Perang Berkecamuk antara Armenia-Azerbaijan Meluas, Hampir 100 Orang Tewas di Nagorno-Karabakh

 Perang Berkecamuk antara Armenia-Azerbaijan Meluas, Hampir 100 Orang Tewas di Nagorno-Karabakh


IMPIANNEES.COM (Nagorno-Karabakh).

Hampir 100 orang, termasuk warga sipil, tewas saat pertempuran berkecamuk antara pasukan Armenia dan Azerbaijan atas wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Daerah kantong pegunungan itu diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi telah dikelola oleh orang-orang Armenia sejak perang berakhir pada tahun 1994.

Armenia telah melaporkan 84 kematian anggota militernya, serta korban sipil, sejak perang pecah pada Minggu kemarin. Sedangkan Azerbaijan belum mengungkapkan kerugian yang di derita militernya, tetapi telah mengkonfirmasi tujuh kematian warga sipil seperti dilansir impianews.com dari BBC, Selasa (29/9/2020).

Pertempuran yang pecah tiga hari lalu sekarang tampaknya meluas di Nagorno-Karabakh.

Pada hari Selasa, kementerian pertahanan Armenia mengatakan sebuah bus penumpang telah diserang oleh pesawat tak berawak Azerbaijan di kota Vardenis di Armenia timur. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sementara Azerbaijan sebelumnya mengatakan dua warga sipil tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Armenia pada hari Senin, menyusul kematian lima orang dari keluarga yang sama sehari sebelumnya.

Pertempuran itu adalah yang terberat yang pernah terlihat dalam konflik kedua negara sejak 2016, dan Selasa malam Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pembicaraan darurat tentang masalah tersebut.

Baik Armenia maupun Azerbaijan - yang telah memobilisasi lebih banyak tentara dan mengumumkan darurat militer di beberapa daerah - saling menyalahkan karena memulai pertempuran.

Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa negara lain mungkin terlibat langsung dalam konflik di kawasan strategis Kaukasus itu.

Turki telah secara terbuka mendukung Azerbaijan, sementara Rusia - yang memiliki pangkalan militer di Armenia - telah menyerukan gencatan senjata segera


Posting Komentar

0 Komentar