KEBIADABAN YAHUDI DAN PENGKHIANATAN PARA PENGUASA MUSLIM

Oleh : Khalis 

IMPIANNEWS.COM

   Brutal dan biadab! Itulah sebutan yang tepat dilontarkan pada negara zionis Yahudi. Tidak pernah menggubris kecaman dari berbagai pihak negara lain, mereka terus melancarkan serangan brutal dan membabi buta terhadap warga Gaza. Militer zionis beberapa hari lalu meluaskan wilayah serangan mereka hingga ke Rafah. Daerah terakhir yang menjadi penampungan untuk 1,5 juta warga Gaza. Kecemasan melanda kaum Muslim di Rafah mengingat militer zionis telah menghancurleburkan daerah Kan Younis.

   Kaum zioniz juga masih memblokade bantuan kemanusiaan dan menyerang berbagai suplai logistik untuk para korban. Inilah siasat keji genosida terhadap warga Gaza; membunuh warga dengan serangan militer serta membiarkan mereka kelaparan dan kekurangan fasilitas medis. Bahkan sampai pekan ini jumlah korban tewas diperkirakan tembus 35 ribu jiwa. Hampir separuh korban adalah perempuan dan anak-anak.

   Kebrutalan zionis Yahudi mengundang kecaman dari banyak penduduk dunia. Tagar All Eyes On Rafah beberapa hari lalu sempat menjadi trending topic di platfrom sosial media X. Banyak pengguna X yang mengirimkan tulisan keprihatinan atas kondisi Rafah dan mengecam tindakan keji militer Yahudi.

   Di banyak negara, orang berbondong-bondong berdemonstran mengutuk kejahatan zionis. Di Amerika Serikat, ribuan mahasiswa berdemonstran di berbagi kampus seperti Universitas Colombia, UCLA, George Washington, dsb. Selain mengecam entitas Yahudi, para pendemo juga menyerukan,  “Free Palestine". Hal yang sama juga terjadi di Kanada; beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Prancis dan Inggris; juga negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan.

   Warga AS dan negara-negara Eropa juga mengkritik pemerintah mereka sendiri yang justru terus memberikan bantuan kepada militer zionis. Mereka marah karena bantuan tersebut sebagian besar berasal dari uang pajak rakyat. Sebenarnya negara zionis Yahudi adalah negara serapuh sarang laba-laba. Bukan negara besar, apalagi adidaya, seperti yang dimitoskan oleh Barat dan dihembuskan oleh para pemimpin Arab. Agresi militer yang mereka lancarkan semakin memperlihatkan kerapuhan entitas Yahudi tersebut. Diantaranya:

   Pertama: Militer Yahudi sebenarnya mengalamu kekalahan dari segi fisik maupun mental sejak 7 Oktober tahun lalu. Pihak militer zionis melaporkan bahwa sejumlah kendaraan dan alat yang dijadikan sarana untuk menyerang rusak berat bahkan ada juga yang hancur. Jumlah prajurit Yahudi yang tewas dan terluka hingga tahun ini mencapai 3.600 personil, bahkan ada 2.000 anggota pasukan mengalami gangguan jiwa, dan selebihnya banyak yang sampai bunuh diri.

   Kedua: Ekonomi negara zionis juga terancam resesi akibat perang. Kerugian akibat serangan tersebut diperkirakan mencapai Rp 1.061 triliun. Sehingga banyak sektor usaha yang tutup, seperti pariwisata, atau juga akibat kekurangan tenaga kerja akibat ketegangan di Gaza.

   Ketiga: Kondisi pemerintahan zionis di bawah PM Netanyahu (laknatullah) mengalami krisis akibat perang. Ribuan warga berdemo menuntut dirinya mundur dari jabatan karena dianggap gagal menjaga keamanan negeru mereka serta menyebabkan krisis ekonomi yang parah.

   Keempat: Serangan ke Rafah membuat entitas Yahudi terancam kehilangan dukungan Amerika Serikat. Entitas Yahudi semakin terkucil di dunia internasional.

    Demikian rapuhnya posisi entitas Yahudi belum akan membuat krisis di Palestina selesai. Karena, solusi sesungguhnya ada di tangan umat Muslim; bukan pada bangsa-bangsa lain; juga bukan pada PBB dan ICC Persoalan Gaza juga hanya akan tuntas dengan hukum Islam, bukan undang-undang buatan manusia. Karena itu krisis Gaza ini tidak akan selesau selama para penguasa Dunia Islam, terutama para pemimpin Arab dan Turki, masih menjadi alas kaki kepentingan Barat dan kepentingan nasionalisme mereka. Negara-negara Arab dan Turki itulah sesungguhnya menjadi penjaga eksistensu negara zionis di jantung kaum Muslim. Selama mereka masih ada, maka sepanjang itu pula entitas Yahudi berdiri. 

   Genosida terhadap Gaza adalah persoalan kaum Muslim dan hanya bisa diselesaikan dengan Islam. Caranya dengan melancarkan jihad fii sabilillah, dengan mengerahkan pasukan Muslim untuk menolong warga Gaza dan mengusir entitas Yahudi selamanya dari tanah Palestina. Solusi ini hanya bisa dilakukan ketika kaum Muslim bersatu di bawah institusi Khilafah Islamiyah. Inilah solusi yang harus dipikirkan dan diperjuangkan umat. Tidak ada yang lain. Hanya satu-satunya.

Wallahu a’lam bishowab

Post a Comment

0 Comments