Eric Carle dan Karyanya yang Terkenal “The Very Hungry Caterpillar”

Photo Credit: Official Eric Carle Web Site, www.eric-carle.com

Oleh : Rara Mabrura Azzahra
(Mahasiswa Sastra Inggris Unand)

IMPIANNEWS.COM

Bagi penggemar buku cerita anak mungkin sudah tidak asing lagi dengan penulis yang satu ini. Ya benar sekali, dia adalah Eric Carle, penulis dan ilustrator buku sastra anak terkenal yang  memulai karirnya di Amerika. Eric Carle lahir pada tanggal 25 Juni 1929 di Syracuse, New York, Amerika. Kedua orang tua Carle merupakan orang Jerman asli, sehingga pada tahun 1935 Carle dan keluarganya pindah kesana karena pada saat itu ayahnya direkrut untuk menjadi tentara angkatan Perang Dunia II. Disaat yang bersamaan, selama beberapa tahun, ayahnya ditawan oleh tawanan perang Rusia. Hal ini yang mengharuskan Carle  untuk tetap tinggal dan menyelesaikan pendidikannya di Jerman. Pada tahun 1952, Carle pindah ke kota New York, Amerika, dan memulai karirnya menjadi seorang seniman. 

Sebelum menulis buku sendiri, Carle pernah berkolaborasi dengan penulis buku anak Bill Martin, Jr., dan mereka merilis buku pertama Brown Bear, Brown Bear, What Do You See?(1967), berkat kolaborasi ini, mereka meraih penghargaan untuk duo penulis ilustrator.  Pada saat ini lah Carle mulai dikenal di dunia sastra anak. Mereka juga berkorabolasi di dalam buku Polar Bear, Polar Bear, What Do You Hear? (1991), Panda Bear, Panda Bear, What Do You See? (2003) and Baby Bear, Baby Bear, What Do You See? (2007). Pada tahun 1968, Carle merilis buku pertamanya yang dia tulis dan ilustrasikan sendiri berjudul 1,2,3, to the Zoo. Pada tahun berikutnya, dia merilis The Very Hungry Caterpillar pada tanggal 20 Maret 1969.

The Very Hungry Caterpillar merupakan buku yang membawanya menuju kesuksesan.  Diawal dirilisnya, buku ini berhasil memenangkan penghargaan dan ini yang membuat Carle terkenal. Berdasarkan website resmi Carle, dia mengatakan bahwa buku ini telah terjual lebih dari 50 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 66 bahasa. Bahkan sampai hari ini, buku ini masih digemari oleh anak-anak dan orangtua diseluruh dunia. Howard Calvert dalam artikelnya mengatakan, “Meskipun ‘The Very Hungry Caterpillar’ pertama kali diterbitkan pada tahun 1969, buku ini telah bertahan dalam ujian waktu karena ceritanya tetap relevan dan penting bahkan hingga hari ini. Ini adalah kisah abadi yang dapat dibaca berulang kali oleh generasi anak-anak di seluruh dunia.”

The Very Hungry Caterpillar bercerita tentang seekor ulat bulu yang selalu merasakan lapar walaupun telah memakan berbagai jenis makanan. Mulai dari buah-buahan hingga makanan yang tidak sehat. Sampai pada akhirnya dia mengalami sakit perut dihari ketujuh. Keesokan harinya, dia memakan sebuah daun hijau segar dan seketika dia merasa baikan dan tidak kelaparan lagi. Setelah itu dia membuat rumah untuk dirinya yang disebut kepompong. Dua minggu berlalu, ulat bulu keluar dari rumahnya dan berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. 

Apa alasan dibalik terkenalnya buku The Very Hungry Caterpillar sehingga begitu digemari hingga kini?. Tidak bisa dipungkiri bahwa buku ini memang menyuguhkan cerita yang sederhana. Jika dipikirkan kembali, tidak mungkin buku yang hanya terdiri dari 22 halaman dapat memenangkan sebuah penghargaan. Tetapi jika kita mengingat kembali tahun perilisan buku tersebut, yaitu sekitar 50 tahun yang lalu, itu adalah saat dimana orangtua bahkan anak-anak belum terlalu mengenal buku cerita yang memiliki gambar menarik dan dipenuhin beragam warna cerah di dalamnya.   

The Very Hungry Caterpillar tidak hanya sekedar buku cerita biasa, tetapi buku ini juga merupakan sebuah metode unik bagi anak-anak untuk belajar. Mereka akan belajar banyak hal, seperti nama-nama hari, buah-buahan, jenis makanan junk food, berhitung, dan metamorfosis ulat bulu menjadi kupu-kupu. Irma K. Ghosn di dalam jurnalnya menyebutkan bahwa, “The Very Hungry Caterpillar oleh Eric Carle dipilih sebagai 'cerita bahasa' yang ideal karena berpotensi sangat generatif, memungkinkan beberapa tema dan konsep dihasilkan oleh anak-anak (dan guru)”.

Buku ini juga memberikan beberapa pesan moral, yaitu belajar untuk mengontrol diri, melatih kesabaran, dan menyadari bahwa siapapun pasti bisa berubah menjadi lebih baik. Tanpa kita sadari, ternyata buku ini sangat bermanfaat bagi anak-anak yang mengalami trauma terhadap hewan. Orangtua menjadikan ini sebagai semacam terapi untuk anak-anak mereka.

“Buku ini memenangkan hati anak-anak, keluarga, dan guru dengan gambar-gambarnya yang cerah dan lubang-lubang yang dibuat secara strategis, yang melacak jalur ulat rakus saat memakan kue, es krim, salami, pai, dan camilan lainnya”, sebut Livia Gershon salah seorang penggemar.

Kita mengetahui sebuah fakta unik bahwa, Eric Carle selalu menerima ratusan surat dari pembacanya karena dia selalu memahami perasaan, pikiran, dan emosi anak-anak. Salah satu alasan kesuksesannya, selain karya seninya yang unik, adalah karena para pembacanya selalu cenderung mengaitkan kehidupan dan pengalaman mereka dengan kisah-kisahnya dan selalu menginspirasi ilustrator lain.

“The Very Hungry Caterpillar” adalah tentang harapan. Anda, seperti ulat kecil, akan tumbuh, membuka sayap Anda dan terbang ke masa depan.

­Seperti yang dikatakan Eric Carle, kita itu seperti ulat bulu, kita tumbuh, membuka sayap, dan terbang ke masa depan. Itu bukan hanya serangkaian kata, tetapi itu merupakan fakta kehidupan yang harus kita jalani dan hadapi. Kita harus tumbuh dewasa, bersekolah setinggi-tingginya, bekerja keras, agar nantinya semua impian dan cita-cita yang sering kita ucapkan saat kecil dapat terwujud. Tetapi kehidupan tidak berhenti sampai disitu saja, kita juga harus berguna bagi orang sekitar, membantu sesama manusia, dan membuat mereka juga ikut merasakan kebahagiaan. Seperti ulat bulu yang telah berubah menjadi kupu-kupu, dia membantu bunga dalam proses penyerbukan dan memancarkan kebahagiaan kepada setiap makhluk hidup yang dia lewati dan singgahi.

Post a Comment

0 Comments