Pesta Demokrasi Rawan Gangguan Mental

Penulis: Ai Kurnia 
Komunitas Muslimah Rindu Surga Bandung

IMPIANNEWS.COM

Anggota komisi E DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menyiapkan layanan konseling maupun fasilitas kesehatan kejiwaan untuk calon anggota legislatif pemilu 2024 yang stres karena gagal terpilih.

Rumah Sakit Oto Iskandar Dinata Soreang Bandung Jawa Barat misalnya, salah satu rumah sakit yang menyiapkan ruangan khusus untuk caleg yang mengalami gangguan mental, tidak hanya itu pihak Rumah Sakit Oto Iskandar Dinata juga menyiapkan dokter spesialis bagi calon legislatif yang stres usai mengikuti kontestasi pemilu 2024.

Layanan yang diberikan Rumah Sakit Oto Iskandar Dinata nantinya ditujukan bagi calon legislatif yang mengalami gangguan kejiwaan seperti gelisah, gemetar, dan susah tidur hingga cemas.

RSUD Dr Abdoer Rohiem Situ Bondo Jawa Timur juga sedang menyiapkan ruangan khusus rawat inap untuk pasien dengan gangguan mental psikologis  seperti caleg yang stres. Sebagai antisipasi berdasarkan pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan layanan untuk calon legislatif, bahkan banyak rumah sakit lainnya di Indonesia yang menyediakan pelayanan untuk merawat caleg stres .

Fenomena ini membuktikan bahwa pemilu dalam sistem Kapitalis hari ini rawan Paslon mengalami gangguan mental. Dikarenakan Pemilu hari ini berbiaya tinggi sehinga membutuhkan perjuangan untuk meraih kemenangan. 

Dewasa ini, kita sendiri melihat calon pemimpin hari ini jauh dari pemimpin yang amanah karena sistem berdiri saat ini adalah sistem buatan manusia yang berkiblat pada Barat. Pada akhirnya membentuk penguasa yang menuruti titah Asing dan Aseng sehingga membentuk pemimpin zalim, bodoh, dan rakus akan kekuasaan dan harta. Mereka menghalalkan segala cara untuk melanggengkan tujuannya baik dengan cara kotor dan menjijikkan seperti janji palsu kepada rakyat, pencitraan, juga suap yang tentu saja bertentangan dengan hukum syariat Islam.

Hegemoni para kapitalis dan oligarki yang berada di belakang para penguasa membuat mereka mengerahkan segala macam cara untuk meraih kemenangan dan kekuasaan, untuk memperpanjang penjajahan dan niat busuk mereka.

Hari ini jabatan manjadi impian karena dianggap dapat menaikkan harga diri dan jalan untuk meraih kesuksesan, keuntungan materi dan kemudahan semua fasilitas lainnya, tanpa memedulikan nasib bangsa dan agama di kemudian hari.

Para penguasa dalam sistem ini akan melakukan apa saja untuk melancarkan semua urusan. Halal dan haram tidak menjadi ukuran.

Kekuatan mental seseorang akan menentukan respon terhadap hasil pemilihan. Sudahkah pendidikan sekuler hari ini membentuk individu berkepribadian kuat? Atau justru meningkatkan gangguan mental di masyarakat?

Islam memandang kekuasaan dan jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Memberikan pengurusan yang bijaksana dan adil kepada rakyatnya yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT dan harus dijalankan sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

Sistem pendidikan Islam menghantarkan individu menjadi orang yang memahami bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan adil yang akan menciptakan kebahagiaan dan ketentraman bagi rakyatnya. 

Pemimpin dalam Islam akan beriman pada qodho yang telah ditetapkan Allah dan melahirkan individu yang selalu dalam kebaikan, amanah, selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi kehidupan, tentu dibarengi dengan bekal ilmu pengetahuan yang mempuni di bidangnya. Islam akan memberikan kekuasaan kepada orang yang ahli dalam bidang kepemimpinan, bukan kepada yang tidak ahli karena akan menimbulkan kehancuran.

Penerapan Islam secara kafah akan membawa keberkahan, kemuliaan, dan kebahagiaan hakiki yang menjadi cita-cita seluruh kaum muslimin di dunia. Sudah saatnya bersama-sama memperjuangkan penerapan Islam di negeri kita tercinta.

Wallohua'lam bisawab

Post a Comment

0 Comments