Polres Padang Panjang Cepat Ambil Tindakan, Perebutan Tapalbatas Tanah Ulayat Dua Nagari, Nyaris Makan Korban

 Polres Padang Panjang Cepat Ambil Tindakan, Perebutan Tapalbatas Tanah Ulayat Dua Nagari, Nyaris Makan Korban


IMPIANNEWS.COM (Tanah Datar)

Masyarakat Nagari Padang Laweh Malalo dan nagari Sumpur bersitegang, hal ini dipicu karena pemasangan plang bermerk kawasan wisata olahraga Siti Nurjanah di area wilayah Padang Laweh Malalo, Batipuh Selatan, Tanah Datar, Senin (12/10/2020).

Tampak massa dari Malalo 3 jurai sudah banyak yang berkumpul di titik batas wilayah mereka dengan membawa senjata tajam dan kayu untuk pelindung diri demi memperjuangkan hak mereka, diduga pemasangan plang merek tersebut di pasang tadi pagi oleh beberapa orang dari Sumpur.

Sebelumnya sudah diperkirakan akan terjadi konflik tapal batas Tanah Ulayat Antara nagari Sumpur dan Padang Laweh malalo dan nagari Bungo tanjung yang tak kunjung usai, dikutip impiannews.com dari minangkabau.news.

Polres Kota Padang Panjang menurunkan 200 personel dibantu satu Peleton Bawah Kendali Operasi Brigade Mobil (BKO Brimob) Padang Panjang untuk mengantisipasi dan mencegah bentrok antar dua nagari yang berada di Salingka Danau Singkarak Kecamatan Batipuh Selatan.

"Semua personil Polres Padang Panjang termasuk yang berada di Polsek dan di bantu Brimob berjaga-jaga dititik-titik rawan konflik," ulas Kapolsek Batipuh Selatan Iptu Jhon Hendri Selasa (13/10/2020).

Jhon Hendri mengatakan polres menerjun personil polisi pasca sempat memanasnya kondis kedua nagari untuk keamanan serta mencegah konflik diantara dua Nagari.

Upaya mediasi secara intens terus kita lakukan supaya ketegangan antar kedua daerah mencair," tutup Jhon Hendri. (**)



Posting Komentar

0 Komentar