Kemiskinan Ekstrem Mengancam Masa Depan Generasi

Oleh: Ai Kurnia,
(Komunitas Muslimah Rindu Surga Coblong, Bandung)

IMPIANNEWS.COM

Kemiskinan ekstrem menjadi problem dunia, menandakan adanya persoalan sistemik yang terjadi saat ini. Mulai dari ancaman kemiskinan, gizi buruk hingga kelaparan yang dihadapi anak-anak juga para kepala keluarga yang tidak bisa memberikan kehidupan yang  layak bagi keluarganya karena ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas.

Bukan karena rendah atau tingginya cakupan tunjangan anak, melainkan lebih kepada penerapan sistem kapitalisme secara global.

Negara yang berpendapatan rendah tingkat cakupan tunjangan sementara yaitu sekitar 9%, sementara  di negara-negara berpendapatan tinggi 84,6% anak-anak yang masuk dalam program tunjangan tersebut.

Tunjangan rendah kerap dihadapi negara dengan pendapat yang rendah.

Kemiskinan masih menjadi problem kronis di berbagai belahan dunia, bukan hanya dewasa, anak-anak pun terkena imbas akibat masalah ini, terdapat 1,4 miliar anak di dunia hidup tanpa perlindungan sosial, berdasarkan data PBB dan badan amal Inggris.

Terlebih lagi Perlinsos hanyalah solusi tambal sulam dari kapitalisme, tetapi sistem yang menjadi biang masalah kemiskinan itu yang justru tetap tegak berdiri. Hal ini sama saja seperti memotong ranting untuk mengurangi rimbunnya daun, tetapi akarnya tidak di cabut, sehingga ranting - ranting itu akan kembali tumbuh.

Mengapa ada negara berpendapatan rendah dan tinggi yang memengaruhi tingkat kemiskinan di negara tersebut? Pada dasarnya sistem kapitalisme meniscayakan hal itu terjadi, sistem ini sifatnya eksplosif dan destruktif. Eksistensi ideologi ini tidak bisa dilepaskan dari cara penyebarannya, yakni penjajahan dan imperialisme modern ditambah nilai kebebasan yang diagungkan menjadi dalih pembenaran atas ekploitasi yang mereka lakukan pada negara-negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Destruktif artinya sistem ini memiliki daya rusak yang dahsyat atas nama kebebasan kepemilikan dan liberalisasi pasar, satu atau dua individu bisa menguasai satu negara, dengan sumber daya alamnya inilah yang disebut oligarki kapitalis.

Tidak jarang pula liberalisasi dan ekploitasi mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem alam yang berpengaruh pada perubahan iklim secara ekstrim.

Gizi buruk hingga kelaparan yang di alami anak, adalah dampak dari konsekuensi negara yang berperan sebagai regulator, yang memberi jalan mulus bagi para kapitalis.

Hal ini tentu membahayakan generasi pada masa mendatang, kemiskinan memicu banyak hal pada generasi, seperti meningkatkannya angka putus sekolah karena biaya pendidikan yang mahal, rentan terserang penyakit karena layanan kesehatan yang sangat minim, gizi buruk hingga kelaparan.

Berbeda dengan Islam yang mewajibkan negara mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Islam memiliki mekanisme paripurna yang sudah ditetapkan sesuai dengan ajaran  yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. Negara wajib mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, sekaligus menciptakan generasi tangguh dan beriman yang bisa diandalkan untuk masa depan.

Marilah kita kembali kepada Islam yang kafah yang akan memberikan perlindungan kepada generasi melalui berbagai makanisme yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Khalifah.

Khalifah mengatur urusan kepemilikan umum, sumber daya alam di darat, di laut, tentu akan diolah oleh negara dan hasilnya akan didistribusikan untuk kepentingan rakyatnya

Pendistribusi harta kekayaan negara yang diolah secara mandiri oleh negara akan menjamin kesejahteraan umat, menjamin akan terpengaruhi kebutuhan primer dan sekunder.

Negara dalam Islam berkewajiban memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan kemudahan mendapatkannya, menyediakan lapangan pekerjaan, memberikan keluasan untuk membuka usaha, dan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh rakyatnya.

Adapun dalam hal pendidikan, kesehatan, dan keamanan, negara wajib memenuhi secara gratis tanpa dipungut biaya, tidak boleh ada komersialisasi dan kapitalisasi seperti saat ini.

Masyarakat yang kaya diwajibkan untuk berinfaq ke Baitul Maal. Dengan Islam negara akan terlepas dari sifat tamak dan rakus dan mengharamkan usaha yang bersifat ribawi.

Islam adalah agama dan sistem yang paripurna karena Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah yang menjadi panduannya.

Insyaallah dengan Islam kehidupan akan terjamin, selamat dunia dan akhiratnya .

Wallahua'lam bishawab

Post a Comment

0 Comments