Pandangan Mahasiswa Sastra Inggris Terhadap Karya Seniman Wanita Kulit Hitam

Irfan Surya Mahasiwa Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Padang (Sumber: Dokumentasi Jona Kaysa Putri)

Oleh: Jona Kaysa Putri

IMPIANNEWS.COM

“Mereka memberikan perspektif yang unik, terutama dalam menggambarkan pengalaman perempuan kulit hitam yang sering kali terabaikan. Karya-karya ini membantu membuka kesadaran tentang isu-isu sosial, rasial dan gender yang masih relevan di dalam masyarakat Amerika saat ini.” Ungkap Neli Saadah, seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang. Ini adalah salah satu pendapat mahasiswa Sastra Inggris tentang kenapa karya-karya wanita kulit hitam Amerika ikut berpengaruh dalam budaya Amerika. Selain itu Neli juga mengungkapkan beberapa seniman wanita kulit hitam yang ia ketahui.

“Beberapa karya-karya seniman wanita kulit hitam yang saya kenal itu seperti karya Maya Angelou yang judulnya I Know Why The Caged Bird Sings dan The Bluest Eye karya Toni Morrison dan puisi-puisi oleh Audre Lorde” Ungkap Neli Saadah, seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang.

Mantan ibu negara Michelle Obama dan artis Amy Sherald, kanan, membuka selubung lukisan resmi Michelle Obama di National Portrait Gallery Smithsonian pada 12 Februari 2018, di Washington. (© Andrew Harnik/AP Images)

Sosok perempuan kulit hitam dalam dunia seni telah lama menjadi kekuatan dan pengaruh yang sangat penting dalam budaya Amerika. Mereka telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mengangkat dan mengenalkan berbagai budaya Amerika, termasuk musik, sastra, film, politik dan aktivisme sosial. Selain itu, mereka juga memberikan kontribusi yang sangat penting dalam menciptakan perubahan sosial dan budaya.

“Karya seniman wanita kulit hitam yang saya ketahui yaitu novel Beloved by Toni Morrison. Ini adalah novel yang memenangkan nobel kesusastraan pada tahun 1993 dan juga lagu Summertime yang dinyanyikan oleh Ella Fitzgerald.” Ungkap Rahmatillah Salwa, seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang. Salwa juga berpendapat karya-karya ini seringkali mencerminkan pengalaman dan menyuarakan perjuangan mereka terhadap rasisme yang dilakukan oleh penduduk berkulit putih di Amerika.

Mereka menyuarakan pengalaman dan perjuangan warga kulit hitam melalui karya-karyanya untuk membuat karya yang lebih beragam dan bermakna. Tema yang biasa dimuat dalam karya mereka seperti rasisme, keadilan social dan gender. Mereka juga berperan sebagai contoh dan pengajar bagi generasi seniman wanita kulit hitam berikutnya.

“Seniman wanita kulit hitam yang saya ketahui, yang pertama adalah Amy Sherald yang terkenal setelah dipilih langsung oleh mantan ibu Negara Michelle Obama untuk melukis potret resminya di National Portrait Gallery di Washington. Yang kedua Beyonce dan Rihanna sebagai penyanyi terkenal dan juga Maya Angelou sebagai salah satu penulis yang terkenal” Ungkap Irfan Surya, seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang. Berbeda dengan Neli yang mengungkapkan karya-karya seniman wanita kulit hitam, Irfan mengungkapkan beberapa seniman wanita kulit hitam terkenal yang ia ketahui. 

Seniman wanita kulit hitam seperti Amy Sherald, Toni Morrison, Ella Fitzgerald, Maya Angelou, Beyonce, Rihanna dalam bidang sastra, musik, lukis, dan lainnya terus berkembang hingga meninggalkan jejak mereka di panggung nasional dan internasional. Beberapa karya dari seniman wanita kulit hitam ini berhubungan dengan latar budaya dan pengalaman mereka yang telah menyadarkan dan memotivasi orang lain untuk lebih terbuka dan membongkar stereotip terkait isu-isu rasisme, kesetaraan dan gender.

Karya-karya penulis wanita kulit hitam seringkali diakui atas kualitas sastra mereka, termasuk narasi yang kuat, gaya penulisan yang kreatif, dan analisis yang mendalam tentang isu-isu sosial dan budaya. Karya mereka sering diajarkan dalam kurikulum sastra universitas, dan banyak studi sastra yang ditujukan khusus untuk menganalisis karya-karya mereka karena memiliki wawasan yang berharga tentang pengalaman hidup dan perjuangan mereka yang menambah keanekaragaman dalam literatur.

“Saya pertama kali membaca karya seniman kulit hitam yaitu puisi Maya Angelou seperti “Still I Rise” dan “Cage Bird” saat mempelajarinya di kelas” Ungkap Irfan Surya, seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang. Hal ini membuktikan kualitas dan kepopuleran karya-karya seniman wanita kulit hitam bagi mahasiswa terutama mahasiswa Sastra Inggris. Studi tentang karya sastra tersebut bertujuan agar mahasiswa memahami isu-isu seperti rasisme, gender dan ketidakadilan sosial yang tercermin dalam karya-karya tersebut. Selain itu mempelajari karya sastra wanita kulit hitam Amerika adalah salah satu cara mengakui dan menghormati kontribusi mereka yang sering terabaikan dalam sejarah sastra.

Dapat disimpulkan bahwa pandangan mahasiswa Sastra Inggris terhadap karya-karya seniman wanita kulit hitam sangat positif. Menurut mereka karya-karya tersebut memiliki kualitas dan makna yang sangat mendalam. Karya-karya tersebut juga dapat membuka pandangan mahasiswa untuk dapat memperluas dan memperdalam pemahaman mereka tentang sastra, budaya, dan sejarah, serta meningkatkan kesadaran tentang isu-isu sosial yang terjadi.

Post a Comment

0 Comments