Warga Berharap, Kasus Narkoba di Nagari Taeh Bukik, Berakhir


IMPIANNEWS.COM 

Taeh Bukik, --- Terungkapnya kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan salah seorang warga Kenagarian Taeh Bukik sempat membuat buncah warga setempat. 

Tertangkap RS (24) warga Jorong Pabotungan bersama tersangka lainnya dengan barang bukti berupa sabu-sabu dan ditambah 4 karung ganja kering yang ditemukan tim gabungan di pekarangan rumah RS. 

Kejadian yang tergolong besar ini membuat tokoh masyarakat setempat, tercengang. Pasalnya, kejadian melanggar hukum penyalahgunaan narkotika ini tergolong besar dan terjadinya di kenagarian tersebut. 

"Kami sempat kaget, dan menyesalkan apa yang yang dilakukan adik kita RS. Kami mendapat kabar pihak berwajib menangkap dan mengamankan salah seorang warga. Setelah mendapatkan keterangan dari pihak kepolisian, baru kami memahami. Salah seorang warga kita atau adik kita RS, ternyata terlibat dalam peredaran narkotika. Dan ini termasuk partai besar. Kami rasa sudah lintas provinsi. Dan Kami juga menyaksikan sendiri. Dari informasi, beratnya sekitar 135Kg yang disita aparat dini hari itu,"sebut Walinagari Taeh Bukik Bentri Wirman melalui Wali Jorong Pabotungan Ismarlis, Jumat (30/10/2020) siang. 

"Kami menyaksikan orang tua dari RS, menangis dini hari itu. RS sendiri memiliki 3 saudara, yang juga ikut sedih, dini hari itu,"imbuhnya. 

"Keseharian keluarga RS adalah bertani. Sebenarnya, kalau kita serius menjalankan usaha bertani, insyaallah kita bisa sukses. Setidaknya cukup lah untuk kebutuhan harian kita. Atau melakukan pekerjaan halal lain, yang tidak melawan hukum, contohnya buruh tani, atau buruh lainnya. Namun, beda dengan RS, yang lebih menyukai pekerjaan instan. Yakinlah, setiap pekerjaan yang meraih untung besar pasti resikonya juga besar. Kita juga berharap, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi RS dan warga lainnya. Jangan lagi kejadian serupa terjadi di nagari kita. Selama ini suhu bermasyarakat di nagari aman saja, sekarang dibuncah dengan penangkapan narkoba,"ungkap Ismarlis. 

"Mari kita jaga nagari kita dari perbuatan maksiat dan melawan hukum,"pungkasnya. 

Ungkapan senada juga disampaikan Afri Yunaldi, tokoh masyarakat Taeh Bukik sekaligus anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota. 

"ini kejadian yang sangat mencoreng nama kampung, namun hal ini sudah terjadi. Kedepannya kita berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Bersama-sama kita sudah membangun nagari, disinilah kita dituntut menjaga kampung kita. Semua pihak harus terlibat, orang tua yang paling dekat. Lanjut ninik mamak dan masyarakat serta peran pemerintah dan aparat keamanan. Mari kita tingkatkan semangat kekeluargaan, bekerja sama serta semangat kewaspadaan. Kita bersyukur, sudah banyak kemajuan dan pembangunan di daerah kita. Bukan berarti, pemikiran kita ikut mundur dengan memilih profesi instan. Tapi kita dituntut untuk berinovasi agar selaras dengan kemajuan itu,"terang Afri Yunaldi.(014)

Posting Komentar

0 Komentar