Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 21 September 2026 Rupiah diperkirakan bergerak dalam tekanan terhadap dolar AS pada Senin, 21 September 2026, dengan proyeksi di Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini Senin 21 September 2026 diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan ditutup menguat terbatas di rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures, Jumat (18/9/2026), mata uang Garuda terdepresiasi 0,03% atau merosot 5 poin ke level Rp17.758 per dolar AS. Pelemahan terbatas rupiah pada penutupan akhir pekan lalu mencerminkan dinamika pergerakan mata uang kawasan Asia yang cenderung bervariasi atau mixed.
Selain rupiah, yen Jepang terhadap dolar AS tertekan paling dalam sebesar 1,01%, diikuti won Korea Selatan melemah 0,28%, dolar Singapura melemah 0,09%, diikuti peso Filipina melemah 0,05%, dan baht Thailand juga melemah 0,04%.
Sebaliknya, ringgit Malaysia terhadap dolar AS tampil perkasa dengan menguat 0,43%, diikuti dolar Taiwan menguat 0,22%, yuan China menguat 0,11%, rupee India menguat 0,04%, dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,02%. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan tipis rupiah kali ini utamanya tertekan oleh sikap antisipasi pasar menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) minggu depan, yang diperkirakan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan.
Anjlok Rp17.753 per Dolar AS, Imbas Sikap Hawkish The Fed "Pasar mengantisipasi RDG BI minggu depan yang diperkirakan akan menahan tingkat suku bunga," ujarnya, Jumat (18/9/2026).
Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah dunia ke level US$95 per barel yang cukup signifikan rupanya belum cukup kuat untuk memberi dorongan dan mendukung pergerakan rupiah.
Rupiah Dibuka Turun ke Rp17.758 per Dolar AS Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka lesu sebesar 5 poin atau 0,03% ke level Rp17.758 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS melemah 0,01% ke 100,21.
Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia justru menguat. Yen Jepang terapresiasi 0,10% bersama won Korea 0,22%. Ringgit Malaysia dan baht Thailand masing-masing menguat 0,14% dan 0,15% terhadap dolar AS.
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda 1400 tahun silam:
“Akan datang suatu masa pada umat manusia, pada saat itu orang yang tidak memiliki putih (perak) dan kuning (emas), dia akan kesusahan dalam kehidupan”
(H.R. Imam Thabrani)
“Akan datang suatu masa pada umat manusia, pada masa itu tidak ada yang bermanfaat kecuali dinar (uang emas) dan dirham (uang perak).”
(H.R. Imam Ahmad)
“Apabila di akhir zaman, manusia di kalangan mereka itu harus menggunakan dirham-dirham dan dinar-dinar sehingga dengan kedua mata uang itu seorang laki-laki menegakkan agama dan dunianya.”
(H.R. Imam Al-Thabrani).
1 Dinar adalah koin emas murni seberat 4,25 gram, dan 1 Dirham adalah koin perak murni seberat 2,975 gram. Ukuran ini merujuk pada standar yang ditetapkan sejak zaman kekhalifahan.
Dalam sistem sekuler kapitalis menggunakan uang kertas dan uang koin membuka terjadinya inflasi dan deflasi dimana patokan nilai uang sebagai alat tukar bergantung pada kesepakatan dari negara adidaya. Sedang di sistem sekuler, negara adidaya diambil dari negeri penjajah yaitu Amerika Serikat. Sehingga Dolar AS lah yang mendominasi di hadapan dunia.
Sedangkan negeri-negeri lain terutama Islam harus berada di bawah kendali hegemoni Amerika. Oleh karena itu mata uang negeri-negeri lain terutama Islam terus merosot. Sehingga memungkinkan kesejahteraan tak pernah berpihak pada rakyat.
Bagaimana tidak, mereka bisa datang ke Indonesia dengan sedikit uang bisa membeli apapun dengan jumlah banyak. Sedangkan kita jika datang ke negeri mereka dengan uang banyak hanya mendapat sedikit barang.
Berbeda hal nya dengan sistem Islam kaffah yang menggunakan Dinar dan Dirham (penggunaan emas dan perak) harga akan terus stabil, terhindar dari inflasi dan deflasi, rakyat bisa tetap menggunakan Dinar dan Dirham sebagai alat tukar barang tanpa mengalami lonjakan harga.
Disamping itu, setiap kebijakan di sistem Islam kaffah selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Para pejabat negara adalah pelayan umat dan para pemilik modal dibatasi dalam kepemilikan tanah dan sawah (tidak boleh punya gunung, laut, pulau dan yang lain nya yang terdapat sumber daya alam dalam jumlah besar).
Sebab gunung, laut, pulau dan yang lainnya yang memiliki sumber daya alam melimpah milik rakyat dan harus digunakan untuk kepentingan rakyat.
Oleh sebab itu mari kita terus mengenal Islam dengan ibadah dan menimba ilmu bermanfaat terutama ilmu agama Islam kaffah, dakwah jamaah pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW. Berjuang hingga kita semua sejahtera dunia akhirat.
Wallahu 'alam bissawab
