Letjen TNI (Purn) Marciano Norman sebagai Ketua Umum KONI Pusat, Menggantikan Tono Suratman.


IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat secara resmi mengumumkan Letjen TNI (Purn) Marciano Norman sebagai ketua umum menggantikan Tono Suratman.

"Dengan ini, Saudara Marciano Norman menjadi Ketua Umum KONI Pusat 2019-2023," ucap pimpinan sidang pada pukul 17:06 WIB.

Marciano Norman menang secara aklamasi setelah calon ketua umum lainnya, yakni Muddai Madang, tidak lolos administrasi berdasarkan hasil verifikasi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).

Sebelum diumumkan sebagai Ketua Umum KONI Pusat yang baru, Marciano memaparkan visi dan misinya di hadapan peserta Musornas yang terdiri dari KONI daerah dan federasi cabang olahraga (cabor) se-Indonesia.

Menurut Marciano, peluangnya untuk meneruskan bahkan meningkatkan apa yang telah dilakukan pengurus KONI Pusat sebelumnya terbuka lebar.

"Tapi tidak mungkin itu semua saya kerjakan tanpa kita bekerja sama," ucap Marciano dalam paparannya.

"Prioritas saya adalah membangun komunikasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan bidang olahraga termasuk pimpinan cabor. KONI juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan Kemenpora dan KOI," ujar sosok kelahiran Banjarmasin, 28 Oktober 1954 ini.

Visi Marciano adalah menjadikan KONI sebagai organisasi yang independen, berwibawa, dan profesional untuk membangun prestasi olahraga nasional guna meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di tingkat internasional.

Salah satu misinya adalah meningkatkan prestasi olahraga Indonesia melalui pembinaan organisasi dan peningkatan sumber daya yang efektif.

Nilai-nilai yang dipegang oleh Ketua Umum PB Taekwondo Indonesia (PBTI) ini untuk KONI, di antaranya kerja sama dan saling menghormati serta persahabatan dan persaudaraan.

"Dari visi dan misi saya, nilai-nilai itu bagian yang akan saya lakukan. Kita harus menuju satu sistem yang mampu mengelola dengan baik untuk jadi industri. Mari bersama bangun kemandirian olahraga," kata Marciano.

"Saya menyadari bahwa kunci utama meningkatkan olahraga adalah kebersamaan. Kalau kita tidak bersatu, kasihan atlet kita. Sebagai penghormatan kepada mereka, masalah antar pengurus dan induk cabor selesaikan di tingkat kita. Atlet tahu beres."

"Kalau Tuhan berikan (saya) kesempatan, amanah, untuk pimpin KONI, ini saya jadikan ladang ibadah saya kepada agama, bangsa, dan negara saya. Oleh karena itu, terimalah saya bersama saudara-saudara (untuk) memajukan olahraga Indonesia," ucap mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini.

Setelah pemaparan visi-misi tersebut, Marciano Norman pun secara aklamasi ditetapkan sebagai ketua umum yang baru untuk lima tahun ke depan.
Sebelum Marciano ditetapkan sebagai Ketua KONI Pusat, terdapat 15 KONI daerah dan 28 pengurus cabor yang memilih walkout.

Penyebabnya, mereka tidak setuju dengan keputusan TPP sehingga menggiring terjadinya aklamasi di Musornas--di antaranya adalah KONI Provinsi Sumatera Barat, KONI Provinsi Jawa Timur, KONI Provinsi Bali, KONI Provinsi Sumatera Selatan, hingga Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), dan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.