Islam Mengatasi Masalah Tanpa Masalah

Oleh: Eva Nurfalah 

IMPIANNEWS.COM

Beberapa kasus kekerasan pada  anak dan perempuan semakin lama semakin banyak, hal ini terjadi bukan hanya dikalangan umum atau kejahatan yang dilakukan diluar rumah oleh orang jahat yang tidak dikenal, tapi banyak juga kasus yang terjadi dikalangan rumah atau keluarga, dimana pelakunya bisa keluarga sendiri seperti paman, kakek, nenek bahkan kelurga terdekat seperti ayah, suami juga saudara kandung, miris memang. Dilansir dari KOMPAS.COM.

Angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Bandung mengalami peningkatan. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ( P2KBP3A), Muhammad Hairun menyebut, pada 2020 terdapat 82 kasus kekerasan perempuan dan anak. Jumlah ini naik di 2021 menjadi 85 kasus. "Untuk tahun 2022 masih dalam pendataan belum tercover semua," ujar Hairun kepada Kompas.com, Kamis (25/8/2022). 

Kepala Bidang Perlindungan Anak, DSP3A Kabupaten Bengkayang, Liberti menyebut kasus kekerasan perempuan dan anak di Bengkayang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Kasus tertinggi kekerasan perempuan dan anak di Bengkayang terjadi pada tahun 2021 di mana jumlahnya mencapai 54 kasus.

Dari dua berita tentang peningkatan kasus kekerasan pada anak dan perempuan diatas, maka timbul pertanyaan besar, kenapa hal ini bisa terus terjadi, padahal begitu banyak solusi yang dilaksanakan oleh pemerintah dan juga oleh para aktivis perempuan, salah satunya kesetaraan gender. Yang katanya kesetaraan gender akan memperkuat kemampuan negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan, dan memerintah secara efektif. Dengan demikian mempromosikan kesetaraan gender adalah bagian utama dari strategi pembangunan dalam rangka untuk memberdayakan masyarakat (semua orang) perempuan dan laki-laki-untuk mengentaskan diri dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Selain itu, agenda dari kesetaraan gender adalah menghilangkan segala bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan di ruang publik dan pribadi, termasuk perdagangan manusia dan eksploitasi seksual, serta berbagai jenis eksploitasi lainnya, menghilangkan semua praktek berbahaya, seperti pernikahan anak, pernikahan dini dan paksa, serta sunat perempuan, menjamin partisipasi penuh dan efektif, dan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi, dan masyarakat, serta menjamin akses universal terhadap kesehatan seksual dan reproduksi, dan hak reproduksi seperti yang telah disepakati sesuai dengan Programme of Action of the International Conference on Population and Development and the Beijing Platform serta dokumen-dokumen hasil reviu dari konferensi-konferensi tersebut

Dari beberapa fakta dan solusi yang ditawarkan apakah kasus-kasus serupa berkurang? Nyatanya tidak. Kasus ini terus berulang karena tidak adanya solusi yang tepat, terlebih jika solusinya itu kesetaraan gender. Karena sejatinya permasalahan ini bukan karena ketidaksetaraan gender, tetapi karena sistem yang diterapkan tidak mampu menjaga dan memuliakan perempuan. 

Lalu apakah solusi yang tepat dan benar dalam mengatasi permasalah ini? Hanya Islam satu-satunya solusi tuntas yang in syaa Allah tidak akan menimbulkan lagi permasalahan lain, karena hanya dalam sistem pemerintahan Islam sajalah keamanan anak dan kemuliaan perempuan dilindungi. 

Islam begitu memuliakan perempuan, seperti yang terdapat dalam hadist Rasulullah Saw "Seorang sahabat datang kepada Nabi Saw. kemudian bertanya, "Siapakah manusia yang paling berhak untuk dihormati?", Nabi menjawab:"Ibumu", kemudian siapa Wahai Nabi?, "Ibumu" jawab Nabi lagi, "kemudian siapa lagi Wahai Nabi?:" Ibumu" kemudian siapa Wahai Nabi? "bapakmu", jawab Nabi kemudian" (HR. Bukhari Muslim).

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An Nisa [4]: 19). 

Islam juga melindungi anak-anak, bisa dilihat dari beberapa dalil dibawah ini:

"Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharumkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar" (Al-An’am: 151).

“Bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda atau tidak menghormati yang lebih tua” (HR. at- Tirmidzi). 

Dari beberapa dalil di atas, insyaa Allah hanya Islam solusi satu-satunya yang bisa menuntaskan permasalahan umat.

Wallahu'alam bishowab

Posting Komentar

0 Komentar