Xi Jinjing Presiden China Perintahkan PLA Gempur Taiwan


Presiden China Perintahkan Marinir PLA Serbu Taiwan, Kapal Amfibi Siap Lancarkan Serangan Mematikan

IMPIANNEWS.COM (China).

Militer China tidak main-main dalam persiapan untuk menyerbu dan menguasai Taiwan.

Pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China akan menggunakan kapal serbu Amfibi untuk melakukan serangan mematikan ke Taiwan

Marinir China sudah diperintahkan Xi Jinping untuk segera menggempur Taiwan.

Maka mereka sudah mempersiapkan rencana invasi ke Taiwan.

Namun Taiwan juga sudah bersiap menyambut serangan China.

Perang besar akan terjadi.

Baru-baru ini, kapal serbu amfibi Tipe 075 pertama China terlihat di Laut China Selatan, dekat dengan Taiwan, media Taiwan melaporkan.

Kapal serbu amfibi Tipe 075 muncul di dekat Pangkalan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di Sanya, Provinsi Hainan, di depan pintu Laut China Selatan, menurut media Taiwan, SET News Channel.

"Lokasinya sangat dekat dengan Taiwan," sebut SET News Channel seperti dikutip Global Times, dilansir impiannews.com, Kamis (5/11).Ini pertama kalinya Tipe 075 muncul di Sanya. Warga Shanghai, tempat kapal serbu amfibi itu dibangun, mengklaim Tipe 075 meninggalkan kota pada akhir Oktober lalu.

Menurut Song Zhongping, pakar militer China dan komentator TV, kapal serbu amfibi Type 075 perlu menjalani lebih banyak uji coba laut.

"Dan, dibandingkan dengan Laut Kuning atau Laut China Timur, Laut China Selatan memiliki ombak yang lebih besar dan angin yang lebih kuat," katanya kepada Global Times.

Menguji lebih lanjut kapal serbu amfibi

Kapal serbu amfibi Type 075 pertama China resmi meluncur pada September 2019, berhasil menyelesaikan uji coba laut pertamanya pada Agustus tahun ini.

"Uji coba laut yang baru di Laut China Selatan akan menguji lebih lanjut kapal perang tersebut, yang merupakan langkah penting sebelum memasuki layanan dengan Angkatan Laut PLA," ujar Song.

Kapal induk kedua China juga menjalani pengujian dan pelatihan di Laut China Selatan pada November 2019, sebelum ditugaskan ke Angkatan Laut PLA di Desember 2019.

Ketika kapal induk Shandong meninggalkan galangan kapal di Dalian, Provinsi Liaoning, dan berlayar ke Laut China Selatan untuk uji coba laut dan akhirnya tiba di Sanya untuk upacara komisioning, kapal tersebut melakukan transit melalui Selat Taiwan.

Dari sudut pandang geografis, jika sebuah kapal ingin berlayar antara bagian Utara dan Selatan China, kemungkinan besar akan melalui Selat Taiwan. "Karena itu adalah rute terpendek," ungkap Song.

Ini juga bisa berlaku untuk Tipe 075. "Kapal perang PLA dapat berlayar melalui Selat Taiwan sesuka mereka, dan tidak ada "garis tengah" karena kedua belah pihak adalah wilayah China," imbuhnya.

Kapal serbu amfibi Tipe 075 milik China, kapal perang terbesar kedua setelah kapal induk, juga mendapat mesin tempur baru. Yakni, drone helikopter yang secara signifikan bisa memperluas kemampuan tempur kapal perang itu.

Menurut foto yang beredar di media sosial, drone helikopter itu terlihat parkir di dek penerbangan Tipe 075 saat berlabuh di Shanghai pada Juli lalu.

Dibanding helikopter Z-8 atau Z-18 yang tepat berada di sebelahnya, ukuran drone helikopter tersebut sekitar setengah dari Z-8 atau Z-18. Itu berarti, panjangnya sekitar 10 meter dan tinggi tiga meter, sebuah drone helikopter yang relatif besar.(*)


Posting Komentar

0 Komentar