Pemindahan Pasar Kuliner, Ketua APKL : PEMKO perlu Perhatikan 3 hal Penting


IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh).

Terkait dengan wacana Pemko Payakumbuh yang akan memindahkan para pedagang kuliner ke lokasi Jalan Ahmad Yani, tepatnya di bawah Kanopi. Hal ini mendapat tanggapan dari Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) Kota Payakumbuh. Tanggapan ini disampaikannya usai mengahadiri acara undangan pemerintah setempat di Ruang Rapat Walikota Lantai II, Bukik Sibaluik, Kota Payakumbuh, Rabu ( 17/1/2018).

” Adanya wacana pemerintah kota Payakumbuh untuk memindahkan para pedagang kuliner yang berjumlah sebanyak 290 pedagang ini, tentu saja kami dukung dengan positif. Namun ada baiknya pemko setempat melalui dinas terkait mengkaji lebih dalam lagi,” ujar H.Wan.

H.Wan menjelaskan bahwa ada beberapa point penting yang harus dikaji pemerintah setempat sebelum wacana tersebut terealisasi.

” Ada 3 Point penting yang harus dikaji lebih dalam oleh pemko payakumbuh terkait pemindahan pedagang kuliner. Dimana tiga point tersebut ialah, pertama: Pemerintah Kota Payakumbuh harus mengkaji mengenai keamanan. Dimana para pengunjung nantinya yang akan menikmati kuliner Kota payakumbuh akan merasa was-was dengan kendaraannya.

meskipun parkir telah ada. Karena para pengunjung nantinya tidak bisa membawa kendaraannya masuk kelokasi kuliner tersebut. Kedua : Dampak perekonomian, dimana dalam sisi ini kita mengetahui bahwasanya para pengunjung biasanya lebih nyaman menyantap hidangan kuliner sambil bisa memperhatikan kendaraannya terparkir. Bila saja para pengunjung merasa was-was tentu saja banyak para pengunjung nantinya enggan untuk singgah. Tentu saja semua itu akan berdampak pada pendapatan. Jika pendapatan berkurang, tentu saja akan berimbas pada karyawan nantinya. Saat ini pedagang kuliner yang ada di kota batiah mampu memperkerjakan karyawan sebanyak lebih kurang 700 orang. Jika pendapatan kurang tentu saja karyawan bisa berkurang pula. Sayang kebanyakan karyawan yang ada di pedagang Kuliner ini putra -putri kota Payakumbuh. Ketiga mengenai kebersihan. Dimana pada sisi ini, kita mengetahui bahwa setiap pedagang kuliner yang ada memiliki limbah tersendiri. Biasanya ditempat biasa telah ada tempat penyaluran pembuangan limbah, namun kalau dibawah kanopi harus dibuat baru lagi. Terkait dengan pembuatan baru tentu saja bukan hal yang murah, ” jelas H. Wan.

Selain itu H.Wan menambahkan bahwa wacana pemko Payakumbuh untuk memindahkan para pedagang kuliner atau kaki lima (APKL) seyogyanya perencanaannya dulu harus matang. Terutama masalah penempatan para pedagang kuliner. Kita ingin jika itu terlaksana semua pedagang kuliner yang ada di jalan Sudirman ini, berjualan di lokasi yang sama, tukuk H.Wan.(robby/ul)