Presiden Donald Trump Memicu Sentimen Anti-China Secara Global,

IMPIANNEWS.COM (Beijing).

Pandemi virus corona (COVID-19) telah menambah ketegangan pada hubungan yang semakin memburuk antara Amerika Serikat (AS) dan China. 

Di saat pemerintahan Presiden Donald Trump memicu sentimen anti-China secara global, rincian dalam dokumen internal Beijing mengungkapkan seperti apa skenario terburuk yang mungkin terjadi.

Kementerian Keamanan Negara China menyampaikan peringatakan kepada Presiden Xi Jinping akan meningkatnya sentimen anti-China di seluruh dunia, yang dapat mengarah pada konflik militer langsung dengan AS, demikian dilaporkan Reuters pada Senin (4/5/2020).

Analisis, yang dilaporkan diberikan kepada Xi bulan lalu, menyimpulkan bahwa "perasaan bermusuhan" terhadap China sebagai akibat dari pandemi coronavirus yang sedang berlangsung telah naik ke level tertinggi sejak insiden Lapangan Tiananmen 1989.

Laporan tersebut diduga berasal dari Lembaga Hubungan Internasional Kontemporer China, salah satu lembaga think tank kebijakan internasional tertua di negara itu, yang berafiliasi dengan Kementerian Keamanan Negara.

Mengutip beberapa sumber, Reuters menyebutkan bahwa skenario terburuk yang disampaikan dalam laporan itu termasuk kemungkinan terjadinya konflik militer antara AS dan China.

Laporan itu menyimpulkan bahwa AS menganggap kebangkitan ekonomi China sebagai ancaman ekonomi dan keamanan nasional, serta tantangan terhadap sistem politik yang terangkum oleh demokrasi Barat.

Disebutkan juga bahwa AS sedang berusaha untuk melemahkan Partai Komunis yang berkuasa dengan mengguncang kepercayaan publik terhadap kompetensinya.

Pemerintahan Trump menuduh Beijing menutup-nutupi awal penyebaran wabah virus corona, mengubah jumlah kematian dan jumlah kasus yang dikonfirmasi, dan mengklaim bahwa COVID-19 secara tidak sengaja dirilis oleh sebuah laboratorium di Wuhan.

Beijing telah menolak tuduhan tersebut, dengan alasan bahwa konfirmasi negara tentang penularan dari manusia ke manusia, bersama dengan bukti dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memberi AS waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis.

Pemerintah China juga mengatakan bahwa klaim pemerintah Trump adalah upaya untuk menangkis kesalahan atas tanggapan lemah Gedung Putih, karena AS telah menjadi hotspot dunia untuk pandemi koronavirus yang mematikan.

Setelah menarik dana AS dari WHO menyusul tuduhan bahwa organisasi itu "China-sentris", Trump dilaporkan sekarang mempertimbangkan tindakan pembalasan atas virus corona.

Beijing menghadapi serangan dari pihak-pihak yang menyatakan bahwa China bertanggung jawab atas pandemi Covid-19.
Australia telah menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul virus itu, dan bulan lalu, Prancis memanggil utusan China setelah kedutaan menuduh pemerintah Prancis membiarkan warganya mati.

Pemerintah Inggris, salah satu sekutu terdekat AS, menyatakan bahwa hubungan dengan China tidak akan kembali ke "bisnis seperti biasa" setelah pandemi.

Terlepas dari pernyataan AS bahwa coronavirus berasal dari kota Wuhan di China, di mana kasus pertama dilaporkan, tidak ada bukti yang tersedia.

Pada Senin, WHO mencatat bahwa pihaknya belum menerima data atau bukti spesifik dari Washington tentang asal COVID-19, yang sebelumnya dikutip oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Post a Comment

0 Comments