Kenagarian VII Talago Panen Raya Jagung Unggul

IMPIANNEWS.COM
Lima Puluh Kota, --- Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit hadiri undangan panen raya varietas jagung unggul dari Pemkab Limapuluh Kota terpusat di Kenagarian VII Koto Talago, kecamatan Guguk Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (03/01/2020) siang. 

Nasrul Abit tampak didampingi Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra bersama Muhammad Rahmad, Dinas terkait, Walinagari VII Koto Talago dan tokoh masyarakat bersama petani setempat. Panen raya jagung ini guna mendukung produktifitas jagung varietas unggul di Kabupaten Limapuluh Kota, target 12,6 ton perhektar. 

Menurut Ketua Umum MAPPINDO,  Muhammad Rahmad Panen Rata Jagung Pakan Uji Coba bertujuan untuk kemandirian. Karena sudah saatnya sebuah pabrik pengolahan jagung ada di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Ini baru uji coba. Hasil Panen jagung 12,6 ton/hektar ini merupakan paling tinggi di Indonesia. Gorontalo yang merupakan sentra produksi jagung di wilayah timur hanya menghasilkan 9 ton / hektar. Alhamdulillah, panen ujicoba tanam jagung di atas lahan terlantar di Nagari VII Koto Talago menghasilkan 12,6 ton per hektar. Ini ujicoba pertama di Sumbar,"terang Muhammad Rahmad didampingi Wanag VII Koto Talago 

Dari keterangan Ketua MAPPINDO, Produktifitas rata-rata Kabupaten 50 Kota = 6,3 ton/ha, Produktifitas rata-rata Sumbar = 6,5 ton/ha. Sementara produktifitas rata-rata di Gorontalo = 9 ton/ha.

"Kita masih banyak manual, insyaallah 10 tahun lagi kita bisa samo dengan Thailand,"imbuhnya. 

Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat memberikan sambutan Acara Panen Jagung Super Hibrida bisi 18 dan Bisi 79, di VII Koto Talago, Kabupaten Limapuluh Kota, Jum'at (3/1/2020).

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit katakan,  saya tidak janji muluk-muluk,  pengadaan pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Limapuluh Kota sebuah kebutuhan dalam mendukung aktifitas usaha masyarakat kecil menengah di kabupaten Limapuluh Kota.

"Pendirian pabrik pakan ternak ini mesti kita perjuangan ke pemerintah pusat. Dengan hasil panen yang baik saat ini, tentu kebutuhan pabrik nantinya akan dapat dipenuhi", ujarnya.

Nasrul Abit katakan, Tahun 2016 produksi jagung Sumbar sebanyak 650.000 ton kering dengan luas area 134.000 hektare. Tahun 2017 pencapaian kita sebesar 1.013.000 ton kering, luas area 168.000 hektare.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya meningkatkan produksi jagung di daerah. Jika saat ini bibit Jagung Super Hibrida bisi 18 dan Bisi 79 mampu memproduk  panen jagung 12,6 ton perhektar tentunya ini sebuah kemajuan", katanya.

Nasrul Abit juga katakan, bibit yang baik ini akan kita sebarkan kepada daerah sentra jagung di Sumatera Barat dalam rangka memenuhi kuota kebutuhan pabrik pakan ternak nantinya di daerah ini. 

"Pabrik pakan ternak amat dibutuhkan di Sumatera Barat seiring meningkatnya jumlah ternak yang mencapai lebih 15 juta ekor ternak ayam. Belum lagi ternak lainnya yang membutuhkan jagung sebagai makanan tambahan", kata Nasrul Abit.

Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Deni Asra juga bangga dengan kesuksesan panen raya ini. 

Terima kasih Pak Muhammad Rahmad yang tiada henti memotivasi kita dan petani untuk semakin berpikiran maju kedepannya, "terang singkat Deni Asra. (014)

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.