Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Pages

Kebakaran Hutan Kalimantan Timur, Potret Kelam Sekuler Kapitalis

| 22 October WIB

Oleh : Nina Iryani, S.Pd


Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur mencatat akumulasi luas kebakaran di kawasan hutan mencapai 1.393,16 hektare sepanjang periode 1 Agustus hingga 18 Oktober 2026.

“Berdasarkan rekapitulasi penanganan, luasan kawasan hutan yang terbakar mencakup sekitar 40,85 persen dari total karhutla di Kaltim,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi di Samarinda, Selasa.

Secara keseluruhan, akumulasi luasan kebakaran hutan dan lahan di Kaltim pada periode tersebut tercatat mencapai 3.410 hektare.

Kebakaran terbesar terjadi di Areal Penggunaan Lain luar kawasan hutan negara yang mencapai 2.017,5 hektare atau sekitar 59,15 persen.

“Meskipun sebagian besar kebakaran berada di area APL, tekanan pada kawasan hutan tetap memerlukan mitigasi terpadu,” ujar Rusmadi.

Rincian luasan karhutla di kawasan hutan meliputi Hutan Produksi seluas 1.060,85 hektare dan Hutan Konservasi seluas 156,1 hektare.

Kebakaran juga melanda hutan lindung seluas 126,32 hektare, hutan produksi terbatas 47,89 hektare, serta hutan produksi konversi seluas dua hektare.

“Hutan Produksi menjadi area paling rentan di kawasan hutan negara sehingga patroli pencegahan terus kami tingkatkan,” tutur Rusmadi.

Berdasarkan pemetaan Dishut Kaltim, kebakaran hutan terluas berada di wilayah KPHP Berau Utara, Kabupaten Berau seluas 216,4 hektare dan KPHP Manoor Bulatn di Kabupaten Kutai Barat 159,0 hektare.

Sementara itu, kebakaran kawasan hutan konservasi tercatat berada di wilayah Tahura Bukit Soeharto Kutai Kartanegara seluas 150,3 hektare.

“Petugas di lapangan bersama KPHP Telake juga bersiaga mengendalikan titik api yang sempat melalap 122,94 hektare Hutan Produksi,” ucap Rusmadi.

Untuk Areal Penggunaan Lain, lokasi kebakaran terluas berada di wilayah kerja KPHP Damai Kutai Barat seluas 385,9 hektare.

Luasan kawasan hutan yang terbakar setara 0,017 persen dari total keseluruhan kawasan hutan Kaltim seluas 8,14 juta hektare.

“Rasio ini menunjukkan efektivitas pemadaman awal, namun kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama seluruh personel,” kata Rusmadi.

Dishut Kaltim terus memperkuat koordinasi lintas instansi serta partisipasi masyarakat peduli api guna mempertahankan kelestarian fungsi ekologi hutan.

Surah Al-Baqarah Ayat 124
۞ وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Wa izib talaaa Ibraaheema Rabbuho bi Kalimaatin fa atammahunna qaala Innee jaa'iluka linnaasi Imaaman qaala wa min zurriyyatee qaala laa yanaalu 'ahdiz zaalimeen

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”

Surah Asy-Syura Ayat 42
إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Innamas sabeelu 'alal lazeena yazlimoonan naasa wa yabghoona fil ardi bighairil haqq; ulaaa'ika lahum 'azaabun aleem

Artinya: "Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksa yang pedih".

Surah Al-An’am Ayat 129
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Wa kazaalika nuwallee ba'daz zaalimeena ba'dam bimaa kaanoo yaksiboon

Artinya: "Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan". 

Surah Ali ‘Imran Ayat 28
لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Laa yattakhizil mu'minoonal kaafireena awliyaaa'a min doonil mu'mineena wa mai yaf'al zaalika falaisa minal laahi fee shai'in illaaa an tattaqoo minhum tuqaah; wa yuhazzirukumul laahu nafsah; wa ilal laahil maseer

Artinya: "Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali".

Surah Ibrahim Ayat 42
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

Wa laa tahsabannal laaha ghaafilan 'ammaa ya'maluz zaalimoon; innamaa yu'akh khiruhum li Yawmin tashkhasu feehil absaar

Artinya: "Dan janganlah engkau mengira bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada itu mata (mereka) terbelalak". 

Demikian sekuler kapitalis saat ini demi meraup banyak keuntungan dari pemilik modal, penguasa penuh siasat membakar hutan sengaja. Sedangkan untuk menutupinya mereka mendatangkan pemadam kebakaran, mendatangkan aparat keamanan, membantu jika terjadi korban.

Mereka mengabaikan asap pekat memenuhi wilayah sekitar yang menyebabkan gangguan pernapasan. Terhambatnya jalur lalu lintas akibat kabut asap tebal membuat penglihatan tidak begitu jelas terhadap area sekitar. Hilangnya sebagian besar pekerjaan bagi mereka yang terbiasa mencari nafkah melalui pemanfaatan hutan, dan beragam kerugian rakyat di sekitar hutan yang terbakar.

Masalah bukan berdasar hanya pada penangkapan pembakaran hutan saja, tapi terhadap siapa yang di untungkan dari kebakaran hutan ini. 

Kejadian berulang terus terjadi di negeri ini, betapa tidak sedikit pembakaran hutan terjadi untuk membuka lahan guna penanaman sawit, tebu dan sebagainya untuk kepentingan atau keberlanjutan visi penguasa, memaksa rakyat tunduk tanpa mempertimbangkan untung dan ruginya. Membela pemilik modal tanpa memandang dampak negatif kehidupan rakyat di masa depan.

 Berbeda hal nya dengan sistem Islam kaffah yang pernah diterapkan Rasulullah SAW dan para sahabat yang pernah terjadi selama 13 abad lamanya. Sejahtera muslim dan non muslim di seluruh penjuru dunia. Segala kebijakan pemerintahan Islam selalu demi kepentingan bersama agar sejahtera dunia akhirat bersama-sama. Segala sesuatu yang merugikan rakyat tentu sangat dicegah termasuk kebakaran hutan.

Oleh karena itu mari kita semua menimba ilmu bermanfaat terutama ilmu agama Islam kaffah.  Dakwah pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW. Berjuang hingga kita semua sejahtera dunia akhirat.

Wallahu 'alam bissawab