Mahasiswa BEM UI bersama elemen masyarakat menggelar aksi damai #IndonesiaSadar di Bundaran HI Jakarta, Selasa 28 Oktober 2026 bertepatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan slogan Tepati atau Pergi. Foto: Ilustrasi ImpianNews.
Aksi yang bertajuk #IndonesiaSadar ini mengusung slogan "Tepati atau Pergi" menuntut pemerintah Prabowo-Gibran memenuhi janji politik.
Menurut Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Namoradiarta Siahaan, aksi ini bukan hanya orasi tapi gerakan inklusif untuk menampung kemarahan publik.
5 Tuntutan Demo 28 Oktober 2026 (Lima Perintah Rakyat)
1. Lingkungan:
Mendesak pemerintah menetapkan karhutla dan bencana ekologis di Sumatera dan Kalimantan sebagai bencana nasional. Tagar ALL EYES ON KARHUTLA menggema di Bundaran HI.
2. Ekonomi:
Meminta APBN berpihak ke rakyat, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
3. Pendidikan dan Lapangan Kerja:
Tuntut biaya pendidikan terjangkau dan lapangan kerja berkualitas.
4. Hukum dan Pemerintahan:
Hentikan penyalahgunaan hukum untuk kekuasaan, berantas KKN dan sahkan RUU Perampasan Aset Koruptor.
5. HAM dan Demokrasi:
Lindungi kebebasan berpendapat, hentikan kriminalisasi dan militerisasi ruang sipil.
Aksi dipusatkan mulai pukul 14.00 WIB di Bundaran HI, Monas, DPR/MPR dan Tugu Tani. Ditlantas Polda Metro Jaya menyiagakan 1.249 personel untuk rekayasa lalu lintas di jalur Sudirman-Thamrin.
Polri mengimbau aksi berjalan tertib. Sementara di media sosial, video mahasiswa yang berterima kasih ke tim pengawal Fathimah viral karena disebut sempat dihadang intel.
Aksi ini mendapat dukungan luas dengan seruan "stay safe" dan menjadi simbol Sumpah Pemuda 2026 versi mahasiswa.
