Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Pages

Lantik DMI Kota Solok, Prof. Ganefri Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan Generasi Muda.

| 02 July WIB
IMPIANNEWS.COM//Solok - Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Sumatera Barat periode 2024–2029, , menegaskan pentingnya transformasi fungsi masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Ganefri saat melantik jajaran Kepengurusan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Solok dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di , Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Ganefri menyoroti berbagai persoalan yang kini menjadi tantangan serius bagi generasi muda, mulai dari degradasi moral, penyalahgunaan narkoba, maraknya judi daring, pinjaman online, hingga dampak negatif penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kehadiran masjid yang lebih aktif dan adaptif dalam menjalankan fungsi pembinaan umat, khususnya bagi kalangan anak-anak dan remaja.

“Masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat ibadah semata. Lebih dari itu, masjid harus hadir sebagai ruang pembinaan yang ramah bagi generasi muda, tempat mereka bertumbuh, belajar, dan membangun karakter,” ujar Ganefri.

Ia menegaskan bahwa pengurus masjid memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, masjid perlu menjadi pusat kegiatan yang mendorong tumbuhnya nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, serta keterampilan hidup.

Ganefri menilai pembinaan generasi muda melalui masjid dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata seperti pendidikan Al-Qur’an, pelatihan kepemimpinan, pembinaan akhlak, kegiatan sosial, hingga pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Masjid harus menjadi rumah yang nyaman bagi anak-anak dan remaja. Di sana mereka tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar tentang akhlak, kepemimpinan, tanggung jawab, dan keterampilan hidup,” tegasnya.

Selain menyoroti pembinaan generasi muda, Ganefri juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola masjid yang profesional dan modern. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan masjid harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan terbaik kepada jamaah.

Menurutnya, administrasi yang tertib, pengelolaan keuangan yang baik, dan pelayanan yang optimal merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap masjid sebagai pusat aktivitas umat.

“Kepercayaan jamaah akan tumbuh jika pengelolaan masjid dilakukan secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab,” katanya.

Tak hanya itu, Ganefri juga mendorong masjid agar mampu memainkan peran strategis dalam penguatan ekonomi umat. Ia menyebutkan bahwa masjid dapat dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis syariah melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Program tersebut, menurutnya, dapat berupa pengembangan koperasi syariah, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan zakat, infak, sedekah, pengembangan wakaf produktif, hingga pemberdayaan usaha mikro milik jamaah.

“Masjid harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dengan begitu, manfaat masjid benar-benar dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Di era digital saat ini, Ganefri juga menilai penting bagi pengurus masjid untuk mengikuti perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi digital dinilai sangat penting untuk mendukung efektivitas pengelolaan masjid.

Ia menjelaskan, digitalisasi dapat diterapkan dalam administrasi, penyebaran informasi kegiatan, edukasi keagamaan, hingga pelayanan kepada jamaah agar dakwah dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Teknologi harus menjadi alat untuk memperluas manfaat masjid dan memperkuat dakwah di tengah masyarakat modern,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ganefri menekankan bahwa upaya memakmurkan masjid tidak bisa dijalankan oleh DMI secara sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi kuat dengan berbagai pihak agar program-program yang dirancang mampu berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari , Pemerintah Kota Solok, Kementerian Agama, Baznas, MUI, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama memperkuat fungsi masjid.

Ganefri meyakini  memiliki modal sosial dan religius yang kuat. Tradisi kehidupan beragama yang telah mengakar di tengah masyarakat menjadi kekuatan besar untuk membangun masjid yang hidup dan produktif.

Menurutnya, modal sosial tersebut harus terus diperkuat sehingga Kota Solok dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat secara menyeluruh.
Ia berharap, ke depan Kota Solok mampu melahirkan masjid-masjid yang hidup, jamaah yang aktif, generasi muda yang berakhlak mulia, serta masyarakat yang semakin religius dan sejahtera.

Mengakhiri sambutannya, Ganefri mengingatkan seluruh pengurus DMI Kota Solok agar tidak terjebak pada kegiatan seremonial semata. Ia meminta kepengurusan yang baru dilantik mampu menghadirkan program-program nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Mari jadikan masjid sebagai pusat lahirnya ilmu, akhlak, persatuan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Dari masjid, kita bangun masyarakat yang religius, cerdas, sejahtera, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Editor : Ayu