Mahyeldi Disambut Salawat Badar di Masjid Raya Bingkudu Canduang

IMPIANNEWS.COM (Agam). 

Ustad Mahyeldi Ansharullah didaulat memberikan tausyiah di hadapan ratusan santri dan jamaah Masjid Raya Bingkudu, Canduang, Kabupaten Agam, Ahad (01/09/2019). Kedatangan Walikota Padang itu disambut dengan lantunan salawat badar diiringi rebana oleh para santri.

Tausyiah Mahyeldi terkait pentingnya memperkuat persatuan ummat serta mempersiapkan generasi muda Islam disimak jamaah dengan khidmat. Audiens seperti terbius, tidak seorangpun yang menguap sampai akhir ceramah.

Sembari mengutip ayat-ayat Alquran, Mahyeldi mengatakan, persatuan umat harus diperkuat. Allah memperingatkan agar jangan berpecah belah. Perpecahan akan melemahkan sendi kehidupan bangsa dan negara.

“Merusak persatuan hukumnya haram, sebaliknya memperkuat persatuan adalah wajib. Perpecahan akan melemahkan kita,” kata Mahyeldi.

Lebih lanjut Mahyeldi mengulas pentingnya mempersiapkan generasi yang kuat lantaran generasi yang lemah tidak akan mampu memimpin dan memajukan bangsa ini. Generasi yang lemah juga tidak akan sanggup mempertahankan bangsa dan negara dari serangan nyata maupun tidak nyata.

“Takutlah kepada Allah bila kemudian hari kita meninggalkan generasi yang lemah. Generasi yang lemah tidak akan sanggup melanjutkan kepemimpinan apalagi untuk memajukan bangsa ini,” tegasnya.

Mahyeldi juga mengisahkan tentang perjuangan hidupnya yang berangkat dari kampung. Ia menempuh banyak liku-liku kehidupan. Mahyeldi aktif di ranah politik sampai terpilih menjadi pemimpin Kota Padang.

Perjuangan hidup yang dilalui tidak lepas dari tuntunan agama. Dirinya banyak belajar kepada ulama-ulama mumpuni di Sumatera Barat.

“Saya pernah menjadi gharin masjid dan berdagang keliling untuk membiayai kuliah sambil menafkahi keluarga,” ujar Mahyeldi sambil mengakui dirinya telah menikah sejak masih kuliah.

Bapak sembilan anak itu memberikan motivasi bagi para santri dan generasi muda yang hadir di masjid supaya lebih gigih belajar dan memiliki kemandirian. Terutama dalam menuntut ilmu agama ia menyarankan jangan pernah berhenti.

“Jangan pernah berhenti belajar, terutama untuk ilmu agama,” tukasnya.

Adapun tentang Masjid Raya Bingkudu merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan oleh kaum Padri di tengah kecamuk perang Padri di Sumatra Barat pada tahun 1823. Masjid dengan arsitektur khas Minangkabau ini terletak di Jorong Bingkudu, Nagari Canduang, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Saat mulai didirikan, bangunan masjid ini terbuat dari bahan kayu, mulai dari lantai, tiang, hingga dinding masjid.

Saat ini, selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini menjadi. sarana pendidikan agama bagi pelajar Bahkan jauh sebelumnya, telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Agam sebagai cagar budaya pada tahun 1989. Sehingga pada tahun 1991, masjid ini mulai mengalami pemugaran secara keseluruhan.(yd)

Post a Comment

0 Comments