China Siap Hadapi AS dari pada Terus Dapat Pemerasan dan Tekanan Berlebihan yang Kerap Dilakukan

 China Siap Hadapi AS dari pada Terus Dapat Pemerasan dan Tekanan Berlebihan yang Kerap Dilakukan


Presiden China, Xi Jinping. (Sumber: AP Photo)

IMPIANNEWS.COM (Beijiang).

Presiden China, Xi Jinping mengirimkan ancaman kepada Amerika Serikat (AS) yang akhir-akhir ini kerap bersitegang dengan China.

Xi Jinping mengingatkan bahwa pemerasan, dan tekanan berlebihan yang kerap dilakukan AS, akan menemukan jalan buntu.

Hal itu diungkapkan Xi Jinping saat memperingati perayaan Tentara China melewati perbatasan dan membantu Korea Utara pada Oktober 1950, Jumat (23/10/2020) di Beijing.

“Di dunia saat ini, unilateralisme, proteksi dan ideologi kepentingan proibadi yang berlebihan sama sekali tak bisa dilaksanakan, begitu juga dengan pemerasan dan tekanan ekstrim,” ujarnya dikutip dari South China Morning Post dilansir impiannews.com.

“Tindakan apa pun yang hanya terfokus pada diri sendiri dan upaya apa pun untuk telibat dalam hegemoni dan intimidasi tak akan berhasil, tetapi juga akan menjadi jalan buntu,” katanya.

Pada pidatonya, Xi Jinping mengungkapkan adanya tindakan agresi AS terhadap China selama Perang Korea.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa militer China yang kalah persenjataan berhasil mengalahkan AS, yang disebutnya sebagai mitra legendaris di perang itu.

Xi Jinping menegaskan China ingin bisa melakukan perdamaian dengan seluruh negara, tetapi tak akan mundur dari sebuah pertarungan.

“Masyarakat China menyadari, Anda harus mengunakan bahasa yang penjajah bisa mengerti, untuk melawan perang dengan perang dan menghentikan invasi dengan paksaan, dan meraih perdamaian dan kehormatan melalui kemenangan,” ujarnya.

“Masyarakat China tak akan menciptakan masalah, tetapi juga tak takut dengan mereka, apa pun kesulitan atau tantangan yang kami hadapi. Lutut kami tak akan bergetar dan punggung kami tak akan melunak,” tambahnya.

Xi Jinping menegaskan setiap negara ataupun tentara, tak peduli seberapa kuatnya mereka, bakal babak belur jika menghadapi komunitas internasional.

Dia juga mengatakan China perlu untuk mempercepat modernisasi kemiliteran untuk membangun militer kelas dunia, dan memastikan Partai Komunis China mempertahankan kepemimpinan di militer.

Pada beberapa bulan terakhir, hubungan China dengan AS tengah memanas khsususnya setelah tuduhan Trump menyalahkan China atas wabah Covid-19.

AS juga turut campur dalam beberapa langkah politik China terkait Laut China Selatan, Hong Kong juga permasalahan Muslim Uighur di Xinjiang.

Bahkan baik China dan AS, menutup konsulat dari negeri saingannya itu di negara masing-masing.***


Post a Comment

0 Comments