ANALISIS KRITIK CERPEN “ PENULIS TUA “ KARYA HARYO PAMUNGKAS TERHADAP PSIKOLOGI PENDIDIKAN


Oleh: Diva Amanda Putri Siregar
(Mahasiswa aktif Universitas Andalas)
Prodi Sastra Indonesia

IMPIANNEWS.COM

Abstrak

Psikologi pendidikan dalam Cerpen Penulis Tua Karya Haryo Pamungkas menitik beratkan pada satu tokoh didalamnya. Definisi psikologi pendidikan secara umum yaitu sesuatu hal yang berhubungan langsung dengan bentuk karakter seseorang yang mempengaruhi sikap dan perilaku nya secara baik maupun tidak baik, hal ini berlangsung dengan bagaimana kondisi lingkungan yang ia cerna didalam kehidupan sehari-harinya. Teori yang dipakai dalam analisis psikologi pendidikan ini adalah Teori Humanisme Carl R Roger. Humanisme tertuju pada masalah bagaimana pribadi yang dihubungkan terhadap pengalaman mereka sendiri ( Carl R. Roger). Adapun kepercayaan pada penulis sendiri untuk menjadikan teori ini sebagai sumber dalam penelitian psikologi pendidikan dalam Cerpen Penulis Tua Karya Haryo Pamungkas.

Pendahuluan

Cerpen merupakan cerita pendek yang ditulis secara singkat, berisi tentang hal-hal yang kontroversi. Cerpen juga bisa dikatakan rangkaian cerita yang sering terjadi didalam kehidupan masyarakat bahkan lingkungan yang sedang tersorot oleh sipenulis. Unik nya didalam cerpen ini cerita yang disuguhkan hanya berfokus pada satu konflik permasalahan yang dialami oleh tokoh mulai dari pengenalan karakter hingga penyelesaian permasalahan yang dialami oleh tokoh

Didalam analisis ini saya mengambil judul cerpen “ Penulis Tua “ Karya Haryo Pamungkas. Cerita ini berisi tentang seorang kakek yang berumur 80 tahun, baginya tidak ada yang lebih menarik dari orang yang sudah lanjut usia selain merenung dan mengenang. Sudah tak ada gairah untuk masa depan, tak ada ambisi, semua yang didapat sampai saat ini terasa sudah cukup. Sisa bekal kesiapan untuk dunia selanjutnya, menunggu seperti antre dalam loket pembayaran.Inilah fase paling menarik dalam hidup: mengenang masa lalu. Setelah semua hal buruk dan baik datang silih berganti sebagai bumbu perjalanan usia.

Dalam kutipan sinopsis “ Di usia yang semakin beranjak tua, kakek lebih memilih menjadi pengamat, mengunjungi tempat-tempat yang cocok untuk merenung dan mengenang untuk menciptakan kenangan dengan baik bersama cucunya Alenia,agar nantinya kenangan dalam kepalanya tak hanya dipenuhi oleh gemerlap kesibukan kota dan cahaya yang keluar dari telepon genggam. seperti cita-cita kakek di masa muda dulu, menjadi seorang penulis yang tumbuh sekaligus membentuk kenangan. Kakek ingin Alenia tumbuh dan membentuk kenangan dengan baik, tidak seperti sekarang ini, zaman di mana kenangan tak akan terbentuk dengan baik nantinya.Ketika semua hal hanya diketahui dari segenggam kotak kecil bersama semua kenangan yang terbentuk Tidak nyata seluruhnya.”

Pengertian kritik sastra yang merupakan salah satu cabang ilmu sastra ini biasanya berlaku untuk menghakimi suatu karya sastra. Selain menghakimi suatu karya sastra, kritik sastra juga berperan untuk mengkaji dan menafsirkan karya sastra secara lebih luas lagi. Seperti yang sudah disinggung di awal, kritik sastra umumnya dilakukan oleh seorang kritikus sastra.

Hough (1966) berpendapat bahwa pengertian kritik sastra tersebut tidak hanya terbatas pada penyuntingan, penetapan teks, interpretasi, dan juga pertimbangan mengenai nilai dari sebuah karya sastra. Menurutnya, pengertian kritik sastra itu meliputi masalah yang lebih luas mengenai apakah kesusastraan itu sendiri, apa tujuan karya sastra, dan juga tentang bagaimana hubungannya dengan setiap masalah-masalah kemanusiaan yang lain dan dekat dengan karya sastra tersebut.

Psikologi pendidikan Menggunakan Teori Humanisme Carl R Roger terhadap cerpen “ Penulis Tua “ Haryo Pamungkas

Didalam analisis kritik cerpen ini saya mengambil pendekatan psikologi pendidikan terhadap cerpen “ Penulis Tua” Karya Haryo Pamungkas sebagai wadah saya dalam menyampaikan kritikan dengan hal-hal yang saya pahami. Saya tertarik dengan cerita yang ada didalam cerpen ini membahas tentang arti kehidupan yang dijalani oleh seorang kakek tua dan cucu nya, tetapi ada hal yang membuat saya memilih untuk mengkaji mengenai psikologi pendidikan didalam cerpen ini karena tokoh kakek menggambarkan karakter bahwa dirinya tidak terlalu mendukung tentang hal-hal modern sekarang ini seperti penggunaan smartphone diusia cucunya yang bernama “ Alenia” yang bisa dikatakan masih perlu mengenal hal hal yang lebih berguna yang seperti dilakukan kakek pada masa usia alenia.

Pada kutipan percakapan “Atau terkadang, ketika melihat cucuku Alenia, aku membayangkan, apakah anak kecil sekarang masih merasakan betapa menyenangkannya bermain di sungai yang jernih, atau memanjat pohon kelapa setelah riang bermain sepakbola di tanah lapang? Sedikit banyak kuamati anak-anak kecil—khususnya yang tumbuh di kota-sekarang lebih senang bermain gadget. Aku membayangkan betapa tidak serunya ketika nanti mereka sudah seusiaku, hal apa yang bisa dikenang? Jika hidup hanya dihabiskan di depan layar kotak yang bisa memuat segalanya?” didalam pernyataan tersebut sangat jelas sang kakek sangat khawatir tentang masa modern yang sekarang dihadapi oleh cucu nya alenia.

Namun tokoh kakek tidak terlalu menyalahkan hal yang sudah terjadi dimasa sekarang ini, ia hanya bernostalgia dengan masa dulu dimana ia masih merasakan berbagai macam hal-hal yang lebih berguna sebelum mengenal adanya smartphone (gadget).

Dalam kutipan percakapan “Coba lihat, tadi Alenia disuruh menggambar di kelas. Ini gambar buat kakek.” Dengan senangnya gadis kecil yang giginya masih belum genap itu menyerahkan selembar kertas yang berisi gambar padaku.

            “Mana? Coba kakek lihat.”

            “Ini gambar Alenia? Bagus ya…”

            Gadis kecil itu hanya meringis, tersipu malu. Ah, satu lagi hal menarik untuk orang berumur 80 tahun sepertiku: melihat senyum manis yang tergambar dalam wajah cucuku, Alenia.

Sebenarnya aku membatin. Gambar itu, tidak seperti gambar yang dibikin anak kecil dulu. Dua gunung kembar, di tengahnya ada matahari yang siap tenggelam, dan di langit, gambar burung sederhana mengepak sayap beserta sawah dengan gambaran padi mirip huruf V. Itulah gambar yang selalu dibikin anak kecil dulu. Ah, barangkali zaman sudah berbeda…

            “Kenapa Alenia menggambar gedung-gedung ini?” tanyaku penasaran.

            “Alenia coba menggambar kota dan gedung, Kek. Ini kota Alenia.” masih dengan meringis Alenia menjawab pertanyaanku.

Pada percakapan diatas tokoh kakek juga merasa bangga dengan hal itu, walaupun gadget kadang membawa dampak buruk bagi generasi muda, tetapi ada juga hal- hal yang positif diambil dimasa modern sekarang ini. Terlihat “alenia” memiliki wawasan yang luas atas apa yang sedang ia gambarkan. Memang sekarang ini pola pikir manusia sudah semakin canggih dan tidak heran jika hal itu terjadi pada diri cucunya “alenia.

Dalam analisis kritik cerpen ini dengan menggunakan pendekatan “Psikologi Pendidikan” terhadap teori humanisme. dapat saya tarik, bahwa kekhawatiran tokoh kakek bisa saja tersorot pada pendidikan alenia kelak, karena diusia tokoh kakek yang sudah 83 tahun ini membuat nya tidak bisa menjaga dan membesarkan alenia dengan sosok generasi muda yang baik kedepannya. Apalagi dizaman sekarang ini pendidikan dimata masyarakat milenial hanya sebagai pencapaian saja dan tidak terlalu memiliki pondasi yang kuat. Memang tidak semua masyarakat berpikiran seperti itu. Gadget telah menjadi bagian dari kehidupan pelajar, sehingga keberadaan gadget menyebabkan adanya dampak positif maupun negatif. Dampak positif dari gadget adalah mempermudah dalam pencarian informasi dan komunikasi, selain itu, dapat menjadikan pelajar tidak gagap teknologi. Adapun dampak negatifnya, yaitu mengganggu belajar siswa, berakibat buruk pada perilaku,kesehatan, dan sikap siswa, serta mengakibatkan pemborosan. Gunakanlah gadget sebagaimana mestinya jangan terlalu berlebihan dan jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna yang dapat merugkan diri sendiri dan orang lain. Karena dengan perkembangan gadget ini yang sangat menjadi korban adalah para remaja dan anak-anak.

Maka dari itu waspadalah terhadap perkembangan gadget tersebut. Selain itu peran orang tua juga sangat penting dalam membimbing anaknya agar tidak terjerumus dengan kemerosotan zaman saat ini. Diharapkan juga kepada pelajar untuk menggunakan nalar dan pikirannya dalam memanfaatkan hanphone. Sebaiknya pelajar menggunakan gadget seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi agar dampak buruk dari gadget tidak terjadi Kemajuan teknologi gadget bagi pendidikan jika dilihat dari sisi negatifnya bisa mengakibatkan siswa malas. Kurangnya kesiapan siswa dalam menghadapi permasalahan dikarenakan lebih mengandalkan gadget daripada mencari solusi dengan cara dan ide yang dimiliki sendiri.

Dari penjelasan diatas mengenai pengaruh gadget di dunia pendidikan, psikologi pendidikan juga sangat penting di perhatikan. Dimana tokoh “ kakek” yang memiliki kekhawatiran itu terhadap cucunya alenia dia masih mengamati bagaimana perilaku alenia dimasa modern ini, ia tidak terlalu membatasi atau melarang alenia untuk menuangkan segala bentuk ide yang ia punya dari yang ia lihat dilingkungan sekitarnya. Pada sinopsis cerita diatas “Kakek ingin Alenia tumbuh dan membentuk kenangan dengan baik, tidak seperti sekarang ini, zaman di mana kenangan tak akan terbentuk dengan baik nantinya.Ketika semua hal hanya diketahui dari segenggam kotak kecil bersama semua kenangan yang terbentuk Tidak nyata seluruhnya.” Pada potongan sinopsis ini ada harapan yang tertuang dari tokoh kakek untuk cucunya alenia, ia ingin kelak alenia memiliki kenangan yang berguna, yang lebih dapat alenia kenang dalam hidupnya, walaupun dizaman modern ini banyak hal-hal baru yang muncul didunia ia harap alenia tumbuh menjadi sosok manusia yang cerdas dan mampu mengkontrol dirinya dalam melakukan ataupun menggunakan sesuatu hal yang baru, tidak ceroboh dan dapat memanfaatkan suatu kondisi dengan baik.

Kesimpulan     :

Didalam cerpen ini dapat kita lihat bahwa sesuatu hal yang mempengaruhi lingkungan kita secara tidak langsung akan dapat mempengaruhi sisi kehidupan yang kita alami. Banyak hal positif yang disampaikan kedua tokoh ini yaitu kakek dan alenia. Walaupun banyak maksud dan tujuan tokoh kakek yang tidak tersampaikan secara langsung kepada cucunya alenia, namun didalam cerpen ini ungkapan cerita kakek terhadap cucunya dapat tersampaikan kepada penulis sendiri. Disamping cerita yang dihadirkan terdapat juga hal-hal yang banyak mengandung acuan nasehat terhadap seorang tokoh kakek kepada cucunya.

Daftar Pustaka

Pgsd, binus ac.id / implementasi teori belajar humanisme dalam pandangan carl r roger.

Psikologi pendidikan dari berbagai sumber. Modul psikologi pendidikan, bpsdm.pu.go.id.

Blog, fpsi.um.ac.id .

Posting Komentar

0 Komentar