Paradigma dan Statement Koordinator Acara Dalam Konferensi Pers "Papua Darurat Militer dan Darurat Kemanusiaan"

IMPIANNEWS.COM

Papua - Solidaritas Rakyat Papua Tolak Kekerasan Negara (Sorakpatok) menggelar acara Konferensi Pers dengan judul "Papua Darurat Militer dan Darurat Kemanusiaan", Senin (8/11/21).

Konferensi Pers yang diselenggarakan turut dihadiri dari berbagai perwakilan daerah yang berasal dari sebagian wilayah Papua. Dalam acara ini, perwakilan daerah masing-masing secara bergilir menyampaikan paradigma maupun statement nya terkait yang terjadi di daerah mereka masing-masing.

Diawal acara, sepatah kata sambutan telah usai disampaikan oleh pimpinan acara. Selanjutnya, Koordinator acara konferensi Pers ini yang tidak disebutkan identitas lengkapnya menyampaikan paradigma serta statementnya.

Dia menyampaikan telah terjadi kontak tembak antara TNPNB dengan militer Indonesia yang terjadi di Papua. Dia juga melihat Indonesia mengirim Militer ke Papua tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Pengiriman militer ke Papua ini cukup sangat tidak sesuai dengan Undang-undang yang ditetapkan DPR RI",ujar Koordinator acara.

Berikut ucapan paradigma dan statement Koodinator acara Konferensi Pers ini.

Koordinator acara ini juga menyampaikan, adanya "Pelanggaran HAM dan pengungsian secara besar-besaran",tambahnya.

Dalam acara jumpa Pers ini, Koordinator acara sebut pergelaran jumpa Pers ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Papua secara bersama-sama melihat persoalan yang terjadi di wilayah mereka.(*)

Posting Komentar

0 Komentar