Sabtu, 14 Warga Payakumbuh Positif Covid-19. 11 GURU IKUT TERPAPAR


IMPIANNEWS.COM 

Payakumbuh, --- Kota Payakumbuh kembali mendapatkan kabar tak sedap, dengan bertambahnya 14 orang terpapar virus corona deasase. Sehingga saat ini tercatat sudah 651 kasus positif Covid-19 di kota ini. Dari 14 orang positif covid itu, 11 di antaranya dari kalangan guru.

Sedangkan yang sembuh, Sabtu (16/1), dilaporkan ada satu orang yang terbebas dari virus berbahaya itu, yaitu Jarot Yudioko (43) warga Tiakar.

Kepala Dinas Kesehatan dr.Bakhrizal didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Fatma Nelly menginformasikan via pesan whatsapp, Sabtu (16/1), seluruh warga yang positif itu, sudah menjalani isolasi.

Mereka antara lain : M 57 tahun, Perempuan, warga Cubadak Aia (Tigo Koto Diate), Guru MIN Parambahan, LS 30 tahun, Perempuan, warga Cubadak Aia (Tigo Koto Diate), Guru MIS Koto Panjang, A, 25 tahun, Laki-laki, warga Padang Tiakar, Guru Al Fath


Kemudian WA, 33 tahun, Perempuan, warga Sawahpadang Aua Kuniang, Guru SDN 06 Payakumbuh, NN, 34 tahun, Perempuan, warga Ibuh, Guru SDN 06 Payakumbuh, DN, 26 tahun, Perempuan, warga Tiakar (Batalion), Perawat Puskesmas Padang Karambia, NA, 25 tahun, Perempuan, warga Padang Kaduduak, TU Ponpes ICBS Payakumbuh, R, 39 tahun, Perempuan, warga Balai Cacang, Guru SMK 4 Payakumbuh, UF, 58 tahun, Perempuan, warga Sungai Pinago, Guru SDN 58 Payakumbuh, RH, 38 tahun, Рerempuan, warga Balai Gadang, Guru SMK Kosgoro

Selanjutnya, NMS, 30 tahun, Рerempuan, warga Tarok, Guru SMK Kosgoro, FF, 24 tahun, Perempuan, warga Padang Tinggi Piliang, Pegawai RSI Ibnu Sina (Keuangan), S, 56 tahun, Perempuan, warga Parik Muko Aie Lamposi Tigo Nagori, Guru SDN 10 Payakumbuh, MA, 49 tahun, Рerempuan, warga Koto Panjang, Guru SDN 48 Payakumbuh

Menurut Bakhrizal, klaster Covid-19 dari dunia pendidikan bakal terus bertambah. Karena target pemko sebanyak 3.600 guru di kota ini tengah dan akan menjalani rapid tes antibodi. Terhadap mereka yang hasil tesnya reaktif, maka pada hari itu juga langsung di tes swab.

Dikatakan, pada saat sekolah tatap muka dilakukan, test swab harus dilakukan bagi mereka yang reaktif, agar program sekolah tatap muka dapat berjalan aman dari pandemi Covid-19.

Menindaklanjuti hal ini, menurut Bakhrizal, langkah yang diambil tim gugus tugas adalah dengan mengulang screening terhadap guru-guru dan ASN lainnya.

"Sekali 15 hari atau sekali sebulan kita melakukan tes swab ulang, upaya ini kita lakukan untuk mengantisipasi agar anak-anak sekolah tidak terpapar Covid-19 dan menyebabkan penularan yang masiv serta tak terkontrol," ungkapnya.

"Tolong guru patuhi protokol kesehatan, demi anak didik, resiko penyebaran secara cepat lewat anak sekolah sangat tinggi kalau kedepan angka positif semakin naik," kata Bakhrizal.

Data covid-19 yang diterima dari Kabid Kesehatan Masyarakat Fatma Nelly, Sabtu (16/1) sebagai datanya, Suspek : 0, Kasus konfirmasi : 651, Sembuh : 590, Isolasi : 52, Rawat : 0, Meninggal : 9, KE : 54, Discarded : 11.097, Total swab : 12.540.(014)

Posting Komentar

0 Komentar