Eksploitasi Anak Demi Konten dan Popularitas


Oleh: Nena Fatimah

IMPIANNEWS.COM

Seiring berkembangnya teknologi yang semakin maju, berkembang pula platform sosial media seperti youtube, instagram, dan tiktok yang membuat masyarakat berbondong-bondong mencari penghasilan dengan membuat konten pada berbagai sosial media tersebut. 

Mereka berlomba-lomba menjadi terkenal bagaimanapun caranya. Mulai dari mempertontonkan kemampuannya, memposting kesehariannya, hingga membuat konten dengan adegan berbahaya. Itu semua demi konten viral, dan menjadi terkenal. 

Salah satunya konten dari youtuber Ria Ricis yang masih dihujani kritik pedas berbagai pihak atas aksi nekat membawa bayi berusia 5 bulan naik jetski. 

Dalam video yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya, anak bayinya hanya digendong oleh ayahnya yang sekaligus mengendarai jetski. Sementara kedua orangtuanya sama-sama terlihat menggunakan pelampung, sedangkan tidak untuk bayi yang usianya belum genap satu tahun tersebut (www.liputan6.com 06/01/23).

Meskipun ada beberapa komentar yang mewajarkan karena mereka adalah artis terkenal yang memposting aktivitas liburan bersama keluarga, namun tidak aman buat masyarakat yang menjadi pengikut bahkan penontonnya.

Seorang ibu seharusnya melindungi dan mendidik anak dari usia dini, karena anak adalah aset generasi mendatang yang memegang estafet perjuangan orangtuanya. Bukan malah memanfaatkan anak demi konten semata, demi mendapatkan video yang viral namun malah membahayakan nyawa sang anak. Kesimpulannya bisa pada kata eksploitasi anak hanya demi popularitas. 

Popularitas memang telah menjadi salah satu tujuan yang ingin diraih sebagian besar manusia, popularitas ini membuat abai terhadap apa yang harus dijaga yakni keselamatan anaknya sendiri yang masih bayi. 

Popularitas dalam sistem kapitalisme sekuler menjadi pundi pundi uang yang menggiurkan, hingga masyarakat terpengaruh gaya hidup matrealistis dan hedonis, hingga mereka beramai-ramai memilih atau beralih profesi menjadi konten kreator youtube ataupun platform media sosial lainnya. 

Beginilah hasil penerapan sistem kapitalisme, dimana para ibu tidak memahami perannya sebagai pengasuh, pelindung, dan pendidik anak-anaknya. 

Berbeda dengan Islam. Islam adalah dien yang sempurna, yang memposisikan anak sebagai anugrah dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap orang tua.

Melalui sistem yang berbasis akidah islam, orangtua dibekali oleh negara untuk memahami kewajiban yang melekat pada orangtua ketika memiliki anak. Sistem pendidikan ini membentuk para orangtua memahami tujuan tertinggi hidup adalah meraih ridho Allah bukan mendapatkan harta ataupun materi sebanyak-banyaknya hingga melalaikan perkara halal dan haram. 

Orang tua harus mempersiapkan strategi pengasuhan dan pendidikan anak termasuk proses tumbuh kembang anak dalam rangka membimbing mereka menuju tujuan yang diharapkan serta mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas. 

Salah satu yang harus dipenuhi orangtua dan negara atas anak adalah perlindungan dan keamanan, yakni perlindungan dari berbagai macam ancaman dan kekerasan baik fisik maupun psikis

Orangtua dilarang eksploitasi anak dalam bentuk apapun. Negara hadir sebagai pihak yang menjalankan sanksi sesuai hukum syariah apabila terjadi eksploitasi anak, meskipun dilakukan oleh orangtuanya sendiri. Seluruh aturan yang menjamin hak yang menjamin anak ini hanya akan terwujud dalam sistem kehidupan yang diberkahi oleh Allah swt, yakni sistem Islam kaffah dalam naungan Khilafah Islamiyah. Wallahua’lam bish shawab.

Posting Komentar

0 Komentar