Jet Tempur Rusia Gempur Markas Militan ISIS di Suriah

IMPIANNEWS.COM (Suriah).

Tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi kelompok militan ISIS di Suriah. Kata-kata itu sepertinya cukup layak disampaikan, mengingat invasi besar-besaran militer Rusia di Suriah akhir-akhir ini sangat masif pasca tewasnya seorang perwira tinggi Rusia yang terkena bom ranjau mobil yang diduga dipasang oleh kelompok militan Hayat Tahris al-Syam (HTS) Suriah yang berafiliasi dengan ISIS.

Pada hari Minggu, 23 Agustus kemarin, Angkatan Udara Rusia kembali melancarkan serangan udara yang kesekian kalinya ke markas-markas militan Suriah di wilayah Suriah tengah. Kali ini, serangan jet tempur Rusia mengarah ke kota Badiya Al-Sham.

 Salah satu tempat yang disinyalir menjadi tempat persembunyian kelompok militan ISIS di dekat perbatasan administratif Deir Ezzor.

Menurut laporan Al-Masdar News yang dikutip impiannews.com lewat VIVA Militer, serangan militer Rusia pada hari minggu kemarin dilakukan bersama Angkatan Udara Arab Suriah (SyAAF).

 Mereka menyerang ke sejumlah titik di pedesaan timur Homs, dan serangan itu berhasil menghancurkan goa-goa tempat persembunyian ISIS di Homs.

"Angkatan Udara Rusia baru-baru ini meningkatkan serangan mereka di Suriah tengah setelah ISIS melakukan penyergapan terhadap Tentara Arab Suriah dan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) di Pedesaan Al-Mayadeen dan daerah Badiya AL-Sukhnah," tulis laporan AMN yang dikutip VIVA Militer, Senin, 24 Agustus 2020.

Sebagaimana diberitakan VIVA Militer sebelumnya, pekan lalu, kelompok jihadis Suriah ini telah melancarkan serangkaian serangan. Mereka menyerang patroli militer Turki pada hari Senin lalu. 

Kemudian, kelompok militan ISIS Suriah ini juga telah menyerang rombongan konvoi kendaraan militer Rusia pada hari Selasa kemarin dengan serangan bom ranjau mobil. 

Bom ranjau mobil itu telah menewaskan seorang perwira tinggi Angkatan Bersenjata Rusia berpangkat Mayor Jenderal, serta melukai sejumlah prajurit militer Rusia lainnya.

Serangan jaringan ISIS itu langsung dibalas oleh Angkatan Udara Rusia pada hari Selasa, 18 Agustus 2020 dengan melancarkan serangan udara ke arah barat laut Suriah dengan menargetkan sejumlah wilayah di Kegubernuran Idlib. 

Serangan itu menargetkan markas militan Hay'at Tahrir Al-Sham (HTS) yang berafiliasi dengan kelompok ISIS/ISIL/IS/Daesh.