Juli 2019

IMPIANNEWS.COM.
Payakumbuh, --- Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz sambut penuh kekeluargaan dan keakraban Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ganefri saat mengantar tugas 46 dosen dan ratusan mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian dan penelitian di Kota Payakumbuh. Penyambutan rombongan UNP dipusatkan di Sentra IKM Randang Padang Kaduduak, Rabu (31/7/2019).
Turut menyambut Staf Ahli Dra. Ruslayetti, M.Pd dan Kadisnakerperin Wal Asri. Sementara Rektor UNP didampingi oleh Ketua LP2M Prof. Dr. Rusdinal, M.Pd, bersama jajaran lainnya.
Dalam laporannya, Ketua LP2M menyebut bahwa tahun lalu, UNP melaksanakan pembukaan di Kabupaten Limapuluh Kota. dan untuk tahun ini adalah giliran Kota Payakumbuh, sesuai hasil keputusan rapat LP2M bersama rektor.
Disamping itu, kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dosen merupakan usulan-usulan dosen yang diseleksi tim penilai sehingga anggaran proposal yang didanai untuk kabupaten/kota berbeda-beda, dipengaruhi oleh jumlah usulan yang layak dan itu didanai sepenuhnya oleh PNPB UNP.
“Kedepan perlu sinergi dan kolaborasi intensif dari Pemko dan Pemda Limapuluh Kota, maksudnya jika kita bisa duduk bersama untuk riset dan pengabdian masyarakat, akan meningkatkan kebermanfaatan keluaran yang terukur dan dampaknya ke masyarakat, dengan melibatkan instansi terkait lainnya,” harapnya.
Wawako Erwin Yunaz menyebut pengelolaan yang baik akan menjadikan Payakumbuh sebagai rujukan. Banyak kampus masuk ke Payakumbuh, hal tersebut membuat masyarakat senang, ditambah bagaimana para rektor memfasilitasi kegiatan, dan banyak ide-ide bagaimana mengembangkan pendidikan di Payakumbuh.
“Semua itu terjadi dengan adanya percepatan pembangunan yang kita dilakukan, contohnya gedung IKM Randang yang rencananya akan dipakai pada 2020, namun dengan cepatnya dibangun maka instruksi walikota agar mempergunakan sejak awal tahun 2019,” kata Wawako.
Erwin juga menyebut, teknologi di dunia pendidikan banyak ilmunya, bahkan universitas memberikan banyak energi untuk penelitian. Disitu perlu keterbukaan untuk menerima kekurangan dan mengevaluasi prosesnya agar hasil yang dilahirkan oleh penelitian benar-benar berdampak besar bagi masyarakat.
Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D. mengatakan tahun depan, akan ada program studi D3 A.Md Tata Boga dengan konsentrasi kuliner minang. Sekarang ada 120 lebih pendaftar, namun hanya 30 orang yang diterima.
“Untuk pusat riset prodi Kuliner minangnya akan berpusat di Payakumbuh, karena Payakumbuh menjadi sentral kuliner termasuk randang sebagai makanan khas minang, dan kerjasama itu akan terus dilanjutkan kedepan,” ujar Ganefri.
Dijelaskan Ganefri, kegiatan ini adalah bagian dari tupoksi dosen yang wajib meneliti, mengajar, dan melaksanakan pengabdian kepada ilmu yang didapat di kampus untuk diterapkan di masyarakat. Walaupun nilai proposalnya memang kecil, namun hal ini harus dilaksanakan, ada 40 Milyar dana untuk penelitian, untuk pengabdian 8 Milyar di UNP. Tidak ada penjatahan perkota, murni pengusulan masing-masing dosen dari berbagai daerah di Sumbar.
“Saya sangat berharap bagaimana program ini disinergikan, saya yakin di setiap pemko dan pemkab pasti ada anggaran untuk penguatan tenaga profesional pendidik harus didukung dengan anggaran agar dapat menyiapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan iptek,” pungkasnya. (ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Komando Distrik Militer 0312/Padang  melaksanakan sosialisasi Pembinaan Komunikasi Sosial Cegah Radikalisme/Separatisme kepada tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta organisasi kemasyarakatan dilingkup Kota Padang di aula Makodim 0312/Padang, Rabu (31/07/2019).

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0312/Padang Letkol Czi Rielman Yudha menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman komunikasi sosial dalam mendukung tugas pokok TNI, khususnya dalam pelaksanaan pembinaan Teritorial, melalui kemanunggalan TNI – Rakyat sehingga nanti mampu untuk memberikan bantuan dan kesulitan masyarakat.  

Dalam pelaksanaan dilapangan kegiatan tersebut membutuhkan suatu metode, salah satu metode yang digunakan adalah komunikasi sosial yang merupakan upaya penyampaian pikiran dan pandangannya terkait dengan pemberdayaan wilayah pertahanan serta mendukung memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat. 

"Komunikasi sosial juga dilaksanakan untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa sehingga terwujud sikap saling pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas-tugas bernegara," tambahnya.

Ia berharap, sosialisasi ini mampu  mencegah muncul atau masuknya paham radikalisme/separatisme dalam perkembangan kondisi sosial yang pesat, sehingga sedini mungkin dapat menghindari munculnya berbagai permasalahan yang akan terjadi di lapangan.

"Mudah-mudahan Kegiatan kita bersama ini akan membawa keberkahan kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini  dan  terhindar dari berbagai bentuk bala dan bencana. Serta menjadi bangsa yang rakyatnya makmur dan menjadi pemenang dalam persaingan global saat ini," tutupnya (th).

JAKARTA. impiannews.com – Komisaris Utama PT. Inspirator Media Indonesia, Teten Indra A, SE kembali bermanuver dengan kata lain berusaha untuk mengelak terkait hak-hak (gaji, upah/honor) para Tim Redaksi Inspirator Media, dengan mengajak untuk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu (31/7/2019) di Wisma BNI 46, Sudirman, Jakarta Pusat. Surat undangan RUPS tersebut diberikan melalui pesan WhatsApp yang diterima Pemimpin Redaksi inspiratormedia.id, Zulfahmi Siregar pada 29 Juli 2019, Pukul 01.01 dinihari WIB. Dalam undangan tersebut untuk pembubaran PT. Inspirator Media Indonesia.

Menurut Fahmi, disini lagi-lagi Komisaris Utama tidak paham sistem dan etika manajemen. Harusnya Komisaris Utama memberikan Surat RUPS dengan mengirimkan ke alamat redaksi PT. Inspirator Media Indonesia, atau ke alamat pribadi masing-masing pihak yang menurut Komisaris Utama sebagai pemegang saham (Norman Arief, Ichsan, Muhammad Rafal, Afriza Dwi Saputra, dan Zulfahmi Siregar). 

 ‘’Bapak Teten Indra disini terkesan sangat melecehkan kinerja kita selama ini, jelas-jelas faktanya belum menunaikan hak-hak (gaji, upah/honor) Tim Redaksi Inspirator Media. Kok main undang kita untuk bubarkan inspirator. Ngapain hanya ke saya doang undangannya yang dikirim dan tidak ke teman-teman yang lain, dan dikirim waktu dini hari saat orang sedang beristirahat. Serta yang anehnya melalui pesan aplikasi messenger bukan melalui surat resmi yang dikirim melalui pos dan alamat redaksi ataupun ke alamat teman-teman yang lain,’’ ungkap pria kelahiran Medan ini, di Jakarta, Rabu (31/7). 

Fahmi menjelaskan bahwa dirinya dan teman-teman yang disebutkan dalam surat tersebut tidak merasa sebagai pemegang saham dalam PT. Inspirator Media Indonesia. Dikarenakan tidak pernah melihat dokumen asli Akta Notaris NETTY MARIA MACHDAR, SH. Nomor : 300, Tanggal 28 September 2018. Tentang Pernyataan keputusan sirkuler para pemegang saham PT. Inspirator Media Indonesia dan Surat KEMENKUMHAM RI DIRJEN AHU. Nomor : AHU-AH.0103-0257280, Perihal: Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Persereoan PT. Inspirator Media Indonesia, Tanggal 26 Oktober 2018, seperti yang dimaksudkan Komisaris Utama, Teten Indra Abdillah, SE.

‘’Jika kami dianggap sebagai pemegang saham idealnya pernah diperlihatkan atau melihat dokumen Akta Notaris seperti yang dimaksud dalam undangan tersebut. Setidaknya memiliki salinan akta tersebut,’’ tegas Fahmi. 

Menurut Fahmi, jika dirinya dan teman-teman yang lain dianggap sebagai pemegang saham setidaknya pernah dilakukan rapat-rapat resmi para pemegang saham tersebut. Ini tidak pernah ada rapat RUPS tau-tau diundang RUPS untuk pembubaran. Aneh benar rasanya dan ada skenario apa sebenarnya?

‘’Saya merasa Komisaris Utama hanya berdalih agar menghindar menyelesaikan upah Tim Redaksi,’’ terang Fahmi. 

Ditempat yang sama Norman Arief selaku Pemimpin Umum PT. Inspirator Media Indonesia, mengatakan bahwa kondisi yang sebenarnya PT. Inspirator Media Indonesia, adalah seperti yang pernah dipaparkan dalam surat pengaduan kepada Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta Pusat pada tanggal 28 Februari 2019, dan telah selesai proses tersebut dengan dikeluarkannya surat anjuran bernomor: 2060/-1.835.3.

‘’Kami meminta Komisaris Utama, Teten Indra Abdillah, SE untuk menyelesaikan permasalahan internal terlebih dahulu sesuai janjinya. Terkait gaji, honor/upah, dan kami akan mendikusikan ini  kepada para wartawan dan kontributor. Jika memang kami masih dipaksakan sebagai pemegang saham di PT. Inspirator Media Indonesia, acuan kami adalah draft AKTA Notaris terakhir dimana terdapat salah satu pemegang sahamnya adalah sdr. Saanan Ichsan,’’ papar Norman. 

Norman menolak hadir dalam undangan tersebut dikarenakan alamat undangan bertempat di Wisma BNI 46 Lantai 47 Kav I Jl.Sudirman – Jakarta Pusat, bukanlah tempat representatif. Setahu dirinya alamat tersebut adalah salah satu kantor LPCI (Lembaga Pengembangan CSR Indonesia), bukan kantor PT. Inspirator Media Indonesia. 

‘’Sebab PT. Inspirator Media Indonesia sejak periode Pemimpin Umum sdr. Taryono Asa beralamat di Jl. KH. Wahid Hasyim. No.14B. Lt.3, Gondangdia. Jakarta Pusat. Logikanya adalah persoalan internal Inspirator kenapa diselesaikan di kantor orang lain. Kenapa tidak di kantor inspirator sendiri,’’ pungkasnya.

Masih menurut Norman, sebaiknya tunjukkan i’tikad baik dan dewasa saja seharusnya seorang Komisaris Utama dalam menyelesaikan persoalan internal ini. Bukan malah mengalihkan persoalan dengan membubarkan Perseroan Terbatas Inspirator. 

‘’Karena masalah pokoknya adalah menunaikan janji pembayaran gaji, honor/upah yang dijanjikannya sendiri. Jadi sebaiknya jangan mengulur-ulur waktu. Sebab seiringnya perjalanan waktu ‘argo’ (gaji, honor/upah) yang akan dibayarkan terus bertambah,’’ ujarnya dengan tenang.

Insya Allah kami masih konsisten dengan bekerja di keredaksian, buktinya hingga saat ini tidak pernah kami berhenti menayangkan berita memenuhi kebutuhan publik terhadap informasi. Dengan kata lain kami tim redaksi masih solid, militan dan konsisten dalam bekerja. Meski komisaris utama terkesan tidak sanggup dan tidak peduli dengan kinerja kami. 

‘’Saya yakin sdr.Teten itu memiliki jiwa yang bijak apalagi pernah menyebut dirinya sebagai salah satu pendiri ormas besar Islam. Jadi disini saya juga menghimbau kepada tim inti maupun para kontributor dan wartawan tetap profesional saja dalam bekerja. Saya sampaikan banyak terimakasih atas rasa kebersamaan dan loyalitasnya meski pembayaran gaji, honor/upah tertunda,’’ tutup Norman. ***Rach***

JAKARTA. impiannews.com - Puluhan  massa aktivis  Forum Milenial Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (FORMAKI) dan Forum Aktivis Jakarta (FAJAR) dengan dilengkapi membawa perlengkapan : spanduk, pengeras suara, selembaran, ban bekas dibawah pimpinan Esa Tjatur Setiawan sebagai Kordinator Aksi Demo, Siang hari Rabu (31/7/19) ini kembali menggelar aksi demonya lebih dahsyat lagi, dengan melakukan aksi pembakaran ban bekas  di depan Kantor MNC Group & DPP PERINDO jalan Wahid Hasyim Gondangdia Jakarta Pusat setelah kemaren berturut-turut menggelar aksi demo diduga tersangka Bos pemilik Group MNC Group Hari Tanoe Soedibyo yang biasa dipanggil HT

Menurut Kordinator Formaki,Esa Tjatur Setiawan bahwa sampai saat ini apa kabar kasus restitusi pajak Mobile-8 dengan terduga tersangka Hari Tanoe Soedibyo? Hampir tiga tahun sudah Bos dan CEO MNC Group ini berstatus “tersangka”, namun mengapa sejak gugatan pra peradilan statusnya ditolak majelis Hakim pengadilan Negeri Jakarta selatan pada 17 juli 2017, hingga saat ini kasus kejahatan kakap HT seperti lenyap ditelan bumi?

Pada hal, seperti diketahui, HT telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, melanggar pasal 29 Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik (ITE).

Hari Tanoe menjadi tersangka atas pelaporan Jaksa Agung Muda Yulianto kepada pihak Bareskrim Polri dengan nomor laporan polisi : LP / 100 / 10 / 2016 / bareskrim.

Mengapa hingga saat ini perkara tersebut seperti jalan ditempat dan tidak ada kelanjutannya?  Apakah dihentikan atau di SP3 kan? Melalui cara prosedural yang sah atau sebaliknya?

Jaksa Agung Muda Yulianto adalah Jaksa penyidik kasus tindak pidana korupsi restitusi pajak fikitf Mobile-8 dengan tergugat HT, selaku komisaris diperusahaan tersebut.

Sejak terungkap dan menjadi fakta perbuatan melawan hukum—terkait mobile-8-- melakukan transaksi fiktif pada keuangan—dengan membuat seolah olah membayar pajak lebih, namun ditarik kembali dalam bentuk restitusi. Jelas satu bentuk tindak pidana kejahatan  perbuatan melawan hukum (korupsi) yang direncanakan dan merugikan keuangan negara.

Meskipun HT pernah mengajukan gugatan praperadilan melalui pengadilan negeri Jakarta Selatan pada tanggal 17 Juli 2017 atas penetapan dirinya dijadikan tersangka, namun putusan hakim praperadilan saat itu terbukti menolak permohonan tersebut.

Dengan ditolaknya praperadilan oleh hakim, status HT sebagai tersangka menjadi sah dan berlaku hingga saat ini. Sehingga, tidak ada alasan bagi Kejaksaan Agung atau Kepolisian RI untuk tidak melanjutkan perkara HT tersebut.

Apalagi, sebuah LSM KOPHI sebelumnya telah melakukan gugatan praperadilan atas dugaan penghentian penyidikan terhadap terduga tersangka Harry Tanoesoedibjo (HTS) pada tanggal 6 Mei 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Toh kasus HT seperti tak bergeming.

Untuk itu, kami Forum Milenial Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (FORMAKI) dan Aliansi Aktivis Jakarta (FAJAR) akan melakukan aksi pada hari Rabu (31/7/19) dengan Tuntutan sebagai berikut :

1. Kami Aktivis Formaki menuntut agar supremasi hukum di Indonesia harus ditegakkan sebagaimana mestinya.

2. Ditegakkannya equality be for the law agar tidak ada tebang pilih. Dimana hukum selam ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

3. Kasus Restitusi pajak HT adalah kejahatan Kakap yang harus dituntaskan secara transparan dengan seadil-adilnya.

4. Menuntut dan mendesak Polri dan Jaksa Agung, agar tetap memproses perkara pidana HT hingga tuntas secara trasnparan hingga terpenuhinya rasa keadilan masyarakat.

5. Menjatuhkan Hukuman Setimpal Bagi HT terkait kejahatan yang diperbuatnya sesuai hukum dan Undang-undang yang berlaku ***rach***

IMPIANNEWS.COM (Jakarta). 

UNHCR ( United Nations High Commissioner for Refugees ) Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi.  Sepertinya menutup diri bagi para pengunsi yang jomblo. Ada 100 orang massa aksi kaum single berkumpul dan berorasi didepan gedung menara Revindo/kantor UNHCR Jln. Kebon Sirih Raya  Jakarta Pusat.

Sudah tiga hari mulai tanggal 29 /31 Juli 2019  para pencari suaka ini berunjuk rasa menutut Meminta kepada UNHCR agar bersikap adil dalam membantu proses dokumen yang diperlukan para single imigran untuk dapat mencari suaka di negara lain, karena selama ini hanya imigran yang sudah berkeluarga yang dibantu proses pengurusannya.

Ada beberapa pengunsi single dari Afganistan, Iran, Somalia dan Kenya mereka mengatakan sudah  6 (enam)  tahun berada di Indonesia tapi pihak UNHCR tidak ada perhatian seperti memberikan makan, uang saku,  tenda tempat penginapan, kesehatan dan tidak boleh bekerj.

Pada hal mereka sudah memiliki sertifikat dari UNHCR sesuai dengan konvensi Jenewa 1951 yaitu memastikan hak pengunsi dihormati dan dilindungi. Setelah dikonfirmasi   tidak ada jawaban dari pihak UNHCR.

Komisaris Tinggi Perserikatan  Bangsa-Bangsa untuk urusan Pengunsi tidak adil dalam menangani Para suaka (pengunsi)

UNHCR ( United Nations High Commissioner for Refugees ) Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi.  Sepertinya menutup diri bagi para pengunsi yang jomblo.

Ada 100 orang massa aksi kaum single berkumpul dan berorasi didepan gedung menara Revindo/kantor UNHCR Jln. Kebon Sirih Raya  Jakarta Pusat.

Sudah tiga hari mulai tanggal 29 /31 Juli 2019  para pencari suaka ini berunjuk rasa menutut Meminta kepada UNHCR agar bersikap adil dalam membantu proses dokumen yang diperlukan para single imigran untuk dapat mencari suaka di negara lain, karena selama ini hanya imigran yang sudah berkeluarga yang dibantu proses pengurusannya. (Rahc)

IMPIANNEWS.COM (Depok). 

DPRD Kota Depok menggelar Rapat Paripurna hasil pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Depok 2020, di Gedung DPRD Kota Depok, Jumat (26/7).

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Supariyono mengatakan, Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan PPAS Kota Depok Tahun Anggaran 2020 telah dibahas dalam rangkaian Rapat Kerja Pembahasan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS, yang diselanggarakan Juli tahun 2019 ini.

Tujuan dari rencana pembangunan yang tertuang dalam KUA Kota Depok TA 2020 adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan kebijakan, daya saing (daerah), dan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Nah, tidak tampak upaya khusus terprogram yang diproyeksikan. Seluruh program tampak sebagai kumpulan kegiatan semata-mata,” tegas Supariyono.

Lebih jelas Supariyono mengatakan, bahwa penyusunan KUA dan PPAS merupakan bagian dari upaya pencapaian visi, misi tujuan, dan sasaran kinerja RPJMD Kota Depok 2016 – 2021.

Politikus PKS ini menambahkan, sistem tata kelola pemerintahan daerah dan sistem manajemen risiko pemerintahan daerah, belum tampak benang merahnya terkait pencapaian RPJMD. “Khususnya pada tahun keempat ini untuk menjamin sasaran RPJMD tahun terakhir akan tercapai,” jelas Supariyono lagi.

Angota FPKS ini menambahkan, KUA, merupakan perangkat tertinggi dan penting dalam manajemen pemerintahan. Agar melalui PPAS dan kemudian Rancangan APBD dan selanjutnya APBD, untuk mencapai visi, misi, tujuan, sasaran, dan sasaran kinerja.

“ Rancangan KUA dan PPAS tahun keempat RPJMD ini membutuhkan langkah-langkah lebih strategis dan terobosan-terobosan inovatif untuk mengejar ketertinggalan. Tidak cukup hanya mengandalkan rencana sebagaimana kemampuan biasa tahun-tahun dan semester sebelumnya,” tegasnya.

Lebih jauh, Realisasi Pendapatan Daerah tahun 2018 meningkat 3,26% bila dibandingkan dengan tahun 2017. Peningkatan ini rupanya diperoleh dari lain-lain Pendapatan Daerah yang sah dan bukan dari Pendapatan Asli Daerah, yang seharusnya menjadi komponen terbesar Pendapatan Daerah.

“Oleh karena itulah Pemerintah Kota Depok hendaknya meningkatkan fokus pada peningkatan PAD ini, yang didominasi oleh Pendapatan Pajak Daerah,” tegasnya.

Pada tahun anggaran 2020, rencana Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp 2.914.676.544.900, yang terdiri dari Pendapatan Daerah sebesar Rp 1.256.555.614.491, Dana Perimbangan sebesar Rp 1.036.073.143.000, dan Lain-Lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp 622.047.787.409.

“Merujuk pada RKPD 2020, maka target pendapatan tersebut secara nominal telah selaras dengan RKPD 2020. Analisis terhadap kebijakan dilakukan untuk memeriksa kesesuaian program, kegiatan, dengan pagu anggaran yang dinyatakan dalam Rancangan PPAS 2020,” paparnya.

Sementara, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengapresiasi Rapat Paripurna yang dilakukan. Rapat yang berjalan lancar dan kondusif itu menunjukan pekerjaan Pemerintah yang baik. Pihaknya mengaku akan bekerja lebih baik, demi terciptanya Kota Depok yang Unggul Nyaman dan Religius.

“Semoga kita kedepan bisa melakukan yang lebih baik dengan memaksimalkan kinerja,” pungkas Pradi. (Rach)

 IMPIANNEWS.COM (Papua). 

Diana bersama siswa SDI Keibusene
Diana Cristiana Da Costa Ati, S.pd, Guru Penggerak daerah terpencil SDI Kaibusene Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua.

Saya seorang guru muda yang berumur 23 tahun, lulusan Universitas Nusa Cendana 2017, jurusan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Saya asli orang Timor Leste bercampur Atambua , tapi saya cinta Merah Putih. Ayah saya kembali memilih Timor leste, tetapi saya dan ibu memilih Indonesia pada saat jejak pendapat.
Dan terpaksa Saya dan Ibu harus berpisah dengan Ayah sampai sekarang. Kami hanya bertemu di pintu batas.

Bagi saya merupakan suatu pengalaman yang luar biasa ketika harus berhadapan dengan kehidupan yang jauh berbeda dari kehidupan di kota sebelumnya.

“Tanah kami tanah kaya,kami berenang di atas minyak,tidur di atas emas…..”

Secuil lirik dari Edo Kondologit di atas membuat saya yakin anak Papua itu bisa. Dulunya ( Nopember 2018 ), anak-anak SDI Kaibusene sama sekali tidak bisa menyebutkan identitas negara Indonesia. Mereka menyebutkan warna bendera Indonesia adalah Bintang Kejora. Indonesia Raya pun tak bisa dinyanyikan oleh murid kelas 6, paling fatal lagi Pancasila tdk bisa dihafalkan sama sekali.

Saya menangis pertama kalinya mau di bahwa kemana nasib anak Negeri ini? Mau salahkan siapa? Kondisi sekolah yang terbatas dgn segala fasilitasnya ruangan cuma 3 kelas, sehingga kegiatan mengajar harus bercampur, atau karena kurangnya tenaga pendidik? atau karena malasnya pendidik turun tinggal di daerah sejuta rawa dan ikan betik itu?


Merajut Mimpi, Obati Luka
Yang pasti bukan salah anak didik saya. Hal kecil tapi sangat miris ketika di dengar.

Beda dgn sekarang, semenjak bulan Februari 2019, anak-anak didik saya mengalami banyak perubahan. Mereka punya mimpi yg sangat besar. Mereka berkata: Ibu sa su cape ka begini terus saya mau naik pesawat kayak bapak2 dorang di jakarta sana, naik mobil mewah, sa tra pernah naik mobil Ibu guru, sa mau tidur di atas spon, Sa mau minum air bersih, Sa mau jadi orang hebat ibu…

Dengan niat mengubah nasib mereka giat belajar walau kadang dengan segala keterbatasan buku mereka tetap harus mau latihan membaca dan menulis. Mereka mau lakukan semuanya sebab mereka mulai paham pendidikan itu merupakan pedoman menuju kehidupan yang layak.

Mereka tidak lagi pergi ke hutan, kami guru para bersikeras berkata kepada orangtua murid, “cukup mace dan pace saja ke hutan anak dorang dengan kita belajar supaya besok besok mereka bisa beli berasa kasih pace dorang makan ka”

Sekarang semua lagu nasional mereka sudah bisa menyanyikan, bahkan bahasa Inggris ajaran dasar pun sudah bisa mereka sebutkan dan pahami terjemahannya.

Saya percaya ketika seorang guru bekerja dgn niat baik, leluhur dan nenek moyang orang papua merestui bahkan Tuhan melihat semua ketulusan kita maka diberkati semua usaha kita, walau kadang banyak yg berkata, “kalian bertahan?”
Kalau bukan kita siapa lagi?
Saya Papua, Saya Indonesia

Anak didik saya bermimpi suatu saat nanti seiring matahari terbit di ufuk timur ini kami yg kulitnya hitam dan rambutnya keriting bisa menjadi orang No 1.
Aamiin Nak….semuanya bisa. Yang rajin belajar dan berdoa…”
Mimpi itu Luka, tapi luka jika diobati akan sembuh.

kami sebagai guru telah menyiapkan perpustakan mini dgn jumlah buku yang sangat minim, hanya 500 buahsebagai bahan bacaan, dan dapat di pergunakan setiap jam 16.00 WIT di rumah kami yang tak seindah perpustakaan di Kota Kota.

Anak didik saya berkata yg paling membuat saya terharu,” Ibu guru pisang goreng ni kenapa harus orang kulit putih ee yang jual, padahal kami pisang banyak sekali yg ditanam?”
Saya menjawab,:”Karena kamu selama ini malas, coba kamu pikir kamu jual pisang kasih orang orang kulit putih mereka buat pisang goreng kamu beli lagi..yang untung siapa?? Lebih baik mari sini ibu ajar kamu buat pisang goreng supaya kamu tahu dan menghasilkan uang utk beli buku,”

oleh : Ege Rasi/Rachman

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh, menggelar Rapat Evaluasi Fasilitasi Kampanye dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 bersama Pihak terkait di Aula Lantai II Kantor KPU Kota Payakumbuh pada Selasa (30/07/2019). 

Tampak hadir Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh Suci Wildanis sebagai Nara Sumber, Polres Kota Payakumbuh, Kodim 0306/50 Kota, Kesbangpol Payakumbuh sebagai Narasumber, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu Tahun 2019 dan Media Pers.

Ketua KPU Kota Payakumbuh Bapak Haidi Mursal, SP, saat membuka rapat evaluasi tersebut menuturkan, bahwa sesuai dengan amanat Peraturan KPU RI, setelah pelaksanaan pemilihan umum serentak 2019, selanjutnya diadakan evaluasi fasilitasi kampanye. 

"Evaluasi ini digelar agar dapat menjadi koreksi dan perbaikan, guna penyelenggaraan dan pelaksanaan pemilihan umum yang lebih baik lagi ke depannya," tutur beliau yang didampingi oleh Komisioner lainnya. 

Rapat Evaluasi dipandu langsung oleh Ketua Divisi SP3MSDM Ibuk Nina Trisna S.HI yang mengungkapkan, kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan apa saja inventaris masalah dalam fasilitasi kampanye Pemilu 2019 lalu, sehingga dapat menjadi bahan untuk evaluasi, yang keseluruhanya dirangkum untuk nantinya disampaikan pada KPU Provinsi dan KPU RI.

"Oleh karenanya, nanti kami akan mempersilahkan untuk menyampaikan segala hal mengenai kampanye agar menjadi perbaikan, dan selebihnya bisa menyampaikan melalui Lembaran Kerja DIM yang telah kami bagikan," ujarnya. 

Dari evaluasi fasilitasi kampanye ini muncul berbagai pertanyaan terkait aturan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dan itu semua telah dirangkum sebagai dokumen untuk menyusun evaluasi dalam tahapan kampanye pada Pemilu 2019, sehingga ada penyempurnaan nantinya.

Menurut Ketua Divisi SP3MSDM KPU Kota Payakumbuh, evaluasi fasilitasi kampanye ini penting dilaksanakan, sehingga diketahui apa saja aturan kampanye yang kurang sesuai dengan permintaan peserta pemilu, dengan harapan kedepannya peningkatan kampanye yang dilaksanakan dalam Pemilu, berjalan lebih baik dan maksimal, yang mengacu pada aturan yang semestinya.(rel/ul)

Dedi berharap lomba ini harus disukseskan sebab sudah dewasa umurnya 17 Tahun, jadi sangat perlu sekali mari kita bulatkan tekat, niat kita bersama
IMPIANNEWS.COM (Padang).

Rapat Pemantapan pelaksanaan lomba Festival Dragon Boat Internasional ke 17 Tahun 2019 di GOR H. Agus Salim Padang, digelar dari tanggal 1 sampai 4 Agustus 2019.

Hal itu, disampaikan Kadis Dispora Kota Padang sebagai jabatan harian Dedi Hanidal, salah kita harapkan sebuah kesuksesan nantinya dengan du gelar  lomba bertaraf internasional yang sudah 17 kali diadakan.

Dedi berharap lomba ini harus disukseskan sebab sudah dewasa umurnya 17 Tahun, jadi sangat perlu sekali mari kita bulatkan tekat, niat kita bersama, terutama kali tim Pelaksana dari Lomba IDBF.

Disamping itu, Dedi katakan kita selalu di dipancing  untuk buat emosi dan sebagainya, makanya kita sebagai pelaksana acara jangan mudah terpancing  bila ada isu-isu tak berkenan hadapi dengan jiwa tenang dan sabar, ujar Dedi.

Sekanjutnya Ketua Pelaksan IDBF (Internasional Dragon Boat Federation) Prof. Heri Barlian, sampaikan, besok (kamis) lomba kita mulai, pukul 08.00 WIB. semua Panpel sudah dapat laksanakan  tugas. sesuai tangungjawab yang telah diberikan.

Prof. Heri Barlian  juga menyampaikan infornasi air  sungai tahun ini sangat jauh berbeda dari tahun sebelumnya, jadi semua pertandingan mungkin tak terlaksana tempat waktu yang telah disiapkan untuk perlombaan, itulah nanti kita temui.

Disamping itu, Prof. Heri sampaikan jumlah club yang ikut pada iven  bertaraf internasional ini, di ikuti 27 club dan 6 Negara, tentu kita sebagai pelaksana IDBF  ke- 17 kalinya, tentu harus bisa memberikan yang terbaik, mari kita bekerja sungguh-sungguh sehingga hasilnya akan memuaskan seluruh peserta Lomba Dragon Boat Internasional,sebut Prof.

Dalam kesempatan, Yuherdi yang memimpin Rapat Koordinasi pemantapan seluruh persiapan terlaksananya iven bertaraf internasional sudah matang, hanya tinggal digelarnya lomba.

Kita sangat berharap seluruh warga Kota Padang jaga selalu kebersihan sungai, jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai, kita tahu peserta dari luar negerii sangat elegi melihat di sungai banyak sampah, apalagi airnya kotor, ujar Yuherdi. (taf)




IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Rencana Pemko Payakumbuh untuk membangun masjid yang representatif terus berjalan. Saat ini, proses pembangunan Masjid Agung Kota Payakumbuh pada lahan seluas 4,8 hektar di kawasan Sawah Kareh, Kelurahan Pakan Sinayan, Payakumbuh Barat, sudah masuk pada tahap pemancangan lahan.
“Pemancangan baru dilakukam kemarin. Pemancangan ini dalam artian menentukan patok batas tanah antar pemilik lahan dan menentukan titik koordinatnya,” ujar Lurah Pakan Sinayan Zailendra, Rabu (31/7/2019).
Bahan dari hasil pemancangan ini yang akan dibawa Pemko ke BPN untuk pembuatan peta bidang.
“Kemudian peta bidang ini yang diajukan kepada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) ataupun konsultan appraisal untuk melakukan kajian harga,” ucap Zailendra.
Dikatakan oleh Lurah Teladan Payakumbuh 2016 itu, dirinya bersama Dinas PUPR sebagai pemilik anggaran terus berupaya agar kajian harga tanah terbit pada Juli sampai September ini.
“Baru nanti dilakukan pembayaran kepada pemilih lahan pada Oktober sampai Desember dengan total anggaran sebesar Rp 6,4 milyar. Sisanya dibayarkan 2020 dimana pada RKAnya sudah dianggarkan Rp 10 milyar untuk pembebasan lahan,” tuturnya.
Di sisi lain, Zailendra mengaku pihaknya masih terkendala dengan adanya seorang warga yang belum mau menjual tanahnya kepada Pemko dengan alasan ekonomi.
“Dari 29 pemilik lahan ada satu yang belum mau menjual lahannya yang berupa sawah dengan alasan sawah tersebut satu-satunya harta yang tinggal,” ucapnya.
Komunikasi dan upaya persuasif telah dilakukan Pemko kepada pemilik lahan, hingga menawarkan tukar guling dengan sawah di lokasi yang lain, namun upaya tersebut masih menemui jalan buntu.
“Pertemuan dengan yang bersangkutan sudah 3 kali dilakukan yakni Februari, April, dan Mei lalu, namun belum setuju juga lahannya dijual,” ucap Zailendra.
Ke depan, Lurah bersama Dinas PUPR akan melakukan pertemuan lagi dengan menghadirkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang akan menjelaskan dari segi pendekatan hukum.
“Harapan kami semua warga mendukung pembangunan masjid ini. Sebab ini adalah investasi akhirat untuk kepentingan umat,” ujar Zailendra. (rel/ul)

Ali Amran
IMPIANNEWS.COM.
Dharmasraya, --- Di Malang, Sampah Disulap Jadi Uang. Di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur memiliki langkah seribu untuk mengentaskan kemiskinan yang jumlahnya 10 persen dari total penduduk.

Penciptaan lapangan kerja menjadi andalan bagi kabupaten terluas kedua di provinsi yang dipimpin mantan Mensos Kofifah Indarparawansa itu.

Bagaimana Kabupaten Malang menciptakan lapangan kerja, Asisten Sekda Malang Bidang Ekbang Kesra dr. Abdul Rahman menjelaskan, pihaknya menjadikan sektor pariwisata dan  lingkungan hidup sebagai panglima pembangunan. 

Seluruh sektor terkait akan terhela dengan pengembangan pariwisata, seperti sektor pertanian, sektor industri, sektor jasa dan sektor keuangan. Kesemuanya akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas dan termasuk orang miskin di dalamnya.

Demikian juga dengan lingkungan hidup. Dari pengelolaan sampah saja, Kabupaten Malang bisa menghidupi ratusan bahkan ribuan warga miskin. Sampah sampah yang dihasilkan diolah dan dipilah untuk dijadikan pupuk, kerajinan dan juga produk lain yang bernilai ekonomi. 

"Dengan produk sampah yang sangat besar, hidup ratusan orang disana. Mulai dari tukang sapu, pemulung dan petugas pengolahan sampah semuanya mendapat rezeki," kata Abdul Rahman.

Khusus perkara sampah, seorang petugas dari DLH Kabupaten Malang bernama Renung menjelaskan, di Kabupaten Malang ada empat TPA (tempat pengelolaan akhir sampah). Ada 16 titik pengolahan sampah dan bahkan ada pengolah sampah mandiri. 

"Banyak juga pengelolaan sampah yang kami lakukan ini yang diadopsi oleh daerah lain," kata Renung. 

Dari pengelolaan sampah dihasilkan produk produk dan energi dan semuanya bisa ditukarkan dengan uang. 

"Inilah yang disebut dengan pengentasan kemiskinan itu sesungguhnya," kata Renung.

Sukses Kabupaten Malang mengolah sampah jadi uang, sekaligus menjadi media pengentasan kemiskinan rupanya mengilhami Walinagari Sungai Duo Ali Amran, S.Pd untuk diterapkan di Taluak Sikai. 

"Saya ingin pengelolaan sampah profesional di Taluak Sikai. Saya sudah siapkan lahan 1 hektar di Taluak Sikai. Nanti seluruh sampah di Sungai Duo akan diolah di Taluak Sikai," kata walinagari yang lihai berbahasa Jepang ini, Kamis di akhir Juli 2019. (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM
DHARMASRAYA, --- Realisasi fisik dan keuangan APBD Kabupaten Dharmasraya tahun anggaran 2019 hingga 31 Juli menyentuh angka 40,14 persen dari total APBD Rp 1,019 triliun.

Ini terungkap dari hasil pemaparan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Marten Yunus, dalam kesempatan rapat RFK yang dipimpin langsung oleh Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Wakil Bupati, H. Amrizal Dt Rajo Medan, di Auditorium Dharmasraya, Rabu (31/07/2019).

Dengan target capaian sebesar 59,38 persen dari total APBD, realisasi fisik dan keuangan APBD hingga akhir Juli mengalami deviasi sebesar 19,24 persen.

Namun demikian, deviasi ini dinilai tidak begitu signifikan karena memang ada Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tertumpang di beberapa perangkat daerah masih dalam proses pengerjaan. Diantara perangkat daerah yang menjadi penyumbang deviasi tertinggi yakni Dinas Kumperdag, Dinas Kominfo dan Dinas PUPR.

Kemudian, untuk realiasasi pengadaan barang dan jasa, diklaim Plt Kepala Bagian PBJ Setdakab Dharmasraya, Alber, hingga akhir Juli sudah ada 52 paket pekerjaan yang sudah selesai tender, dari 60 paket yang ditargetkan.

Sementara untuk realiasi DAK, menurut Plh. Kepala Bagian Keuangan Daerah Kabupaten Dharmasraya, dari Rp 146 milyar DAK yang masuk ke daerah, sudah dilakukan transfer tahap pertama senilai Rp 33 milyar. Sedangkan untuk capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), diakui pihak BKD hingga akhir Juli 2019 ini telah tercapai 46,44 persen.

Bupati Sutan Riska pada kesempatan tersebut meminta agar rapat evaluasi capaian kinerja yang dilaksanakan secara berkala tersebut dapat mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan di masing-masing perangkat daerah. Tidak hanya itu, bupati juga menekankan kepada seluruh perangkat daerahuntuk terus membenahi kualitas serapan anggaran agar terlaksana dengan efektif dan efisien.

"Karena ini akan berpengaruh terhadap opini WTP yang sudah kita capai selama empat tahun belakangan. Saya minta, kita semua tetap komit untuk mempertahankan WTP. Dengan demikian, perolehan dana insentif daerah (DID) kita juga bisa meningkat," tukas bupati.

Selain itu, dalam kesempatan rapat tersebut bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah, terkait sejumlah agenda yang akan dilaksanakan daerah dalam waktu dekat. Diantaranya Idul Adha, HUT RI ke 74, Pelantikan Anggota DPRD yang baru, serta festival pamalayu. Bupati meminta agar semua OPD mengoptimalkan seluruh persiapan agar sejumlah agenda yang akan dilaksanakan berjalan sukses dan maksimal.(rel/ul)

IMPIANNEWS.COM.


Dharmasraya, --- Bupati Sutan Riska Langsung Melayat ke Rumah Duka. Warga Nagari IV Koto Pulau Punjung Kecamatan  Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya digemparkan dengan tewasnya dua balita yang masuk sumur dan diketahui kedua korban ternyata adik kakak sepupuan. 

Keduanya tewas di dalam sumur, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 15.35 WIB di Sumur sedalam 15 meter yang berada di dalam rumahnya, di Jorong Tanjuang Limau Nagari IV Koto Pulau Punjung. Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Wabup Amrizal Dt. Rajo Medan ikut melayat ke rumah duka berbaur dengan masyarakat.

Informasi yang dihimpun dilapangan, diketahui kedua balita ini sedang bermain-main di rumahnya dan sumur yang telah ditutup dengan papan. di duga kayu penutup sumur lapuk dan tidak kuat, menyebabkan kedua korban jatuh ke dalam sumur maut tersebut.

Kedua Korban adalah Nadine (4) anak ke tiga dari pasangan Andi (34) dan Ela (31) warga perumnas Padang Duri Jorong Ranah Tibarau Nagari IV Koto Pulau Punjung. Sedangkan korban kedua Hafis (5) anak pertama dari pasangan Yosi (25) dan Riyan (30) warga Jorong Tanjuang Limau Nagari IV Koto Pulau Punjung.

Loni (45) paman korban menyebutkan bahwa kedua korban sedang bermain-main di dalam rumah, dan berselang beberapa menit saja orang tua korban langsung menjerit meminta tolong karena anaknya masuk sumur yang terletak di dalam rumah.

"Anak-anak kita ini sedang asik bermain di dalam rumah, tapi tiba-tiba saja suara teriakan minta tolong dari ibu korban kalau anaknya masuk sumur," jelasnya

Mengetahui peristiwa tersebut sambungnya, Andi orang tua korban langsung mengevakuasi korban.

"Awalnya cuma Hafis (korban pertama) yang diangkat, setelah itu barulah diketahui kalau Nadin (Korban kedua), dan langsung dilarikan ke RSUD Sungai Dareh," tambahnya.

Terpisah, Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang mendapatkan informasi tersebut langsung melayat ke rumah duka, dan menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya putra dan putri keluarga besar Andi dan Yosi.

"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, turut berduka cita atas wafatnya putra dan putri pak Andi dan Bu Yosi, semoga kita yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian ini," ujar Bupati saat ditemui di  Rumah Duka Selasa (30/7/2019)

Kedua Korban akan dikebumikan besok karena masih menunggu keluarga yang masih dalam perjalanan. 

"Besok akan dikebumikan, karena masih menunggu keluarga yang dalam perjalanan dari Jakarta," ujarArdi.(rel/ul)

IMPIANNEWS.COM.

DHARMASRAYA, --- Dana senilai Rp 250 juta yang dijanjikan pemerintah daerah sebagai bonus untuk kafilah Kabupaten Dharmasraya yang berjuang pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 38 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Solok, resmi diserahkan oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Wakil Bupati, H. Amrizal Dt Rajo Medan. 

Penyerahan bonus ini dilaksanakan di Auditorium Dharmasraya, Rabu (31/07/2019), dan turut disaksikan jajaran Kantor Kementerian Agama Dharmasraya dan sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. 

Jumlah bonus yang dianggarkan pemerintah daerah pada MTQ kali ini jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 50 juta. Karena kali ini, bonus tidak hanya diserahkan kepada qori dan qori'ah berprestasi saja, melainkan juga kepada seluruh peserta, pelatih, termasuk official. 

Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada seluruh kafilah yang sudah berjuang membawa nama baik Kabupaten Dharmasraya di tingkat provinsi.

"Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh kafilah yang telah bertanding pada MTQ ke 38 tingkat Sumbar. Selamat dan terimakasih juga saya ucapkan kepada qori' dan qori'ah yang sudah mempersembahkan prestasi untuk Dharmasraya. Semoga apa yang dicapai pada MTQ kali ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi kita semua untuk lebih baik lagi kedepannya," ujar bupati. 

Sesuai janji bupati yang akan memberikan bonus umrah kepada peserta yang berhasil meraih juara pertama, pada kesempatan itu dibayar lunas oleh bupati. Dimana, qori'ah Dharmasraya atas nama Yulia Safitri yang meraih medali emas pada cabang lomba Tilawah Remaja, mendapatkan hadiah paket umrah senilai Rp 35 juta. 

"Kepada qori dan qori'ah yang belum berhasil meraih juara pertama, jangan pula berkecil hati. Jadikan ini pelecut semangat untuk belajar dan berlatih lebih giat lagi, sehingga ke depan prestasinya dapat lebih ditingkatkan. Kalau semua bisa dapat juara I, semua nanti dikasih bonus umrah," ungkap bupati. 

Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama bupati juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada segenap pelatih, yang sudah berjuang mempersiapkan qori dan qori'ah Dharmasraya dengan sebaik mungkin untuk bertanding di ajang MTQ. 

"Saya bangga, hasil perjuangan itu sudah kita rasakan. Semoga capaian kali ini dapat dijadikan bahan evaluasi untuk lebih baik, sehingga prestasi kita di ajang MTQ provinsi dapat lebih ditingkatkan lagi," pungkas bupati.

Sementara itu. menurut Kepala Bagian Kesra Setdakab Dharmasraya, Syafrudin, pada MTQ ke 38 Tingkat Sumbar tahun ini Dharmasraya menempati peringkat 13, dari 19 kabupaten dan kita di Sumbar, dengan total poin 12. 

Adapun, qori dan qori'ah Dharmasraya yang berhasil meraih prestasi dalam MTQ ke 38 tingkat Sumbar adalah Yunia Safitri yang meraih juara I lomba Tilawah Remaja Putri (Bonus Umrah/Rp 35 juta), Asraldi meraih juara II lomba Hifzhil 5 Juz dan Tilawah Putra (bonus Rp 20 juta), Muhammad Iqbal Irawa meraih juara II lomba Bintang Vocalis Qasidah Gambus kategori Anak-anak Putra (Bonus Rp 20 juta).

Berikut Mimi Gunita meraih juara III lomba Qira'at Murattal Remaja Putri (Bonus 15 juta), Egi Indra meraih juara III lomba Bintang Vocalis Qasidah Gambus kategori Remaja Putra (bonus Rp 15 juta), Tuti Aryani meraih juara Harapan I lomba Kitab Standar Putri (bonus Rp 7,5 juta), dan Nora Rustianti meraih juara Harapan III lomba Bintang Vocalis Qasidah Gambus kategori Dewasa Putri (bonus Rp 5 juta).(rel/ul)

IMPIANNEWS.COM
LIMAPULUH KOTA, --- Bupati Limapuluh Kota, Ir. H Irfendi Arbi, M.P pimpin lansung Serah Terima Jabatan (Sertijab) Camat Akabiluru dari Elfi Rahmi kepada Khris La Deva dan sekaligus Pelantikan Serta Serah Terima Jabatan Ketua TP - PKK Kecamatan Akabiluru Ny Titin Elfi Rahmi kepada Ny Diana Khris La Deva di Aula kantor Camat, Koto Tangah Batu Hampar Suayan,  Padang Laweh, Kecamatan Akabiluru, Rabu (31/7/2019).

Dalam sambutannya, Irfendi Arbi berharap camat yang baru bisa membangun kinerja yang baik antar lini demi kemajuan Kecamatan Akabiluru kedepannya. 

"Selamat kepada camat Akabiluru yang baru dilantik. Jalankanlah amanah ini dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsi Camat,"tegas Bupati.

Dirinya juga menghimbau kepada Camat Akabiluru yang baru untuk langsung bekerja dan menciptakan gebrakan - gebrakan yang inovatif dalam membangun di Akabiluru, yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Jalinlah kerjasama dengan semua pihak dan ciptakanlah inovasi - inovasi yang membangun didaerah kita ini, sehingga apa yang kita kerjakan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,"sambungnya.

Tak lupa di kesempatan itu, Bupati Irfendi Arbi juga mengucapkan terima kasih kepada Camat Akabiluru sebelumnya, Elfi Rahmi yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam menjalankan pemerintahan di Kecamatan Akabiluru.

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Elfi Rahmi selaku Camat sebelumnya yang telah bekerja dengan baik selama ini dan telah membawa Kecamatan Akabiluru ke arah yang lebih baik, semoga apa yang selama ini dikerjakan mendapatkan balasan dari Allah SWT,"ungkapnya.

Dikesempatan itu Bupati juga menyampaikan, selamat atas dikukuhkannya ketua TP-PKK Akabiluru yang baru, dirinya berharap kedepan kegiatan PKK di Akabiluru dapat lebih di tingkatkan lagi, sehingga akan lahir prestasi PKK di Kecamatan Akabiluru.

Sementara itu Camat Akabiluru yang baru, Khris La Deva dalam sambutanya menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada dirinya untuk menjadi Camat Akabiluru.

"Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Bupati atas amanah yang diberikan ini, Insya Allah, harapan saya selaku camat yang baru, tentu ingin bersama - sama membangun Kecamatan Akabiluru ini ke arah yang lebih baik kedepannya, untuk itu saya meminta kerjasama, dukungan dan arahan dari semua pihak demi kemajuan Kecamatan kita ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Elfi Rahmi selaku mantan Camat Akabiluru dalam pesan dan kesannya mengaku senang selama menjabat sebagai Camat Akabiluru, dimana dalam kepemimpinannya tersebut, Kecamatan Akabiluru sangat kondusif dan aman.

‘’Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Akabiluru telah berpartisipasi dalam membangun Kecamatan ini dan semoga kedepannya Kecamatan Akabiluru lebih baik lagi dengan Camat yang baru dan semoga silaturahmi yang selama ini tidak akan putus sampai disini saja,” ujarnya.(rel/)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Wawako Erwin Yunaz belakangan sering terlihat berlatih Beladiri Kempo di Gedung Olah Raga (GOR) M. Yamin, Kubu Gadang, bersama puluhan Kenshi (Pemain Kempo) di Payakumbuh. 

Wawako Erwin cukup piawai memperagakan jurus beladiri asal negeri Matahari Terbit itu.

Usut punya usut, ternyata sejak tahun 1983, beliau sudah menggeluti seni beladiri Kempo. Jiwa Bushido Kensi (Pemain Kempo) semakin melekat sejak beliau merantau ke Provinsi Sumatera Utara, disana beliau berlatih di Dojo Innalum Medan.

Lebih jauh, ternyata Wawako Erwin Yunaz sudah mencapai tingkatan Kyu 1 (sabuk coklat), dan saat ini dirinya tengah mempersiapkan untuk naik ke tingkatan Yudansha (sabuk hitam).

Rencananya, orang nomor dua di Kota Payakumbuh ini akan mengikuti Gasnaswil (Gashuku Nasional Wilayah) Sumatera I pada tanggal 3 hingga 5 Agustus 2019 di Kota Padang.

Pelatih Utama Saidina Irawan, ST (DAN IV) didampingi Asisten Pelatih Trisna Rahmawati, S.Sos (DAN II) dan Rafalwi Batiso (DAN I) yang berlatih bersama Wawako di GOR M.Yamin mengatakan comeback-nya Wawako berlatih beladiri membuat mereka terinspirasi dan kagum dengan sosok yang rendah hati itu.

“Dengan kembalinya Wawako ke Dojo (Tempat Latihan) semoga membawa kemajuan bagi Beladiri Kempo khususnya Kota Payakumbuh, harapan kami bersama, semoga olahraga beladiri Kempo dan olahraga lainnya dapat berkembang pesat di Kota Payakumbuh. Dan dapat melahirkan atlet-atlet yang potensial dengan adanya perhatian dari Wawako yang juga sebagai Kenshi Kempo,” kata Trisna Rahmawati.

Erwin Yunaz mengatakan dirinya ingin menyatukan Kota Payakumbuh melalui olahraga, dimana banyak atlet-atlet berprestasi di Kota Payakumbuh. Olahraga juga menjadi pemersatu semua warga, baik tua, muda, besar, kecil, laki-laki maupun perempuan.

“Dalam olahraga, ada prestasi, kompetisi, persahabatan, semangat, dan seni untuk menguasai diri. Dengan berolahraga, kita sehat, dan semua lengkap, mari galakkan berolahraga supaya badan sehat dan jiwa kita kuat,” kata Wawako.(rel/)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Pasca angin kencang dan hujan deras yang melanda Kota Payakumbuh kemarin (Ahad, 28/7/2019), mengakibatkan sejumlah titik lokasi alami kerusakan.

Kepala BPBD Payakumbuh Yufnani Away dan Kabid Kedaruratan dan Logistik Atrimon mengatakan sementara ada 12 titik yang ditemukan petugas BPBD. Semua titik ini dikatakannya berada umumnya di Kecamatan Payakumbuh Barat seperti di Balai Nan Duo, Padang Tinggi Piliang, dan Subarang Batuang.

"Semua titik memiliki perbedaan kerusakan seperti pohon tumbang yang menimpa rumah warga, menimpa sekolah, dan pohon tumbang di pinggir jalan. Kemudian juga ada lokasi yang mengakibatkan kubah salah satu masjid yang terbang," kata Yufnani Away, Senin (29/7/2019).

Ia menjelaskan saat kejadian pihak Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah menangani 7 lokasi dari 12 titik yang terdam  pak. Sedangkan 5 titik penanganannya tengah berlangsung, salah satunya pohon tumbang di Jalan Soekarno Hatta, yang mengakibatkan pengendara harus dialihkan ke jalur alternatif.

"Saat ini yang telah selesai ditangani yaitu Balai Nan Duo, Asrama Kodim depan DPRD, Simpang Kasda, Padang Kudo ada dua titik, daerah Tanah Mati, dan Parik Rantang di belakang Bofet Pergaulan. Kemudian tadi kami juga telah menangani titik di Parik Rantang, daerah di belakang Perikanan, di belakang Petto Restoran, dekat Sinar Pagi, dan MAN 2 Payakumbuh," ujar Kepala BPBD didampingi Agus Rubiono dan An Denitral, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Untuk kerugian sementara, pihaknya masih belum bisa memastikan secara pasti. Namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta karena kerusakan selain rumah warga dan rumah Gadang juga ada jalan, dan fasilitas umum lainnya.

Saat ini Pemerintah Kota Payakumbuh juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait, baik itu BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Pol PP, Damkar, dan Dinas PU untuk bersinergi menanggulangi kejadian tersebut.

Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz bersama Asisten I Yoherman, Asisten II Elzadaswarman, Asisten III Datuak Karayiang juga telah meninjau langsung dan memastikan proses tanggap darurat dengan cepat dilakukan.

Wawako berharap seluruh OPD terkait seperti BPBD, Dinkes, Lingkungan Hidup,  Dinsos, Damkar, Satpol PP, dan PU saling bersinergi. Penanganan pasca kejadian ini menurutnya tidak bisa dilakukan oleh satu pihak tapi semua pihak harus terlibat bahu membahu memulihkan kondisi khususnya masyarakat yang terkena musibah.

"Mari kita tanggap darurat dengan saling berkoordinasi dan bersinergi agar upaya penanganan pasca kejadian ini cepat dituntaskan. Diharapkan masing-masing OPD membuka layanan 24 jam untuk menerima informasi di lapangan," katanya.(rel/)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Kondisi cuaca tak menentu sepanjang 2019 ini membuat kasus demam berdarah (DBD) di Kota Payakumbuh mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Payakumbuh, sampai dengan Juni 2019 sudah ditemukan sebanyak 33 kasus DBD. Jumlah itu terbilang banyak karena sepanjang 2018 total kasus DBD yang ditemukan di Payakumbuh adalah sebanyak 37 kasus.

“Dari segi jumlah kasus memang diprediksi ada peningkatan. Karena ini baru setengah tahun dan jumlahnya sudah mendekati jumlah total kasus DBD tahun lalu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal melalui Pengelola Program P2M Dinkes Kota Payakumbuh, Roza Novrida kepada Humas, Senin (29/7/2019).

Rincian temuan kasus DBD sepanjang 2019 berdasarkan bulan adalah, Januari ditemukan 6 kasus, Februari 9, Maret 4, April 1, Mei 6, dan Juni 7 kasus.

Roza menyebut, salah satu daerah yang angka kasus DBD cukup tinggi dalam satu bulan terakhir adalah Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara.

“Karena di kelurahan itu cukup banyak, kami sudah lakukan fogging (pengasapan). Total kasus DBD di Ompang Tanah Sirah bulan lalu berjumlah empat kasus,” terangnya.

Terkait pelaksaan fogging tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Desmon Korina menerangkan, ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalankan terlebih dahulu.

“Pertama kita pastikan dulu ada positif DBD di salah satu wilayah. Kemudian dilakukan survey, kalau positif ada jentik nyamuk nanti baru dilakukan. Fogging ini hanya untuk membunuh nyambuh dewasa, karena itu fogging harus dilakukan minimal sebanyak dua kali,” jelasnya.

Pada kesempatan itu ia juga menghimbau warga Kota Payakumbuh untuk menjalankan pola hidup bersih dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

“Dengan pola hidup bersih, resiko terjangkit DBD akan bisa dikurangi,” pungkasnya kemudian.(rel/)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Hujan badai yang menimpa Kota Payakumbuh, Minggu sore (28/7/2019) membuat sejumlah titik terdampak musibah tersebut. Dilaporkan ada bangunan sekolah rusak tertimpa pohon, kubah masjid roboh, ataupun pohon tumbang menutupi jalan. 

Pemko Payakumbuh melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak lakukan tanggap darurat.

"Ada 12 titik yang cukup fatal yang dilaporkan kepada kami. Sejak kemarin hingga tadi malam TRC sudah turun dan sudah menanggulangi sekitar 8 titik. Insya Allah pagi ini semua titik akan ditanggulangi sesuai prioritas," ujar Wakil Wali Kota Erwin Yunaz setelah memimpin Rapat Teknis bersama jajarannya untuk merespon cepat tanggap bencana di Balai Kota Payakumbuh, Senin (29/7/2019).

Dikatakan Erwin, semua titik tersebut berada Kecamatan Payakumbuh Barat. TRC yang terdiri dari personel BPBD, Satpol PP, Damkar, LH, PU dan OPD Payakumbuh lainnya sedang menanggulangi tanggap darurat titik-titik tersebut dengan sarana dan prasarana yang dimiliki Pemko. "Masyarakat juga bisa melaporkan melalui nomor 911 untuk rescue tanggap darurat," ucapnya.

Ke depan, untuk mengantisipasi banyaknya pohon yang tumbang, Pemko Payakumbuh juga bakal menata kembali pohon-pohon yang ada di Kota Payakumbuh terutama yang berada di jalan-jalan utama. 

"Perlu ditelaah oleh Dinas LH dengan bijaksana. Perlu langkah antisipasi, mana pohon yang tidak layak lagi dan segera diremajakan. Kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan musibah yang bisa terjadi kapan saja," tutur Erwin.

Sementara itu Kepala BPBD Payakumbuh Yufnani Away menyampaikan ada 20 personel BPDB yang diturunkan dan bergabung dengan TRC Payakumbuh untuk tanggap darurat. Menurutnya, ada perubahan lokasi dari bencana hujan badai yang terjadi di Kota Randang itu.

"Kejadiannya beralih. Biasanya tahun-tahun sebelumnya terjadi di Utara ataupun Latina, justru sekarang malah berubah di Payakumbuh Barat. Untuk itu kami mengharapkan masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana yang tidak dapat diperhitungkan kapan datangnya," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, Yufnani belum bisa memprediksi kerugian yang diderita Payakumbuh atas musibah ini. Paling tidak dari pantauan, sejumlah pohon kayu tumbang dan bangunan rusak akibat hujan badai ini. Seperti pohon kayu besar di jalan depan Kantor DPRD, batang kayu samping SD Kawasan Padang Kudo Koto Nan Ampek, 3 Lokal MAN 2 Payakumbuh rusak akibat pohon durian tumbang, Rumah Gadang rusak parah di Padang Tinggi, dan kubah masjid kompleks Ma'had Islami yang lepas diterjang angin.(rel/)

IMPIANNEWS.COM.

Payakumbuh, --- Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz membuka secara resmi Workshop Pendidikan Karakter / Akhlak Mulia yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Payakumbuh di Aula SKB Padang Tangah Payobadar, Payakumbuh Timur, Selasa (30/7/2019). 

Workshop diikuti oleh ratusan guru SD dan SMP se-Kota Payakumbuh.

Dalam sambutannya, Erwin mengapresiasi Disdik yang telah menggelar kegiatan ini. 

"Memang sudah seharusnya kegiatan-kegiatan untuk mewujudkan anak didik yang berkarakter ataupun berakhlak mulia, terus dilakukan secara berkesinambungan," ujarnya.

Menurut Erwin, sejauh ini pendidikan karakter / akhlak mulia sudah cukup bagus di Payakumbuh namun tentu harus tetap ditingkatkan lagi. "Karena dengan pemahaman agama dan moral yang baik, anak didik bakal memiliki bekal yang cukup menuju pendidikan lanjutan," ucapnya.

Di sisi lain, Erwin bakal menggagas agar setiap sekolah mempunyai program pembelajaran bela diri kepada siswanya. Hal itu berkaca kepada Jepang sebagai negara asal bela diri, mampu menghasilkan manusia yang berkarakter, penuh dengan kedisiplinan dan jiwa bela negara yang tinggi.

"Gagasan ini perlu dibahas ke depan karena melalui bela diri, selain raga yang kuat, karakter siswa juga akan terbangun sehingga mereka memiliki jiwa keberanian. Kalau kelebihan kita dalam pemahaman agama, dikombinasikan dengan kemampuan bela diri maka diharapkan akan lahir manusia yang berakhlak mulia dan memikiki raga yang kuat sehingga lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang tangguh di masa yang akan datang," tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Disdik Payakumbuh Dasril didampingi Kabid Dikdas Tavril Samry menyampaikan, kegiatan workshop yang berlangsung pada 30 Juli sampai 2 Agustus, selain untuk pendalaman konsep pendidikan karakter, juga untuk evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Sekarang kami dari dinas ingin ada program, indikator dan instrumen dari pendidikan karakter ini sehingga evaluasi bisa dilakukan secara terukur.

Selain itu juga bisa dipetakan mana sekolah yang levelnya sangat baik, baik, cukup, atau yang baru memulai pelaksanaan. Melalui workshop ini diharapkan outputnya minimal dua, program implementasi dan instrumen evaluasi," ucapnya.

Di sisi lain, Dasril mengatakan capaian program pendidikan karakter ini sudah berbuah prestasi yang semakin meningkat bagi sekolah, guru, dan siswa. "Kami sudah 5 tahun menerapkan program Pendidikan Akhlak Mulia atau secara nasional disebut Pendidikan Karakter Bangsa ini. Dalam 5 tahun itu kami evaluasi terus, dari tahun ke tahun kami lakukan perbaikan. Salah satunya melalui workshop ini," tuturnya.(rel/)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.