Kemenhan Buka Suara Prabowo Bebas dari Daftar Hitam Amerika Serikat

 Kemenhan Buka Suara Prabowo Bebas dari Daftar Hitam Amerika Serikat



Juru bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak buka suara menanggapi kabar bahwa Prabowo Subianto telah mendapatkan visa untuk masuk Amerika Serikat (AS) setelah hampir 20 tahun lamanya.

IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dikabarkan telah mendapat visa untuk masuk Amerika Serikat (AS) setelah hampir 20 tahun lamanya. Kabar tersebut dirilis oleh media AS Politico.

Dalam laporan tersebut, wartawan Politico Nahal Toosi mengutip sumber Departemen Luar Negeri AS soal pemberian visa ke Menhan Prabowo. Menanggapi kabar tersebut, Juru bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan Prabowo berkomitmen memaksimalkan diplomasi pertahanan, termasuk dengan Amerika Serikat.

"Pak Prabowo berkomitmen untuk terus memaksimalkan diplomasi pertahanan dengan banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, China, negara-negara Eropa, maupun negara-negara di kawasan," kata Dahnil dalam keterangannya, Kamis (8/10).

Dahnil belum bisa memberikan update mengenai kabar Prabowo segera berkunjung ke Amerika Serikat. Dia berjanji segera memberikan kabar.

"Terkait dengan kunjungan ke Amerika Serikat sebagaimana dipertanyakan teman-teman media, saya belum bisa update segera," imbuhnya. "Bila ada informasi, akan segera saya sampaikan."

Menurut laporan Politico, Toosi mengatakan Prabowo diperkirakan berkunjung ke AS sekitar akhir bulan Oktober ini. "Prabowo diperkirakan akan berkunjung sekitar akhir bulan ini. Dia telah lama masuk daftar hitam AS karena dugaan perannya dalam pelanggaran hak asasi manusia sejak beberapa dekade lalu," tuturnya.

Kendati demikian, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar, mengutip aturan kerahasiaan yang mengatur visa.

Sekedar informasi, Prabowo pernah dilarang masuk ke Amerika Serikat pada 2000. Peristiwa itu terjadi saat Prabowo hendak menghadiri upacara kelulusan putranya di salah satu universitas di Boston, AS. Tak jelas alasan AS melarang Prabowo masuk ke negaranya.

Menurut artikel New York Times pada Maret 2014 lalu, AS sempat khawatir akan stabilitas Indonesia pasca-jatuhnya Presiden kedua RI Soeharto. Sehingga Negeri Paman Sam itu menjauhkan diri dari tokoh-tokoh yang dekat dengan Soeharto, termasuk Prabowo.

Namun, setelah nama Prabowo kian besar di dunia politik Indonesia, Duta Besar AS untuk Indonesia diketahui berturut-turut memberikan keleluasaan untuk Ketum Gerindra tersebut. Hal itu terbukti dengan dibukanya akses bagi saudara laki-laki Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, yang melakukan beberapa kali perjalanan ke Washington untuk berdialog dalam kapasitasnya sebagai pengusaha.***


Post a Comment

0 Comments