Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov Sebut: Rusia Tak Akan Izinkan Media Massa Menghina Islam, Beda Dengan Prancis

 


Dmitry Peskov menegaskan Rusia tak akan mengizinkan media massa menghina Islam (Foto: AFP)

IMPIANNEWS.COM (Moskow)

Rusia menegaskan tak akan mengizinkan media di negaranya menghina agama Islam, seperti terjadi di Prancis. Pemerintah tak mengizinkan penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Rusia memiliki undang-undang yang melarang pelecegan agama seperti itu.

"Keberadaan media seperti itu di negara kami tidak mungkin sama sekali, termasuk dari segi perundang-undangan saat ini," kata Peskov, dikutip dari Anadolu dilansir impiannews.com.

Dia menyebutkan, saat ini ada sekitar 20 juta umat Islam di negaranya. Meskipun, bukan yang terbanyak atau minoritas, keberadaannya dilindungi UU.

"Di Rusia, tentu saja, yang paling mendasar fundametal adalah Kristen, mayoritas, kami semua memiliki orang Kristen tinggal di sini. Keunikan negara kami justru pada multietnik dan multiagama dan semua agama hidup saling menghormati," tuturnya.

Pernyataan Peskov ini disampaikan di tengah hebohnya kasus penghinaan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan tabloid Prancis, Charlie Hebdo.

Media satir itu bulan lalu menerbitkan kembali kartun yang menghina Nabi Muhammad untuk menandai dimulainya sidang kasus penyerangan kantor redaksi pada Januari 2015 lalu yang menewaskan 12 orang.

Beberapa waktu lalu, seorang guru sejarah, Samuel paty, dibunuh oleh remaja 18 tahun kelahiran Moskow, karena menunjukkan kartun terbitan Charlie Hebdo tersebut saat membahas kebebasan berekspresi di kelas.

Saat upacara pemakaman Paty, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, negaranya tak akan menyerah terhadap kartun dan ekstrimisme, mengindikasikan pemerintahannya tak akan mengusik soal penerbitan kembali gambar yang menghina Nabi Muhammad, langkah yang mengundang kecaman dari negara muslim serta pemboikotan produk Prancis.***


Posting Komentar

0 Komentar