January 2019

IMPIANNEWS.COM (Jakarta). 

Wali Kota Padang Mahyeldi mendapat kepercayaan sebagai pembicara dalam forum diskusi “Disaster Outlook 2019” yang membahas tentang potensi bencana dan upaya melakukan mitigasi di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (31/01/2019).  Disaster Outlokk 2019 digagas Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dihadiri Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, Direktur DMII-ACT Wahyu Novyan, Pakar Gempa Bumi ITB Irwan Meilano, dan sejumlah pengelola kawasan industri, pelaku usaha, ahli kebencanaan, dan instansi terkait.

Dikesempatan itu, Mahyeldi mengatakan, untuk meminimalisir resiko bencana diperlukan peningkatan kecerdasan masyarakat terhadap mitigasi bencana. Karena resiko bencana bukan saja rusaknya bangunan, tetapi juga timbulnya korban jiwa.  Berdasarkan hasil survei Great Hansin Earthquake 1995 di Jepang menjelaskan, korban yang selamat dari bencana gempa karena diselamatkan oleh diri sendiri 35,0%, anggota keluarga 31,9%, teman/tetangga 28,1%, orang lewat 2,6%, Tim SAR 1,7%, dan lain-lain 0,9%.

“Untuk itu, program mitigasi bencana di Kota Padang lebih ditekankan pada penguatan kecerdasaan individu tentang mitigasi bencana dan penguatan kekerabatan melalui program Padang Cerdas Bencana. Dimana bagian dari program itu ada Keluarga Cerdas Bencana, Sekolah Cerdas Bencana, Pasar Cerdas Bencana dan lainnya”, ungkap Mahyeldi yang didampingi Kepala BPBD Kota Padang Edi Hasymi.

Lebih lanjut dijelaskan, program Padang Cerdas Bencana bertujuan mewujudkan masyarakat Kota Padang yang memiliki pengetahuan kebencanaan sebagai upaya untuk menyelamatkan diri sendiri, keluarga atau orang lain ketika terjadi bencana. Dengan pengetahuan yang dimiliki tersebut akan menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana di kehidupan masyarakat.

“Untuk upaya penanggulangan bencana, kita juga melakukan penguatan kapasitas BPBD dan Pusdalpos PB, penyusunan dan uji rencana kontijensi dalam menghadapi bencana, penguatan sistem peringatan dini, kerjasama di bidang kebencanaan, pemasangan tsunami safe zone, pemasangan rambu-rambu pada jalur evakuasi, pemasangan papan informasi publik terkait kebencanaan, uji kelayakan bangunan potensial shelter, pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat”, imbuh Mahyeldi. (th)


IMPIANNEWS.COM (Padang).

Aparat gabungan dari Tim SK-4 Kota Padang mengamankan barang bukti puluhan tusuk daging sate dari warung sate KMS B milik Bustami di kawasan Simpang Haru, Selasa sore (29/01/2019). Hal itu dilakukan setelah Dinas Kesehatan Kota Padang dan Balai POM Kota Padang melakukan penyelidikan terhadap penjual sate tersebut sejak Oktober 2018. Dan hasil uji labor menyatakan sate milik Bustami positif menjual daging babi.

Kepala Dinas Perdangan Kota Padang, Endrizal, mengatakan, ditemukannya kasus sate daging babi berawal dari laporan masyarakat yang menduga sate KMS B menjual sate daging babi. Setelah petugas melakukan pengecekan dan pengambilan sampel, laporan masyarakat tersebut benar adanya. Sate KMS B menjual daging babi.

“Kita langsung bertindak mengamankan puluhan tusuk sate dan gerobak dari lokasi berdagang KMS B di Simpang Haru sebagai barang bukti. Setelah itu, kita melakukan pengecekan ke rumah penjual sate. Hasilnya, ditemukan lagi barang bukti puluhan tusuk sate yang telah dibuang penjual ke selokan di belakang rumah”, ungkap Endrizal.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah pengamanan barang bukti, petugas dari Tim SK-4 Kota Padang yang terdiri dari TNI-Polri menginterogasi pemilik sate KMS B Bustami bersama istri, Evi, dan pemasok daging babi, Stefan, di Kantor Dinas Perdagangan Kota Padang Jalan Khatib Sulaiman.

“Kasus ini harus kita tuntaskan. Dan akan kita bongkar sampai ke akar-akarnya sesuai aturan yang berlaku”, ujar Endrizal  

Dari hasil interogasi tersebut, penjual sate, Evi, mengakui kepada petugas baru dua kali membeli daging sebanyak 10 kg dengan harga 95 ribu/kg dari Stefan, dan tidak mengetahui bahwa daging yang dijual Stefan tersebut merupakan daging babi.

Keterangan berbeda dikatakan Stefan saat diinterogasi. Ia menjelaskan bahwa Evi sudah menjadi langganannya lebih kurang selama satu tahun. Dan Stefan sendiri yang mengantarkan langsung daging babi yang ia jual ke rumah Evi dengan harga 40 ribu/kg. Tapi, Stefan tidak mengakui bahwa Evi mengetahui daging yang ia jual merupakan daging babi.

Stefan juga mengatakan, sebelum petugas dari Tim SK-4 mendatangi rumahnya untuk mencari daging babi yang ia jual, Evi sudah terlebih dahulu mendatangi rumahnya dan menyuruhnya menyembunyikan seluruh daging yang ada di rumahnya. Dan juga menyuruh Stefan untuk membeli daging sapi sebanyak 2 kg. Dan daging sapi tersebut yang dibawa Stefan saat pemeriksaan oleh Tim SK-4.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi sudah berulang kali mengingatkan para pedagang yang menjual makanan yang mengandung bahan dari babi atau  sejenisnya agar memberikan label “haram” pada makanannya, atau di tempat ia berdagang, karena makanan yang ada di Kota Padang pada umumnya halal. Hanya sebagian kecil yang haram. 

"Jadi, untuk Kota Padang, yang cocok itu adalah memberi label pada makanan yang mengandung bahan dari babi dengan label "haram", bukannya memberi label “halal” pada makanan yang tidak punya unsur babi. Karena makanan kita pada umumnya halal semuanya", ujar Mahyeldi beberapa waktu lalu.

Saat berita ini diturunkan, Tim SK-4 Kota Padang bersama Dinas Kesehatan dan Balai POM Kota Padang masih melakukan interogasi dan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini. (th)



Bercerita kita sedikit, Lintau adalah gudangnya ulama-ulama terkemuka. Sejak berabad-abad silam, Lintau menjadi basis keilmuan Islam yang gaungnya terdengar hingga ke pelosok Minangkabau
Kemarin, Rabu (30/01/2019) sempatlah saya berkunjung ke Lintau, setelah empat tahun lamanya. Terakhir saya ke Lintau 2015 dalam sebuah “ekspedisi”. Kunjungan saya kali ini ialah untuk “manyambuang bonang tauntai”. Pada 2010 saya dapat berjumpa dengan seorang ulama di Lintau. Beliau ialah salah satu murid terkemuka dari alm. Syaikh Zakaria Labai Sati Malalo dan alm. Syaikh Tuangku Saliah Kiramaik Pariaman. Ulama tersebut tak lain ialah Syaikh Haji Basyir Malin Dubalang al-Khalidi Naqsyabandi (wafat 2011). 

Banyak hal yang beliau utarakan waktu pertemuan singkat itu, mulai dari kisah Syaikh Zakaria Labai Sati, Syaikh Angku Saliah, Syaikh Ja’far Pulau Gadang Kampar, hingga nasehat-nasehat yang sampai saat ini masih segar di ingatan. Pertemuan itu ternyata adalah tatap muka terakhir dengan beliau. Setahun setelah kunjungan saya tersebut beliau berpulang kerahmatullah. Terhentilah, sejenak, tali temali, dengan Lintau, terkhusus Tigo Jangko.  

Waktu berputar, masa berganti, berbilang tahun sejak “tiang” dipancang, dengan qadar Allah saya dipertalikan dengan anak dari syaikh tersebut. Ibarat pertemuan yang sudah diatur; skenario nan begitu apik, saya berjumpa dengan Buya Burhanuddin Basyir, Lc., MA. sebagai salah seorang zuriyyat syaikh, penyambung tali. Kunjungan saya kemarin ialah berupa penyambung benang yang telah disambung sejak beberapa tahun yang lalu itu.

Bercerita kita sedikit, Lintau adalah gudangnya ulama-ulama terkemuka. Sejak berabad-abad silam, Lintau menjadi basis keilmuan Islam yang gaungnya terdengar hingga ke pelosok Minangkabau ini. Sebutlah nama Tuanku Lintau yang berkaitan erat dengan Paderi. Tersebut pula nama Syaikh Bustami Lintau seorang ulama pendekar Silat Lintau yang kemudian pernah mukim di Batu Bolang, Lima Puluh Kota, yang begitu berjasa menyebarkan Silat Lintau. 

Syaikh Bustami tidak lain ialah mertua dari Syaikh Abdullah Halaban, ahli ushul dan mantiq di Pedalaman Minangkabau. Syaikh Abdullah Halaban merupakan salah seorang guru berpengaruh sekaligus mertua dari ulama kita, Maulana Syaikh Sulaiman Arrasuli Canduang. Banyak lagi nama-nama ulama terkemuka di daerah ini.

Di abad 20, dimintalah ulama dari Darul Ulum Tanoh Mirah, Aceh, untuk mengajar di Lintau. Ulama tersebut ialah tidak lain murid dari Maulana Syaikh Mudo Wali al-Khalidi Aceh. Mengajar di Lintau dengan lembaga pendidikan bernama “Darul Ulum”. Di antara tokoh ulama di Darul Ulum tersebut ialah ulama yang kita sebut tadi, Syaikh Basyir.

Saat ini Pondok Pesantren Darul Ulum, yang terletak di Tigo Jangko tersebut, diasuh oleh Buya Burhanuddin Basyir tersebut.

*******
Kami berbual banyak hal siang itu. Mulai dari masalah pendidikan pesantren, cerita-cerita lama, hingga beberapa isu keagamaan. Sambil menyelam minum air, begitu pepatah kita, saya pun memanfaatkan kunjungan ini untuk mengaji, di antaranya mengambil ijazah Hisab Tajarrub bersanad kepada alm. 

Syaikh Muhammad Sa’id al-Khalidi Bonjol dan ijazah kitab-kitab Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani, yang diterima beliau langsung dari Sayyid Ahmad al-Maliki di Mekkah al-Mukarramah. Ijazah ini diberikan sekaligus dengan beberapa kitab Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki tersebut.

Tidak ada kata, selain ucapan syukur: Alhamdulillah ‘ala hadzihin ni’mah.(ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang)

Sebanyak 600 orang petugas lapangan kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengikuti pembekalan di Auditorium Universitas Baiturrahmah, 30-31 Januari 2019. Mereka ini terdiri dari petugas kebersihan kecamatan kelurahan (PK3) sebanyak 300 orang dan petugas organik yaitu PNS Golongan I dan II, serta pegawai non PNS 300 orang.

Wali Kota Padang H. Mahyeldi  yang diwakili Staf Ahli, Dian Fakri mengatakan,  dalam paragdima baru program Adipura saat ini adalah, bagaimana meningkatkan partisipasi Masyarakat dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup di daerah masing-masing.

"Partisipasi warga dalam pengelolaan sampah perlu terus ditingkatkan untuk mewujudkan kondisi kota yang selalu bersih, tandasnya.

Dian menjelaskan, disamping optimalisasi pelaksanaan Perda Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah, pada 2018 juga sudah diterbitkan dua Peraturan Wali Kota yang sangat erat kaitannya dengan tugas dan tanggung jawab petugas lapangan kebersihan. Yaitu, Perwako Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengendalian Kantong Belanja Plastik.

"Kemudian, Perwako Nomor 44 tentang Kebijakan dan strategi Kota Padang (Jakstrada) dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga," sebutnya

Kepala DLH Kota Padang, Al Amin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman tugas dan tanggung jawab petugas lapangan kebersihan. Kemudian, memberikan informasi peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan sampah. 

"Tujuan lainnya yaitu menumbuhkan motivasi dan partisipasi masyarakat dalam  mewujudkan Kota Padang yang bersih, indah dan nyaman melalui karakter petugas lapangan yang handal dan bertanggung jawab," kata Al Amin.

Al amin menambahkan, hal-hal yang menjadi faktor pendorong pelaksanaan kegiatan ini yaitu suksesnya pelaksanaan relawan kebersihan pada 2016 yang dilaksanakan selama dua bulan, November dan Desember.  Ini memberikan dampak positif dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan di Kota Padang.
Faktor lainnya terangnya yaitu pada 2017 lalu, relawan kebersihan diganti namanya menjadi petugas kebersihan kecamatan kelurahan. Kemudian, kesuksesan keberadaan petugas kebersihan kecamatan kelurahan dilanjutkan pada 2017 dan 2018 dengan diraihnya Piala Adipura selama dua tahun berturut-turut, 2017 dan 2018.

"Pada 2019, kegiatan ini dilanjutkan karena keberadaan petugas kebersihan kecamatan kelurahan sangat mendukung terwujudnya Kota Padang bersih, indah dan nyaman. Petugas kebersihan melakukan aksi nyata, motivasi dan memberi dorongan kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan," tandas Al Amin (th)

Sekda Provinsi Sumbar Alwis menyampaikan kegiatan HKG-PKK ini akan diawali dengan pameran produk UP2k PKK pada Rabu 24 Juli . Lomba simulasi 10 program PKK, gala dinner dan penyerahan hadiah kepada pemedang lomba.
IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo makan bajamba dengan masyarakat ranah minang pada acara puncak hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) tingkat nasional ke 47 tahun 2019.

“Presiden Jokowi dijadwalkan akan hadir untuk membuka pada puncak HKG-PKK  pada 25 Juli 2019, dan makan bajamba  di lapangan RTH Imam Bonjol yang akan didampingi Kemendagri, Gubernur dan DPRD provinsi, TP PKK pusat, provinsi dan kabupaten/kota, serta kepala dinas  Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) se Indonesia juga akan hadir,” sebut Ketua Umum Penyelengga HKG-PKK tingkat Nasional 2019, Alwis, Rabu (30/1/2019).

Alwis juga menyampaikan kegiatan HKG-PKK ini akan diawali dengan pameran produk UP2k PKK pada Rabu 24 Juli . Lomba simulasi 10 program PKK, gala dinner dan penyerahan hadiah kepada pemedang lomba. Kemudian pada Kamis 25 Juli dilaksanakan puncak peringatan HKG-PKK ke 47, jamuan makan bajamba, lomba bermain peran 10 program PKK dan fashion show baju adat dari seluruh daerah di Indonesia.

“Kemudian pada Jumat 26 Juli 2019 diadakan seminar nasional PKK, dan festival memasak rendang. Pada Sabtu 27 Juli usai penutupan HKG-PKK akan dilanjutkan dengan kegiatan widyawisata. Para tamu dan undangan akan diajak untuk berwisata ke Mandeh, di Pesisir Selatan dan ke Bukittinggi,” jelas Sekrerataris Daerah Provinsi Sumbar tersebut.

Dijelaskannya,  pada HKG-PKK tingkat nasional  tahun 2019 pada 24 Juli sampai 27 Juli 2019  yang dipusatkan di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol tersebut , tak hanya sejumlah pejabat penting dari kabupaten/kota, provinsi, dan nasional yang hadir di Sumbar, diperkirakan undangan yang datang sekitar 5000 pengurus PKK se Indonesia ikut hadir.

“Kegiatan merupakan event nasional dari Ketua Tim Penggerak PKK, Buk Nevi Zuairina Irwan Prayitno, Karena ini iven nasional, tentunya akan banyak orang yang hadir ke Sumbar. Dan kegiatan ini tentunya akan berdampak terhadap promosi wisata dan  perekonomian UKM masyarakat kita dari ribuan peserta yang hadir,” ungkapnya.

Sementara itu, terpisah Ketua I HKG-PKK nasional 2019, Ny Nevi Zuairina menyebutkan  dalam persiapan kegiatan berskala nasional ini berbagai rapat persiapan telah dilakukan. Diantaranya pada 22 Januari dan 29 Januari lalu di Jakarta yang  juga dihadiri Ketua PKK pusat, Istri Mendagri, dan Kepala Dinas PMD Sumbar .

“Penetapan Sumbar sebagai tuan rumah pelaksanaan peringatan HKG-PKK nasional ke 47 tahun 2019 telah ditetapkan  sejak 13 Juli 2017 berdasarkan surat Kemendagri nomor : 411.4/3169/SJ ,” terangnya.

Ditambahkannya,  pada rapat di Ditjen Bina Pemdes bersama TP-PKK pusat yang dilaksanakan pada 22 Januari kemarin, berbagai rangkaian kegiatan untuk dilaksanakan sejak tanggal 24 sampai 27 Juli tersebut. Diharapkan kegiatan peringatan HKG-PKK nasional bertujuan untuk semakin memasyarakatkan gerakan PKK ini dapat berjalan dengan lancar.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk  memperkenalkan dan mempromosikan berbagai seni kerajinan PKK, makanan khas Sumbar, sehingga ikut berdampak terhadap meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kegiatan ini diharapkan tim penggerak PKK dan kader PKK dapat aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” pungkas Nevi Zuairina Ketua TP PPK Sumbar. (zs)


Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, Mursalim, meminta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) mengantisipasi munculnya sejumlah isu yang berkaitan dengan Pemilu 2019.
IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang melakukan antisipasi dini di tahun politik. Tim kewaspadaan dini terdiri dari unsur forkompinda. Lembaga ini juga merupakan Amanat Permendagri No.2 tahun 2018 tentang forum kewaspadaan dini.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, Mursalim, meminta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) mengantisipasi munculnya sejumlah isu yang berkaitan dengan Pemilu 2019.

"Upaya pemantauan dan deteksi dini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya konflik contohnya saja sate daging babi," kata Mursalim kepada wartawan di MC Balaikota Padang, Rabu (30/1/2019).

Kesbangpol Padang mengatakan Antisipasi dini di tahun politik ini sesuai tugas pokok dan fungsi FKDM terutama dalam menghadapi Pemilu 2019. Terutama isu sara yang sedapat mungkin dinetralisir, mengantisipasi jangan sampai ada pendukung yang saling bentrok, melakukan black compaign dan money politik. Peran kita hanya menetralkan agar tidak membias," tambahnya.

Masih menurut Mursalim hal sekecil apapun informasi mesti di waspadai, jangan sampai melakukan pembiaran sehingga masalah tersebut menjadi besar dan jangan sampai juga ada anggota FKDM yang menjadi pemicu persoalan.

"Silahkan sosialisasikan jagoannya masing-masing, dengan visi, misi dan programnya masing-masing tanpa harus mendiskreditkan orang lain. Sekali lagi kita hanya bisa mencegah dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, pemerintah setempat dan aparat setempat serta melaporkan kepada kami," tuturnya.

Satgas ini kata Mursalim, harus bekerja maksimal dan menyiapkan kader pelaksana di lapangan yang bertugas sebagai jejaring informasi, bagi Pemerintah Daerah untuk memberikan penjelasan dan pemahaman tentang bahaya terorisme, radikalisme dan penggunaan narkoba.

Ia menambahkan, di tengah semakin derasnya arus informasi dan globalisasi yang melanda kehidupan, masyarakat harus cermat dalam memilih informasi atau berita. "Jangan mudah terpancing dengan isu yang menyesatkan. Kita harus teliti dulu kebenarannya," tambahnya.

Kesbangpol Mursalim meminta agar para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan semua pemangkukepentingan untuk memberi teladan dan menjalankan perannya membina dan membimbing masyarakat. Sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kelompok radikal yang nyata-nyata sangat membahayakan kelangsungan kehidupan, serta keutuhan Bangsa dan Negara. (th)


Hendrizal Kepala Dinas Damksr Bersama Sekcam Bungtekab.Muhammad Latif  Mencek lokasi Parkir Kendaraan Pemadam Kebakaran
IMPIANNEWS.COM (Padang)

Kepala Dinas Kebakaran (Damkar) Kota Padang Drs. H. Hendrizal, M.Hum serta Sekretaris  Drs. Syukral M. Si dan robongan tinjau tanah lokasi penepatan parkir mobil kebakaran di belakang Kantor Camat BungTekab Kamis 31/1-2019 .

Dalam usulan untuk dijadikan tempat parkir dua unit mobil kebakararan itu, memiliki lebar dan luas tanah sekitar 240 Meter, untuk mendanai tempat Parkir 2 unit mobil kebakaran menelan dana sekitar Rp.300 juta sampai selesai.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bungus Teluk Kabung Muhammad Latif, Warga Bung Tekab. sangat merasa senang dan bangga sebab selama ini sangat mengharapkan kehadiran mobil kebakaran dari Pemerintah Kota Padang, bahkan satu kami minta dua dikasih, sebut Latif.

Lokasi  pembangunan Parkir Kendaraan Pemadam
Kebakaran dibelakang Kantor Camat Bung Tekab.
"Bahkan kata Latif Pemko Padang juga menyediakan anggaran untuk membangun sebuah kantor BKBN  disebelah lokasi parjir mobil kebakaran dengan menelan anggaran sekitar Rp. 200 juta" ujar Sekcam Bungtekab.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kebakaran Kota Padang Henfrizal di dampingi Sekretaris Syukral M. Si  mengatakan bahwa di kecamatan Bung Tekab itu sudah semestinya di tempati 2 unit mobil kebakaran  ditempatkan di kantor kecamatan. 

Hendrizal, 2 mobil kebakaran dari Pemko Padang ini, sebuah bentuk kepedulian dan perhatian khusus untuk warga Bungtekab, sebab bangunan rumah penduduk sudah banyak dan rapat lagi, bila ada musibah kebakaran helas mobil yang ada telah dapat bergerak, nenjelamg bantuan datang, sebut Hendrizal. 

"Kita berharap dalam dua  bulan kedepan  perkerjaan pembangunan parkir mobil Damkar segera di mulai agar masyarakat Bung Tekab senang hati menerimanya sebab, diidamkan selaman ini sudah terkabul dan jadi kenyataan" ungkap Kadis Damkar.

Sekanjutnya Kafril /Rejeb sebagai tokoh masyatakat Bung Tekab bersyukur  dan terima kasih kepada Pemko Padang telah memberikan  dua unit mobil kebakaran untuk kecamatan kami ini.

Semoga kedepannya, masyarakat Bung Tekab. akan lebih waspada terhadap terjadinya kebakaran, meminta sebelum tinggalkan rumah, hendaknya memeriksa sumber api, seperti kompor pastikan telah nati, begitu aliran listrik dipastikan kabel-kabelnya baik, sebab disetiap rumah kebanyakan ada sambungan pendek, Subut Jafri (tf/dn)

Penunjukan Plt ini hanya untuk mengisi kekosongan di Dinas PUPR Kota Padang sampai adanya Kadis PUPR yang defenitif,
IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Yenni Yuliza ditunjuk menjabat pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggantikan posisi dari Fatriarman Noer yang dikembalikan kepada Dinas PUPR Provinsi Sumbar. Penunjukan Yenny Yuliza sebagai Plt Kadis PUPR berdasarkan keputusan Wali Kota Padang Nomor 821.21/562/SK-BKPSDM/2019.

Serah terima berita acara penunjukan Plt Kadis PUPR dilaksanakan di ruang Sekda Balai Kota Aia Pacah Padang, yang diserahkan oleh Sekda Kota Padang Asnel kepada Plt Kadis PUPR dan disaksikan oleh Asisten Ekbang Kesra Hermen Peri, Asisten Adminstrasi Didi Aryadi, Kepala BKPSDM Habibul Fuadi, dan Kabid Mutasi Eka Putra,Kamis (31/1/19). 

Dikesempatan itu Sekda Kota Padang Asnel mengatakan Kepala Dinas PUPR Fatriarman Noer semenjak Tahun 2015 diminta untuk mengisi kekosongan di Dinas PUPR Kota Padang selama 2 Tahun. Karena peminjaman sudah habis masanya, maka Fatriarman Noer di tarik lagi ke Dinas PUPR Provinsi.

“Penunjukan Plt ini hanya untuk mengisi kekosongan di Dinas PUPR Kota Padang sampai adanya Kadis PUPR yang defenitif,”terang Asnel. 

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Yenni Yuliza yang ditunjuk sebagai Plt Kadis PUPR mengatakan selagi pimpinan mempercayakan tugas ini pasti kita laksanakan sesuai dengan tupoksi yang ada, agar proses kegiatan yang ada di PUPR tidak terhambat.

“Insya Allah tugas sebagai Plt ini akan saya laksanakan sesuai dengan tupoksi yang ada, disamping tugas sebagai DPRKPP,”tutur Yenni Yliza.(vn).

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Ir. H. Asnel M.Si akhiri masa tugas hari ini, Kamis 31 Januari 2019, mulai tanggal satu Februari 2019 telah memasuki masa pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Republik Indonesia  di Kota Padang dengan masa kerja lebih kurang 34 Tahun, telah mengabdikan diri untuk Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu, disampaikan Asnel, saat memgambil apel pagi dilingkungan Asisten III,  diikuti Asisten III Didi Aryadi, Kabag. Humas, Imral Fauzi, Kabag. Organisasi Sandra dan Kasubag, serta seluruh Staf dilingkungan Asisten III Kota Padang, Kamis (31/1).

Sekda Asnel dalam kata sambutan singkat dan padat, selalu mengingatkan ASN dilingkungan Pemko Padang untuk tegakan disiplin masuk kerja dan pulang kerja, harus dapat dijadikan tradisi bagi pribadi masing-masing ASN,  inilah yang paling diutamakan sebab saat ini cari kerja susah, sebutnya.

Sampai Asnel katakan dirinya sebagai ASN, untuk perbandingan, tak pernah mengajukan cuti selama beliau bertugas, tak pernah terlambat masuk kantor dan begitu juga pulang kantor  selalu lewat jam  pulang yang telah ditentukan Pemerintah.

Dihari libur,  bila tak ada kegiatan kantor, saya sebagai insinyur peternakan membersihkan kandang dan memberi makan ternak sapi yang saya pelihara itulah pekerjaam dan melepas hobby setiap harinya, ujar Asnel, jadi isi kehidupan yang positif dan mengasilkan bagi ASN yang telah pensiun.

Asnel juga buka rahasia bahwa kesuksesan beliau dalam bekerja dan menjadi pimpinan dibeberapa  SKPD dilingkungan Kota Padang, semua tak terlepas dari dukungan dan dorongan serta motivasi orang dipimpinnya, selalu menjaga hubungan silahturrahmi diantara sesamanya dengan baik tidak ada masalah dan persoalan yang tidak bisa diselesai dengan baik, ujarnya dengan menggunakan prinsip kekeluargaan dan saling memahami staf yang saya pimpin sebab kesuksesan saya selama ini tak terlepas dari orang yang saya pimpin, sebutnya.

Maka itu, pertamakali saya tegaskan seluruh staf yang saya pimpin harus tegakan disiplin bekerja terutama jam masuk kantor dan pulangnya, saling mengingatkan temannya yang tidak apel untuk apel pagi bersama dihari berikutnya.

Sebelum mengakhiri ucapan, Asnel diacara apel pagi bersama ASN dilingkungan Asisten III di Kantor Balaikota Padang, Beliau minta maaf bila ada salah dan janggalnya serta tak terlayani dengan baik, apa dimaafkan sebut Asnel, secara serentak yang ikut Apel, menjawab kami memafkan Pak Sekda.

Terima kasih banyak ujar Asnel, jaga selalu hubungan yang harmonis sebaik-baik sesama ASN, terutama bawahan dengan atasan, dengan bahasa yang sopan dan indah, begitu juga pimpinan seluruh SKPD dengan bawahan berkomunikasi dengan baik, tentu bahasa yang indah dan menyentuh bawahan untuk bekerja lebih keras dan ikhlas, semua hasilnya akan baik pula, ujar Asnel mengakhirinya. (tf)

IMPIANNEWS.COM (Kota Batu Malang,)

Bermain imbang 1-1 PSP Padang, masih mempunyai peluang yang cukup besar untuk melangkah ke babak 16 besar Piala Soeratin tahun 2019 yang dilaksanakan di Stadion Brantas Kota Batu-Malang.

Mampu unggul lebih dahulu melalui Tafdil Azravi, pada menit ke 15, PSP Padang semakin menggila dalam penguasaan bola, namun kelengahan lini belakang tim asuhan Herry Syarief, membuat salah seorang pemain Urakan FC Jakarta, dengan mulusnya melesatkan tendangan ke gawang tim Academy PSP Padang U-17, yang dikawal Fauzan Havis Muzaki, dan berbuah gol, kedudukan 1-1 bertahan sampai babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, anak-anak muda Kota Padang ini, semakin beringas, lebih dari 7 peluang terbuang sia-sia. 

Insiden yang tidak mengenakan terjadi kepada Alvito Arsya, setelah mendapatkan kartu kuning pertama, kembali mendapatkan kartu kuning kedua, dan alhasil wasit yang memimpin.pertandingan menghadiahkan kartu merah untuk sang kapten kesebelasan.

Bermain dengan kondisi 10 pemain, tidak menyurutkan tim Academy PSP Padang, melancarkan serangan, meski bermain minus satu orang, namun permainan anak-anak Padang ini, tidak bisa dibendung oleh anak-Jakarta.

Kelincahan Ravi, sang pencetak gol, semakin menggila, sehingga salah seorang pemain Urakan Jakarta, melakukan pelanggaran keras, dan wasit kembali mengeluarkan kartu merah, namun kali ini untuk anak-anak Jakarta. 

Bermain sama-sama 10 pemain, semakin menjadikan tim Jakarta menjadi bulan-bulanan anak muda Kota Padang ini, diperkirakan lebih dari 7 peluang emas, namun nasib yang menentukan bermain harus imbang.

Pelatih kepala tim PSP Padang U-17, Herry Syarief, kepada Sumbardetik.com, mengatakan, inilah perjuangan kalian yang sangat brilian, namun apapun hasilnya kita harus terima, dan kita masih menyisakan satu pertandingan lagi, dan pertandingan ini, harus kita menangkan.

Menejer Tim Academy PSP Padang U-17, Andri Satria, yang hadir langsung menyaksikan pertandingan, dengan mata berkaca-kaca mengatakan, inilah baru saya menyaksikan pertandingan yang sangat luar biasa, jujur hanya nasib yang membuat kita imbang 1-1, kalau permainan dan kelas anak-anak semua, saya rasa Diatas mereka, semoga pertandingan berikutnya kita bisa menang.

” Inilah baru saya melihat, anak-anak mampu menjadi raja di lapangan dan apalagi yang meraka hadapi tim juara di Jakarta, sekali lagi saya salut dan semoga menang di pertandingan berikutnya, terang Andri.

Sementara itu, Direktur Academy PSP Padang U-17, H.Agus Suardi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan, luar biasa, dan kalian tidak kalah kalian lah pemenanganya, namun diatas kertas kita imbang, tidak masalah masih ada satu pertandingan lagi, dan kalau ingin juara grup, maka kita harus menang.(ac/ytd)

IMPIANNEWS.COM (Jakarta). 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Yadrison mengikuti kegiatan Rakernas Satuan Polisi Pamong Praja  (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Dengan tema "Mendukung Pemilu 2019 di gelar di Hotel Mercure Convention Center Ancol  Jakarta. Rabu (30/01/2019).

Yadrison mengatakan, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Bapak Muldoko yang didampingi oleh Mendagri Bapak Cahyo Kumolo.

"Kegiatan berlangsung selama tiga hari yang dimulai kemaren Selasa, tanggal 29 hingga Kamis 31 Januari 2019 besok" katanya.

Dalam kegiatan Rakornas Kasat Pol PP se Indonesia tersebut, Yadrison mengatakan ada pesan yang disampaikan bapak Mendagri Cahyo Kumolo kepada kami.

"Beliau berpesan dan menegaskan Satpol PP harus netral, tidak boleh ikut sama sekali untuk berkampanye. Untuk menjelaskan program Pemerintah yang sudah berhasil itu boleh, malah wajib hukumnya. Namun untuk urusan kampanye ada rambu-rambunya," Ucap Yadrison.

Yadrison menegaskan, kalau dirinya akan menindak tegas terhadap anggotanya yang kedapatan ikut langsung dalam pelaksanaan kampanye Paslon.

"Tugas kita sudah jelas yakni menjaga Ketenteraman, Ketertiban dan Keamanan dalam penyelenggaraan Pemilu. Hal ini sejalan dengan Undang undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait penugasan Satlinmas dalam penanganan Ketenteraman, Ketertiban dan Keamanan Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Perda 11 Tahun 2005 tentang Tranribum. Jangan kita yang menegakkan tapi malah kita yang melanggar," tegasnya (vn)

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Diduga Sate daging babi ditemukan di Kawasan Simpang Haru, pemilik berikut dengan barang daganganya diamankan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Selasa. (29/01/2019) sore.

Diduga daging yang dijual pedagang sate tersebut merupakan daging babi. Saat diamankan, pemilik ataupun pedagang sate, mencoba menyembunyikan daging tersebut.

Namun, berkat kejelian petugas gabungan berhasil menemukan daging babi didalam got seputaran dapur pemilik sate yang berada didalam asrama TNI Simpang Haru.

"Kita amankan, setelah tim gabungan menyelidiki terkait daging yang dijual pedagang. Satu bulan lamanya, petugas memastikan daging tersebut," kata Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal.

Endrizal menambahkan, sebelumnya petugas mendapat laporan adanya dugaan pemilik sate yang dijual merupakan daging babi. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung berkoordinasi dengan dinas terkait.

"Kita sudah ambil samplenya. Hasilnya positif daging babi. Untuk itu, saat ini kita amankan dagangannya berikut pemilik dan pedagang," ujar Endrizal.

Berlanjut, ‎setelah pengintaian dilakukan, sesuai dengan standar operasional (SOP), pihaknya harus mendapatkan tanda tangan dari pemilik ataupun pedagang sate.

"Saat kita periksa langsung ke tempat masak sate tersebut, kita menemukan puluhan tusuk sate dibenamkan didalam got dapurnya. Untuk barang bukti yang diamankan tersebut kita titip di Mako Satpol PP Padang. Sementara untuk pemilik maupun pedagang akan kita mintai keterangan di kantor," katanya.

Kasat Pol PP Yadrison, membenarkan kejadian tersebut, sebanyak 30 orang anggotanya diturunkan untuk ikut bersama Dinas Perdagangan dan tim Gabungan TNI, Polri dalam melaksanakan penertiban terhadap pemilik sate.

"Ratusan tusuk sate yang diduga daging babi tersebut kita serahkan ke BPOM, untuk Gerobat beserta tendaya kita amankan terlebih dahulu ke Mako dan untuk orangnya sementara kita serahkan ke dinas Perdagangan untuk pengembangan lebih lanjut" Kata Yadrion 

Hingga berita ini diturunkan, pedagang sate masih berada di Dinas Perdagangan untuk pengembangan dan diperiksa secara intensif. (tb/vn)

IMPIANNEWS.COM
Jakarta, --- Presiden Joko Widodo menerima kedatangan pebulu tangkis Indonesia yang sarat prestasi, Liliyana Natsir, di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa pagi, 29 Januari 2019. Atlet yang akrab disapa Butet itu mengakhiri karirnya dari dunia bulu tangkis setelah menjalani pertandingan babak final turnamen Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Minggu (27/1/2019).

"Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir (Butet). Bukan hanya negara kita, tapi dunia juga akan kehilangan sosok seperti Butet ini," kata Presiden mengomentari pensiunnya Liliyana Natsir.

Meski demikian, Presiden yakin bahwa para atlet bulu tangkis lainnya yang lebih muda mampu mengikuti jejak yang telah ditorehkan Butet. Deretan prestasi seperti medali emas Olimpiade 2016 hingga All England 2012-2014 dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi para atlet-atlet muda lainnya yang datang berprestasi di kemudian hari.

"Saya kira inilah yang harus dijadikan inspirasi, nilai-nilai sebuah prestasi, bagi pemain-pemain bulu tangkis yang masih junior, yang muda-muda, untuk bisa berprestasi seperti Liliyana Natsir," tuturnya.

Butet yang datang mengenakan kemeja putih berbalut jaket merah dengan tulisan "Tim Indonesia" diterima Presiden pada pukul 09.40 WIB. Butet hadir didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sementara Presiden sendiri didampingi Oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Selepas pertemuan, Butet menjelaskan bahwa kehadirannya untuk menyampaikan secara langsung kabar pensiun dirinya sebagai atlet bulu tangkis. Ia sekaligus menyatakan kesiapannya apabila dibutuhkan untuk memacu prestasi para atlet-atlet muda Indonesia lainnya.

"Iya, berpamitan dan mohon arahan dari Pak Jokowi. Setelah ini mungkin jika saya dibutuhkan untuk membantu memotivasi adik-adik saya siap untuk ke sana," ucapnya.

Kepala Negara, yang mengungkapkan pembicaraan dalam pertemuan keduanya, meminta Butet untuk tetap hadir dalam proses pengembangan prestasi kolega-koleganya baik itu di tingkat nasional maupun pengembangan bibit-bibit atlet di daerah.

"Ini sebentar lagi Butet kan menjadi ASN, tapi tetap yang saya titipkan agar bisa memotivasi ke seluruh klub-klub yang ada di daerah-daerah. Semua diberi motivasi apa yang harus dikerjakan dalam meraih sebuah prestasi seperti yang sudah didapat oleh Liliyana," kata Presiden.

Liliyana sendiri berharap agar ke depannya prestasi yang telah diraihnya selama ini dapat diulangi oleh para penerusnya. Secara khusus, ia menitipkan pesan kepada para atlet muda bulu tangkis yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2020 mendatang untuk dapat mempertahankan tradisi emas Indonesia.

"Semoga prestasi-prestasi saya bisa memotivasi adik-adik untuk lebih berprestasi untuk membawa nama bangsa dan negara Indonesia di kancah internasional. Yang paling penting adalah di Olimpiade 2020, semoga tradisi medali emas tetap diteruskan," ujarnya.(ul)


Jakarta, 29 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

IMPIANNEWS.COM
Jakarta, --- Presiden Joko Widodo meminta kesiapan TNI dan Polri untuk merespons perubahan global yang sangat cepat. Kesiapan tersebut sangat diperlukan untuk mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depannya.

Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pada Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 29 Januari 2019.

"Saya ingin mengingatkan bahwa dunia ini berubah. Lanskap politik dunia berubah. Lanskap global ekonomi juga berubah. Lanskap sosial global juga berubah sehingga kita harus merespons secara cepat perubahan-perubahan yang ada baik di bidang ekonomi, politik, atau sosial," ujarnya.

Rapim tersebut dihadiri oleh para perwira tinggi TNI dan Polri yang aktif. Selain itu, beberapa mantan Panglima TNI dan mantan Kapolri juga tampak dalam acara itu.

Selepas acara, Kepala Negara menjelaskan bahwa momentum revolusi industri keempat yang tengah berlangsung harus benar-benar direspons. Ia mendorong TNI maupun Polri untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan menerapkannya untuk kebutuhan organisasi.

"Mungkin dengan lebih menggiatkan lagi riset-riset untuk alutsista kita. Kemudian tadi saya berikan contoh misalnya penggunaan _virtual reality_, _artificial intelligence_, kemudian 3D _printing_ yang negara-negara lain sudah mulai kembangkan di sisi kemiliteran," ucapnya.

Dalam Rapim TNI-Polri kali ini, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa politik yang dijalankan TNI dan Polri ialah politik negara. Maka itu TNI dan Polri harus menjaga netralitas sekaligus memberikan rasa aman dan mewujudkan situasi yang kondusif menjelang Pilpres 2019.

"Politik TNI dan Polri adalah politik negara sehingga netralitas itu perlu sekali dijaga dan yang paling penting adalah lancarnya Pemilu, kondusivitas situasi, dan kondisi yang damai. Itu akan terjadi apabila TNI dan Polri ini solid, bersinergi bersama-sama menjaga ketertiban," tuturnya.

Restrukturisasi TNI

Dalam rapim tersebut, Presiden juga memastikan akan adanya 60 jabatan baru di institusi TNI yang akan diisi para perwira tinggi (pati). Sejumlah jabatan baru itu merupakan bagian dari restrukturisasi di tubuh TNI.

"Akan ada jabatan untuk pati baru sebanyak 60 ruang. Nanti bisa diisi dari kolonel untuk naik ke jabatan bintang," ujarnya.

Selain itu, Kepala Negara juga akan melakukan revisi terhadap aturan usia pensiun para prajurit TNI setingkat Tamtama dan Bintara hingga menjadi 58 tahun. Sebelumnya, para prajurit TNI harus menjalani pensiun di usia 53 tahun. Ketentuan mengenai hal itu telah diatur sebelumnya dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

"Saya perintahkan juga kepada Kementerian Hukum dan HAM dan Panglima TNI untuk merevisi pensiun Tamtama dan Bintara yang sebelumnya 53 ke 58 (tahun). Tapi ini merevisi Undang-Undang," ucap Presiden.

"Kalau umur 53 tahun ini masih segar-segarnya, masih produktif-produktifnya, kok sudah dipensiun. Polri kan sudah 58 tahun," imbuhnya menjelaskan.(ul)


Jakarta, 29 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

IMPIANNEWS.COM
Jakarta, --- Pada Selasa, 29 Januari 2019, Presiden Joko Widodo membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri tahun 2019 yang diikuti oleh 198 perwira tinggi TNI dan 170 perwira tinggi Polri. Berbeda dengan yang sudah-sudah, Rapim kali ini dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta.

"Ini mungkin rapim pertama yang diadakan di Istana. Bukan apa-apa, tapi memang saya ingin rapim ini sekali-kali kita lakukan di sini dan enggak ada salahnya," ujar Presiden mengawali sambutan.

Tak hanya itu, rapim kali ini turut menghadirkan sejumlah mantan Panglima TNI dan mantan Kapolri.

Mereka yang hadir adalah Try Sutrisno, Wiranto, Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Moeldoko, dan Gatot Nurmantyo sebagai mantan Panglima TNI. Ada juga sejumlah mantan Kapolri yang hadir, yakni Roesmanhadi, Roesdihardjo, Bimantoro, Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri, Timur Pradopo, dan Badrodin Haiti.

Selepas rapim, Kepala Negara bersama seluruh peserta rapim dan mantan Panglima TNI, serta mantan Kapolri berfoto bersama di tangga Istana Merdeka, Jakarta.

Setelahnya, Presiden didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung bersama para mantan Panglima TNI dan mantan Kapolri mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta. Selama kurang lebih 30 menit Presiden berbincang santai sambil sesekali diselingi suara tawa dan canda.

Setelah berbincang, Presiden bertemu wartawan untuk memberikan keterangan pers didampingi para manutan Panglima TNI dan mantan Kapolri.(ul)


Jakarta, 29 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menyambut baik dan mengapresiasi dilakukannya kegiatan peresmian bedah rumah tidak layak huni bagi 4 keluarga Purnawirawan TNI AL oleh Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Lantamal II Padang dan Yayasan Sosial Bhumyamca (Yasbhum).

Bantuan rehab rumah tidak layak huni itu diresmikan oleh Ketua PPAL Lantamal II Padang Kolonel Mar (Purn) Tasnimi Raza yang dipusatkan di salah satu rumah yang dibedah jl. Air Camar No.51 Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Selasa (29/1).

Dikesempatan itu juga hadir Wadanlantamal II Padang Kolonel Marinir Lasmono, Pengurus Bidang Kesejahteraan Sosial Yasbhum serta pengurus PPAL dan keluarga penerima bedah rumah.

“Atas nama Pemko Padang, kita tentu berterima kasih dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya bantuan rehab rumah tidak layak huni bagi para keluarga purnawirawan TNI AL ini. Program ini juga sejalan dengan program kita di Pemko Padang yang menargetkan rehab 1000 rumah tidak layak huni bagi warga Kota Padang per tahunnya,” ucap Mahyeldi.

Ia melanjutkan, menurutnya program dari PPAL Lantamal II Padang yang didukung Yasbhum memang tepat dilakukan dan diselaraskan dengan program Pemko Padang. Diharapkan tidak saja menyasar bagi warga keluarga purnawirawan TNI, namun juga bagi siapa saja warga masyarakat Kota Padang yang membutuhkan.

“Semoga program ini terus berlanjut dan berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga terus membantu rehab rumah-rumah warga yang tak layak huni di kota ini,” harap wako didampingi Kepala DPRKPP Yenni Yuliza.

Ketua PPAL Lantamal II Padang Kolonel Mar Purnawirawan Tasnimi Raza menyampaikan, program bedah rumah untuk purnawirawan ini merupakan bantuan Yasbhum. Sebagaimana Yasbhum bertugas membantu pemimpin Angkatan Laut khususnya di bidang sosial dan kemanusiaan guna meningkatkan kesejahteraan prajurit dan pegawai negeri sipil  maupun keluarga baik yang masih aktif maupun yang sudah memasuki masa pensiun.

”Oleh karena itu Yasbhum di awal 2019 ini melaksanakan bedah rumah sebanyak 4 unit bagi keluarga purnawirawan di Padang. Sebagaimana kita pusatkan di jalan Air Camar ini,” ucapnya

Sementara itu Wadanlantamal II Padang Kolonel Marinir Lasmono mengaku bersyukur dan memberikan apresiasi kepada Yayasan Bhumyamca yang telah membantu dan hal ini sejalan dengan program Lantamal II.

“Kegiatan ini,  merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berkala dan suatu bukti kepedulian terhadap purnawiraan TNI AL.Kita tentu berharap, rumah ini dirawat dan dijaga kebersihannya, sehingga merasa nyaman untuk di tempati," imbaunya. (dv)


Agus Suardi yang akrab disapa Abien mengatakan, kunjungan ke KONI Kota Batu bertepatan dengan momen pelaksanaan Piala Soeratin 2019
IMPIANNEWS.COM (Kota Batu). 
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Sumatera Barat dan KONI Kota Batu, Jawa Timur, sama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan prestasi olahraga di daerah masing-masing. Hal ini diungkapkan Ketua Umum KONI dari kedua daerah tersebut saat kunjungan KONI Kota Padang di Sekretariat KONI Kota Batu, Selasa (29/1/2019).

Ketua KONI Kota Padang Agus Suardi mengatakan, meningkatkan prestasi olahraga memang sudah menjadi komitmen KONI sebagai wadah induk dari organisasi seluruh cabang olahraga. "Sejauh mana upaya yang dilakukan akan sebanding dengan hasil prestasi yang diraih. Kuncinya adalah keseriusan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus Suardi yang akrab disapa Abien mengatakan, kunjungan ke KONI Kota Batu bertepatan dengan momen pelaksanaan Piala Soeratin 2019 yang putarannya berlangsung di kota berhawa sejuk tersebut. PSP Padang mewakili Sumatera Barat ke ajang kompeteisi sepak bola usia muda itu.

Menurut Abien, kunjungan itu juga dimaksudkan untuk melakukan studi banding, karena ada inovasi dari KONI setempat yang bisa dijadikan rujukan dalam pengembangan olahraga di Kota Padang. Salah satu inovasi tersebut adalah terbentuknya koordinator olahraga kecamatan atau Korcam sebagai langkah mempermudah koordinasi dari setiap cabang olah raga terutama dalam pelaksanaan event.

"Adanya suatu inovasi yang bagus dari KONI Kota Batu mungkin bisa kita lakukan juga di Padang. Misalnya saja pembentukan Korcam. Tentunya ini kita pelajari dulu," katanya.

Abien menyebut, kegiatan olahraga di Kota Padang saat ini cukup bergairah. Hal itu didorong oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah  yang sangat mencintai olahraga.

"Olahraga di Padang cukup bergairah, karena walikota, Pak Mahyeldi mencintai olahraga," sebutnya. 

Agus Suardi dan rombongan disambut Ketua Umum KONI Kota Batu, Mahfud didampingi pengurus lainnya. Hadir juga Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Batu, Mawardi.

Mahfud mengaku gembira atas kunjungan rombongan KONI Kota Padang. Ia juga mengapresiasi rombongan KONI Padang yang mau mengambil pelajaran dari KONI Kota Batu yang relatif baru dan berada di daerah yang masih muda.

"Kami gembira rombongan KONI Padang telah datang kemari, meskipun kami ada di kota kecil dan relatif baru," ujar Mahfud.

Lebih lanjut dikatakan, di Kota Batu baru ada 29 cabang olahraga yang efektif terbentuk dan mengikuti pertandingkan dalam ajang Porkota dan Porprov. Tapi ada cabor yang jadi primadona yang menghasilkan atlet-atlet mendunia, yaitu cabor paralayang dan cabor sepeda nomor "down hill".

"Meskipun masih punya cabor 25, namun ada beberapa cabor yang sudah berprestasi nasional dan internasional," katanya.

Setelah berbagi pengalaman dan saling mengulik kiat pengembangan olahraga, pertemuan ditutup dengan bertukar cendramata dan diakhiri dengan makan siang bersama.(ZTD)

Bhayangkari Daerah Riau dan Ketua Bhayangkari Cabang Siak saat berfose bersama
IMPIANNEWS.COM (Siak). 

Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ny Fabiola Widodo yang didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ny Sinta Wahyu Widada beserta rombongan berkunszjung ke Pengurus Bhayangkari Cabang Siak, Senin, (28/01/ 2019). Kehadiran kunjungan kerja tersebut disambut langsung Kapolres Siak AKBP Ahmad David SIK dan Ketua Bhayangkari Cabang Siak Ny Siska Ahmad David, Waka Polres Siak Kompol Abdullah Hariri serta Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Siak Ny Donna Hariri

Dari amatan awak media, saat kehadiran Ketua Bhayangkari Daerah Riau beserta rombongan ke Mako Polres Siak langsung mendapatkan sambutan hangat oleh Keluarga Besar Bhayangkari Cabang Siak serta diiringi dengan sambutan tari selamat datang.

Adapun serangkaian kegiatan kunjungan kerja Ketua Bhayangkari Daerah Riau dan rombongan. Selain silaturahmi dengan Keluarga Besar Bhayangkari Cabang Siak, Ketua Bhayangkari Daerah Riau tersebut juga melaksanakan Sholat berjamaah bersama, Pemeriksaan buku, Cek Tanaman Hidroponik serta Cek kreasi Anggota Bhayangkari Cabang Siak.

Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ny Fabiola Widodo mengatakan," Kehadiran saya selaku Ketua Bhayangkari Daerah Riau beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerja tahun 2019. Terutamanya silaturahmi bersama seluruh anggota Bhayangkari Cabang Siak," ucapnya.

Adapun dari pantauan dilapangan, Ketua Bhayangkari Daerah Riau sengat mengapresiasi atas kinerja Ketua Bhayangkari Cabang Siak beserta anggota, karena telah mampu memperlihatkan berbagai kerajinan tangan yang telah di hasilkan Bhayangkari Cabang Siak

" Alhamdulillah, saya bangga sekali melihat Ketua Bhayangkari Cabang Siak dan anggota telah melakukan berbagai kegiatan, salah satu contoh membuat berbagai cendra mata, dan tentunya ini akan terus kita dorong agar, bisa membantu ekonomi keluarga," tuturnya.

Berbagai hasil karya ditampilkan Bhayangkari Cabang Siak, mulai dari hasil karya sulam, cendra mata dan lainnya. Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Siak Siska Ahmad David mengucapkan selamat datang kepada Ketua Bhayangkari Daerah Riau dan rombongan. 

" Kita mengucapkan Selamat Datang kepada ketua Bhayangkari Daerah Riau dan Rombongan, Alhamdulillah yang kita agendakan selaku tuan rumah berjalan lancar.Tentunya Dengan kehadiran Ketua Bhayangkari Daerah Riau di Siak dalam kunjungan kerja perdana di Tahun 2019 ini bisa  membawa Bhayangkari Cabang Siak menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.(ul)


 IMPIANNEWS.COM (Tanah Datar).

Wisata religi adalah wisata yang bertujuan untuk memperkaya wawasan keagamaan dan memperdalam rasa spiritual. Ini kesimpulan yang bisa disepakatai terkait pengertian wisata religi. 

Adapun asal usul dari wisata religi, entah siapa yang membuat dan  mempopulerkan. Namun yang jelas, belakangan ini wisata religi menjadi tren baru yang digandrungi banyak orang. 

Secara tiba-tiba istilah “wisata religi” menjadi semacam kesepakatan yang tak terkatakan. Namun diakui berbagai kalangan, mulai dari para penyedia armada wisata, pengelola kawasan ziarah wali, tokoh-tokoh masyarakat, dan masyarakat umum, baik pedesaan maupun perkotaan, mengakui bahwa wisata religi itu punya daya tarik tersendiri.

Potensi Wisata Religi Darul Ulum.

Ponpes Darul Ulum Padang Magek memiliki sejumlah situs ziarah, yang mampu memperkuat wisata religi di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Hal ini bisa dilihat melalui sejumlah agenda peribadatan rutin tahunan maupun yang bersifat khusus, memiliki nilai  tersendiri, yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain.

Seperti terlihat di sekitar pondok ini, ada makam para wali atau orang keramat: makam Ungku Alirumin di tampat koto, makam Ungku Ibrahim di tampat ateh duyan, makam Ungku Angin di tampat surau baru, makam Ungku Nuwar di tampat ateh duyan yang belakangan ramai dikunjungi peziarah. Semua tempat ini bisa ditempuh dalam waktu 15 menit jalan kaki.

Sementara itu, dalam pengembangan konsep wisata religi Pondok Pesantren Darul Ulum, nantinya akan melibatkan  para kiai dan santri yang siap membantu masyarakat mendalami ilmu Al-Qur'an, hadits, tafsir, filsafat, dan lain sebagainya. 

Kini Pesantren Darul Ulum telah mempersiapkan takhasus atau kelas-kelas khusus untuk belajar agama. Dalam hal ini  pelajaran dan kedisiplinan pesantren pun turut diperketat. Semua itu dipersiapkan untuk melayani wisatawan religi yang akan berkunjung.

Wisata religi di Ponpes Darul Ulum ini  juga memiliki beberapa alternatif waktu kunjungan, antara lain malam Rabu berbentuk zikir bersama, malam Jum'at wirid yasinan dan malam Ahad muhadarah santri.

Bagi masyarakat yang ingin belajar lebih dalam tentang ilmu keagamaan  bisa mondok (bermukim) di pesantren. Termasuk yang mendalami ilmu tasauf (tarekat syatariah) ditentukan saatnya dengan kesepakatan.

Berkunjunglah ke Darul Ulum.

Sebagai lokasi wisata religi di Tanah Datar, untuk mengunjungi  Ponpes Darul Ulum, Padang Magek, tidaklah sulit. Jalanan pun bagus dan mulus.  Jika kita dari Padang Panjang ambil jalan arah ke Batusangkar. Nanti sampai di Simpang Manunggal Lima Kaum, ambil jalur kanan.

Setelah itu ada simpang empat, ambil lagi ke kanan. Terus saja. Nanti tiba di Pasar Rambatan ada simpang tiga. Ambil lagi ke kanan menuju Guguk Gadang, Padang Magek. Jumpa simpang empat, ambil kanan lagi. Di sinilah Darul Ulum berada.

Sepanjang jalan tadi pengunjung akan menikmati pemandangan alam yang indah. Mulai dari penurunan  Batipuh ke Kubu Kerambil. Pendakian ke Nagari Sabu, Sikaladi sampai Pariangan desa terindah di dunia. Turun lagi ke Simabur, Sawah Tangah hingga Cubadak, Supanjang. 

Sepanjang jalan pemandangan menyejukan mata. Mata pengunjung akan dimanjakan lagi dengan pemandangan sawah yang luas bertumpak tumpak ketika melintas Lima Kaum ke Rambatan terus ke Padang Magek.

Jika pengunjung datang dari arah Solok atau pun dari Padang Panjang memilih jalan Ombilin, maka terus saja jalan arah ke Batusangkar. Nanti di puncak pendakian ada simpang empat, yang disebut Simpang Gobah, Padang Magek, ambil jalan ke kiri, terus saja sampai ke Guguk Gadang Padang Magek.

Sampai di Darul Ulum, wisatawan bisa beruduk dan shalat. Bisa juga ikut mendengarkan,  melihat kegiatan anak santri yang sedang mengaji. Semua ini dilalui sambil menjalin silaturrahmi, dengan niat ibadah. Jadilah liburan sambil beribadah. Dunia dapat, akhirat diraih.

Ditopang Kawasan Agro.

Pada lokasi Ponpes Darul Ulum, Padang Magek, ada pemandangan alam yang menarik. Petak petak sawah berjenjang hingga ke pinggang Gunung Marapi. 

Terlihat juga tali temali bukit yang berjajar, yang disebut bukit panjang.  Udara di sini terasa sejuk dari angin lepas di pelataran sawah yang luas.

Selain itu, pengunjung  juga bisa mendengar gemercik air dari tali bandar tepi sawah. Seirama dengan alunan tafsir kitab kuning yang dibaca santri setiap pagi dan petang.

Bila berkunjung ke sini  inshaa Allah hati akan tentram. Sembari berziarah ke makam tampat koto, dan tampat ateh duyan.

Sarana pendukung lainnya.

Ada Surau Lawik. Sebenarnya bangunan ini bukan surau. Melainkan lokal belajar santri yang terdiri dua lokal. Tersebab lokal ini juga digunakan untuk tempat tidur  santri (asrama), maka para santri menyebutnya surau. 

Letaknya arah ke barat di pinggiran sawah, para santri menyebutnya surau lawik. Surau arah ke laut. Meskipun laut sangat jauh dari situ.

Di halaman surau lawik,  ada lapangan bola kaki mini. Santri tiap sore main bola di sini dengan riang gembira.

Surau Belok. Menuju ke surau yang satu ini, berbelok ke kanan sebelum  sampai di halaman Gedung Utama Ponpes Darul Ulum. Karena itu sejak dahulu surau ini disebut surau belok.

Terbuat dari tiang kayu, lantai papan, dinding papan. Surau ini didirikan oleh kaum keluarga H. Marjohan Sutan Mantari, kira kira tahun 1960-an. Hingga kini masih berdiri kokoh. 

Santri laki laki Darul Ulum menghuni surau ini sekitar dua puluh orang. Mereka bersempit sempit. Malah ada satu ruangan, yang atapnya dilapisi terpal, agar hujan tidak masuk. Namun para santri tetap semangat. 

Mereka anggap, itulah salah satu perjuangan menuntut ilmu. Rela bersusah susah. Demi berharap ilmu yang berkah. 

Surau  Peto. Dalam komplek Pesantren Darul Ulum, Padang Magek,  ada satu surau bernama surau murai. Dahulunya surau ini dibuat oleh Gaek Malin Saidi. Ketika membuat surau ini Malin Saidi masih muda di tahun 1950-an. 

Masa itu surau murai terbuat dari tiang kayu, lantai papan, dinding anyaman bambu berupa sasak dan tadir. Setelah Malin Saidi meninggal, surau ini diwarisi adiknya Peto Kamat.

Tahun 2018, surau murai dibuat baru oleh kemanakan Malin Saidi. Ukurannya sama: besar, tingginya persis sama. Hanya bentuk atapnya berbeda. Dahulu itu gonjong dua. Kini pakai kubah petak. Kini santri menyebutnya surau peto.

Surau peto  ini dipersembahkan oleh kemanakan Malin Saidi untuk asrama Santri Pria Ponpes Darul Ulum. 

Surau Baru. Surau baru ada dua buah. Kedua surau ini namanya surau baru sejak dibuat oleh pemiliknya. Dibuat sekitar tahun 1940. Surau baru ateh (kini catnya merah jambu) didirikan kaum H.Jakfa dan H. Mustafa. Keduanya kakak adik. Surau baru bawah (kini cat hijau), didirikan kaum Datuk Cumano. 

Surau baru bawah tempat pertama kali, Tk.Salim Malin Kuning mulai mengajar kitab kuning dengan empat orang muridnya di tahun 1942.

Kedua surau ini masih berdiri kokoh. Tiangnya masih tangguh. Kayunya kayu pilihan. Hingga kini menjadi asrama santri laki laki Ponpes Darul Ulum Padang Magek.

Bisa tidur dan mengaji di surau ini, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi santri. Ungku Jakfar memilih tempat mengajar di surau baru bawah. Sebab, di situ dulu Tk. Salim Malin Kuning mulai mengajar 1942 dan sampai akhir hayatnya 1987.

Tampat Koto. Tampat koto merupakan tempat berkuburnya, Buya Alirumin. Konon beliau berasal dari daerah Siak Sri Indrapura, Riau. Bersama pengikutnya, beliau datang ke Nagari Padang Magek, mengembangkan agama Islam sekitar tahun 1700-an. 

Beliau mengajar, mendidik anak anak Nagari Padang  Magek supaya pandai ilmu agama. Terutama membaca kitab suci Al-Qur'an.

Tampat beliau ini, silih berganti dikunjungi anak nagari, untuk melepas hajat, berdo'a dan memperingati hari besar Islam sejak dahulu.

Ini semua dilakukan mengingat jasa beliau yang telah menghabiskan hari hari kehidupannya mengajarkan ilmu Agama Islam kepada anak nagari.

Tersebut masyarakat Padang Magek, teguh memegang  Islam, semua ini berhulu dari jasa beliau mengajari anak nagari seperti itu.

Tampat ateh duyan. Pada lokasi ini Ungku Ibrahin yang dulu tahun 1800-an, pernah tinggal berdiam di suraunya yang sudah tidak ada lagi.  Beliau masa itu kabarnya juga mengajar murid murid mengaji kitab kuning. Santrinya berasal dari berbagai daerah, bahkan  ada yang dari Teluk Kuantan, Riau. Suraunya disebut Surau Lurah. Kini yang tinggal hanya jejak dari perguruannya itu. Makam Ungku Ibrahim masih terawat hingga kini. Santri Darul Ulum sering juga berkunjung ke makam itu pada waktu waktu tertntu. Santri merasakan ada kesejukan bila berada di sekitar makam yang ditumbuhi rimbunnya dedaunan.

Makan Ungku Nuar. Tidak jauh dari makam Ungku Ibrahim, ada juga Makam Ungku Nuwar. Nama lengkap beliau adalah Tuanku Anwar Sutan Marajo. Akrab dipanggil Ungku Nuar. Beliau lahir 1967 dan meninggal dunia 20014. Semasa hidupnya beliau kecil hingga tamat Skolah Dasar di Padang Sago, Padang Pariaman. Sekitar umur 13 tahun berguru kepada Tuangku Salim Malin Kuning yang akrab dipanggil Ungku Malin Kuniang. Ungku Nuar mengaji dengan Ungku Malin Kuning di Surau Baru (Ponpes Darul Ulum sekarang), tahun 1981 sampai 1987. Menjelang Ungku Malin Kuning meninggal kelanjutan belajar dan mengajar di surau baru, beliau percayakan kepada Ungku Nuar.

Pada tahun 1994 Ungku Nuar diperkuat oleh Ungku Jakfar Malin Mudo bersama istri beliau Ummi Ar. Mulai dari murid puluhan orang masa itu. Alhamdulillah berkembang terus. Sampai sekarang Ponpes Darul Ulum Padang Magek disertai  murid lebih kuran 300 orang.

Tampat Ungku Angin. Makam Ungku Angin, tidak jauh dari Makam Ungku Alirumin di Tampat Koto. Ungku Angin bernama Dura. Masyarakat memanggil beliau Ungku Angin karena jalannya sangat cepat. Seakan terbang bersama angin. Beliau diperkirakan lahir 1910 dan meninggal 1999. Selama hidupnya beliau banyak mendalami ilmu agama tasauf. Tarekat Syatariyah digelutinya hingga mendalam. Murid muridnya berkembang ke Padang Pariaman dan Aripan Solok.

Lapau makanan dan minuman. Sekitar Pesantren Darul Ulum ada beberapa warung makanan. Seperti warung si Las, warung Nua Manjang, warung Suweh, warung si Cen dan warung si Yul. Semua warung menyediakan makanan nasi, ketupat, mie instan dan kue kue. Begitu juga minuman teh mais, kopi dan lain lain.

Kesimpulan.

Kawasan wisata religi Pondok Pesantren Darul Ulum, ini masih asli. Belum ada sentuhan modernisasi. Tidak ada restoran ataupun tempat foto selfi. Di sini  juga tidak ada buah segar yang bisa dipetik. Tapi bila  berkunjung ke Ponpes Darul Ulum Padang Magek, pengunjung akan merasakan sesuatu yang beda. 

Pengunjung bisa lihat sekitar 300 orang berkelompok kelompok dari anak anak santri yang duduk melingkar, mereka membaca kitab bersama guru mereka di suraunya masing masing. Pengunjung  bisa dengar dan menyaksikan bahkan mengukuti, mendengar, mereka dari dekat pada jam belajar di suraunya masing masing itu. Tentu pula akan merasakan kesejukan di hati. 

Pengunjung  tidak sedang mendengar tausiah ustadz di mimbar. Tidak sedang mendengar ahli pidato di panggung. Tapi terbawa dalam suasana menuntut ilmu. 

Pengunjung bakal merasakan sejuknya batin ketika pahala mengalir ke relung kehidupan. Inilah salah satu penawar gelisah jiwa yang juga akan  menguatkan raga.

Berkunjunglah ke Ponpes Darul Ulum di Jorong Guguak Gadang, Padang Magek, Rambatan, Tanahdatar, Sumbar. Nikmatilah wisata religius ini bersama keluarga. Bila waktu shalat tiba kita semua berjamaah menunaikannya. Selamat menikmati. (A.S)

IMPIANNEWS.COM (Pasaman). 

Bersama Bupati Pasaman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Dedi Wandra mewisuda sebanyak 480 hafidz Al quran di Tigo Nagari baru-baru ini (28/1).

Informasi didapat, hafidz dan hafidzah itu mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga jenjang pendidikan menengah pertama (SMP) se Kabupaten Pasaman.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan telah melangsungkan musabaqah atau gebyar hafidz tingkat kabupaten di Tigo Nagari ini yang diikuti peserta didik mulai tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari 12 kecamatan.

Sembari mengapresiasi Bupati Yusuf Lubis menilai mereka merupakan generasi-generasi penerus dan pewujud visi pemerintah daerah yakni masyarakat Pasaman nan agamis.

Kepala daerah itu sangat berbesar hati, dan menjadikannya penting dengan berupaya selalu menganggarkan untuk seluruh program-program pendukung pembangunan serta visi pemerintah daerah dari bidang agama dan keagamaan seperti halnya ini.

Senada, Dedi Wandra mengatakan bangga dengan lahirnya peserta didik di ranah ini yang mampu menghafal al Quran yang diharapkan berdampak terhadap prilakunya. Dan akan mampu mengimplementasikan nilai-nilai al Quran tersebut di kehidupan sehari-harinya.

Lanjutnya, Pemerintah daerah bersama Kankemenag akan terus memprogramkan pembinaan-pembinaan hafidz al Quran ini melalui lembaga pendidikan sekolah maupun madrasah, agar terus ada generasi-generasi pecinta dan penghafal kitab suci sebagai petunjuk hidup manusia itu.(suf78)

IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Diawal tahun 2019 ini, kembali prestasi gemilang ditorehkan Pemerintah Kota Bukittinggi dengan diterimanya penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) berupa hasil evaluasi Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2018 dengan predikat nilai “ BB ” atau kategori Sangat Baik.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin kepada Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias pada acara SAKIP Award 2018 bertemakan “Making Change, Making History” yang bertempat di Trans Hotel Bandung, Senin (28/1).

SAKIP dimandatkan melalui Undang-Undang nomor 47 / 2003 tentang Keuangan Negara dan secara eksplisit dilaksanakan melalui Peraturan Pemerintah  nomor 8 / 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Sistem itu lebih dikuatkan lagi melalui  Perpres nomor 29 / 2014 tentang SAKIP.

Melalui SAKIP, paradigma kinerja pemerintahan diubah, bukan lagi sekedar melaksanakan program kegiatan yang dianggarkan, tetapi melakukan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai sasaran itu. SAKIP juga memastikan bahwa anggaran hanya digunakan untuk membiayai program / kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan. 

Selain itu, SAKIP juga memastikan penghematan anggaran melalui dihapusnya kegiatan yang tidak penting, yang tidak mendukung kinerja instansi pemerintah.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil evaluasi akuntabilitas dan kinerja tahun 2018 Kota Bukittinggi mendapat predikat BB atau Sangat Baik”, kata Walikota Ramlan.

Menurut Walikota, pada tahun 2016 nilai SAKIP Kota Bukittinggi berada pada posisi CC, dan pada tahun 2017 naik menjadi B, kemudian kami bertekad untuk memperbaiki nilai tersebut dengan melakukan konsultasi, mendatangkan fasilitiator dari Kementerian PAN RB dan melakukan perbaikan disana - sini serta dengan memperbaiki kinerja SKPD, dengan kerja keras yang dilakukan tersebut nilai SAKIP tahun 2018 dapat ditingkatkan menjadi BB,  ujarnya.

Walikota juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemko Bukittinggi, adanya peningkatan penilaian SAKIP yang berarti juga menunjukkan peningkatan kinerja di jajaran Pemerintah Daerah.

Dijelaskan, semua SKPD tidak lagi hanya berorientasi proyek, tetapi harus berorientasi kepada hasil dan manfaat kepada masyarakat. Atas pencapaian tersebut kedepan penerapan konsep efisiensi dalam pemerintahan harus terus dilakukan secara sistematik. Supaya prinsip efisiensi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai amanat peraturan perundang – undangan.

Ramlan menambahkan, dengan mendapatkan predikat BB ini Kota Bukittinggi tentunya nanti akan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID), hal ini kiranya juga akan dapat memotivasi seluruh Aparatur Sipil Negara pada Pemko Bukittinggi untuk adaptif pada perubahan, untuk selalu bekerja keras, inovatif dan kreatif.   Dengan mendapat predikat BB ini harus menjadi motivasi Pemko Bukittnggi untuk mendapatkan predikat yang lebih baik lagi.

“tahun depan target kita adalah A yang berarti ukurannya tidak hanya kegiatan dan penyerapan anggaran saja terserap dengan baik, tetapi terasa dampaknya terhadap pembangunan dan pelayanan publik dalam rangka kesejahteraan masyarakat dengan anggaran yang efektif, efisien dan akuntabel”, pungkasnya.

Turut mendampingi Walikota pada penerimaan penghargaan tersebut Sekretaris Daerah Yuen Karnova, Inspektur Amri, Kaban.Bapelitbang Baharyadi, Kabag.Organisasi Albertiusman dan Kabid.Litbang Bapelitbang Nauli. (Yal)


Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.