Abu Dhabi Temukan Pengobatan Covid-19 Baru

Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]

IMPIANNEWS.COM (Abu Dhabi).

Perawatan ini dikembangkan oleh sebuah tim di Abu Dhabi Stem Cell Centre, dan melibatkan ekstraksi sel induk dari darah pasien sendiri, mengaktifkannya, dan memperkenalkannya kembali kepada pasien.

Hend Al-Otaiba, Direktur Komunikasi Strategis di Kementerian Luar Negeri UEA dan Kerjasama Internasional, mengatakan bahwa Lembaga penelitian UEA telah mengembangkan pengobatan terobosan untuk Covid-19 yang dapat menjadi game-changer dalam perang global melawan virus.

Sejauh ini, pengobatan telah diberikan kepada 73 pasien virus corona, yang menghirup sel induk yang diaktifkan ke dalam paru-paru mereka. Hebatnya, semua pasien berhasil diobati dan pulih secara penuh.

"Dihipotesiskan memiliki efek terapeutik dengan meregenerasi sel paru-paru dan memodulasi respon imun, agar tidak bereaksi berlebihan terhadap infeksi Covid-19 dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sel-sel sehat," tulis penelitian tersebut dilansir laman Mirror, Selasa (5/5/2020).

Untungnya, tidak ada pasien yang menerima pengobatan melaporkan efek samping langsung.
Tim ini berencana melanjutkan uji coba untuk menunjukkan kemanjuran pengobatan, dan mengharapkan tes ini akan selesai dalam beberapa minggu.

Perlu dicatat bahwa pengobatan telah diberikan kepada pasien bersama dengan intervensi medis konvensional dan akan terus diterapkan sebagai tambahan untuk protokol pengobatan yang ditetapkan daripada sebagai pengganti," tulis peneliti.

Pekan lalu, para ilmuwan dari Universitas Louisville mengungkapkan bahwa mereka telah mengembangkan teknologi yang mereka yakini dapat menghentikan virus dari menginfeksi sel manusia.

Teknologi ini didasarkan pada sepotong DNA sintetis yang disebut aptamer, yang menargetkan dan mengikat dengan protein manusia yang disebut nucleolin.

Sementara penelitian masih dalam tahap awal, tes menunjukkan bahwa aptamer ini dapat menghentikan virus corona dari 'pembajakan' nukleolin untuk mereplikasi di dalam tubuh. (***

Post a Comment

0 Comments