Dihadiri Bupati Safaruddin, Pondok Tahfidz Darul Jadid Laksanakan Wisuda Hafidz PERDANA

.

IMPIANNEWS.COM 

Padang Rantang, Lima Puluh Kota - "Kami sangat bangga dan mengapresiasi Pondok Tahfidz Darul Jadid Jorong Padang Rantang, Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau. Walau ini merupakan wisuda perdana, namun bisa diikuti 36 peserta hafidz 1 juzz. Sebuah prestasi awal yang mengembirakan Kita semua,"


Ungkapan bangga tersebut disampaikan Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin saat membuka wisuda tahfidz di Pondok tahfidz Darul Jadid, Jorong Padang Rantang, Sabtu (09/10/2021). Bupati yang hadir bersama Camat Harau Andri Yasmen, Penyuluh Agama Islam kantor Kementerian agama wioayah kerja Kecamatan Harau, Hj. Wiwi Mardianis dan rombingan disambut dengan tari pasambahan. 


Tampak dalam penyambutan walinagari Koto Tuo, Sy. Dr. Mandaro Garang, Jorong Padang Rantang, Andra, pengurus pondok tahfidz didampingi panitia pelaksana, para guru, santri dan masyarakat. 


Mengawali, Bupati Safaruddin melakukan pengguntingan pita tanda pelaksanaan wisuda perdana di pondok tahfidz ini. 


Usai bersilaturahim dengan 2arga Padang Rantang, Safaruddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa melahirjan para hafidz di Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu program Kepala daerah. Dirinya siap untuk memprioritaskan untuk menghadiri kegiatan ini dibanding agenda lain. 


Karena ini visi misi Kita, Kita wajib utamakan. Pemkab Lima Puluh Kota akan mendorong bagaimana di setiap nagari ada pondok tahfidz. Mohon dukungan instansi terkait bersama tokoh masyarakat. Kita siapkan generasi quran di Lima Puluh Kota. Terima Kasih kami ucapkan kepafa pengurus, panitia Dan tak kalah pentinya, para guru yang sabar dalam membina, serta walisantri yang komit dan istiqamah untuk mencetak para hafidz. Lanjutkan, insya Allah berkah bagi Kita semua,"pungkas Safaruddin sembari memotivasi dan menyerahkan piagam khatam. 


Sebelumnya, Ketua pelaksana wisuda tahfidz, Mulyadi ST seorang pengusaha yang menjadi donatur tetap dalam pengelolaan pondok tahfidz Darul Jadid melaporkan bahwa pondok tahfidz ini didirikan bulan Oktober 2020 yang dibantu para guru hafidz. Satu tahun pengelolaan Dan pembinaan sudah mampu melaksanakan wisuda hafidz yang diikuti 36 santri. 


"di pondok tahfidz Darul Jadid ada 75 santri tahfidz dan 10 santri Iqra' yang diajar oleh ustadz Rizki, ustdaz Rio, ustadz Adi Satriadi, ustadzah Inang Suryati, dan ustadzah Elfi Susanti. Dan ini merupakan wisuda perdana Kita,"terang Mulyadi diamini para guru. 


Diterang Mulyadi, bahwa pembelajaran tahfidz di pondok tahfidz Darul Jadid tidak dipungut biaya alias gratis. Tinggal kemauan santri dan walisantri untuk mau dan giat menghafal alquran dibimbing tenaga profesionalnya. Terkait pendanaan, semua dibiayai masyarakat bersama para donatur tetap. 


"Santri pondok tahfidz bukan saja dari Jorong Padang Rantang, tapi ada yang berasal dari Payakumbuh dan nagari tetangga kita. Ada 3 kelas yang disiapkan, kelas A untuk santri yang hafalan sudah baik, kelas B untuk tingkat hafalan menengah dan kelas C,  untuk pemula. Untuk tingkatan tersebut ditentukan oleh guru. Kami berharap, kiranya kita semua punya niat tulus untuk menciptakan calon generasi islam yang akan mendoakan kita, bangsa kita, kelak. Dan kami siap menampung donasi dari donatur untuk pengelolaan pondok ini,"harap Mulyadi. 


"Adapun terkait biaya pelaksanaan wisuda ini,"ulas Mulyadi. "Wisuda dibiayai mandiri bersama walisantri. Termasuk untuk hadiah motivasi bagi hafidz hafidzah. Terima kasih,"pungkas Mulyadi. 


Kepala Kankemenag Lima Puluh Kota, Naharuddin yang kala ini diwakili JFT Penyuluh Agama Islam Hj. Wiwi Mardianis juga mengapresiasi terlaksananya wisuda tahfidz ini. 


"Insya Allah Kita akan berkoordinasi bersama. Sekarang, kami ditugaskan pimpinan di Kecamatan Harau, sebelumnya kami di Kecamatan Luak. Dan kami siap berkoordinasi, karena Jorong Padang Rantang termasuk wilayah kerja kami,"sebut Wiwi. 


"Kita supor tahfidz untuk anak-anak Kita, dan kami akan bentuk yang baru. Yakni tahfidz untuk kaum ibu-ibu. Semoga mendapat dukungan warga, nantinya,"pungkas Wiwi. 


"Kami di Padang Rantang siap mendukung. Karena, menurut sejarah. Padang Rantang Harau dikenal sarangnya para qori,"balas Mulyadi diamini tokoh masyarakat, kala itu.(014)

Posting Komentar

0 Komentar