Keselamatan Generasi Terancam Karena DBD

Oleh : Eva Nurfalah

IMPIANNEWS.COM

Kasus demam berdarah beberapa waktu ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bahkan sudah sampai merenggut jiwa termasuk dikalangan anak-anak. Dilansir dari PIKIRAN RAKYAT - Kasus Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, pada awal 2024 terdapat ratusan warga yang terjangkit DBD. Laporan kasus tersebut berdasarkan data dari beberapa rumah sakit di Kabupaten Cianjur. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr Yusman Faizal mengatakan bahwa kasus DBD pada Januari 2024 mengalami peningkatan yang signifikan. "Dalam sebulan terdapat 219 kasus yang diperoleh oleh Dinkes Cianjur, dari jumlah tersebut dua anak dengan rentang usia 6 sampai 14 tahun meninggal," kata Yusman saat ditemui pada Kamis 1 Februari 2024. Yusman menuturkan peningkatan kasus disebabkan oleh musim hujan, yang menyebabkan banyak genangan air. Pasien yang terjangkit juga pada usia produktif. "Jadi kan sekarang musim hujan, banyak genangan-genangan air, maka dari itu pecegahan terus dilakukan dengan melakukan fogging," katanya. Pikiran Rakyat 4 Februari 2024, 14:49 WIB. 

Data Dinas Kesehatan (Dinkes), ada 74 kasus DBD yang terdeteksi selama Januari 2024. Sebanyak empat kasus berakhir dengan kematian."Data hingga bulan Januari, sudah empat orang meninggal dunia dari 74 kasus DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Rini Pratiwi ketika ditemui usai Pencanangan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) di Kabupaten Banyuasin, Selasa (30/1). Menurutnya, kasus DBD paling banyak muncuk di Kecamatan Talang Kelapa dengan 59 kasus serta satu orang meninggal dunia.  "Paling banyak di (Kecamatan) Talang Kelapa," kata Rini. Dia mengatakan, secara year on year, jumlah kasus DBD di Banyuasin terus mengalami penurunan. Dari sebanyak 220 kasus di 2022 berkurang menjadi 154 kasus di 2023. RMOLSumsel Selasa 30 Januari 2024 17:40

Dari data diatas ada penurunan kasus DBD yang terjadi walaupun jumlahnya masih termasuk banyak, jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa DBD adalah penyakit yang dapat dicegah dengan beberapa Langkah yang harus dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak termasuk Masyarakat. Kesadaran Masyarakat akan Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) dan juga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat dibutuhkan. Kesadaran akan adanya Pencegahan  harus dipahami sejak dini.

Namun kesadaran masyarakat tidak bisa terwujud secara tiba-tiba, dibutuhkan Negara yang mampu mengoptimalkan edukasi pada masyarakat tentang PHBS dan upaya pencegahan penularan DBD dan berbagai hal yang dapat dilaksanakan dilingkungan masyarakat dan rumah tangga.

Dan bukan hanya itu saja, pada saat ini dimana kasus DBD sudah terjadi tentunya dibutuhkan juga Kesiapan RS untuk menangani penderita yang membutuhkan rawat inap.  Dan negaralah yang seharusnya memfasilitasi kebutuhan tersebut, karena kebutuhan akan layanan kesehatan bersifat mutlak. Negara juga harus  menyiapkan mekanisme akses RS dengan cara yang kuat, tepat dan gratis. Negara juga Menyiapkan upaya pencegahan dengan teknologi unggul dan merata disemua wilayah Daulah islam.

Semua usaha dalam mencari solusi tuntas diatas hanya bisa dilaksanakan apabila negara menerapkan sistem yang shahih yaitu penerapan sistem Islam karena hanya dengan Islam saja segala permasalahan umat akan terselesaikan.

Wallahu a'lam bishowab

Post a Comment

0 Comments