Latest Post

IMPIANNEWS.COM 
Dharmasraya, --- Bupati Sutan Riska Sampaikan Tekad Dharmasraya Menjadi Lumbung Pangan Nasional. 

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Senin (06/04/2020), turun langsung untuk melakukan panen perdana padi M70D bersama petani, di hamparan sawah Kelompok Tani  Handayani II, Jorong Piruko Utara Nagari Sitiung. 

Ya, hamparan sawah seluas 10 hektar itu belakangan menjadi lokasi Demonstrasi Farming padi jenis M70D, yang merupakan bibit bantuan dari Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal (Purn) Moeldoko, yang juga adalah Ketua HKTI Pusat. 

Selain usia panen yang singkat, padi varietas unggul jenis M70D atau yang lebih dikenal dengan nama padi "Moeldoko" ini rupanya terbukti benar mempunyai produktivitas yang sangat tinggi. Buktinya, setelah ditanam lebih kurang 75 hari, hasil panennya mencapai 10,5 ton perhektar. Dua kali lipat rerata hasil produksi padi Kabupaten Dharmasraya, yang hanya dalam kisaran 4,2 sampai dengan 4,8 ton perhektar. 

"Hasilnya sangat luar biasa, bisa mencapai 10 ton lebih. Ini sudah terbukti, bukan rekayasa. Biasanya, padi lokal yang kita tanam itu produksinya nggak sampai 6 ton," aku Ketua Kelompok Tani Handayani II, Gunawan.

Ia sangat bersyukur dan berterimakasih, Kelompok Tani Handayani II mendapat kesempatan diberikan bantuan bibit padi varietas unggul jenis M70D ini. Menurutnya, padi M70D cukup menjanjikan bagi peningkatan hasil produksi pertanian dan juga pendapatan petani tentunya. 

"Terimakasih Pak Moeldoko, Pak Bupati, dan Dinas Pertanian. Ke depan, kita berharap pemerintah daerah melakukan pengembangan untuk padi M70D ini, karena hasilnya sangat memuaskan," tukuknya. 

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pertanian memang akan melakukan pengembangan bibit padi M70D di Dharmasraya. 

"Alhamdulillah, tadi di lokasi panen kita sudah diskusi dengan tim ahli Pak Moeldoko. Kita sepakat untuk mengembangkan padi M70D di Dharmasraya. Bahkan tidak hanya padi M70D, juga ada padi varietas baru, jenis M400, yang katanya memiliki produktivitas lebih tinggi lagi. Untuk bibit ini nanti akan dikirim langsung dari Jakarta, artinya kita tidak perlu lagi kesana," ujar Darisman. 

Terkait hal ini, imbuh Darisman, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi ke masyarakat, melalui PPL. "Agar informasi ini tersebar kepada masyarakat petani. Termasuk juga nanti bibitnya, akan kita sebar. Baik bibit untuk kelas penangkar, maupun bibit untuk kelas tanam," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, mengatakan, berbagai upaya akan terus dilakukan pemerintah daerah untuk kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Dharmasraya. Termasuk salah satunya dengan menyediakan bibit unggul bagi petani. 

"Kita akan lakukan kerjasama untuk pengembangan bibit padi M70D ini. Harapan kita ke depan, bagaimana produksi pertanian terus meningkat, perekonomian petani bisa jauh lebih baik, dan Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Itu tekad kita," pungkas bupati. 

Upaya pemerintah daerah ini juga mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya, Paryanto. Menurutnya, padi varietas unggul sejenis M70D ini memang perlu dikembangkan untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Dharmasraya. 

"Ini produksinya luar biasa. Belum pernah produksi padi di Dharmasraya sebesar itu.  Jadi memang ini perlu kita kembangkan bersama, untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan daerah. Kita harap, masyarakat petani juga mendukung upaya ini," tandas Paryanto.(rel/014)

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Dalam sebuah jumpa pers di Jakarta, Sabtu (04/04/2020) yang dirilis media tirto.id, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat 4 tugas muslim yang dilakukan terhadap jenazah seorang muslim, yaitu memandikan jenazah, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. 

Terkait hal ini, dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19, proses memandikan dan mengafani jenazah diberi perhatian khusus.

Dalam fatwa itu disebutkan, "pengurusan jenazah (tajhiz janazah) terpapar COVID-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat."

Dalam protokol pengurusan jenazah pasien COVID-19 yang ditetapkan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, petugas kesehatan rumah sakit yang ditetapkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, mesti memenuhi syarat-syarat khusus.

Sebelum memandikan atau menyucikan jenazah, petugas terlebih dahulu memastikan keamanan dan kebersihan dirinya terlebih dahulu, dengan langkah-langkah:

Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan di tempat yang terpisah dari pakaian biasa.

Tidak makan, minum, merokok, atau menyentuh wajah saat berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.

Menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.

Selalu mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Jika memiliki luka, maka luka tersebut mesti ditutup dengan plester atau perban tahan air.

Sebisa mungkin, petugas mengurangi risiko terluka akibat benda tajam. Namun, jika terjadi luka, terdapat dua penanganan. Jika cukup dalam, luka segera dibersihkan dengan air mengalir. Jika luka tusuk kecil, darah dapat dibarkan keluar dengan sendirinya.

Cara Memandikan Jenazah Terpapar COVID-19
Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020, memandikan jenazah dilakukan dengan pertimbangan pendapat ahli terpercaya.

Pedoman dasarnya adalah memandikan jenazah tanpa membuka pakaian mayit. Namun, bila jenazah tidak mungkin dimandikan, langkah yang dipilih adalah menayamumkan. Jika hal tersebut juga tidak mungkin dilakukan, maka jenazah tidak dimandikan atau ditayamumkan.

Cara memandikan jenazah terkena virus corona adalah sebagai berikut.

Memandikan jenazah tanpa membuka pakaiannya.

Petugas yang memandikan wajib berjenis kelamin yang sama dengan jenazah.

Jika tidak ada petugas berjenis kelamin sama, maka petugas yang ada tetap memandikan dengan syarat jenazah tetap memakai pakaian. Jika tidak, maka jenazah ditayamumkan.

Jika ada najis pada tubuh jenazah, petugas membersihkannya sebelum memandikan.
Petugas memandikan jenazah dengan cara mengucurkan air secara merata ke seluruh tubuh;

Jika atas pertimbangan ahli terpercaya bahwa jenazah tidak mungkin dimandikan, maka menyucikan jenazah dapat berupa tayamum sesuai ketentuan syariah, caranya adalah mengusap wajah dan kedua tangan jenazah dengan debu.

Jika berdasarkan pendapat ahli, memandikan atau menayamumkan jenazah tidak dapat dilakukankarena membahayakan petugas, maka jenazah tidak perlu dimandikan atau ditayamumkan berdasarkan ketentuan dlarurat syar’iyyah.

Cara Mengafani Jenazah yang Terpapar COVID-19
Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020, tata cara mengafani jenazah yang terkena virus corona adalah sebagai berikut:

Setelah jenazah dimandikan atau ditayamumkan, atau karena dlarurah syar’iyah tidak dimandikan atau ditayamumkan, maka jenazah tersebut dikafani dengan menggunakan kain yang menutup seluruh tubuh.

Jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang aman dan tidak tembus air demi menjaga keselamatan petugas dan mencegah penyebaran virus.

Setelah pengafanan selesai, jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus air dan udara dengan cara dimiringkan ke kanan. Dengan demikian, saat dikuburkan jenazah menghadap ke arah kiblat.

Jika setelah proses pengafanan masih ditemukan najis pada jenazah, petugas dapat mengabaikan najis tersebut.

Dalam protokol mengurus jenazah pasien COVID-19 Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, terdapat keterangan tambahan terkait proses mengafani jenazah.

Jenazah pasien COVID-19 dapat ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.

Jenazah yang sudah dibungkus tidak diperkenankan dibuka lagi kecuali dalam keadaan mendesak seperti autops, dan hanya dapat dilakukan petugas.

Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.

Petugas medis mesti sering mencuci tangan, serta mandi dengan sabun khusus setelah menangani jenazah.

Cara Menyalatkan Jenazah yang Terpapar COVID-19
Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020, cara melakukan salat jenazah yang terkena virus corona adalah sebagai berikut:

Disunnahkan menyegerakan shalat setelah jenazah dikafani.

Salat jenazah dilakukan di tempat yang aman dari penularan COVID-19.

Salat jenazah dilakukan oleh minimal satu orang. Jika tidak memungkinkan, jenazah boleh disalatkan di kuburan sebelum atau sesudah dimakamkan. Jika tidak mungkin, maka jenazah boleh disalatkan dari jauh (shalat ghaib).

Pihak melakukan salat jenazah wajib menjaga diri dari penularan COVID-19.

Dalam protokol Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, terdapat keterangan bahwa pelaksanaan salat jenazah, dianjurkan untuk dilakukan di rumah sakit Rujukan. Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid dengan catatan masjid tersebut sudah menjalani proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh. Setelah selesai salat, perlu dilakukan disinfeksi.

Cara Menguburkan jenazah yang Terpapar COVID-19

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020, langkah-langkah menguburkan jenazah yang terkena virus corona adalah sebagai berikut.

Proses penguburan jenazah dilakukan sesuai dengan ketentuan syariah dan protokol medis.

Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan jenazah bersama peti ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan.

Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang kubur diperbolehkan karena darurat (al-dlarurah al-syar’iyyah). Hal ini sudah diatur dalam Fatwa MUI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah dalam Keadaan Darurat.

Dalam protokol Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, jika jenazah dikubur, lokasi penguburan mesti berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum. Lokasi penguburan juga harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat.(rel/014)


IMPIANNEWS.COM (AS).

Beredar narasi FBI menangkap profesor dari Harvard dan Ketua Biologi Kimia yang bekerja dengan Universitas di Wuhan, China. Hal ini dikaitkan dengan pembuatan virus corona.

Narasi tersebut diunggah akun Timothy Simamora di facebook melalui video berdurasi 2 menit 20 detik. 

Video tersebut berisi konferensi pers FBI soal penangkapan profesor kimia biologi dari Universitas Harvard dengan dua warga negara China.
Berikut narasinya:

"FBI Mengumumkan Penangkapan Profesor Harvard dan Ketua Biologi Kimia yang Tertangkap Bekerja dengan Universitas Cina di Wuhan, Cina."

Verifikasi Fakta

Mengutip cekfakta.com, telah ditelusuri kebenaran penangkapan profesor dari Harvard dengan mesin pencari dengan memasukkan kalimat 'FBI arrested Harvard Professor'.

Hasil pencarian menunjukkan pada 28 Januari 2020 dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat soal penangkapan Charles Lieber. 

Lalu, disebutkan juga soal dua warga negara China bernama Yanqing Ye dan Zaosong Zheng.

Ketiganya ternyata didakwa dalam tiga kasus yang berbeda dan tidak terkait dengan perguruan tinggi di Wuhan.

Dalam dakwaan, Charles Lieber didakwa akibat membuat pernyataan salah, data fiktif, dan pemalsuan visa.

Lieber memang bekerja di sebuah Universitas di Wuhan, kota tempat covid-19 pertama kali muncul.

 Tapi, Departemen Kehakiman Amerika membantah mereka mendakwa Lieber atas tuduhan terlibat dalam pembuatan covid-19.

Berdasarkan penelusuran di atas, dapat disimpulkan konten yang diunggah akun facebook Timothy Simamora sesat atau konten yang menyesatkan. 



IMPIANNEWS.COM (Padang).

Di tengah suasana pandemi virus corona atau covid-19 yang masih merebak, organisasi sosial kemasyarakatan Karang Taruna Kecamatan Kuranji ikut melihatkan bakti sosialnya kepada masyarakat.

Hal itu dilihatkan organisasi yang diketuai Fadhli itu dengan membagikan bantuan masker secara gratis kepada warga yang melintas di kawasan Pasar Belimbing dan jalur dua Perumnas Belimbing, Senin  (6/4/2020) siang.

"Alhamdulillah kita bersyukur bisa ikut memberikan sumbangsih kepada warga di tengah musibah wabah covid-19 ini. Bantuan masker ini merupakan bantuan dari Toko Mahmuda Konveksi atas nama bapak Erianto," sebutnya.

Fadhli menyebutkan, dalam aksi tersebut pihaknya membagikan masker sebanyak 200 pcs. Satu persatu dibagikan para pengurus Karang Taruna Kecamatan Kuranji kepada siapa saja yang melintas terutama yang terlihat membutuhkan begitu masker tersebut.

"Aksi pembagian masker ini murni adalah sebagai bentuk kepedulian sosial kita terhadap kondisi yang terjadi akibat pandemi covid-19. Kemudian aksi tersebut juga dalam rangka mendukung Instruksi Wali Kota Padang terhitung 6 April 2020 ini yang meminta masyarakat harus menggunakan masker ketika ada keperluan mendesak di luar rumah. Jadi kita ingin membantu warga di Kuranji yang belum memiliki masker, insya Allah semoga ke depan kita bisa melanjutkan aksi ini kembali," pungkas Fadhli bersemangat.(vid).

#tafch
#karangtarunakuranji
#maskergratis
#kota

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Kopmil Ijo Family menyerahkan bantuan konsumsi sebanyak 100 nasi kotak dan 100 botol jus bagi petugas medis, petugas keamanan, dan masyarakat miskin Payakumbuh dalam menghadapi wabah Virus Corona (Covid-19.

Bantuan itu diterima oleh Wali Kota Riza Falepi di Posko Covid-19 Pusat Kota Payakumbuh bersama Sekretsris Daerah Rida Ananda, Asisten III Amriul Dt. Karayiang, dan Kalaksa BPBD Yufnani Away, Senin (6/4/2020).

Iin Kopmil mengatakan bantuan ini untuk membantu konsumsi masyarakat kecil yang membutuhkan dengan harapan banyak lagi orang-orang yang mau membantu pemerintah dalam berperang melawan Covid-19, donasi ini terkumpul berkat kerjasama dan sosial teman-teman Pengusaha Muda Kreatif (Pedati) dan masyarakat.

"Mari bersama-sama bagi yang memiliki finansial lebih untuk berdonasi reski agar masyarakat kecil terbantu, mari kita salurkan bantuan lain dengan mengajak untuk saling memberi membantu meringankan kerja pemerintah dalam menghadapi Covid-19," ujarnya.

Wali Kota Riza Falepi mengapresiasi bantuan yang diserahkan Kopmil Ijo Family ini, Wali Kota berharap kedepannya akan banyak lagi bantuan-bantuan seperti ini untuk membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19.

"Disini kita berbagi dan membantu yang miskin dan tidak mampu, semoga ridho Allah bersama kita dan tetap lanjutkan perjuangan melawan virus corona, semoga Allah SWT memberikan hidayahnya bagi kita semua," harap Riza. 

Riza menyebut kondisi yang terjadi akibat Covid-19 lebih parah dibanding Krisis Moneter. 

"Kalau krismon kita masih bisa bekerja, tapi kalau gara-gara corona ini banyak yang tidak bisa bekerja dibuatnya karena dirumah saja, mau makan apa kita," pungkas Riza. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Menghadapi dampak sosial ekonomi kemasyarakatan yang timbul akibat wabah Virus Corona (Covid-19), Camat Payakumbuh Utara Desfitawarni bersama DPC LPM Payakumbuh Utara dan lurah se kecamatan menggerakkan program donasi unggulan yang bernama Bintang Lima, program ini langsung menyentuh warga miskin di seluruh kelurahan se kecamatan setempat.

Senin (6/4/2020) pagi, penyerahan bantuan bagi 53 KK secara simbolis dilaksanakan di halaman kantor Camat Payakumbuh Utara. Adapun bantuan yang disalurkan adalah paket sembako senilai Rp. 200.000 berisi bahan pokok seperti 10 Kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 30 butir telur.

"Bantuan ini akan didistribusikan oleh lurah bersama LPM, RT, dan tokoh masyarakat ke KK warga penerima manfaat, warga yang mendapat bantuan adalah yang kondisi ekonominya lemah, dan untuk pendataan sifatnya bottom up, dirembukkan dari tingkat RT bersama LPM terlebih dahulu agar bantuan ini tepat sasaran," kata Camat Desfitawarni didampingi Sekretaris B. Nasution.

Camat Desfitawarni menyebut penggalangan bantuan dalam program Bintang Lima ini sifatnya swadaya, segala bentuk bantuan baik berupa uang ataupun kebutuhan pokok dapat diserahkan oleh warga yang berkecukupan maupun oleh perantau ke posko kecamatan dan kelurahan.

"Saat ini, kebersamaan adalah kunci penting dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, disaat pemerintah memiliki keterbatasan, disanalah peran masyarakat menunjukkan kepedulian sosialnya," pungkas camat yang akrab disapa Defi itu.

Zubirwan, Lurah Koto Kociak Kubu Tapak Rajo menyambut baik program Bintang Lima ini, program ini katanya sangat menolong sekali kepada warga yang membutuhkan. Di wilayahnya banyak warga yang bekerja sebagai pedagang kecil.

"Dampak wabah Covid-19 menyebabkan pendapatan berkurang dan ekonomi warga merosot, kami lurah juga ikut begerak memberikan motivasi agar warga yang berkecukupan dapat membantu warga yang kekurangan, sehingga swadaya kuat," kata Zubirwan.

Ketua LPM Tigo Koto Diateh Zulhendri mengapresiasi program Bintang Lima dan mensupport penuh pelaksanaannya, termasuk mendukung agar seluruh lini bergerak saling bersinergi dalam penggalangan donasinya.

"Kami ucapkan terimakasih kepada camat dan jajaran atas fasilitas yang telah disediakan dan kepada donatur kami warga dan perantau yang sudah membantu sehingga program ini dapat berjalan," ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Yusni warga Ikua Koto Dibalai yang kini tinggal berdua bersama anaknya menyebut sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini, dirinya selama ini hidup dari menerima upah bekerja di sawah orang.

"Suami sudah tidak ada lagi, kita merasa sangat terbantu sekali oleh program Bintang Lima ini, semoga kebaikan ibu camat dan bapak-bapak yang lainnya serta donatur dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda," ujarnya. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Untuk pertama kalinya dalam sejarah, di bulan Ramadhan tahun 2020 ini, Pemerintah Kota Payakumbuh meniadakan pasar pabukoan, kebijakan ini diambil untuk menindaklanjuti himbauan Kapolri termasuk instruksi Wali Kota Payakumbuh dalam menghadapi wabah Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler didampingi Kabid Pasar Arnel saat diwawancara Senin (6/4/2020) mengatakan meskipun sangat disayangkan, keputusan ini sudah dikonsultasikan dengan Ketua Tim Gugus Tugas Wali Kota Riza Falepi bersama Sekeretaris Daerah Rida Ananda.

"Pasar pabukoan identik dengan keramaian, orang yang datang berduyun-duyun kesana, Pemerintah sudah meniadakan kegiatan keramaian karena dikhawatirkan merebaknya Virus Corona," kata Dahler.

Langkah-langkah antisipasi yang diambil pemko selain tidak membuka pasar ternak dan pasar mingguan, termasuk pada tahun ini pasar pabukoan ditiadakan.

"Lagi pula, Kata Dahler, bila pasa pabukoan dibuka maka hal ini menyangkut beberapa hal, kalaupun ada yang berjualan, belum tentu ada orang membeli, karena sebagaian masyarakat juga tidak mau keluar rumah karena takut dengan bahaya Covid-19," tuturnya.

Sedangkan, kalaupun ada animo masyarakat untuk berbelanja disana, dikhawatirkan merebaknya penularan Covid-19 ditempat tersebut, pemerintah tidak mau mengambil resiko.

"Kalaupun ada yang mau menjual kebutuhan berbuka, masyarakat masih bisa melakukannya di rumahnya atau di tempat usahanya masing-masing, artinya bukan lagi  di tempat yang terkonsentrasi seperti pasar pabukoan, bahkan sekarang kan bisa berjualan dengan metode online," katanya.

Pasar pabukoan dilarang atau ditidakan karena temponya hanya berkisar 2 hingga 3 jam, dan memang kalau dibuka maka yang datang akan sangat ramai dan padat karena menjual masakan siap saji, kontak fisik disana sangat kentara sekali dan frekuensinya sangat berdekatan.

Kalau pasar tradisional, kebutuhannya tidak seperti pasar pabukoan, kebutuhannya sepanjang hari dan bahan-bahan mentah yang dijual, masyarakat yang berbelanja pun frekuensinya tidak seperti di pasa pabukoan.

Termasuk pasar pabukoan di kecamatan, walaupun diurus oleh camat dan lurah. Harapan Pemko sama, menghimbau masyarakat untuk mengikuti SOP pencegahan Corona, ditiadakan dulu tahun ini.

Dahler berharap masyarakat bisa maklum dengan kebijakan ini, baik pedagang yang setiap tahun berdagang di pasar pabukoan, maupun warga yang suka berbelanja kebutuhan berbuka saat ramadhannya disana.

"Semoga saja dengan antisipasi ini dapat menyelamatkan kita dari bahaya Covid-19, kita berharap di Payakumbuh, Sumbar, Indonesia, bahkan di dunia ini masalah Virus Corona cepat berlalu dan sebelum masuk puasa kita berikhtiar semoga Virus Corona berakhir," pungkasnya. (rel /014)

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Tingginya anemo masyarakat mengikuti sayembara ini, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh mengucapkan terima kasih kepada seluruh partisipan yang telah ikut ambil bagian dalam kompetesi tersebut.

Sejak dibuka sejak awal Maret lalu, akhirnya "Sayembara Logo 50 tahun Kota Payakumbuh: resmi ditutup hari ini, Senin (06/04/2020).

"Sayembara ini akan kita tutup hari ini jam 23.59 WIB (06/04), sampai saat ini sudah lebih dari 400 orang yang ambil bagian mengirimkan karya terbaiknya ke panitia," kata Kadiskominfo Jhon Kenedy di dampingi Kabid Humas Hermanto.

Mengingat wabah pandemi covid-19 yang sedang melanda Republik Indonesia, Kadiskominfo menyebut, proses penjurian akan dilakukan beberapa hari kedepan.

"Untuk yang masuk menjadi nominator akan kita hubungi kemudian, mengingat wabah virus korona sedang menyerang negara kita, dibarapkan para peserta untuk sabar menunggu hasil penjurian," pungkas JK. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM (Padang)

Ketua DPRD Sumbar Supardi bersikap tegas menyangkut, soal anggaran darurat pandemik dunia penyebaran Corona virus Disease (covid-19) yang kini sedang mewabah di seluruh Indonesia.

Supardi mengatakan, membiarkan virus corona merebak dan mewabah di Sumbar bukan pilihan cerdas, tetapi bagaimana semua upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut, semua pihak harus menyikapinya dengan serius. tegasnya

Untuk mencegah agar tidak menyebar wabah Covid-19 tersebut, DPRD Sumbar dengan tegas berperinsif yaitu, indak kayu janjang wak kapiang, ujar Ketua DPRD Sunbar Supardi. Senin 6 April 2020 di kantor DPRD Sumbar, yang mana di hari pertama masuk kantor setelah masa Work from Home diberlakukan dewan Sumbar.

Sikap tegas diambil setelah dewan  melakukan rapat pimpinan, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumbar, Senin 6/4 pagi.

Dampak Covid-19 tidak saja soal kesehatan dan nyawa masyarakat, tetapi juga berdampak ke berbagai sektor kehidupan masyarakat Sumbar. Dan DPRD Sumbar sangat fokus terkait dampak lain yaitu, bagaimana mendukung Pemprov Sumbar memberikan stimulus kepada masyarakat terdampak penanganan Covid-19 ini, baik sektor usaha maupun memenuhi kebutuhan pokok pekerja informal, ujar Supardi kepada pers seusai rapat pimpinan.

Lebih lanjut Supardi mengatakan, DPRD sumbar mendesak Gubernur Sumbar, agar segerah memasukkan item apa saja untuk anggaran darurat penanganan corona virus (covid-19).

DPRD Sumbar juga akan melakukan peninjauan langsung ketengah-tengah lingkungan masyarakat, untuk mendengar keluhan serta masukan langsung dari masyarakat Sumatera Barat. Kalau tidak cukup juga ketersediaan anggaran, kami pimpinan sepakat untuk mengalokasikan semua dana Pokir DPRD buat penanganan Covid-19. ucap Supardi.

Bila nanti ada bantuan tunai untuk masyarakat, maka data yang akan diambil harus melalui kelurahan, desa atau nagari, karena mereka yang lebih tahu kondisi warganya.

Selain data dari tingkat pemerintahan terendah, DPRD juga akan terus melihat perkembangannya, sehingga bila diperlukan adanya pengalihan anggaran pembangunan fisik, menjadi anggaran penanggulan penyebaran covid-19 agar bisa segera dilakukan.

Supardi memaparkan kami sepakat di rapat pimpinan tadi, bila perlu anggaran pembangunan fisik, kita alihkan untuk anggaran penanggulangan wabah corona, jika itu sudah cukup mendesak,” ungkap Supardi 

Meskipun beberapa kegiatan kedewanan, terutama berkaitan dengan sidang-sidang dihentikan, namun untuk penangan covid-19, DPRD dengan segala resikonya melakukan persidangan perombakan jadwal kegiatan dalam Bamus, untuk memberikan perhatian secepatnya pada masyarakat.

Kita memang meniadakan kegiatan rapat-rapat, namun karena untuk kepentingan masyarakat, kita harus merubah jadwal melalui Bamus dan ditetapkan segerah sehingga kita bisa secepatnya turun langsung ke masyarakat,” ulasnya (Ay).

#tafch
#covid19
#dprdsumbar
#supardi

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi kunjungi satu-satunya posko mandiri tanggap darurat covid-19 di Payakumbuh yang bertempat di Perumnas Kubang Gajah Kelurahan Limbukan, Senin (06/04) Sore.

"Pemko Payakumbuh sangat mengapresiasi sekali pendirian posko tanggap darurat virus korona di Kubang Gajah ini, dimana masyarakatnya sendiri yang berinisiatif memutus mata rantai penyebaran covid-19," kata Riza Falepi saat mengunjungi posko mandiri virus korona.

Riza menyebut, Posko mandiri ini merupakan contoh yang baik, dimana pengelolaan dan Standar Operasional Prosesdur (SOP) sudah berjalan sebagai mana mestinya.

"Disinfektan yang digunakan sudah sesuai prosedur dan aman, sebagai bukti tadi saya berjalan dibawah penyemprotan disinfektan yang bekerja secara otomatis," ucap Wali Kota dua periode tersebut.

Riza menambahkan," Saya berharap daerah lain juga bisa meniru contoh yang baik ini, kalau bukan dari kita untuk memutus mata rantai covid-19 ini siapa lagi," tambah Riza.

Wako kembali mengingatkan kepada warga Payakumbuh yang baru datang dari luar daerah agar melapor dan lakukanlah isolasi diri secara mandiri, "Sebab dengan melapor ke Posko Covid-19 anda telah menyelamat orang-orang di sekeling anda dan Payakumbuh tetap Zero Covid-19," ulas Riza.

Sementara itu Ketua RW 03 Kelurahan Limbukan Mulia Raja mengatakan Diposko Mandiri tersebut semua orang yang baru datang dari luar kota serta keluar masuk warga tercata dengan baik.

"Kita selalu berkoordinasi dan bekeja sama dengan petugas Pustu Kubang Gajah buk Eka Wisni, kita selalu pantau warga kita yang ODP," sebut Raja.

Ketua RW 03 juga menyebut akses jalan menuju perumahan Kubang Gajah saat ini hanya memiliki satu akses keluar masuk untuk selalu memantau aktifitas warga.

"Kita juga memberlakukan izin keluar komplek untuk anak usia sekolah, kalau tidak ada izin dari orang tua kita tidak izin kan keluar gerbang," pungkasnya. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Wakil Wali Kota Erwin Yunaz memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada petugas Posko Covid-19, petugas rumah sakit, dan seluruh petugas Puskesmas Kota Payakumbuh yang aktif bekerja siang dan malam dalam menghadapi penyebaran Novel Coronavirus (Covid-19).

Minggu (5/4/2020) malam, orang nomor dua di Kota Payakumbuh itu mendatangi beberapa puskesmas dan posko covid-19 di perbatasan untuk memberikan semangat kepada petugas dan memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik.

"Semangat petugas medis kita memang luar biasa, melayani masyarakat dengan tulus ikhlas dan penuh tanggung jawab saat orang merasakan hari libur juga beristirahat, terimakasih telah memberikan yang terbaik bagi masyarakat kita," kata Wawako.

Petugas medis di lini depan curhat kepada Wawako bahwasanya saat ini mereka mengalami kendala dengan minimnya Alat Pelindung Diri (APD) namun, Wawako Erwin Yunaz menyebut Pemko telah menerima bantuan APD dari pemerintah provinsi dan lembaga lainnya.

"Kita akan segera memiliki APD yang Pemko beli, kita mohon bersabar sedikit lagi karena barangnya sudah dipesan, tinggal menunggu kedatangannya saja," kata Wawako.

Salah satu petugas medis, Adriyani Zulfa mengatakan kedatangan Wawako dengan kabar baik itu membuat kekhawatiran petugas medis menjadi lega, mereka akhirnya mendapat kepastian tentang APD yang mereka butuhkan.

"Yang membahagiakan itu ketika pemimpin kita datang dan menanyakan apa yang kita butuhkan dalam perang ini, sungguh luar biasa bahagianya, berasa dapat air di tengah padang pasir. Terimakasih atas kunjungan dan kata-kata pembakar semangatnya pak Wawako Erwin Yunaz, kehadiran bapak dengan kabar gembiranya sangat-sangat membahagiakan kami," pungkasnya. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Wali Kota Riza Falepi mengatakan dampak yang ditimbulkan oleh Novel Coronavirus (Covid-19) sangat destruktif dan menyebabkan kelumpuhan di beberapa negara. Bahkan Riza menyebut kasus Covid-19 lebih parah dari krisis moneter.

"Kalau krismon kita masih bisa bekerja, tapi kalau gara-gara corona ini banyak yang tidak bisa bekerja dibuatnya karena dirumah saja, mau makan apa kita," kata Riza Falepi saat menerima bantuan konsumsi bagi petugas posko Covid-19 dari Kopmil Ijo Family di Posko Covid-19 pusat kota, Senin (6/4/2020).

Wali Kota Riza menghimbau seluruh pihak untuk bersama-sama turun tangan membantu warga miskin yang terdampak corona ini, menurut Riza pemerintah memiliki keterbatasan untuk memenuhi seluruhnya, swadaya sangat diperlukan.

"Disini kita berbagi dan membantu yang miskin dan tidak mampu, semoga ridho Allah bersama kita dan tetap lanjutkan perjuangan melawan virus corona, semoga Allah SWT memberikan hidayahnya bagi kita semua," harap Riza. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) binaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh melaksanakan penyemprotan disinfektan di lingkungan Nan Kodok, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Senin (6/4/2020).

Penyemprotan ini diminta oleh masyarakat di sekitar rumah duka salah satu warga yang dimakamkan dengan protap penyelenggaraan jenazah Covid-19, Sabtu 4/4/2020) lusa.

"Rumah duka telah disemprot disinfektan dan sekarang kita diminta warga untuk menyemprot disinfektan di sekitar rumahnya, kita melakukan langkah antisipasi, dan ini juga permintaan dari masyarakat agar mereka merasa tenang dan tidak gelisah," kata Kalaksa BPBD Yufnani Away didampingi Kabid Rehab Rekon, An Denitral.

Sementara itu salahsatu Korlap KSB Alex Chandra menyebut warga dapat melapor ke Posko Covid-19 untuk membantu tenaga untuk menyemprot disinfektan di lingkungannya.

"Saat ini keterbatasan kita di stok cairan disinfektan, namun bila warga berinisiatif menyediakan, kita bisa bantu tenaga dan alat, kita berharap swadaya mandiri masyarakat sangat diperlukan agar kita bisa bersama-sama berperang melawan Covid-19 ini," kata Alex. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengkaji ulang pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji-13 bagi PNS. Informasi ini disampaikan Sri Mulyani dalam rapat bersama Komisi Keuangan DPR.

“Presiden meminta kami membuat kajian untuk pembayaran, apakah perlu untuk dipertimbangkan lagi, mengingat beban belanja negara yang naik,” kata Sri Mulyani pada Senin, 6 April 2020.

Dalam rapat ini, Sri Mulyani mengatakan bahwa virus corona atau Covid-19 yang saat ini terjadi berdampak pada keuangan negara.

 Defisit anggaran diperkirakan naik hingga 5,07 persen PDB menjadi Rp 853 triliun, dari asumsi APBN 2020 yang hanya 1,76 persen ata sebesar Rp 307,2 triliun.

Situasi ini terjadi karena belanja pemerintah meningkat, sementara pendapatan negara berkurang. Menurut Sri Mulyani, pendapatan negara hanya akan minus 10 persen atau 78,9 persen saja dari target APBN 2020.

Penerimaan negara turun karena saat ini pemerintah memberikan sejumlah stimulus pajak bagi dunia usaha agar tetap bertahan di tengah kondisi saat ini. 

Sehingga, penerimaan perpajakan tumbuh diperkirakan tumbuh minus 5,4 persen, penerimaan bea cukai tumbuh minus 2,2 persen.

Sementara, belanja negara naik 102,9 persen dari pagu APBN. Sebab, pemerintah telah menyiapkan anggaran baru untuk penanganan Covid-19. Di antaranya belanja kesehatan Rp 75 triliun hingga belanja jaring pengaman sosial Rp 110 triliun.

FAJAR PEBRIANTO

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

IMPIANNEWS.COM (New York).

Amerika Serikat tengah menghadapi paling sulit di tengah wabah virus corona atau covid-19.

Fase paling kritis tengah dihadapi Amerika yang mulai memasuki salah satu minggu paling kritis sejauh ini.

Angka korban tewas akibat covid-19 tersebut meledak di tiga wilayah, New York, Michigan dan Louisiana.

Dikutip Kontan.co.id melansir Reuters, New York, menjadi negara bagian AS yang paling terpukul, melaporkan pada hari Minggu.
New York untuk pertama kalinya dalam seminggu, tingkat kematian telah mengalami sedikit penurunan dari hari sebelumnya.

Akan tetapi, masih ada hampir 600 kematian baru dan lebih dari 7.300 kasus baru.

Sejumlah negara bagian seperti Pennsylvania, Colorado dan Washington, D.C. mulai mengalami peningkatan kematian.

Menurut foto yang didapat Reuters, mayat-mayat korban COVID-19, penyakit pernapasan mirip flu yang disebabkan oleh virus corona, ditumpuk dalam kantong oranye terang di dalam kamar mayat sementara di luar Pusat Medis Wyckoff Heights di Brooklyn.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan pada hari Minggu bahwa tingkat pasien rawat inap baru telah turun 50% selama 24 jam sebelumnya.

Tetapi, ia memperingatkan bahwa belum jelas apakah krisis itu mencapai puncaknya di negara bagian tersebut, yang memiliki total 4.159 kematian dan lebih dari 122.000 kasus.

“Virus corona benar-benar ganas dan efektif pada apa yang dilakukan oleh virus. Ini adalah pembunuh yang efektif," kata Cuomo dalam pengarahan harian.
Setelah puncak epidemi berlalu, Cuomo mengatakan peluncuran massal pengujian cepat akan sangat penting untuk membantu negara "kembali ke keadaan normal."

Ada cahaya di ujung terowongan
Jendral Bedah AS A. Jerome Adams memperingatkan di Fox News Sunday bahwa masa sulit ada di depan, tetapi "ada cahaya di ujung terowongan jika semua orang melakukan bagian mereka selama 30 hari ke depan."

“Ini akan menjadi minggu yang paling sulit dan paling menyedihkan dalam kehidupan kebanyakan orang Amerika, terus terang. Ini akan menjadi momen Pearl Harbor kami, momen 9/11 kami, hanya saja itu tidak akan dilokalisasi,” katanya.

"Itu akan terjadi di seluruh negeri. Dan saya ingin Amerika mengerti itu."

Sebagian besar negara bagian telah memerintahkan penduduk untuk tinggal di rumah kecuali perjalanan penting untuk memperlambat penyebaran virus di Amerika Serikat di mana lebih dari 332.000 orang dinyatakan positif dan lebih dari 9.500 telah meninggal, menurut penghitungan Reuters.

Namun, beberapa gereja tetap mengadakan pertemuan besar pada Minggu Palem, awal Pekan Suci di gereja-gereja Kristen.

Pastor Tony Spell, yang ditangkap minggu lalu karena mengadakan kebaktian, memanggil umatnya lagi, tiga minggu setelah Louisiana melarang pertemuan 10 orang atau lebih.

Ratusan jemaah berkumpul di Megamurch Spell's Life Tabernacle di pinggiran kota Baton Rouge, banyak yang tiba dengan 26 bus yang dikirim untuk menjemput mereka.

"Mereka lebih suka datang ke gereja dan beribadah seperti orang bebas daripada hidup seperti tahanan di rumah mereka," kata Spell kepada wartawan.

Louisiana, yang telah menjadi hot spot virus corona, melaporkan lonjakan kematian hingga hampir 500 dan lebih dari 13.000 kasus. Gubernur memperkirakan negara bagian akan kehabisan ventilator pada hari Kamis.

Meski demikian, sebagian besar gereja di AS telah menutup pintu mereka dan banyak yang menyiarkan layanan online.

Tak semua lockdown
Pakar medis Gedung Putih memperkirakan bahwa antara 100.000 hingga 240.000 orang Amerika dapat tewas dalam pandemi, bahkan jika perintah sweeping untuk tinggal di rumah diikuti oleh masyarakat.

Presiden Donald Trump memperingatkan pada hari Sabtu bahwa akan terjadi kejadian yang "sangat menghebohkan" beberapa hari ke depan.

Gubernur negara bagian Washington, Jay Inslee, seorang Demokrat, mengatakan jika negara-negara bagian lain tidak juga memberlakukan langkah-langkah tegas, virus akan terus menyebar.

Gubernur Rhode Island Gina Raimondo mengatakan dia mungkin melakukan lockdown dengan "menutup semuanya" jika penduduk tidak mengikuti aturan saat ini karena jumlah kasus di negaranya mendekati 1.000 dan kematian meningkat.

Setidaknya, ada delapan negara bagian yang belum memerintahkan penduduk untuk tinggal di rumah: Arkansas, Iowa, Nebraska, Dakota Utara, Carolina Selatan, Dakota Selatan, Utah, dan Wyoming.

Georgia, yang telah mencatat 6.600 kasus dan lebih dari 200 kematian, memerintahkan penduduk untuk tinggal di rumah tetapi kemudian mengizinkan beberapa pantai untuk dibuka kembali.

Gubernur Arkansas dari Republik Asa Hutchinson membela penolakannya untuk memerintahkan pembatasan di seluruh negara bagian, dengan mengatakan bahwa situasinya diawasi dengan ketat dan bahwa “pendekatan yang lebih tepat sasaran” masih memperlambat penyebaran virus.

Adams, ahli bedah umum, mengatakan gubernur yang belum mengeluarkan perintah tinggal di rumah selama sebulan harus setidaknya mempertimbangkan melakukannya untuk minggu mendatang.

Kate Lynn Blatt, 38 tahun, seorang manajer properti dari pedesaan Pottsville, Pennsylvania, mengatakan dia terkejut bahwa gubernur negara bagiannya, Tom Wolf, menunggu hingga 1 April untuk mengeluarkan perintah tinggal di rumah di seluruh negara bagian.

“Kami terkejut. Saya tidak percaya Trump belum mengeluarkan perintah nasional dan saya masih tidak percaya ada negara bagian yang masih terbuka," kata Blatt.
(*)

#tafch
#covid19
#minggumengerikan
#anarikaserikat
#trump.

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh memberikan keterangan secara langsung dalam jumpa pers di Balai Kota, Senin (6/4/2020) terkait hasil pemeriksaan kepada warga Payakumbuh yang meninggal dunia di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi beberapa hari lalu dan dimakamkan dengan protap Covid-19 di Payakumbuh.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal bersama Asisten III Amriul Dt. Karayiang, Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kadiskominfo Jhon Kenedi memaparkan bahwa hasil pemeriksaan warga Nan Kodok, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah yang meninggal berinisial E adalah Negatif Covid-19.

"Pagi tadi melalui RSUD Achmad Mochtar, diinformasikan kepada kita, telah keluar hasil pemeriksaan laboratorium, warga kita Nyonya "E" dinyatakan Negatif Covid-19," kata dr. Bakhrizal.

Hasil tes ini, kata dr. Bakhrizal adalah dari Laboratorium Unand sebagai tempat pemeriksa tes Covid-1 yang direkomendasikan oleh negara dan dipercaya secara nasional. Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 5 April 2020 kemarin.

Dengan telah keluarnya hasil pemeriksaan ini dan disampaikan ke publik, Pemerintah menghimbau warga agar tidak mencari informasi atau menyebarkan informasi bersifat hoaks, atau mencari informasi yang tidak bisa diakui kebenarannya.

"Dengan masih Zero nya angka Covid-19 di Payakumbuh, Pemko tidak diam, malah aka  segera mengambil langkah antisipatif di dalam kota, kita tidak mundur, arahan Wali Kota Riza Falepi bagaimana kita betul-betul fight melawan Covid-19," ujarnya.

Bakhrizal juga mengajak masyarakat agar mengubah perilaku dalam menyikapi penyebaran virus ini, serius mengikuti anjuran pemerintah, dengan berdiam diri di rumah dan apabila terpaksa keluar rumah, harus memakai masker seluruhnya.

"Anjuran dari WHO, wajib memakai masker walaupun dari kain, yang bisa dicuci dan dipakai berulang kali, sedangkan masker bedah dan N95 itu untuk petugas medis," katanya.

Kedepannya, Pemko juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah menyebarkan isu-isu yang belum tentu kebenarannya di media sosial karena akan membuat panik dan resah.

"Bijaklah dalam bermedia sosial, jangan mudah percaya dan menyebarkan kabar yang tidak jelas agar kita semua dapat tenang dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, ikuti himbauan pemerintah," pesan Bakhrizal. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tak pernah memiliki rencana memberi remisi atau membebaskan narapidana kasus korupsi atau napi koruptor dalam rangka dalam upaya meminimalisasir penyebaran virus Corona di penjara.

"Mengenai napi korupsi tidak pernah kami bicarakan dalam rapat-rapat kami. Tidak ada revisi untuk PP 99 terkait hal ini.

 Dilansir dari tempo.com Pembebasan bersyarat napi hanya untuk napi umum," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas lewat teleconference dari Istana Kepresidenan Bogor pada Senin, 6 April 2020.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebelumnya mengatakan tengah menyiapkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dalam upaya meminimalisasi penyebaran virus Corona di penjara. 

Ia menyebut napi korupsi bisa dibebaskan dengan syarat sudah berusia 60 tahun ke atas dan telah menjalani dua pertiga masa tahanannya. "Jumlahnya 300 orang," kata Laoly.

Belakangan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meluruskan pernyataan tersebut. Mahfud menegaskan bahwa pemerintah tidak ada wacana merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, terutama yang mengatur pembebasan napi korupsi.

"Agar clear ya, sampai sekarang pemerintah tidak merencanakan mengubah atau merevisi PP 99 Tahun 2012. Sehingga tidak ada rencana memberi remisi atau pembebasan bersyarat kepada narapidana," kata Mahfud dalam keterangan resminya pada Sabtu, 4 April 2020.

Hari ini, Presiden Jokowi juga kembali menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak memiliki rencana membebaskan napi koruptor dalam upaya memutus mata rantai virus Corona. Pembebasan bersyarat hanya untuk napi dengan kasus tindak pidana umum. 

#tafcf
#bebaskannapiumum
#presidenri
#jokowidodo

Bupati Limapuluh Kota H. Irfendi Arbi meninjau kegiatan donor darah Kodim 0306/50 Kota di Makodim 0306/50 Kota di Tanjung Pati, Senin (6/4)
IMPIANNEWS.COM 
Limapuluh Kota, --- Mengatasi kekurangan persediaan darah dalam menghadapi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Kodim 0306/50 Kota menggelar donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan RSUD Adnan WD. Kegiatan bakti sosial itu dilaksanakan di Makodim 0306/50 Kota di Tanjung Pati, Senin (6/4/2020) dan disaksikan langsung Bupati Limapuluh Kota H. Irfendi Arbi.
Bupati Irfendi Arbi mengaku sangat berterimakasih kepada jajaran Kodim yang dipimpin Letkol. Kav. Ferry Lahe tersebut. Menurutnya, ini merupakan kegiatan yang sangat membantu PMI dalam rangka mengantisipasi kekurangan persediaan darah dalam situasi dan kondisi wabah Covid-19 dewasa ini.
“Kegiatan donor darah ini merupakan upaya untuk mengatasi kekurangan persediaan darah dalam situasi mewabahnya covid-19 di negeri ini. Kita tentu sangat berterimakasih kepada seluruh personil di Kodim 0506/50 Kota,” ungkap Bupati Irfendi.
Dikatakan, donor darah itu merupakan wujud bakti para personil  Kodim 0306/50 Kota bersama PMI yang sangat patut diapresiasi.  Dengan adanya pasokan darah tersebut, diharapkan daerah ini tidak dihantui kekhawatiran kehabisan stok darah.
“Kita tentu tidak ingin kehabisan stok darah. Untuk menghindari menipisnya stok, kita mengajak berbagai elemen masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk ikut menjadi donor. Namun, semua itu tentu harus dengan memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tutur Irfendi.
Menurut Irfendi, memberikan darah kita bagi orang yang sangat membutuhkannya, merupakan tindakan yang mulia. Sebab, darah yang didonorkan itu akan sangat berarti bagi keselamatan atau kelangsungan hidup seseorang yang membutuhkannya.
“Yakinlah, donor darah ini menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan berlimpah dari Allah SWT,” ujar Irfendi.
Lebih jauh Irfendi Arbi mengajak seluruh pihak dan elemen masyarakat di daerahnya untuk tetap bersatu padu memerangi virus yang mematikan tersebut. Caranya adalah dengan menerapkan gerakan hidup bersih dan sehat, sering mencuci tangan dengan sabun, rajin berolahraga, menjaga jarak, tetap berada di rumah, mengkonsumsi makanan bergizi dan lainnya.
Sementara itu dokter penanggung jawab kegiatan donor darah itu, dr. Junaidi kepada wartawan menyebut, jumlah peserta yang berpartisipasi sebanyak 35 orang, namun yang memenuhi persyaratan sebanyak 33 orang.
“Para pendonor yang kita ambil harus melewati prosedur dan memenuhi sejumlah indikator bidang kesehatan, termasuk di dalamnya screning. Hanya peserta yang memenuhi persyaratan saja yang kita ambil darahnya,” papar Junaidi.(rel/014)

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Pemerintah Kota Padang saat ini tengah memikirkan ketersediaan masker bagi masyarakat sebagai pelindung dari bahaya penyebaran virus corona atau covid-19 di Kota Padang.

Hal ini juga bahagian tindaklanjut dari terbitnya Instruksi Wali Kota Padang per tanggal 6 April 2020 dengan Nomor Surat : 870.176/BPBD-Pdg/IV/2020. 

Beberapa poin dari surat tersebut berisikan diwajibkannya penggunaan masker bagi seluruh masyarakat Kota Padang ketika beraktifitas atau berada di luar rumah ketika ada keperluan mendesak. 

Selanjutnya dalam poin surat itu juga meminta masyarakat untuk memakai masker yang terbuat dari kain minimal dua lapis dan dapat dicuci guna menghindari kelangkaan masker. 

Sementara bagi yang kedapatan keluar rumah tanpa memakai masker dikenakan denda berupa dua buah masker. Satu untuk yang bersangkutan dan satunya lagi untuk masyarakat yang belum memiliki masker.

"Untuk itu, kita Pemerintah Kota Padang akan berupaya menindaklanjuti Instruksi Wali Kota Padang. Hal ini juga sejalan dengan penyampaian Juru Bicara Pemerintah yang meminta masyarakat harus menggunakan masker kain saat saat keluar rumah. Anjuran pemerintah ini sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," terang Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa sewaktu memimpin rapat terkait bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Amasrul beserta para Asisten dan kepala OPD di lingkup Pemko Padang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Padang, Senin (6/4/2020).

Hendri mengatakan, adapun untuk di Kota Padang sendiri diperkirakan memerlukan pengadaan masker kain itu sebanyak 465.000 pcs. Pemko pun akan memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di kota tersebut.

"Kebutuhan masker sebanyak itu akan kita upayakan melalui jasa UMKM kita dengan produknya harus sesuai standar kesehatan," paparnya.

Terkait peruntukannya, sebut Hendri, nantinya sasaran pemberian masker tersebut yaitu diantaranya kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN), petugas di Posko-Posko Covid serta masyarakat berpenghasilan rendah sesuai data Basis Data Terpadu (BDT) yang akan diserahkan ke masing-masing kecamatan.

"Jadi untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, maka kali ini kita adakan pembahasan pengadaan masker ini. Hal ini dikarenakan masker yg dikerjakan oleh UMKM  tersebut tidak memiliki registrasi barang, namun dikerjakan sesuai dengan standar kesehatan," ulasnya.

"Untuk menghindari hal itu pada Rabu 8 April 2020 nanti kita akan mengkomunikasikannya terlebih dahulu kepada Kemendagri dan BPK- RI. Mengingat situasi dan kondisi penjualan masker medis sudah sulit untuk didapatkan sekarang," tambah Hendri Septa.

Lebih jauh dikatakan wawako lagi, ia pun berharap semoga upaya ini bisa menjadi  bahagian mencegah penularan wabah covid-19 di Kota Padang.

"Tentu dengan catatan, masker kain yang sedang diupayakan dalam jumlah banyak ini di samping memenuhi kebutuhan masker bagi ASN dan masyarakat Kota Padang juga ikut menghidupkan perekonomian pelaku UMKM. Dengan demikian masyarakat tidak lagi menggunakan masker medis, karena masker yang digunakan bagi tenaga medis hanya khusus untuk petugas medis yang berhubungan langsung dengan pasien covid-19. Kita tentu berharap, semoga semuanya berjalan dengan baik," pungkas wawako mengakhiri.(vid) 

#tafch
#maskerkain
#kotapadang
#hendrisepta


IMPIANNEWS.COM (Ekuador).

Meningkatnya jumlah kematian akibat virus corona atau COVID-19 di kota Guayaquil, Ekuador menyebabkan stok peti mati mengalami kekurangan.

Hal tersebut memaksa penduduk setempat menggunakan kardus untuk dijadikan sebagai 'peti mati' selama masa darurat kesehatan ini.

Pihak berwenang di kota setempat mengataka, bahwa mereka menerima sumbangan sebanyak 1.000 peti kardus yang dipres dari produsen lokal untuk digunakan sebagai 'peti mati' bagi masyarakat.

"Tidak ada peti mati di kota atau itu sangat mahal," kata juru bicara balai kota kepada AFP yang dikutip Pikiran-Rakyat.com.
Salah satu pengusaha pemilik rumah duka, Santiago Olivares mengatakan bahwa perusahaannya tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat yang menginginkan peti mati.

"Saya menjual 40 (peti mati) yang saya miliki di cabang pusat kota, dan 40 lainnya dari kantor pusat saya. Saya harus memesan 10 lagi di akhir pekan dan mereka sudah kehabisan," kata Olivares.

Diketahui, harga peti mati termurah saat ini di Ekuador sekitar 400 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 6 juta lebih.

"Peti mati kardus akan sangat membantu dalam memberikan pemakaman yang bermartabat bagi orang yang meninggal selama darurat kesehatan ini," tulis kantor walikota Guayaquil di Twitter.

Seperti yang dikansir dan diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, masyarakat setempat mengunggah sebuah video yang menjadi viral di media sosial menggambarkan situasi di mana mayat-mayat tergeletak dan dibiarkan begitu saja di jalanan.

Hal tersebut membuat Wakil Presiden Ekuador Otto Sonnenholzner meminta maaf kepada masyarakatnya.

Ekuador melaporkan 3.646 kasus virus korona pada hari Minggu, termasuk 180 kematian, sebagian besar terjadi di Guayaquil, provinsi Guayas, dan di sekitarnya.***

#tafch
#digantikardus
#ekuador
#covid19


IMPIANNEWS.COM (New York).

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan, kecuali pandemi Covid-19 berhasil dikalahkan di seluruh dunia, tidak ada yang benar-benar aman.

Pernyataan ini datang setelah PBB meluncurkan permohonan USD 2 miliar untuk membantu negara-negara yang rentan dan dilanda konflik di Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Dujarric mengatakan, paket bantuan sebesar USD 2 miliar terlihat besar. Tapi, jumlah ini tidak apa-apanya bila melihat stimulus bantuan yang diajukan beberapa negara, seperti Amerika Serikat (AS) yang menyetujui paket bantuan senilai USD 2,2 triliun.

"USD 2 miliar sebenarnya adalah jumlah yang besar bagi siapa pun, tetapi ketika Anda melihat paket stimulus yang diluncurkan oleh sejumlah negara yang triliunan dolar, ini tidak terlalu besar," ucap Dujarric, seperti dilansir Al Arabiya.

"Kita berbicara, relatif tidak berbicara tentang uang sebanyak itu, dan apa jelas dan apa yang perlu dipahami oleh semua, adalah kecuali virus, pandemi, dikalahkan di mana-mana, tidak ada dari kita yang aman," sambungnya.

Dia kemudian mengatakan, dana bantuan ini sangat penting, khususnya bagi negara-negara yang paling rentan, yang memiliki layanan kesehatan yang tidak terlalu baik, yang mungkin sangat terpengaruh Covid-19.

“Ini sangat penting. Apa yang kita lihat sekarang adalah risiko besar penyebaran virus lebih jauh ke negara-negara yang paling rentan, populasi yang paling rentan, mereka yang, tidak seperti kita," ungkapnya.

"Bahkan mungkin mereka tidak dapat mencuci tangan dengan benar, mungkin tidak memiliki akses ke sanitasi peralatan, jadi kami perlu memastikan populasi ini mendapatkan bantuan secepat mungkin," tukasnya.

#tafch
#pbb
#covid19


IMPIANNEWS.COM (Bukittinggi).

Dalam rangka memutus penyebaran covid-19 Satuan pendidikan meliburkan peserta didik dari kegiatan belajar mengajar dan memberlakukan pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Begitu juga proses belajar mengajar di MTsN 2 Bukittinggi. Hal ini sesuai dengan surat edaran Kementerian Agama RI, Kanwil Kemenag Sumbar, Himbauan Gubernur dan Himbauan Walikota serta Arahan Ka. Kankemenag Kota Bukittinggi sebagai upaya untuk menghindari penyebaran Virus Covid 19.

Kepala MTsN 2 Bukittinggi Fakhri, S. Pd Kepada Inmas Senin, 06 April 2020 mengatakan Pembelajaran online (Daring) tersebut melalui grup WA yang di koordinir wali kelas masing-masing dengan jadwal pelajaran yang telah ditentukan pihak madrasah. Murid di rumah dibimbing orang tua atau keluarganya, dan guru mata pelajaran sesuai jadwal memberikan materi atau tugas melalui grup WA kelas masing-masing.

"Melalui WA group kelas yang di pegang oleh ortu siswa, guru  memberikan materi atau tugas dan siswa  menyerahkan hasil tugas tersebut melalui WA group untuk kemudian di serahkan kepada guru mapel," tuturnya .

Fakhri S, Pd menambahkan selain kegiatan pembelajaran, di rumah murid tetap melaksanakan kegiatan keagamaan, seperti salat Dhuha, menghafal surah pendek, dan tadarus Al-Qur’an dengan diawasi dan bimbingan orang tua kemudian dilaporkan kepada wali kelas masing-masing. "Alhamdulillah kegiatan salat Dhuha dan membaca Al-Qur’an dilaksanakan di rumah ini dapat dimonitor dari dokumentasi yang orang tua kepada wali kelas," tambahnya

Pembelajaran online melalui grup WA dapat terlaksana, karena sebelumnya kelasnya sudah mempunyai grup WA. Untuk kelas I tinggal menambahkan nomor HP orang tua murid yang belum tergabung agar bisa masuk ke grup WA kelas. Hal ini juga di dukung orang tua murid dengan mengirimkan foto-foto juga video kegiatan keagamaan dan pembelajaran anaknya dirumah.  (Syafrial)



                           Oleh : 

     H. MAHYELDI ANSHARULLAH, SP  
                  (Wali Kota Padang)

SUDAH lebih 36 hari Indonesia menghadapi virus Covid-19 sejak dinyatakan positif pertama kali di Indonesia pada 2 Maret 2020. Sampai saat ini penyebaran virus itu belum terkendali, data tanggal 5 April 2020 pada situs www.covid19.go.id tercatat 2.273 kasus terkonfirmasi, dan baru 164 orang atau 7,21% dapat disembuhkan dan 198 orang atau 8,71% meninggal dunia. Data kasus terkonfirmasi dan yang meninggal meningkat sangat signifikan setiap hari dan hanya sedikit data yang menyatakan kasus terkonfirmasi sudah disembuhkan. 

Di kota Padang tercatat 8 kasus terkonfirmasi dan 1 orang meninggal dunia. Pemerintah Pusat sudah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi pandemi covid-19 ini, diantara menyatakan sebagai Bencana Nasional Non Alam dan mengeluarkan Instruksi Presiden dan beberapa Keputusan Menteri untuk memberi arahan kepada Pemerintah Daerah untuk mengambil tindakan, tercatat 2 Instruksi Presiden dan lebih sepuluh Keputusan Menteri, namun semua itu belum bisa mengurangi atau menghambat laju penyebaran virus ini menjangkiti masyarakat.

 Setelah kebijakan meliburkan Kampus dan sekolah serta mengimbau melakukan pekerjaan dari rumah, namun kondisi ini malah mengakibatkan masyarakat dari jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia pulang ke kampung halamannya dan kondisi ini menyebabkan mereka dikuatirkan membawa wabah tersebut ke kampung halamannya. 

Upaya dari Kepolisian RI melalui maklumat Kapolri juga tidak kalah tegasnya untuk menerapkan Phisikal Distancing kepada warga masyarakat, namun kondisi ini tidak membuat masyarakat patuh, karena banyak warga masyarakat yang terpaksa harus tetap keluar rumah dan berada di kerumunan karena tuntutan ekonomi mereka. Jika tidak melakukan hal tersebut mereka tidak mendapatkan pendapatan dan tentu kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya. 

Ekonom INDEF Abra PG Talattov menilai Pemerintah Pusat harus melakukan lockdown. Apalagi virus ini sangat cepat penyebarannya. Ekonom ini dari awal konsisten mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan lockdown.

 Harus ada kebijakan yang ekstrem untuk membatasi ruang gerak masyarakat ke luar rumah, apalagi keluar wilayahnya, Jika lockdown dilakukan maka penyebaran virus akan semakin mengecil, sehingga proses dari pemulihan dari Covid-19 ini bisa terukur. 

Pilihan lockdown tentu membawa implikasi kepada kemampuan Pemerintah Pusat untuk membiayai pangan masyarakat dalam masa tersebut, katakanlah jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa dan harus dibiayai oleh Pemerintah Pusat, pangannya minimal selama 14 hari lockdown atau karantina dilakukan. 

Berapa anggaran yang dibutuhkan? Jika kita asumsikan bahwa masyarakat membutuhkan makan dan minum 3 kali sehari dengan nilai @ Rp. 15.000, maka dalam masa 14 hari setidaknya pemerintah pusat membiayai sebesar Rp. 170,1 Trilyun. 

Dana ini hanya sekitar 42% dari anggaran tambahan yang sudah dialokasi pada tambahan APBN 2020 sebesar Rp405,1 trilyun untuk mengatasi hal ini, atau hanya 6,7% persen dari total APBN TA 2020 yang mencapai Rp2.540 Trilyun.

 Sisa Rp235 Trilyun lagi (selisih dari Rp405,1 trilyun dengan Rp170,1 Trilyun) tentu dapat digunakan oleh pemerintah untuk sektor kesehatan dan memberikan insentif ekonomi kepada Masyarakat Kurang Mampu selama periode 14 hari tersebut, mulai dari bantuan penyangga penghasilan, diskount untuk tarif listrik bersubsidi dan lainnya yang berhubungan dengan menopang ekonomi masyarakat kurang mampu. 

Untuk Kota Padang sendiri (jika ini menjadi pilihan pemerintah pusat) dengan jumlah penduduk mencapai 950.871 jiwa dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 599 milyar untuk kebutuhan makanan setiap warga kota dalam masa lockdown 14 hari tersebut, dengan semua pertimbangan demi keselamatan nyawa setiap warga masyarakat Kota Padang, Pemerintah Kota tentu akan melakukan refokusing APBD 2020 untuk membantu pemerintah pusat mengatasi pandemi ini. 

Dalam masa 14 hari itu, karena pemerintah sudah menyediakan bahan makanan untuk setiap jiwa masyarakat, maka harus diterapkan aturan dan tindakan yang tegas. (Pemerintah Pusat harus mengeluarkan aturan hukum sebagai dasar bertindak). 

Kepada semua masyarakat yang masih mencoba keluar rumah, maka akan ada hukuman yang berat bagi mereka, karena sudah disediakan pangan maka masyarakat harus berada di dalam rumah selama 14 hari tersebut.

 Hanya petugas medis, TNI/Polri dan petugas yang ditunjuk yang berada di luar rumah. Protokol ketat juga harus diterapkan terhadap semua jalur masuk dari luar negeri, dimana pada setiap orang yang datang dari luar negeri langsung dilakukan karantina selama 14 hari disemua pintu masuk kedatangan tersebut. 

Selama dunia belum aman dari virus covid ini, maka siapapun yang masuk ke Indonesia harus dilakukan isolasi 14 hari terlebih dahulu, sehingga mereka diketahui apakah pembawa virus covid-19 atau bukan. 

Jika pilihan ini dapat dilakukan, maka penyebaran virus akan sangat signifikan dapat ditekan, aktivitas ekonomi kita bisa normal, bisa recovery. 

Memang dalam jangka pendek, 1-2 bulan sebagian besar ekonomi dan aktivitas masyarakat pasti akan lumpuh. 

Tapi itu hanya beberapa sektor terkait saja, namun dalam jangka menengahnya, jangka panjangnya, ketika sudah recovery, ekonomi bisa normal kembali. 

Jika tidak dilakukan lockdown dari sekarang maka pemulihan ekonomi akan semakin lama. Kita perlu belajar dari negara yang sudah melakukan lockdown dengan cepat seperti China, Singapore, Vietnam dan Korsel, sudah mulai pulih dan ekonominya sudah mendekati normal lagi. Dan karena virus ini semakin menyebar sehingga semakin lama kita mengatasinya, maka tentu harus kita waspadai investor akan mulai mengalihkan investasi mereka, karena kita ketinggalan dalam mengatasi pandemi ini.)

*Wali Kota Padang. H.Mahyeldi Ansharullah,SP.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.