Militer India Diberi Kebebasan Lakukan Apapun untuk Jaga Wilayah Perbatasan dengan China


IMPIANNEWS.COM (New Delhi)

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan bahwa tidak ada satu pun tentara asing yang memasuki wilayah perbatasan India dan tidak ada wilayah teritori India yang hilang, sementara China sejauh ini masih belum mengumumkan informasi mengenai jumlah korban dari pihaknya usai terjadi bentrokan di wilayah perbatasan India-China di kawasan pegunungan Himalaya.

Kedua kekuatan nuklir dunia tersebut diketahui saling melempar tuduhan terkait pelanggaran wilayah perbatasan dan siapa yang lebih dahulu melakukan provokasi yang akhirnya terjadi insiden perkelahian.

Pihak India mengatakan bahwa korban jiwa jatuh di kedua belah pihak selama terjadinya pertempuran di Lembah Galwan, di Ladakh.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Jumat (19/6) kemarin, Modi mengatakan bahwa angkatan bersenjata India telah "diberi kebebasan untuk mengambil semua langkah yang diperlukan" untuk melindungi wilayah India.

"Seluruh negara telah terluka dan marah pada langkah-langkah yang diambil oleh China," kata Modi dikutip dari BBC pada Sabtu (20/6),
"India menginginkan perdamaian dan persahabatan, tetapi menegakkan kedaulatan adalah yang terpenting," imbuhnya.

Insiden fatal yang terjadi beberapa hari lalu, diketahui tidak menggunakan senjata api lantaran kedua negara telah terikat perjanjian 1996 dimana pada kesepakatan tersebut, senjata api dan bahan peledak sangat dilarang untuk digunakan di daerah itu.

 Insiden perkelahian pasukan China dan India juga dilaporkan telah menewaskan 20 tentara pasukan India dan melukai setidaknya 76 tentara lainnya.***

Posting Komentar

0 Komentar