Pemko Payakumbuh Bakal Wujudkan Mimpi Warga Ketersediaan Mesjid Agung

Advetorial Kota Payakumbuh

Wali Kota Payakumbuh
H. Riza Faleoi
IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh).

Pemko Payakumbuh berencana membangun Mesjid Agung sebagai icon kota Payahkumbuh. Hal ini dirancang Walikota Payakumbuh, H. Riza Falepi sejak tahun 2016 lalu. 

Lokasi awal yang direncanakan di kawasan Padang Kaduduak, dinilai kurang layak oleh para anggota DPRD Payakumbuh melalui sidang paripurna dengar pendapat. Rencana pembangunan masjid akhirnya dialihkan ke kawasan Sawah Kareh, Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Rencana Pemko Payakumbuh sangat diapresiasi mantan Walikota Payakumbuh, Fahmi Rasyad saat sidang paripurna istimewa Hari jadi Payakumbuh ke 49 di ruang sidang DPRD, tanggal 17 Desember 2019, lalu. 

Sudah saatnya Payakumbuh sebuah mesjid megah. Hal ini pernah kita ajukan, kalau bisa di pusat kota. Semuanya tergantung Pak Walikota Payakumbuh Adinda Riza Falepi dan pihak terkait. Bagaimana bagusnya,"terang singkat Fahmi Rasyad, kala itu. 

Sementara, Wali Kota Riza Falepi mengatakan sudah lama masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota memimpikan adanya Mesjid Raya, masyarakat berharap sebuah mesjid yang luas. Riza menyebut mungkin tidak termegah, namun menjadi yang terluas di Sumatera Barat.

“Minimalis saja tapi luas artinya nanti bisa menjadi tempat berlindung untuk acara-acara besar selain jum’atan dan acara resmi daerah. Kalau ada acara besar seperti wirid BKMT, wirid ustaz-ustaz kita se Sumatera Barat, dan juga ketika mengundang ustaz kondang seperti Abdul Somad atau ustaz lainnya,” kata Riza Falepi saat di wawancara, Rabu (12/2/2020) malam.

Dijelaskan Riza, selama ini di Payakumbuh kalau bikin acara selalu pasang tenda, pasang ini pasang itu. Ternyata itu tidak praktis dan disisi lain akan menimbulkan persoalan yang tidak mudah dan berdampak kepada biaya yang di luar dugaan, oleh karena itu Riza ingin membangun Mesjid Raya.

“Awalnya kita berencana mencoba membangunnya di bekas kantor bupati, tapi dari pihak pemkab tidak ada indikasi untuk memberikan kesempatan untuk itu, jadi kami menganggap hal itu belum saatnya untuk ditindaklanjuti,” terang Riza.

Kemudian Riza mencoba untuk membangunnya di Padang Kaduduak, namun ditolak oleh warga dan anggota DPRD, karena lokasinya tidak di pinggir jalan besar. Akhirnya dicarilah tempat baru dan Pemko Payakumbuh mendapatkan lokasinya di Sawah Kariang di Kelurahan Pakan Sinayan.

Rapat Pembebasan lahan Masjid Agung,
15 Maret 2019
Rapat Pembebasan Lahan Masjid Agung Pada Tanggal 15 Maret 2019. Sarana ibadah merupakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, untuk itu pemerintah kota berusaha untuk memenuhi kebutuhan rohani masyarakat, oleh karenanya melalui dinas PUPR pemerintah kota melakukan rapat dengan masyarakat yang lahannya akan digunakan untuk pembangunan mesjid tersebut. 

Rapat tersebut kembali berlanjut antara Dinas PUPR, Camat, Niniak Mamak dan pemilik Lahan, Lurah Pakan Sinayan berlanjut Pemancangan Areal tempat Masjid Agung, direncanakan akan dibangun.(31/07/2019)

Tanggal 31 Juli 2019 Dilajutkan Rapat antara Dinas PUPR, Camat, Ninik Mamak dan pemilik lahan dan Lurah berlanjut Pemancangan areal tempat Majid Agung direncanakan akan di Bangun
“Kita berharap tanah bisa dibebaskan dan ini akan menjadi amal saleh bagi pemilik tanah, selama orang salat di sana, maka pahalanya akan mengalir terus,” harapnya.

Di luar dari pada itu, sebenarnya fungsi Mesjid Raya ada banyak sekali, Pemko akan membebaskan tanah seluas 4,8 hektar, dan ini cukup besar. Keberadaan Mesjid Raya ini diharapkan bisa menjadi tempat persinggahan orang-orang yang lewat karena berada di pinggir jalan besar.

Kita nanti akan buat koridor dari Mesjid Raya ke Ngalau dengan memakai terowongan di bawah tanah. Sehingga kalau ada yang datang bus-bus besar maupun orang -prang yang ingin parki, silahkan di Ngalau dan jalan kaki ke mesjid. Kemudian untuk koridornya kita pasang kanopi sehingga saat hujan nanti masih bisa dilewati dengan baik karena di kota kita sering hujan,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Riza, ke belakangnya dibuat jalur ke Batang Agam, sehingga bagi mereka yang ingin melakukan wisata religi di Mesjid Raya, bisa juga terus ke belakang mesjid dan melihat Payakumbuh di pinggir Batang Agam.”

“Kita berharap secara teknis ini bisa kita kejar, saya belum yakin bisa selesai selama saya jadi wali kota, namun setidaknya ini bisa dilanjutkan dan diselesaikan wali kota berikutnya, tapi konsep-konsep dasarnya sudah kita siapkan, sehingga Masjid Raya terintegrasi dengan Ngalau dan Batang Agam, akhirnya menjadi daerah kunjungan wisata yang terintegrasi,” kata Riza mantap.

Di belakang mesjid ini nantinya juga Riza akan siapkan kios-kios untuk pedagang, sehingga tidak terjadi kesemerawutan pedagang nantinya, dan Riza akan siapkan juga venue-venue lain yang mendukung akan hal itu.

“Saya mohon do’a kepada semua masyarakat supaya mesjid ini dapat berguna untuk kita semua, untuk bisa diselesaikan dengan cepat dan menjadi berkah untuk kita semua, Allah memberi tempat terbaik untuk membangun Mesjid Raya,” tutupnya diakhir wawancara.

Demi tercapainya cita besar guna mewujudkan salah satu visi misi Pemko Payakumbuh "mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya berdasarkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Walikota Kota Payakumbuh, Riza Falepi dan jajaran OPD terkait giat duduk bersama dengan Niniak mamak dan masyarakat. 

Tampak tokoh masyarakat setempat menyambut baik rencana pembangunan tersebut sehingga mulai dilakukan berkali rembug guna proses pembebasan lahan yang bakal kena akibat pembangunan sarana ibadah ini. 

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait progres rencana pembangunan Mesjid Agung tersebut, Lurah Pakan Sinayan Zailendra pada Jumat (09/07/2020) kepada media menerangkan Kalau rencananya betul, konsultan perencana sudah kontrak dan konsultan sudah hasilkan animasi dan desain.

“Iya, saat ini sudah pembebasan lahan sudah berjalan dan masyarakat yang lahannya terkena pembangunan masjid sebahagian sudah menerima ganti wajar. Dalam hal Pemko Payakumbuh tetap bersama dengan TP4D, agar jalan salah langkah” jelasnya,” ujar Lurah Pakan Sinayan Zailendra kepada wartawan.


Ikonnya Payakumbuh. Foto Desain Mesjid Agung Payakumbuh, begitu megah

Di berbagai media sosial mulia Beredar foto desain Mesjid Agung Payakumbuh. Warga yang melihat terkesima dan mengundang decak kagum siapa saja melihat kemegahan mesjid yang bakal menjadi kebanggaan warga Payakumbuh, Luak Limopuluah, Payakumbuh Khususnya.

Wali Kota Riza Falepi pada Kamis (03/07/2020)kepada media baru baru ini, menyebut ada yang mengganjal dalam dirinya, yaitu tugasnya selaku wali kota yang belum terealisasi, adalah ingin membuatkan mesjid raya (mesjid agung) bagi masyarakat Payakumbuh.

"Saya mohon dukungan dan do'anya. Iba hati kita, lihat warga kalau ada acara wirid-wirid besar masih pakai tenda di lapangan, kita inginnya ya di mesjid yang besar, luas, dan nyaman," pungkas Riza.

Wako Riza bercerita, awalnya Pemko mencoba untuk rencana membangunnya di Kawasan Padang Kaduduak, namun ditolak oleh warga dan anggota DPRD, karena lokasinya tidak di pinggir jalan besar. Akhirnya dicarilah tempat baru dan Pemko Payakumbuh mendapatkan lokasinya di Sawah Kariang di Kelurahan Pakan Sinayan, Payakumbuh Barat.

"Kita berharap tanah bisa dibebaskan dan ini akan menjadi amal saleh bagi pemilik tanah, selama orang salat di sana, maka pahalanya akan mengalir terus," harapnya.

Di luar dari pada itu, sebenarnya fungsi Mesjid Raya ada banyak sekali, Pemko akan membebaskan tanah seluas 4,8 hektar, dan ini cukup besar. Keberadaan Mesjid Raya ini diharapkan bisa menjadi tempat persinggahan orang-orang yang lewat karena berada di pinggir jalan besar.

"Kita nanti akan buat koridor dari Mesjid Raya ke Ngalau dengan memakai terowongan di bawah tanah. Sehingga kalau ada yang datang bus-bus besar maupun orang -prang yang ingin parki, silahkan di Ngalau dan jalan kaki ke mesjid. Kemudian untuk koridornya kita pasang kanopi sehingga saat hujan nanti masih bisa dilewati dengan baik karena di kota kita sering hujan," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Riza, ke belakangnya dibuat jalur ke Batang Agam, sehingga bagi mereka yang ingin melakukan wisata religi di Mesjid Raya, 



bisa juga terus ke belakang mesjid dan melihat Payakumbuh di pinggir Batang Agam."

"Kita berharap secara teknis ini bisa kita kejar, saya belum yakin bisa selesai selama saya jadi wali kota, namun setidaknya ini bisa dilanjutkan dan diselesaikan wali kota berikutnya, tapi konsep-konsep dasarnya sudah kita siapkan, sehingga Masjid Raya terintegrasi dengan Ngalau dan Batang Agam, akhirnya menjadi daerah kunjungan wisata yang terintegrasi," kata Riza mantap.

Di belakang mesjid ini nantinya juga Riza akan siapkan kios-kios untuk pedagang, sehingga nanti tidak terjadi kesemerawutan pedagang, dan Riza akan siapkan juga venue-venue lain yang mendukung akan hal itu.

"Saya mohon do'a kepada semua masyarakat supaya mesjid ini dapat berguna untuk kita semua, untuk bisa diselesaikan dengan cepat dan menjadi berkah untuk kita semua, Allah memberi tempat terbaik untuk membangun Mesjid Raya," tutupnya diakhir wawancara.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, Jumat (09/07/2020) menyampaikan "Kita menyambut dan mengapresiasi pembangunan masjid Agung ini. Masjid Agung sudah menjadi impian masyarakat Payakumbuh. DPRD tentu sangat mendukung rencana pembangunan ini. 

Terkait masih adanya kendala, Kita serahkan ke pemko dulu untuk melakukan pendekatan- ll
pendekatan kekeluargaan ke masyarakat yang punya lahan. Kita siap mendukung, Kami harap warga ikut sambut baik,"pungkasnya. (014)

Posting Komentar

0 Komentar