Jelang PBM TM, Kepala MTsN 2 Payakumbuh Rembug dengan Walimurid


IMPIANNEWS.COM 

Payakumbuh, --- Sebagaimana pengumuman Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI terkait uji coba Proses Belajar Mengajar Tatap Muka (PBM TM) yang direncanakan pada Januari 2021 mendatang, tentunya butuh persiapan dan kesiapan. Baik secara regional Kota Payakumbuh maupun secara intern di lembaga penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. 

Menyikapi hal tersebut, Kepala MTsN 2  Payakumbuh Yenni Fitri, Kaur TU Murda Ayudi beserta jajaran dan Komite Madrasah sengaja mengundang walimurid untuk melakukan urung rembug. 

Urung rembug dilaksanakan di mushalla Bahrul 'Ulum komplek MTsN 2 Payakumbuh, Rabu (16/12/2020) yang dibuka langsung Kepala Kankemenag Kota Payakumbuh Ramza Husmen didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Jufrimal dan pengawas madrasah. 

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2  Payakumbuh Yenni Fitri menyampaikan terima kasih atas kehadiran walimurid siswa kelas IX. 

"Terkait PBM Januari 2021, sengaja kami dari MTsN Payakumbuh mengundang Bapak dan Ibu Walimurid. Hari ini kita undang 3 rombel, dan akan dilanjutkan rombel lainnya, setelah ini. Selain rekomendasi dari pemerintah daerah, persetujuan untuk pbm tatap muka juga perlu mendapatkan izin dari semua walimurid. Sebelumnya, sudah kita coba PBM tatap muka per shift untuk mapel sulit, hanya 2 jam sehari untuk 2 kali seminggu. Insyaallah di Januari tahun depan, kita ditingkatkan menjadi 4 jam. Terutama bagi siswa kelas IX. Meski UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, namun sekarang ada ada istilahnya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD). Dari itu kami undang Bapak dan Ibu untuk bermusyawarah,"sambutannya diamini Waka yang hadir bersama walikelas. 

"PBM TM diperuntukkan bagi semua siswa. Namun, bagi siswa yang kurang sehat atau baru pulang dari daerah zona merah, kami persilahkan untuk belajar dari rumah secara daring. Kebijakan daring ini tentunya ada kendala, ada positif dan negatifnya. Semua hanyalah, untuk memutus mata rantai penyebaran covid19 yang mengglobal. Hal senada juga kami terapkan untuk pegawai kami, serta kepada walimurid yang ikut rapat siang ini,"ulasnya. 

"Kesempatan ini kami juga menginformasikan keadaan nilai anak didik. Kiranya ini jadi evaluasi bagi kita semua. Karena tanggal 19 Desember 2020, akan terlihat juga capaian belajar anak kita,"pungkasnya. 

Senada dengan itu, Ketua Komite madrasah R. Dt Paduko Alam membayangkan kepada walimurid terkait kesiapan sarana prasarana yang sudah disiapkan madrasah guna menghadapi PBM TM. Mulai dari tatanan mobiler di lokal, alat pencuci tangan dan handsanitizer, perlengkapan disinfektan dll. 

"Atas instruksi secara berjenjang dari pemerintah melalui Satgas covid nasional, kita sudah siapkan semua sesuai standarisasi pencegahan covid19 di madrasah kita. Mari kita selalu dukung program pendidikan, untuk kesiapan anak kita sebagai generasi penerus pembangunan,"sebut Ketua Komite. 

Kepala Kankemenag, Ramza Husmen dalam sambutan silaturahim dengan walimurid selalu mengingatkan hadirin agar selalu meningkatkan imtaq dalam menghadapi ujian covid19.

"Kewajiban pemerintah wajib memenuhi 8 standar pendidikan, saat ini harus kita penuhi juga standar pelaksanaan pendidikan di masa pandemi. MTsN 2 Payakumbuh berangsur mengejar prestasi, namun prestasi yang dikejar langsung ke tingkat Nasional. Ini sebuah prestasi membanggakan Kota Payakumbuh. Namun semua harus tetap diterapkan Protokol Kesehatan. 3 M sudah kita jalani,"sebut Ramza Husmen. 

"Pendidikan di madrasah adalah dalam rangka membangun generasi mendatang yang berimtaq, mandiri dan berkarakter. Tentunya pembangunan di bidang pendidikan melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat. Walimurid dalam mendampingi anaknya dalam pelajaran daring semasa pandemi sangat kami harapkan. PBM daring kerap membawa sifat dan rasa malas bagi oknum. Diakibatkan susahnya sinyal dan pengarus finansial. Putus asa pun datang. Dari itu, dampingi mereka. Jangan biarkan mereka stress. Turunkan sifat mandiri dan latih bakat entetpreuner. Jangan didik dan sekolahkan anak untuk jadi pegawai. Tapi, jadikan mereka generasi mandiri,"pesan Ramza Husmen. 

"Dan yakinlah, suksesnya pembangunan pendidikan di MTsN 2 Payakumbuh tentunya sinergitas antara Tri Pusat Pendidikan yang ada di madrasah kita ini,"pungkasnya. 

Adalah Yeni warga Latina mendukung dilaksanakannya PBM TM tahun depan. 

"Kini anak-anak kita lebih Cerdik dibanding kita. Itulah masanya. Banyak pelajaran anak yang tidak kami kenali dan pelajari dulu. Itulah salah satunya kendala,"ungkapnya. 

Selanjutnya DH, IRT yang berdomisili di Muaro juga berungkap. 

"Sinyal susah dan banyak pengeluaran biaya (belanja dan paket). Apalagi saya hanyalah single parent, saya memang merasa berat. Alhamdulillah, semangat anak saya membuat saya semakin bersemangat,"ungkapnya. (014)

Posting Komentar

0 Komentar