Peletakan Batu Pertama, Tandai Pembangunan Kantor MUI Lima Puluh Kota

.

IMPIANNEWS.COM 

Sarilamak - Bupati Lima Puluh Kota  dalam hal ini diwakili oleh Bapak Widya Putra, S.Sos, M.Si Sekretaris Daerah Lima Puluh Kota, melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lima Puluh Kota berlokasi di depan Gerbang Kompi Kipan C, Jumat (5/11) yang sekaligus tabligh oleh Ustad Irwandi Nasir ,M.Pd dengan tema “Peran Wakaf di Indonesia “. 


Turut hadir dalam acara ini  Kapolres Lima Puluh Kota, Kemenag Limapuluh Kota, Camat Harau, Komandan Kompi C, Para Pimpinan Pondok Pesantren, Ketua LKAAM, Pimpinan Bank Syariah, ACT Sumbar, Para Walinagari se Kecamatan Harau, Dewan Pertimbangan MUI dan anggota penggurus dewan harian MUI Lima Puluh Kota. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat bersama Penyuluh Agama.


Dalam sambutannya Sekda Lima Puluh Kota  Bapak Widya Putra menyampaikan “ bahwa membangun Kantor MUI Lima Puluh adalah tanggung jawab bersama bukan tangungjawab perorangan dan organisasi MUI saja. Dan Bupati Lima Puluh Kota lewat saya berpesan akan membantu pembangunan ini berapa jumlahnya belum disampaikan kepada saya. Dan kami atas pemerintah daerah sangat memapresiasi terbangunnya gedung kantor MUI ini. Untuk itu mari sama-sama kita doakan kepada para panitia agar dalam pembangunan berjalan dengan baik, mudah-mudahan dengan dibangunnya Kantor MUI ini semakin terjaga Kerukunan  beragama dan kebersamaan dalam membangun Kabupaten Lima Puluh Kota yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan bersama.” Ujar Widya Putra


Sebelumnya H.Naharuddin Kakan Kemenag Lima Puluh Kota, menyampaikan sambutannya “ Sebagai Kakanmenag Lima Puluh Kota, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen yang telah bahu membahu dalam mewujudkan Kantor MUI Lima Puluh Kota yang sudah lama menjadi cita-cita bersama, semoga  seluruh panitia diberikan kesehatan sehingga pambangunan ini cepat selesainya dan kantor ini akan kita jadikan rumah umat“ ujar Naharuddin.


H.Asrat Chan, Ketua MUI Lima Puluh Kota dalam sambutannya menyampaikan “Kami sangat berterimakasih baru empat bulan atau sejak dikukuhkan Pengurus Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lima Puluh Kota Masa Bakti  2020-2025 oleh H.Gusrizal Gazahar Ketua MUI Sumatera Barat pada tanggal 21 Agustus 2021 lalu, telah dapat memulai membangun kantor MUI Lima Puluh Kota di atas tanah wakaf bapak H.Taufik Hidayat seluar 400 m2, ada orang menyebutkan ini adalah prestasi  ketua umum tetapi ini adalah kerja keras oleh pengurus lain seperti ustad Safrijon Azwar yang telah memperjuangan dimana secara kebetulan di periode saya baru terlaksana pembangunan ini “Ujar Asrat Chan


Ditambahkannya “ saya mengucapkan terima kasih kepada segenap penggurus dengan semangatnya Dewan Harian Pengurus MUI Lima Puluh Kota telah mempunyai ruangan sekretariat sementara di samping Masjid Kunci Loyang komplek kantor Bupati Lima Puluh Kota, dan juga dengan semangat kebersamaan , pada hari ini 5 November 2021 kita melakukan sebuah kegiatan bersejarah yakni peletakan batu pertama pembangunan Kantor MUI yang dapat kita fungsikan untuk wadah musyawarah para ulama, zu’ama dan cendekiawan Islam dalam memberikan asuhan dan tuntunan kepada umat Islam Lima Puluh Kota dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang di ridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala “tukuk Asrat Chan


“Disamping itu untuk menjangkau pembinaan keagamaan dan aksi bidang sosial dan kemanusian pada wilayah terluar dan terjauh MUI Lima Puluh Kota telah bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lima Puluh Kota “ tambahnya.


H. Saiful sebagai Ketua Pembangunan merangkap Bendahara Pengurus Dewan Harian MUI Lima Puluh Kota melaporkan:


“Ada beberapa filosofi yang kita ambil dengan hari ini Jumat, tanggal 5 November 2021 M atau 29 Rabiul Awal 1443 H. Pertama, hari Jum’at merupakan hari yang paling utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Allah Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu. 


Tanggal 5 kita catat sebagai hari bersejarah kebangkitan Lima Unsur, yaitu : Umara, Ulama, Zuama, Cendekiawan Islam dan Pengusaha Muslim untuk sama-sama membangun Kantor MUI Limapuluh Kota yang berfungsi untuk wadah bermusyarah para Ulama, Zuama, Cendekiawan Islam. Angka Lima kita catat pula sebagai peringatan jangan lupakan sholat Lima waktu.


Bulan November atau bulan ke 11 mengandung makna  Dewan Pimpinan Harian MUI Lima Puluh Kota terdiri dari 11 orang Ketua ( Ketua Umum + 10 Ketua). Sementara Tahun 2021 kami catat sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan penggurus dewan harian MUI masa khidmat 2020-2025 yaitu surat Yasin ayat 20 dan 21 : “Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu. Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Semoga kita yang hadir berada pada kelompok orang yang mendapat petunjuk.


Kedua , di atas tanah Wakaf dari Bapak H.Taufik Hidayat beserta keluarga yang telah ikhlas  mewakafkan tanahnya seluas 400 m2 ini akan dibangun Gedung dengan ukuran lebar 10 meter dan panjang 17 meter. Filosofinya ,angka 10 adalah “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya” (QS. Al An'am: 160).


Sementara 17 meter dengan filosofi 17 Rakaat satu hari semalam dalam 5 waktu yang wajib dikerjakan dan didalamnya nanti kita sediakan mushala/ ruangan tempat sholat sesuai dengan keinginan dari bapak H.Taufik Hidayat. Dan di depannya ada ornament tiga buah gonjong yang melambangkan wadah diskusi para Ulama, Zuama dan Cendekiawan Islam yang berdasarkan Islam, Iman dan Ikhsan.


Ketiga, sehubungan lokasi tanah berada di Gerbang Kompi Kipan C, Panitia membuat jargon yang diberi nama dengan GERBANG LIMAPULUAH artinya Gerbang (Gerakan Pembangunan) Limapuluah diharapkan masuk sumbangan dengan kelipan uang kertas Limapuluh ribu rupiah dengan tanda uang kertas yang ada tokohnya mempunyai peci pertanda dia tokoh Islami.


Alhamdulilah sejak hari  Kamis tanggal 14 Oktober lalu setelah selsai ikrar wakaf di kantor KUA Harau, Penggurus bertekat untuk mencari dana awal agar dapat berdiri pondasi dengan kebutuhan dana Rp.70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta), dan dalam rentang waktu 20 hari sampai hari ini telah terkumpul dana senilai Rp.60.000.000,- (enam puluh  juta) yang dapat kita pergunakan untuk biaya menimbun, membuat pondasi sumur sebanyakk 15 buah dan slof besi sebanyak 15 buah juga. “ tutur H. Saiful ketua Pembangunan.


Ditambahkannya “ Kami mengharapkan pembangunan ini setelah peletakan batu pertama ini tidak hanya berhenti sampai dengan pondasi saja tentu hendaknya tuntas dalam waktu 5 bulan dengan harapan lima tokoh  : Umara, Ulama, Zuama, Cendekiawan Islam dan Pengusaha bersatu padu dalam hal pembangunan ini. Satu  Tiang nilainya Rp.2.500.000,- dan kita butuh 15 buah tiang dan 15 buah slof kerangka besi. 


Untuk itu Panitia mempunyai strategi dalam hal ini yang diberi nama : 

  1. Kartu KIP Ulama : Kartu Iinfak Perorangan (KIP) Uang Lipatan Limapuluah (Ulama) yang dapat diantar langsung secara perorangan kepada panitia atau kepada pengurus MUI Lima Puluh Kota.
  2. Kartu KIS Ulama : Kartu Infak Sedekah (KIS) melalui Rekening Bank yang telah ada barcodenya yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) Kode bank :451 dengan nomor Rekening : 2016123016 dan Bank Nagari Syariah (BNS) kode bank :118 dengan nomor rekening : 7200.0201.141414.
  3. Kartu ZUAMA : Kartu Zakat fisabilillah, berupa Uang dan Mas yang dapat panitia terima.
  4. Pin Emas Cendekia : Pinjaman Emas Cendekia, masayarakat bisa meminjamkan Emas kepada Panitia dengan waktu pinajaman dua tahun, sebab para cendekiwan muslim ini mengetahui meminjamkan emas juga memperoleh pahala dari Allah Swt. “ terang H.Saiful.


Kesempatan tersebut H.Saiful juga mengharapkan kepada Bupati yang dalam hal ini diwakili oleh Sekda untuk memberikan dana hibah untuk mendukung kegiatan MUI Lima Puluh Kota “ Kepada Bapak Bupati kami laporkan, melihat perbandingan kepada MUI Daerah lain yang menerima dana hibah untuk kegiatan mereka, untuk itu kami juga sangat mengharapkan adanya upaya untuk MUI Lima Puluh Kota mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Daerah untuk mendukung kegiatannya. Untuk menjadi catatan bahwa di tahun 2021 MUI Limapuluh Kota tidak ada menerima dana Hibah dan pada tahun 2022 dilihat di APBD juga belum tersedia, mohon menjadi catatan kalau memang belum ada mohon dimasukan, sebab kegiatan sangat banyak seperti kegiatan Muzakarah satu kali dua bulan dan ditambah lagi sekarang ini banyaknya aliran yang menyimpang ditengah masyarakat yang perlu kajian, diskusi serta dicari solusinya’ Ujar H.Saiful pensiunan Pemda Lima Puluh Kota. (014)

Post a Comment

0 Comments