Latest Post

IMPIANNEWS.COM
Limapuluh Kota, --- Rider-rider wanita tangguh dan berpreatasi bakal ikut ramaikan Indonesia Enduro Race (Indurocs) seri V 2019 di Kayukolek, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu-Minggu (24 sd 25 /08/2019) ini. Unjuk kebolehan Down Hill dalam kelas Women Elit menjajal track yang membentang dari kaki gunung Sago hingga rute kebun dan perkampungan masyarakat. 

Laelatus Sa'adah merupakan pesepeda yang telah malang melintang didunia sepeda gunung. Kemampuannya tak diragukan lagi. Pastinya penampilan di Kayukolek akan mencatat prestasi tersendiri. Bakal seru, menggunakan sepedanya, wanita berusia 26 tahun ini akan meluncur menuruni track enduro berpacu dengan waktu. 

Nama Laelatus Sa'adah club' fun and Roll Bekasi ini tentunya sudah tak asing bagi para pecinta sepeda enduro tanah air. Wanita kelahiran Purwakarta, Jawa Barat ini, tercatat sudah pernah meraih prestasi juara III 3 Downhill Porda Jabar pada tahun 2018 lalu. 

Selain itu, rider perempuan yang biasa disapa Laela ini juga pernah menjuarai   seri IV induro KTH  pada kelas Women Elite. Hoby yang sekaligus bakat ekstrim yang dimiliki Laela juga pernah mengantarkannya jadi salah satu pemenang pada seri III Enduro di Bamboland, Yogyakarta.  

"Saya sudah mencintai sepeda sejak sekolah dasar, namun fokus untuk menekuni kejuaraan-kejuaran sepeda mulai dari Porda semenjak SMP sampai saat ini. Suka dengan olahraga ekstrim ini, ya karena tantangannya itu,"ungkap Laela didampingi Humas Indurocs, Muhammad Abduh Sutan Mudo, Jumat (23/8/2019).

Tak hanya Laelatus Sa'adah, Kumawati Yazid, satu lagi rider enduro yang bakal tampil di Indurocs 2019 Kayukolek ini. Wanita tangguh ini, tentunya memiliki kemampuan mengelola keseimbangan dalam kecepatan tinggi dijalur sulit, sebagai keahliannya. 

Siapa yg tak kenal wanita tangguh ini , Atlit Mountain Bike (MTB) Indonesia dengan segudang prestasi. Sebut saja pernah meraih,  2 medali emas di seagames Myanmar dan  4 kali memboyong medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON).

Kusmawati Yazid, ya, tak tanggung-tanggung, wanita tangguh ini akan ikut di  Kelas Women Elit iven yang dikemas Imigrasi Agam dalam Indurocs 2019. Seri V Indonesia enduro Championship Kayukolek, masyarakat ataupun pengunjung akan melihat kebolehan, Kusmayati Yazid.

"Saya mulai menyukai dunia sepeda ini sejak umur 13 tahun, saat itu saya menekuni sepeda Roadbike. Namun pernah suatu kali diperjalanan mengalami kecelakaan ditabrak truck,"kisah Kusmawati Yazid, Jumat(23/8). 

Sejak saat peristowa itulah, akhirnya Kusmawati memilih untuk ikut balap sepeda gunung,"Kususnya cross country dari tahun 2000 sampai 2016. Pada saat itulah, tahun 2004  dari Pon Palembang saya mampu membawa medali emas, kemudia Pon Kaltim ditahun 2008 juga membawa medali emas , Pon Riau 2012,  Pon Jabar tahun 2016. Semuanya mampu meraih medali emas. 

Kemudian selanjutnya, kata Kusmawati Yazid, pada  2011 dirinya juga mampu memboyong perunggu dari Seagames Indonesia, Kemudian pada tahun 2013 juga mampu mendulang 2 medali emas dari Seagames Myanmar." Karena cukup jenuh juga di nomor  XV/croscountry saya transfer tahun 2017 pindah ke enduro,"ucap Kusmawati, rider tangguh yang didampingi Humas Indurocs, Muhammad Abduh Sutan Mudo dari West Sumatera Adventure Bike, kemarin. 

Walinagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Maskar M Datuak Pobo mengajak para pecinta olahraga sepeda untuk mencicipi track Kayukolek."Memiliki track internasional, kita patut syukuri. Mari pecinta sepeda kita ikut ramaikan iven bergengsi yang satu-satunya diadakan  diluar pulau Jawa dan Bali ini.(rel/ul)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPK- PPNI) RSUD dr Adnaan WD menyosialisasikan cara input data secara online tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) kepada puluhan perawat yang bekerja di RSUD dr Adnaan WD. Sosialisasi berlangsung di lantai 2 gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), Jumat 23 Agustus 2019.

PKB Online merupakan suatu proses untuk mengumpulkan data perawat secara online. Bagi perawat yang telah mengembangkan keilmuan, dan pencapaian kompetensi melalui seminar, workshop, pelatihan, pendidikan dan tindakan ke pasien atau yang berkaitan dengan tindakan keperawatan diminta untuk memasukan data secara reguler ke situs resmi PPNI.

"Setiap kegiatan atau data dapat diinput perawat melalui website resmi PPNI beralamat di ppni-inna.org. Dan, muara dari input data PKB ini adalah pencapaian Satuan Kredit Profesi (SKP) yang berguna untuk melengkapi syarat perpanjangan atau re-registrasi STR sekali 5 tahun," ungkap Ns.Deni Asra, S.Kep selaku Verifikator DPD- PPNI Kota Bukittinggi yang dihadirkan sebagai narasumber.

Saat pemaparan, Deni Asra memandu perawat yang hadir tentang bagaimana cara login, dan hal-hal apa saja yang perlu diisikan di website. Serta menjelaskan bagaimana cara mendapatkan nilai SKP agar nilai total SKP sejumlah 25 selama 5 tahun bisa dicapai dengan baik oleh perawat.

Puluhan perawat yang hadir sebagai perwakilan dari masing-masing ruangan, seperti poliklinik, rawatan, dan ruangan khusus maupun ruangan kritis terlihat antusias mendengar pemaparan narasumber. Dan, diskusipun berlangsung lancar sepanjang sosialisi yang dimulai pukul 08.00 - 11.00 wib.

Tampak hadir sejumlah pengurus DPK PPNI RSUD dr Adnaan WD, diantaranya: Ns. Yen Merry, S.Kep selaku sekretaris, dan Ns. Helfiyani, S.Kep ketua divisi organisasi dan kaderisasi, Ns.Rita Darmita, S.Kep ketua divisi hubungan antar lembaga, dan Ns.Sulasmi,S.Kep ketua divisi penelitian dan sistem informatika dan komunikasi.
Juga hadir, Ns. Erni Djaya, S.Kep ketua divisi pelayanan, dan Ns.Rika Merdekawati, S.Kep ketua divisi kesejahteraan. Sosialisasi PKB Online juga dihadiri oleh kepala ruangan (Karu), seperti Irawati, AMK, dan Ns. Silvia Susmita, S.Kep, serta Ns. Lasmiraini, S.Kep.

"Alhamdulillah kegiatan sosialisasi PKB online di RSUD dr Adnaan WD dapat kita selenggarakan dengan lancar. Semoga sejawat perawat yang mewakili, agar dapat menyampaikan kepada sejawat lainnya tentang cara input data dan materi yang telah dipaparkan narasumber hari ini," kata Ns.Yulia, S.Kep ketua DPK-PPNI RSUD dr Adnaan WD Kota Payakumbuh.

Terpisah, Ns. Bismar, S.Kep selaku Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan RSUD dr Adnaan WD memberikan apresiasi kepada pengurus PPNI Komisariat, " tentunya saya berterima kasih kepada pengurus PPNI Komisariat yang telah melaksanakan sosialisasi tersebut, karena muaranya adalah tentang pengembangan profesi dan legalitas perawat, seperti STR yang wajib dimiliki oleh tenaga keperawatan di RSUD dr Adnaan WD, " tutupnya. (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat, gelar Forum Grup Discussion (FGD) usai melaksanakan  rangkaian Pemilihan Umum tahun 2019. 

KPU Sumbar Evaluasi Fasilitas Kampanye Pemilihan umum, Zonasi Alat Peraga Kampanye Jadi Sorotan, Komisioner KPU Sumbar, Gabriel Daulay memaparkan, pelaksanaan FGD bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelaksanaan Pemilu tahun 2019 yang sudah berlalu. 

Dengan begitu, kekurangan yang terjadi bisa diperbaiki saat pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang,  Ada dua persoalan yang kami bahas dalam FGD itu, pembahasan mengenai Alat Peraga Kampanye (APK) dan pemakaian iklan di media massa," ungkap Gabriel. Kamis 22/08/2019. di Beach Pangeran Hotel sumbar.  

APK yang difasilitasi KPU adalah baliho dan spanduk. Dan KPU mencetak APK tersebut berdasarkan desain dan materi yang disampaikan oleh peserta Pemilu," jelas Gebril Daulay.

Namun yang terjadi, masih banyak peserta Pemilu yang terlambat menyerahkan desain dan materi tersebut. Padahal, pihak KPU sudah memberikan toleransi serta sudah dibiayai dan difasilitasi oleh KPU.

"Saat membuat kesepakatan, sudah diberikan gambaran bahwa ukuran maksimal baliho yang ditetapkan itu 4x7 meter. Gabriel menyebutkan, yang menjadi pusat perhatian dalam FGD adalah masih ada peserta Pemilu yang menggunakan APK. Sebab pemakaian APK oleh peserta pemilu adalah pelanggaran yang paling banyak ditemukan, itu yang menjadi persoalan," ungkapnya.

Kedepannya, pihak KPU akan mensosialisasikan kepada partai politik bagaimana bentuk berkampanye. "Dan juga Kita akan sosialisasikan kepada partai politik bagaimana bentuk penggunaan APK," ujarnya.              

Sementara itu, pengamat politik Universitas Negeri Padang (UNP), Eka Vidya Putra mengatakan memang harus ada sanksi yang tegas untuk pelanggaran APK tersebut. Yang penyimpangan itu terjadi, karena tidak ada penegakan hukum yang tegas,” ujarnya.

Selain itu, menurut Eka juga disebabkan zonansi dalam pemasangan APK tersebut . “Disisi lain, KPU juga tidak menjelaskan zonasi itu seperti apa. Sehingga masing-masing daerah menerjemahkannya berbeda-beda. Makanya, harus diatur dengan tegas, agar ada keadilan, baik untuk penyelenggara ataupun peserta pemilu,” ungpanya. (Ay)


Wiranto Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kastara.id)

IMPIANNEWS.COM.(Jakarta). 

Asih Widodo, ayah korban tragedi Semanggi I, Sigit Prasetyo (mahasiswa YAI), mendapat secercah harapan melalui gugatan yang dilayangkan oleh Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terhadap Jenderal TNI (Purn) Wiranto ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Melalui pengadilan tersebut, ia berharap kasus yang menewaskan putra semata wayangnya itu mendapat titik terang.

Kivlan sebagai mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu menggugat Wiranto saat kasus 1998 itu yang merupakan Panglima ABRI dan menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas peristiwa itu.

"Anak semata wayang saya hafal Alquran 27 juz dan IPK-nya 3,8, tapi dipaksa mati oleh negara. Bagi saya Wiranto dan Habibie tangkap saja, konkret itu," kata Widodo dalam konferensi pers di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Kamis lalu (15/8/2019).

"Saya kalau ke makam anak saya, penjaga makam selalu tanya, `siapa yang bikin mati anak Anda`, saya katakan Wiranto itu yang sebentar lagi modar (mati)," ucap Widodo geram seperti dilansir Viva.co.id.

Sementara itu, salah satu orangtua korban tragedi Semanggi I lainnya, Maria Catarina Sumarsih, juga merasakan hal yang sama, bahwa Wiranto adalah orang yang sangat bertanggung jawab dalam kasus tragedi 1998 itu.

Maka dari itu, ibu dari Benardinus Realino Norma Irmawan alias Wawan, mahasiswa Universitas Atmajaya itu berharap agar kesaksian Kivlan Zen terhadap keberadaan Pam Swakarsa yang disebut-sebut perintah dari Panglima ABRI saat itu harus menjadi acuan negara untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat.

"Kesaksian Pak Kivlan harusnya jadi acuan pemerintah untuk menyelidiki kasus sampai ke tingkat penyidikan," ucap Sumarsih.

Sumarsih menuturkan, Komnas HAM sebagai lembaga negara yang diberikan kewenangan untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus pelanggaran HAM juga sudah melakukan tugasnya. 

Hanya saja sikap dari Kejaksaan Agung yang sampai saat ini menurutnya masih belum terlihat untuk menuntaskan kasus itu."Komnas HAM sudah selesai lakukan tugasnya untuk menyelidiki bersifat pro justitia. 

Bahkan Komnas HAM siap mendukung Kejaksaan Agung untuk ke tingkat penyidikan, tapi harus ada berkas resmi bukti bahwa Komnas HAM berwenang lakukan penyidikan," paparnya.Lebih lanjut.

Sumarsih meyakini bahwa kasus pelanggaran HAM berat masa lalu itu adalah kesalahan dari oknum pejabat negara, bukan merupakan kesalahan dari lembaga negaranya, sehingga oknum-oknum itu harus bertanggung jawab di depan hukum.

Diketahui, dalam gugatannya, Kivlan menyatakan bahwa Wiranto adalah orang yang bertanggung jawab untuk membayar kerugian dirinya dalam upaya pengerahan massa dari Pam Swakarsa sebanyak 30.000 orang dan sampai saat ini belum dibayarkan.

 Kivlan mengaku untuk membayar massa aksi tandingan mahasiswa tahun 1998 itu dirinya harus membayar secara pribadi.

Kivlan juga mempertegas bahwa pengerahan PAM Swakarsa itu atas perintah Wiranto untuk mendukung pelaksanaan Sidang Istimewa di MPR RI pada tanggal 10-13 November 1998.
(Regi Yanuar Widhia Dinnata\Editor)

Oleh: Ahmad ZR/ Fichri Hakiim

IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Sebuah bendera kecil dengan simbol Bintang Kejora sempat berkibar dalam demonstrasi massa dari Papua di depan Istana Kepresidenan, Kamis (22/8). Tak hanya itu, atribut hingga cat wajah beberapa demonstran memuat simbol Bintang Kejora.

Siapa yang mengibarkan bendera itu? Apakah murni dari gerakan mahasiswa yang menuntut penyelesaian kasus dugaan rasisme oleh oknum di Surabaya dan Malang, atau ada pihak lain yang memboncengi aksi mahasiswa?

Terlepas apa pun motifnya, anggota Komisi I DPR RI Sukamta sangat menyayangkan pengibaran Bintang Kejora di sekitar Istana yang menjadi simbol penting negara. Meski tidak lama berkibar, pengibaran itu memberi isyarat bahwa negara harus tegas dan serius menanggapinya.

Jika tidak direspons serius, ini akan menjadi bom waktu dengan selebrasi yang lebih besar. Simbol yang biasa digunakan oleh pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu tidak bisa dibiarkan karena akan mengoyak NKRI dan persatuan bangsa Indonesia.

“Bibit separatisme sekecil apa pun perlu disikapi dengan bijak dan segera agar tidak membesar di kemudian hari,” kata Sukamta kepada Indonesia Inside, saat dihubungi, Kamis (22/8).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengimbau kepada warga Papua agar menyuarakan hak dan aspirasinya di bawah panji Merah Putih.
Masyarakat Indonesia bersimpati atas aksi-aksi mereka sepanjang yang diperjuangkan tidak mencederai nilai-nilai kebangsaan. Sebagai rasa cinta kepada Indonesia seyogyanya dalam aksi-aksi yang dilakuan membawa bendera Merah Putih.

Ini sekaligus menandakan nasionalisme dan semangat patriot terpatri dalam sanubari masyarakat Cenderawasih itu. Namun jika perjuangan mereka melenceng, pemerintah harus mengambil sikap tegas.

“Saya kira jika aksinya membawa bendera Merah Putih akan semakin kuat solidaritas buat Papua dari warga masyarakat,” katanya.

Mengenai ancaman separatisme, kata Sukamta, Pemerintah harus serius soal ini. Aksi-aksi yang berpotensi diboncengi kepenringan luar tidak bisa berlarut-larut di Papua. Jika perlu ditangani oleh semua lini termasuk dengan cara diplomasi.

“Jika hal ini bisa sejalan dengan kebijakan pembangunan di Papua yang menggelontorkan anggaran hingga Rp100 triliun, kita harapkan bisa menyelesaikan akar persoalan,” ujarnya.

Aksi yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Antirasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme itu digelar di sekitar Monas dan Istana Kepresidenan. Sekitar seratus massa datang dengan mobil komando dan sebagian massa telanjang dada.

Atribut Bintang Kejora sempat dikibarkan dan massa menyanyikan lagu dengan lirik menuntut kemerdekaan Papua. Aksi ini dibalut luapan kekecewaan dan ketersinggungan atas isu rasisme di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Mereka tidak hanya menolak perlakuan rasisme. Teriakan menuntut merdeka beberapa kali terdengar dari kumpulan massa. Dari nama aksinya juga mencantumkan antikolonialisme dan militerisme.

Semula mereka akan menggelar aksi depan Mabes TNI AD namun tidak diberi izin sehingga bergeser ke Monas menuju Istana Kepresidenan. Mereka mulai berdatangan ke lokasi sejak pukul 12.30 WIB, Kamis (22/8).

“Kami ingin merdeka! Bendera kami bintang kejora, bukan merah putih!”, teriak seorang peserta unjuk rasa.
Massa juga menyatakan kecewa terhadap tanggapan Presiden Joko Widodo terkait aksi rasisme yang sedang ramai diperbincangkan. “Tidak bisa begitu saja menyelesaikan dengan minta maaf. Ini bukan lebaran!” ujar seorang orator dari atas mobil komando.

Massa sempat bersitegang dengan aparat kepolisian saat dihalangi bergerak ke Istana. Namun suasana mereda saat massa diberi akses berorasi tidak jauh dari depan Istana.

“Papua itu bintang kejora, bukan merah putih. Biarkan kami si kulit hitam dan rambut keriting memisahkan diri dari kalian,” tegas seorang orator dari atas mobil komando.

Massa meminta keadilan dan merdeka. Mereka juga menuntut agar diakui bahwa Papua sudah merdeka pada 1961. Begitu juga dengan spanduk yang mereka bawa, beberapa diberi tanda bintang.

“Berikan hak menentukan nasib sendiri untuk mengakhiri rasisme dan penjajahan di West Papua,” demikian salah satu bunyi spanduk besar yang dibawa massa.

Bendera Bintang Kejora digunakan untuk wilayah Nugini Belanda dari 1 Desember 1961 hingga 1 Oktober 1962 ketika wilayah ini berada di bawah pemerintahan Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kini, bendera ini biasa digunakan oleh pendukung Organisasi Papua Merdeka (Aza)

Presiden AS
IMPIANNEWS.COM (AS).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas mengukuhkan dirinya sebagai 'Tuhannya' bangsa Israel.

Ia juga mengklaim bahwa orang-orang Yahudi di Israel mencintainya, dan memposisikan dirinya sebagai Raja Israel.

"Presiden Trump adalah presiden terhebat bagi orang Yahudi dan bangsa Israel dalam sejarah dunia. Bukan hanya Amerika. Dan, orang-orang Yahudi di Israel melihatnya sebagai 'Tuhan' sekaligus Raja Israel," demikian cuitan Trump, yang dikutip dari akun Twitternya, @realDonaldTrump, Kamis, 22 Agustus 2019.

Bahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membandingkan Trump dengan Raja Cyrus dari Persia. Gelar ini diberikan setelah Trump mengumumkan akan memindahkan kedutaan besar AS di Tel Aviv ke Yerusalem.

"Dia (Trump) mengizinkan orang-orang Yahudi untuk kembali ke Israel, mengakhiri pengasingan bersejarah mereka di Babel," kata Netanyahu.

Sebelumnya, Pew Research menemukan bahwa 69 persen orang Israel memiliki kepercayaan terhadap Trump untuk melakukan hal yang benar mengenai urusan dunia.

Itu penelitian pada 2018. Jajak pendapat Pew Research ini tak cuma membahas soal agama. Dalam studi yang dilakukan Pew sebelumnya, yakni 2014 dan 2015, ditemukan sebanyak 81 persen populasi Israel adalah Yahudi.

Sementara itu, dalam jajak pendapat yang dilakukan Gallup tahun lalu menyebutkan 26 persen orang Yahudi Amerika menyukai Trump.

Mengutip situs Washington Post, ternyata Trump bukanlah pemimpin AS pertama yang berkata demikian.

Menurut penulis biografi Hans Trefousse, Andrew Johnson merupakan orang nomor satu di Paman Sam yang berkelakar serupa dengan Trump.

Sesaat dirinya dilantik menggantikan Abraham Lincoln yang tewas terbunuh, Johnson menceritakan 'kebangkitannya' dari bangku seorang penjahit menjadi presiden.

"Johnson juga membandingkan dirinya dengan Yesus Kristus sebagai seorang Juru Selamat dan mengampuni dosa-dosa orang yang bertobat," ungkap Trefousse.

IMPIANNEWS.COM (Iriàn Jaya).

Kerusuhan di Irian Jaya usai adanya tindak rasisme di Jawa Timur berbuntut panjang.

Akibatnya, kerusuhan pecah di beberapa wilayah di Papua seperti Manokwari dan Fakfak.

Para demonstran sengaja melakukan tindakan anarkis dan merusak beberapa fasilitas umum dengan melakukan aksi pembakaran.

Seperti yang terjadi di Fakfak, Rabu (21/8/2019), aksi pembakaran dan perusakan fasilitas umum mewarnai demonstrasi di Fakfak, Papua Barat.
Demonstran antara lain membakar kios yang ada di Pasar Fakfak dan jalan menuju ke pasar.

Kepolisian juga telah mempersiapkan pasukan untuk melakukan pengamanan.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP Mathias Krey mengatakan aparat kepolisian dan TNI sudah berada di lokasi demonstrasi untuk melakukan pengamanan.

"Anggota Brimob dijadwalkan dikirim ke Fakfak untuk membantu mengamankan wilayah tersebut," katanya saat dihubungi dari Jayapura, Papua.

Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) Goliath Tabuni turut mengomentari pecahnya kerusuhan di Kabupaten Fakfak.

Hal ini seperti dikutip dari unggahan akun Twitter @goliathtabuni pada 21 Agustus 2019 yang mengunggah sebuah postingan mengomentari ihwan berkibarnya bendera Bintang Kejora.

"Aksi di Fakfak sikapi Rasisme, Bendera BK (baca: Bintang Kejora) berkibar; Tapi ini yang terjadi," tulis akun @anginselatanopm yang kemudian dikomentari oleh Goliath Tabuni.

"Berkibarlah dan jajalah benderaku Bintang Kejora lawan kolonial Indonesia. Fight to Indonesian Colonialism," tulis akun @goliathtabuni seperti dikutip GridHot.ID.

Goliat N. Tabuni sendiri berpangkat Jenderal yang mempunyai NRP.7312.00.00.00 di TPNPB-OPM.
Tak sampai disitu, Goliat N.Tabuni juga menuliskan cuitan berkaitan akan adanya aksi Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme di Mabes TNI AD dan Istana Merdeka.

"Seruan Aksi lawan Kolonial Indonesia," cuit akun @goliathbuni.

Aksi itu rencananya akan dilakukan pada hari Kamis, 22 Agustus 2019 pada pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Dalam edaran yang telah diposting, dijelaskan aksi tersebut bertujuan untuk menyuarakan hak untuk menentukan nasib sendiri dan mengakhiri rasisme dan penjajahan di West Papua.

"Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Untuk Mengakhiri Rasisme dan Penjajahan Di West Papua," demikianlah yang tertera dalam selebaran postingan akun Twitter @goliathtabuni.

Sementara hingga berita ini ditulis, masih belum ada tanggapan dari pemerintah ataupun pihak keamanan negara berkait postingan tersebut.
Sementara itu, dikutip dari Kompas, Sebanyak 100 personel Brimob akan dikirimkan Polda Papua Barat ke fakfak guna membantu pemulihan keamanan di wilayah tersebut.

"Memang kami sudah minta bantuan dan akan segara dikirim personel Brimob dari Makassar," kata Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey seperti dikutip dari Antara.

Rabu (21/8/2019). Dikatakannya, personel Brimob yang akan dikirim sebanyak 100 personel dan akan di tempatkan di Fak fak.

Aksi demo yang terjadi di Fak fak memang diwarnai dengan pembakaran termasuk di sejumlah wilayah di Pasar Tambaruni.

Saat ini, sambung Krey, Kapolres Fakfak bersama aparat TNI dan Polri sudah berada di lokasi guna mengamankan massa.

“Mudah-mudahan situasi di Fakfak segera kondusif seperti halnya di Manokwari dan Sorong,” harap AKBP Krey.

Aksi demo akibat kecewa terhadap insiden yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu.(Nicolaus)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Walikota Payakumbuh pada Jumat (23/08/2019) pagi dampingi Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tk Sumatera Barat tinjau TK Pembina Payakumbuh Utara yang berlokasi di Payonibung Kelurahan Taratak Padang Kampuang dan saat ini dipimpin Desi Reni,S.Pd. Mendampingi TP LSS Tk Sumbar Tahun 2019 yang diketuai Nirmalawati, CS, 

Ikut hadir bersama Walikota, Kabag Kesra Ul Fakhri dan jajaran, Kepala Dinas Pendidikan diwakili Kabid Dikdas Tafril Samry bersama Kepala Kankemenag Jufrimal dan pengawas TK / RA.

Selain itu juga hadir Sekretaris Camat Payakumbuh Timur Desfita Warni bersama Lurah Taratak Padang Kampuang Syarfinal, Kepala Puskesmas Tarok, Ketua KAN Koto Nan Gadang A. Dt Patiah Baringek, Pengurus PKK kecamatan dan kelurahan, Pengurus IGTKI dan tokoh masyarakat serta walimurid ikut mensukseskan dan menyambut tim.

Seremonial penyambutan, Walikota Payakumbuh diwakili Staf Ahli Syahrir menyebutkan kondisi dan profil TK Pembina Payakumbuh Utara. Dirinya juga menyebut bahwa dalam mensukses program sekolah sehat pemko Payakumbuh melalui Forum Kota Sehat bersinergi dengan semua unsur giat menanamkan PHBS sedari PAUD. 

"Dengan mengucapkan basmallah, kami atas nama pemko Payakumbuh memberikan waktu seluas-luasnya kepada tim untuk melakukan visitasi, penilai, verifikasi, klarifikasi berkas administrasi dan dokumentasi serta pemberian nilai. Kami harap pihak terkait mendampingi,"sambut Syahrir.

Sementara, Kepala TK Pembina Payakumbuh Utara Desi Reni dalam penjelasannya saat dimintai tim penilai menyebutkan bahwa TK Pembina yang dirinya pimpin saat ini dalam tahap pembinaan dan proses rehab. Dirinya tak memungkiri bahwa ada sebagian kekurangan berkas diduga disebabkan proses pemindahan barang dikala proses rehab berlangsung.

Namun, kepada tim penilai Desi Reni tetap berharap kiranya TK yang ia pimpin tetap diloloskan sebagai nominasi ke tingkat selanjutnya. Dirinya bersama jajaran tetap berupaya menjalankan amanah pemerintah dan masyarakat.

Ungkapan dan harapan senada juga disampaikan Ketua KAN Koto Nan Gadang A Dt Patiah Baringek.

"Kita akui Lembaga kita masih terdapat kekurangan dalam penilaian kali ini. Kami berharap kekurangan tersebut tidaklah mengurangi aspek penilaian. Harapan kita adalah kita menang, pastinya. Bukti sebagai kami ingin menang, semua unsur tampak hadir penuh harapan di lokasi ini,"kata harap Ketua KAN memperkuat.

Ketua Tim Penilai Nurmalawati dari Dinas Pendidikan Sumatera Barat dalam keterangan singkatnya kepada media sebutkan bahwa ada beberapa item yang harus dipenuhi sekolah peserta LSS tahun 2019. Dirinya mengharapkan agar unsur utama hendaklah dilengkapi sebagai sekolah sehat.

Kesempatan tersebut, terpantau TP LSS meninjau pengaplikasian PHBS seperti meninjau ruang kepala sekolah, ruang kerja guru, ruang kelas, ruangan ibadah, kamar mandi / wc, kantin sekolah, perpustakaan, laboratorium, tempat pembuangan sampah, tempat cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta sekretariat UKS. Tim juga meninjau kebun sekolah dan pengolahan sampah metode 3R dan komposter.

Kabag Kesra Ul Fakhri diakhir kunjungan TP LSS di TK Pembina Payakumbuh Utara menerangkan bahwa usai dari lokasi tersebut tim akan menuju SDN 63 Payakumbuh.

"Selama di Payakumbuh, TP LSS tahun 2019, mengunjungi  TK Negeri Pembina Kecamatan Payakumbuh Utara, SD Negeri 63 Payakumbuh, SMP Negeri 4 Payakumbuh dan SMA Negeri 1 Payakumbuh sebagai Sekolah Sehat Berprestasi untuk mewakili Kota Payakumbuh bertanding untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat,"terangnya.(ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Mobil Pick Up milik PKL di amankan Satpol PP Padang pada jumaat Pagi (23/8). diketahui bahwa mobil tersebut sengaja di parkir di badan jalan dan digunakan untuk berjualan, tentu hal ini sangat menganggau dan telah melanggar aturan yang ada terang Al Amin.

Pengawasan PKL  dilakukan petugas, di kawasan Ganting Kelurahan Simpang Haru  Kecamatan Padang Timur, diketahui kawasan tersebut saat ini lagi di percantik trotoar dan taman jalanya,

“Sangat disayangkan,kesadaran Masyarakat kita masih kurang terkait hal ini, Pemko yang sedang gencar-gencarnya membenahi jalan dan trotoar, malah sebahagian oknum masyarakat  masih mengunakan trotoar sebagai tempat untuk berjualan, bahkan  saling berpacu mendirikan lapaknya di sana sehingga ulah mereka sangat mengangu aktifitas penyelesai pekerjaan,"jelas Al Amin

Al Amin menambahkan, terkait penegakan Perda11 Tahun 2005 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, anggotanya bertindak secara persuasif dengan mediasi serta memberikan pemahaman terhadap masyarakat yang melanggar tersebut.

“Untuk ini kita masih lakukan tindakan secara persuasif dan memberikan surat teguran terhadap PKL. ada sebahagian dari mereka mematuhi namun ada juga  yang tidak mau pindah, seperti satu unit mobil Pick Up,  diduga pemiliknya sengaja  bermain kucing-kucingan dengan petugas , Sehingga mobi ini terpaksa kita amankan dan pemilik kita beri surat pangilan agar datang ke Mako.  selain itu di hari yang sama satuan Polisi Pamong Paraja juga  menertibkan satu meja beserta satu kursi milik PKL,  Al Amin beroesan jika esok masih juga ada ditemukan PKL yang mengunakan trotoar atau badan jalan untuk berjualan, akan kita lakukan tindakan tegas,” terang Al Amin.

“kita Sangat berharap kepada PKL yang melanggar ini agar mengikuti aturan yang sudah ada, Bantu kami untuk tegakan aturan, mari kita saling menjaga demi Kota kita, berjualanlah ditempat yang semestinya, jangan gunakan fasilitas yang sebenarnya tidak diperuntukkan untuk itu, ingat trotoar itu adalah Haknya Pejalan kaki bukan haknya kita memperkaya diri, mari bersama-sama kita jaga kota Kita agar tertata, rapi dan bersih,” tutup Al Amin. (tb)

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Pemerintah Kota Padang mensosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Padang tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019.

Hal ini mengingat, sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) bersama DPRD Kota Padang, Ranperda tersebut terlebih dahulu mesti disosialisasikan kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai hak dan kewajiban pemerintah daerah serta masyarakat dalam pelaksanaan APBD.

"Sosialisasi ini bersifat untuk memberikan informasi terkait proses penyusunan perencanaan dan penganggaran perubahan APBD tahun anggaran direncanakan. Sehingga terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang tertib, taat peraturan, efektif, efisien, ekonomis, bertanggungjawab, transparan dan bermanfaat bagi masyarakat," jelas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Padang, Andri Yulika dalam laporannya di kegiatan sosialisasi yang dilangsungkan di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang itu.

"Tujuan utamanya yaitu, sebagai upaya untuk memberikan informasi terkait rancangan APBD Kota Padang TA 2019 sehingga terciptanya 'good governance dan clean government'," tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Amasrul sewaktu membuka kegiatan itu menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang berharap melalui sosialisasi ini, semua unsur masyarakat di Kota Padang dapat ikut terlibat sekaligus memantau setiap pembangunan yang dilakukan Pemko Padang.

"Sehingga, semua kebijakan yang akan dilakukan pemko akan lebih terarah dan menyerap kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Amasrul menyebut, penyusunan perubahan APBD TA 2019 berpedoman pada Permendagri No.38 Tahun 2018, yang meliputi antara lain sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah, prinsip-prinsip penyusunan ABPD, kebijakan penyusunan APBD dan tenis penyusunan APBD serta hal-hal khusus lainnya.

"Untuk menjaga sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah, maka penyusunan rancangan perubahan APBD TA 2019 ini berdasarkan kepada perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) perubahan APBD tahun 2019," sebutnya.

Lebih lanjut Sekda mengingatkan betapa pentingnya sosialisasi Ranperda Perubahan APBD TA 2019 ini. Karena terkait adanya kebijakan-kebijakan pemerintah dan mengoptimalkan prioritas pembangunan Kota Padang.

"Maka itu kita tentu berharap, para peserta dapat mengikuti dengan seksama. Sehingga dapat mengetahui dan menerima informasi terkait hal-hal yang akan dilakukan oleh Pemko Padang pada perubahan APBD tahun 2019," pungkas Sekda Amasrul.

Sosialisasi ini diikuti dan dihadiri semua pimpinan OPD di lingkup Pemko Padang, unsur lembaga/organisasi masyarakat yang ada di Kota Padang. Sebagai narasumber Sekda Amasrul dan Kepala BPKAD Andri Yulika.(dv)

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Ketua Umum KONI Padang, H.Agus Suardi, Jumat (23/8) lepas tim Takewondo, Kota Padang, menuju Kejuaraan Indonesia Champiinship Piala Kemenpora RI tahun 2019 di Jakarta.

Dalam arahanya, Ketua Umum KONI Padang, H.Agus Suardi, mengatakan, kalau memang mampu dan bisa jadilah yang terbaik, buktikan bahwa kita bisa, dan selalu ikuti apa yang diinstruksikan pelatih, jaga kondisi dan yang terpenting selalu jaga nama baik Kota Padang.

" Kalau memang bisa menjadi yang terbaik kenapa tidak, buktikan bahwa kita mampu, dan jangan pernah menyerah sebelum bertanding, jaga kondisi dan jaga nama baik Kota Padang," terang Abien.

Sementara itu, tim Taekwondo Kota Padang, yang memboyong sebanyak 11 orang atlet dan 2 orang pelatih ini, direncanakan akan bertanding pada tangal 25 di Gedung POPKI Cibubur Jakarta.

Kejuaraan Indonesia Championsip tahun 2019 ini, merupakan undangan kusus bagi cabor Taekwondo yang mampu menjadi juara umum di ajang Pekan Olahraga Provinsi( Porprov) di Provinsi maaing- masing di seluruh Indonesia.( Aca ) 

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Memaksimalkan pengelolaan sampah, Kota Padang masih membutuhkan lagi sebanyak 52 kontainer sampah serta 40 unit truk. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang masih tetap mengupayakan pengajuan penambahan kontainer dan truk sampah melalui APBD.

"Kita masih kekurangan kontainer dan truk sampah. Semoga nanti ada penambahan," sebut Kepala DLH Kota Padang, Mairizon di Media Center Balaikota padang, (21/8).

Mairizon mengungkapkan, saat ini tonase sampah di Kota Padang setidaknya mencapai 700 ton sehari. Sementara jumlah kontainer dan truk serta personil masih terbatas. Akibatnya, pengangkutan sampah terkadang belum bisa berjalan optimal.

Agar sampah tidak menjadi masalah, Mairizon memgimbau semua masyarakat Kota Padang untuk peduli dan tidak membuang sampah lagi di median jalan, tapi membuang sampah pada tempat tempat yang telah disediakan.

Idealnya, kata Mairizon, sampah oleh masyarakat di buang ke tempat penampungan sementara (TPS) atau ke kontainer sampah melalui LPS. Setelah itu baru petugas kebersihan DLH mengambil sampah dan membuangnya ke TPA. Namun pada kenyataannya saat ini, LPS masyarakat tak berfungsi maksimal. Akibatnya masyarakat membuang sampah disembarang tempat, termasuk di median jalan.

"Kita wanti wanti sekali, di tengah keterbatasan yang ada, kepada warga Kota Padang tolong jangan ada yang membuang sampah sembarangan," pinta Mairizon.(dv)

IMPIANNEWS.COM.

Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi didampingi Wakil Walikota H. Erwin Yunaz melakukan pembahasan rencana pembangunan kota melalui sejumlah proyek strategis bersama Kadis PUPR Muslim dan jajaran di ruang kerja Walikota Payakumbuh,  Jum'at (23/8/2019) pagi. 

Walikota memerintahkan Kadis PUPR untuk segera merealisasikan semua anggaran pembangunan fisik secepat mungkin. Termasuk jika mengalami kendala untuk segera berkoordinasi dengan dinas atau instansi terkait. 

Menurut Walikota, pembangunan Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu harus disegerakan.(ul)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Wakil Walikota Payakumbuh H. Erwin Yunaz melepas dua pelajar Kota Payakumbuh yang akan berlaga di ajang O2SN tingkat nasional cabang olahraga (Cabor) Renang di ruang kerjanya, Lt. 2 Balaikota, Jum'at (23/8/2019).

Dua siswi atlet renang Kota Payakumbuh tersebut adalah Dwi Intan Febrianti siswi SMPN 4 Payakumbuh yang memboyong 4 medali emas dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP tingkat Provinsi dan Aura Latifa Marfin dari SDN 04 Payakumbuh yang juga memboyong 4 medali emas dalam ajang bergengsi tersebut.

Turut mendampingi, pelatih mereka Jumedi, S.Pd, Latifa juga didampingi ayahnya Marzuki dan Intan bersama sang ayah tercinta Serda E. Adendi. 

Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz mengatakan sangat bahagia, dua siswi atlet kebanggaan Kota Payakumbuh itu dalam menggapai prestasi melalui tahapan yang bertahap, pembinaan yang disiplin oleh pelatih, dan dukungan penuh dari orang tua. Erwin Yunaz sangat mengapresiasi pembinaan berjenjang itu.(ul)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Meninjau Kelembagaan di MTsN 2 Payakumbuh, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Hendri diwakili Kasi Kelembagaan Bidang Pendidikan Madrasah Mofri Antoni pada Jumat (23/08/2019) pagi mengunjungi MTsN 2 Payakumbuh. Kehadiran Morfi Antoni disambut penuh kekeluargaan Kepala Madrasah Yenni Fitri didampingi Kaur tata Usaha Murda Ayudi dan staf di ruang kerja pimpinan. Kesempatan tersebut, Mofri Antoni menyempatkan diri berleliling pekarangan madrasah semabri bertanya-tanya kepada kepala madrasah terkait kelembagaan.

"Berapa jumlah PNS di madrasah kita Bu Yenni ?", Tanya Mofri Antoni yang akrab disapa Mon.
"41 Orang pak. Angka itu termasuk 2 Guru Mapel MTK dari Diknas dan 15 CPNS Baru serba 4 PNS fungsional umum. Kita punya GTT sebanyak 16 orang dan PTT sebanyak 6 orang," jawab Yenni Fitri.

"Terkait kelembagaan apa yang ibu risaukan, kelihatannya sudah maksimal, kan ?" tanya Mon lagi. "Belum pak Mon", jawab Yenni lagi. Tenaga administrasi kami hanya 4 orang termasuk Kaur TU. Saat ini kami kekurangan tenaga pelaporan keuangan dan tenaga administrasi. Setidaknya kami butuh 2 PNS tenaga administrasi agar lebih maksimal. Saat ini ada 2 orang guru yang membantu di bagian administrasi, Pak," imbuh Yenni.

"Apakah Bu Yen tidak pernah mengajukan laporan kepada Kepala Kankemenag Kota Payakumbuh secara berjenjang ?"Tanya Mon lagi. Sudah Pak, namun belum ada realitanya. Kami pensiun 2 tahun lagi dan setelah itu ada tenaga administrasi kita, Ibu Yusmanidar yang akan menyusul. Berarti masih kurang lagi. Semoga mimpi kita segera terwujud,"balas Yenni. "Aamiin,"balas Mon sembari melanjutkan berkeliling

Dalam peninajauan keliling pekarangan MTsN 2 Payakumbuh, Mofri Antoni memberikan pujian terhadap luasnya pekarangan MTsn 2 Payakumbuh. Dirinya juga berharap semoga pembangunan fisik di Madrasah yang terletak di pinggiran kota payakumbuh ini juga mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dirinya juga menyebut bahwa ada potensi dan prestasi besar yang akan lahir dari MTsN 2 Payakumbuh kedepan.

" Semuanya tergantung kepada kepiawaian kepala madrasah dan Kepala kankemenag dalam merangkul dan mencari link silaturahim, baik pemerintah maupun masyarakat melalui komite serta pihak lain yang tidak mengikat secara hukum. Silahkan lahirkan nilai jual dan prestasi spesifik,"pungkas Mon sembari pamit dan bergabung dengan Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat yang berlokasi tidak jauh dari MTsN 2 Payakumbuh.(ul)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Sebanyak 21 orang koordinator Forum Komunikasi Urang Tuo Siswa ( FOKUS ) dikukuhkan oleh ketua DPRD Kota Payakumbuh, Kamis, 22 Agustus 2019 di Aula SMAN 3 Payalumbuh. " FOKUS adalah komunitas walimurid disetiap kelas yang ada di SDN 06 Payakumbuh sebagai perpanjangan tangan dari Komita sekolah yang akan membantu memfasilitasi pendukung suksesnya pelayanan pendidikan di setiap kelas yang mungkin berbeda jenis kebutuhannya" demikian penjelasan Mirwan SH ketua Komite SDN 06 Payakumbuh.

"Kita bermaksud melibatkan peran serta orang tua yg kita wadahi dalam Fokus kelas 1-6  di SDN 06 Payakumbuh, memang untuk  mensukseskan proses belajar mengajar tidak hanya sekolah saja yang berusaha tapi orang tua harus terlibat. Kata kepala sekolah senior ini Nelwati, S.Pd. Lebih jauh
Mirwan SH menyampaikan bahwa "  Insya Allah juga di tingkat kelurahan Program Kampung Pendidikan yang melibatkan semua komponen masyarakat  akan kita berdayakan sehigga masysrakat ikut terlibat berpartisipasi menjadi tigo tungku sajarangan dalam memaksilalkan pendidikan yang Orangtua siswa, Masyarakat dan Pemerintah,"  ujar Mirwan SH, pada Kamis (22/08/2019) siang

Hadir dalam sesi acara pengukuhan koordinator FOKUS ini Kepala Dinas Pendidikan Drs.H.AH.Agustion didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan H.Dasril, S.Pd, M.Pd Dt. Sati Nan Pandak yang mengungkapkan bahwa, " Kalau dulu mendidik anak semua orang di suatu kampung ikut mengawasi, misalnya melihat ada anak sekolah yang merokok atau bertingkah yang kurang pantas  di lingkungan masyarakat otomatis lansung akan ditegur dan dicegah oleh siapapun yang ada disekitarnya. Tapi sekarang orang semakin cuek dan tidak mau ambil resiko bahkan cenderung menghindar melihat prilaku menyimpang yang dilakukan anak-anak seperti menghisap lem dan lain-lain.

Disinilah sekarang perlu ditumbuhkan kembali kesadaran kolektif masyarakat melalui inisiasi FOKUS ini sebagai pelopor diharapkan kerjasama " tigo tungku sajarangan" itu dirajut kembali untuk pembentukan karakter anak-anak yang tangguh.

Ketua DPRD H. Yendri Bodra, SH Dt. Parmato Alam mengapresiasi kegiatan komite sekolah dalam rangka peringatan HUT RI ke 74 yang bertema SDM Unggul Indonesia Maju ini," Program dan kegiatan SDN 06 dibawah kepemimpinan Ibu Nelwati, S.Pd dan Ketua Komite saudara Mirwan, SH ini sangat cocok dengan tema peringatan HUT RI ke 74 tahun 2019 ini, kami dari DPRD sebagai wakil rakyat siap memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas di Kota Payakumbuh.

Berbagai program kita setujui di DPRD antara lain alokasi dana Pendidikan sebesar 31 % dari total APBD diantaranya Program pemberian makanan  tambahan bagi anak sekolah, pemberian beasiswa yang diperluas bagi anak-anak Payakumbuh serta berbagai pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana pendukung pendidikan  lainnya". Tegas YB.Dt.Parmato Alam.

Narasumber yang di percaya dalam seminar dihadiri sekitar 200 orang walimurid,  Guru, Komite, Kepala kelurahan Nan Kodok, kepala SD se gugus 4 dan pegawas SD Rosmanidar, S.Pd serta pengawas Pendidikan Agama Ialam Khairani, S.ag setelah acara pengukuhan FOKUS adalah H. Dasril, S.Pd, M.Pd Dt.Sati Nan Pandak  dan Drs.Ersis Warman  kepala SMP Raudhatul Jannah Payakumbuh serta Khairani, S.Ag.(ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama pengurus Mesjid Raya Sumbar duduk bersama carikan solusi atas kejadian yang menimpa penyandang disabilitas beberapa waktu silam di Mesjid Raya Sumatera Barat yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar.

"Tadi kita rapat bersama pengurus Mesjid, dan disepakati untuk penyandang disabilitas akan sediakan tempat khusus, lokasinya tetap didalam Mesjid namun tidak menyentuh karpet karena pemeliharaan nya susah" sebut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai menggelar rapat fasilitasi penyandang disabiltas di Mesjid Raya Sumbar, Kamis (22/8/2019).

Nasrul Abit mengatakan, saat ini Mesjid Raya Sumbar sudah mempunyai 4 kursi roda, namun kedepan perlu dilakukan penambahan jumlah kursi roda dan sebelumnya mesti ada pertemuan dengan para penyandang disabilitas tersebut untuk membahas hal tersebut.

"Kita sudah menugaskan Dinas Sosial dan Biro Bina Mental untuk menindaklanjuti hal tersebut. Semoga kedepan tidak ada lagi ketakutan dengan satpam karena sudah ditempatkan petugas satpam yang ramah" ungkapnya.

Selain itu, Plh. Kepala Biro Bina Mental Setda Prov. Sumbar Jumaidi mengatakan, kedepan akan ditempatkan pemandu untuk disabilitas di Mesjid Raya Sumbar dengan memberdayakan Satpol PP, Satpam dan petugas kebersihan.

"Pemandu tersebut nantinya terlebih dahulu akan diberikan pelatihan khusus untuk melayani penyandang disabiltias, dan akan dilakukan secara bertahap" ujarnya.

Sementara itu Ketua Persatuan Penyandang Disabiltas Indonesia (PPDI) Padang, Icun Suheldi menyambut baik langkah-langkah yang diambil oleh Pemprov bersama pengurus Mesjid Raya Sumbar tersebut.

Icun Mengatakan tidak mempersoalkan pemandu tersebut nantinya dari Pol PP, Satpam atau petugas kebersihan.

"Tidak perlu pemandu profesional, tapi mereka harus diberi pelatihan, minimal mereka harus paham kontak interaksi dengan tuna runggu, tuna netra dan disabilitas lainnya" terangnya.

Icun juga mengapresiasi penambahan penambahan empat kursi roda pada ikon wisata religi di Sumbar tersebut. Namun yang paling penting baginya adalah menyiapkan tempat mencuci kursi roda, sebab tidak semua disabilitas bisa atau cocok dengan kursi roda yang disediakan pengurus.

"Bagus, jika ada penambahan kursi. Terpenting itu tempat mencuci dan pengeringan, sebab tidak semua bisa pindah apalagi mereka yang punya riwayat pen besi di tubuhnya," jelasnya.

Dia berharap Masjid Raya Sumbar menjadi percontohan ramah disabilitas bagi fasilitas ibadah di Sumbar. Sehingga disabilitas tidak merasa diskriminasi di rumah ibadah. (zs).

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Komunitas Muda Literate Kota Padang menyatakan kesiapannya ikut terlibat secara aktif dalam mensukseskan program pembangunan Kota Padang. Terutama program-program yang berkaitan dengan pembangunan SDM atau generasi muda. Begitu juga dengan program anti Narkoba.

Tia, Ketua Muda Literate Kota Padang saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa, di kediaman Wakil Wali Kota Padang, Jalan A. Yani, Selasa (20/8/2019) malam, mengatakan, komunitas Muda Literate yang baru terbentuk beberapa bulan tersebut sedang menyusun dan menyiapkan beberapa kegiatan bagi generasi millennial Kota Padang, dan ingin mensinergikannya dengan program Kota Padang, terutama dalam kampanye anti Narkoba.

“Kami yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar Kota Padang ini ingin sekali terlibat dalam pembangunan Kota Padang. Dan akan memberikan kontribusi posistif bagi generasi millennial Kota Padang”, ungkap Tia menyampaikan maksud kedatangannya bersama anggota Komunitas Muda Literate tersebut

Gayung pun bersambut. Wakil Wali Kota Padang yang juga Ketua BNK Kota Padang, Hendri Septa mengapresiasi inisiatif dan gagasan yang disampaikan Tia dan kawan-kawan yang ingin terlibat dan bersinergi dengan Pemko Padang dalam pembangunan Kota Padang yang tercinta ini.

“Inilah sebenarnya yang kita inginkan dan kita butuhkan. Ide, gagasan dan kemauan dari generasi muda Kota Padang dalam membangun Kota Padang. Mari bersama kita bangun kota ini”, ujar Hendri Septa. 

Lebih lanjut, Hendri mengatakan, pertemuan perdana ini harus dilanjutkan agar gagasan dan ide dari Komunitas Muda Literate Kota Padang bisa disinergikan dengan program pembangunan Kota Padang, terutama dengan program BNK Kota Padang dalam mengatasi penyalahgunaan Narkoba di kalangan generasi muda.

“Saya tunggu, jadwal pertemuan selanjutnya. Semakin cepat semakin baik. Siapkan konsep yang matang, tentunya dengan ide dan gagasan yang pasti cemerlang. Agar, generasi muda Kota Padang bisa terhindar dari bahaya laten Narkoba”, tutur Hendri mengakhiri pertemuan. (th)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Tim Penilai Sekolah Sehat tingkat Provinsi Sumatera Barat Kamis (22/8/2019) pagi menyambangi Balaikota Payakumbuh. Tim yang diketuai Nurmalawati dari Dinas Pendidikan Sumatera Barat hendak menilai perwakilan Kota Payakumbuh yang diutus berlomba ketingkat provinsi.

Adapun yang menjadi utusan tersebut adalah TK Negeri Pembina Kecamatan Payakumbuh Utara, SD Negeri 63 Payakumbuh, SMP Negeri 4 Payakumbuh dan SMA Negeri 1 Payakumbuh sebagai Sekolah Sehat Berprestasi untuk mewakili Kota Payakumbuh bertanding untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Tim penilai dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang terdiri dari Biro Bina Mental Provinsi Sumbar, Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar akan mendengarkan Ekspose dari masing Kepala Sekolah yang berprestasi di Aula Ngalau Indah Lt. III Balai Kota Payakumbuh, Kamis (22/08/2019).
Ketua tim Penilai Numalawati dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar mengatakan Kota Payakumbuh merupakan Kabupaten/Kota yang ke 12 yang dikunjungi oleh tim penilai Sekolah Sehat Provinsi.
“Sebenarnya Sekolah sehat ini bukan perlombaan, tapi sebagai pembinaan bagaimana sekolah itu bisa sehat, bagaimana prilaku murid bisa hidup sehat,” kata Nurmalawati.
Ketua Tim Penilai menyampaikan kriteria yang akan dinilai dalam lomba sekolah sehat berprestasi tingkat provinsi Sumbar adalah ruang kepala sekola, ruang kerja guru, ruang kelas, ruangan ibadah, kamar mandi/wc, kantin sekolah, perpustakaan, laboratorium, tempat pembuangan sampah, tempat cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta sekretariat UKS.
“Untuk kamar mandi / wc apakah wc itu bersih dan bisa menampung siswa, tidak ada antrian dan kantin sekolah apakah menjual makanan sehat atau tidak,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kesra Ul Fakhri mengatakan Pemko Payakumbuh beserta pihak terkait telah melakukan pembinaan kepada seluruh sekolah yang ada di Kota Payakumbuh agar menjadi sekolah sehat.
“Kita ingin menjadikan tidak hanya peserta lomba tapi seluruh sekolah yang ada di Kota Payakumbuh bisa menjadi sekolah sehat, serta seluruh masyarakat yang ada di sekitar sekolah juga bisa berprilaku hidup sehat,” ucapnya.
Ditambahkannya “Semoga semua warga sekolah bisa menjadikan prilaku hidup bersih dan sehat itu sebagai budaya serta dengan sendirinya prestasi Akademik akan terangkat dengan pola hidup sehat,” pungkasnya. (rel/ul)


IMPIANNEWS.COM.

"Peserta Membludak, Mulai Mahasiswa sampai Peneliti"

Dharmasraya, --- Daya tarik Festival Pamalayu yang dihelat Pemkab dan Rakyat Dharmasraya ternyata luar biasa. Puluhan peniliti kepurbakalaan, mahasiswa, para perantau Dharmasraya hingga para wakil rakyat dan pejabat tumpah di gedung pertemuan Museum Nasional Jakarta pada Kamis (22/8/2019). 

Mereka penasaran ingin mendengar perdebatan tentang sejarah Dharmasraya dan kaitannya dengan ekspedisi Pamalayu yang dilakujan oleh rombongan kerajaan Singasari ke bumi Malayu di Dharmasraya.

Hari itu, Pemkab bersama rakyat Dharmasraya menghelat festival Pamalayu, sebuah festival yang akan menggali sejarah dan meluruskannya untuk kepentingan nasional dan juga untuk kepentingan internal Dharmasraya. Tak tanggung tanggung, festival dibuka secara resmi oleh Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wilmar Farid

Dalam sambutannya, Dirjen Kebudayaan Wilmar Farid mengatakan, niat Pemkab Dharmasraya untuk mengoreksi sejarah adalah kegiatan yang perlu mendapat apresiasi. Apalagi, koreksi sejarah ini dimaksudkan untuk menggali nilai nilai luhur kebudayaan massa lalu untuk dikembangkan buat massa yang akan datang. 

"Ada perdebatan dan polemik itu biasa. Yang pasti sudah ada niat baik untuk meluruskan sejarah," kata pria tinggi besar ini.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sutan Riska Tuanku Kerauaan, Wakil Bupati H. Amrizal Dt Raja Medan, Ketua DPRD Defrino Anwar, Kapolres AKBP H. Imran Amir, Ketua Aswana Dharma, H. Rasul Hamidi Dt. Saridano, Ketua LKAAM H. Abdul Haris Tuanku Sati. Juga hadir para walinagari dan para kepala OPD.

Setelah acara peresmian festival, acara dilanjutkan dengan acara seminar. Sebagai narasumber Wanri Wanhar dari perkumpulan Wangsamudra, Peneliti senior arkeologi Bambang Budi Utomo dan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Merajaan. 

Para narasumber memaparkan beraneka temuan dan pendapat sesuai dengan interpretasi yang sangat mendalam.(ul)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Payakumbuh bersama Kelompok Siaga Bencana ikut terjun ke Jorong Kabun Nagari Halaban Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota untuk membantu mencari seorang lansia Yusma (65) yang pada Selasa (20/8/2019) sore diduga hilang di hutan.

Di berita yang diterbitkan beberapa media, BASARNAS dan aparat kepolisian juga sebelumnya telah melakukan pencarian kepada wanita tersebut yang kabarnya hilang saat menyusul suaminya ke sawah.

Tim BPBD Kota Payakumbuh yang dipimpin An Denitral, S.Pd Kabid Rehabilitasi Rekontruksi bersama Tuti Erlina, SE, MM Kasubag Keuangan, Syafrizal, S.ST Kasi Logistik, Jasriyal, S.Pt Kasi Rekontruksi, dan Ade Chandra, SKM, M.Kes Kasubag program dan beberapa KSB seperti Seprianto, Irnaldi, Deded, Delno, dan Rino melakukan penyisiran di hutan tersebut selama sehari penuh untuk mencari keberadaan Yusma.

"Sesuai dengan SOP, pada pukul 10.00 WIB kami melakukan pencarian dalam radius 1 Km dari lokasi Yusma dinyatakan hilang, namun usaha kita hari ini belum membuahkan hasil, dan pencarian dihentikan saat hari sudah mulai senja pada pukul 17.00 WIB," papar An Denitral.

Dari keterangan suami Yusma, sekitar jam 9 pagi Selasa (22/8), Yusma ingin menyusul suaminya ke sawah, namun setelah jam 1 siang, suaminya masih menunggu, namun Yusma tak kunjung datang.

"Jarak dari rumah mereka ke sawah lebih kurang 500 meter," kata salah satu KSB Seprianto menjelaskan.

Meskipun hasil pencarian hari ini nihil, namun BPBD Payakumbuh menyebut pihaknya akan mengusahakan pencarian lebih pagi pada hari esok dan meningkatkan radius pencarian.

"Kita juga ada posko untuk pusat informasi, walupun sekecil apapun kita terima kalau menyangkut keberadaan Yusma," kata An Denitral (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM.

Limapuluh Kota, --- Akibat lokasi pencarian yang berada diantara banyak perbukitan, Tim SAR Gabungan yang diantaranya Pos SAR Limapuluh Kota, BPBD Kota Payakumbuh, Satpol PP, BPBD Limapuluh Kota, TNI dan Polri, relawan Radio, relawan kelompok Siaga Bencana serta Warga, hingga Kamis (22/8/2019) malam masih melakukan pencarian dan terkendala oleh sinyal serta jaringan untuk komunikasi.

Saat dikonfirmasi Kepala kantor SAR Padang Asnedi.,S.Sos M.Si melalui Kasie Ops Zul Indra SH didampingi Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota Robi Saputra SE mengatakan dalam Operasi Pencarian Orang Hilang oleh tim SAR Gabungan yang berlangsung sejak Selasa (20/8/2019) lalu terkendala oleh sinyal, sehingga sulit dalam berkomunikasi antar sesama tim serta Posko yang berada dilapangan.

"Pencarian yang kita lakukan terhadap seorang warga Jorong Kabun atas nama Yusma (63) sejak selasa malam masih berlangsung, namun akibat lokasi pencarian banyak dikelilingi perbukitan sehingga tim yang tengah bekerja dilapangan cukup sulit dalam menyampaikan laporan ke Posko Lapangan yang berada di Jorong Kabun tersebut."Ujar Robi.

Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota juga menambahkan, hingga Kamis sore pencarian yang masih berlanjut dan untuk kendala komunikasi yang terjadi pihaknya dibantu oleh relawan Radio HT RAPI guna melaporkan segala informasi yang ada dilapangan.

"Operasi pencarian hingga Kamis sore masih kita lakukan, kendala komunikasi yang terjadi telah dibantu oleh relawan Radio (RAPI Kabupaten Limapuluh Kota) dengan menggunakan Antena Radio Ringgo untuk memudahkan anggota yang bertugas dilapangan."Pungkasnya.(ul)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Wakil Walikota Payakumbuh H. Erwin Yunaz menghadiri upacara peringatan Hari Pramuka Ke-58 tingkat Kota Payakumbuh di Galanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang, Payakumbuh sekaligus membuka gelaran Perkemahan Dan Kompetisi Best of the Best Batiah (BOBB)  Scout Competition XIII tahun 2019, Kamis (22/8/2019).

Pada kesempatan itu, Erwin Yunaz membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Pusat, Komjen. Budi Waseso pada peringatan Hari Pramuka tersebut. Turut mendampingi Sekda Rida Ananda, Pimpinan Lembaga dan Instansi se-Kota Payakumbuh, Ketua Kwarcab Pramuka Kota Payakumbuh Amriul Dt. Karayiang, dan sejumlah Kepala OPD terkait. 

Usai upacara, Wawako Erwin Yunaz menelusuri Gugus Depan tiap sekolah dan mengapresiasi semangat siswa Pramuka di Kota Payakumbuh dimana semangat itu terlihat saat wajah-wajah ceria siswa pramuka ketika bersilaturahmi dan mereka sangat enjoy dan antusias mengikuti kegiatan itu.

"Kami bangga kepada siswa pramuka kita di Payakumbuh, semangatnya sangat luar biasa, semoga momentum ini menjadi penguat mental dan karakter anak didik di Kota Payakumbuh untuk terus maju dan berkembang," kata Wawako Erwin.

Wakil Walikota juga mengatakan akan mendorong pertambahan jenis keterampilan yang akan dikuasai oleh anggota pramuka di Kota Payakumbuh disamping keterampilan dasar yang sudah diajarkan. 

Informasi dari panitia kegiatan, pada gelaran BOBB XIII Tahun 2019 ini akan digelar 9 Jenis perlombaan keterampilan, diantaranya memanah, PBB, Lintas Alam, Tahfidz, dan lain-lain.

Kegiatan diikuti oleh 44 Gugus Depan dari 74 Gugus Depan yang terdaftar di Kwarcab Pramuka Kota Payakumbuh. (ul)

IMPIANNEWS.COM.


Payakumbuh, --- Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menggelar Pertemuan Suvielence Strengthening TBC dengan pembentukan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TBC) wilayah kerja Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota di Aula Kantor Bupati Lama, Kamis (22/8/2019).

Peserta pembentukan KOPI TBC ini antara lain Direktur Rumah Sakit setempat, Ketua IDI, Dokter Spesialis, dan organisasi profesi lain seperti IBI, PPNI, IAKMI, PERSAGI, PATELKI, PAFI, dan HAKLI. Narasumber yang dihadirkan Dr. dr. Finy Fitry Yani, Sp.A(K) yang merupakan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Sumatera Barat, sekaligus ketua KOPI TBC Sumbar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal yang membuka acara tersebut menyebut Pemerintah Kota Payakumbuh dibawah kepemimpinan Walikota Riza Falepi sangat concern dengan penanggulangan penyakit paling menular ini, dimana masih banyak PR yang harus ditangani pemerintah seperti kasus yang belum terjaring dan terlaporkan, keberadaan KOPI TBC ini akan sangat berperan penting dalam penanganan kasus TB.

"Kasus TB masih tinggi di beberapa daerah, untuk itu kontribusi dari KOPI TBC benar-benar sangat kita butuhkan untuk menjaring dan melaporkan kasusnya sehingga penanganan TB dapat dilaksanakan se dini mungkin, dan memutus mata rantai oenularan TB," kata Bakhrizal.

Dalam paparannya, dr. Finy menyampaikan materi tentang alasan dibentuknya KOPI TBC dan bagaimana tindaklanjut yang akan dilakukan. Kemudian akan dibuatkan SK nya dari Dinas Kesehatan kota/kabupaten masing-masing.

"Anggota KOPI TBC akan menjadi penggerak di organisasi profesinya, dan menjamin komitmen untuk pelaporan dan pencatatan kasus, kita sangat berharap penanganan TBC yang tidak bisa hanya dilakukan oleh lini pemerintah saja ini dapat disadari oleh kita bersama, namanya PPM (Publik Private Mix)," kata Finy. (ul)

IMPIANNEWS.COM.


Payakumbuh, --- Menjadi bagian dalam Indonesiana, dalam Silek Art Festival yang digelar Kementerian Kebudayaan RI di 5 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat, ada Festival Silek yang bakal dihelat oleh Kota Payakumbuh.

Dalam jumpa pers di Aula pertemuan Ngalau Resto, Kamis (22/8/2019) siang, Ketua Panitia Rothman Uchok Silitonga menyebut Kota Payakumbuh mengundang 6 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat dan ditambah 10 perguruan silek yang ada di Luak Limopuluah.

"Kategori terbagi tiga, yaitu Putra 20 tahun kebawah, Putra 20 tahun keatas, dan Putri segala umur. Untuk peserta terbaik masing-masing kategori ada 3 orang dan akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta rupiah," kata Uchok.

Sejauh ini sudah ada 6 kota/kabupaten yang telah mendaftar seperti Solok Selatan, Padang Pariaman, Kota Padang, Solok, Sijunjung, Bukittinggi dan Tanah Datar. Kuota terbatas, karena harus membagi dengan 10 perguruan di Luak Limopuluah (Payakumbuh dan Limapuluh Kota-red).

Disebutkan, untuk tahun lalu Festival Silek diadakan di Kelurahan Limbukan, tepatnya di Rumah Gadang Salo. Namun untuk tahun ini pada 26 sampai 28 Agustus 2019 akan digelar di Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah, tepatnya didepan panggung yang ada di depan kantor Disparpora Kota Payakumbuh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Payakumbuh menyebut, meskipun termasuk kepada program kementerian, namun penyelenggaraan Festival Silek di Payakumbuh kali ini murni dari APBD Kota Payakumbuh.

"Walikota Riza Falepi sangat peduli dengan silat tradisi, dengan anggaran sebesar Rp.152.000.000 untuk kegiatan ini, akomodasi yang kita berikan sudah termasuk dengan uang transport peserta, uang pembinaan bagi peserta terbaik, dan uang penginapannya," kata Kadis yang akrab disapa Cece itu didampingi Sekretaris Disparpora Roza Aulia dan Kabid Kebudayaan Nirdawati.

Cece juga mengatakan di Payakumbuh sudah menjadi tahun ketiga pelaksanaan Festival Silek, adanya kemandirian Kota Payakumbuh dalam menggelar kegiatan kebudayaan seperti ini menjadi tolok ukur penilaian dari kementerian untuk terus menunjuk Kota Payakumbuh sebagai salahsatu pelaksana dalam setiap kegiatan Indonesiana.

"Akan ada prosesi bagaimana tuo silek berlaga di gelanggang, masyarakat akan melihat bagaimana pecinta silek melestarikan budaya, mengikuti hal itu, dari Pemko Payakumbuh sendiri pada tahun depan akan membuat pusat literasi budaya minang, bagaimana menggali budaya dan mengembangkannya," kata Cece.

Pada malam harinya dalam Festival Silek itu juga akan ada nonton bareng film silek dan maota bareng tentang silek bersama tuo-tuo silek. 

"Dari tuo-tuo silek itu akan membangkitkan nilai budaya dengan berbagi ilmu seputar dunia silek kepada masyarakat, disinilah kita lihat sebuah gelaran Festival yang selain menumbuhkan semangat meningkatkan nilai budaya, juga meningkatkan nilai kemasyarakatan di Payakumbuh," pungkas Cece. (ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Pemerintah Kota Padang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Florikultura Indonesia dan Pekan Daerah (PEDA) TANI 2019. Event yang akan digelar pada tanggal 6-9 September 2019 di Komplek Perkantoran Balaikota Padang Aie Pacah tersebut, persiapannya telah sampai pada tahap akhir. 

Event tersebut akan menyajikan pameran potensi tanaman bunga dan tanaman hias daerah, kesenian, seminar/lokakarya membangun industri florikultura nasional, demo merangkai bunga, lomba menggambar, lomba puteri bunga dan lomba stand pameran florikultura.

“Lebih kurang dua minggu lagi, Kota Padang khususnya Balaikota Padang Aie Pacah akan bertaburan bunga di ajang Florikultura Indonesia dan PEDA Tani 2019. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha tanaman hias dan bunga untuk meningkatkan kualitas usahanya sehingga berdaya saing, sekaligus memacu semangat untuk menyiapkan event PENAS Tani 2020 mendatang”, tutur Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul mewakili Wali Kota Padang pada Rapat Koordinasi Finalisasi Persiapan Florikultura Indonesia dan PEDA Tani 2019, di Ruang Rapat Staf Ahli Balaikota Padang Aie Pacah, Kamis (22/8/2019).

Pada kesempatan itu, Sekda Amasrul yang didampingi oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Zabendri, serta Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syaiful Bahri, juga mengungkapkan harapannya agar potensi usaha bunga dan tanaman hias yang ada di Kota Padang dapat terus berkembang, terutama di kawasan Lubuk Minturun yang berpotensi menjadi kampung flori atau desa bunga yang akan menjadi salah satu ikon Kota Padang.

Hal itu mendapat dukungan Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Liferdi Lukman dan Asisten Deputi Bidang Perkebunan dan Hortikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Wilistra Danny.

“Kita bermimpi mewujudkan usaha tanaman hias menjadi sektor penyumbang devisa negara dan penggerak perekonomian masyarakat. Florikultura merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan mimpi tersebut, dimana kita ingin daerah-daerah yang potensial mengembangkan tanaman hias menjadi komoditi ekspor dapat mereplikasi apa yang telah dilakukan oleh Tomohon yang dikenal sebagai kota bunga”, jelas Wilistra Danny. 

Senada dengan hal itu, Direktur Buah dan Florikultura Kementan RI Liferdi Lukman menambahkan, melalui event Florikultura Indonesia 2019 diharapkan output berupa ekspor tanaman hias yang dirancang sedemikian rupa, bukan lagi ekspor skala kecil.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Sumatra Barat Chandra mengatakan, Florikultura dan PEDA Tani 2019 merupakan bagian dari sosialisasi PENAS Tani 2020. Florikultura akan diikuti oleh peserta dari kabupaten/kota se-Indonesia, sedangkan PEDA Tani diikuti oleh kabupaten/kota se-Sumatra Barat, yang akan menyajikan kegiatan berupa keterampilan dan teknologi pertanian yang diterapkan di daerahnya masing-masing.

Turut hadir pada kesempatan itu unsur Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar, unsur Balai Karantina Pertanian (BKP) kelas I Padang, Pimpinan Solindo Duta Praga Event Organizer Chairul Umayya dan Komunitas Tanaman Hias Kota Padang. (th)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.