March 2018

Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Padang, Drs. Alwis mengharapkan dukungan Ketua RW, RT dan LPM khususnya menyukseskan pelaksanaan pemilihan Walikota-Wakil Walikota Padang pada 27 Juni 2018 mendatang
IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Padang, Drs. Alwis mengharapkan dukungan Ketua RW, RT dan LPM khususnya menyukseskan pelaksanaan pemilihan Walikota-Wakil Walikota Padang pada 27 Juni 2018 mendatang. 

"Kepada bapak ibu Ketua RW, RT dan LPM mari kita sukseskan pesta demokrasi bagi kota yang kita cintai ini. Yaitunya senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat di wilayah masing-masing. Sampaikan perbedaan pilihan itu hal yang biasa, dan jadikanlah itu sebagai pemersatu bukan perpecahan diantara kita,” imbuhnya sewaktu menyosialusasikan evaluasi implementasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang No. 9 Tahun 2017 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) sekaligus penyerahan bantuan operasional triwulan I tahun 2018 bagi RW dan RT se-Kecamatan Padang Selatan di Masjid Darussalam Mata Air, Jumat (30/3).

Alwis pun atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua LPM Kelurahan, RW dan RT atas pengabdiannya di tengah masyarakat selaku mitra kerja lurah. 

"Sebagaimana RW, RT dan LPM juga berperan menjadi penyalur informasi dan pendukung setiap kegiatan program pemerintah sehingga berjalan baik di tengah-tengah masyarakat," ucapnya

Dikatakan Alwis, terkait penyerahan bantuan operasional tersebut, merupakan bentuk apresiasi dan motivasi dari Pemko Padang terhadap kinerja RW, RT dan LPM selaku garda terdepan dalam pelayanan di tengah masyarakat.

"Dana operasional ini memang tidak sebanding dengan pengabdian yang bapak ibu berikan. Namun semoga bisa dimanfaatkan sesuai dengan kepentingan dan keperluan," harapnya.

Selanjutnya Alwis juga menjelaskan tentang evaluasi implementasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang No. 9 Tahun 2017 tentang LKK. Disampaikannya, merujuk kepada Perda tersebut yang merupakan revisi dari Perda No.32 Tahun 2002 itu, bahwa diatur beberapa hal yang mendasar. 

“Diantaranya, terkait persyaratan menjadi pengurus RW, RT dan LPM jenjang pendidikan minimal lulusan SMA sederajat. Kemudian juga diatur untuk anggota partai politik tidak dapat mencalonkan atau dicalonkan menjadi pengurus RW, RT dan LPM serta tidak menjabat pada lembaga kemasyarakatan lain yang ada di kelurahan,” jelasnya didampingi Camat Padang Selatan, Fuji Astomi.

Pada kesempatan itu, juga hadir unsur Forkopimka, Ketua dan Pengurus RW, RT dan LPM dan lurah se-Kecamatan Padang Selatan.(dv)

DiruanganCCTV  inilah Walikota Surabaya
Memantau kesibukan Kota Surabaya
Setiap harinya.
IMPIANNEWS.COM (Surabaya).

Diruangan inilah, Walikota Surabaya Risma lakukan kegiatan kontrol kondisi Kota Surabaya setiap harinya,  dapat memantau  lokasi pelayanan Publik, lokasi macet dan dapat mengetahui ASN dalam bekerja berada di luar dan sebagainya.

Rekaman  di ambil waktu akan penyerahan PR Indonesia Awards 2018. Kamis Malam(29/3). di lantai II Pelayanan Publik Kota Surabaya, tanpa sengaja masuk  keruangan monitor  CCTV  terlihat di sana kesibukan Kota Surabaya di malam hari.

Surabaya perlu di contoh, terutama sekali Tentang pelayanan publik yang di berikan langsung pada warga Kota Surabaya, semua serba cepat, bila lalai akan terlihat di CCTV  Sebagai alat kontrol Walikota.

Maka itu, bagi para pengunjung ke Kota Pahlawan harus hati-hati untuk berbuat yang tidak di inginkan, seperti parkir kendaraan, perkirakan kendaraan di lokasi di tentukan, jangan rusak tanaman di sepanjang jalan yang buat kota ini udara tambah segar.

Jadi Kota Surabaya telah maju dengan menggunakan  perangkat elektronik, di mana-mana ada ﹰﹰCCTV "  terutama sekali daerah rawan, baik di lokasi objek wisata tak akan di temui orang bagak, di pasar ataupun di terminal. (tf).

Owners Gubuk Coffee, Deni Atmam bersama Istri tercinta
IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh--Sempat menggeluti pekerjaan sebagai kuasa hukum disebuah perusahaan nasional di Jakarta, untuk wilayah kerja Sumatera, lalu Deni Atmam, SH meninggalkan semua kenyamanan itu, banting stir, balik kampung menjadi pengusaha kopi, hingga mengembangkan waralaba dengan brand Gubuk Coffee yang tersebar di-15 cabang, dalam 5 (lima) provinsi dan ini kisah lengkapnya memulai usaha.

Merintis Usaha Kopi dari Hulu Hingga Hilir

"Saya memulai usaha ini pertama kali dengan mendirikan Gubuk Coffee Cafe, pada awal tahun 2014," kata Deni Atmam memulai pembicaraan dengan kita di Gubuk Coffee Cafe miliknya, yang terletak di jalan Sudirman No. 75 Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Tepatnya, saling berhadapan dengan kampus STIT.

Sembari meneguk Ice Gubuk Coffee Original suguhannya, Jumat (30/3), Kita mencatat cerita Deni Atmam bahwa, "keluar dari zona nyaman tentunya tidak mudah, butuh nyali dan mental baja. Namun, saya mengambil tantangan tersebut untuk berusaha mengasah jiwa entrepeneur, sebab tahun 2014 itu belum ada kopi waralaba di Kota Payakumbuh, maupun di Sumatera Barat, termasuk cafe kopi original," ungkap sumando rang Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh tersebut.

Melihat peluang dan tantangan demikian, berbekal dari pengalaman semasa kecil di kampung halamannya yang terkenal dengan penghasil kopi Arabica dan Robusta, yaitu di Kenagarian Lolo, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, maka Deni menggali potensi tersebut dengan membeli kopi petani lokal, lalu mengolah dengan perangkat mesin kopi original, untuk roasting (pembakaran) biji kopi dan mesin pengolah lainnya.

"Setelah saya beli biji kopi dari hulunya, yakni dari Lolo, kabupaten Solok, lalu diproses dihilir, yakni di Kota Payakumbuh, dan disajikan di grup Gubuk Coffee Cafe," tambah Deni.

Mengembangkan Waralaba Gubuk Coffee

Satu tahun berproses, Deni Atmam mulai mengembangkan usaha waralaba Gubuk Coffee, tepatnya awal tahun 2015. Ia membuka sistim usaha waralaba bagi peminat dan pengusaha kopi di Sumatera Barat, maupun di pulau Sumatera. "Saat ini, Gubuk Coffee Cafe telah hadir di lima belas cabang, dan lima propinsi di pulau Sumatera," katanya.

Target kedepannya, Deni Atmam mengaku akan melebarkan sayap hingga pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, bahkan manca negara. Ia berkeinginan kuat, menghadirkan rasa nikmat kopi Arabica dan Robusta Lolo ke seluruh dunia. Dengan prinsip, " untuk menikmati kopi original, tidak harus mahal," katanya.

Untuk mewujudkan impiannya itu, Deni Atmam membangun visi, yakni "menjadi waralaba coffee shop lokal terbesar dan terbaik di Indonesia 2026," ungkapnya.

Membangun Kemitraan Dengan Petani Kopi dan Melihat Pasar Luar Negri

Selain menjadi waralaba kopi shop terbesar tanah air, Deni juga berkeinginan kuat akan membangun kemitraan dengan petani kopi lokal, serta membangun titian hati dengan konsumen pecinta kopi lokal.

" Menghadirkan kopi berkualitas dari hasil pertanian kopi lokal terbaik adalah tujuan saya, dan saya dengan tim membangun titian hati dengan konsumen, maupun dengan petani kopi, termasuk dengan mitra usaha dan para pemangku kepentingan, sehingga terjalin loyalitas, komitmen dan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan," ungkapnya.

Awal tahun 2018 ini, Deni Atmam juga telah merencanakan menambah satu lagi perangkat pengolah biji kopi, seperti perangkat roasting, beserta kemasan untuk dipasarkan baik secara online maupun offline. Targetnya pasar luar sumatera dan luar negri.

"Jika saya menggarap dan melebarkan usaha seperti menjual kopi asli dalam bentuk kemasan, baik secara online maupun offline, maka perlu menambah satu perangkat mesin pengolah, karena mesin yang ada saat ini tidak kuat lagi," katanya.

Ia menambahkan, "tahun ini, saya berencana menambah satu perangkat mesin dimaksud, untuk menjawab ketersediaan kopi, sebab hingga tahun ini kebutuhan grup Gubuk Coffee hampir 2 ton di tahun 2017, dengan rincian 1,5 ton kopi Arabica dan Robusta dari Lolo, dan 500 kg kopi varian luar yang kami pasarkan di Cafe," katanya.

Diusung Menjadi Calon Anggota DPRD Kabupaten Solok

Terkait desas-desus Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Deni Atmam konon kabar bakal maju menjadi Caleg (Calon Legislatif) daerah pemilihan (dapil) 4 Kabupaten Solok, hal itu pun kita konfirmasi kebenarannya.

" Ya, kebetulan saya diusulkan oleh orang kampung saya, untuk masuk ke sistim pemerintahan. Agar pembangunan di kampung halaman juga menjadi perhatian, atas dasar itu saya perlu masuk ke dalam sistem," katanya.

Disinggung soal apa yang akan diperbuatnya setelah masuk dalam sistim pemerintahan, Deni Atmam mengaku memaksimalkan potensi kopi yang ada di daerah pemilihannya, sebab potensi tersebut belum tergarap secara maksimal.

"Saya melihat potensi kopi lokal di Lolo sangat luar biasa, namun petani kopi tidak sejahtera, karena kopi tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak layak, sementara penikmat kopi juga tidak mendapatkan rasa kopi original," ulasnya.

Deni menambahkan, "dan saya berniat membangun sistim dimana harga kopi yang didapatkan dari petani memiliki standar harga, dan bisa dipasarkan hingga nasional maupun internasional, tentunya pemangku kepentingan turun tangan mencarikan solusi melalui kebijakan yang menguntungkan untuk itu," tambahnya.

Melirik sepak terjang Deni Atmam membangun bisnis kopi lokal ini, dan memaknai visi kedepannya, maka kita jadi terkenang sosok Jack Ma, Ia guru bahasa Inggris berhenti bekerja, memilih menjadi pebisnis online lokal dari China, yang akhirnya mendunia melalui grup bisnis Alibaba.com, katanya

"jika kamu ingin tumbuh, temukanlah kesempatan yang baik. Saat ini, jika kamu ingin menjadi perusahaan yang baik, pikirkanlah permasalahan sosial yang bisa kamu beri solusi," demikian katanya.

Hal tersebut menggambarkan, sosok Jack Ma, ada dalam diri Deni Atmam, yang juga meninggalkan zona nyaman, dan memikirkan secara sosial dan kultural tentang bisnis kopi, baik kesejahteraan petani kopi, maupun tentang cara memajukan kampung halamannya melalui bisnis waralaba kopi yang Ia rintis sejak tahun 2014.(aw/ul)

Wakil Walikota Payakumbuh, H. Erwin Yunaz
IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Sidang Paripurna DPRD Kota Payakumbuh Sabtu (31/03/2018) dibuka Wakil Ketua DPRD, H. Suparman didampingi H. Wilman Singkuan dan dihadiri Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz bersama Sekdako Benni Warlis. Selain dihadiri anggota DPRD dan jajaran Sekwan, Sidang Paripurna untuk mendengarkan Nota Penjelasan Walikota Payakumbuh atas LKPJ Walikota Payakumbuh juga tampak dihadiri pimpinan OPD, Kepala kankemenag, Kapolres diwakili Kabag Ops Intel, Arijas, perwakilan instansi vertikal, Dan Den POM diwakili Bismet, pimpinan ormas, pimpinan parpol serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Payakumbuh, H. Erwin Yunaz. SE menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2017 dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD, . Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa penyampaian LKPJ Kepala Daerah kepada DPRD merupakan Amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah Pasal 67 yang menyatakan bahwa Kepala Daerah wajib menyampaikan Laporan Penyelenggaran Pemerintah Daerah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban dan Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Dalam penyampainya, Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz menerangkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota payakumbuh pada Tahun 2017 ditargetkan Rp.114.778.257.966 (Seratus empat belas milyar tujuh ratus tujuh puluh delapan juta dua ratus lima puluh tujuh ribu sembilan ratus enam puluh enam rupiah) dan sampai tahun anggaran berakhir direalisasikan sebesar Rp.116.596.302.337 ( Seratus enam belas milyar lima ratus sembilan puluh enam juta tiga ratus dua ribu tiga ratus tiga puluh tujuh rupiah) atau sekitar 101, 58 %.


Sementara, Dana Perimbangan yang semula ditargetkan sebesar Rp. 604.578.849.781 ( Enam ratus empat milyar lima ratus tujuh puluh delapan juta delapan ratus empat puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh satu rupiah) dan sampai tahun anggaran berakhir direalisasikan sebesar Rp. 601.830.078.683 ( Enam ratus satu milyar delapan ratus tiga puluh juta tujuh puluh delapan ribu enam ratus delapan puluh tiga rupiah) atau sekitar 99.55 %.

Untuk Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah, ditargetkan sebesar Rp. 609.533.394.835 (Enam ratus embilan milyar lima ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus Sembilan puluh empat ribu delapan ratus tiga puluh lima rupiah) dan sampai tahun anggaran berakhir direalisasikan sebesar Rp. 596.081.338.107 (Lima ratus Sembilan puluh enam milyar delapan puluh satu juta tiga ratus tiga puluh delapan ribu seratus tujuh rupiah) atau sekitar 97.79 %.

Realisasi Belanja Daerah tersebut dijelaskan Erwin Yunaz terdiri atas Belanja Tidak Langsung yang dari semula ditargetkan sebesar Rp.299.864.067.041 (Dua ratus Sembilan puluh Sembilan milyar delapan ratus enam puluh empat juta enam ratus tujuh puluh ribu empat puluh satu rupiah) dan sampai akhir tahun anggaran direalisasikan sebesar Rp. 276.055.631.402 (Dua ratus tujuh puluh enam milyar lima puluh lima juta enam ratus tiga puluh satu ribu empat ratus dua rupiah) atau sekitar 92.06 %.

Sedangkan untuk Belanja Lansung yang ditargetkan sebesar Rp. 450.084.700.234 (Empat ratus lima puluh milyar delapan puluh empat juta tujuh ratus ribu dua ratus tiga puluh empat rupiah) dan sampai tahun anggaran berakhir direalisasikan sebesar Rp. 418.168.172.525 (Empat ratus delapan belas milyar seratus enam puluh delapan juta seratus tujuh puluh dua ribu lima ratus dua puluh lima rupiah) atau sekitar 92.91%.

Lanjutnya, sejalan dengan Visi Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun 2012 – 2017 yakni, Terwujudnya Payakumbuh Menjadi Kota yang Maju, Sejahtera dan Religius, Pro Rakyat, Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan yang berlandaskan kepada Adat Basandi Syarak, Syarka Basandi Kitabullah. Maka pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun 2017 juga disejalankan dengan Misi Kota yang terbagi dalam tujuh misi yakni, Menjadikan Kota Payakumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, professional dan bebas KKN, Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama ditengah masyarakat dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarka Basandi Kitabullah.

Mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas dan berkarakter untuk mewujudkan sumber daya manusia Kota Payakumbuh yang berilmu dan bermoral, Meningkatkan kualitas kesehatan dan pelayanan kesehatan masyarakat, Melakukan revitalisasi nagari dan memberdayakan kelembagan masyarakat adat local dalam membangun masyarakat dan Kota Payakumbuh serta Mengoptimalkan pembangunan infrastruktur publik dan fasilitas umum sesuai rencana tata ruang wilayah Kota Payakumbuh.

Visi dan MIsi Kota Payakumbuh sebagaimana yang tersebut diatas dioperasionalkan dalam 9 (Sembilan) Prioritas Pembangunan Tahun 2017, yakni Peningkatan Pemerataan dan Kualitas Pendidikan, Penyelenggaran Pemerintah yang Baik, Peningkatan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan yang Berbasis UMKM, Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat, Peningkatan Iman dan Taqwa, Peningkatan Sarana dan Prasarana Kota Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup serta Pengembangan Pariwisata dan Kebudayaan Daerah.

Di akhir Penyampaianya, Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz menyampaikan, masih banyak kekurangan yang harus menjadi perhatian kita bersama untuk kemajuan Kota Payakumbuh

“Kami menyadari, bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelaksanaan pembangunan sebagaimana yang telah disampaikan terdahulu belum memenuhi tuntutan kesempurnaan dari berbagai pihak. Namun demikian, kami terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan maupun percepatan terutama pada bidang-bidang yang menjadi prioritas pembanguna Kota Payakumbuh maupun agenda Nasional”, pungkas Wawako Erwin Yunaz mengakhiri.ul

IMPIANNEWS.COM

Danau Maninjau terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. 

Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. 

Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau

Alkisah, di sebuah daerah di Sumatra Barat ada sebuah gunung berapi yang amat tinggi bernama Gunung Tinjau. Di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas, dan di kakinya terdapat beberapa perkampungan. 

Penduduknya hidup makmur dan sejahtera, karena mereka sangat rajin bertani. Di samping itu, tanah yang ada di sekitar Gunung Tinjau amat subur, karena sering mendapat pupuk alami berupa abu gunung. Di salah satu perkampungan di kaki Gunung Tinjau itu tinggal sepuluh orang bersaudara yang terdiri dari sembilan lelaki dan seorang perempuan. 

Penduduk sekitar biasa memanggil mereka Bujang Sembilan. Kesepuluh orang bersaudara tersebut adalah Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, Galapuang, Balok, Batang, Bayang, dan lelaki termuda bernama Kaciak. 

Sementara adik mereka yang paling bungsu adalah seorang perempuan bernama Siti Rasani, akrab dipanggil Sani. Kedua orangtua mereka sudah lama meninggal, sehingga Kukuban sebagai anak sulung menjadi kepala rumah tangga. Semua keputusan ada di tangannya.

Kesepuluh bersaudara tersebut tinggal di sebuah rumah peninggalan kedua orangtua mereka. Untuk memenuhi kebutuhannya, mereka menggarap lahan pertanian yang cukup luas warisan kedua orangtua mereka. Mereka sangat terampil bertani, karena mereka rajin membantu ayah dan ibunya ketika keduanya masih hidup. 

Di samping itu, mereka juga dibimbing oleh paman mereka yang bernama Datuk Limbatang, yang akrab mereka panggil Engku.

Datuk Limbatang adalah seorang mamak di kampung itu dan mempunyai seorang putra yang bernama Giran. Sebagai mamak, Datuk Limbatang memiliki tanggungjawab besar untuk mendidik dan memerhatikan kehidupan warganya, termasuk kesepuluh orang kemenakannya tersebut. 

Untuk itu, setiap dua hari sekali, ia berkunjung ke rumah Kukuban bersaudara untuk mengajari mereka keterampilan bertani dan berbagai tata cara adat daerah itu. Tak jarang pula Datuk Limbatang mengajak istri dan putranya ikut serta bersamanya.

Pada suatu hari, ketika Datuk Limbatang bersama istri dan Giran berkunjung ke rumah Bujang Sembilan, secara tidak sengaja Sani saling berpandangan dengan Giran. Rupanya, kedua pemuda dan gadis itu sama-sama menaruh hati. Giran pun mengajak Sani untuk bertemu di sebuah ladang di pinggir sungai. Dengan hati berdebar, Giran pun mengungkapkan perasaannya kepada Sani.

Sudah lama merendam selasih
Barulah kini mau mengembang
Sudah lama kupendam kasih
Barulah kini bertemu pandang
Telah lama orang menekat
Membuat baju kebaya lebar
Sudah lama abang terpikat
Hendak bertemu dada berdebar
Rupa elok perangaipun cantik
Hidupnya suka berbuat baik
Orang memuji hilir dan mudik
Siapa melihat hati tertarik.

“Dik, Sani! Wajahmu cantik nan elok, perangai baik nan berhati lembut. Maukah engkau menjadi kekasih Abang?” tanya Giran. Pertanyaan itu membuat jantung Sani berdetak kencang. Dalam hatinya, ia juga suka kepada Giran. Maka ia pun membalasnya dengan untaian pantun.

Buah nangka dari seberang
Sedap sekali dibuat sayur
Sudah lama ku nanti abang
Barulah kini dapat menegur
Jika roboh kota Melaka
Papan di Jawa saya tegakkan
Jika sungguh Kanda berkata
Badan dan nyawa saya serahkan
Alangkah senang hati Giran mendengar jawaban dari Sani. 

Ia benar-benar merasa bahagia karena cintahnya bersambut. Maka sejak itu, Giran dan Sani menjalin hubungan kasih. Pada mulanya, keduanya berniat untuk menyembunyikan hubungan mereka. 

Namun karena khawatir akan menimbulkan fitnah, akhirnya keduanya pun berterus terang kepada keluarga mereka masing-masing. 

Mengetahui hal itu, keluarga Giran dan Sani pun merasa senang dan bahagia, karenahal tersebut dapat mempererat hubungan kekeluargaan mereka. 

Sejak menjalin hubungan dengan Sani, Giran seringkali berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Bahkan, ia sering membantu Bujang Sembilan bekerja di sawah.

Ketika musim panen tiba, semua penduduk kampung memperoleh hasil yang melimpah. Untuk merayakan keberhasilan tersebut, para pemuka adat dan seluruh penduduk bersepakat untuk mengadakan gelanggang perhelatan, yaitu adu ketangkasan bermain silat. 

Para pemuda kampung menyambut gembira acara tersebut. Dengan semangat berapi-api, mereka segera mendaftarkan diri kepada panitia acara. Tidak ketinggalan pula Kukuban dan Giran turut ambil bagian dalam acara tersebut.

Pada hari yang telah ditentukan, seluruh peserta berkumpul di sebuah tanah lapang. Sorak sorai penonton pun terdengar mendukung jagoannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, panitia segera memukul gong pertanda acara dimulai. 

Rupanya, Kukuban mendapat giliran pertama tampil bersama seorang lawannya dari dusun tetangga. Tampak keduanya saling berhadap-hadapan di tengah arena untuk saling adu ketangkasan. 

Siapa pun yang menang dalam pertarungan itu, maka dia akan melawan peserta berikutnya. Ternyata, Kukuban berhasil mengalahkan lawannya. Setelah itu, peserta berikutnya satu per satu masuk ke arena gelanggang perhelatan untuk melawan Kukuban, namun belum seorang pun yang mampu mengalahkannya. 

Masih tersisa satu peserta lagi yang belum maju, yakni si Giran. Kini, Kukuban menghadapi lawan yang seimbang. “Hai, Giran! Majulah kalau berani!” tantang Kukuban. “Baiklah, Bang! Bersiap-siaplah menerima seranganku!” jawab Giran dan langsung menyerang Kukuban.

Maka terjadilah pertarungan sengit antara Giran dan Kukuban. Mulanya, Giran melakukan serangan secara bertubi-tubi ke arah Kububan, namun semua serangannya mampu dielakkan oleh Kukubun. 

Beberapa saat kemudian, keadaan jadi terbalik. Kukuban yang balik menyerang. Ia terus menyerang Giran dengan jurus-jurus andalannya secara bertubi-tubi. Giran pun terdesak dan kesulitan menghindari serangannya. 

Pada saat yang tepat, Kukuban melayangkan sebuah tendangan keras kaki kirinya ke arah Giran. Giran yang tidak mampu lagi menghindar, terpaksa menangkisnya dengan kedua tangannya. “Aduh, sakit…! Kakiku patah!” pekik Kukuban dan langsung berguling di tanah sambil menjerit kesakitan.

Rupanya, tangkisan Giran itu membuat kaki kirinya patah. Ia pun tidak mampu lagi melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah dalam gelanggang tersebut. 

Sejak itu, Kukuban merasa kesal dan dendam terhadap Giran karena merasa telah dipermalukan di depan umum. Namun, dendam tersebut dipendamnya dalam hati.

Beberapa bulan kemudian, dendam Kukuban yang dipendam dalam hati itu akhirnya terungkap juga. Hal itu bermula ketika suatu malam, yakni ketika cahaya purnama menerangi perkampungan sekitar Gunung Tinjau, Datuk Limbatang bersama istrinya berkunjung ke rumah Bujang Sembilan.

 Kedatangan orangtua Giran tersebut bukan untuk mengajari mereka cara bercocok tanam atau tata cara adat, melainkan ingin menyampaikan pinangan Giran kepada Sani.

“Maaf, Bujang Sembilan! Maksud kedatangan kami kemari ingin lebih mempererat hubungan kekeluargaan kita,” ungkap Datuk Limbatang. “Apa maksud, Engku?” tanya si Kudun bingung. “Iya, Engku! Bukankah hubungan kekeluargaan kita selama ini baik-baik saja?” sambung Kaciak. 

“Memang benar yang kamu katakan itu, Anakku,” jawab Datuk Limbatang yang sudah menganggap Bujang Sembilan seperti anaknya sendiri. 

“Begini, Anak-anakku! Untuk semakin mengeratkan hubungan keluarga kita, kami bermaksud menikahkan Giran dengan adik bungsu kalian, Siti Rasani,” ungkap Datuk Limbatang. “Pada dasarnya, kami juga merasakan hal yang sama, Engku! Kami merasa senang jika Giran menikah dengan adik kami. Giran adalah pemuda yang baik dan rajin,” sambut si Kudun.

Namun, baru saja kalimat itu lepas dari mulut si Kudun, tiba-tiba terdengar suara bentakan yang sangat keras dari Kukuban. “Tidak! Aku tidak setuju dengan pernikahan mereka! Aku tahu siapa Giran,” seru Kukuban dengan wajah memerah. 

“Dia pemuda sombong, tidak tahu sopan santun dan kurang ajar. Dia tidak pantas menjadi suami Sani,” tambahnya. “Mengapa kamu berkata begitu, Anakku? Adakah perkataan atau perilakunya yang pernah menyinggung perasaanmu?” tanya Datuk Limbatang dengan tenang. 

“Ada, Engku! Masih ingatkah tindakan Giran terhadapku di gelanggang perhelatan beberapa bulan yang lalu? Dia telah mematahkan kaki kiriku dan sampai sekarang masih ada bekasnya,” jawab Kukuban sambil menyingsingkan celana panjangnya untuk memperlihatkan bekas kakinya yang patah.

 “Oooh, itu!” jawab Datuk Limbatang singkat sambil tersenyum. “Soal kaki terkilir dan kaki patah, kalah ataupun menang dalam gelanggan itu hal biasa. Memang begitu kalau bertarung,” ujar Datuk Limbatang. “Tapi, Engku! Anak Engku telah mempermalukanku di depan orang banyak,” sambut Kukuban. 

“Aku kira Giran tidak bermaksud mempermalukan saudaranya sendiri,” kata Datuk Limbatang. “Ah, itu kata Engku, karena ingin membela anak sendiri! Di mana keadilan Engku sebagai pemimpin adat?” bantah Kukuban sambil menghempaskan tangannya ke lantai.

Semua yang ada dalam pertemuan itu terdiam. Kedelapan saudaranya tak satu pun yang berani angkat bicara. Suasana pun menjadi hening dan tegang. Kecuali Datuk Limbatang, yang terlihat tenang. 

“Maaf, Anakku! Aku tidak membela siapa pun. Aku hanya mengatakan kebenaran. Keadilan harus didasarkan pada kebenaran,” ujar Datuk Limbatang. “Kebenaran apalagi yang Engku maksud. Bukankah Giran telah nyata-nyata mencoreng mukaku di tengah keramaian?” 

“Ketahuilah, Anakku! Menurut kesaksian banyak orang yang melihat peristiwa itu, kamu sendiri yang menyerang Giran yang terdesak dengan sebuah tendangan keras, lalu ditangkis oleh Giran. Tangkisan itulah yang membuat kakimu patah. Apakah menurutmu menangkis serangan itu perbuatan curang dan salah?” tanya Datuk Limbatang.

Kukuban hanya terdiam mendengar pertanyaan itu. Walaupun dalam hatinya mengakui bahwa apa yang dikatakan Datuk Limbatang adalah benar, tetapi karena hatinya sudah diselimuti perasaan dendam, ia tetap tidak mau menerimanya. 

“Terserah Engku kalau tetap mau membela anak sendiri. Tapi, Sani adalah adik kami. Aku tidak akan menikahkan Sani dengan anak Engku,” kata Kukuban dengan ketus. 

“Baiklah, Anakku! Aku juga tidak akan memaksamu. Tapi, kami berharap semoga suatu hari nanti keputusan ini dapat berubah,” kata Datuk Limbatang seraya berpamitan pulang ke rumah bersama istrinya.

Rupanya, Siti Rasani yang berada di dalam kamar mendengar semua pembicaraan mereka. Ia sangat bersedih mendengar putusan kakak sulungnya itu. Baginya, Giran adalah calon suami yang ia idam-idamkan selama ini. 

Sejak kejadian itu, Sani selalu terlihat murung. Hampir setiap hari ia duduk termenung memikirkan jalah keluar bagi masalah yang dihadapinya. Begitupula si Giran, memikirkan hal yang sama. Berhari-hari kedua pasangan kekasih itu berpikir, namun belum juga menemukan jalan keluar. 

Akhirnya, keduanya pun sepakat bertemu di tempat biasanya, yakni di sebuah ladang di tepi sungai, untuk merundingkan masalah yang sedang mereka hadapi. “Apa yang harus kita lakukan, Dik?” tanya Giran. “Entahlah, Bang! Adik juga tidak tahu harus berbuat apa. 

Semua keputusan dalam keluarga Adik ada di tangan Bang Kukuban. Sementara dia sangat benci dan dendam kepada Abang,” jawab Sani sambil menghela nafas panjang.

Beberapa lama mereka berunding di tepi sungai itu, namun belum juga menemukan jalan keluar. Dengan perasaan kalut, Sani beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba sepotong ranting berduri tersangkut pada sarungnya. “Aduh, sarungku sobek!” teriak Sani kaget. “Wah, sepertinya pahamu tergores duri. Duduklah Adik, Abang akan mengobati lukamu itu!” ujar Giran.

Giran pun segera mencari daun obat-obatan di sekitarnya dan meramunya. Setelah itu, ia membersihkan darah yang keluar dari paha Sani, lalu mengobati lukanya. Pada saat itulah, tiba-tiba puluhan orang keluar dari balik pepohonan dan segera mengurung keduanya. 

Mereka adalah Bujang Sembilan bersama beberapa warga lainnya. “Hei, rupanya kalian di sini!” seru Kukuban. Giran dan Sani pun tidak tahu harus berbuat apa. Keduanya benar-benar tidak menyangka jika ada puluhan orang sedang mengintai gerak-gerik mereka. 

“Tangkap mereka! Kita bawa mereka ke sidang adat!” perintah Kukuban. “Ampun, Bang! Kami tidak melakukan apa-apa. Saya hanya mengobati luka Sani yang terkena duri,” kata Giran. 

“Dasar pembohong! Aku melihat sendiri kamu mengusap-usap paha adikku!” bentak Kukuban. “Iya benar! Kalian telah melakukan perbuatan terlarang. Kalian harus dibawa ke sidang adat untuk dihukum,” sambung seorang warga.

Akhirnya, Giran dan Sani digiring ke kampung menuju ke ruang persidangan. Kukuban bersama kedelapan saudaranya dan beberapa warga lainnya memberi kesaksian bahwa mereka melihat sendiri perbuatan terlarang yang dilakukan oleh Giran dan Sani. 

Meskipun Giran dan Sani telah melakukan pembelaan dan dibantu oleh Datuk Limbatang, namun persidangan memutuskan bahwa keduanya bersalah telah melanggar adat yang berlaku di kampung itu. Perbuatan mereka sangat memalukan dan dapat membawa sial. Maka sebagai hukumannya, keduanya harus dibuang ke kawah Gunung Tinjau agar kampung tersebut terhindar dari malapetaka.

Keputusan itu pun diumumkan ke seluruh penjuru kampung di sekitar Gunung Tinjau. Setelah itu, Giran dan Sani diarak menuju ke puncak Gunung Tinjau dengan tangan terikat di belakang. Sesampainya di pinggir kawah, mata mereka ditutup dengan kain hitam. 

Sebelum hukuman dilaksanakan, mereka diberi kesempatan untuk berbicara. “Wahai kalian semua, ketahuilah! Kami tidak melakukan perbuatan terlarang apa pun. Karena itu, kami yakin tidak bersalah,” ucap Giran. Setelah itu, Giran menengadahkan kedua tanganya ke langit sambil berdoa. “Ya Tuhan! Mohon dengar dan kabulkan doa kami. Jika kami memang benar-benar bersalah, hancurkanlah tubuh kami di dalam air kawah gunung yang panas ini. Akan tetapi, jika kami tidak bersalah, letuskanlah gunung ini dan kutuk Bujang Sembilan menjadi ikan!”

Usai memanjatkan doa, Giran dan Sani segera melompat ke dalam kawah. Keduanya pun tenggelam di dalam air kawah. Sebagian orang yang menyaksikan peristiwa itu diliputi oleh rasa tegang dan cemas. 

Jika Giran benar-benar tidak bersalah dan doanya dikabulkan, maka mereka semua akan binasa. Ternyata benar. Permohonan Giran dikabulkan oleh Tuhan. Beberapa saat berselang, gunung itu tiba-tiba bergetar dan diikuti letusan yang sangat keras. 

Lahar panas pun menyembur keluar dari dalam kawah, mengalir menuju ke perkampungan dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Semua orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun, naas nasib mereka. Letusan Gunung Tinjau semakin dahsyat hingga gunung itu luluh lantak. Tak seorang pun yang selamat. Bujang Sembilan pun menjelma menjadi ikan.

Demikian cerita Asal Usul Danau Maninjau dari Agam, Sumatra Barat, Indonesia. Konon, letusan Gunung Tinjau itu menyisakan kawah yang luas dan lama-kelamaan berubah menjadi danau. 

Oleh masyarakat sekitar, nama gunung itu kemudian diabadikan menjadi nama danau, yakni Danau Maninjau. Sementara nama-nama tokoh yang terlibat dalam peristiwa itu diabadikan menjadi nama nagari di sekitar Danau Maninjau, seperti Tanjung Sani, Sikudun, Bayua, Koto Malintang, Koto Kaciak, Sigalapuang, Balok, Kukuban, dan Sungai Batang.*** di kutip di akun FB  Ditapi Riak Nan Badabua.

Owner LPK Bimbel DINNDA, Herlinda Dasril SP M.Pd C.STMI
IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Sejak didirikan 4 April 2005 lalu oleh Herlinda Dasril SP M.Pd C.STMI dan Ferdinal Rutaf ST, Bimbingan Belajar "DINNDA Group" telah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Kompetensi dan kualitas terbaik yang diberikan Bimbel DINNDA, membuat bimbel ini jadi andalan pelajar, mahasiswa, pencari kerja yang akan ujian CPNS & swasta serta sering menjadi rekomendasi sekolah untuk anak yang ketinggalan pelajaran yang di khawatirkan bisa tinggal kelas atau di prediksi  tidak lulus ujian nasional. 

Dalam rangka Ulang Tahun Bimbel DINNDA di Bulan April 2018, kami akan memberikan biaya promo untuk penerimaan siswa baru untuk semester depan (semester I) bagi yang mendaftar dari sekarang (Booking Kelas). 

Khusus untuk 50 orang pendaftar tercepat, gratis belajar dari semester sekarang untuk ujian persiapan naik kelas dan ujian  nasional, jadi SPP yang dibayar hanya untuk semester depan / booking kelas, tapi belajar dari semester ini.

Dengan tenaga pengajar yang profesional di bidangnya. Bimbel DINNDA Group membuka bimbel untuk TK/RA, SD, SLTP sederajat, SLTA sederajat, mahasiswa dan umum. 

Bimbel DINNDA Group membuka kelas bimbel calistung untuk TK, Bimbel semua mata pelajaran, kursus komputer, Kursus Bahasa Asing (B.Arab, B.Inggris dan B.Perancis), serta Bimbingan Tes CPNS. Untuk mendongkrak nilai rapor untuk siswa, Bimbel DINNDA Group siap membantu. 

Bimbel DINNDA Group bersekretariat di Graha depan SMPN 4 Payakumbuh Kelurahan Pakan Sinayan Koto Nan 4, saat ini sudah memiliki 3 cabang, yakni di belakang Kejaksaan Negeri, Samping SD IT Madani dan di Kelurahan Nunang  Pasar Payakumbuh. Di Graha depan SMPN 4 Payakumbuh terdapat 4 ruang belajar untuk Bimbel dan bimtes CPNS.

Saat dihubungi wartawan di Sekretariat, Sabtu (31/03/2018) Owners Bimbel DINNDA Group, Herlinda Dasril SP M.Pd C.STMI menerangkan panjang profil lembaga bimbel yang ia tekuni.

"Bimbel DINNDA Group sudah berpengalaman dalam membimbing peserta didiknya". Kita membuka kelas baca tulis hitung (calistung) untuk anak TK/RA yang akan masuk kelas 1 di SD. Alasannya, untuk masuk SD masih banyak siswa TK yang belum menguasai calistung, diharapkan dengan sudah belajarnya anak TK/RA dari bulan April ini, jadi pada saat masuk kelas 1 sudah mulai bisa membaca berhubung pelajaran di kelas 1 sekarang sudah mulai sulit bagi anak yang belum bisa membaca.

Selanjutnya kita juga membuka Bimbel semua mata pelajaran untuk SD, SMP dan SMA sederajat. Selain itu Bimbel DINNDA juga membuka Bimtes Sekolah Ikatan Dinas untuk tamatan SMA sederajat, Bimtes CPNS utk tamatan SMA, S1 dan S2, sedangkan kursus komputer untuk pelajar dan Umum. 

Berhubung saat ini siswa baru saja menerima rapor Mid Semester, Bimbel DINNDA siap membantu siswa dan orangtua untuk mendongkrak nilai rapor anak mendatang. Karena motto kita "Prestasi Adinda Kebahagiaan DINNDA'," terang Linda, anak dari mantan Kepala Depag Kota Payakumbuh yang sekarang juga menjadi salah seorang Anggota Dewan Pendidikan di Kota Payakumbuh ini.

Dilanjutkannya, berhubung kelas kami terbatas, maka biaya promo ini hanya berlaku untuk 50 orang pendaftar tercepat saja. Yakni untuk Kelas Khusus Calistungdik bagi siswa TK/RA yang akan masuk di kelas 1 SD. 

Promo gratis belajar membaca 1 - 2 bulan. Untuk kelas Reguler Bimbel semua Mapel tingkat SD, SMP dan SMA, belajar 6-8 bulan, gratis 2 bulan (bayar 4-6 bulan). Sedangkan kelas khusus komputer, daftar 1 materi gratis 1 materi, serta Bimbingan Test CPNS gratis Pendaftaran 100%, discount belajar group / mahasiswa & alumni kampus. Selanjutnya juga terdapat kelas Khusus Bahasa Arab, Bahasa Perancis dan  Bahasa Inggris, gratis belajar 1 bulan, dengan tenaga pengajar Baba Magdy dari Mesir yang menguasai 4 Bahasa Asing, B. Arab, B.Inggris, B.Perancis dan B.Indonesia tentunya.

"Alhamdulillah, sejak berdiri tahun 2005, Bimbel DINNDA telah banyak berikan andil untuk meningkatkan prestasi belajar anak dan sudah cukup banyak juga siswa tinggal kelas menjadi juara Kelas. Anak yang rapornya banyak tidak tuntas menjadi lebih banyak yang tuntas atau tuntas semua" ujar Linda yang saat ini juga merupakan Wakil Ketua HIPKI (Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia) Payakumbuh ini. 

LPK Bimbel DINNDA Groups
Selanjutnya dikatakan, untuk kelas khusus Bimtes CPNS dan Sekolah Ikatan Dinas, sudah banyak yang menjadi PNS setelah mengikuti bimbingan tes CPNS / Bimtes Sekolah Ikatan Dinas untuk tamatan SMA di DINNDA Payakumbuh. Sebut saja Loli Elfia lulus di SD Dharmasraya, Aulil Amri lulus di SMKN 1 Bonjol Pasaman, Dian Rahma Lulus di Bapeda Payakumbuh, Yuli Kartika lulus di RS Adnaan WD Payakumbuh, Harda Halim lulus di Setdako Payakumbuh, Melisa Rahmi lulus di Tata Pradja Kab 50 Kota, Nedrawati lulus di BP4K Pertanian Kab 50 Kota, Yunifo Arta Lulus di Auditor Kab 50 Kota, Rifky Y Lulus di SD Gudeg Kab Aceh, Fadli Yoseano lulus di SMP Bangka Belitung (Guru BK), Firman Hasan lulus di SD Kab 50 Kota, Mimik Hasanah lulus di SDN Pangkalan, Irawati lulus di Pemda Solok, M.Rusdianto lulus Tahap I bersama Gusri Azoni, Septari Yosianti, Nelfia Lusiawati dan Sumarni, Novi Cheria lulus di BNN Kab Bangka Belitung, Juliana Putri Sulung lulus sebagai perawat di RS Adnaan WD Payakumbuh, M.Rifa'i lulus di Sekretariat Kab. Tanjung Jabung Barat Prov Jambi, Robert Guswara, Robert Sangara Wijaya, Yuliana Zulfahrini, M.Jaka, Aulia, Maiza Gustirinda diterima di Kota Sawahlunto, Meiriza lulus di Dinas Pertanian Kota Padang serta Nanang lulus di BNN Jakarta dengan nilainya No. 5 Se Indonesia dan No. 1 Se Sumbar dari 4000 orang pelamar se Indonesia dsb" tambah Linda yang juga menjadi Pengurus IWAPI Payakumbuh ini.

"Berhubung kelas kami terbatas, karena selain menerima siswa baru kami juga sudah memiliki siswa lama yang mendaftar ulang, maka kami memberikan promo ini hanya untuk 50 orang pendaftar tercepat yang mendaftar ke lokasi kami dengan alamat Ruko Lantai II Simpang Nunang (samping Ruko lama) Pasar Payakumbuh, kantor buka pukul 14.00-17.00 atau Graha Depan SMP 4 Payakumbuh Kelurahan Pakan Sinayan Koto Nan 4, kantor buka pukul 14.00-21.00 WIB. Informasi lebih lengkap bisa hubungi kami di HP 082384846810 dan WA/tlp 081363420191.

Untuk memudahkan masyarakat mendaftar, kami juga sudah bekerjasama dengan Bank Nagari Syariah Payakumbuh untuk menerima pendaftaran siswa di Bimbel DINNDA Group," tambah Linda yang juga merupakan Pengurus Kahmi ini.ul

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-38 tingkat Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) resmi dibuka Pjs Walikota Padang diwakili Kabag Kesra Jamilus, Sabtu (31/3) pagi di halaman Kantor Balai Latihan Kerja (BLK), 
IMPIANNEWS.COM (Padang).

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-38 tingkat Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) resmi dibuka Pjs Walikota Padang diwakili Kabag Kesra Jamilus, Sabtu (31/3) pagi di halaman Kantor Balai Latihan Kerja (BLK), Bandar Buat. Pembukaan kegiatan keagamaan ini berlangsung meriah yang dimulai dari pawai ta’aruf dengan diikuti peserta pawai dari masing-masing kelurahan di kecamatan setempat. 
.
Kabag Kesra Jamilus dalam kesempatan itu menyampaikan, MTQ tersebut penting digelar mengingat banyak manfaat dari pelaksanaan ivent dua tahunan itu. Pertama sebagai ajang evaluasi kegiatan keagamaan di Kota Padang dari masing-masing 11 kecamatan. Selanjutnya dalam rangka mencari bibit qari-qariah terbaik, dimana nantinya bakal memperkuat kecamatan pada MTQ tingkat kota ataupun nantinya bisa mewakili kota di tingkat provinsi bahkan sampai tingkat nasional.

“Selan itu ajang ini juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama kafilah dan official sehingga semakin meningkatkan ukuwah Islamiyah. Dimana terutama sekali bagaimana kita menggelorakan dan membumikan Alquran di tengah-tengah kehidupan,” cetusnya.

Jamilus pun atas nama Pemerintah Kota Padang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas tingginya antusias panitia, peserta serta semua elemen masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ tersebut.

“Alhamdulillah, ini melihatkan program kegiatan keagamaan di kota ini berjalan cukup sukses. Untuk itu semoga melalui MTQ ini semakin menambah lagi kecintaan kita terhadap Alquran. Yang tentunya dengan senantiasa membaca, menghafal dan mendalami makna yang terkandung di dalamnya,” harapnya sembari membuka MTQ Nasional ke-38 tingkat Kecamatan Luki itu..

Sementara itu Camat Luki, Yalmasril berharap MTQ Nasional ke-38 tingkat Kecamatan Luki tidak hanya berjalan sukses, namun terutama sekali bagaimana mampu menghasilkan qari-qariah terbaik.

"Sehingga nantinya bisa mewakili Kecamatan Luki dan memberikan prestasi pada MTQ tingkat kota pada September nanti," harapnya.

Selain itu katanya lagi, melalui MTQ ini juga diharapkan bagaimana kehidupan keagamaan di tengah masyarakat lebih meningkat. Yaitunya dengan membumikan Alquran dan mengamalkan makna yang terkandung di dalam kitab suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan keluarga.

“Apalagi sekarang sudah ada Program 1821 yang digagas oleh Pemko Padang. Salah satu bahagiannya yakni menghidupkan Alquran di tengah keluarga,” cakapnya.

Sementara itu, lebih jauh berbicara target pada MTQ tingkat kota nantinya camat senior ini berharap bagi Kecamatan Luki sendiri semoga bisa melakukan perbaikan peringkat dimana sebelumnya berada di peringkat 9 dari 11 kecamatan se-Kota Padang.

“Maka itu kita harapkan, semoga masing-masing kafilah menampilkan yang terbaik di masing-masing cabang lomba. Karena nantinya para kafilah terbaik itu akan ditunjuk mewakili kecamatan ini di ajang MTQ tingkat kota dan kalau bisa sampai ke tingkat selanjutnya,” tandasnya.

Dalam pembukaan MTQ tersebut terlihat dihadiri banyak. Antara lain unsur Forkopimka, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang dan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Lubuk Kilangan. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari, Sabtu (31/3) dan Minggu (1/4) dengan diikuti para kafilah dari  masing-masing 7 kelurahan di kecamatan setempat.(dv)

Kabag Kesra Jamilus menyampaikan, tujuan pelaksanaan MTQ memang penting digelar. Pertama sebagai ajang evaluasi kegiatan keagamaan di Kota Padang. 
IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-38 di tingkat Kecamatan Pauh resmi ditutup Pjs Walikota Padang diwakli Kabag Kesra Jamilus, Kamis (29/3) malam di halaman Masjid Quba, Lambung Bukit.

Selaku juara bertahan, Kelurahan Koto Lua sukses mempertahankan status juara umumnya dalam lomba keagamaan yang diikuti diikuti antar 9 kelurahan di kecamatan tersebut. Sementara untuk kategori pelaksanaan pawai terbaik diraih Kelurahan Limau Manis Selatan.

Kabag Kesra Jamilus menyampaikan, tujuan pelaksanaan MTQ memang penting digelar. Pertama sebagai ajang evaluasi kegiatan keagamaan di Kota Padang.

“Alhamdulillah dari pelaksanaan MTQ ini melihatkan porgram kegiatan keagamaan di kota ini cukup sukses. Mengingat tingginya antusias para peserta, official dan semua elemen masyarakat menyambut kegiatan ini,” imbuhnya.

Selanjutnya katanya, ajang ini juga dalam rangka mencari bibit qari-qariah terbaik, dimana nantinya bakal memperkuat kecamatan pada MTQ tingkat kota ataupun nantinya mewakili kota di tingkat provinsi bahkan kalau bisa sampai nasional.

“Di samping itu juga ajang silaturahmi antar sesama kafilah dan official demi meningkatkan ukuwah. Terutama sekali bagaimana menggelorakan atau membumikan Alquran di tengah-tengah masyarakat,” cetusnya.

Jamilus menjelaskan,berbicara kiprah kafilah Kota Padang pada pelaksanaan MTQ di tingkat provinsi memang memiliki prestasi cukup mentereng. Hal itu dikarenakan, dari sebanyak 37 kali pelaksanaan MTQ yang diikuti 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat itu Padang telah mampu 24 kali menjadi juara umum.

“Hal ini merupakan berkat upaya da kerja keras kita semua. Salah satunya melalui pelaksanaan MTQ dari tingkat kecamatan bahkan sampai kelurahan demi mencari bibit-bibit handal sebagai qari-qariah. Kita berharap, Insya Allah Kota Padang kembali menjadi juara umum di MTQ tingkat Sumbar di Kota Solok nantinya,” harap Jamilus.

Camat Pauh Yefri mengatakan, pelaksanaan MTQ ke-38 tingkat Kecamatan Pauh tersebut dilakukan selama dua hari, Rabu-Kamis (28-29/3) dengan melombakan 6 cabang. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah semua pelaksanaannya berjalan baik dan lancar dari pembukaan sampai penutupan. Kita berharap, semoga kafilah terbaik dari Kecamatan Pauh mampu bersaing menjadi yang terbaik di MTQ tingkat selanjutnya,” tandasnya.



Dalam penutupan MTQ tersebut, juga diserahkan hadiah berupa trophy dan tabanas bagi masing-masing kafilah yang menjadi pemenang. Juga hadir Kasi Bina Masyarakat (Bimas) Kemenag Padang, M. Sarkoni, Anggota DPRD Sumbar Rahmat Saleh yang juga selaku tokoh masyarakat setempat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, keluarga kafilah dan lainnya.(dv)


Refrizal menyebut hingga pekan ini, pasangan dengan tagline MARI itu mendapat dukungan warga kota Pariaman sebesar 38,5 persen.
IMPIANNEWS.COM (Pariaman).

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Refrizal mengatakan bahwa pasangan Mahyudin-M Ridwan yang diusung koalisis PKS dengan Gerindra pada Pilwako Pariaman mendapat dukungan significant dalam satu bulan terakhir.

Refrizal menyebut hingga pekan ini, pasangan dengan tagline MARI itu mendapat dukungan warga kota Pariaman sebesar 38,5 persen. Angka itu meningkat 17 persen dibandingkan dengan survei dilakukan pada bulan sebelumnya.

Survei Mahyudin-Ridwan naik tajam, sekarang sudah 38,5 persern. Naik 17 persen dari survei sebelumnya. Ini sudah melebihi target,” terang wakil sekretaris Fraksi PKS DPR itu.

Kendati mendapat respon positif dari warga Pariaman, namun Refrizal menyebut bahwa tim, relawan, pendukung dan simpatisan pasangan Mahyudin-Ridwan masih terus bergerak dan berusaha menambah keunggulan. Mereka menyisir setiap kantong-kantong pemilih guna mensosialisasikan pasangan nomor urut satu itu.

Ada 4000 ribu relawan yang terus mensosilisasikan paslon nomor satu dan meyakinkan pemilih bahwa pasangan calon ini berpengalaman dalam memimpin Pariaman lima tahun kedepan,” urai politisi senior PKS tersebut.

Refrizal menargetkan satu bulan kedepan dukungan masyarakat Pariaman akan bertambah sekitar 5-10 persen. Dan dia meyakini hingga hari pemilihan nanti, 27 Juni 2018, pasangan Mahyudin-M Ridwan akan keluar sebagai pemenang.

Insya Allah akhir April akan naik lagi sebesar 5-10 persen. Dan saya yakin, insya Allah pasangan MARI akan keluar sebagai pemenang. Mohon doa dan supportnya,” demikian keterangan yang diberikan Refrizal kepada media ini melalui sambungan telepon, Sabtu (31/03). (rf)

Sertijab Kapolres Payakumbuh dipimpin oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum
IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Kepala Kepolisian Resor Payakumbuh, Polda Sumbar, resmi berganti dari AKBP Kuswoto, S.Ik kepada AKBP Endrastiawan Setyowibowo, S.Ik. MH, menyusul dengan keluarnya Telegram Kapolri Nomor : ST/667/III/KEP/2018 tanggal 8 Maret 2018. 

Sertijab Kapolres Payakumbuh dipimpin oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum di Aula Mapolda Sumbar, Kamis (29/3/2018). Tampak dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Drs. Damisnur. AM, SH. MM, pejabat utama Polda Sumbar, para Kapolres sejajaran Polda Sumbar, Ketua Bhayangkari Daerah Sumbar Ny. Ade Fakhrizal, dan pengurus Bhayangkari.

Mantan Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto, S.IK diamanahkan menjadi Wakil Direktur di Dit Pamobvit. Sedangkan penggantinya, yakni AKBP Endrastiawan Setyowibowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Diklat di Pusdik Binmas Lemdiklat Polri.

Dalam arahannya, Kapolda Sumbar Fakhrizal mengucapkan selamat menjalankan amanah dan tugas negara.
"Rotasi, mutasi dan promosi adalah pakaian kita sebagai abdi negara. Untuk itu berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Laksanakan tugas penuh tanggungjawab," pesan Fakhrizal.

"Genap 2 (dua) tahun saya bertugas sebagai Kapolres di Payakumbuh,  Saya mohon maaf, jika selama bertugas, ada salah dan khilaf. Kita telah berupaya semaksimal mungkin untuk berbaur dengan pemerintah daerah wilkum Polres Payakumbuh, masyarakat,  Ormas, dan semua unsur. Semua itu hanya untuk menciptakan situasi kondusif di wilkum Polres Payakumbuh, " ucap Kuswoto, Perwira jebolan Akpol 1996.

"Selamat datang Pak Kapolres Payakumbuh yang baru, Saudaraku AKBP Endrastiawan Setyowibowo, SIK, MH. Warga Payakumbuh itu sangat humanis," suport hangat Kuswoto.

"Terima kasih Saudaraku, sukses selalu untuk kita semua jajaran Polda Sumbar untuk Korps Kepolisian Republik Indonesia. Mohon dukungan," balas hangat Endrastiawan Setyowibowo

Selain Sertijab Kapolres Payakumbuh, juga ikut diserah terimakan Kapolres Kota Padang dari Kombes Pol Chairul Aziz, S.Ik ke AKBP Yulmar Himawan, S.Ik.

Sebagaimana informasi yang kita terima dari Paur Humas Polres Payakumbuh, Hendri Ahadi,  pada Kamis (30/03/2018) diruang kerjanya, "menurut rencana penyambutan Kapolres Payakumbuh yang baru berlangsung pada Senin (01/04/2018) awal bulan. Untuk pisah sambut tokoh masyarakat dan Pemkot serta Pemkab, dijadwalkan Rabu (03/04/2018) mendatang," jelas Paur Humas Hendri Ahadi siang itu.ul

sumber : Humas Polres

Penghargaan Kota Terpopuler ini, hanya satu-satunya  di Indonesia, di terima Kota Padang, Kamis Malam (29/3) di Jalan Junjungan Kota Surabaya.
IMPIANNEWS.COM (Surabaya).

Berbuat dulu dan berkarya nanti orang akan merasakan apa yang kita lakukan,  hasilnya untuk kepentingan orang banyak, maka itu  mari saling memberikan dukungan dan dorongan serta memiliki semangat kerja yang tinggi, akan melahirkan inovasi-inovasi baru, kreatif dan siap menerima berbagai perubahan kearah lebih maju.

Seperti penghargaan yang di terima Pemko Padang dari PR Indonesia Awards (PRIA)  2018,  yaitu Kota Padang Terpopuler di Media. Katagori Kota.

Penghargaan Kota Terpopuler ini, hanya satu-satunya  di Indonesia, di terima Kota Padang, Kamis Malam (29/3) di Jalan Junjungan Kota Surabaya.

Padang kota TERPOPULER  di Media, semuanya hasil dari kerja keras Humas bersama Pers, Pemilik Media, baik cetak, elektronik dan online serta medsos yang selalu mempublikasikan dan menyebarluaskan informasi kegiatan Pemko Padang dengan cepat, tepat dan akurat  sehingga Publik cepat tahu.

Malam penyerahan penghargaan PR Indonesia juga di hadiri  Ketua KPU Pusat, Ketua KPK, dari Kementerian Keuangan RI dan dari Mabes Polri serta dari Perpajakan dan sebagainya. (tf).

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM FX. 
IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM FX. Sutijastoto menyaksikan Penandatangan kerja sama operasi (KSO) antara Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) dengan Universitas Andalas (Unand) di Bukit Tinggi (30/3).

Penandatanganan  KSO Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro  (PLTMH)  0.4 MW antara BLU P3KEBTKE ditandatangi oleh pemimpin BLU P3TKEBT, Yunus Saefulhak dan Unand oleh Prof. Tafdil Husni.

KSO ini akan menjadi sarana bagi kedua BLU dalam pengelolaan maupun bisnis PLTMH untuk mendapatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hasil kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model pelaksanaan bisnis PLTMH di masa mendatang.

"Inshaa Allah kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Silahkan melakukan bisnis dengan adil," ujar Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar setelah menyaksikan penandatanganan perjanjian KSO antar kedua pihak.

BLU P3TKEBT mencatat potensi energi baru terbarukan khususnya di Sumatera Barat, mencapai 1.352 MW yang dapat dioptimalkan dan merupakan potensi bisnis yang cukup menjanjikan untuk penyediaan energi listrik. Selain mikro hidro, potensi EBT yang dapat dikembangkan di Sumatera Barat antara lain, PLTA di Batang Masang 89 MW, panasbumi di Cubadak, Pasaman Barat 70 MW, Bonjol 200 MW dan Panti 25 MW di Pasaman serta surya.

Pengoperasian KSO PLTMH di Unand kedepannya juga ditargetkan dapat dijadikan sebagai pusat informasi dan demonstrasi PLTMH di Pulau Sumatera Khususnya Sumatera Barat untuk meningkatkan SDM secara teknis maupun manjerial.

"Kami ucapkan terima kasih banyak atas bantuan Pak Wamen melalui BLU di Badan Litbang ESDM untuk memfasilitasi adanya PLTMH. Kami sangat menginginkan sekali adanya PLTMH”, tutur Rektor Unand, Tafdil Husni menyampaikan apresiasi.

“Kerja sama Ini multifungsi, apalagi kami juga koordinasi dengan tiga institusi. Kami menginginkan kampus kami sebagai Botanical University," tambah Tafdil Husni.

Pembangunan PLTMH UNAND kapasitas 400 kW dibangun atas kerja sama antara Unand dan P3TEK KEBTKE  Kementerian ESDM. P3TEK KEBTKE  membangun pipa pesat, rumah pembangkit, sistem mekanikal, elektrikal dan transmisi. Sedangkan bagian lain dari PLTMH yaitu bendung, saluran pembawa, bak penenang dan saluran pelimpas adalah kerjasama antara UNAND dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA).

"Kerja sama pengoperasian PLTMH ini merupakan wujud nyata sinergi program lintas kementerian/lembaga dalam rangka penyediaan prasarana dasar seperti listrik yang bersumber dari energi terbarukan", terang Sutijastoto.

"Setelah pembangunannya selesai dan Commercial On Date (COD) pada akhir November 2017, maka akan menghasilkan pendapatan yang merupakan PNBP baik bagi BLU Unand dan BLU P3TKEBTKE", pungkas Yunus.

Kapolda Sumbar Sertijab Kapolres Payakumbuh
IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh--Kepala Kepolisian Resor Payakumbuh, Polda Sumbar, resmi berganti dari AKBP Kuswoto, S.Ik kepada AKBP Endrastiawan Setyowibowo, S.Ik. MH, menyusul dengan keluarnya Telegram Kapolri Nomor : ST/667/III/KEP/2018 tanggal 8 Maret 2018. 

Sertijab Kapolres Payakumbuh dipimpin oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal, M.Hum di Aula Mapolda Sumbar, Kamis (29/3/2018). Tampak dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Drs. Damisnur. AM, SH. MM, pejabat utama Polda Sumbar, para Kapolres sejajaran Polda Sumbar, Ketua Bhayangkari Daerah Sumbar Ny. Ade Fakhrizal, dan pengurus Bhayangkari.

Mantan Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto, S.IK diamanahkan menjadi Wakil Direktur di Dit Pamobvit. Sedangkan penggantinya, yakni AKBP Endrastiawan Setyowibowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Diklat di Pusdik Binmas Lemdiklat Polri.

Dalam arahannya, Kapolda Sumbar Fakhrizal mengucapkan selamat menjalankan amanah dan tugas negara.
"Rotasi, mutasi dan promosi adalah pakaian kita sebagai abdi negara. Untuk itu berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Laksanakan tugas penuh tanggungjawab," pesan Fakhrizal.

"Genap 2 (dua) tahun saya bertugas sebagai Kapolres di Payakumbuh,  Saya mohon maaf, jika selama bertugas, ada salah dan khilaf. Kita telah berupaya semaksimal mungkin untuk berbaur dengan pemerintah daerah wilkum Polres Payakumbuh, masyarakat,  Ormas, dan semua unsur. Semua itu hanya untuk menciptakan situasi kondusif di wilkum Polres Payakumbuh, " ucap Kuswoto, Perwira jebolan Akpol 1996.

"Selamat datang Pak Kapolres Payakumbuh yang baru, Saudaraku AKBP Endrastiawan Setyowibowo, SIK, MH. Warga Payakumbuh itu sangat humanis," suport hangat Kuswoto.

"Terima kasih Saudaraku, sukses selalu untuk kita semua jajaran Polda Sumbar untuk Korps Kepolisian Republik Indonesia. Mohon dukungan," balas hangat Endrastiawan Setyowibowo

Selain Sertijab Kapolres Payakumbuh, juga ikut diserah terimakan Kapolres Kota Padang dari Kombes Pol Chairul Aziz, S.Ik ke AKBP Yulmar Himawan, S.Ik.

Sebagaimana informasi yang kita terima dari Paur Humas Polres Payakumbuh, Hendri Ahadi,  pada Kamis (30/03/2018) diruang kerjanya, "menurut rencana penyambutan Kapolres Payakumbuh yang baru berlangsung pada Senin (01/04/2018) awal bulan. Untuk pisah sambut tokoh masyarakat dan Pemkot serta Pemkab, dijadwalkan Rabu (03/04/2018) mendatang," jelas Paur Humas Hendri Ahadi siang itu.ul

Pelantikan Pengurus PBSI Kota Payakumbuh Periode 2018 - 2022
IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz membuka secara resmi pertandingan bulutangkis antar pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) se Sumatera Barat di Hall Masri M, Kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat pada Sabtu, (30/03/2018). Kegiatan diadakan dalam rangka Pelantikan Pengurus PBSI Kota Payakumbuh Periode 2018 s/d 2022.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Pengurus PBSI Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal Ucok beserta Sekretaris KONI Sumatera Barat, Ketua DPRD Kota Payakumbuh sekaligus Ketua PBSI Kota Payakumbuh terpilih, YB. Dt. Parmato Alam bersama Kepala Bank Nagari Cabang Payakumbuh, Ketua KONI Kota Payakumbuh Yusra Maiza, dan Kabid Kehumasan Diskominfo, Irwan Suwandi, serta jajaran pengurus PBSI se Sumatera Barat yang akan mengikuti turnamen. 

Dalam sambutan pasca pelantikan pengurus, Ketua Umum PBSI Provinsi Sumatera Barat mengatakan bahwa Payakumbuh adalah gudang atlit berbagai cabang olahraga termasuk bulutangkis. Untuk itu prediket tersebut harus terus dijaga dan dipertahankan.

"Kota Payakumbuh adalah gudang atlit Sumatera Barat, termasuk bulutangkis, oleh karena itu kami berharap Pengurus PBSI yang baru dilantik, hendaknya dapat menggali potensi dan mencari bibit unggul bulutangkis Payakumbuh yang bisa diorbitkan ke pentas nasional dan internasional," ujar Syafrizal Ucok.

Dikatakan, Pengurus PBSI harus mampu menanamkan keyakinan kepada setiap atlit bahwa prestasi di dunia olahraga akan bisa memberi jaminan masa depan yang baik bagi para atlit.

"Saya contohnya, bisa menjadi pegawai negeri berkat prestasi di bidang olahraga. Jadi jangan takut untuk menjadi atlit, berikan kemampuan terbaik untuk bisa meraih prestasi," ujar Syafrizal Ucok yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pemprov Sumbar. 

Hal senada disampaikan oleh Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz. Menurutnya olahraga memberi banyak manfaat bagi para pelakunya. 
"Olahraga adalah pemersatu, saya mencoba membangun komunikasi dengan banyak kalangan, termasuk para kepala daerah melalui aktivitas olahraga, karena olahraga ini satu warna, tidak seperti dunia yang lain, dia menyatukan" ungkap Wawako Erwin.

Dikatakan, bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang sangat populer dan digemari oleh masyarakat minang, khususnya di Payakumbuh.

"Dulu, dak ado urang minang nan dak pandai main reket, lapangan banyak, di laman rumah bisa buek lapangan (dahulu, tidak ada orang Minang yang tidak pandai bermain bulutangkis, lapangan banyak, di halaman rumah bisa bikin lapangan- red)," ujar Wawako.

Oleh karena itu pihaknya optimis dunia bulutangkis Payakumbuh akan bangkit, terlebih ketua terpilih merupakan Ketua DPRD Kota Payakumbuh.

"Bersama Walikota, kita berkomitmen untuk memajukan dunia olahraga Payakumbuh melalui sokongan anggaran, cuma tentu harus bersama DPRD, karena yang pegang palu mereka. Alhamdulilah, Ketua PBSI kita adalah Ketua DPRD, jadi anggaran sepertinya bisa ditingkatkan" ujar Wawako sembari melirik Ketua DPRD, YB. Dt. Parmato Alam.

Sementara Ketua PBSI Kota Payakumbuh, YB. Dt.Parmato Alam mengaku siap memjalankan roda organisasi PBSI Kota Payakumbuh dan menghadirkan prestasi pada iven bulutangkis kedepan.

"Kedepan kita langsung diberi amanah oleh PBSI Provinsi untuk menjadi tuan rumah Pra Porprov, Insyaallah kita siap. Dalam waktu dekat kita juga akan adakan Rakerda PBSI untuk membuat perencanaan program kerja yang terukur, terorganisir dan menetapkan target realiatis guna memajukan dunia bulu tangkis di daerah kita, mohon dukungan kita semua," pungkas YB. Dt. Parmato Alam.

Ucapan selamat juga disampaikan Ketua KONI Kota Payakumbuh, Yusra Maiza. " Selamat atas dilantiknya Pengkot PBSI Kota Payakumbuh. Kita berharap kepada pengurus PBSI yang baru agar  melegalkan klub - klub bulutangkis yang ada di Payakumbuh, dengan adanya klub - klub, kompetisi akan lebih hidup. Kepada Penngurus PBSI juga kita harapkan agar kedepannya proses penjaringan atlet baru dilaksanakan lebih terukur," puungkas Yusra Maiza.ul

Sosialisasi PUG
IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh--Penggunaan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dalam mengukur pencapaian dimensi dan variabel pembangunan serta Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Untuk menunjukkan peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik membuat konsep Gender dalam pembangunan menjadi sangat penting.

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan, Kesetaraan Gender telah menjadi isu lintas bidang dalam pembangunan di Indonesia. 

Hal itu menjadi Dasar Dinas P3A&P2KB Kota Payakumbuh melakukan Sosialisasi Pengarusutamaan Gender kepada OPD se Kota Payakumbuh, pada Kamis (29/03/2018) di Aula Lantai II Balaikota, Bukik Sibaluik. Hadir sebagai Narasumber, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat dan Kepala Dinas P3A&P2KB Kota Payakumbuh.

"Pengarusutamaan Gender adalah strategi untuk mencapai Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) melalui kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan," ujar Walikota Payakumbuh diwakili Kadis P3A&P2KB, Syahnadel Khairi saat membuka acara sosialisasi.

Dikatakan, tujuan PUG adalah terselenggaranya perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional yang berperspektif gender dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Sasaran kebijakan PUG ini adalah meningkatnya kesetaraan dan keadilan gender serta pemberdayaan perempuan dalam pembangunan," ujar Syahnadel.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi PUG kepada setiap OPD yang ada di Kota Payakumbuh, maka isu keterwakilan gender ini dapat diakomodir dalam program dan kegiatan di masing masing OPD.

"Kami berharap, seluruh kepala OPD agar dapat berkomitmen terkait isu kesetaraan gender ini. Kita bikin program dan kegiatan yang selektif serta menfasilitasi kebijakan pengarusutamaan gender ini dimasing masing OPD kita," pungkas Syahnadel Khairi.ul

Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz
IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh--Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia mengadakan Kegiatan Sosialisasi Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa Ekosistem bagi Organisasi Perangkat Daerah se Kota Payamumbuh. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai III, Balaikota Bukik Sibaluik pada Kamis (29/03/2018).

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz didampingi Kepala Dinas LH, Jhon Kenedi. Hadir selaku Narasumber, Kepala P3E Sumatera, Drs.Amral Fery, M.Si, serta diikuti oleh pimpinan 16 OPD se Kota Payakumbuh. 

"Sosialisasi kali ini hanya melibatkan 16 OPD se Kota Payakumbuh, dimana OPD ini nantinya akan terlibat dalam menyusun rencana daya dukung daya tampung lingkungan hidup berbasis jasa ekosistem di Kota Payakumbuh," ujar John Kenedi dalam laporannya. 

Dikatakan, saat ini Kota Payakumbuh telah menyelesaikan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).sesuai dengan amanat  UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Sesuai dengan undang-undang 32/2009, pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana dan/atau program," jelas John Kenedi.

Sementara Wakil Walikota Payakumbuh dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa Lingkungan Hidup merupakan suatu hal yang sangat penting dan perlu ditempatkan sebagai prioritas urusan pemerintah daerah.

"Lingkungan hidup itu sangat strategis dan prioritas utama. Tanpa mengecilkan dinas lain, jika hanya ada lima kedinasan di Kota Payakumbuh, maka Dinas Lingkungan Hidup masuk salah satunya, sedemikian pentingnya posisi LH ini," ujar Wakil Walikota Erwin Yunaz.

Dikatakan, pihaknya meminta agar Kota Payakumbuh dapat memiliki cetak biru (blue print) yang jelas untuk sebuah penataan lingkungan. Blue print itu harus terimplementasi secara nyata ditengah-tengah masyarakat.

"Kota Payakumbuh layak dijual (dipromosikan-red) dengan prediket Kota Sehat, Kota Adipura, dan lain-lain. Mari betul-betul diwujudkan dalam arti yang sesungguhnya, sebab orang bisa lihat dan pantau keadaan kota kita melalui teknologi hari ini, seperti apa sih kota sehatnya Payakumbuh itu," ujar Wawako Erwin mengingatkan.

Ditambahkan, berbagai prediket tersebut harus hadir dalam arti yang sebenarnya ditengah-tengah masyarakat, sehingga Kota Payakumbuh dapat menjadi contoh dan rujukan bagi kota lain di Indonesia. 

"Salah satu ciri kota sehat itu adalah keteraturan, seperti kawasan pedestrian yang layak bagi pejalan kaki, jumlah kendaraan bermotor yang berimbang luas jalan, adanya kawasan hutan kota dengan udara yang segar, serta masih banyak indikator lain yang perlu kita wujudkan," jelas Erwin.

Wawako berharap, dengan adanya sosialisasi daya dukung daya tampung lingkungan hidup ini, penataan lingkungan hidup di Kota Payakumbuh akan semakin baik. 

"Kita ingin kawasan hijau yang sudah dimiliki secara kuantitas tidak berubah mengacu kepada Perda RT/RW. Jika persentasenya bisa dijaga bahkan diperhijau, maka Payakumbuh betul-betul bisa menjadi Kota Sehat yang sesungguhnya," pungkas Wawako Erwin.ul

Turnamen ini dibuka Ketua DPRD,  YB Dt. Parmato Alam  bersama Kepala Dinas Pendidikan diwakili Kabid PNFI, Tavril Samry, Kepala SMPN 3 Payakumbuh, Mardiyus, 
IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

SMPN 3 Payakumbuh mengadakan Open Turnamen Bola Voli TK SMP se Sumbar, Riau dan Jambi di lapangan bola voli SMPN 3 Payakumbuh tepatnya di Bukit Sitabur.

Turnamen ini dibuka Ketua DPRD,  YB Dt. Parmato Alam  bersama Kepala Dinas Pendidikan diwakili Kabid PNFI, Tavril Samry, Kepala SMPN 3 Payakumbuh, Mardiyus, Ketua Komite, W. Dt. Marajo Bosa dan keluarga besar sekolah ini, pada Kamis (29/03/2018).

Pada turnamen yang dimulai 29 Maret 2018 ini yang telah memastikan hadir adalah Kab. Agam, Tanah Datar, Sijunjung, Limapuluh Kota serta beberapa SMP di Kota Payakumbuh, sementara diluar Sumbar berasal dari Muaro Tebo dan Kota Jambi. Namun dari Pekanbaru yaitu SMPN 26 Pekanbaru dan dari Indragiri Hilir belum dipastikan datang.

Dalam laporannya, Kepala SMPN 3 Payakumbuh, Mardiyus, M.Pd menyebutkan, turnamen bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahim bagi sekolah sekolah dalam mengembangkan potensi siswa dalam permainan bola voli.

“S-GABUSI (SMP TIGA BUKIK SITABUAH) VOLLY BALL CUP I merupakan turnamen perdana bagi SMPN 3 Payakumbuh. Hal yg kita banggakan sekolah dapat mengundang sekolah sekolah diluar Propinsi Sumatera Barat,” terang Kepala SMPN 3 Payakumbuh Mardiyus

Tavril Samry mewakili Kadiknas dalam sambutannya menyebutkan selamat datang di Kota Payakumbuh Kota Biru orang namakan.

Turnamen ini sangat baik. Disamping meningkatkan silaturahim, turnamen ini adalah wadah untuk mewujudkan lahirnya atlit-atlit voli profesional, mendatang," sambut singkat Tavril Samry.

Membuka turnamen, Ketua DPRD Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang mewadahi munculnya bibit-bibit baru berbakat, khususnya pada olahraga bola voli. Diakhir pembicaraan nya Ketua DPRD juga menyampaikan keseriusan Kota Payakumbuh dalam memajukan pendidikan.

“Kita sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, sekolah bisa berkompetisi dengan fairplay dan menghasilkan bibit baru, dan lagi Tahun 2019 ditargetkan seluruh SMP sudah melaksanakan UNBK secara mandiri dan tidak ada lagi yang menumpang di SMA dan SMK yang ada di Kota Payakumbuh. Pemerintah Kota akan meningkatkankan anggaran untuk membantu penyediaan perangkat komputer untuk kebutuhan UNBK,” ujar Parmato Alam.

Tentu saja tepuk tangan yang meriah serta wajah yg berseri dari segenap Guru dan siswa serta pengunjung yg ramai hadir menambah kemeriahan turnamen tersebut.

Pertandingan dimulai dengan pukulan bola perdana dari Ketua DPRD Kota Payakumbuh yang juga seorang alumni SMPN 3 Payakumbuh yang tergabung dalam persatuan alumni S-GABUSI.ul

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.