid-19, disesuaikan menjadi Rp. 280.440.000," ujarnya.

Sementara, bagi pengusaha ternak, juga berdampak kepada ekonomi mereka yang stagnan selama dua bulan. Selain itu, imbasnya juga kepada pedagang sektor makanan dan minuman yang juga cukup banyak bergantung di pasar ternak.

Tapi, melalui edukasi yang dilakukan Dinas Pertanian Payakumbuh kepada peternak dan penguaha ternak, semuanya memahami tujuan penutupan pasar ternak, agar para pelaku pasar ini tidak terpapar virus corona yang berbahaya. Penerapan PSBB melarang orang berkerumun.

"Kita lega, ketika diberikan edukasi tentang penutupan pasar ternak itu, semua peternak dan pengusahanya sangat memakluminya. Jadi, kalau direncanakan dibuka kembali Minggu (31/5), diyakini semua peternak dan pengusaha ternak, bakal senang dan gembira," ucap Depi.

Menurut Depi, sesuai arahan Walikota Riza Falepi, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19, semua pelaku pasar ternak harus mematuhi protokol kesehatan tentang Covid-19, di pasar ternak, yaitu wajib pakai masker dan jaga jarak. Yang tidak pakai masker dilarang masuk pasar ternak.

Kemudian, wajib pakai sarung tangan dan memakai pakaian lengan panjang. Pihak Dinas Pertanian, juga menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik dan mengajak pedagang menjual masker di kawasan pasar.

Setiap minggu, lebih kurang 500 ekor ternak besar (kerbau dan sapi) dan ternak kecil (kambing), memenuhi pasar tradisional itu. Malahan, pengusahanya berdatangan dari berbagai kota dan kabupaten di Sumbar. Selain sejumlah pengusaha dan peternak dari Provinsi Riau dan Jambi.

"Tiap pekan itu, lebih kurang uang beredar di pasar ternak  mencapai 1,2 miliyar rupiah. Tradisi basirosok dalam transaksi, juga masih berjalan di pasar tersebut," ucap Depi. (rel/014)


IMPIANNEW.COM (Padang)

Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang akan melaksanakan New Normal di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia. Begitu juga dengan Kota Padang yang juga akan mengikuti hal tersebut.

Untuk mengetahui kesiapan menuju perubahan baru tersebut, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH bersama Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si dan beberapa Pejabat Utama Polda Sumbar mengunjungi Pasar Raya Padang, Jumat (29/5) sore.

Kunjungan Kapolda yang juga didampingi Kepala Dinas Pasar ini, untuk melakukan pengecekan beberapa tempat di seputaran Pasar Raya Kota Padang.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik menyebut, kunjungan itu melihat kesiapan Pasar Raya menuju New Normal ini dengan mengikuti protokol kesehatan.

"Kapolda Sumbar melakukan pengecekan kesiapan Pasar Raya Padang sebagai pilot project, penegakkan disiplin protokol covid-19 menuju new normal," katanya.

Dengan mengikuti aturan dan protokol tersebut, diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus Covid-19. "Sehingga masyarakat nantinya dapat beraktivitas seperti biasanya kembali," imbuhnya.

Kombes Pol Satake menambahkan, saat ini di areal Pasar Raya Kota Padang juga telah ada pos pengamanan pendisiplinan yang akan ditempati oleh personel TNI, Polri dan instansi terkait lainnya.

"Ada 2 pos pengamanan pendisiplinan, di dekat CGV Padang (sebelumnya Bioskop Raya) dan di simpang Air Mancur. Untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan," pungkasnya.(ay)

 Sumber: Bidhumas Polda Sumbar

IMPIANNEWS.COM (Bukittinggi).

Disalah satu masjid Mukhlisin Manggis Pemerintah Kota Bukittinggi, telah menerapkan kebijakan 10 point protokol kesehatan covid dalam menerapkan pelaksanaan ibadah sholat berjemaah. Sesuatu gagasan yang cukup baik dalam upaya antisipasi penyebaran wabah covid 19 bagi masyarakat memasuki kehidupan baru aman covid (new normal)

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit yang didampingi Walikota Ramlan, Sekdako Yuen Karnova, disela-sela meninjau langsung persiapan di Masjid Mukhlishin Manggih Bukittinggi, Sabtu (30/5/2020). 

Wagub Sumbar  Nasrul Abit juga katakan, pelaksanaan kehidupan baru aman covid (new normal) merupakan harapan dan kerinduan umat Islam beribadah di masjid  dengan tetap menjalankan protol covid dalam menghadapi antisipasi penyebaran wabah corona.

" Ada sepuluh (10) sholat berjemaah di masjid Mukhlisin Manggis, wajib pakai masker, membawa sajadah masing masing dari rumah, berwudhu dari rumah, pemeriksaan suhu tubuh, suhu yang dibatasi lebih kurang 37,3 C, tidak membawa anak-anak, jaga jarak 1meter, parkit diluar masjid, jemaah khusus warga Manggis dan tidak bersalaman," ujar Nasrul Abit.

Peninjauan Wagub Sumbar ke  masjid karena new  normal sudah memberikan peluang masyarakat hidup normal termasuk beribadah ke masjid dengan mengacu pada pelaksanaan protokol covid dalam kehidupan sehari-hari.

"Tadi kita sudah lihat kesiapan masjid, dengan membuat batasan-batasan jemaah. Semua sudah tersedia sesuai dengan protokol Covid-19 dengan menyediakan thermogun, physical distancingnya dijaga, berwudhu dari rumah, membawa sajadah sendiri, khotbah hanya sepuluh menit, ini bisa menjadi role model nantinya bagi kabupaten/kota lain yang bersiap lepas dari PSBB menuju new normal," sebut Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga menyampaikan pesan Gubernur Sumbar kepada pengurus Masjid wajib memperhatikan dan melaksanakan standar Protokol Pencegahan Penyebaran covid-19 di rumah ibadah. 

" Masyarakat mesti sudah terbiasa disiplin melakukan prilaku protokol covid bagian dari kehidupan baru aman covid. Baik dalam aktifitas ekonomi, pekerjaan, dan melaksanaan ibadah berjemaah di masjid, mushalla dan rumah ibadah lainnya di Sumatera Barat, masyarakat sadar dan sudah membudayakan pakai masker, jaga jarak, pola hidup bersih cuci tangan pakai sabun," ajaknya.

Pada kesempatan itu Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, sangat bersyukur dalam penerapan tatanan menuju kehidupan normal baru, pemerintah Provinsi Sumbar mendukung penuh, apalagi pihaknya benar-benar telah optimal dari semua sektor, utamanya dari segi agama dan perekonomian.

Menurutnya, terkait dengan pelaksanaan sholat berjemaah, pihak Pemko Bukittinggi telah mengatur sesuai protokol Covid-19. "Bahkan sampai dengan posisi mimbar di mesjid pun kami atur, harus ada jarak antara khatib dengan jamaah,' terangnya. 

Selain itu, jamaah diminta membawa sajadah masing-masing. Mereka pun diminta untuk tidak berjabat tangan dan berpelukan. Menganjurkan dalam ibadah sholat untuk menggunakan ayat-ayat pendek, mempersingkat pelaksanaan khutbah

"Bagi jamaah yang tidak menggunakan masker tidak diperkenankan sanksi beli tiga masker untuk berjamaah di masjid. Kemudian bagi jamaah yang kurang sehat atau yang memiliki gejala demam, batuk, bersin tidak diperkenankan untuk sholat berjamaah di masjid," tuturnya. (tf/zs)

BIRO HUMAS SETDA SUMBAR


IMPIANNEWS.COM (Padang).

Kondisi Kota Padang per Tanggal 31 Mei 2020 telah Terjangkit semua Kecamatan dengan 73 Kelurahannya Terjangkit Covid19.

Jumlah PDP sebanyak 296 orang (kumulatif) dan Jumlah OTG yang kontak erat dengan penderita terkonfirmasi sebanyak 122  orang (total OTG setelah dikurangi hasil swab negatif).  


Terdapat 7 kelurahan yang sudah bebas dari covid19 (sembuh/meninggal) yang tidak ada lagi kasus konfirmasi Covid19.

Hasil pemeriksaan  kasus ODP, PDP dan OTG di Kota Padang yang diperiksa laboratorium per tanggal 31 Mei 2020 terdapat 15 kasus positif baru:

15 kasus baru covid 19 penyebarannya terdapat di Kecamatan antara lainnnya : 1 kasus di Kec Koto Tangah, 1 kasus di Kec Kuranji, 2 kasus di Kec Padang Barat, 1 kasus di Kec Padang Timur, 1 kasus di Kec Padang Utara, 4 kasus di Kec Pauh, 5 kasus di Kec Nanggalo sehingga Total 384 kasus konfirmasi positif COVID19.  

Illustrasi, Kota Padang Belum aman untuk di junjungi seperti beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat, serangan covid 19 selalu ada tambahan setiap hari.
Terdapat tambahan 7 kasus sembuh (1 kasus di Kec Koto Tangah,1 kasus di Kec Padang Selatan, 3 kasus di Kec Kuranji, 2 kasus di Kec Padang Timur) sehingga Total sembuh 152 kasus, Total meninggal dunia 18 orang.

Segera melaporkan apabila menemukan orang dengan gejala COVID19 (demam, batuk, pilek dan 1 minggu sebelum sakit berkunjung ke daerah terjangkit kepada :

dr.Hj.Gentina,M.M.Kes (081261239600)

dr. Dessy M. Siddik (081268924599)

Tutwuri Handayani,SKM,M.kes (081374334117)

(Taf Chaniago)

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Padang

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kelurahan Padang Karambia kecamatan Payakumbuh Selatan, Lurah setempat Desmawati sengaja menyiapkan stok masker di pintu masuk kantor lurah. Dirinya menyebut bahwa kesadaran masyarakat untuk memakai masker di masa pandemi covid19, masih rendah. 

"Menurut Kami, masih ada warga yang menganggap sepele virus corona. Padahal pemerintah sudah memasang spanduk dan selebaran serta mensosialisasikan bahaya virus ini kepada masyarakat. Dan masyarakat dianjurkan, bahkan diwajibkan pemerintah untuk mamakai masker. Namun, masih kita jumpai warga yang tidak memakai masker saat meminta layanan publik di kantor lurah. Itu makanya Kita siapkan stok masker di kantor lurah. Bagi yang tidak memakai masker, langsung kita suruh ambil dan pakai. Masker tersebut gratis, kok,"terang Lurah Desmwati saat dijumpai di Posko covid19, Ahad (31/05/2020) siang. 

Dikala Sumbar sedang menerapkan PSBB III hingga 7 Juni 2020, Lurah Desmawati menghimbau warganya mematuhi himbauan pemerintah dan ulama. 

"Saat ini Kita di masa PSBB III, bukan berarti pandemi corona akan hilang sendirinya, tanpa ada wujud kesadaran masyarakat dalam mematuhi himbauan pemerintah dan ulama. Mari Kita seniat, agar kita segera capai New Normal dan menuju Back Normal. Sehingga Kita bisa kembali beraktifitas sebagaimana biasanya. Tentu saja kebiasaan baik selama pandemi corona, baik kebiasaan #memakaimasker, #cucitangandengansabun, #berdiamdirumah jika tidak ada kepentingan di luar, #membiasakanPHBS, serta #meningkatkanrasasyukur kepada Sang Pencipta,"ajak Desmawati.

Di kelurahan Padang Karambia sendiri, masyarakat bersama pemerintah kelurahan giat bekerjasama membentengi daerah dari penyebaran virus corona. Terbukti, dengan adanya 2 Posko mandiri di kelurahan yang berpenduduk 1,448 jiwa, saat ini. Sebelumnya ada 22 warga (pendatang baru) terdata sebagai PDP, baru pulang dari rantau dan mahasiswa. Ke-22 warga tersebut sudah selesai menjalani isolasi mandiri. 

Saat ditanya terkait bantuan terdampak corona. Lurah perempuan ini pun memaparkan bahwa ada 76 warganya terdata penerima BLT Kemensos. Dan dudukkan sebanyak 20 warga sebagai penerima BLT provinsi. Meski sempat ada kompalin dari warga, namun pihak kelurahan dibantu pihak kecamatan mampu mendinginkan suasana. 

"terkait permohonan bantuan terdampak corona bagi warga yang tidak include sebagai penerima BLT,  kita sudah sebarkan 90 lembar form permohonan dan pernyataan kepada warga. Namun hingga hari ini baru sekitar 90% warga yang mengembalikan ke kantor lurah. Adapun 10% lainnya, hingga kini belum tampak menyerahkan,"pungkasnya.(014)

IMPIANNEWS.COM

Lima Puluh Kota, --- Kearifan lokal Situjuahbatua dalam melawan Covid-19 cukup membuahkan hasil. Sampai pengujung Mei 2020, Situjuahbatua masih menjadi kawasan zona hijau Covid-19. Tidak ada kasus positif korona di nagari pejuang tersebut. Sehingga, sejak 10 hari terakhir Ramadhan, seluruh masjid dan mushalla di Situjuahbatua, sudah kembali melaksanakaan shalat berjamaah. 

Walaupun, tetap dengan protokol Covid-19 yang dibolehkan MUI, yakni dengan menjaga jarak atau social distancing. 

Meski Situjuahbatua masih masuk kawasan zona hijau Covid-19, tapi dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19 tetap dirasakan masyarakat setempat.

"Perekonomian masyarakat kami di Situjuahbatua, kini benar-benar sulit akibat pandemi Covid-19," kata Tan Marajo, diamini Kepala Jorong Tangah MA Dt Paduko Rajo Nan Kuniang. 

Dalam kondisi ekonomi yang sulit itu, Pemnag Situjuahbatua bersyukur karena pemerintah sudah mengucurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat.  Ada empat jenis BLT yang dibagikan di Situjuah Batua. Pertama, BLT dari Kemensos untuk 166 Kepala Keluarga (KK).

Dimana, 147 KK menerima lewat Pos dan 19 KK lewat Bank.  Kedua, BLT dari Pemprov Sumbar sebanyak 248 KK. Ketiga, BLT dari Dana Desa untuk 197 KK, dan BLT dari Kabupaten untuk 35 KK. Selain BLT, sebanyak 290 KK di Situjuahbatua juga dapat PKH dan 346 KK lainnya dapat bantuan sembako.

Selain itu, ribuan warga Situjuahbatua juga sudah memiliki jaminan kesehatan, baik mandiri ataupun subsidi pemerintah.

Terhadap warga yang dapat BLT dampak Covid-19, PKH, bantuan sembako, dan Kartu Indonesia Sehat, nama-nama mereka diumumkan Pemnag Situjuahbatua secara terbuka di kantor nagari, warung kopi (warkop), tempat ibadah, dan tempat-tempat umum lainnya. Ini dilakukan tidak hanya sesuai dengan imbauan Ombudsman RI dan Surat Edaran Gubernur Sumbar Nomor:489/138/Humas-2020 tertanggal 6 Mei 2020 perihal Penyediaan Layanan Informasi dan Pengaduan Penyaluran Bansos Covid-19, tapi juga sesuai dengan Peraturan Nagari Situjuah Batua Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Pencegahan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Berbasis Hukum Adat Salingka Nagari.

"Sejak 2019 silam, atas dampingan dari satu dari tiga doktor yang menjadi Tenaga Ahli Situjuahbatua, yakni Dr Wendra Yunaldi SH MH, Pemnag Situjuahbatua bersama Bamus, LAN dan lembaga-lembaga nagari, sudah menyepakati Pernag Tentang Pencegahan KKN berbasis hukum adat salingka nagari. Sesuai amanat Pernag ini, kita di Situjuahbatua mencoba menuju transparan, termasuk dalam soal bantuan," kata Tan Marajo.

Dia menyebut, penempelan atau pengumuman daftar nama warga Situjuahbatua yang menerima bantuan ini secara terbuka, dimaksudkan Pemerintah Nagari Situjuahbatua, agar semua elemen masyarakat, ikut bersama-sama memantau, mengawasi, dan mengawal penyaluran bantuan. 

"Dengan pengumuman ini, kami lebih mudah mengetahui, siapa masyarakat kami yang belum dapat bantuan sama sekali. Dan siapa pula yang dempet menerima bantuan," tukuk Tan Marajo.

Dia menjelaskan, penerima BLT Dana Desa di Situjuah Batua, langsung menerima bantuan di rumah mereka masing-masing.

"Kepala jorong bersama kader Yandu di Situjuahbatua, langsung mengantar ke rumah masyarakat yang menerima BLT Dana Dana Desa. Dimana, di rumah tersebut juga dipasangi stiker, untuk mencegah adanya penerima ganda," kata Tan Marajo.

Sedangkan terhadap masyarakat Situjuahbatua yang patut menerima bantuan, tapi tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, pemerintah Nagari Situjuahbatua sudah merangkum nama-nama masyarakat tersebut, untuk diajukan ke dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos.

Selain itu, warga yang tidak dapat bantuan, padahal pantas menerima, diberikan solusinya oleh pemerintah nagari Situjuah Batua, berupa bantuan beras.

"Jadi, sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin, ada perantau Situjuahbatua yang punya usaha Bubur Ayam C7, menyumbangkan 2 ton beras. Nah, beras dari perantau ini, kami salurkan kepada masyarakat yang tidak dapat bantuan dari pemerintah. Disamping, nama masyarakat itu juga kami rangkum untuk diusulkan ke dalam BDT Dinsos atau Kemensos," pungkas Tan Marajo. (rel/014)



IMPIANNEWS.COM 


Situjuah Batua, ---Berbasis kearifan lokal, Nagari Situjuahbatua, Kecamatan Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, membuat sejumput inovasi dalam perang melawan pandemi Covid-19. Apa saja, inovasi-inovasi tersebut?

Nagari Situjuahbatua adalah nagari pejuang. Saat kemerdekaan Republik Indonesia coba direnggut Belanda lewat Agresi ke-II pada 1948-1949 silam, darah juang rakyat Situjuahbatua mendidih.

Di bawah payung panji Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin pahlawan nasional Mr Syafruddin Prawiranegara dkk, rakyat Situjuahbatua ikut berkorban nyawa dan harta, demi membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bahkan, sepanjang sejarah perjuangan PDRI dalam menyelamatkan NKRI berlangsung di Sumatera Tengah, korban gugur terbanyak demi mempertahankan merah putih itu tercatat dalam peristiwa heroik di Lurah Kincia, Situjuahbatua, 15 Januari 1949. Meski kontribusi yang diperoleh Situjuahbatua atas pengorbanan besar itu belum sesuai ekspektasi sebagian pejuang kemerdekaan Indonesia, tapi rasa cinta rakyat Situjuahbatua untuk bangsa ini, tidak goyah!

Malahan, setelah tujuh dasawarsa berlalu, semangat juang dan persatuan rakyat Situjuahbatua tetap membara. Bahkan, rasa kebersamaan yang dalam filosofi adat Minangkabau disebut "sasakik-sasanang, sahino-samalu, tatilungkuik samo makan tanah, tajilantang samo minum ambun", telah menjadi kearifan lokal bagi masyarakat Situjuahbatua.

Ini tentu tidak sekadar pepesan kosong belaka. Saat bangsa ini tengah berperang melawan pandemi virus korona (Covid-19), pemerintah Situjuahbatua bersama segenap komponen masyarakatnya dan seluruh lembaga nagari, juga ikut  "berperang" dengan musuh tak terlihat  tersebut.

Bikin Tim, Siapkan Anggaran
Perang melawan virus korona di Situjuahbatua, diawali dengan pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nagari dan Tim Pembunuh Covid-19 di tingkat jorong, dengan melibatkan seluruh lembaga nagari dan bidan desa di Situjuah Batua. Tim ini sudah dibentuk sejak akhir Maret 2020 dengan Keputusan Wali Nagari.

Puncaknya, pada 1 April 2020, Gugus Tugas dan Tim Pembunuh Covid-19 Situjuahbatua dikukuhkan pula oleh Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi karena dianggap sebagai yang pertama di kabupaten tersebut.

Setelah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nagari dan Tim Pembunuh Covid-19 di tingkat jorong, Pemerintah Nagari Situjuahbatua bersama Badan Musyawarah (Bamus) Nagari setempat, mulai menyiapkan anggaran untuk penanganan Covid-19.

Anggaran yang disiapkan dalam APB Nagari Situjuahbatua itu awalnya dirancang sebesar Rp300 juta, tapi kemudian difinalisasi jadi Rp479 juta.

"Dari Rp1,18 miliar Dana Desa yang kami terima, ditambah Alokasi Dana Desa sebesar Rp990 juta, Pendapatan Asli Nagari sebesar Rp400 juta, dan Dana Bagi Hasil Nagari Rp15 juta atau total keseluruhan mendekati Rp2,4 miliar, sebesar Rp478 juta telah dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Mulai dari pembelian APD, sarana-prasarana, operasional, hingga Bantuan Langsung Tunai," kata Wali Nagari Situjuahbatua DV Dt Tan Marajo bersama Ketua Bamus Drs H Zul'aidi Dt Bagindo Soik kepada wartawan, Sabtu (30/5/2020).

Tan Marajo dan Zul'Aidi mengatakan, dalam penyusunan anggaran untuk penanganan Covid-19, Pemnag dan Bamus Situjuahbatua  berkonsultasi dengan Klinik Keuangan Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Dinas Keuangan Limapuluh Kota, DPMD/N Limapuluh Kota, dan Inspektorat. Bahkan juga dengan Tenaga Ahli (TA)  Desa/Nagari tingkat Kabupaten, serta Pendamping Desa Tingkat Kecamatan dan Nagari.

"Dalam penanganan Covid-19 ini, termasuk dalam penganggaran, kami mengacu kepada Perppu Nomor 1 Tahun 2020, Perpres Nomor 54 Tahun 2020, Permendes Nomor 6 Tahun 2002 sebagai Pengganti Permendes Nomor 11 Tahun 2019, Pergub Sumbar Nomor 1 Tahun 2020 tentang PSBB, Perbup Limapuluh Kota Nomor 3 Tahun 2020, dan Kesepakatan Bersama Antara Lembaga-Lembaga Nagari, Pendamping Desa dan Pendamping Kecamatan.

Pada intinya, Dana Desa boleh digunakan untuk kegiatan Covid-19, sepanjang penggunaanya transparan,  terukur dan akuntabel," kata Tan Marajo.

Budaya Hidup Bersih
Selain membentuk tim dan menyiapkan anggaran, Pemerintah Nagari Situjuahbatua sejak April 2020, telah memikirkan antisipasi penyebaran virus korona. Untuk itu, pemerintah Situjuahbatua rutin melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan tempat tinggal masyarakat dan sarana umum.

Soal penyemprotan disinfektan ini, khususnya lagi tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah Covid-19, masyarakat Situjuahbatua, tentu tidak perlu diragukan lagi. Sebab, sejak dua tahun terakhir, Situjuahbatua dikenal sebagai nagari yang sukses mengelola sampah. Bahkan, sampah telah menjadi salah satu sumber pendapatan asli nagari. 

Begitu juga dengan perilaku hidup bersih, telah membudaya di tengah masyarakat Situjuahbatua. Sebelum pandemi Covid-19, setiap pekan warga Situjuahbatua bergotong royong membersihkan kampung mereka. Di Situjuahbatua, juga ada Peraturan Nagari tentang Lingkungan Hidup dan Perwanag tentang Pengelolaan Sampah yang dirancang bersama Bamus dan Lembaga Adat Nagari, melibatkan tenaga ahli Situjuahbatua, Dr Wendra Yunaldi SH MH.

"Soal hidup bersih dan sehat, sejak dua tahun terakhir, sudah mulai membudaya di tengah masyarakat kami. Setiap sampah dari pasar nagari dan sampah rumah tangga, tidak lagi dibuang sembarangan. Tapi dimasukkan ke dalam sekitar 2.000 tong sampah yang sudah disiapkan. Nanti, setelah penuh, sampah itu diangkut petugas kebersihan kami ke TPAS Regional Sumbar di Payakumbuh, dengan difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Limapuluh Kota," kata Tan Marajo.

Sosialisasi Door To Door
Meski tidak ragu soal pentingnya membangun budaya hidup bersih dan sehat dalam memerangi pandemi Covid-19. Namun, Pemerintah Nagari Situjuahbatua melalui Gugus Tugas dan Tim Pembunuh Covid-19, tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang pentingnya pakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga imun dan meningkatkan iman,  serta  menjaga jarak sosial ataupun fisik.

"Sosialisasi ini, selain dilakukan lewat pengumuman di tempat umum dan melalui media sosial, juga lewat surat edaran yang diantar secara door to door atau dari rumah ke rumah oleh Kepala Jorong  dibantu Linmas bersama Kader Yandu. Dan, semua edaran atau sosialisasi dari pemerintah Nagari Situjuahbatua ini, dilaksanakan setelah diputuskan bersama dengan seluruh lembaga nagari. Jadi, tidak pandai-pandai pemerintah nagari saja. Sebab, pemerintah nagari ini hanya pelayan dan eksekutor dari keputusan bersama," kata Tan Marajo.

Bikin Tempat Karantina
Menariknya, saat Pemnag Situjuahbatua melakukan sosialisasi bahaya Covid-19 secara door to door, muncul pula kekhawatiran dari masyarakat setempat, tentang ancaman penyebaran virus korona dari luar Situjuahbatua. Untuk menjawab ini, sejak April 2020,  sudah beredar video imbauan dari Pemerintah Nagari Situjuahbatua bersama Lembaga-Lembaga Nagari, Babinsa Kodim 0306/50 Kota  dan Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh yang bertugas di Situjuahbatua.

Video imbauan itu ditujukan  kepada para perantau  Situjuahbatua, agar menunda dulu rencana pulang kampung. Walau pahit, imbauan agar tak pulang kampung ini direspons perantau. Bahkan, perantau Situjuahbatua, seperti disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Situjuah Batua (IKSB)  di Jabodetabek,  Ir. Feri Domnal, sudah membatalkan rencana pulang basamo atau mudik bareng, pada lebaran Idul Fitri tahun ini.

Meski secara organisasi, perantau Situjuahbatua telah membatalkan rencana mudik bareng, namun secara pribadi-pribadi, masih ada juga perantau Situjuahbatua yang pulang kampung. "Perantau kami itu jumlahnya mencapai 5.000-an orang. Di tengah pandemi Covid-19 ini, karena merasa tidak mungkin lagi bertahan di rantau, sebanyak 174 orang tetap ada yang pulang kampung di 6 jorong," kata Tan Marajo.

Terhadap perantau Situjuahbatua yang terpaksa pulang kampung di tengah pandemi Covid-19, pemerintah nagari mendorong agar mereka mengikuti isolasi secara mandiri. Bagi perantau yang tidak bisa melakukan isolasi secara mandiri, disiapkan tempat karantina dengan memanfatkan bangunan SDN 01 Situjuahbatua. Tempat karantina ini, diurus oleh satu tim khusus yang diketuai Syahril Makinuddin, putra Mayor Makinudin HS, tokoh Peristiwa Situjuah 15 Januari 1949.

"Segala kebutuhan makan dan minum perantau selama proses karantina ini, ditangggung oleh Lembaga Adat Nagari Situjuahbatua yang dipimpin MKH Dt Majo Kayo bersama empat Kepala Suku yang ada di Situjuahbatua. Yakni,  Y Dt Kali Bandaro, Irwan Anas Dt Indo Marajo, Sy Dt Paduko Majo Indo, dan Sy Dt Pamuncak Nan Putiah. Begitu pula dengan kebutuhan operasional petugas yang berjaga di tempat karantina juga ditanggung lembaga adat dan didukung semua unsur.  Inilah kearifan lokal Situjuahbatua," kata Tan Marajo didampingi Sekretaris Nagari Firdaus dan Kasi Pembangunan Hendra Dt Mudo Anso.(rel/014)







IMPIANNEWS.COM ((Padang)

DPRD Sumbar gelar rapat paripurna penetapan  dan penyerahan rekomendasi laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah provinsi sumatera barat tahun 2019, Jumat 29 mai 2020 di ruang utama sidang paripurna DPRD sumbar.

‘’ Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan bahwa LKPJ KDH Provinsi Sumbar Tahun 2019 telah diterima oleh DPRD Sumbar secara bulat dengan sejumlah rekomendasi.

Supardi mengatakan, menurutnya rekomendasi  tersebbut,  dimaksudkan sebagai  catatan bagi kepala daerah untuk perbaikan penyelenggaraan program  pemerintahan daerah kedepan yang dituangkan dalam keputusan DPRD.’’ucapnya

“Substansi dan muatan LKPJ tidak hanya mencakup realisasi anggaran program dan kegiatan, serta output yang dihasilkan, akan tetapi juga menggambarkan capaian kinerja atau outcome yang telah dicapai,” ujar supardi

Lebih lanjut supardi mengatakan, menurutnya  LKPJ  juga menjelaskan semestinya  perbandingan antara hasil dengan capaian kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan berupa RPJM maupun RKPD.

Sebelumnya sejumlah rekomendasi dan catatan perbaikan yang dibacakan oleh Wakil Ketua Pansus LKPJ KDH 2019, Ismunadi Syofyan disetujui oleh seluruh pimpinan fraksi dan komisi DPRD Sumbar.

Sementara Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Wakil Gubernur Nasrul Abit menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumbar terkait agenda pengambilan keputusan dan penyerahan rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah (KDH) Provinsi Sumbar Tahun Anggaran 2019 di ruang ruang sidang utama DPRD,  

Dalam sambutannya Gubernur Irwan me gatakan bahwa sebagaimana telah disampaikan pada rapat paripurna penyerahan LKPJ KDH tanggal 11 Mei 2020 yang lalu, pihaknya menyusun dokumen pertanggungjawaban ini dengan mengacu kepada sejumlah dokumen perencanaan.

“LKPJ disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumbar Tahun 2016-2021 dengan mempedomani Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD),” jelas Gubernur.

Meski demikian Gubernur mengakui bahwa dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pada tahun 2019 masih terdapat berbagai persoalan dan tantangan yang belum diselesaikan.

“Rekomendasi ini merupakan suatu sumbang saran yang sangat berharga bagi Pemprov Sumbar,” ucap Gubernur Irwan.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa berbagai keberhasilan yang telah dicapai merupakan modal yang sangat berharga untuk pembangunan Sumbar kedepan.

“Pada tahun 2020, tahun terakhir masa jabatan kami bersama Bapak Nasrul Abit sebagai Wakil Gubernur Sumbar, kami mengharapkan kerjasama yang lebih intensif lagi dari seluruh pihak untuk dapat secara bersama membangun Sumatera Barat,” ujarnya.(Ay)

IMPIANNEWS.COM (Padang)

Aksi Mahasiswa yang mengatas namakan (MMJ) Mahasiswa Minang Jakarta beberapa waktu lalu terindikasi tunggangan politik semata. Menurut Bobby Darmanto Alumni Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang kini sedang melanjutkan studi magister di Jakarta, heran dengan aksi ini. Karena, katanya, selama ia di Jakarta, belum pernah dengar tuh yang namanya Solidaritas Mahasiswa Minang Jakarta.

"La, sekarang tiba-tiba muncul, patut menjadi tanda tanya," kata Alumni Mahasiswa Universitas Negeri Padang, yang merupakan mahasiswa Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, saat ini berkarir dan melanjutkan pendidikan di Jakarta, Jumat (29/05/2020) dilansir patriot.id.

Bobby menyebutkan, ia mengenal beberapa ceruk jejaring mahasiswa Minang di Jakarta baik yang berasal dari Sumatera Barat sendiri, maupun mahasiswa Minang yang di Jakarta.

"Saya yakin aksi ini hanya aksi politik karena spanduknya berisi ujaran untuk mencopot Rektor UNP yang beberapa waktu lalu terpilih mutlak baik di internal kampus maupun di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," tegas Bobby geram.

Sebagai salah seorang Alumni UNP, Bobby mendorong Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D. untuk melaporkan aksi ini karena telah mencoreng nama baik lembaga UNP serta nama besar pak Rektor.

"Korupsi itu persoalan hukum, dan jalan penyelesaiannya juga memiliki jalurnya tersendiri, kalau idenya mendesak untuk mengungkap kasus korupsi, itu baru masuk akal, tapi kalau ujuk-ujuk meminta menteri mengganti rektor tanpa ada satu putusan ingkrah terhadap sebuah kasus, jelas ini politisasi, " tutup Bobby.

Nada yang sama juga diungkapkan Gery Son, yang juga Alumni UNP.

"Sebagai seorang Alumni saya sangat menyangkan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Solidaritas Mahasiswa Minang Jakarta yang menuntut kementerian pendidikan untuk mencopot rektor Universitas Negeri Padang (UNP) dengan membawa spanduk bertuliskan copot Prof Ganefri terlibat kasus korupsi, padahal tidak ada satu lembaga resmi dan Institusi yang berwenang yang menyatakan rektor UNP terlibat korupsi," tegasnya.

Menurutnya, sebuah aksi dilakukan atas kebuntuan komunikasi dengan pihak yang dikritisi bukan menebar fitnah-fitnah yang menyesatkan yang justru membuat buruk citra institusi dan pimpinan lembaga yang baru saja terpilih sebagai rektor untuk kedua kali dengan kemenangan suara yang sangat mutlak.

"Tidak ada yang melarang kepada siapapun di republik ini untuk menghidupi sendi - sendi berdemokrasi karena dilindungi oleh Undang-undang tapi bukan dengan menyebar fitnah-fitnah. Jelas dengan tuntutan mencopot rektor UNP karena korupsi mengisyaratkan aksi tanpa kajian tapi seperti pesanan. Saya menghimbau kepada mahasiswa aksi jika ini pesanan jangan gadaikan idealisme kalian, idealisme bukan untuk di perjual belikan," pungkasnya. Tim


IMPIANNEWS.COM (Padang).

Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM sekaligus Ketua Penasehat BMPN Pauh IX Kuranji memotivasi warga Blok A Perumnas Belimbing Kuranji melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan RT. 01 sampai RT.08 di RW.08, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (30/05/2020).

Pantauan media di lapangan, atas kedatangan Irwan Basir Datuk Rajo Alam di sambut antusias warga setempat.

Dalam sambutannya Irwan Basir menyampaikan, kegiatan gotong royong ini bagian program kegiatan Lembaga Perdayaan Masyarakat (LPM), dalam memberdayakan masyarakat terutama membersihkan lingkungan khususnya di RT. 05 sampai dengan RT 08 di wilayah RW.08 Perumnas Belimbing Kelurahan Kuranji.

Kegiatan gotong royong ini semua warga harus meninggalkan status dan kasta Masing - masing, dalam menyinsingkan lengan baju untuk melalsanakan gotong royong. Sebab, warga diharapkan tidak lagi mengedepankan statusnya, tapi bagaimana membangun kebersamaan dalam suasana gotong royong.

Kita sangat mengapresiasi kekompakan masyarakat Delima Blok A dengan bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19. Terutama agar masyarakat terus menggaungkan semangat gotong royong saat harus menghadapi wabah virus corona Covid-19, ujarnya.

Selain itu, Irwan Basir juga mengatakan, memang daerah ini sebelumnya merupakan Nagari Pauh IX, sebelum suasana pemerintahan nagari luar Padang Kota, Kabupaten Padang Pariaman. Namun, kini nagari sudah masuk dalam administrasi pemerintahan kota, sehingga pemerintahan terendah Kelurahan dibantu RW dan RT. 

Namun, rasa sistem kekerabatan adat msih kental. Maka, warga disini meninggalkan embel embel kasta masing masing. Artinya, ditinggalkan dusanak dicari dusanak.

Semangat gotong royong antar masyarakat, telah banyak dilakukan salah satunya diwujudkan dalam bentuk aksi kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, baik dalam rangka melawan Covid-19 maupun bersatu mengurangi beban perekonomian masyarakat.

“Tidak hanya peduli mengatasi Covid-19 namun juga kepedulian agar roda ekonomi masyarakat tetap bergerak dan berputar serta adanya berbagai bantuan kemanusiaan, sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua BMPN Pauh IX Kuranji M Fikar Datuk Rajo Magek, S. Ag, MM menyampaikan kegiatan gotong royong ini sudah berlangsung selama 1 Minggu mulai dari tanggal 25-31/05/2020 di Perumnas Belimbing, Blok A. Bahwa kunci dari pengendalian wabah virus corona (Covid-19) adalah kedisiplinan dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan.

“Disiplin yang kuat mematuhi peraturan dan semangat gotong rotong untuk saling membantu. Hal ini harus dilaksanakan secara bersama-sama dan terus menerus, tidak boleh terputus," ujarnya M Fikar yang akrab disapa Datuk Rajo Magek.

Selian itu, M Fikar didampingi Ketua RW.08 Kadril Rajo Darek, SH menyampaikan, ini bagian dari program LPM dalam memberdayakan masyarakat. Diantara kegiatan gotong royong dalam menciptakan kebersihan lingkungan dan terima kasih bantuan terhadap warga Gotong royong senilai Rp.500 ribu untuk memotivasi warga melaksanakan gotong royong, ujarnya.

“Goro ini bagian program kegiatan LPM, dalam memberdayakan masyarakat terutama dalam membersihkan lingkungan khususnya di RT 05/08 Perumnas Belimbing Kelurahan Kuranji,” ujar kata M Fikar yang akrab disapa Datuk Rajo Magek.

Selain itu, M Fikar berharap rasa kemanusiaan dan gotong royong turut ditunjukkan dengan terus membantu, tidak mengucilkan dan tidak memberikan stigma negatif terhadap tetangga yang terpapar covid-19. Sebaliknya dukungan moral, sosial dan ekonomi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan diri penyintas covid-19, ujarnya.

Sekretaris BMPN Pauh IX Kuranji sekaligus Ketua RW.08 Kadril, SH Rajo Darek mengatakan, pengawasan ketat di setiap RT. 01 sampai RT.08 di RW.08 mampu memutuskan mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Perumahan Delima, Belimbing harus mampu memanfaatkan organisasi pemerintahan yang bagus ini untuk mencegah penularan masif.

Organisasi yang juga menjangkau setiap RT adalah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Sedang di level warga dan kelurahan ada berbagai organisasi yang bisa dikerahkan untuk memerangi wabah virus corona (Covid-19).

Yakni organisasi kemasyarakatan termasuk kepemudaan, dan sebagainya. Upaya pencegahan sebaran Covid-19 melalui rapid test atau pemeriksaan cepat dan massal serta penelurusan kontak yang cepat tidak akan berhasil apabila tidak melibatkan berbagai elemen masyarakat, ujarnya.

Ketua RW. 08 Kadril Rajo Darek, SH mengucapkan terimakasih kepada Bapak Irwan Basir dan M Fikar atas kehadiran, peduli membantu dalam kegiatan gotong royong bersama warga Delima, Blok A, Perumnas Belimbing. Semoga Bapak Irwan Basir dan M Fikar selalu diberikan kesehatan dan selalu dimurahkan reziki, pangkasnya. (dd/tf)

Sumber: Humas LPM Kota Padang.

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Belasan pengemis dan pengamen diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang di beberapa titik lokasi perempatan lampu merah di Kota Padang.

Alfiadi menjelaskan, total keseluruhan yang diamankan sebanyak 15 o5rang di antaranya tujuh orang pengamen dan delapan orang pengemis, mereka semua diamankan oleh anggota yang lagi patroli di seputaran Kota Padang.

"Selain mengajak masyarakat untuk selalu mengunakan masker, petugas yang patroli juga melakukan pengawasan terhadap anjal dan gepeng, hari ini kita amankan lagi pengemis dan pengamen di beberapa perempatan Lampu merah, yakni di Lampu merah Khatib Sulaiman depan lamun ombak, Lampu Merah Iman Bonjol, Lampu merah Ujung Gurun, Lampu merah Telkom Padang Baru dan Simpang Kandang. Mereka semua melanggar Perda 11 tahun 2005 tentang Trantibum" ucap Alfiadi Kasat Pol PP Padang. Sabtu (30/5/2020) sore.

Selanjutnya, mereka yang telah diamankan tersebut langsung di serahkan petugas ke Dinas Sosial Kota Padang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut.

"Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang baru yang meminta-minta di lampu merah dan ada juga yang beralih dari biasanya meminta-minta ke rumah-rumah dan warung, kini beralih saat sore hari ke perempatan lampu merah" kata Alfiadi.

Alfiadi Kasat Pol PP Padang mengajak seluruh masyarakat Kota Padang agar tidak memberi di perempatan lampu merah.

"Silahkan memberi namun jangan di Lampu merah, jika kita ikut memberi di lampu merah, berarti kita juga ikut mengajak mereka untuk hidup di jalanan, mari kita bersama-sama bijak dalam memberi, jangan sampai niat baik kita bisa mencelakakan mereka" harap Alfiadi.

Selain itu, Alfiadi dengan tegas mengatakan akan terus melakukan pengawasan dan akan mengejar dan mempidanakan jika ditemukan adanya para oknum atau orang tua yang mengeksploitasi anak di bawah umur.

"Kita dapati informasi dari masyarakat bahwa ada pengemis yang mengeksploitasi anak, untuk hari ini belum kita dapatu. Namun kita akan terus awasi perempatan lampu merah, kita juga akan kejar terus terhadap para oknum yang mempekerjakan anak-anak tersebut. Karena yang dilakukan jelas kriminalisasi terhadap anak dan akan diproses secara hukum oleh pihak berwajib." tegasnya (tb)

IMPIANNEWS.COM 

Payakumbuh, --- Lurah Balai Panjang Nopi Indra, S. Sos saat ditemui di ruang kerjanya menyatakan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga terdampak covid19, mesti dikembalikan ke negara sebanyak 7 orang. 

"jumlah penduduk Balai Panjang saat ini tercatat 516 jiwa dengan KK 382. Dari data tersebut, 73 warga kita menerima Bansos Kemensos. Namun ada 7 orang yang mesti mengembalikan dana bantuan tersebut. Dikarekan yang bersangkutan tercatat sebagai Tenaga Harian Lepas (THL). Melalui komonikasi yang baik dengan ybs dan didampingi pemuka masyarakat Balai Panjang, ybs mau mengembalikan dana tersebut. Saat ini dana tersebut sudah di tangan Lurah. Hal ini sudah Kita laporkan secara berjenjang kepada pimpinan. Kita menunggu rekening dari Kemensos untuk selanjutnya kita transfer secepatnya,"terang Lurah Nopi Indra, Sabtu (30/05/2020) siang di Posko Mandiri. 

Saat ditanyai terkait penanganan corona di kelurahan Balai Panjang, Lurah Nopi Indra yang akrab disapa Abenk menambahkan bahwa ada satu orang warganya berinisial A yang sedang menjalani isolasi mandiri di Padang. 

"Sebelumnya A, telah menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun belum ada tampak perubahan yang signifikan. Akhirnya, 4 hari yang lalu A dibawa ke Padang, untuk isolasi maksimal oleh Tim gugus tugas penanganan covid19 Kota Payakumbuh. Terkait warga berstatus ODP, yakni pendatang yang mayoritas perantau dan mahasiswa, semuanya telah selesai menjalani isolasi mandiri. Hingga kini, di 2 Posko pemantau mandiri kelurahan Balai Panjang masih dijaga petugas dan giat berkoordinasi dengan Posko covid19 di kecamatan dan kota,"imbuhnya. 

Diakhir penjelasan Abenk terkait penanganan covid19 di kelurahan Balai Panjang, Lurah energik ini tiada bosan dirinya berpesan kepada warganya agar tetap mematuhi himbauan pemerintah dan ulama serta menjalankan aturan dan protokol kesehatan, khususnya di masa PSBB III, ini. Ditegaskan Abenk, pihak kelurahan Balai Panjang siap mensukseskan upaya Pemko Payakumbuh dan Tim gugus tugas untuk menuju New Normal di Payakumbuh. 

"Kami selaku lurah memahami keinginan mulia dari warga, supaya bisa menjalani kehidupan bermasyarakat sebagaimana biasanya. Namun, saat ini kita sedang diuji Yang Maha Pencipta, yaitu pandemi corona. Agar mesjid bisa kita manfaatkan secara optimal, warga mesti disiplin. Untuk mari kita tetap #memakaimasker, #cucitangandenganairmengalir, #socialdistancing, #physicaldistancing, #stayathome, #tingkatkanPHBS, serta senantiasa #meningkatkankeimanan,"ajak Lurah Balai Panjang, Abenk.(014)


IMPIANNEWS.COM (Padang).

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit kunjungi pusat pembelanjaan Transmart dan Plaza Andalas Padang dalam rangka persiapan penerapan normal baru, Jumat (29/5/2020).

Nasrul Abit mengatakan pusat perbelanjaan atau mal wajib membatasi jumlah pengunjung saat beroperasi di era "New Normal" atau tatanan kehidupan baru. Hal itu bertujuan untuk menggerakan ekonomi masyarakat secara perlahan di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Selain itu, Nasrul Abit juga mewajibkan semua pengunjung menggunakan masker dan mencuci tangan, untuk mencegah penularan virus corona. 

"Harus ada pengukuran suhu tubuh di setiap pintu masuk. Karyawan dan pengunjung mal juga wajib pakai masker. Disiapkan juga hand sanitizer di beberapa tempat," sebut Nasrul Abit.

Wagub Sumbar yang didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Asben Hendri dan Kadis Koperasi dan UKM Sumbar Zirma Yusri, juga menegaskan, tempat usaha wajib mengumumkan berapa kapasitas, maksimalnya 50 persen dari biasanya. 

"Setelah dua kali melakukan PSBB, kasus Covid-19 di Sumbar sudah mulai melandai. Wagub Sumbar berharap hal ini bisa ditingkatkan kalau masyarakat Sumbar disiplin dan patuh dengan protokol Covid-19," ucapnya.

Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah masyarakat bisa kerjasama untuk menerapkan disiplin pencegahan semaksimal mungkin.

Selanjutnya Wagub Sumbar juga berpesan, agar pihak pengelola Mall menerapkan berbagai SOP sesuai dengan standar kesehatan Covid dengan mengutakaman kesehatan dan kenyamanan serta kepercayaan kepada para pengunjung. (tf/zs)

BIRO HUMAS SETDA SUMBAR

IMPIANNEWS.COM (Indonesia).

Perokok disebut-sebut menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar virus corona. Belum lama ini juga, World Health Organization (WHO) lndonesia mengeluarkan pernyataan yang secara lebih spesifik mengingatkan masyarakat Indonesia mengenai kaitan antara COVID-19 dengan perilaku merokok.

Dalam akun Instagram resmi WHO Indonesia, disebutkan bahwa virus corona merupakan salah satu alasan yang tepat untuk berhenti mengonsumsi tembakau. Hal tersebut diakibatkan karena penggunaan tembakau bisa memperparah gejala saat virus corona jenis SARS-CoV-2 itu menyerang.

"Dampak coronavirus dapat lebih parah bagi mereka yang menggunakan tembakau," begitu judul dari unggahan tersebut.

Lebih lanjut, Badan Kesehatan Dunia itu menekankan, penggunaan tembakau mengakibatkan penyakit dan disabilitas dan merusak hampir semua organ dalam tubuh termasuk paru-paru.

Saat virus corona menyerang paru-paru, apalagi ketika organ itu sudah rusak akibat tembakau, serangannya dapat menimbulkan dampak lebih parah pada tubuh.

"Tembakau memengaruhi sistem kekebalan tubuh, artinya Anda lebih tak berdaya melawan infeksi," tulis akun WHO.

Diketahui, kaitan antara rokok dan virus corona terjalin melalui kandungan di virus yang lebih 'menyukai' sel-sel di tubuh perokok. Disebutkan oleh pakar bahwa perlu ada reseptor di permukaan sel tubuh yang dikenali virus corona yaitu ACE2, CD209, CLEC4M.

"Pada perokok, ACE2 dan CD209 sangat signifikan menonjol maka membuat virus lebih cepat berlabuh. Lebih banyak di paru perokok. Alasan mengapa yang merokok lebih banyak kena virus karena reseptornya lebih banyak," ujar Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman, Prof.Dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK (K), dalam temu media beberapa waktu lalu. (***)

IMPIANNEWS.COM 
RILIS PERS GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, Sabtu, 30 Mei 2020 Jam 18.00 WIB
Lima Puluh Kota, --- Pada hari ini disampaikan beberapa informasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai berikut:

1 (Satu) orang warga yang memiliki KTP Lima Puluh Kota berdasarkan pengambilan sampel swab yang dilakukan di Padang oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dinyatakan terkonfirmasi Positif yaitu RA, Pria, 41 tahun, alamat KTP Guguak, Nagari Guguak VIII Koto, pekerjaan Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Mentawai, yang bersangkutan sebelumnya berstatus ODP, diduga terpapar di tempat kerja. Penanganan saat ini dikarantina di Balai Diklat Koperasi Padang.

Dari informasi yang didapatkan, Ybs sempat pulang kampung saat Lebaran kemaren. Oleh karena itu, sesuai dengan protokol yang berlaku, saat ini pihak Dinkes sedang melakukan penelusuran kontak erat dan dekat yang bersangkutan di Lima Puluh Kota.

Dengan demikian secara kumulatif, sudah 11 (sebelas) orang yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Pada hari ini, 2 (dua) orang pasien terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh yaitu suami istri Y dan M dari Manggilang, Kec.Pangkalan. Y saat ini sudah dibawa pulang dan M direncanakan besok pagi dibawa pulang. Dengan demikian secara kumulatif, sudah 7 (tujuh) orang yang dinyatakan sembuh dari 11 (sebelas) kasus terkonfirmasi positif.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan sampel swab tertanggal 30 Mei 2020 sebanyak 30 (tiga puluh) sampel swab yang dikirim oleh Dinkes Kab.Lima Puluh Kota semuanya dinyatakan Negatif dari Lab FK Unand.

Tetap disiplin mematuhi Protokol Kesehatan yang berlaku dalam masa PSBB Tahap III seperti dirumah saja, jaga jarak, pakai masker, serta hidup sehat dan sering cuci tangan.

"Mari kita semua berdoa semoga wabah Pandemik Global Covid-19 ini segera berakhir. Aamiin. Terima Kasih,"pungkas Fery Chofa, SH, L.LM. (Kepala Dinas Kominfo selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19)

IMPIANNEWS.COM (Bukit Tinggi).

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengunjungi sejumlah lokasi antara lain, masjid Al Muklisin Manggih, Pasar Banto, pusat wisata Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (kebun bintanq) dan Panorama untuk melihat kesiapan penerapan kenormalan baru  di Kota Bulittinggi, Sabtu (30/5/2020).

Saat mengunjungi, Nasrul Abit didampingi Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Walikota Irwandi dan bersama pimpinan OPD Pemprov Sumbar dan Kota Bukittinggi, langsung meninjau kesiapan protap dan fasilitas antisipasi covid 19, seperti, tempat cuci tangan, pemeriksaan thermo gun, himbauan pakai masker dan jaga jarak.

"Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyatakan siap menerapkan kebijakan perubahan kehidupan baru aman covid (new normal) dengan menerapkan langkah konkrit dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti pengaturan pembukaan objek wisata, pasar dan hotel serta rumah makan dan melaksanakan ibadah di masjid," ungkap Wagub Sumbar, Nasrul Abit saat mengunjungi objek wisata Panorama Bukittinggi, sambil menikmati secangkir kopi panas dan memandangi keindahan alam Ngarai Sianok.

Pemerintah Kota Bukittinggi telah menerapkan tatanan normal baru yang rencananya mulai hari Senin lusa, tanggal 1 Juni 2020.

"Dengan masih nihilnya angka kasus positif Covid-19 di Bukittinggi, ia merasa bangga serta harus meningkatkan kewaspadaan agar Bukittinggi bisa mempertahankan hal ini, walaupun menerapkan tatanan normal baru. Kami merasa bangga kepada Pemko Bukittinggi yang saat ini masih mempertahankan prinsipnya untuk menjadikan kota Bukittinggi segera melakukan penyesuaian terhadap tatanan normal baru yang produktif namun aman dari penyebaran Covid-19, apalagi Bukottinggi dikenal dengan Pariwisatanya," kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit berharap, dengan angka nol kasus positif Covid-19 di Bukittinggi, hal ini jangan sampai membuat kewaspadaan kita melemah, apalagi Bukittinggi banyak dikunjungi wisatawan, tetap waspada dan terus menjalankan protokol kesehatan.

"Bekerjasama dalam menerapkan patuh akan protokol kesehatan Covid-19 ini lah yang kita tegaskan, supaya nantinya menjafi model inovasi percontohan dari daerah lain," pesannya.

Sementara itu Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam keterangannya saat berbincang-bincang dengan Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan, pihak nya telah melakukan tes swab bagi pekerja di tempat tempat objek wisata, restoran dan rumah makan serta hotel.

Khusus di tempat ibadah akan diatur dengan membatasi waktu khutbah agar tidak terlalu lama.

Selian secara massif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pemerintah kota Bukittinggi juga akan memberikan edukasi kepada siswa di daerah itu tentang Covid-19 sehingga memiliki pemahaman yang sama dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Ramlan Nurmatias menjelaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi optimis menjadi daerah percontohan penerapan normal baru tersebut. Secara bertahap, dengan memulihkan kembali perekonomian, yakni membuka kembali semua objek wisata, perhotelan, pasar, sekolah, serta tempat ibadah dengan peraturan protokol kesehatan, (tf/zs)

Sumber : BIRO HUMAS SETDA SUMBAR

IMPIANNEWS.COM 
Catatan, --- Pagi ini kami bersiap ke Kantor Pos. Kantor Pos, apa yang terbayang dalam kondisi saat ini?. Bukan lagi tentang pengiriman surat atau paket apalagi wesel atau pranko. Tapi tempat pengambilan bantuan, istilahnya ada yang bansos tunai, ada juga  BLT atau Bantuan Langsung Tunai. 

Hari ini Kota Payakumbuh mendapatkan jadwal penyaluran Bantuan Sosial Tunai Dampak Covid, dengan PT Pos Payakumbuh sebagai lembaga penyalurnya.

Kita bisa lihat, dengar maupun mengikuti hampir di semua pemberitaan saat ini, selalu mengupas tentang Bansos, baik pendataan, penyaluran, manfaat, termasuk tentang sekelumit persoalan dengan segala dinamikanya.

Kenapa dimasa pandemi ini muncul Bantuan Sosial?

Point pertamanya karena kehidupan masyarakat dengan kondisi pandemi yang diiringi oleh kebijakan sebagai upaya penanganan penyebaran Covid, juga menimbulkan dampak pada aspek kehidupan lainnya.

Pandemi Covid telah menyebabkan terganggunya tatanan fisik, sosial dan ekonomi masyarakat.

Kondisi ini terjadi hampir disemua daerah, sebagai salah satu dari dimensi kemiskinan, kemiskinan konsekuensial di depan mata, kemiskinan yang terjadi akibat kejadian dan faktor ekternal diluar diri masyarakat itu sendiri yang salah satunya akibat bencana non alam seperti pandemi ini. 

Lahirnya kelompok "Jamila", Jatuh Miskin Lagi, menjadi masalah yang tidak bisa dihindari. Ditambah kemungkinan masyarakat yang selama ini justru tidak pernah miskin, namun berada pada kondisi poverty trap atau jebakan kemiskinan dengan situasi pandemi ini.

Point selanjutnya adalah amanat konstitusi, yang menjamin bahwa negara harus memberikan perlindungan sosial bagi seluruh warganya, pemerintah harus melakukan suatu bentuk kebijakan dan intervensi publik untuk merespon beragam resiko kerentanan masyarakat, salah satunya akibat pandemi Covid 19.

Tujuannya apa?. Untuk mencegah dan mengurangi resiko yang dialami masyarakat sehingga terhindar dari kesengsaraan yang berkepanjangan. 

Selain itu untuk meningkatkan kemampuan kelompok rentan ini agar memiliki standar hidup yang bermartabat meski terdampak akibat kebijakan dimasa pandemi ini.

Pentingnya skema pengaman sosial dilakukan kepada masyarakat rentan ini, karena munculnya dampak dampak negatif jangka pendek maupun jangka panjang akibat diterapkannya suatu kebijakan pada masa pandemi. Banyak aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang terhalang, hilang maupun terhenti, hampir semua segmen aktivitas ekonomi terdampak pada situasi pandemi ini.

Tentang jenis Bansos, kita ketahui dulu sampai kondisi saat ini  terdapat dua macam Bansos.

Pertama, Bansos Reguler yaitu Bantuan Sosial yang memang sudah ada sebelum pandemi ini sebagai salah satu intervensi penanggulangan kemiskinan.

Bansos ini seperti Program Keluarga Harapan, Program Sembako, Asistensi Lanjut Usia, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan dan berbagai program Bansos temporer lainnya.

Kedua, kekinian dikenal dengan Bansos Dampak Covid, ini yang lagi sering dibahas saat ini. Kebijakan skala nasional maupun lokal dengan konsep yang sama, perlindungan sosial melalui salah satu instrumennya yakni bantuan sosial (social asistance) baik berupa uang atau barang.

Tentang program Bansos Covid, kita sudah mendengar istilah Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemprop Sumatera Barat, BLT Dana Desa/Nagari, Bansos sejenis instansi lintas sektor (TNI/Polri/Kementrian), terbaru Jaring Pengaman Sosial dari Pemerintah Kota Payakumbuh. 

Prinsipnya sama, bagaimana menghadirkan negara ditengah tengah masyarakat sebagai wujud memberikan social protection bagi warganya.

Pertanyaan saat ini, apakah Bansos ini efektif?. Kritik pasti sering kita dengar terhadap program ini. Karena  kita tahu bahwa uang sebesar Rp 600.000, -  setiap bulan selama tiga bulan ini tidak akan bisa mencabut akar persoalan masyarakat terdampak pandemi ini. 

Tapi paling tidak mengurangi kerentanan tehadap gejala-gejala kemiskinan tadi, ibaratnya seperti vitamin yang diberikan untuk meningkatkan imun pasien terpapar Covid. Bukan obat, tapi bisa mendukung untuk penyembuhan. 

Sehingga kurang tepat rasanya ketika masih ada pemikiran yang mengaitkan Bansos ini sebagai Tunjangan Hari Raya, semangat BLT berbeda dengan THR.

Apakah pemerintah berhenti sampai bansos saja?. Tidak. 

Perlindungan sosial bentuk lain harus digelorakan, masih ada skema asuransi sosial, penyiapan pasar tenaga kerja, perlindungan sosial berbasis komunitas dan yang tidak kalah pentingnya, perlindungan anak dimasa pandemi ini.

Suatu hal lain yang kita apresiasi adalah pada saat krisis pandemi ini menghantam perekonomian lokal yang secara bersamaan tentunya melemahkan ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat. 

Namun nilai nilai luhur kearifan lokal dan kesetiakawanan sosial tetap masih terbangun di Kota ini. 

Bantuan dan dukungan dalam bentuk lain dapat kita lihat dan rasakan, semua pihak berpartisipasi aktif, pemerintah dari semua tingkatan bersama seluruh pilar pilar sosial bekerja keras, Gugus Tugas dengan semua perangkatnya bekerja tanpa kenal lelah, legislatif pun memberikan atensinya. 

Situasi yang menguras energi dan emosi.
Bukannya tanpa tantangan, namun kolaborasi yang luar biasa ini tentunya dengan komitmen yang sama dengan segala upaya memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kota Payakumbuh yang kita cintai dalam masa pandemi ini.

New Normal maupun PSBB, apapun itu, semoga keadaan menjadi lebih baik.

Payakumbuh, 30 Mei 2020

IMPIANNEWS.COM (Padang)

Kondisi Kota Padang per Tanggal 30 Mei 2020 telah Terjangkit semua Kecamatan dengan 70 Kelurahannya Terjangkit Covid19.

Jumlah PDP sebanyak 292 orang (kumulatif) dan Jumlah OTG yang kontak erat dengan penderita terkonfirmasi sebanyak 336 orang (total OTG setelah dikurangi hasil swab negatif).  

Terdapat 7 kelurahan yang sudah bebas dari covid19 (sembuh/meninggal) yang tidak ada lagi kasus konfirmasi Covid19.

Hasil pemeriksaan  kasus ODP, PDP dan OTG di Kota Padang yang diperiksa laboratorium per tanggal 30 Mei 2020 terdapat 8 kasus positif baru:

Kasus baru pasein covid 19 terdapat di Kecamatan antara lain, 1 kasus di Kec Padang Timur, 1 kasus di Kec Padang Selatan, 6 kasus di Kec Lubuk Begalung sehingga Total 369 kasus konfirmasi positif COVID19.  

Terdapat tambahan 8 kasus sembuh di Kematan antara lain: 2 kasus di Kec Padang Barat, 1 kasus di Kec Padang Utara, 2 kasus di Kec Lubuk Begalung, 2 kasus di Kec Padang Timur, 1 kasus di Kec Kuranji, sehingga Total sembuh 145 kasus, Total meninggal dunia 18 orang.

Diharapkan bagi masyarakat, Segera melaporkan apabila menemukan orang dengan gejala COVID19 (demam, batuk, pilek dan 1 minggu sebelum sakit berkunjung ke daerah terjangkit kepada :

dr.Hj.Gentina,M.M.Kes (081261239600)

dr. Dessy M. Siddik (081268924599)

Tutwuri Handayani,SKM,M.kes (081374334117)

(taf Chaniago)

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Padang


IMPIANNEWS.COM (Padang).

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memberlakukan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). PSBB tahap III di berlangsungkan hingga 7 Juni mendatang.

Sementara itu pemerintah Kota (Pemkot) Padang juga kembali menerapkan dengan SK Walikota No 257 Tahun 2020 tentang kelanjutan PSBB. Kota Padang ibu kota Provinsi Sumatera Barat, adalah paling terbanyak orang yang terpapar oleh penyakit Inveksi pernapasan atau Covid-19. Dalam pencegahan dan memutus mata rantai semua pihak terus ber upaya begitu juga Satpol PP, kembali meningkatkan pengawasan dan sosialisasi, terlihat pada jum'at malam (29/5) 2020 hingga Sabtu dini hari. Beberapa tempat  pedagang kuliner malam di sasar dan di ingatkan petugas.

Personil  yang di Pimpin Syafnion Kabid SDA dari kesatuan tersebut,  membubarkan puluhan orang dari beberapa lokasi yang di datangi.

Dalam operasi tersebut Satuan Tugas Pol PP Padang mendatangi dan mehimbau para pedagang, bahwa PSBB masih akan berlanjut maka kembali kepada masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan guna pencegahan Corona Virus agar jangan semakin menular ke banyak orang dan diharapkan mari bersama-sama lakukan pencegahan semoga pandemi ini cepat berlalu. Di beberapa tempat didapati para PKL menyediakan kursi dan meja terpaksa di bongkar petugas, pemiliknyapun di ingatkan agar tidak menyediakan tempat duduk sehingga masyarakat yang membeli, hanya untuk di bungkus.

Selain itu masih dalam giat pengawsan oleh petugas penegak Perda ini, puluhan remaja yang nongkrong di pinggir jalan juga di sasar, di dapati para remaja ini tidak mengenakan masker terpaksa harus di beri sanksi pus-up di lokasi lalu mereka di persilahkan kembali kerumah masing-masing.

Berlanjutnya PSBB tahap tiga  ini, Kasat Pol PP Kota Padang telah mengIntruksikan ke seluruh jajaranya untuk menigkatkan pengawasan, baik siang maupun malam. Selain itu personil masih tetap di siagakan di perbatasan. Kepada personil agar memperketat pengawasan dan pemantauan terutama orang yang mau masuk ke Kota Padang.

"Saya telah perintahkan kepada jajaran agar lebih memperketat pengawasan baik di dalam kota maupun di perbatasan, "Terang Alfiadi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penerapan PSBB tahap tiga ini dilakukan hingga Tujuh Juni mendatang, oleh karena itu di himbaukan kepada masyarakat agar terus lakukan langkah langkah pencegahan serta ini adalah salah satu langkah pemerintah dalam penerapan dan meghadapi New Normal.

"Dengan PSBB tahap tiga ini kita kita harus membiasakan untuk masuk ke kondisi New Normal Himbau,"Alfiadi. (tb)

IMPIANNEWS.COM (Padang)

Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Kanwil Padang, melakukan kerja sama terkait penyediaan fasilitas pembiayaan rumah bagi anggota Polri dan pegawai negeri di lingkungan Polda Sumbar.

Kerjasama ini ditandai dengan penadatanganan perjanjian kerja sama oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH dan Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Padang, Syamsul Arifin, Jumat (29/5) siang di Lobby Mapolda Sumbar.

Usai melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama, pihak Bank BRI juga menyerahkan bantuan secara simbolis fasilitas sarana pendidikan untuk SPN Polda Sumbar yang diterima langsung oleh Kapolda Sumbar.

Selaku pemimpin BRI Kanwil Padang, Syamsul Arifin mengatakan untuk mewujudkan hunian bagi masyarakat dengan program sejuta rumah, BRI telah bekerjasama dengan instansi pemerintah dan Polri.

Dirinya menyebut, bahwa BRI Tbk di tingkat pusat sebelumnya juga sudah lama kerja sama antara Polri dan BRI. 

“Menindaklanjuti tersebut, kita meneruskan kerjasama bagi anggota Polri pada Polda Sumbar, untuk mewujudkan rumah,” katanya.

Sementara, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada pihak Bank BRI. Segala bantuan yang diberikan kepada jajaran kepolisian, khususnya di wilayah Polda Sumbar yang sangat bermanfaat besar bagi Polda Sumbar.

"Terimakasih banyak, semoga kerja sama dalam bentuk hal lainnya bisa kita lakukan kembali," ujar Irjen Pol Toni Harmanto.

Pelaksanaan penandatanganan kerja sama ini juga dihadiri Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si, Irwasda Kombes Pol Drs. K. Rahmadi, MH, Pejabat Utama Polda Sumbar dan pejabat BRI Kanwil Padang.(ay)

Sumber : Bidhumas Polda sumbar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.