Bappeda Gelar FGD Penyusunan KLHS

Hervan Bahar mengatakan tujuan diadakannya FGD tersebut adalah untuk menggali dan memastikan isu strategis, permasalahan dan sasaran strategis tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) yang dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan RPJMD Kota Padang 2019-2023.
IMPIANNEWS.COM (Padang). 

Dalam rangka penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang 2019-2023, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang menggelar  Focus Group Discussion (FGD) di Pangeran Beach Hotel Padang, Rabu (17/10/2018).

Kepala Bappeda Kota Padang, Hervan Bahar mengatakan tujuan diadakannya FGD tersebut adalah untuk menggali dan memastikan isu strategis, permasalahan dan sasaran strategis tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) yang dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan RPJMD Kota Padang 2019-2023.

“KLHS merupakan salah satu instrumen yang mampu memberikan rekomendasi dengan fokus utama mengintegrasikan pertimbangan lingkungan pada tingkat pengambilan  keputusan yang bersifat strategis yakni pada arah kebijakan, rencana dan program pembangunan daerah”, jelasnya.

Pelaksanaan KLHS antara lain didasarkan kepada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri  (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2018 tentang pembuatan dan pelaksanaan KLHS dalam penyusunan RPJMD.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Walikota Padang, Mahyeldi tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi Universitas Andalas, yaitu Prof. Dr. Ardinis Arbain, Dr. Febrin Anas, dan Dr. Fajar Gumbira, serta akademisi dari Universitas Bung Hatta Dr. Eni Kamal dan Dr. Engas Ekaputra.  

“Penyusunan KLHS RPJMD ini diharapkan dapat mengantisipasi munculnya rencana program pembangunan daerah yang tidak tepat sasaran, dan diharapkan dapat selaras dengan aspek sosial, ekologi dan ekonomi dalam penyelenggaraan pemerintah Kota Padang 5 tahun kedepan”, ujar Mahyeldi dihadapan peserta FGD yang terdiri dari Tim Ahli Penyusunan KLHS, Tim Ahli dan Tim Teknis Penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMD Kota Padang 2019-2023 yang diwakili oleh Dr. Miko Kamal, akademisi, Asisten dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Padang, filantropi, pelaku usaha, organisasi masyarakat serta pihak terkait lainnya.

Narasumber yang juga merupakan Ketua Tim Penyusun KLHS Kota Padang, Ardinis mengatakan, terdapat 3 persoalan terkini terkait isu lingkungan yang dihadapi oleh Kota Padang saat ini. Persoalan tersebut adalah ancaman krisis air bersih, menurunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, yang dapat dilihat dari semakin menyusutnya lahan pertanian dan hutan, serta persoalan kebencanaan.

“FGD ini adalah upaya untuk menemukan solusi dari ketiga persoalan tersebut, karena jauh sebelum mengenal KLHS, orang Minang telah memikirkan yang namanya pembangunan berkelanjutan dengan memegang prinsip tidak merusak lingkungan untuk setiap hal yang dikerjakan”, ujarnya. 

Sejalan dengan itu, Walikota Padang mengatakan hasil akhir dari proses KLHS ini diharapkan mampu memberikan perumusan alternatif penyempurnaan penyusunan rancangan awal RPJMD, dimana prinsip-prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s) telah diintegrasikan dalam strategi pembangunan Kota Padang lima tahun kedepan. (bt)