Latest Post


IMPIANNEWS.COM (Pasaman).

Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Pasaman, segera akan miliki gedung Pelayanan Haji Terpadu (Pelhut).

Usai rapat perencanaan pembangunan Pelhut di ruang Sekda Kabupaten Pasaman Kamis (9/7), Kepala Kantor Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Dedi Wandra menyampaikan kabar baik tersebut.

Katanya, rapat yang dipimpin langsung Sekda Mara Ondak itu menguatkan adanya dukungan Pemda dengan menyediakan tanah seluas 1000 Meter untuk dibangunnya gedung Pelhut di kawasan nagari Tanjung Beringin Lubuk Sikaping.

Lanjut Dedi Wandra, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda yang memberikan dukungan dengan menyediakan infra struktur untuk pembangunan gedung pelayanan bagi masyarakat Pasaman di bidang perhajian.

Dirinya berharap ini dapat terealisasi secepatnya termasuk permohonan pihaknya ke pusat juga segera terealisasi.

Menurutnya, dengan adanya nanti gedung Pelhut maka akan tertata pula kantor pelayanan di ranah Pasaman. Dimana akan berdekatan dengan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga Kantor Imigrasi.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Bapeda, Kepala Bakeuda, Ketua DPUTR, Inspektorat, Kadis Kominfo, Kadinkes Kabag Pem dan Staf Seksi Bimas Islam.(Suf78)


Hendra Saputra, SH, M.Si.
Calon Bupati Kabupaten Solok
IMPIANNEWS.COM (Kab. Solok).

 Menjelang Pemilihan Kepala Daerah serentak pada Desember 2020 yang diketahui makin menepi. Birokrat Muda yang dikenal dengan sosok 3T (takah, tageh dan tokoh) bernama lengkap Hendra Saputra, SH, M.Si. Makin kesini ketokohannya terus viral, sehingga posisi kesukaan masyarakat terhadap dirinya sebagai salah satu kandidat di Pilbup Solok semakin mendapatkan tempat, yakni masih berada di posisi survei teratas.

Hendra Saputra nan berpasangan dengan Buya H. Mahyuzil Rahmat, S.Ag dengan disingkat RAMAH (HendRA - MAHyuzil) yang maju melalui jalur Independen (perseorangan) terlihat masih meraih dukungan kuat dari masyarakat.

“Prediksi berbagai pihak, pasangan RAMAH akan menjadi harapan baru bagi rakyat Kab. Solok kedepan. InsyaAllah, RAMAH akan berselancar indah dan berpeluang memenangkan Pilbup Solok 2020 kali ini”, sebut ketua Forum Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Kab. Solok, Datuak Nazarrudin, Kamis (09/07/2020).

Dari pantauan TIM Media dilapangan, ketika berdikusi untuk yang kesekian kalinya dengan masyarakat dan para relawan RAMAH, Hendra memang mampu memberikan warna khas ‘millenial’ kepada pemuda di daerah yang dikenal dengan Tugu Ayam Kukuak Balenggek ini. Begitu juga terhadap kaum emak emak.

Ketika tim media bertanya kepada Hendra Saputra, sang Putra Daerah Paninggahan itu, ternyata salah satu programnya yakni akan fokus kepada pengembangan ekonomi dan pemuda di daerah penghasil beras terbaik Sumbar ini. Selain itu, dirinya pun merupakan seorang Dosen Muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perbaikan ahklak generasi ke fase yang lebih baik.

Jauh waktu sebelumnya, tanpa kenal letih Hendra sudah dikenal oleh masyarakat luas sangat gesit turun ke setiap Nagari nagari yang ada di Kab. Solok bahkan di luar Kab. Solok, dengan misi agar terciptanya ahklak generasi yang lebih baik di era teknologi yang semakin tak terbendung ini.

Menyoal dunia politik, bagi Hendra berpolitik adalah perjuangan untuk membangun dan mengokohkan sendi-sendi keimanan. 

“Dalam politik tidak ada istilah lawan”, sebut Hendra Saputra menekankan kembali komitmennya sebagai salah satu kandidat yang berkontestasi di Pilbup Solok 2020 kepada media ini, Kamis sore (09/07).

“Fastabiqul Khairat” Berlomba-lombalah dalam kebaikan, dalam politik menang dan kalah bukanlah tujuan. Tapi keridhaan dan Keberkahan, sebab inilah yang menjadi harapan, tekannya lagi.

Dalam memimpin, jangan jadikan rakyat sebagai objek kepentingan pribadi, tapi jadikanlah pribadi sebagai objek untuk kepentingan rakyat dan jangan pula berbuat kebaikan hanya untuk kekuasaan, tapi jadikanlah kekuasaan untuk berbuat kebaikan”, papar Hendra Saputra SH, M.Si mengulang kembali komitmen politiknya yang telah disampaikan pada minggu lalu kepada media ini. (tf)


IMPIANNEWS.COM (Padang).

Wali Kota Padang Mahyeldi mengapresiasi program Ayo Ceting (Cegah Stunting) sebagai pogram berbasis aplikasi Android yang digagas Puskesmas Andalas, Kecamatan PadangTimur.

Ayo Ceting merupakan sebuah inovasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi, sehingga dapat memantau perkembangan ibu hamil hingga usia kelahiran 1000 hari.

Seperti diketahui, inovasi ini juga berhasil masuk dalam TOP 99 Nasional Sinovik Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Inovasi tersebut bisa diterapkan di puskesmas-puskesmas lain di Kota Padang, sehingga upaya pencegahan stunting (gangguan pertumbuhan pada anak) dapat lebih dimaksimalkan.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang, kita tentu sangat mendorong adanya inovasi-inovasi dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satunya inovasi Ayo Ceting ini.

Inovasi tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat dan sekaligus ikut menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat khususnya di Kota Padang," ungkap Wali Kota Mahyeldi dalam sambutan dan arahannya sewaktu menghadiri sosialisasi program Ayo Ceting di Ruang Serbaguna Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (9/7/2020).

Lebih lanjut Mahyeldi juga memuji program Ayo Ceting yang merupakan inovasi dengan mudah untuk diakses dan kemudian bisa digunakan oleh masyarakat kapan saja dan dimanapun berada. 

Karena program ini memanfaatkan aplikasi melalui WhatsApp. Di sana ada grup bagi ibu hamil dan kemudian berkaitan dengan informasi  masalah gizi, sekaligus juga dalam rangka memudahkan masyarakat menggunakannya. 

"Maka untuk itu, kita sangat mendukung dan mendorong inivasi Ayo Ceting ini juga direplikasi oleh puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Padang ataupun kalau bisa juga direplikasi di Sumbar dan daerah lainnya di Indonesia. Cara menemukan aplikasi ini mudah bisa diunduh melalui playstore dan siapapun bisa menggunakan dan memanfaatkannya. Mudah-mudahan inovasi yang dihadirkan oleh dr Ulfia Izzati ini bermanfaat untuk anak bangsa," harap wako.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani menyebutkan, inovasi Ayo Ceting sangat tepat dipakai di masa pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini. Untuk memantau tumbuh kembang bayi, balita dan juga ibu hamil.

Kemudia katanya, melalui Ayo Ceting semuanya menjadi tidak harus tatap muka, karena sudah ada 3 program di aplikasi tersebut bisa melalui Whatsapp, rumah gizi dan digital education melalui aplikasi yang bisa diunduh lewat playstore Ayo Ceting.

"Kita juga berharap inovasi Ayo Ceting yang masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik bisa masuk ke Top 45 nantinya. Untuk ini ke depan akan ada nanti presentasi dari bapak wali kota insya Allah pada Selasa (14/7/2020) lewat daring. Yang dipaparkan adalah terkait tujuan inovasi, keunikan serta dampaknya bagi masyarakat serta dapat direplikasi oleh banyak orang. Semoga saja berjalan lancar nantinya," harapnya.

Kepala Puskesmas Andalas, Mela Aryati juga mengungkapkan, inovasi ini juga sangat dirasakan manfaatnya saat pandemi Covid-19. Dimana mengurangi interaksi langsung antara pasien dan tenaga medis. Cukup unduh di Playstore, maka semua informasi yang dibutuhkan ibu/menyusui ada di dalamnya. Mulai dari panduan menu makanan sehat, pola hidup sehat dan lainnya.

“Ibu juga dapat berinteraksi langsung dengan dokter yang siap menjawab keluhan dan pertanyaaan, karena aplikasi ini terhubung langsung dengan nomor WhatsApp dokter yang kita siapkan,” tandas Mela.

Dalam sosialisasi tersebut juga hadir Asisten Administrasi Umum Didi Aryadi, Kabag Organisasi Raju Minropa, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis serta pimpinan OPD terkait lainnya dan dari unsur kecamatan dan kelurahan serta puskesmas se-Kota Padang. (vid/Ad)

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menyerahkan aset Terminal Agri Bisnis di Koto Panjang Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur yang sebelumnya merupakan Barang Milik Negara (BMN) kepada Pemerintah Kota Payakumbuh, untuk menjadi Barang Milik Daerah (BMD).

Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumbar Syafrianti diminta menyerahkan ke Wali Kota Riza Falepi oleh Dirjen Cipta Karya, Danis Hidayat Sumadilaga. Penyerahan aset yang dibangun kementerian pada 2013 silam itu dilaksanakan di Balai Kota Payakumbuh, Kamis (9/7). 

"Biasanya untuk pernyerahan aset dari pusat ke daerah ini dilaksanakan Kementerian di Jakarta, namun karena Covid-19, kita diminta dirjen untuk turun lapangan menyerahkannya langsung ke wali kota," ujar Syafrianti.

Wanita yang akrab disapa Bundo ini menyebut butuh waktu yang panjang untuk serah terima aset dari kementerian ke Pemerintah Daerah, apalagi kalau aset seperti Terminal Agri Bisnis ini, yang dibangun dengan dana lebih dari 1 miliar, maka perlu persetujuan Menteri Keuangan.

"Karena proses hibahnya melalui banyak prosedur dan juga banyak paket pekerjaan di seluruh Indonesia, maka agak lama terlaksana, baru bisa tahun ini di Payakumbuh. Mudah-mudahan aset ini dipelihara dengan baik. OPD sudah bisa menganggarkan kegiatannya di sini," kata Bundo.

Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi didampingi Kadis Pertanian Depi Sastra menyampaikan rasa terimakasih dengan telah diserahkannya aset milik pusat ke daerah ini. Hal ini tentu bermanfaat untuk pertanian di Kota Payakumbuh kedepannya.

"Nanti operasional dan pemeliharaannya akan bisa dibiayai oleh APBD Kota Payakumbuh, akan banyak program yang bisa kita fokuskan disini," kata Riza.

Sementara itu, Kadis PUPR Muslim menyebut ada beberapa aset lain yang sedang diproses untuk diserahterimakan, termasuk prasarana WTP Batang Agam dan TPA Regional.

"Dirjen Cipta Karya juga mengalokasikan anggaran untuk kita pada tahun ini dengan program Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan kawasan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dengan totalnya kedua paket itu sebesar 4,5 Miliar, ini sangat bermanfaat sekali untuk pembangunan Payakumbuh," terang Muslim. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Sehubungan dengan telah keluarnya keputusan Gubernur Sumatera Barat tantang kebijakan masuk sekolah, hanya 6 kota/kabupaten di Sumbar yang kembali ke sekolah mulai 13 Juli 2020. Sementara untuk Pemerintah Kota Payakumbuh belum membolehkan tatap muka atau masuk sekolah diberlakukan.

Wali Kota Riza Falepi rapat bersama jajaran pendidikan di Aula Randang Lantai II Balaikota, Kamis (9/7). Turut hadir Kacabdisdikwil IV Sumbar Asricun, Sekda Rida Ananda, Asisten III Amriul Dt. Karayiang, Kadis Pendidikan Agustion, Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal, Kalaksa BPBD Yufnani Away, serta Kepala SMA/SMK, se Kota Payakumbuh.

Wako Riza Falepi menyampaikan ini adalah tugasnya sebagai kepala daerah mengerjakan persoalan yang seharusnya menjadi konsentrasi seluruh pihak saat ini, bagaimana menekan penyebaran wabah Covid-19.

"Kalau dibilang tingkat kehati-hatian kita berlebihan? Boleh dikatakan iya. Namun ini kebijakan masing-masing kepala daerah. Rapat hari ini menentukan bagaimana pola koordinasinya tentang kebijakan sekolah di tengah pandemi ini dibangun, perkembangannya harus kita ikuti," kata Riza Falepi.

Sebagai ketua tim gugus tugas, Riza menegaskan secara wewenang, kebijakan bagi SD dan SMP memang dikontrol penuh pemerintah kota, meski SMA adalah kewenangan provinsi, secara teritorial Riza menegaskan selaku wali kota itu menjadi urusannya. Karena anak-anak yang bersekolah SMA dan SMK di Payakumbuh adalah warganya.

"Mari kita menyamakan persepsi, Payakumbuh ingin mengikuti standar penanganan kesehatan Covid-19 seperti negara maju. Meski tak seperti Amerika dan Jepang, namun mendekati lah, kita tidak mau kendor melawan Covid-19 ini. Aturan sudah ada, maka rapat kali ini dibuatlah diskusi lebih lanjut bagaimana mendudukkannya bersama," kata Riza.

Selain itu, Riza menyampaikan selagi anak-anak belajar daring dari rumah, biaya kuota internet atau pulsa menjadi salahsatu kendala yang dikeluhkan wali murid.

"Saya ingin membantu menyediakan secara gratis pulsa bagi anak sekolah nanti lewat lurah, nanti kita carikanlah regulasinya gimana," katanya. 

Sementara itu, Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal mengatakan dewasa ini, ada orang yang takut dengan Covid-19 dan ada yang 'bagak' dengan Covid-19, dan itu wajar. Namun Bakhrizal menerangkan Melihat kasus di kota lain, ada satu keluarga meninggal. Di Payakumbuh alhamdulillah 20 kasus, tidak ada yang meninggal. Beruntungnya virus tidak seganas di Surabaya, beruntun semuanya.

"Di pengambil kebijakan, kita lebih care atau peduli. Potensi, usia 50 tahun keatas beresiko kematian, apalagi orang-orang yang dengan penyakit penyerta gejala Covid-19. Jangan sampai ada yang meninggal perdana di kita akibat Covid-19," ujar Dokter Bek.

Di sisi lain, Makziwel, Kepala SMAN 4 Payakumbuh menyampaikan harapan bagaimana nanti apakah dibutuhkan petugas medis yang tau penanganan Covid-19 di sekolah, karena saat ini umumnya SMA sudah punya ruang UKS yang standarnya bagus.

Kepala sekolah lainpun setuju bila ada petugas UKS dari profesional yang akan ditugaskan, sekolahpun siap menggaji mereka.

"Tentu ini bagus untuk membimbing anak-anak bagaimana menerapkan aturan protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19 saat nanti sudah masuk sekolah," kata kepala sekolah lainnya. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM 
PAYAKUMBUH, --- Camat Payakumbuh Barat, L. kefrinasdi, S.Sos tadi siang, Kamis, 9 Juli 2020, mengumpulkan seluruh Lurah untuk briefing staff dalam rangka  rapat koordinasi membahas persoalan-persoalan kedinasan khususnya terkait dengan fase New Normal pada saat pandemi covid-19 ini dan persoalan lainnya.

Dalam arahannya sebagaimana mengutip pernyataan Walikota Payakumbuh, Kefrinasdi menegaskan bahwa Lurah dan perangkat serta THL yang ada di masing-masing kelurahan harus memberikan contoh dan tauladan kepada masyarakat terkait dengan pelaksanaan protokol covid-19. 

Sebab, menurut Kefrinasdi sekarang masyarakat sudah mengaggap fase new normal ini layaknya seperti fase normal. Sehingga sudah banyak ditemui warga yang tidak lagi memakai masker dan mengindahkan psycal distancing sebagaimana protokol covid itu sendiri.

"Untuk itu, menyampaikan arahan Pak Walikota, maka kepada Lurah da perangkat serta THL agar memberi contoh kepada masyarakat. Untuk pelayanan di kantor Lurah tetap memakai protokol covid-19" tegas Kefrinasdi.

Kefrinasdi juga menyebutkan bahwa Lurah wajib tetap melakukan pemantauan terhadap warga yang datang dari luar daerah, khususnya yang masih berpredikat sebagai zona merah covid-19.

Terdapat 4 daerah yang masih harus tetap diwaspadai yaitu : Jakarta, Surabaya Bandung dan Semarang. Khusus untuk ke empat daerah ini apabila ada warga yang datang, maka diupayakan untuk melakukan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat.

Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas pelaksanaan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang sudah dapat dilaksanakan di tingkat kelurahan termasuk kegiatan keagamaan seperti wirid dan sholat jamaah.

"Jadi melalui Pak Lurah kita himbau kembali agar pengurus masjid tetap waspada dan menjalankan kegiatan keagamaan dengan memperhatikan protokol Covid-19" kata Kefrinasdi.

Hal lainnya yang juga sudah diperbolehkan adalah melakukan resepsi pernikahan. Namun, terdapat aturan dimana dalam undangan diberikan jadwal kedatangan sehingga tidak terjadi penumpukan masa dalam satu waktu. 

Khusus untuk pemakaian organ dalam resepsi pernikahan,  sampai hari ini Pemerintah Kota Payakumbuh masih belum dapat mengizinkan. 

"Untuk pemakaian organ masih belum di izinkan dengan segala pertimbangan yang ada. Ini tentu sudah dilakukan pengkajian-pengkajian dalam fase new normal ini" ujar Kefrinasdi.

Untuk pengurusan izin keramaian sudah dapat diurus sebagaimana biasanya mulai dari RT, Lurah sampai ke pihak kepolisian. Bedanya sebelum berkas diserahkan kepada pihak kepolisian perlu juga diurus rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

"Itu saja bedanya. Sekarang perlu ditambahkan rekomendasi dari dinas Kesehatan" ujar Kefrinasdi.

Masih dalam situasi New Normal, dibicarakan juga Proses Belajar Mengajar (PBM) yang semula akan berlangsung pada tanggal 13 Juli 2020 ini. Namun, berdasarkan hasil evaluasi di tingkat proivinsi, maka pelaksanaan PBM ini diundur sampai bulan Desember 2020. Metode pembelajaran tetap memakai sistim daring sebagaimana saat ini.

Terkait dengan ini, tidak pula disangkakan bahwa banyak pihak wali murid yang menanggung beban baru dalam hal pembelian paket internet. 

Berangkat dari keluhan tersebut, Pemko Payakumbuh menurut Kefrinasdi sedang berupaya untuk memberikan akses internet di setiap kelurahan dalam rangka menjawab persoalan tersebut.

"Dengan adanya akses internet tersebut tentu PBM yang dilaksanakan secara daring tidak akan membebani wali murid. Ini sedang diupayakan oleh Pemko" tutup Kefrinasdi. (rel/014)

IMPIANNEWS.COM 
"Tingkatkan Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Wako Riza tanam jagung di Lahan Tidak produktif"
Payakumbuh, --- Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan memanfaatkan lahan, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi didampingi oleh Dinas Pertanian Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan Tanam Jagung yang bertempat di belakang Pasar Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diateh Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (9/7/2020).

Kegiatan tanam jagung ini varitasnya adalah pioner 32 dimana ini merupakan jagung pipilan untuk pakan ternak dengan populasi 6250 batang per hektar dengan masa tanam 120 hari dan hasilnya diprediksi mencapai 8 ton/hektar.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan kegiatan yang dilakukan hari ini adalah gerakan pemanfaatan lahan tidur. Khususnya jagung untuk kebutuhan ternak kita. Kebutuhan jagung di kota Payakumbuh untuk ternak adalah lebih dari 10 ton per hari.

"Ini adalah suatu hal yang mengembirakan. Market 1 bulan untuk hasil jagung 300 ton/bulan dapat menjadi peluang bagi masyarakat dan para petani kita. Gerakan ini kita buat bersama-sama supaya pemanfaatannya ada dan marketingnya jelas," terang Riza.

Lebih lanjut Riza memerintahkan Dinas Pertanian membuka gudang untuk hasil jagung ini dan dibeli oleh dinas pertanian dengan harga kontrak.

"Kedepannya Kita harapkan dengan adanya hasil panen jagung kita secara mandiri ini adalah sebuah upaya adanya kepastian harga dan adanya gairah petani untuk menanam. Walaupun hanya dibelakang rumah, tetapi kita sudah menanam,"ujar Riza

Apalagi dimasa pandemi covid-19 ini kita dapat lebih produktif karena penghasilan susah, lapangan pekerjaan juga susah.

"Nanti akan kita bicarakan untuk marketingnya kita siapkan dengan asosiasi peternak ayam dan pihak swasta. Mudah-mudahan dengan kegiatan kita bisa lebih cepat recovery baik secara ekonomi dan kesehatan," pungkasnya.


Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi sastra mengatakan telah menyiapkan konsep kemitraan dengan petani dan peternak untuk meningkatkan ekonomi khususnya para petani di Kota Payakumbuh.

"Kita sudah menyiapkan konsep kemitraan antara petani dengan peternak yang akan kita mulai di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (LATINA) dan juga akan kita terapkan di seluruh kecamatan yang ada di Kota Payakumbuh. Mudah-mudahan dengan gerakan ini kita mulai dari birokrasi untuk memberikan contoh kepada masyarakat sehingga dapat diikuti oleh para petani kita," ujar Depi.

Turut hadir dalam acara penanaman jagung Asisten III Amriul Datuak Kirayiang,
Kadis ketapang Edvidel Arda, Camat Payakumbuh Utara Desfitawarni beserta Lurah Tigo Koto Diateh Musleniyeti.(014)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.