November 2018


IMPIANNEWS.COM (Padang Pariaman)

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arcandra Tahar dalam menyerahkan bantuan 314 Paket Konverter Kit kepada nelayan di Kabupaten Padang Pariaman, Jum'at (30/11/2018)

Wakil Gubernur Nasrul Abit menyampaikan, Konverter kit ini merupakan program mengkonversikan Bahan Bakar Minyak (BMM) untuk beralih ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Dengan konversi ini ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh, pertama lebih menghemat pengeluaran Nelayan dibandingkan membeli BBM. Kedua solusi dalam penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Pada tahun 2018 ini ada beberapa daerah yang menerima bantuan konverter kit, antara lain, Kab.Pasaman, Kab. Agam, Kab.Padang Pariaman dan Kota Padang. Mudah-mudahan tahun depan Kementerian ESDM akan mengalokasikan untuk daerah lain di Sumbar yang belum menerima pada tahun ini, beber Nasrul Abit. 

Wagub juga menyampaikan bantuan ini akan sangat membantu perekonomian para nelayan, karena ditengah tingginya harga BBM saat ini maka dengan beralih ke BBG akan menjadi solusi yang sangat bagus.

Kita menghimbau para Nelayan agar dapat memanfaatkan bantuan kementerian ESDM ini dengan maksimal untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, harapnyan

Sementara itu Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid, juga mengatakan pendistribusian konversi BBM ke BBG di wilayah Pertamina Marketing Operation Region I untuk wilayah Sumbar direncanakan akan dibagikan sebanyak 899 paket. 

paket tersebut terdiri atas, 1 (satu) unit mesin motor penggerak, 1 (satu) unit konverter kit dan aksesori pendukungnya, 2 (dua) buah tabung LPG 3 kg beserta isinya, serta 1 (satu) unit as panjang, baling-baling berikut aksesorisnya.

Konversi BBM ke BBG membuat nelayan lebih hemat dari segi operasional. Sebelumnya dengan menggunakan BBM, nelayan merogoh kocek sekitar Rp 135.450,- dengan asumsi penggunaan kapal selama 10 jam dalam sekali melaut atau setara dengan 21 liter (Rp 6.450/liter). Namun, setelah konversi menggunakan LPG, nelayan hanya memerlukan Rp 64.000,- 
Itu artinya pengeluaran Nelayan akan lebih hemat 50%, ungkapnya (zs).


IMPIANNEWS.COM (Bogor). 

Objek wisata Silokek Kabupaten Sijunjung yang terkenal dengan pasir putih resmi menyandang status sebagai Geopark Nasional (kawasan taman bumi), Jumat (30/11).

Penetapan Silokek sebagai Geopark Nasional menyusul diserahkannya sertifikat Geopark Nasional oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya kepada Bupati sijunjung, Yuswir Arifin di Museum Tambang Antam Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor Jawab Barat.

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin menyambut gembira penetapan Silokek sebagai Geopark Nasional.” Alhamdulillah, Silokek sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia,” ucap Bupati Yuswir Arifin seperti disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Setdakab, Henry Chaniago via WhatsApp, Jumat (30/11).

Bupati peraih penghargaan Leadership Award dari Menteri Dalam Negeri, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Silokek menjadi Geopark Nasional.

”Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga Silokek menjadi Geopark Nasional,” ucap Yuswir Arifin didampingi Sekdakab, Zefnihan, Kadis Parpora, Yofritas, Kadis PUPR, Budi Safarman, Kepala Bapppeda, Febrizal Ansori, Kabag Umum, Afrineldi, Kabag ULPBJ, Puji Basuki dan Kabag Perekonomian, henry Chaniago.

Selain Silokek, sambung dia, ada tujuh taman bumi yang kini berstatus Geopark Nasional.Diantaranya, Geopark Sawahlunto dan Geopark Ngarai Sianok.

“ Ada delapan kabupaten/kota yang menerima sertifikat Geopark Nasional dari Komite Nasional Geopark Indonesia (ADHOC),” katanya.

 Dalam Sertifikat Geopark yang diteken, Komite Nasional Geopark Indonesia (ADHOC) DR.Ir.Safri Burhanuddin, DEA disebutkan, Ranah Minang Solokek telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis sebagai Geopark Nasional Indonesia dan berkomitmen untuk mengembangkan kawasan Geopark berdasarkan prinsip konservasi, edukasi dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Kedepan, ia berharap, Geopark Silokek ini bisa menjadi bagian dari Geopark Unesco Global Geopark (UGG).Dukungan semua pihak sangat diperlukan karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi.“Untuk menjadi Geopark Dunia, butuh dukungan semua pihak, karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi,” ucapnya. (zet)


IMPIANNEWS.COM (Arab Saudi). 

Kota Padang ikut ambil bagian dalam Indonesia Expo 2018 yang diadakan Kementerian Perdagangan RI di Jeddah, Arab Saudi. Memanfaatkan kesempatan tersebut, Walikota Padang Mahyeldi juga menggelar pertemuan dengan Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, untuk membahas rencana Kota Padang menjalin kerjasama (sister city) dengan Kota Madinah.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban di Kantor KJRI Jeddah, Kamis (29/11/2018), Konjen Hery sangat mengapresiasi gagasan kerjasama sister city yang disampaikan Walikota Mahyeldi. Dan, Hery menyarakankan agar kerjasama tersebut dimulai dari B to B (Business to Business), dan untuk selanjutnya dikembangan ke hubungan kerjasama G to G (Government to Government).

“Peluang bisnis di Arab Saudi ini sangat banyak, dan pengusaha kita (Indonesia) harus bisa mengambil dan memanfaatkan peluang ini”, ungkap Konjen Hery yang didampingi Konsulat Bidang Ekonomi Agus Makmur pada pertemuan dengan Walikota Padang itu.

Lebih lanjut dijelaskan, peluang bisnis yang bisa diciptakan antara Indonesia dan Arab Saudi meliputi bidang perdagangan, jasa, pariwisata dan industri. Termasuk perdagangan CPO, buah dan sayuran, sektor kelautan serta makanan.

“Dan untuk makanan rendang, saya menyarankan agar dibuat dengan cita rasa yang lebih disukai oleh lidah orang Timur Tengah atau tidak terlalu pedas,  dan produknya juga bervariasi”, ujar Konjen Hery.

Dikesempatan yang sama, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Arlinda, mengatakan,dipilihnya Jeddah sebagai lokasi Indonesia Expo 2018 sebagai bentuk tindaklanjut dari pertemuan Raja Salman dan Presiden RI Joko Widodo di Indonesia beberapa waktu lalu, yang membicarakan peningkatan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin sangat baik selama ini.

“ Melalui Indonesia Expo di Jeddah ini, diharapkan volume perdagangan dari Indonesia ke Arab Saudi akan semakin meningkat. Termasuk kunjungan wisata dan investasi di berbagai bidang. Dan, bagi daerah yang ikut ambil bagian dalam Indonesia Expo ini dapat mengambil kesempatan sebesar-besarnya untuk mempromosikan komoditi dan produk unggulan, destinasi wisata dan peluang investasi yang menarik bagi investor Arab Saudi”, terang Arlinda yang merupakan gadih Minang tersebut.

Pada pertemuan tersebut Walikota Padang Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Perdagangan Endrizal, Kepala Dinas Pariwisata Medi Iswandi, Kepala BPKA  Andri Yulika, dan Kabag Kerjasama Setda Kota padang Erwin M. (th)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh ---- Sebagai salah satu program penanggulangan kemiskinan di Kota Payakumbuh, Program Keluarga Harapan (PKH) yang sekarang memiliki kurang lebih 4094 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdata dalam 3 tahap pencairan terakhir, Dinas Sosial Kota Payakumbuh menyebutkan dana yang disalurkan pada tahap ke 4 di Akhir Desember nanti nampaknya akan mengalami penurunan.

Ance Alviando, SST, MPSSp Kasi Jaminan Sosial didampingi Dira Zahara Koordinator Kota PKH Payakumbuh, Jum'at (30/11) di Kantornya mengatakan penurunan ini dikarenakan bukan karena anggaran dipotong atau dipangkas oleh instansi yang bersangkutan, tetapi karena akan digunakan lagi nanti untuk program PKH di tahun 2019 oleh pemerintah pusat karena nanti akan ada penambahan kuota KPM.

"Benar nanti pada tahap ke 4 nanti akan dikurangi penerimaannya, namun tidak sampai 1/4 dari yang diterima pada tahap-tahap sebelumnya, biasanya kan menerima Rp.500.000 dalam 3x tahapan, di tahap akhir Desember ini akan sedikit berkurang," ujar Ance.

Ance menyebutkan jumlah dana yang disalurkan Kemensos ada sebanyak Rp. 1.890.000 untuk tiap KPM dalam satu tahun dalam 2018 ini. Dan di ambil sebanyak 4 tahap per triwulan.

"Tahapan awal di bulan maret, tahapan kedua di bulan juni, tahapan ketiga di bulan Mei, dan tahapan ke empat akan disalurkan ke rekening KPM PKH di akhir Desember," ujar Ance.

Disebutkan lagi mengingat akan ditambahnya 1000 KPM di 2019 nanti, Ance menyebutkan kepada masyarakat agar jangan dikaitkan dengan isu politik tentang siapa saja masyarakat yang akan mendapatkan PKH ini, karena datanya sudah ada di Badan Pusat Statistik (BPS).

"Data yang diambil bersumber dari BPS, data ini akan diteruskan oleh TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan)  kepada Kementerian Sosial, maka tak ada yang namanya data usulan-usulan di tiap Kelurahan, dan tak ada juga yang namanya dekat dengan orang ini atau itu" tambahnya.

Dinas Sosial Kota Payakumbuh juga menginformasikan kalau 2019 nanti penerima PKH tidak lagi akan bersifat Flat, atau semua KPM menerima jumlah yang sama dalam 1 tahun.

"Jumlah anggaran yang KPM yang terima untuk PKH pada tahun 2019 nanti akan berbeda tergantung dari Jumlah Komponen Keluarga," ujarnya.

"Dan juga bisa kami informasikan, jumlah Pendamping PKH yang ada di Kota Payakumbuh adalah 19 orang, jika di bandingkan dengan jumlah KPM yang berjumlah 4094, maka 1 orang Pendamping memiliki paling banyak 350 KPM, sangat tinggi sekali perbandingannya," ujar Ance.

Ance berharap agar kedepannya jumlah Pendamping PKH dapat ditingkatkan dan Pemerintah agar bisa terus memfasilitasi kinerja Pendamping PKH untuk 2019 nanti. (rel/ul)

IMPIANNEWSW.COM
PAYAKUMBUH – Keinginan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk menjadi Kota Rendang tinggal menghitung hari. Selangkah lagi, Kota ini akan menjadi sentral bisnis rendang Indonesia. Tidak hanya memproduksi, tetapi Pemko Payakumbuh akan mengakomodir pengolahan rendang secara modern agar bisa membuka pasar ke luar negeri. Termasuk menyelamatkan rendang atas klaim hak paten rendang dari negara asing. 

Untuk mewujudkan hal ini, Pemko Payakumbuh sedang mempersiapkan segala kebutuhan yang bisa mendukung teknologi Retouch. Sebuah teknologi hasil kerja sama dengan negara Jerman yang akan menjaga kualitas rendang. Baik dari kualitas bahan baku, rendang yang sudah jadi maupun kemasan secara modern yang bisa diterima oleh dunia internasional.  

Nantinya, beberapa lokasi di Kota Payakumbuh akan menjadi sentral rendang. Baik untuk memproduksi, pengolahan, bisnis, penampungan maupun penyediaan bahan baku dalam jumlah yang besar. 

Kabid Humas Pemko Payakumbuh, Irwan Suwandi menuturkan persiapan untuk mengaplikasikan rencana ini sudah hampir selesai. Tahun 2019 mendatang, teknologi Retouch sudah tersedia di Payakumbuh. Di tahun ini juga, lokasi yang menjadi sentral rendang sudah beroperasi. 

“Nantinya teknologi ini bisa menjaga kualitas rendang. Bagaimana standarisasi untuk kadar minyak, santan, daging, rempah-rempah maupun lada diatur oleh alat ini. Namun sebelum beroperasi, Pemko Payakumbuh sudah bekerja sama dengan Universitas Andalas untuk edukasi kepada masyarakat,” kata Irwan, Jumat (30/11/2018). 

Irwan menyampaikan maksud Payakumbuh Kota Rendang bukan berarti Rendang menjadi milik Payakumbuh. Tetapi, akan menjadi pusat bisnis rendang. Para pengusaha rendang maupun pemerintah bisa bermitra dengan masyarakat yang dibina oleh Pemko Payakumbuh. Apakah itu untuk kemasan, produksi, pengadaan bahan baku, edukasi, sampai penjualan. 

Rendang yang masuk ke Payakumbuh, Nantinya akan dikemas dalam ukuran tertentu dan bentuknya juga akan dimodifikasi sesuai keinginan pasar. Alhasil, rendang tidak hanya menjadi objek jual-beli antara pedagang rumah makan kepada konsumen. Namun, sudah siap untuk dieksport ke negara-negara Timur Tengah, Eropa dan Amerika. 

Untuk mendukung suksesnya rencana ini, Kehumasan Diskominfo Payakumbuh juga membuat film pendek berdurasi 15 menit tentang rendang serta buku dengan bahasa Arab dan Inggris. Ini dilakukan sebagai media promosi ke negara luar. 

Salah seorang tenaga ahli LPPM Universitas Andalas, Yenny Narni mengungkapkan Payakumbuh memiliki potensi yang besar dalam mengangkat pamor rendang lebih tinggi lagi dimata dunia. Selain satu-satunya daerah yang memiliki Kampung Rendang, namun memiliki hasil alam yang khas tersendiri. Seperti kelapa dan cabe hasil panen dari ladang maupun sawah di tanah Kota Payakumbuh memiliki kadar yang sangat baik. Berbeda dengan daerah lain. Ini dikarenakan unsur tanah Payakumbuh yang sangat bagus untuk pertanian. 

“Payakumbuh punya potensi yang sangat bagus dalam rendang ini. Ini kota perdagangan dan memiliki geografis sebagai jalur lalu lintas antar wilayah. Bahkan disini juga ada cabe Kopay yang tidak ditemukan didaerah lain,” kata Yenny. (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, ---- Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Sosial Kota Payakumbuh telah mengucurkan total sebanyak Rp. 6,195.000.000 milyar kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam 3 tahap pencairan dana Penerima Keluarga Harapan (PKH) di tahun 2018 ini.

Dalam Tahap 1 sebanyak 4117 KPM menerima sebanyak RP. 2.058.500.000, untuk Tahap 2 sebanyak 4164 KPM menerima sebanyak Rp. 2.082.000.000, dan Tahap 3 sebanyak 4094 KPM menerima sebanyak Rp. 2.055.000.000.

Ada 4 tahap per triwulan dalam 1 tahun, dan untuk tahap ke 4 nanti akan di salurkan pada akhir Desember 2018. 

"Nominal pastinya belum dapat karena dalam tahap penyaluran, dan kami menunggu data dari pendamping, berapa jumlah pasti penerima yang akan disalurkan dana PKH ke rekening KPM, karena data PKH ini sifatnya dinamis, akan berubah-ubah sesuai dengan apakah penerima masih dalam komitmen, atau sudah graduasi alias lulus atau tidak menerima PKH lagi," ujar Ance Alviando, SST, MPSSp Kasi Jaminan Sosial didampingi Dira Zahara Koordinator Kota PKH Payakumbuh, Jum'at (30/11/2018) di kantornya.

Ditambahkan oleh Ance, dibanding program lainnya, PKH lebih memiliki peran penting dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Payakumbuh, untuk program penanggulangan kemiskinan lain di Kota Payakumbuh tidak ada yang angkanya mencapai 6,2 Milyar.

"Bahkan PKH ini lebih besar anggarannya dibanding Program rehab rumah, Program Kube, dan program lainnya," ujar Ance.

Para KPM yang menerima PKH ini juga diikat oleh beberapa syarat, kalau tidak memenuhi komitmen, melaksanakan kewajiban kebutuhan dasar keluarga yaitu pendidikan dan kesehatan, maka haknya untuk menerima bisa di cabut.

"Anak-anak harus sekolah, ibu hamil dan balita harus ke posyandu. Ini penting sekali karena program PKH ini adalah untuk anak, seperti tujuan awalnya, orangtua boleh miskin, tapi anak tidak boleh miskin " ujar Ance.

Sebagai bantuan tunai bersyarat, besarannya pada tahun 2018 ini bersifat flat, Rp.1.890.000 per KPM dalam 1 tahun. (rel/ul)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, ---- Masyarakat kurang mampu di Kota Payakumbuh mendapat kabar gembira, kabarnya Program Keluarga Harapan (PKH) Kementrian Sosial kabarnya akan menambah sebanyak 1000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hal ini disampaikan oleh Ance Alviando, SST, MPSSp Kasi Jaminan Sosial didampingi Dira Zahara Koordinator Kota PKH Payakumbuh yang beberapa waktu lalu terpilih sebagai Korkot PKH terbaik se Sumatera Barat kepada wartawan di ruang kerjanya, Jum'at (30/11/2018).

Ance menyebutkan, target Kemensos untuk menuntaskan kemiskinan di Indonesia terus digencarkan dengan berbagai kebijakan yang dirasa memihak kepada masyarakat miskin.

"TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) memiliki data masyarakat miskin, data ini diambil perkelurahan dari Badan Pusat Statistik, jadi penerima PKH bukan karena usulan kelurahan. Sesuai dengan keuangan negara, ada sebanyak 15.5 juta masyarakat penerima PKH yang terdata oleh negara, namun dalam realisasinya sampai sekarang baru 10 juta masyarakat yang menerima manfaat," ujar Ance.

"Untuk dapat memenuhi itu, secara bertahap negara akan menambah penerima PKH kedepannya. Karena proses yang kita terima itu data yang ditemukan di lapangan, tapi basis data terpadu ini sudah dimiliki TNP2K, lalu diberikan ke kemensos dan dibagikan diseluruh Indonesia," tambah Ance lagi.

Diakhir wawancara Ance menyebutkan kalau penerima PKH di Kota Payakumbuh tidak diproporsikan per kecamatan, artinya penerima PKH di tiap kecamatan itu jumlahnya berbeda.

"Jumlah masyarakat penerima PKH yang ada di Kota Payakumbuh itu dari data pusat, bukan berarti tiap kecamatan jumlah penerimanya sama banyak," tutupnya. (re/ul)

IMPIANNEWS.COM
LIMAPULUH KOTA, --- Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Limapuluh Kota,  Drs. Resman Kamars MPd M.H meninggal dunia, Jumat (30/11/2018) sekitar pukul 11.55 Wib di Rumah Sakit Adnan WD Payakumbuh.

Almarhum meninggalkan seorang istri,  Ny Lasmidar dengan dua orang putra Tariq dan Sadiq di rumah duka di Jorong Tigo Alua, Nagari Batu Bolang,  Kecamatan Harau. 

Almarhum pada masa hidupnya pernah memegang berbagai jabatan penting di Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota. Diawal karirnya, diangkat sebagai tenaga pendidik di berbagai sekolah di Kabupaten itu,  selanjutnya kepala bidang pendidikan Dinas setempat. 

Pernah juga menjabat kepala kantor, Kesbangpol, kepala Bagian Umum sekkab Limapuluh Kota, asisten pemerintahan hingga akhirnya memangku jabatan sebagai Sekda (2008- 2012). Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya

Pantauan media ini di rumah duka, ratusan pelayat nampak hadir, tidak terkecuali beberapa kepala-kepala OPD, ASN hingga tokoh luak Limopuluah beserta masyarakat sekitar.

"Setelah Sholat shubuh tadi, Almarhum pusing dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Siangnya, kita mendapat kabar bahwa alamarhum menghembuskan nafas terakhirnya, "ujar masyarakat setempat, Hendra.

Bupati Limpuluh Kota, Irfendi Arbi dikonfirmasi terpisah mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya Alamarhum. Menurutnya, kehilangan sosok almarhum merupakan duka mendalam bagi jajaran Pemkab Limapuluh Kota khususnya masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Almarhum memiliki dedikasi yang tinggi di Kabupaten ini, selain mantan Sekda sosoknya juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Luak Limopuluah, kita kehilangan tokoh kita,"sebut Irfendi.

Katanya, atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang telah dilaksanakan oleh almarhum selama menjabat sebagai pegawai di Limapuluh Kota.

“Semoga pengabdian selama ini, beroleh pahala dari Allah SWT, dan kita doakan dosa serta kesalahannya di ampuni Allah SWT, dan almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,”pungkasnya.(ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Seiring dengan banyaknya penghargaan-penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Padang dari pemerintah pusat, menjadikan Kota Padang sebagai tempat kunjungan studi komparatif  bagi daerah lain.

Kali ini rombongan Forkopimda Kabupaten Gunung Kidul melakukan Studi Komparatif ke Kota Padang untuk melihat dan mempelajari kemajuan yang telah dicapai oleh pemerintah Kota Padang untuk dijadikan pedoman dan acuan bagi pemerintah Kabupaten Gunung Kidul.

Rombongan tersebut di pimpin langsung oleh Bupati Gunung Kidul, Hj.Badingah disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Emzalmi bersama unsur Forkopimda Kota Padang di Ruang Abu Bakar Ja’ar Kantor Balai Kota Aia Pacah Kecamatan Koto Tangah Padang, Jum’at (30/11).

Dikesempatan itu Emzalmi mengatakan, Pemerintah Kota Padang Kamis kemarin dikunjungi oleh Pemerintah Banjarmasin dan hari ini kita kedatangan tamu lagi dari Kabupaten Gunung Kidul. Tujuan kedua pemerintah daerah tersebut ke Kota Padang adalah dalam rangka melihat secara langsung tentang berbagai kegiatan pembangunan di Kota Padang, keduanya berkaitan dengan E-Planning dan E-Budgetting.

“Alhamdulillah dengan kedatangan dua Kepala daerah ini berturut-turut, kita bisa berbagi dan bertukar pengalaman dengan Kedua Kepala Daerah tersebut beserja jajarannya,”ujar Emzalmi.

Selanjutnya ditambahkan Emzalmi, rombongan Pemerintah Gunung Kidul bersama unsur Forkopimdanya juga melihat bagaimana kerjasama Muspida dengan kepala daerah di Kota Padang  dan perkembangan Pariwisata Kota Padang.

“Kita berharap kunjungan ini bisa bermanfaat untuk kita dan bermanfaat juga untuk yang bersangkutan, suatu saat nanti  kita akan usahakan juga untuk berkunjung ke daerah mereka,”imbuh Emzalmi.

Sementara itu Bupati Gunung Kidul Hj.Badingah menyampaikan Studi Komparatif yang dilakukan ke Kota Padang ingin melihat keberhasilan Pemerintah Kota Padang dan ingin mengadopsi terutama terhadap perkembangan yang sangat luar biasa serta bisa mensejahterakan masyarakatnya.

“Saya ingin sekali melihat perkembangan Pariwisata, Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan yang sangat luar biasa, yang nanti akan kita adopsi di Kabupaten Kidul, dan nanti jika kita melaksanakan tugas baik itu pemerintahan maupun pelayanan kita kepada masyarakat akan cepat seperti di Kota Padang ini,”tutur Badingah.

Ikut dalam rombongan  dari Pemerintah Gunung Kidul tersebut ke Kota Padang antara lain Ketua DPRD, Kejaksaan Negeri, Kapolresta dan yang lainnya.

“Semoga dari kunjungan ini, kita bisa mempercepat pembangunan di Kabupaten Kidul untuk kemaslahatan masyarakat,”tukuknya.(vn)

IMPIANNEWS.COM (Sijunjung). 

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin menerima sebingkai lukisan wajahnya dari seorang siswi SMA Negeri 2 Sijunjung.Nama pelukisnya, Putri Salsabila.Lukisan itu, diberikan saat upacara HUT Korpri ke-47 dan PGRI ke-73 di lapangan Prof.M.Yamin Muaro Sijunjung, Kamis (29/11).

Yuswir Arifin pun menerimanya dengan senang hati.Bupati dua periode ini tampak sangat kagum dengan kemampuan tangan, anak pertama pasangan Edi Sukatri dan Salma, yang belum tentu bisa dibuat anak-anak seusianya.

Sketsa wajah yang dibuat gadis kelahiran Payakumbuh 28 Oktober 2001, ia cermati dengan seksama.Bahkan, Bupati Yuswir Arifin minta staf humas dan wartawan mengabadikan lukisan siswi kelas 11 IPA tersebut.

“Terima kasih ya, Ini bagus sekali.Saya ganti karyamu satu juta” ucap Bupati Yuswir Arifin mensupport gadis kelahiran Payakumbuh ini.

Lukisan sketsa Bupati Sijunjung ini juga mendapat perhatian unsur forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri dan Agama.Tak terkecuali, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sijunjung, Endra Yuswir Arifin.Isteri orang nomor satu di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih ini langsung meminta kepada Putri dibuatkan sketsa wajahnya.

Dengan senang hari, Putri pun  langsung mengiyakan permintaan, Endra Yuswir Arifin yang juga Ketua Dekranasda, Forikan dan LKKS Sijunjung.

Kepada wartawan di ruang Kepala SMA Negeri 2 Sijunjung, Putri Salsabila menceritakan, kecintaanya dengan seni rupa sejak duduk dibangku sekolah dasar, baik melukis pemandangan maupun wajah manusia.Dia pun tak pernah berguru.Teknik melukis dipelajarinya melalui you tube.

Meski memiliki bakat seni rupa yang menonjol, Putri sendiri bercita-cita menjadi seorang dokter.Baginya, melukis merupakan salah satu media penggisi waktu senggang.Kedua orang tuanya mendukung bakatnya.Buktinya, ketika dirinya melukis sketsa wajah orang nomor di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih, ibunya yang berprofesi sebagai Kepala SD Negeri19 Muaro langsung mendukung.

Terkait lukisan wajah bupati, menurut Putri, dirinya mulai mengerjakan sejak Senin s/d Rabu (26-28/11).Ia menyelesaikan lukisan wajah Bupati Sijunjung lebih kurang delapan jam.Itu, ia kerjaan usai Magrib.

“Hari pertama sketsa saja, hari selanjutnya merapikan dan membingkai lukisan,” ucap remaja yang selalu masuk lima besar di sekolahnya.

Kepala SMA Negeri 2 Sijunjung, Syafaruddin mengaku bangga dengan bakat anak didiknya.Ia dan guru-guru selalu mendukung bakat dan hobi serta berbagai lomba yang diikuti siswa-siswinya.

“Sekolah mendukung semua potensi, tidak hanya akademik, tapi juga olahraga hingga kesenian dan seni lukis,” ucap Syafruddin yang berniat memberikan pensil grafit untuk Putri.-(zet)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Panti Pijat plus-plus berkedok warung lontong malam digrebek petugas Satpol PP Padang, Pada kamis malam (29/11). Lokasi yang dijadikan tempat maksiat tersebut terletak di Jalan Adinegoro Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah Padang Sumatera Barat.


Berdasarkan info masyarakat ke Satpol PP bahwa warung lontong tersebut hanya kedok, padahal tempat tersebut disinyalir sebagai penyedia pijat plus-plus. Ulah aktifitas ditempat tersebut membuat masyarakat sekitar menjadi resah dan terganggu.

Kasat Pol PP Padang Yadrison mengatakan, warung yang berkedok lontong malam tersebut ternyata panti pijit plus-plus, hal tersebut diketahui setelah mendapat laporan dari masyarakat sekitar yang sudah merasa resah dengan aktifitasnya.

“Kita lakukan pemeriksaan kelokasi, ternyata selain penjual lontong malam pemiliknya juga menyediakan sarana tempat panti pijat”, Ujar Yadrison.

Saat penertiban berlangsung sempat terjadi adu mulut antara petugas dan pemilik, bahkan salah seorang personil satpol PP menerima pukulan dari dia yang tidak mau tempatnya di geledah petugas, namun tidak menyurutkan niat petugas Penegak Perda untuk memeriksa lokasi tersebut, ditemukan sejumlah kamar saat dilakukan pemeriksaan, diduga kamar tersebut digunakan untuk melayani tamu yang datang.

Sehingga dalam penertiban dua orang perempuan dengan inisial PK (46) dan LM (20) yang diduga sebagai karyawan panti pijit, serta satu laki-laki dengan inisial CS (55) yang berprofesi sebagai sopir truk mengakui bahwa dia mengetahui lokasi tersebut berdasarkan info dari rekan rekannya sesama sopir di salah satu pool truk kawasan By Pass, dia tidak tahu jika lokasi tersebut adalah lokalisasi terselubung.

“Setelah dilakukan penyelidikan, keduanya dikirm ke andam dewi Solok, untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut” Terang Yadrison.

Selain itu petugaspun memberikan surat pemanggilan terhadap pemilik warung agar datang ke Mako Satpol PP Padang untuk dimintai keterangannya lebih lanjut. (bt)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Kejurnas Gulat Walikota Padang Cup III dimulai, Jumat (30/11/2018). Tahun ini, sebanyak 5 provinsi ambil bagian pada even yang digelar di G-Sport Center Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri usai membuka kejurnas mengatakan, gulat termasuk cabor andalan. Banyak prestasi yang sudah diraih atlet Sumbar melalui cabang ini. 

"Cabor gulat adalah salah satu andalan Sumatera Barat. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan dari cabor ini," kata Adib.

Ia menambahkan, digelarnya kompetisi yang lebih sering seperti kejurnas ini akan memperkuat atlet dalam menghadapi PON Papua.

"Melalui kompetisi-kompetisi yang sering diadakan akan memperkuat atlet gulat Sumbar dalam menghadapi PON mendatang," kata Adib.

Sementara itu, selaku penyekenggara, Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Padang Andree Algamar mengatakan, Kejurnas Walikota Padang Cup ketiga ini dilaksanakan berkelanjutan. Tahun ini pesertanya dari lima provinsi, karena banhak provinsi lain yang berhalangan ikut karena tengah melaksanakan Porprov.

"Kita laksanakan kejurnas ini berkelanjutan dengan lebih banyak peserta. Namun, saat ini bertepatan dengan pelaksanaan porprov di beberapa provinsi," kata Andree.

Andree yang bergelar Rajo Kaciak Datuak Sangguno Dirajo ini menambahkan,  cabang gulat pada porprov XV Padang Pariaman mempersembahkan 23 keping medali, yaitu 12 emas, 4 perak dan 7 perunggu.

"Hal itu membuktikan prestasi gulat Kota Padang terus meningkat," sebutnya.

Setelah sukses pelaksanaan Kejurnas Walikota Padang Cup hingga ketiga kali, PGSI Kota Padang juga merancang kejuaraan yang lebih besar berskala internasional dan regional.            " Berikutnya PGSI Padang akan merancang kejuaraan gulat tingkat asia dan internasional untuk memacu prestasi atlet kita," tukasnya.(ydt)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Satpol PP Padang telah amankan PSK yang juga terendus Terlibat Narkoba, langsung  pasukan penegak perda Pemko Padang ini lakukan koordinasi degan Sat Narkoba Polresta Padang. 

Perempuan yang berinisial OL (18) terduga sebagai wanita penghibur ini ditertibkan Satpol PP Padang pada Kamis dini hari. (29/11).

OL ditertibkan Satpol PP dikawasan wisata Kuliner Pujasera sekira pukul 01.00 WIB, selanjutnya dibawa ke Mako Satpol PP Jalan Tan Malaka Padang. 

Di mako Satpol PP, OL kepada petugas mengakui kalau dia memang berprofesi sebagai PSK dan mencari pelanggan melalui media Online terang Yadrison. 

Kasat Pol PP Padang Yadrison mengatakan, Saat Penyilidikan dilakukan oleh PPNS ditemukan adanya isi percakapan di Whatsapp OL, bahwa ia diduga terlibat Narkoba Sejenis Sabu, terkait penemuan ini akhirnya Satpol PP melakukan koordinasi dengan pihak Polresta Padang. 

"Untuk sementara OL kita serahkan ke Pihak Kepolisian Resort Padang, karena ranahnya sudah kepada tindak Pidana”, terang Yadrison. (bt).

IMPIANNEWS.COM (Jeddah - Arab Saudi). 

Sungguh menjadi kehormatan yang sangat luar biasa bagi Walikota Padang Mahyeldi dan rombongan. Disela-sela mengikuti rangkaian kegiatan Indonesia Expo 2018 di Jeddah, Walikota Mahyeldi juga dijamu keluarga besar Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi.

Tak tanggung-tangung, diawali dengan jamuan sarapan pagi oleh keturunan ke-5 dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Dr. Muhammed Fida Bahjatt (Akuntan Publik) di kantornya. Dilanjutkan dengan jamuan makam malam bersama keluarga besar Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di kediaman keluarga besar tersebut, Kamis (29/11/2018).

“Silaturrahmi ini sungguh indah. Karena begitu indahnya, saya tidak bisa lagi mengungkapkannya dengan kata-kata”, ungkap Mahyeldi dengan wajah sumringah dan mata yang berkaca-kaca.

“Dan ini menjadi suatu kemulian dan kehormatan bagi Kota Padang”, imbuhnya lagi.

Dalam jamuan makan malam yang berlangsung penuh akrab dan kekeluargaan, juga dibicarakan rencana pembangunan perpustakaan keluarga Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Serta, rencana mengumpulkan seluruh keluarga besar Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, baik yang bermukim di Arab Saudi maupun yang masih ada di Sumatera Barat. Diperkirakan, jumlahnya sudah ribuan orang.

Dikesempatan itu, Walikota Mahyeldi menyerahkan cendramata berupa rendang, selendang batik tanah liek, dan buku profil peluang investasi di Kota Padang. Sedangkan, pihak Keluarga Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang diwakili oleh Syekh Abdul Hamid Al Khateeb menyerahkan sebuah buku berjudul “Asma ar Risalah” karangan Syekh Abdul hamid sendiri kepada Walikota Mahyeldi.

Dikutip dari id.wikipedia.org, Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi adalah seorang ulama Indonesia yang berasal dari Minangkabau. Ia lahir di Koto Tuo, Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada tanggal 6 Zulhijah 1276 H (1860 M) dan meninggal di Mekkah pada tanggal 8 Jumadilawal 1334 H (1916 M).

Ia menjabat sebagai kepala imam sekolah ajaran Syafii di Masjid Mekah (Masjidil Haram). Banyak pemimpin reformis Islam Indonesia belajar darinya, termasuk Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama. Dan ia juga merupakan Imam Besar Masjidil Haram Mekkah pertama dari orang non Arab, sekaligus staf pengajar di Masjidil Haram. Jabatan sebagai imam dan khathib bukanlah jabatan yang mudah diperoleh. Jabatan ini hanya diperuntukkan orang-orang yang memiliki keilmuan yang tinggi. (th)

IMPIANNEWS.COM
Limapuluh Kota, --- Dinas Komunikasi Dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Barat menggelar Pemberdayaan dan Optimalisasi Peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam Diseminasi Informasi Melalui Pemanfaatan TIK kepada 50 orang pengurus dan masyarakat KIM yang tersebar di tiap Kecamatan Di Kabupaten Limapuluh Kota.

Kegiatan yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota ini dihadiri juga oleh perwakilan Kepala Diskominfo Provinsi Sumbar,

KIM Lima Puluh Kota Dilatih Diskominfo Provinsi. Kadiskominfo Limapuluh Kota Fery Chofa SH LLM membacakan pidato Bupati.

Kepala Diskominfo Kabupaten Limapuluh Kota Fery Chofa, SH, LLM, serta pagi tadi sempat dihadiri oleh Bupati Irfendi Arbi dan sesi foto bersama peserta, Kamis (29/11/2018).

Kepala Bidang Diskominfo Provinsi Sumatera Barat mengatakan tujuan kegiatan ini untuk  memberikan pemahaman dan informasi kepada peserta bagaimana menyampaikan informasi yang baik dan benar, sehingga terhindar dari HOAX, apalagi peran serta Kelompok Informasi masyarakat adalah agen pemerintah dalam menyampaikannya kepada masyarakat.

Pemateri bidang jurnalistik dan pembuatan berita oleh wartawan Padang Today, Dodi Syahputra. Ia menyampaikan materi dasar membuat, menentukan, serta menghasilkan berita.

“Diharapkan Kelompok Informasi Masyarakat yang kita berikan pelatihan dapat menyampaikan informasi yang benar dan tidak dibuat-buat, apalagi menjelang 2019 nanti, pasti akan banyak informasi yang bersifat menyesatkan,” ujarnya.

Bupati Irfendi Arbi diwakili Kepala Diskominfo Kabupaten Limapuluh Kota dalam sambutannya mengatakan perubahan teknologi dengan sangat cepat, tidak lepas dari peran informasi. Persoalan beragam sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan masing-masing, misalnya pertanian, perekonomian, tentang kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

“Saat ini perkembanngan media massa yang sangat beragam, namun tak semua masyarakat bisa mengaksesnya dikarenakan sejumlah kendala, misalnya hambatan ekonomi, lokasi, dan lain sebagainya. Tidak semua masyarakat bisa mengatasi itu sendiri, mereka butuh kelompok untuk bertukar informasi,” ujarnya.

Begitu banyak informasi pembangunan dan kebijakan yang perlu disebarkan, hingga sampainya informasi dengan cepat dan tepat menjadi salahsatu faktor penting keberhasilan program-program yang dijalankan. Karena itulah pemerintah membutuhkan perpanjangan tangan melakui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Selain untuk menyampaikan informasi, KIM juga bisa bertindak sebagai penampung aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada pemerintah, bagi pemerintah KIM adalah jembatan penghubung mitra dalam Diseminasi Informasi, dan menjadi mitra informasi pembangunan di wilayah itu sendiri.

“Diharapkan ke dapannya KIM mampu untuk membina dan menegakkan informasi yang benar agar berdampak positif untuk disebarluaskan. Disini peran KIM adalah untuk membantu pemerintah dengan informasi yang memberdayakan, baik di pemerintah provinsi maupun kabupaten,” pungkas Irfendi.(rel/ul)

IMPIANNEWS.COM
Limapuluh Kota,--- Mengetahui adanya persoalan antara walimurid dan pihak sekolah yang berbuntut kepada pelarangan siswa mengikuti proses belajar mengajar oleh walimurid di SDN 01 Kurai, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, selaku tugas pengawasan dan pemberi pertimbangan, urun rembuk dengan seluruh pihak terkait di SDN 01 Kurai, Kecamatan Suliki, Rabu, (28/11/2018).

Selain Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, hadir pada kesempatan ini Kabit Ketenagaan Dinas Pendidikan, Isral, Sekcam Suliki, Ali Sabri, Wali Nagari Kurai, Ariusni, Babainsa, Babinkantibmas, majelis guru dan kepala sekolah SDN 01 Kurai, kepala jorong, Bamus, Komite sekolah, serta para walimurid.

Pada kesempatan itu, Wabup Ferizal Ridwan menghimbau agar semua pihak untuk bersikap profesional dan memahami tugas serta fungsi masing masing untuk menghindari segala bentuk kesalah pahaman.

"Ini adalah posisi kita untuk saling baiyo-iyo, mari pahami tugas dan fungsi kita masing masing, kami tidak menganggap ini suatu masalah, ini hanya mis komunikasi, sehingga berakibat salah dalam menterjemahkan," ucapnya.

Dihadapan semua pihak, Wabup Ferizal Ridwan mengatakan tidak ingin mencari siapa yang salah, akan tetapi dirinya mengajak untuk saling membuka diri, mundur selangkah untuk saling memberikan maaf, demi kelancaran proses belajar mengajar siswa.

"Harapan kami, persoalan ini tidak terulang, mari tingkatkan koordinasi, kita harus profesional dalam melakukan apa yang kita kerjakan, jangan sampai anak-anak kita yang dirugikan dengan persoalan ini," pungkasnya.

Dalam waktu tiga bulan kedepan, Wabup Ferizal Ridwan mengaku akan terus memantau dan melaksanakan pengawasan guna menjamin terselanggaranya proses blajar mengajar berjalan dengan baik.

"Kita akan laksanakan pembinaan dan evaluasi menurut sistem, dalam waktu tiga bulan kedepan, kita akan terus lakukan pengawasan," tegasnya.

Setelah beberapa saat membuka dialog dengan wali murid, pihak sekolah, komite beserta majelis guru, akhirnya semua pihak sepakat untuk mendukung apa yang diarahkan oleh Wabup.

"Mudah mudahan atas kejadian ini ada hikmah yang dapat kita ambil, mari saling introspeksi diri, dan mari kita beranggapan baik, karna kita yakin pak Wabup pasti akan melaksanakan pengawasan," tutur salah seorang wali murid dihadapan para yang hadir.

Sementara itu, Wali Nagari Kurai Ariusni mengucapkan terimakasih pada Wabup Ferizal Ridwan yang cepat tanggap turun langsung mengetengahi persoalan ini, sehingga proses belajar mengajar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

"Kami mengucapkan terimakasih pada pak Wabup yang telah memediasi, sebagai kepala pemerintahan Nagari, sebenarnya kami malu dengan persoalan ini, kedepan kita berharap persoalan ini tidak terjadi lagi," harapnya.

Menutup pertemuan itu, semua pihak yang sempat salah paham akhirnya saling memaafkan yang disaksikan oleh wakil bupati, Ferizal Ridwan dan seluruh yang hadir, serta dengan spontan walimurid membuka pamplet tuntutan yang terpasang di depan sekolah tersebut. (ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Diduga jadikan tempat mangkal para wanita malam, petugas mengeledah bekas kantor Dinas pariwisata Kota Padang yang saat ini sudah difungsikan untuk berjualan kuliner malam di Jalan Samudera  Pantai Padang,  kecamatan Padang Barat.

Berawal dari laporan masyarakat setempat  atas Kecurigaan terhadap seringnya melihat sekumpulan para gadis seksi berkumpul hampir setiap malamnya. 

Anggota Satpol PP yang mendapat laporan,  langsung turun kelokasi yang telah di berikan dengan tepat dsn akurat.

Ternyata benar, enam orang remaja  diamankan petugas, pada Kamis (29/11) Dini hari.

Sebelum berhasil diamankan, para ABG yang melihat pasukan pemko Padang ini langsung lari terbirit birit, bahkan sempat terjadi aksi kejar kejaran antara petugas dengan mereka yang takut diamankan, ada yang sampai kabur hingga bersembunyi  didalam sebuah tiolet di lokasi Gedung Juang yang berjarak sekira 200 M dari tempat mereka kumpul. 

Dari penyergapan tersebut petugas berhasil mengamankan enam orang diantaranya empat wanita dua laki-laki. Dengan inisial SS (22), OL (18), EN ( 20, FN(21) dan teman laki-lakinya SD (16), AR(15).

Dari hasil pengembangan, diantara enam orang yang terjaring petugas  terdapat satu wanita berinisial OL(18) berkemukinan berprofesi sebagai PSK. 

Hal itu di akuinya ketika berada di Mako Satpol PP Kota Padang, sedangkan bukti lain dilihat dari chatting wanita tersebut di HP nya yang melakukan transaksi melalui Aplikasi WA, terkait kepada tiga wanita lainya akan terus dikembangkan. 

Yadrison Kasat Pol PP membenarkan atas penertiban ini, Bahwa benar anggotanya telah mengamankan 6 Orang di lokasi Pujasera, Rata-rata mereka tidak memiliki KTP.  Sehingga untuk selanjutnya mereka akan diperiksa dan diproses disesuai aturan yang berlaku tutup Yadrison. (bt).

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Di hari peringatan Korpri ke 47 yang jatuh pada Kamis (29/11/2018), seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Payakumbuh komit untuk meningkatkan pengetahuan ditempat ASN bertugas. 

Di era milenial yang mengharuskan seluruh orang untuk mengerti IT dan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi ASN Pemko Payakumbuh untuk mengimbangi pengetahuan dan meningkatkan pelayanan publik. 

Pengambilan komitmen ini dilakukan oleh ASN di halaman kantor Walikota Payakumbuh, Lapangan Eks Poliko yang dipimpin oleh Staff Ahli Walikota, Edvidel Arda, Kamis (29/11/2018) pagi usai membacakan amanat Presiden RI, Joko Widodo. Seluruh ASN yang hadir berasal dari seluruh OPD, Sekolah, Rumah Sakit dan Sekretariat hadir dalam acara peringatan hari Korpri ini. 

“Sesuai amanat Presiden Joko Widodo, seluruh ASN harus mengikuti zaman. Hari ini IT dan Teknologi berkembang pesat. Maka tingkatkanlah pengetahuan dan SDM guna memaksimalkan pengetahuan dan pelayanan terhadap publik,” kata Edvidel. 

Mendengar ucapan Inspektur upacara di momen peringatan hari Korpri ini, seluruh ASN spontan menjawab “Bersedia”. Ini memberi sinyal bahwa ASN Pemko Payakumbuh serius dalam bekerja sesuai tupoksinya masing-masing. 

Kemudian, Edvidel menjelaskan masa millenial ini, pengetahuan generasi muda terus berkembang pesat. Banyak pengetahuan yang bisa diserap oleh mereka dari sumber-sumber yang mudah untuk diakses seperti internet dan media sosial. Pastinya, ini tantangan bagi ASN yang sudah tidak lagi muda. 

“Jangan sampai murid lebih pintar dari guru dan pasien lebih tahu dari tenaga medis. Karena itu perlu bagi ASN untuk meng-upgrade pengetahuan. Jadi, belajarlah terus agar menjadi ASN yang profesional dan berkualitas,” katanya. 

Untuk mentransformasi kualitas dan mutu SDM para ASN ini, Edvidel mewakili Walikota Payakumbuh, Riza Falepi siap mensupport segala hal yang diperlukan ASN untuk meningkatkan pengetahuannya. (ul)

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Alhamdulillah, di momen peringatan hari Persatuan Guru Republik Indonesia Ke 73 dan Hari Guru Nasional tahun 2018, berbagai prestasi di raih keluarga besar SMPN 2 Payakumbuh. Prestasi yang diraih ada yang ditingkat Nasional, tingkat Provinsi dan tingkat Kota Payakumbuh.

Sebagaimana hal ini diungkap panjang Kepala SMPN 2 payakumbuh Desfiwati kepada media di ruang kerjanya, Kamis (29/11/2018) pagi usai mengikuti peringatan Hari KORPRI Ke 47 tingkat Kota Payakumbuh di Balai Kota.

Untuk prestasi di tingkat Kota Payakumbuh, Grup Tari Kreasi SMPN 2 Payakumbuh berhasil meraih Juara I di Iven Payakumbuh Barolek Godang. Selain itu paket Pagelaran Seni juga sabet Juara I.

"Yang paling mengharukan adalah, dari sekian banyak siswa SMPN 2 Payakumbuh yang terlibat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumbar tahun 2018, mayoritas meraih medali. Diantaranya di cabang senam lantai meraih 3 medali emas ditambah 1 Perak. Cabang Tinju Putri meraih medali Perak oleh Hana Fauziyah. Cabang tenis lapangan usia 14 tahun raih medali perak oleh Cantika Apriola. Dicabang renang 4 x 100 m juga raih emas oleh M. Iqbal. Maaf, baru itu yang kami inventaris. 

Untuk kita ketahui bersama termasuk warga Luak Limopuluah, bahwa SMPN 2 Payakumbuh merupakan pilot project nasional untuk kelas olahraga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dan prestasi ini adalah buah dari pilot project itu. Kita sangat Bangga dan bersyukur atas prestasi ini.

"Terima kami aturkan kepada Walikota Payakumbuh, Kepala Dinas Pendidikan, KONI, keluarga besar SMPN 2 Payakumbuh dan komite yang giat mendukung siswa kita. Berkat kebersamaan ini kita bisa mengangkat nana lembaga pendidikan dan nama daerah serta meningkat prestasi SMPN 2 Payakumbuh," imbuh Desfiwati.

Yang membanggakan lagi, Kepala SMPN 2 Payakumbuh Desfiwati yang akrab disapa Ummi oleh rekannya, diundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan untuk mengikuti Simposium Nasional pada tanggal 30 November hingga 3 Desember 2018 di Hotel Milenium di Tanah Abang Jakarta. Dalam undangan tersebut Desfiwati bersama 2 rekannnya wakili Provinsi Sumatera Barat.

" Ya, dari Sumbar cuma ada 3 yang diundang. Yakni kami pribadi untuk tingkat SMP, untuk tingkat SD adalah Kepala SDN 02 Payakumbuh Ideswal. Sedangkan untuk Pengawas dari Tanah Datar yakni Bapak Rosyid Mahmudi. Panggilan ini berdasar dari surat dinas Menteri Dikbud RI bernomor 22849/B.5-4/GT/2018 tertanggal 26 November 2018," beber Desfiwati.

Dalam simposium HGN tersebut, Desfiwati akan mengespose Karya Tulis Ilmiah (KTI) nya sebagai seorang Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Nasional tahun 2018. Acara ini akan direncanakan akan dibuka resmi Presiden Joko Widodo sekaligus peringatan Hari Guru secara nasional di Jakarta tanggal 1 Desember 2018. Selain itu, kebanggaan kita juga lahir dan menambah motivasi untuk swmakin menggiatkan program literasi. Karya guru dan siswa SMPN 2 Payakumbuh lolos ISBN 2018

"Insyaallah kita sudah siap untuk menjalani penilaian tahap ii. Mohon doa kita semua," pungkas Desfiwati.(ul)

Ket fhoto : Litetasi karya siswa dan guru SMPN 2 Payakumbuh lolos ISBN 2018
IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Setelah lolos menjalani penilaian tahap I sebagai Kepala Sekolah Berprestasi Nasional, Kepala SMPN 2 Payakumbuh Desfiwati, M.Si kembali diundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengikuti Penilaian Tahap II di Jakarta pada tanggal 30 November hingga 3 Desember 2018 ini.

Kabar gembira ini didapatkan Desfiwati melalui surat dinas dari Dirjen PTK Kemendikbud RI bernomor : 22849/B5.4/GT/2018 tertanggal 26 november 2018 tentang undangan Simposium HGN 2018. Dalam Simposium Guru Nasional tersebut, Desfiwati akan menjalani beberapa rangkaian penilaian secara nasional. Salah satunya espose Karya Tulis Ilmiah (KTI) Best Practice Leadherahip Management yang diterapkannya selama menjadi kepala sekolah.

"MARAGI leadhership management untuk meningkatkan mutu sekolah", itulah judul karya tulis ilmiah yang kita sampaikan kepada mendikbud dalam penilaian kepsek berprestasi nasional. Kti itulah yang akan kita presentasikan (espose) di Hotel Milenium Tanah Abang Jakarta selama jadwal yang ditentukan panitia," beber Desfiwati di ruang kerjanya Kamis (29/11/2018) pagi.

Mengapa maragi ?. Maragi adalah kependekan dari MAnagement, kolaboRAsi dan sinerGI. Dalam menjalankan sebuah kepemimpinan, seseorang harus menguasai ilmu management kepemimpinan. Bagaimana seorang pemimpin mampu menyatukan semua unsur yang dipimpinnya berjalan optimal demi pencapaian tujuan. Semua unsur dirangkul. 

Kolaborasi, dengan telah dirangkul baiknya semua unsur tadi, kita saling bahu membahu membangun sekolah menjadi sekolah harapan, dicintai dan dimiliki. Pasti semua yang berat akan jadi ringan. Karena sukses  pendidikan bukan hanya dari pemerintah, tapi bagaimana Tri Pusat Pendidikan berjalan searah dengan kolaborasi.

Sinergitas, bagaimana sekolah, walimurid dan masyarakat bisa berpadu dalam menuntaskan semua permasalahan yang ada. Bukan hanya prestasi tapi masalah harus dipikirkan bersama solusinya. Sinergitas juga bisa melibatkan para donatur. Kalau donatur bisa ikut mensukseskan lembaga pendidikan otomatis  semua yang tidak bisa dari anggaran negara dan komite, bisa dibantu oleh donatur. Seperti bantuan pengadaan jaringan oleh telkomsel atau pihak lainya, yang tidak mengikat atau membebankan sekolah dan walimurid. 

"KTI kita berjudul Maragi masuk 10 besar KTI terbaik di Indonesia.  Ketiga unsur inilah yang menjadi bahan kti kita. Dan hal ini sudah kita jalankan bersama dengan komite," ucap Desfiwati mantan Kepala SMPN 1 Payakumbuh ini.

"Mewakili Sumatera Barat dalam Simposium Guru Nasional ini, ada 3 orang dari Sumbar, yaitu kami sendiri (Desfiwati), Ideswal Kepala SDN 02 Payakumbuh dan Rosyid Mahdudi Pengawas Diknas dari Kab. Tanah Datar. 2 orang berasal dari Kota Payakumbuh. Hanya kita bertiga dari sumbar. Simposium ini juga dirangkai dengan upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo, kabarnya tanggal 1 Desember 2018. Insyaallah kita sudah siapkan semua berkas administrasinya,"terang Desfiwati.

Ditengah sibuknya tugas sebagai pemimpin, namun Desfiwati masih terpikir program yang sedang hangat di sekolah yang ia pimpin.

" Alhamdulillah, team work kita solid. Kalau lah tidak pasti kocar kacir. Team work yang solid inilah yang mendukung sukses ini. Bagaimana memadukan perbedaan menjadi satu paduan. Dalam waktu dekat ini kita akan gelar penyambutan siswa yang telah berprestasi Juara I di Iven Payakumbuh Bagodang, penyambutan atlit Porprov yang berasal dari sekolah kita," ucap Desfiwati lagi

"Selain itu kita juga akan menyiapkann ujian semester I yang akan dimulai tanggal 3 Desember ini. Bukan hanya itu, kita sedang disibukkan membuat proposal perencanaan pembangunan. Kabarnya SMPN 2 Payakumbuh akan mendapatkan dana alokasi khusus (dak) 2 ruang kelas baru, sanitasi dan rehab 2 bangunan serta kanopi lapangan basket di Tahun Anggaran 2019," imbuhnya.

"SMPN 2 Payakumbuh siap membangun peserta didik yang seimbang dunia akhirat. Kita punya kelas olahraga binaan kemendikbud. Kita barengi dengan 2 kelas tahfidz binaan Ustadz Muhammad Ridho. Para hafidz kita juga telah berhasil meraih Juara Harapan III di tingkat Kota Payakumbuh, beberapa hari lalu. Ini merupakan kebanggaan kita, kan ?," ujar Ummi.

Pada besok, akan dilaksanakan juga Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) yang diikuti kelas IX di Buper Sarasah Bunta objek Wisata Harau sebagai penutup kegiatan ekstra kurikuler wajib di SMPN 2 Payakumbuh. Karena sebentar lagi kelas IX disibukkan berbagai rangkaian ujian. Semua itu harus dijalani dan dimanage dengan baik, dan diperankan team work yang solid.

"Mohon doa kita semua, semoga kita sehat dalam pengabdian selaku hamba Allah dan pengabdian sosial. Pastinya, sukses ini dari kita, oleh kita dan untuk warga Payakumbuh," pungkas Desfiwati.(ul)


IMPIANNEWS.COM
Limapuluh Kota, --- Untuk kesekian kalinya, Bupati Limapuluh Kota, H.Irfendi Arbi akan kembali menerima perhagaan tingkat Nasional. Kali ini adalah penghargaan yang diberikan langsung Kementrian Pariwisata karena dianggap telah berhasil menerapkan tata kelola berkelanjutan di objek wisata Lembah Harau.

Dijadwalkan penyerahan penghargaan tersebut nantinya akan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya kepada bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi pada acara malam penganugerahan Indonesia Stainable Tourism Award (ISTA) 2018 di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota, Nengsih mengatakan, kepastian penerimaan penghargaan itu sesuai dengan surat dari Kementerian Pariwisata No. UM.202/151/11/DPDP/Kemenpar/2018 melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata.

“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali berhasil meraih penghargaan ISTA dari yang diberikan Kementerian Pariwisata, rencananya penghargaan ini akan diterima langsung bapak Bupati kita di Jakarta pada hari jumat malam,” ujar Nengsih yang dihubungi beberapa waktu yang lalu, Kamis (29/11/2018).

Menurut Nengsih, dirainya penghargaan ISTA tersebut untuk kedua kalinya oleh Kabupaten Limapuluh Kota adalah karena Pemkab Limapuluh Kota telah berhasil menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dalam pengembangan dan pembangunan pariwisata di objek wisata Lembah Harau.

Sementara itu, Bupati Irfendi Arbi mengaku sangat bersyukur akan diterimanya penghargaan tersebut oleh Kabupaten Limapuluh Kota. Ia berharap prestasi itu nantinya mampu menambah motivasi bagi seluruh pihak di Limapuluh Kota untuk terus mengembangkan dan meningkatkan berbagai sektor di objek wisata Lembah Harau.

“Kita sangat bersyukur kepada Allah SWT dengan akan diperolehnya penghargaan dari Kementerian Pariwisata ini, semoga dengan diraihnya penghargaan ini dapat memberikan semangat kepada kita semua untuk lebih  saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang bekerja dan membantu dalam mengembangkan objek wisata telah sukses menjadi yang terbaik dalam Proklim tahun 2018 ini,” tutur Irfendi. (ul)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 


Pasangan paroh baya diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di Batu Grib Pantai Padang diamankan petugas, pada Rabu malam serta dua  pasangan di Bukit Lampu, Kecamatan Lubuk Begalung juga diamankan petugas. Kedua pasangan tersebut digiring petugas ke dalam Mobil Dalmas dan dibawa ke Mako Satpol PP, Jalan Tan Malaka Padang. Rabu (28/11).

Sekira pukul 15.30 WIB. Pondok-pondok baremoh yang dibangun oleh orang yang tidak bertanggung jawab sebagai fasilitas bagi pengunjung berbuat maksiat dirobohkan petugas, Tidak lama berselang waktu, sekitar pukul 21.00 WIB  Petugas kembali menuju bukit lampu dalam rangka pengawasan, ternyata ditemukannya beberapa pondok baremoh kembali berdiri, petugas langsung merobohkannya, mirisnya saat penertiban petugas mendapati  dua pasang muda-mudi didalam Pondok-pondok tersebut.

Karena ulah oknum yang tidak bertangung jawab tersebut membuat Kepala Satpol PP Padang, Yadrison menjadi gerah, Kedepan dirinya merencanakan setiap hari siang maupun malam personilnya akan diturunkan dalam melakukan pengawasan dan penertiban disana ekstra ketat. Sampai benar benar lokasi tersebut dianggap bersih dan tidak lagi dimanfaatkan sebagai tempat berbuat maksiat oleh pengunjung.

"Kita heran dengan mereka, baru dibongkar berdiri lagi dan bagi pengunjung mau saja datang kesana, padahal agama kita jelas melarang, bagi pembuat pondok-pondok tersebut entah apa yang ada di fikiran mereka Sungguh mereka telah merusak aqidah para generasi kita hari ini", kecam Yadrison.

Selain itu, di kawasan Batu Grib Pantai Padang petugas juga mengamankan satu Pasangan paroh baya sedang berduaan hingga larut malam.

"Keenam orang  yang diamankan ini akan kita proses sesuai aturan yang berlaku", ujar Kasat Pol PP Padang, Yadrison. (bt)

IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumatera Barat mengelar upacara bendera Dirgahayu KORPRI ke-47, di lapangan Kontor Gubernur Sumatera Barat. ( 29/11/18)

Dirgahayu KORPRI ke-47 kali ini mengambil tema "KORPRI : Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa". Bertindak sebagai Pembina Upacara Bapak Irwan Prayitno, selanjutnya Pemimpin Upacara diemban oleh Rahmat Denay S.STP perwakilan dari BKD Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan, mesti ditanamkan sejak dini kepada seluruh aparatur sipil negara melakukan sesuatu hal disetiap pekerjaan ini, jadi Pegawai Negeri Sipil selalu menikmati dan mensyukuri apa yang telah didapatkan. 

Irwan Prayitno juga menegaskan bahwa dalam bekerja harus selalu bersikap profesional  ini akan terlihat ketika pegawai melakukan aktivitasnya dengan benar, agar apapun yang dilakukan menjadi berkah. oleh karena itu diharap kepada seluruh pegawai sipil lebih ditinggatkan lagi pengabdianya kepada masyarakat dan negara.

"Mudah - mudahan dihari Ulang Tahun ini bisa bermakna buat keseharian, agar selalu bersyukur agar dapat kebaikan dari Allah SWT, dan bekerjalah secara Profesional sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT," ujarnya

Selanjutnya Gubernur Irwan Prayitno membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo dalam amanatnya bahwa melalui acara ini kita dapat melakukan refleksi atas apa yang kita lakukan dan apa yang hendak kita lakukan. selama 47 tahun KORPRI beserta Aparatur Negara telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat dan negara.

KORPRI telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman. Jajaran aparatur sipil negara juga ikut serta menjadi teladan masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme.

Dalam 4 tahun terakhir  ini pemerintah  telah meningkatkan kuantitas usaha pada pembangunan infrastruktur, dengan cara ini pemerintah membuka keterisolasian, membangun konektifitas, memperkokoh persatuan nasional, memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, serta membangun sentral - sentral ekonomi baru.

Harapannya pada tahun 2019 pemerintah akan melakukan program besar - besaran untuk memperkuat Sumber Daya Manusia ( SDM ) untuk menghadapi tantangan Zaman yang semakin berat, kualitas SDM di pemerintahan & swasta, kualitas SDM di semua sektor, kualitas SDM disemua lapisan pemerintah serta  kaulitas SDM diusia dini & remaja harus ditingkatkan secara signifikan, jelasnya.(zs).

IMPIANNEWS.COM (Pesisir Selatan)

Prestasi Pesisir Selatan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XV anjlok. Porprov XV ini adalah yang terburuk bagi kontingen Kabupaten Pesisir Selatan.

Betapa tidak, negeri yang berjuluk Sejuta Pesona itu hanya mampu bertengger di posisi 14, dari 18 kabupaten/kota yang ikut ambil bagian pada ajang olahraga dua tahunan tingkat provinsi itu.

Terkait dengan itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, Marwan Anas kepada wartawan Kamis (29/11) mengatakan, pihaknya akan memanggil Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

“Ya, dalam waktu dekat akan kami panggil. Ini sejarah terburuk bagi olahraga kita,” ujar politisi yang akrab dipanggil Bang Boy ini dengan nada keras.

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Barat yang dihelat di Kabupaten Padang Pariaman itu resmi ditutup pada Rabu 28 November 2018 kemarin.

Dari 18 kabupaten/kota peserta, Pessel beradi di posisi 14. Capaian itu jauh berbanding terbalik dengan Porprov XIV lalu, yang mana Pessel sukses meraih posisi enam besar.

Seharusnya, lanjut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pemerintah daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pessel melakukan pembinaan atlet secara dini.

Ia pun heran, kenapa KONI Pessel diobok-obok Disparpora dan KONI Provinsi.” Nah, waktu saya panggil Mawardi Roska soal ini, dia tidak hadir,” tutupnya.(zn)

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Selama 47 Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Kopri) beserta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

Korpri telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dan keberagaman. Jajaran Aparatur Sipil Negara telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional. 

Jajaran Aparatur Sipil Negara juga ikut serta menjadi teladan masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme.

Hal itu dikatakan  Wakil Wali Kota Padang, Emzalmi saat menjadi pembina upacara Peringatan HUT Korpri Ke-47 Tingkat Kota Padang Tahun 2018 di Pelataran Parkir Gor. H.Agus Salim Padang, Kamis (29/11).

Lebih jauh dikatakan Emzalmi, dihari Ulang tahun Korpri yang Ke-47 ini telah menunjukan bahwa sesungguhnya usia tersebut telah dewasa. Oleh karena itu sesuai dengan sambutan tertulis Presiden RI Joko Widodo, bahwa Korpri di tuntut untuk lebih Profesional.

Kemudian Korpri juga dituntut untuk lebih Kredibel, memiliki Integritas serta dituntut  untuk bisa menguasai teknologi informasi dan menyesuaikan dengan tuntutan zaman sehingga Kopri harus punya kinerja yang lebih baik untuk masa yang akan datang.

Berdasarkan hal tersebut Pemko Padang akan berupaya dan melakukan evaluasi setiap Tahunnya, agar apa yang dilakukan tahun ini lebih baik dari Tahun sebelumnya dan apa yang selama ini masih menjadi kekurangannya akan kita sempurnakan.

“Kita berharap rasa persatuan dan kesatuan korp pegawai negeri sipil ini atau kopri ini harus betul-betul dijaga demi pengabdian kita kepada bangsa dan negara,”ujar Emzalmi.

Diakhir kegiatan upacara, Emzalmi mengucapkan selamat ulang tahun Kopri yang Ke-47, junjung tinggi Panca Prasetya Korpri, dan terulah berbakti untuk ibu pertiwi. 

Dikesempatan itu juga dilakukan penyerahan santunan paket Sembako bagi petugas kebersihan di lingkungan Pemko Padang sebanyak 1.325 orang senilai Rp.331.250.000 dan juga penyerahan piala lomba yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Korpri.

Selanjutnya dilakukan juga penyerahan Piala Juara Umum Porprov Sumatera Barat yang dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman dari Ketua KONI Kota Padang, Agus Suardi kepada Wakil Wali Kota Padang.(vn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.