Oleh : Nina Iryani S. PD
Dilansir dari msbsaceh.com. Semua orang pasti memiliki perasaan iri kepada orang lain. Sebenarnya bukan perasaan iri yang dialami oleh stiap orang, melainkan orang tersebut sedang tidak mensyukuri apa yang diri mereka miliki. Banyak orang-orang di luar sana lebih kurang dari apa yang mereka miliki saat ini, yaitu orang-orang yang bertempat tinggal di kolom jembatan, menahan lapar dan haus dan banyak masalah lain yang mereka hadapi.
Kita sering menyimpulkan bahwa orang lain lebih beruntung daripada kita, sehingga kita menganggap bahwa Allah tidak adil kepada kita. Tanpa kita sadari hal tersebut sebenarnya tidak benar dan tidak semestinya kita menganggap bahwa Allah tidak adil. Karena hal tersebutlah yang dapat menimbulkan perasaan iri kita terhadap orang lain, sehingga kita kurang bersyukur terhadap apa yang kita miliki saat ini.
Keberuntungan tidak akan terjadi tanpa sebuah pengorbanan yang besar. Tanpa kita ketahui orang telah berusaha semaksimal mungkin demi mencapai keberuntungannya. Karena perasaan iri masih ada pada diri kita, maka kita menganggap diri kita itu kurang beruntung, padahal kita kurang mensyukuri apa yang telah kita miliki.
Ayo, bersihkan hati kita untuk tidak berprasangka buruk dan berprasangka baik terhadap diri kita dan orang lain. Hilangkan perasaan iri terhadap orang lain dan syukurillah apa yang telah kita miliki saat ini. Selalu bersyukur kepada Allah SWT di setiap shalatmu karena telah memberi penglihatan, pendengaran dan pernafasan hingga saat ini.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu..."
(TQS. Ibrahim ayat 7)
1. Allah SWT berfirman:
“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,"
(TQS. Ali Imran ayat 145).
2. Ayat Alquran tentang Bersyukur dan Mengingat Allah.
Hal tersebut dijelaskan dalam ayat Alquran tentang bersyukur berikut ini.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,”
(TQS Al-Baqarah ayat 152).
3. Ayat Alquran tentang Menyembah Allah dan Anjuran Bersyukur
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Artinya:
“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur,”
(TQS Az-Zumar ayat 66).
4. Ayat tentang Orang yang Tidak Mau Bersyukur
Ayat Alquran tentang bersyukur selanjutnya terdapat dalam Surat Yasin pada ayat 35, yang berbunyi:
لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
Artinya:
“Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?”
(TQS. Yasin ayat 35).
5. Ayat tentang Allah yang Selalu Rida dengan Orang yang Bersyukur
إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Artinya:
“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya.
Dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
"Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu,"
(TQS Az-Zumar ayat 7).
6. Ayat Alquran tentang Bersyukur dengan Menyeimbangkan Bekerja dan Istirahat
Ayat Alquran tentang bersyukur ini difirmankan oleh Allah SWT dalam surah Al-Qashash ayat 73 yang memiliki arti agar selalu memiliki motivasi dalam bekerja dan diikuti dengan bersyukur.
وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya:
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya,”
(TQS. Al-Qashash ayat 73).
7. Ayat tentang Nikmat Berlipat Ganda
Salah satu ayat Alquran tentang bersyukur ini menjelaskan tentang nikmat yang dilipatgandakan jika senantiasa bersyukur.
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya:
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras."
(TQS. Ibrahim ayat 7).
8. Ayat tentang Bekerja untuk Bersyukur
اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
Artinya:
“Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.”
(TQS. Saba ayat 13).
9. Ayat Alquran tentang Hamba yang Pandai Bersyukur
ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا
Artinya:
“(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.”
(TQS. Al-Isra ayat 3).
10. Ayat Alquran tentang Bersyukur dalam Kisah Luqman
Salah satu ayat Alquran tentang bersyukur terdapat dalam kisah Luqman.Islam
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan untuk bersyukur karena manfaatnya akan kembali kepada diri sendiri.
Sebaliknya, jika tidak bersyukur, Allah tetap Maha Kaya dan Maha Terpuji.
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ
Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu:
"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
11. Ayat Alquran tentang Bersyukur terhadap Nikmat Allah
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menyatakan nikmat yang telah diberikan.
Salah satu bentuk syukur adalah dengan mengakui dan menceritakan nikmat tersebut sebagai tanda kebesaran-Nya.
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ ١١
Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).
Bukan hanya ayat terdapat ayat Alquran tentang bersyukur saja, ada pula keterangan dari hadis Nabi Muhammad tentang syukur yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat.
12. Hadis tentang Bersyukur saat Senang dan Sabar saat Susah
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya:
“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya,”
(HR. Muslim).
13. Hadis tentang Orang yang Bersyukur dan Orang yang Kufur Nikmat
مُطِرَ النَّاسُ على عهدِ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أصبحَ منَ النَّاسِ شاكرٌ ومنهم كافرٌ قالوا هذهِ رحمةُ اللَّهِ وقالَ بعضُهم لقد صدقَ نوءُ كذا وكذا
Artinya:
“Ketika itu hujan turun di masa Nabi Muhammad SAW, lalu Nabi bersabda, ‘Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat.
Orang yang bersyukur berkata, 'Inilah rahmat Allah.' Orang yang kufur nikmat berkata, 'Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu',”
(HR. Muslim).
14. Hadis tentang Nikmat yang Sering Terlupakan
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الَّلهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الَّلهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَشِيْرٌ مِنْ النَّاَسِ الصِّحَّةُ وَاْلفَرَاغُ
Artinya:
“Dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi SAW bersabda:
'Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu',”
(HR. Bukhari).
15. Hadis tentang Syukur
Bertasbih dan Membaca Alquran
(قَا اللهُ تَعَالىَ : يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى (رواه الطبرانى عن ابى هريرة
Artinya:
“Allah berfirman dalam hadis qudsi-Nya:
'Wahai anak Adam, bahwa selama engkau mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku, berarti engkau telah mendurhakai Aku!',”
(HR Thabrani).
16. Hadis tentang Merasa Cukup
وروى التر مذى و قا ل حسن غريب : من اعطى عطا ء فوجد فليجز به فان لم يجد فليثن فان من اثنى فقد شكر ومن كتم فقد كفر.
Artinya:
“Barang siapa yang diberikan suatu pemberian dan merasa cukup atas pemberian tersebut, maka hendaklah dia membalasnya. Dan jika dia tak merasa cukup maka hendaklah dia memuji. Sebab sesungguhnya perbuatan memuji itu merupakan tanda syukur dan barang siapa yang hanya diam saja maka sungguh dia telah kufur,”
(HR Turmudzi).
17. Hadis tentang Kecintaan Allah SWT pada Orang yang Bersyukur
فَإِنْعَجِزْتُمْعَنْمُكَافَأَتِهِفَادْعُوْالَهُحَتَّتَعْلَمُوْاأَنْقَدْشَكَرْتُمْفَإِنَّاللّٰهَيُحِبُّالشَّاكِرِيْنَ
“Jika engkau tidak mampu membalasnya maka doakan dia hingga engkau merasa bahwa engkau telah mensyukuri kebaikan tersebut, karena sesungguhnya Allah SWT sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur,”
(HR Abu Dawud).
Demikian dalam Islam terjaga mental dan fisiknya dengan menerapkan segala perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.
Berbeda hal nya dengan sistem sekuler kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga menjadikan uang diatas segalanya untuk menggapai jabatan, popularitas, investasi dan sebaginya demi pujian manusia sehingga orang-orang tersebut mudah stress, depresi dan bunuh diri.
Oleh karena itu mari sama-sama kita menimba ilmu bermanfaat terutama ilmu agama Islam lebih giat lagi, dakwah pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW, berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Wallahu 'alam bissawab
