Rusia Diam-diam Tetap Jual S-400 ke Iran? tak Hiraukan As

 Rusia Diam-diam Tetap Jual S-400 ke Iran? tak Hiraukan As



IMPIANNEWS.COM (Rusia)

Ketika embargo senjata internasional terhadap Iran mendekati tanggal kedaluwarsanya, Teheran dapat membeli senjata canggih baru dari Rusia.

Meskipun ada keberatan dari Amerika Serikat, Moskow mungkin akan berupaya mencapai kesepakatan penjualan sistem pertahanan udara rudal canggih S-400 dengan Teheran.

Duta Besar Rusia untuk Iran, Levan Jagarian, mengatakan kepada surat kabar harian Resalet, Rusia melihat tidak ada masalah dengan penjualan platform tersebut ketika embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Republik Islam berakhir pada 18 Oktober.

“Kami tidak takut dengan ancaman AS dan kami akan memenuhi komitmen kami,” ujar Jaragain.

Komitmen yang dimaksud Jaragain dilaporkan termasuk pertimbangan permintaan senjata Iran meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengisolasi pemerintah Iran.

Pada Agustus, Dewan Keamanan PBB menolak proposal AS yang akan memperpanjang embargo senjata, yang diberlakukan sebagai bagian dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama 2015, atau yang biasanya disebut sebagai kesepakatan nuklir Iran, lapor Newsweek.

Pemerintahan Trump menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018, namun mengklaim akhir dari embargo senjata dapat semakin mengguncang kawasan itu karena Teheran dapat segera mulai membeli senjata dari negara lain.

Akibatnya, Amerika Serikat saat ini tidak memiliki jalur yang layak untuk memberlakukan larangan penjualan senjata ke Iran, dan Amerika Serikat telah memperingatkan senjata yang dipasok oleh Iran dapat membanjiri wilayah konflik yang berdekatan termasuk di Irak, Lebanon, dan Yaman, di mana Teheran mendukung kelompok militan.

Senjata Anti-Pesawat Moskow

Sistem S-400 Triumf (nama kode NATO: SA-21 Growler), yang dikembangkan dan diproduksi oleh Almaz-Antey, dirancang untuk memberikan perlindungan dari serangan udara, termasuk rudal balistik jelajah, taktis, dan operasi, serta rudal jarak menengah.

Sistem ini telah secara luas dianggap sebagai salah satu sistem anti-pesawat operasional paling canggih di dunia. S-400, yang juga dapat meluncurkan rudal 40N6, dirancang untuk menyerang target pada jarak hingga empat ratus kilometer dengan kecepatan enam kali kecepatan suara, dan pada ketinggian hingga tiga puluh kilometer di bawah tembakan musuh yang intensif dan kemacetan radio.

Bulan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan mereka telah menerima resimen sistem pertahanan udara rudal S-400 Triumf yang ketiga yang ditetapkan minggu lalu, The National Interest melaporkan.

Platform tersebut telah dijual ke mitra asing termasuk Belarus dan China, tetapi Moskow telah menunda semua pengiriman terkait S-400 ke Beijing. Dilaporkan penundaan itu bertujuan mempertahankan tingkat netralitas seiring memanasnya konflik antara Beijing dan New Delhi.


Pertahanan Udara Lebih Besar untuk Iran


Militer Iran telah mempertahankan banyak sistem SAM yang diimpor dari Amerika Serikat dan Eropa setengah abad yang lalu, tetapi tidak memiliki akses ke suku cadang dan rudal baru.

Meski demikian, Teheran telah mampu memperoleh sejumlah kecil komponen SAM dari China dan Rusia, catat The National Interest.

S-400 dapat memberi Teheran kemampuan untuk memerangi pesawat Barat, dan itu bahkan berpotensi mencakup pesawat tempur canggih seperti F-35 Lightning II Joint Strike Fighter.

Tahun lalu Rusia telah menolak permintaan dari Iran untuk membeli platform S-400, dengan alasan kekhawatiran penempatan tersebut dapat meningkatkan ketegangan keamanan di Timur Tengah. Namun, itu dulu. Sekarang, sebagaimana yang ditulis Peter Suciu di The National Interest, tampaknya Moskow telah melakukan perubahan dan dapat memenuhi permintaan dari Teheran.

Meskipun tidak ada permintaan resmi yang dibuat, masih belum jelas apakah Moskow benar-benar akan mencapai kesepakatan atau apakah ini sikap politik yang menunjukkan bahwa kesepakatan mungkin akan terwujud di masa depan.

Penerjemah: Nur Hidayati

Editor: Purnama Ayu Rizky

Keterangan foto utama: Sistem rudal kendali darat-ke-udara ‘Triumph’ S-400 yang baru di dekat Kaliningrad, Rusia. (Foto: Reuters)

Abaikan AS, Rusia Diam-diam Tetap Jual S-400 ke Iran?

Related Items:Amerika, Berita Militer, Hubungan Rusia Iran, Iran, Rusia, S-400


Posting Komentar

0 Komentar