Kemunculan Dua Kapal Indak AS, Bikin China Tak Berkutik


Dua kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) hari ini terlihat menggelar latihan militer di sekitar Laut China Selatan. Dua kapal induk yang terlihat di jalur panas itu adalah USS Nimitz dan USS Ronald Reagan.

Munculnya dua kapal induk AS itu telah menggegerkan Indo-Pasific. Sebab, kemunculan dua kapal induk AS itu terjadi setelah Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) menggelar latihan militer di Kepulauan Paracel pada tanggal 1-5 Juli lalu. 

Kegiatan latihan militer yang digelar pasukan Xi Jinping itu pun sempat mendapatkan protes keras dari sejumlah negara di ASEAN. Dua negera yang protes keras adalah Vietnam dan Filipina.

Vietnam menuding kegiatan latihan militer di Kepulauan Paracel yang masuk dalam sengketa wilayah dengan Vietnam itu merupakan salah satu bentuk invasi yang dilakukan oleh militer China dalam memperkuat klaim atas kepemilikan Laut China Selatan.

Protes atas latihan militer China itu juga telah mendapatkan kecaman dari Amerika Serikat. Departemen Pertahanan AS mengatakan, latihan militer yang dilakukan China telah melanggar komitmen China atas Deklarasi 2002 tentang Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan.

 Sehingga Pentagon mendesak China untuk mengurangi militerisasi dan paksaan atas klaim maritim di wilayah Laut China Selatan kepada para tetangganya di perairan.

"Tindakan China akan semakin mengganggu kestabilan situasi di Laut Cina Selatan," kata Departemen Pertahanan AS dikutip VIVA Militer, Sabtu, 4 Juni 2020.

Kecaman Pentagon terhadap China itu hari ini telah dibuktikan oleh Washington DC. Hari ini terbukti dua kapal induk AS yang membawa kekuatan tempur penuh telah menggelar latihan di Laut China Selatan.

Komandan kapal induk USS Nimitz, Laksamana Muda James Kirk mengatakan, kehadiran dua kapal induk AS di Laut China Selatan itu dalam rangka latihan militer.

Kirk juga mengakui bahwa selama dirinya berada di Laut China Selatan, pihaknya telah melihat armada atau kekuatan Angkatan Laut China yang telah melakukan pemantauan atas dua kapal induk miliknya itu.

"Mereka telah melihat kami dan kami telah melihat mereka," kata Komandan kapal induk USS Nimitz, James Kirk dikutip VIVA Militer dari Reuters, Senin, 6 Juli 2020.

Kirk mengklaim, dua kapal induk AS itu telah membawa sekitar 90 pesawat jet tempur, dan sekitar 12.000 personil Angkatan Laut dalam kegiatan latihan di wilayah Laut China Selatan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada hari ini langsung merespon keras kedatangan dua kapal induk AS itu. Menurut Lijian, Amerika Serikat dengan sengaja mengirim kapal-kapalnya ke Laut China Selatan untuk melenturkan ototnya.

 Dia menuduh Washington telah memprovokasi negaranya dengan berusaha menggerakkan negara-negara di kawasan Laut China Selatan untuk menghadapinya.

"Amerika Serikat telah dengan sengaja mengirim kapal-kapalnya ke Laut Cina Selatan untuk melenturkan ototnya dan menuduh Washington berusaha menggerakkan ganjalan antara negara-negara di kawasan itu," kata Zhao Lijian di Beijing.

Namun, China hingga saat ini belum terpancing dengan kegiatan drill atau latihan yang dilakukan oleh dua kapal induk AS tersebut. Untuk diketahui, China selama ini telah mengklaim 90 persen wilayah perairan Laut China Selatan sebagai wilayah kedaulatan China.

 China diketahui telah membangun sejumlah pangkalan militer di pulau-pulau di sekitar Laut China Selatan untuk memperkuat klaim dominasinya atas Laut China Selatan. 

Upaya China itu sering kali mendapatkan penolakan dari sejumlah negara di sekitar Laut China Selatan, diantaranya Vietnam, Filipina, dan Taiwan.sumber:sumber:viva (***

Post a Comment

0 Comments