Wabup Tinjau Dampak Tercemarnya Aliran Batang Maek

IMPIANNEWS.COM
Lima Puluh Kota, --- Menyikapi Laporan Wahana Lingkungan Indonesia (WALHI) Sumatera Barat terkait adanya dugaan pencemaran lingkungan yang menyebabkan matinya ribuan ikan berbagai jenis di Aliran Batang Maek, tepatnya di Nagari Tanjuang Balik Kecamatan Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota – Sumatera Barat, disikapi serius Pemkab dan Polres Limapuluh Kota.

Pasca Relis WALHI yang dipimpin Uslaini, yang menyebutkan Batang Maek tercemar dan meresahkan masyarakat karena berbagai spekulasi dugaan pencemaran lingkungan disebabkan aktivitas pertambangan di daerah itu.

Pemkab Limapuluh Kota langsung membentuk Tim Monitoring yang dipimpin langsung Wakil Bupati, Ferizal Ridwan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, BPBD, Kantor Pos SAR serta wartawan. 

Sementara Jajaran Polres Limapuluh Kota yang dipimpin AKBP. Sri Wibowo didampingi Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther juga turun ke lokasi melakukan pemantauan terkait dugaan limbah yang disebabkan aktivitas pertambangan milik perusahaan PT. BBP.

Tim yang dipimpin Wakil Bupati berkesempatan memberikan himbauan kepada masyarakat di Mesjid Taslim Nagari Tanjuang Pauah Kecamatan Pangkalan usai Sholat Jumat menjelang masuk ke lokasi tambang PT. BBR, agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas sekaitan dengan matinya ribuan ikan di aliran Batang Maek. 

Ferizal juga meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu hasil Tim melakukan penelitia, apakah benar ribuan ikan itu matinya akibat tercemar limbah tambang seperti yang diisukan masyarakat.

“ Kita pastikan kalau memang matinya ribuan ikan di Aliran Batang Maek akibat limbah tambang, Pemda pasti akan mengambil tindakan.” Ujarnya.

Sementara itu, AKP. Anton Luther mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan proses penyelidikan terkait matinya ribuan ikan di aliran Batang Maek tersebut. Proses tersebut diawali pihaknya dengan mengambil sampling air di aliran sungai terdekat dengan perusahaan serta limbah PT. Berkat (PT. BBP.red).

“ Kita sudah  lakukan proses penyelidikan dengan mengambil sampel di dua tempat berbeda. Sampel itu akan kita antar ke Laboratorium untuk dilakukan pengecekan. Saya sendiri yang akan mengantarkan.” Ujar AKP. Anton, Jumat sore 25 Oktober 2019.

Ia juga menambahkan, dari hasil penyelidikan tersebut nantinya akan menunjukkan kadar air bagaimana, namun pihaknya belum bisa mengatakan ada atau tidaknya dugaan pidana dari kematian ribuan ikan itu, namun yang jelas penyelidikan terus berjalan.

“ Kita belum bisa katakan adanya dugaan pidana, namun yang jelas penyelidikan dari kita terus berjalan.” Tambahnya.

Nantinya, pihak kepolisian juga akan meminta keterangan dari nelayan terdekat, pihak PT. BBP yang bergerak dibidang timah hitam serta saksi lainnya yang mengambil dan memakan ikan yang mati tersebut. (rel).


Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.