Berkenalanlah dengan Ciro, si kucing tabby, berjiwa biker di balik wajah mungilnya. Hari ini, matahari bersinar begitu garang, namun di pojok jalan, tepat di atas pembatas beton yang menjadi saksi bisu, Ciro sedang melancarkan aksi paling epic nya: berjemur ala "loaf" di bawah sorotan matahari.
Pikir Ciro, dia sudah menemukan posisi paling strategis. Bukan sekadar berjemur, tapi dia sedang dalam misi penyamaran sebagai patung singa mini penjaga gerbang. Dia bahkan sudah menyusun rencana matang. Jika ada burung mendekat, dia akan pura-pura mendengkur kencang sampai burungnya bingung sendiri.
Namun, rencananya terusik. Di latar belakang, terlihatlah panggung parkour alam: tebing berundak-undak yang sebenarnya hanyalah pondasi penahan tanah, tapi di mata Ciro, itu adalah arena latihan lompatan maut. Dia bermimpi suatu hari nanti bisa melompat dari satu kotak ke kotak lainnya seperti superhero kucing. Masalahnya, dia baru saja makan siang porsi ekstra. Alih-alih melompat lincah, dia justru terguling-guling seperti bola wol gemuk.
Kembali ke pembatas beton, Ciro sedang dalam posisi 'terbakar matahari'. Matahari di atas sana seolah menjadi musuh bebuyutannya. Saat ada angin sepoi-sepoi, Ciro mengira itu hembusan napas musuh. Dia pun bersiap siaga dengan menyipitkan mata, tapi malah ketiduran dan mengigau tentang makan tuna premium.
Tiba-tiba, seorang anak kecil lewat sambil berlari kecil, dan boom! Ciro terkejut, berguling dari pembatas beton, dan jatuh dengan pose paling konyol. Untung tidak ada yang melihat, atau setidaknya, dia berharap begitu. Kembali bangkit dengan harga diri sedikit terluka, Ciro bergumam, "Ugh, itu kan cuma bagian dari pertunjukan akrobatikku yang belum sempurna!"
Dan itulah Ciro, si penjaga batas langit yang tangguh, penakluk tebing imajiner, dan kucing paling jago berpose "loaf" di muka bumi.
