Walikota Payakumbuh Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Cahaya Islam


IMPIANNEWS.COM 

Payakumbuh, --- Walikota Payakumbuh Riza Falepi melalui Sekdako Rida Ananda serahkan bantuan untuk korban kebakaran yang menimpa asrama putri pondok pesantren Cahaya Islam yang berlokasi di Padang Kaduduak kelurahan Tigo Koto Diateh, Sabtu(16/01/2021) sekitar pukul 01.11 dini hari. 

Bantuan berupa rendang siap saji tersebut diterima langsung Pengurus yayasan, ustadz Arnold didampingi mudir dan pengasuh asrama. Dalam penyerahan bantuan tersebut terdengar Sekdako bertanya tentang sebab kebakaran. Selain itu dirinya juga sempat bertanya kondisi mudir dan santri serta penghuni asrama. Tak lupa, Sekdako memotivasi Pengurus untuk sabar dalam menghadapi cobaan ini. 

"Terima kasih Pak,"jawab ustadz Arnold, usai menerangkan singkat terkait musibah ini. 

Tampak Sekdako didampingi Kadisnaker Perindustrian, Wal Asri, Kadinsos Erwan bersama Ance Alfiando, Kabag Protokol Nalfira, Kabag Kesra Ul Fakhri, Kabid damkar Budi Kurniawan, bersama beberapa pejabat jajaran Pemko Payakumbuh. Camat Payakumbuh Utara Desfita Warni beserta Forkopimca turut hadir bersama Lurah, PSM dan tokoh masyarakat setempat. 

Terlihat di asrama putri ponpes cahaya islam terlihat habis terbakar. Tampak, kasur, bantal, selimut, buku dan kitab serta peralatan ATK santri, pakaian dan peralatan belajar dan furnitur tampak hitam oleh arang bercampur air. 


Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Lingkungan Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, Sabtu (16/1) dini hari.

Gedung Asrama Putri Pondok Pesantren Cahaya Islam terbakar sekitar pukul 01.10 WIB. Kejadian itu disaksikan dan dilaporkan oleh Security Sentra IKM Randang Payakumbuh yang sedang bertugas ke petugas Satpol PP yang piket di Kantor Satpol PP dan Damkar di Padang Kaduduak, kemudian diteruskan laporan ke Posko Damkar Kota Payakumbuh.

Tak memakan waktu lama, Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Devitra didampingi Kabid Damkar Budi Kurniawan langsung turun ke lapangan bersama Ph Kasi Ops dan Danru 1 Indra Jaya dengan mengirimkan seluruh armada dan personil ke lokasi untuk melakukan pemadaman dengan dibantu 3 unit Damkar Kabupaten Limapuluh Kota, ada 8 mobil damkar yang dikerahkan.

Menurut Devitra, pemadaman malam itu berlangsung dengan cukup baik. Mereka melakukan teknik supply dengan posisi mobil pemadam yang berbaris dengan mobil lainnya di belakang sebagai pemasok air sehingga penyemprotan kepada api tidak putus-putus.

"Kita melakukan pembatasan api kepada gedung asrama di bagian belakang untuk mencegah api tidak menjalar lebih jauh. Alhamdulillah, berhasil kita padamkan, apinya memang cukup besar sekali, hampir 2 jam proses pemadamannya" kata Devitra.

124 orang siswi penguni asrama dan barang berharga milik mereka malam itu dapat dievakuasi dengan selamat. Meski pemilik Yayasan Imdesmiati (50) mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh pihak berwajib.

Pemadaman juga disaksikan oleh Plt BPBD Payakumbuh Agus Rubiono,  Camat Desfitawarni, dan Lurah setempat. (ul)

Posting Komentar

0 Komentar