Hendra Saputra Balon Bupati Solok Disambut Penuh Simpatik Masyarakat Paninggahan

Hendra Saputra SH. M.Si
IMPIANNEWS.COM (Solok).

Seperti diketahui bahwa Isra Mi’raj setiap tahunnya selalu diperingati umat Islam. Oleh masyarakat, moment Isra Mi’raj biasanya dilalui dengan berbagai rangkaian.

Mulai dari pengajian, perlombaan bernuansa Islami, kesenian Islam, bazar busana Muslim serta kegiatan bernuansa Islam lainnya.

Untuk di Anapa Jorong Gando, Paninggahan Kabupaten Solok, moment Isra Mi’raj, juga diperingati dengan bernuansakan Islami.

Ustadz Salman dikesempatan ini, Rabu malam (04/03/20). Menyebutkan, bahwa Isra Miraj dilakukan hanya dalam waktu satu malam saja mengendarai buraq, yang ditunggangi oleh Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril menuju Sidratil Muntaha dengan kecepatan yang luar biasa.

Pada perjalanannya, Rasulullah SAW berjumpa dengan para nabi lainnya. Saat membuka pintu langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam. Lalu, di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya, tukasnya.

Beranjak ke langit ketiga, Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Nabi Yusuf. Setelah itu, di langit ke-empat dan kelima, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Idris serta Nabi Harun. Naik ke langit ke-enam, Nabi Muhammad bersua dengan Nabi Musa.

Sesampai di lapisan langit ke tujuh, Nabi Muhammad SAW disambut oleh Nabi Ibrahim, yang sekaligus menemaninya ke Sidratul Muntaha. Sesampainya disana, Rasulullah SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan shalat 50 waktu dalam sehari semalam, papar Ustad Salman.

Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW turun ke langit ke-enam dan kembali bertemu dengan Nabi Musa. Mendengar Rasulullah SAW mendapatkan perintah shalat 50 waktu dalam sehari dari Allah SWT, Nabi Musa menyarankan untuk kembali ke Sidratul Muntaha dan meminta keringanan, tutur Ustadz Salman.

Dikesempatan yang sama, Balon Bupati Solok Hendra Saputra SH, M.Si menyebutkan, pada umumnya umat Islam mengetahui bahwa dari peristiwa Isra Mi’raj, perintah atau kewajiban melaksanakan shalat wajib lima waktu bagi umat Islam, dimulai.

Mengapa shalat diwajibkan, papar Hendra, banyak jawaban yang bisa diberikan, salah satunya adalah media untuk mencapai kesalehan spiritual seorang hamba dan hubungannya dengan Allah SWT.

“Shalat juga menjadi sarana untuk memperoleh keseimbangan tatanan dalam bermasyarakat, beradab dan penuh kedamaian”. Papar Birokrat Muda Hendra Saputra SH, M.Si.

Berbeda halnya dengan Ustadz Doni, sehubungan seputar moment Isra Mi’raj telah dipaparkan oleh Ustad Salman dan Hendra Saputra. Kepada awak media ini, Ustad Doni lebih cendrung membicarakan tentang Kandidat Bupati Solok untuk 2020 – 2025 yang disukai masyarakat saat ini.

Dikatakannya, Hendra Saputra – Mahyuzil Rahmat kian hari semakin mendapatkan banyak perhatian masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Solok.

“Ke dua tokoh ini disebut memiliki Kans (peluang) dan Fans (penggemar) yang sangat besar di daerah Tugu Ayam Kukuak Balenggek” untuk menuju BA 1 Kab. Solok, sebut ia.

Ustad Doni menjelaskan bahwa politik itu cukup dinamis, bahkan banyak trik dan intrik yang terjadi sebelum masa pemilihan dan itu merupakan hal yang sudah tidak asing lagi bagi banyak orang.

“Hendra Saputra – Mahyuzil Rahmat, faktanya makin kesini semakin disukai banyak umat sekaligus makin diperhitungkan oleh kandidat lain”, pungkasnya.

Kehadiran Hendra Saputra dalam memperingati Isra Mi’raj di kampung kami ini, disambut penuh simpatik oleh masyarakat, pungkasnya lagi.

Tak hanya itu, lanjut Ustad Doni, masyarakat Paninggahan sangat mengenal Hendra Saputra dengan sikap santun dan rendah hatinya. Bagi masyarakat, ketokohan 3T (takah, tageh dan tokoh) melekat kental pada diri Hendra Saputra yang sudah mendaftar dan telah memenuhi syarat jumlah dukungan di KPU.

“Tak hanya dalam urusan politik saja, bersilahturahmi dengan masyarakat merupakan hal yang sangat di inginkan oleh Balon Bupati Solok ini”, tutur Ustad Doni. (Mal).

#tafch

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.