Ketua MUI Payakumbuh Selatan Ajak Masyarakat Nonton Film Pemberontakan G30S/PKI


IMPIANNEWS.COM 

Payakumbuh, --- Bagaimana sejarah kelam pemberontakan G 30 S/ PKI yang hingga kini selalu diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila? Mungkin generasi muda saat ini banyak yang bingung menjelaskannya. Publik pun kembali hangat memperbincangkan isu tentang PKI dan komunisme akhir-akhir ini.

"Kalau dulu, kita diminta menonton film G 30 S/ PKI. Bahkan ada tugas sekolah untuk membuat review tentang film tersebut. Sehingga kita punya pemahaman dasar tentang kebiadaban G 30 S/ PKI. Semenjak 2008 itu tidak ada lagi," papar Ketua MUI Payakumbuh Selatan, Ustadz H Hannan Putra Lc MA dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).

Menurut Sang Ustadz, saat ini generasi muda hanya faham kalau pemberontakan PKI hanya terjadi di Madiun tahun 1948. "Padahal, PKI yang waktu itu sebagai partai nomor 2 terbesar di Indonesia ada di mana-mana. Tak luput di tempat kita seperti Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Banyak saksi sejarah yang saat ini masih hidup. Mereka menyaksikan orang tua dan Keluarga mereka pernah dibantai oleh PKI," papar Sang Ustadz.

Yang lebih menyedihkannya lagi, lanjut beliau, ada pula yang punya pemahaman kalau PKI adalah korban ketidak-adilan pemerintah orde lama. Sehingga ada penggiringan opini bahwa pemerintah harus meminta maaf kepada PKI.

"Jadi mari kita kembali memahami sejarah. Bahwa negara kita punya trauma masa lalu, yakni pemberontakan kaum komunis yang kemudian melahirkan TAP MPRS no.XXV Tahun 1966. Mari kita ambil hikmah besar dari sejarah kelam bangsa kita yang pernah dikhianati PKI," papar beliau.

Ustadz Alumnus Al-Azhar Kairo Mesir tersebut mengapresiasi jika ada kalangan masyarakat yang mau menyelenggarakan nonton bareng film tersebut. Sebagaimana akan ditayangkan di sejumlah stasiun televisi nasional esok, Rabu (30/9/2020) seperti; TV One, SCTV, dan lainnya. 

"Ada sejumlah kafe yang ingin buat nobar. Pendapat kami, ya silahkan saja asal bisa mematuhi protokol kesehatan. Sehingga keramaian yang timbul tidak menciptakan cluster baru penyebaran covid-19. Ini yang harus dijaga bersama," ujarnya.(*)

Posting Komentar

0 Komentar